P.S. Maaf kalo ada banyak kesalahan di chapter lalu, janji chapter yang akan datang lebih teliti deh.

Sesampainya di markas, Toshirin berubah menjadi wujud manusianya yang berambut biru dan mempunyai mata yang tajam. "Jadi, jelaskan dong misi selanjutnya,kan tadi janji!"minta si manusia serigala itu.

"Iya,iya sabar dong! Duduk dulu" jawab Mizore.

"Aku yang ceritain ya, Mizore."minta Ichigo.

"Ya udah"kata Mizore

"Aku ga peduli siapa, yang penting cepetan!"

"Nah, kelahiran mahluk seperti kalian diawal dari ratusan tahun yang lalu ketika shinigami yang adalah ilmuan gila [seperti Kurotsuchi dan sebagainya]. Ilmuan gila itu mengambil jiwa-jiwa zanpakuto yang shinigaminya telah meninggal dan ia menculik beberapa bayi yang baru saja tiba di Rukongai. Dia menjadikan bayi-bayi tersebut sebagai bahan percobaan untuk dijadikan mahluk baru dengan mencampur jiwa mereka dengan jiwa zanpakuto-zanpakuto tersebut. Dan akhirnya, lahirlah mahluk-mahluk aneh berwujud setengah manusia setengah monster seperti kalian. Karna takut ketahuan, ilmuan gila itu mentransfer bayi-bayi itu ke dunia nyata tanpa diketahui siapapun. Empat tahun yang lalu, aku yang sejak kecil bisa melihat arwah-arwah bertemu dengan Mizore dan temannya, Nagato. Nagato berbeda dengan mahluk-mahluk ciptaan ilmuan gila itu. Dia bisa berubah wujud menjadi dewa para monster dan mengontrol semua mahluk ciptaan ilmuan itu. Awalnya,tentu saja Nagato tidak mengetahuinya. Lalu aku mengunjungi mereka setiap hari sepulang sekolah membawakan makanan untuk mereka. Setahun kemudian, ilmuan gila tersebut mengetahui kemampuan Nagato dan segera bergegas ke dunia nyata untuk membawanya pulang. Nagato pun diculiknya saat kami lengah dan dibunuhnya dengan sadis. Kami berdua mwlihatnya dengan mata kami sendiri dan kami bersumpah untuk membalaskan dendamnya. Beberapa minggu kemudian, Mizore menemukan tubuh anak yang baru saja mati dan memasukinya. Dia menjadi anak angkat tetangga kami yang setahun kemudian pindah ke Osaka membawa Mizore. Sekarang mereka mengira bahwa Mizore telah mati karna surat ancaman yang direncanakan olehku dan dia. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk membalaskan dendam Nagato dan mahluk ciptaan lain yang dibuatnya sengsara."kata Ichigo dengan tatapan tajam dan wajah serius.

"Tapi apa dia masih hidup?"tanya Toshirin.

"Ya,dia masih hidup, aku pernah sekilas melihatnya saat aku menerobos Soul Society untuk menolong temanku."jawab Ichigo.

"Namanya adalah Saketsu berikutnya adalah untuk mengumpulkan mahluk terakhir yang saat ini masih hidup yang kudengar jenisnya adalah drakula, si Ishiya berkeliaran di kuburan Ten', dia adalah ciptaan Saketsu yang pertama."kata Mizore.

"Dia masih hidup?"tanya Toshirin.

"Iya,rumornya drakula takkan bisa mati selama ada persediaan darah segar."jawab Mizore.

Ichigo tadi pergi untuk mengganti shihakushonya dengan baju lengan puntung berwarna hitam yang bertuliskan "Dark Zone".

"Nama grup kita adalah "Dark Souls"yang artinya jiwa kegelapan. Cocok kan?"kata Ichigo.

"Nah, ayo perg....Booooom!!

"Ichigo Kurosaki, ketemu!" teriak Zaraki dengan gembira.

Zaraki dan beberapa shinigami lain menerobos masuk markas Dark Souls.

"Ichi, bertarunglah dengan Ken-chan!"ujar Yachiru, yang duduk di bahu Zaraki.

"Cih, Zaraki, kamu tidak kapok-kapok ya...."ujar Ichigo, yang kesal.

"Ichigo, serahkan saja ini padaku, kau dan Mizore pergi saja duluan ke sana."kata Toshirin.

Ichigo mengangguk dan Ichigo kabur dengan shunpo-nya menggenggam Mizore.

Shinigami lainnya mengejar mereka, tetapi kehilangan jejak beberapa detik kemudian.

"Siapa kau, kalau menggangguku akan kubunuh!"ujar Zaraki, marah.

"Wah,wah tipe yang ga sabaran ya. Ya sudahlah, kenalkan aku Toshirin."jawab Toshirin.

Zaraki menggenggam pedangnya dan menyerang Toshirin yang menangkisnya dengan cakarnya.

"Heh,kamu ini manusia serigala ya!Ini menarik!Ayo kita lihat siapa yang lebih kuat,kau atau aku!"kata Zaraki.

Toshirin berubah wujud ke serigala dan menyerang Zaraki. "Rasakan ini, Cakaran X!"ujarnya.

Reiatsu yang keluar dari cakaran Toshirin mengambil bentuk X dan menuju ke arah Zaraki.

Zaraki menghindarnya dan cakaran itu mengenai semua shinigami lain.

--

Rukia menghadap ke langit sambil memikirkan Ichigo.

Waktu itu, kenapa dia menciumku?Kalau dia membenciku, kenapa waktu itu dia masuk ke kamarku?Ichigo....banyak tentang dirimu yang tidak kumengerti...tapi aku percaya padamu kalau kau melakukan ini karna ada alasan tertentu.

"Kuchiki, kau baik-baik saja?"tanya Ukitake.

"Ke..ketua Ukitake!Ngapain di sini, anda tidak apa-apa?"jawab Rukia, terkejut.

"Ya, akhir-akhir ini aku mulai sembuh. Daripadaku, kamu lebih baik mengkhawatrikan dirimu sendiri, Kuchiki."kata Ukitake dengan nada yang ramah.

"Ketua, aku hanya memikirkan Ichigo....."kata Rukia.

"Tenang saja, Rukia, percayalah padanya, sebentar lagi pasti akan baik-baik saja dan dia akan kembali. Aku bisa merasakannya."kata Ukitake.

"Ya, terima kasih, ketua."kata Rukia,tersenyum.

--

"Wah, tempat ini menakutkan! Pantas saja dia ada di sini."canda Ichigo.

"Dia hanya akan bangun pada malam hari. Jadi keliling saja dulu. Kita masih terlalu pagi."kata Mizore.

Ichigo dan Mizore pun mengelilingi kuburan itu.

Ichigo teringat kembali pada Rukia saat malam ketika dia menyelinap ke kamarnya.

Lupakan dia,Ichigo, saat ini pikirkan tentang misi dulu.

"Sial"bisik Ichigo, memegang dahinya."Kamu kenapa, Ichigo?"tanya Mizore.

" apa-apa..."jawab Ichigo.

"Ichigo, kamu tahu kan, dari dulu, aku mencintainmu...."kata Mizore, malu.

"Iya,tentu saja Mizore" kata Ichigo.

"Nah,sebentar lagi dia akan bangun. Bersiaplah Ichigo."ujar Mizore.

--

Trang

Zaraki dan Toshirin masih bertarung. Mereka seimbang.

Toshirin mengakui Zaraki sebagai musuh yang kuat dan sekaligus menyebalkan.

Zaraki menghiraukannya da terus bertarung.

"Zaraki,letakkan hanya buang-buang waktu."ucap Komamura baru saja menyusul.

"Ngapain kamu ke sini,Komamura?"tanya Zaraki, marah.

"Ketua menugaskanku untuk membawamu pulang"jawab Komamura.

"Apa boleh buat, bocah kita lanjutkan lain kali!"teriak Zaraki yang masuk ke Senkaimon bersama Yachiru dan Komamura.

"Pengecut..."ujar Toshirin.

--

"Dia bangkit!"kata Mizore.

Crak Crak

Suara peti mati yang mulai terbuka.