Big Thanks To:

BabyHimmie . Titan18 . cupcupcuphie12 . hunhanforever

Meriska-Lim . junia angel . rainrhainyrianarhianie

Oh SeHan . xiaolu odult . HHHHHHHHHHHHHHH

hunhanminute . aaiueo . guess who . .96

DeerIAM . Maple fujoshi2309. byunbaekkie . Xiaoluluu

.

.

.

Present

Island Farewell

By Dep Jung

This fic is mine

No copast, No bash

.

.

Preview~

.

''kau kenapa lu?'' tanyanya dengan nada yang terlihat sangat khawatir.

''Xi xiumin, dia hilang disini'' ucap Luhan lirih, menunduk dalam. Sungguh Sehun tak mengerti maksut Luhan, ayolah Luhan kau harus berbicara dengan benar, berikan Sehun penjelasan yang benar jangan setengah-setengah seperti ini.

''apa maksutmu?'' tanya Sehun menuntut, ''i iya, dia—'' belum sempat melanjutkan mereka mendengar suara Kai yang berteriak meneriaki nama Kyungsoo. Sehun dan Luhan mengalihkan pandangan ke arah ruang tengah, Kai sedang mengerang frustasi. Mereka segera menghampiri Kai.

''kau kenapa? Dimana Kyungsoo?'' tanya Luhan terburu, karna Kai yang datang tak membawa Kyungsoo.

''Kyungsoo, hh dia dia hilang'' ujar Kai dengan nada sedih didalamnya.

.

.

Island Farewell 4

.

.

''ini sangat aneh, kenapa Xiumin bisa menghilang. Dan sampai sekarang bahkan Xiumin belum ditemukan, lalu kenapa Kyungsoo juga menghilang? Sebenarnya ada apa disini!'' ucap Kris dengan geramnya.

Mereka mengangguk setuju, menampakkan raut wajah yang khawatir, takut, gelisah sekaligus berpikir. Hari sudah malam dan mereka memutuskan untuk berhenti mencari dan melanjutkan esok hari, Mereka sedang berada diruang tengah yang cukup besar itu, setiap orang berkalut dengan pikirannya masing-masing memikirkan ada apa sebenarnya. Ini sangat aneh bukan, oh ayolah ini tidak lucu. Niat mereka semua disini untuk berlibur, bukan untuk mendapati teman-temannya yang satu persatu mulai menghilang. Tidak!.

''Kai bisa kau antar aku terakhir kali kau bersama dengan Kyungsoo?'' Luhan angkat bicara, Kai mendongak pada Luhan, dan yang lainnya pun ikut menatap Luhan.

''apa kau tahu sesuatu?'' tanya Kai yang tidak sabaran, Luhan menggeleng karna ia memang benar-benar tidak tahu. Kai mengangguk paham, terbesit dipikirannya Luhan menyembunyikan sesuatu, tapi pikiran itu langsung ditepis jauh-jauh oleh Kai. Luhan tidak mungkin seperti itu, pikirnya.

.

.

.

Mereka mengikuti Luhan dan Kai karna rasa penasaran juga meliputi diri mereka, memangnya Luhan bisa apa jika Kai mengajaknya kesini? Entahlah, instingnya mengatakan ia harus kesini. Dan kini mereka sudah sampai, berdiri didepan kaca besar. Dan oh lihatlah, tulisan itu pun sudah tidak ada.

''katamu kau melihat tulisan bertuliskan selamat datang yang warnanya merah pekat, cepat tunjukkan Kai'' Tao berujar, Kai menggeleng tak percaya. Ya tentu saja tak percaya, bagaimana bisa tulisan itu hilang begitu saja? Tentu saja bisa, mana ada yang tidak bisa?

''aku bersumpah, aku dan Kyungsoo melihatnya dikaca besar ini setelah aku mendekat, menempelkan jariku itu adalah tulisan yang terbuat dari darah dan begitu aku membalikkan badanku untuk mengajak Kyungsoo pergi, dia sudah tidak ada disana'' ucap Kai sambil berbalik menunjuk tempat yang ia yakini Kyungsoo hilang disitu.

Luhan dengan mengikuti insting, dia mendekat..

Memastikan semua kalau Kyungsoo memang benar ada disini. Luhan memejamkan matanya, mengerut dengan jelas, tak lama keringat itu mulai meluncur dari pelipisnya. Sesungguhnya Luhan merasa pening jika melakukan hal-hal seperti ini, hal-hal yang instingnya mengatakan harus melakukan ini.

Didalam pejaman matanya Luhan seperti dituntun untuk bisa melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh orang lain, Luhan melihat dimana Kyungsoo membelakakan matanya karna seseorang membekapnya dari belakang. Seseorang berpakaian hitam panjang, tudungnya juga terlampir dibagian kepalanya, sehingga ia tidak bisa melihat siapa orang itu. orang itu menutupi dirinya sangat tertutup, bagian tangannya saja ditutupi oleh sarung tangan tebal berwarna hitam.

Tak lama, Luhan membuka matanya perlahan, sebuah tepukan dibahu menyapanya pertama kali. Luhan menoleh, Sehun yang menepuknya. Sehun bertanya ada apa? tanpa berkata pun Luhan mengerti maksut Sehun.

Luhan berbalik menatap Sehun dan juga menatap teman-temannya disana(dekat kaca). Luhan melihat dari bayang-bayangan kaca yang bertuliskan selamat datang dengan warna merah pekat, Luhan tahu itu darah karna cairan amis itu bisa dirasakan Luhan melalui hidungnya, baunya yang anyir menyapa hidung Luhan dengan tak bersahabat.

''Kai tidak bohong, dikaca itu memang ada tulisan seperti yang sudah dikatakan Kai tadi. dan Kyungsoo juga menghilang disini. aku melihat bayangan dimana Kyungsoo yang ketakutan karna ada seseorang yang membekapnya dari belakang. Aku tidak tahu pasti itu siapa, dia sungguh pintar, dia memakai pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya'' Luhan berucap sambil menatap lantai, tampak berpikir.

''jika ingin mencari, lebih baik mencari besok saja. Aku tidak ingin terjadi apa-apa. Chen, Kai, kusarankan kalian untuk tidur bersama. Aku takut jika kalian juga menghilang'' Baekhyun berbicara dengan sedikit susah payah karna tenggorokannya yang begitu kering sedari tadi. mereka mengangguk setuju, dan melangkah pergi meninggalkan tempat itu menuju kamar masing-masing dan tentu saja Chen dan Kai akan tidur bersama mengingat tidak berani juga jika tidur sendirian ditempat yang cukup err misterius ini.

.

.

.

.

Chanyeol mendelik tajam pada jendela yang tertutup itu ketika ia dan Baekhyun melewatinya seperti ada bayangan sekilas, dengan sedetik Chanyeol menoleh namun tak didapati siapapun. Lalu ia menepis pikiran horornya, tidak ada apa-apa tenanglah Chanyeol, jangan parno! Pikirnya.

Chanyeol melanjutkan kembali jalannya menuju kamar menyusul Baekhyun yang sudah beberapa langkah didepannya. Sedetik melangkah, sosok yang dicurigai Chanyeol pun muncul dekat jendela itu dengan pakaian hitam pekat yang menutupi seluruh tubuhnya.

.

.

.

.

Sehun berbaring menatap langit-langit kamar, mencoba menetralkan pikirannya. Cukup lelah mencari mereka seharian divila besar ini, mencari berulang-ulang ditempat yang sama cukup menjenuhkan. Sedangkan Luhan duduk diatas tempat tidur, tepat disamping Sehun berbaring. Luhan menekuk kakinya, ia menaruh dagunya bertumpu pada lutut, ia pejamkan matanya seperti seseorang yang sedang berusaha ingin tenang tak ada kegelisahan menyeliputi perasaannya.

Sehun menoleh melihat Luhan yang masih belum membuka matanya, ia pun ikut bangkit dan duduk disamping Luhan,

''kau kenapa?'' Sehun mulai bertanya karna ia heran kenapa Luhan masih belum ingin tidur sedangkan waktu pun semakin malam. Apa ia tidak lelah seharian mencari kedua temannya yang hilang tanpa jejak yang pasti?

Luhan membuka matanya perlahan, ia menoleh pada Sehun sebentar lalu kembali menatap kedepan. Luhan menggeleng, yang sebagai jawaban dia tidak apa-apa.

''kau harus tidur Lu, ini sudah malam. Kau pasti lelah'' ucap Sehun khawatir, dia tidak ingin Luhan sakit karna kelelahan. Oh lihatlah dirimu Oh Sehun, betapa pedulinya kau pada si mungil nan cantik ini.

Luhan hanya mengangguk, sedari tadi ia rasanya enggan mengeluarkan satu katapun walaupun itu hanya kata Ya atau Tidak. Luhan pun mulai berbaring, Sehun menarik selimut untuk menutupi tubuh Luhan sebatas dada. Luhan tersenyum kecil sebelum akhirnya memejamkan mata untuk masuk dunia mimpi. Dan Sehun pun juga ikut berbaring, menyusul Luhan ke dunia mimpinya.

.

.

.

.

ANOTHER PLACE IN THE SAME TIME

.

.

''BRENGSEK KAU! APA MAU MU HAH!'' Xiumin berteriak, ia sekarang dalam keadaan tangan dirantai, kaki yang dipasung diruangan yang minim cahaya. Ia terus berteriak tak karuan, selalu meronta ketika ia tersadar. Tersadar? Ya tersadar, karna setiap kali ia terbangun dan meronta minta dilepaskan, akan terpastikan ia akan mendapat pukulan kencang ditengkuknya, lalu ia akan merasakan ngilu disekitar lengannya karna disuntik dengan cairan entah apa itu.

''apa kau tak bosan berteriak seperti itu?'' suara berat menyapa ruangan, suasana terasa lebih mencengkam ketika suara itu keluar. Angin-angin terasa berhembus semakin kencang, rasanya begitu dingin menusuk kulit hingga tulang.

'' hei kau bodoh atau apa? sudah ku bilang aku tak akan melepaskan kalian sebelum aku mendapatkan apa yang ku mau'' ujarnya lagi lalu ia bersmirk licik, Xiumin yang melihat itu rasanya ia ingin meludahi orang didepannya yang jaraknya hanya beberapa kaki saja.

''kau tidak sendirian, akan ada satu orang yang menemanimu malam ini'' Xiumin yang mendengar bergidik ngeri, apa ada orang lain yang menjadi incarannya? Xiumin melihat dia menjetikkan kedua jarinya seperti memanggil seseorang untuk kedalam.

Xiumin mengalihkan pandangan pada pintu besi itu. Ingat! Pintu besi!

Sosok itu pun masuk dengan takut, terlihat badannya gemetar. Sosok yang familiar dimata Xiumin, Kyungsoo.

''kau keparat! Apa yang kau lakukan!'' Xiumin mulai mengeraskan suaranya lagi, dan dia hanya tertawa jahat.

''sudah kubilangkan aku ingin kalian'' jawabnya santai, lalu ia menyuruh orang-orang berpakaian gelap itu memasung dan merantai Kyungsoo dengan jarak kurang lebih 5meter dari tempat Xiumin.

Kyungsoo hanya menurut, berhubung tubuhnya yang memang sudah melemas, raut wajahnya yang ketakutan sehingga ia enggan mengeluarkan satu katapun dari bibir mungilnya itu.

Setelah dirantai dan dipasung, ia disuntik agar tertidur begitupun juga dengan Xiumin. Oh malangnya, ada apa ini sebenarnya?

.

.

.

.

.

Pagi telah menyapa, sinar matahari pun muncul kali ini. cuaca pun juga bagus, hal ini mempermudahkan mereka untuk mencari kedua temannya yang hilang. Mereka semua dengan sepakat untuk mencari keluar vila, karna tak mungkin mereka kembali mencari didalam vila ini. sudah berapa kali mereka mencari didalam maupun luar vila ini? tidak terhitung.

''baiklah, kita berpencar. Jika ada sesuatu yang darurat, segera menghubungi satu sama lain. Cuaca kali ini bagus, tapi kalau cuaca mendung kembali sebaiknya aku dan kalian harus segera kembali kesini. Oke?'' ujar Chanyeol dan mendapati anggukan dari semua temannya. Ada baiknya mereka berpencar agar lebih memudahkan untuk mencari. Mereka berpencar dengan dua-dua (pasangan masing-masing) tak terkecuali Kai dan Chen. Begitupun dengan Luhan dan Sehun, entahlah mereka bisa disebut pasangan atau tidak, yang jelas mereka selalu menempel setiap saat.

.

Baekhyun dan Chanyeol pergi mencari ke arah utara, yang mana didapati hanya pohon-pohon kelapa yang banyak dan menjulang. Setiap sisi jalan banyak rerumputan liar, dan juga terlihat beberapa gubuk-gubuk tua disudut jalan.

''baek, apa kau berpikir untuk mencari kesana?'' tanya Chanyeol sembari menunjuk gubuk-gubuk itu.

''entahlah aku tidak yakin'' jawab Baekhyun.

''kurasa tak ada orang didalamnya, oke baiklah coba kita kesana'' ucap Chanyeol, dan tanpa ragu lagi Baekhyun mengangguk setuju dan mulai berjalan mendekati gubuk-gubuk itu.

.

.

Chen dan Jongin mereka pergi ke arah tenggara. Ke arah goa-goa yang besar,

''Halo'' Chen berteriak didalam goa itu, suaranya menggema didalamnya. Mereka kesini karna mungkin siapa tahu Xiumin dan Kyungsoo berada didalamnya, pikir mereka.

''kenapa sepi sekali'' Jongin menggerutu, dia akhirnya melangkah masuk kedalam goa itu. Chen sempat menahannya, tapi Jongin langsung melepas tangan Chen yang mencoba mencegahnya.

''kau ikut atau tidak?'' tanya Jongin. Chen berpikir sebentar, Jongin berdecak sembari menunggu jawaban Chen. Chen menggeleng ''Aku disini saja menunggumu, Kau hati-hatilah didalam'' jawabanya, dan Jongin mengangguk lalu masuk kedalam.

Chen tetap menunggu, ia mengambil keputusan untuk berdiam diri saja disini sambil menunggu Jongin. ia tak punya nyali yang cukup untuk masuk ke dalam. Goa ini terlihat mengerikan dan cukup misterius pikir Chen.

Lima menit pun berlalu dan Jongin belum juga kembali. Chen mulai jenuh karna bukan tempat ini saja yang menjadi tempat untuk mencari Xiumin dan juga Kyungsoo. Chen menunduk menatap pasir-pasir yang terinjak oleh sepatunya, dia juga memandang bayangannya yang tercetak karna pantulan sinar matahari.

Lalu lama kelamaan dia merasakan sesuatu yang ganjal, bayangan Chen terlihat seperti dua kali lipat lebih besar dari sebelumnya. Chen membulatkan matanya, ia bergegas menoleh namun sebelum ia melihat siapa yang berada dibelakangnya iapun sudah terkena pukulan ditengkuknya yang menyebabkan ia tak sadarkan diri.

.

.

.

''Baekhyun sudah tiga gubuk kita masuki, sangat sepi tidak ada orang'' Chanyeol menggerutu karna ia sebal dari tadi tidak ada apa-apa disetiap gubuk yang mereka datangi.

''diamlah yeol, kau berisik sekali. Masih ada gubuk-gubuk yang lain'' Baekhyun menanggapi dengan nada sedikit sebal karna Chanyeol terus menggerutukan hal-hal yang tidak penting menurut Baekhyun.

''oh Chanyeol lihat!'' Baekhyun memekik, sambil memukul lengan Chanyeol. Chanyeol yang ingin membuka mulutnya tidak jadi karna mengikuti arah pandang Baekhyun dan mereka melihat orang berjubah hitam sambil membawa seseorang dan itu seperti—

''Chen!'' Baekhyun memekik pelan, ia tak mungkin berteriak karna ia tak mau ketahuan oleh orang yang berjubah hitam itu. Chanyeol langsung menarik lengan Baekhyun untuk bersembunyi disemak-semak, mereka mengamati orang yang tengah membawa Chen.

Baekhyun menggigit bibirnya sambil meremas kaos Chanyeol dibagian lengan, Chanyeol menoleh dan ia sangat tahu kalau Baekhyun sedang ketakutan. Chanyeol mencoba mengusap-usap punggung Baekhyun agar Baekhyun merasa lebih tenang.

Baekhyun menoleh pada Chanyeol, Chanyeol menaruh telunjuknya dibibirnya sendiri, mengisyarakatkan Baekhyun untuk diam tak bersuara. Baekhyun mengangguk kecil, mereka kembali mengalihkan pandangan kedepan.

Orang itu terlihat berhenti, sontak Chanyeol dan Baekhyun langsung menunduk agar tak kelihatan. Orang itu menoleh ke belakang seperti mengawasi takut-takut ada yang sedang melihatnya. Lalu detik berikutnya dia langsung melangkah lagi kedepan sembari membawa Chen yang dirangkulnya.

''Baek'' panggil Chanyeol sedikit pelan seperti orang berbisik, Baekhyun menjawab dengan gumaman kecil. ''ayo kita kembali, kita harus memberitahu ini hal ini kepada yang lain'' Baekhyun mengangguk dan kemudian mereka berdiri. Chanyeol menuntun Baekhyun yang dibelakangnya, dan mereka pun berjalan kembali menuju vila.

.

.

Hari semakin siang dan waktupun sudah menunjukan jam 12.24 kst, sungguh lelah melakukan pencarian ini namun mereka kesini dengan berjumlah 12 maka mereka juga harus kembali dengan jumlah yang 12 juga. Mereka tidak boleh kehilangan salah satu diantaranya. Mereka harus tetap mencari sampai ketemu.

''aku lelah Kris'' gumam Tao, dan Kris menghentikan langkahnya. Mereka pergi kearah selatan, sudah berjam-jam mereka mencari namun hasilnya sedari tadi nihil tak ada satupun gelagat-gelagat yang mencurigakan.

''kau ingin ku gendong?'' tanya Kris sembari menaruh sebelah tangannya dibahu Tao. Tao menggeleng pelan, ia tak mau membuat Kris semakin lelah.

''ayo kita lanjutkan mencarinya, aku tak apa. nanti tepat jam 2 kalau kita belum menemukan mereka sebaiknya kita kembali ke vila'' ujar Tao, Kris mengangguk paham lalu mereka melanjutkan perjalanan.

Sepanjang jalan Tao sebenarnya menahan rasa pegal pada kakinya, berjalan berpuluh-puluh meter memang sangat melelahkan. Kris menyadari Tao yang tengah menahan rasa pegal itu. lalu ia pun berjongkok didepan Tao, Tao menyerngit bingung.

''naiklah, aku tahu kau sudah sangat lelah'' ucapnya, Tao ragu untuk menaiki pundak Kris. Apa Kris tidak lelah? Bodoh kau Tao! Jawabannya ya sudah pasti Kris lelah.

''ck cepatlah, aku baik-baik saja. Cepat naik atau kutinggal disini'' Tao tidak bisa menolak, lalu ia pun naik ke punggung Kris. Kris menyelipkan tangannya pada bagian paha bawah Tao.

Kris tersenyum kecil, dan Tao menyandarkan kepalanya pada punggung Kris. Dan mereka pun mulai melanjutkan perjalanan mencari temannya yang hilang.

.

.

.

Suho dan Lay berjalan kembali menuju vila, mereka tadi sudah mencari dihutan tapi tidak masuk sampai kedalamnya. Mereka tak mau tersesat, dan lagi pula lama kelamaan matahari sudah mulai ditutupi awan-awan gelap.

Selama pencarian mereka tidak menemukan apapun, lelah sekali rasanya berkeliling tanpa menghasilkan sesuatu setidaknya sedikit jejak keadaan teman mereka yang hilang.

''Lay'' panggil Suho, Lay menyaut dengan gumaman sambil mengalihkan pandangan ke Suho.

''bukankah itu Kai?'' ujarnya sambil menunjuk seseorang yang di dekat goa seperti seseorang yang tengah mencari-cari sesuatu.

''kau benar, kenapa dia sendiri? Apa dia tadi tidak mencari bersama Chen'' ucap Lay, Suho menggedikan bahunya tak tahu. Lalu mereka pun berjalan menghampiri Kai yang setengah panik.

''Kai ada apa?'' tanya Suho, Kai pun menoleh mendapati Suho dan Lay yang sudah dibelakangnya. Kai menghela napasnya panjang

''kau tidak mencari bersama Chen? Sepertinya tadi sebelum berpencar aku melihat kau bersamanya'' tanya Lay. Kai pun mengangguk mengiyakan ucapan Lay ''aku..'' Kai menjeda dikalimatnya sebelum melanjutkan ''aku memang bersamanya'' ucapnya dengan nada sedikit lemah.

''lalu dimana dia sekarang?'' tanya Lay dengan nada yang sudah mulai sedikit panik. Kai menggeleng ''aku tidak tahu'' ucapnya.

''b-bagaimana bisa?!'' Lay pun mulai menunjukan nada emosinya, tapi ia harus menahannya.

''lebih baik kita kembali ke vila, ini sudah mendung. Dan kau Kai, kau harus menjelaskan pada kami semua nanti'' ucap Suho dan Kai mengangguk mengerti kemudian mereka pun kembali untuk ke vila.

.

.

.

Luhan dan Sehun berjalan menelusuri hutan yang juga tak jauh dari vila. Sekarang cuaca mulai membendungkan awan-awan hitam membuat Luhan tak nyaman. Ia ingin kembali tapi disisi pemikirannya yang lain ia juga masih ingin mencari teman-temannya yang hilang.

''lu ayo kembali, ini sudah mendung'' ucap Sehun, Luhan menghela napasnya dan beralih pandang ke Sehun.

''tapi aku masih ingin mencarinya hun'' jawab Luhan,

''aku mengerti, tapi ada baiknya kita melanjutkan ini besok'' Luhan nampak berpikir sebentar, namun kemudian ia menyerah dan menuruti apa kata Sehun.

.

.

.

Tao dan Kris pun juga memutuskan untuk kembali, kini Tao sudah kembali berjalan karna ia rasa, rasa pegal dikakinya sudah tidak terlalu terasa dan juga ia tak ingin menjadi beban dipunggung Kris.

Tao mengedarkan pandangannya ke setiap sudut hutan, lalu ia kembali mengarah kedepan sampai ia menginjak sesuatu yang terasa sedikit keras. Ia menatap kebawah, perlahan menyingkirkan kakiknya sendiri untuk melihat apa yang sudah ia injak saat ini.

Tao membungkuk mengambil benda yang diinjaknya,

''Kris'' panggil Tao, dan Kris menoleh menghampiri Tao yang sedang memegang sesuatu.

''hmm bukankah ini milik Chen'' tanya Tao sambil mengulurkan jam tangan yang dipegangnya ke Kris. Kris terlihat berpikir sebentar kemudian ia mengangguk.

''aku merasakan sesuatu yang tidak enak'' ucap Tao, lalu Kris langsung menggandeng Tao untuk segera melanjutkan perjalanannya kembali ke vila.

.

.

.

.

.

Mereka kini tengah kembali ke vila, berkumpul diruang tengah. Mereka masih lengkap tak terkecuali Chen. Masing-masing dari mereka tengah menjelaskan apa yang terjadi, apa yang ditemukan.

''aku menemukan jam Chen dihutan'' ucap Tao sambil menaruh jam itu dimeja,

Mereka mengangguk paham, lalu selanjutnya secara bergantian mereka menjelaskan. Sampai pada akhirnya Baekhyun dan Chanyeol menjelaskan apa yang mereka lihat tadi.

''aku melihat Chen tadi ditengah hutan'' ucap Baekhyun, membuat pandangan mata mereka sekarang beralih pada Baekhyun.

''Chen dibawa seseorang berjubah hitam, aku dan Chanyeol tidak bisa melihat wajahnya karna tertutupi. Aku melihat Chen tidak sadarkan diri'' jelas Baekhyun dan Chanyeol mengangguk mengiyakan ucapan Baekhyun.

Malam itu Baekhyun menjelaskan secara detail dari awal sampai akhir agar semuanya paham terhadap ucapannya.

''baiklah, kita lanjutkan besok dan aku berharap kita bisa menemukan mereka segera'' ujar Kris, semua mengangguk dan bergegas menuju kamar masing-masing.

.

.

.

Luhan dan Sehun pun sudah berbaring lelah, mata mereka sudah tertutup membawa masing-masing dari mereka terhanyut dalam dunia mimpi.

Tangan Luhan bergerak seketika, keningnya menampakkan kerutan-kerutan kebingungan tapi matanya sedang tertutup. Keringat pun mulai mengucur membasahi pelipisnya. Luhan mulai merasa tak nyaman ia terus meracau tak jelas, ia terus menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.

Luhan merasa ia harus bangun tapi tak bisa, didalam mimpinya... Luhan bermimpi ia melihat teman-temannya yang hilang sedang disekap disebuah ruangan dengan kaki yang terpasung dan tangan dirantai membuat Luhan semakin gelisah dalam tidurnya...

.

.

.

.

To Be Continued...

.

.

Halo? Bagaimana chp ini? aku sedang dalam mood yang baik mangkannya buru2 nyelesein ngetik chp ini. semoga kalian mendapatkan feelnya lagi ya karna chp sebelumnya aku juga ngerasa kurang feelnya. Sorry for typo.

Maaf nih update agak telat, males ngetik, mood jelek, ditambah lost planet dan abs luhan astaga.. luhan.. (tbh aku kurang suka ngeliat bias tebar abs) dan dan dan yang katanya lost planet jakarta(akubisaapa? Nangis meraung2/gak/) huhu gatau harus seneng apa sedih exo kesini.

Dan selamat datang buat yang baru baca,enjoy with this fic!

review sudah saya bales lewat PM. Mohon reviewnya, apa susahnya review? Tolong hargai saya yang sudah nulis ini. terimakasih^^

Thankyou yang udah review, rajin2 review biar saya tambah semangat. Thanks buat fav,follow, saya menghargai kalian semua. Dan juga untuk sider terimakasih, tapi saya lebih senang sider meninggalkan jejaknya dific ini. mohon dukungannya selalu.

Oiya jangan lupa vote EXO di WMA!

Sekian, Terimakasih. Bei bei~~