Thanks for all who Review, Fave or Foll this Fict :*
Sorry I can't mention one by one, but I'm so thanksfull.
I wish you loved my own fict ^^
Enjoy it!
Airmata tidak henti-hentinya keluar menuruni wajah putih Baekhyun. Tubuhnya sakit, lubangnya sakit dan hatinya pun juga sakit. Ia sungguh tidak menyangka jika ia akan disetubuhi oleh Chanyeol dengan cara seperti ini. Melakukan ini untuk yang pertama kalinya dengan cara yang sama sekali diluar harapannya. Terlebih lagi yang memperkosanya saat ini adalah Chanyeol, orang yang ia sukai. Dan lebih parahnya lagi, Chanyeol melakukannya dalam keadaan mabuk.
Lengkap sudah penderitaan Baekhyun.
"Chanyeol.."
Baekhyun hanya bisa menggumamkan nama Chanyeol saat ini. Ia hanya bisa menggigiti jemarinya saat Chanyeol sedang menggenjotnya dengan tempo yang lumayan cepat. Matanya tidak jelas menangkap wajah Chanyeol karena ia sedang tidak memakai kacamatanya saat ini. Rasa sakitnya itu membuatnya semakin tak kuasa lagi untuk menahannya, dan Baekhyun pingsan saat itu juga. Apakah ini akan mejadi awal kehancuran hidupnya? Ini bencana.
Karena Chanyeol sudah..
Menghancurkannya.
.
YUTA PRESENT
.
.
LIGHT MY FIRE (CHANBAEK)
.
.
Main Cast : Park Chanyeol x Byun Baekhyun
Support Cast : All Official Couples of EXO
Summary : "Buat aku menangis dan menjerit dibawahmu" "kau terlihat seperti kesalahanku berikutnya" . Ciuman menggairahkan dan dusta menyenangkan. "Cinta itu adalah sebuah permainan. Mau 'bermain'?" "Kaulah Rajanya dan aku akan menjadi Ratumu sayang" "Bukankah lelaki hanya membutuhkan ini?" (CHANBAEK) Warning! NC-21 YAOI/BL/SHOUNEN-AI/RATED M!/Mature Content INSIDE! DLDR!
Rated : M++
Disclaimer : 100% MY OWN FICT! DO NOT COPAST! IF U WANT TO REPOST MY FICT, BRING THE CR. AND CONFIRM TO ME FIRST. THANKS!
A/N : BACA FANFICT INI DI TEMPAT SEPI! XD
Backsound : Katy Perry - E.T
~~ HAPPY READING ~~
.
"Hyung, aku menginginkan asistenmu"
Kai berbicara begitu santai sambil membaringkan tubuhnya di sofa yang berada di ruangan kerja Chanyeol seperti biasa yang ia lakukan.
"Kyungsoo maksudmu?" Tanya Chanyeol.
"Ne, memangnya siapa lagi?" Kai memutar-mutar ponselnya dan sedikit memainkannya.
"Dia adalah seorang yang kompeten dengan pekerjaannya Kai" jelas Chanyeol.
"Maka dari itu aku membutuhkan bantuanmu hyung.." Kai bangun dari posisi berbaringnya menjadi duduk.
"Selama itu tidak diluar batas wajar, aku akan membantumu Kai" Chanyeol berdiri dari kursi kerjanya dan berjalan menghampiri Kai dan duduk di hadapan wakilnya itu.
"Katakan apa keinginanmu.." Lanjut Chanyeol.
"Mudah, aku hanya ingin merasakan seks dengan nya hyung.. itu saja" Jawab Kai seenak jidat.
"Ck! otakmu hanya dipenuhi oleh seks dan seks saja Kai. Bagaimana aku bisa memaksanya untuk melakukan seks denganmu jika ia tidak suka denganmu? Kau ini sungguh aneh" Tolak Chanyeol mentah-mentah.
"Kau fikir aku ini bodoh hyung? Aku tidak akan menyuruhmu untuk memaksanya melakukan seks dengan ku hyung"
"Lalu?"
"Aku hanya ingin kau menyuruhnya untuk ikut denganku ke China selama beberapa minggu. Dan disana, aku sendirilah yang akan membuatnya mau melakukan seks denganku. Arghh! Aku sungguh penasaran!" Kai mengusap-usap wajahnya dengan kasar saat terlintas bayangan wajah polos Kyungsoo yang berkeringat sambil mendesah-desah keenakan di bawah kungkungannya. So Crazy!
"Jadi kau ingin menghancurkan perusahaan ini? Membuat hancur masa depannya yang notabenenya adalah pekerja terbaik disini?" Sinis Chanyeol pada Kai. Jika kalian tau, Chanyeol itu adalah orang yang paling pandai menyindir lawan bicaranya jika ia sudah mulai kesal seperti saat ini misalnya.
"Hey hyung, apa hanya dengan aku mengeluar masukkan penisku dilubangnya itu akan membuat masa depannya hancur?" Kai membalas tidak mau kalah pada hyung sepupuhnya itu.
"Bagaimana kau bisa tau jika ia tidak memiliki rahim?" perkataan Chanyeol semakin menyudutkan Kai.
"Tinggal memakai pengaman, apa itu sulit?"
Success Kai!
Kau telah sukses membuat Chanyeol tidak bisa mengeluarkan kata-katanya lagi.
"Jadi bagaimana?" Tanya Kai lagi dengan menunjukkan seringaian khas nya.
"Terserah kau saja! Tapi jangan sampai kau membuat kinerja Kyungsoo menjadi menurun. Kau tidak ingin perusahaan kita menjadi bangkrut bukan?"
"Aku lelaki sejati dan aku pasti akan menepati janji ku hyung, terima kasih banyak"
.
.
Baekhyun membaringkan tubuhnya di atas kasur mewah miliknya. Menarik dan menghela nafasnya perlahan berulang-ulang. Mencoba untuk menenangkan diri dan pikirannya yang sangat kacau atas kejadian yang baru saja ia alami.
Tak pernah terlintas sedikit pun di pikirannya jika ia akan bertemu kembali dengan lelaki penghancur hidupnya setelah bertahun-tahun lamanya. Baekhyun sama sekali tidak mengharapkan itu, karena itu sama saja akan membuka kembali luka lamanya yang selama ini telah ia tutupi. Dengan hadirnya Chanyeol kembali kedalam kehidupannya itu akan mempengaruhi Baekhyun begitu banyak. Ia tidak mau terluka lagi karena lelaki itu. Ia harus membalaskan dendamnya.
'Maafkan aku sayang, tapi sepertinya aku harus menghancurkan hidupmu seperti kau menghancurkan hidupku dulu Chanyeol. Dan ingat, aku bukan Baekhyun yang lemah seperti dulu'
.
.
"Ck! harus aku katakan berapa kali padamu Chanyeol? Lupakan dia!"
Yura merasa jengkel kepada adiknya ini karena terus saja memeluk foto kekasihnya yang sudah meninggal itu. Ia sungguh khawatir pada adiknya jika ia terus-terusan seperti ini.
"Apa yang sudah gadis itu berikan padamu eoh? Tubuhnya? Sehingga kau sampai menggilainya seperti ini?"
Jujur saja Yura sedikit tidak suka pada gadis itu sejak dulu. Namun permohonan Chanyeol lah yang membuatnya 'terpaksa' menerima kekasih adiknya itu dengan baik. Dan betapa bahagianya Yura jika gadis itu sudah meninggal. Wow kejam sekali.
"Jangan sembarangan berbicara nunna! jaga perkataanmu!" bentak Chanyeol.
"Wow! Kau mulai berani membentak kakakmu sekarang?" Yura kini berkacak pinggang dihadapan adiknya.
"Lalu apa alasan mu dari dulu tidak menyukai Yejin, nunna?!"
"Kau.. telah di tipu olehnya Chanyeol!"
Chanyeol menggeleng-gelengkan kepalanya meremehkan perkataan kakaknya yang menurutnya itu adalah bohong.
"Bisa-bisanya kau berkata seperti itu, aku sungguh tidak habis pikir"
Plak!
"Sadarlah Chanyeol! Sadarlah!"
Yura kembali berteriak kepada adiknya itu setelah ia menampar pipi Chanyeol dengan cukup keras.
"Aku sama sekali tidak mengerti maksudmu nunna.." Suara Chanyeol melemah.
"Baiklah, sepertinya aku harus memberitahumu sekarang.. tatap mataku Chanyeol!"
Kali ini Chanyeol menuruti perintah kakaknya dan mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Yura.
"Kau ingat ketika aku menjemputmu pada malam itu? lalu setelah kau sadar dari mabukmu kau mengatakan jika kau telah memperkosa seseorang? Dan kau bilang orang yang telah kau perkosa itu adalah Yejin?"
Chanyeol membulatkan matanya mengingat kejadian pahit itu. Sungguh ia sangat menyesal telah melakukannya pada orang yang tidak berdosa seperti Yejin, maka dari itu ia akan menebus sebuah dosa-dosanya dengan mencintai Yejin setulus hati setelah kejadian itu.
"Kau salah orang Chan.."
Chanyeol menjatuhkan dagunya saat mendengar pernyataan dari Yura barusan. Apa? Salah orang? Apa artinya orang yang telah diperkosanya itu bukan Yejin? Tetapi orang lain? Lalu orang itu siapa?
"Ya, kau salah besar. Kau mencintai orang yang salah selama ini Chan.." lanjut Yura.
Flashback
"Hiks hiks Chanyeol.. bangunlah dari atas tubuhku hiks"
Baekhyun menangis saat Chanyeol selesai memperkosanya. Tubuhnya terasa begitu sakit saat ini, terlebih lagi Chanyeol kembali tak sadarkan diri saat ia telah mengeluarkan cairan cintanya di dalam diri Baekhyun dan meniban tubuh telanjang Baekhyun di atas kap mobil bergitu saja.
Baekhyun mengangkat tangannya untuk memeluk tubuh Chanyeol lalu ia peluk tubuh lelaki itu dengan sangat erat dan menangis sepuasnya disana meratapi dirinya yang lemah dan telah ternodai oleh lelaki ini.
"Kenapa kau melakukannya Chanyeol? hiks"
Dengan sisa tenaga yang ia miliki, Baekhyun mencoba untuk berdiri dan membopong tubuh tinggi Chanyeol untuk membawa lelaki itu masuk kedalam mobilnya.
"Akh!"
Baekhyun terpekik menahan sakit pada lubangnya saat penis Chanyeol yang masih bersarang didalam lubangnya itu perlahan terlepas.
Tubuh Baekhyun mati rasa saat ini. Perutnya sakit karena terus menahan gejolak aneh yang di berikan Chanyeol padanya, Kakinya sakit karena terus di angkat oleh Chanyeol agar kaki itu terbuka dengan lebar saat ia mengeluar masukan penisnya, Jemarinya sakit karena terus tergenggam dengan sangat erat untuk menyalurkan rasa sakit yang sedang dirasakannya, Matanya sakit karena terus mengeluarkan airmata dan terpejam dengan sangat erat saat ia menahan rasa nyeri pada bagian bawah tubuhnya yang terus di bobol oleh Chanyeol, Tubuhnya sakit karena terus bergesekan dengan kap mobil yang dingin dan karena terhentak-hentak saat Chanyeol melakukannya, dan Hatinya sakit karena mendengar Chanyeol yang terus meminta maaf dengan menyebut nama orang lain.
Baekhyun berjalan dengan perlahan membaringkan tubuh Chanyeol di kursi mobilnya. Dengan sekuat tenaga Baekhyun memakai pakaiannya yang sudah tercecer dimana-mana. Ia meraih pakaiannya dan pakaian Chanyeol satu persatu, dan tidak lupa ia memakai kacamata tebalnya kembali.
Setelah Baekhyun berpakaian dengan lengkap, kini Baekhyun bergantian memakaikan pakaian Chanyeol yang sedang tidak sadarkan diri itu dengan telaten.
"Hiks hiks"
Baekhyun terisak kembali ketika melihat wajah Chanyeol. Ia sungguh tidak menyangka jika Chanyeol adalah orang yang seperti ini. Orang yang sangat brengsek. Apakah Chanyeol juga sering melakukannya dengan kekasihnya? Kemungkinan yang sangat pahit bagi Baekhyun.
Tak berapa lama kemudian, Baekhyun telah selesai memakaikan pakaian Chanyeol dan ia berinisiatif untuk mencari ponsel Chanyeol siapa tau saja ada yang bisa menjemput Chanyeol saat ini. Tidak mungkin bukan jika Baekhyun meninggalkan Chanyeol begitu saja disana? Ia bukan seorang iblis walaupun pada kenyataan nya ia telah di lukai oleh lelaki ini.
"Ye-Yeoboseyoo? To-tolong jemput Chanyeol sekarang.. Ia dalam kondisi tidak sadarkan diri disini. Aku akan menyalakan gps nya"
pip
Setelah mengatakan itu, Baekhyun langsung memutuskan sambungan teleponnya begitu saja lalu memasukkan ponsel Chanyeol kembali kedalam saku celana Chanyeol.
Lalu Baekhyun mendudukkan dirinya di aspal di samping mobil Chanyeol setelah menyelimuti Chanyeol dengan jaket miliknya sambil menunggu seseorang yang akan datang menjemput Chanyeol.
Hampir saja Baekhyun terlelap, tiba-tiba lampu cahaya mobil menyilaukan matanya membuatnya terbangun dan berdiri menatap mobil itu dengan ekspresi ketakutan.
Lalu keluarlah seseorang wanita cantik dengan rambut sebahunya dan langsung berlari menghampirinya.
"Apa yang terjadi pada adikku?" tanya wanita cantik yang bernama Yura itu dengan panik pada Baekhyun.
"Di-dia pingsan.. maafkan aku" Baekhyun menundukkan kepalanya dan kembali menangis.
Namun Yura tidak memperdulikannya dan ia malah membopong adiknya untuk memasuki mobilnya. Lalu pergi membawa Chanyeol pulang meninggalkan Baekhyun seorang diri disana.
Flashback end
"Dan kau tau betapa menyesalnya aku pada orang itu karena telah meninggalkannya disana tanpa mau memperdulikannya saking aku paniknya dengan keadaanmu? Dan ketika aku kembali lagi ketempat itu dia sudah tidak ada disana.."
Chanyeol tanpa sengaja menjatuhkan pigura foto itu ke lantai dan pecah begitu saja.
"Jadi selama ini.." Chanyeol menggerakkan kedua bola matanya dengan gusar.
"Ya, dia bukan Yejin. Tapi dia adalah seorang laki-laki Chanyeol.."
Bagaikan tersambar oleh ribuan petir perasaan Chanyeol saat ini. Ternyata ia sudah salah telak.
Laki-laki?
Siapa?
Kenapa ia tidak bisa mengingatnya?
.
.
"Anghh anghhh Krishh k-kenapa kau eumhh menyuruhku untuk bercinta denganmu di kantor seperti inihh?"
clokh clokh clokh
Tubuh Baekhyun terhentak-hentak saat lubangnya sedang di genjot oleh penis besar Kris. Kris bercinta dengan Baekhyun di dalam ruangannya dan mereka kini melakukannya di atas meja kerjanya. Wow sungguh gila bukan?
"B-bagaimanah jikahh ada yanghh melihat ahh~"
"Tidak ada siapapun disini manis, kita bisa bercinta sepuasnya"
"Anghh nyahh teruskanhh sayanghh eunghh aku milikmu ahh!"
Baekhyun menjerit-jerit keenakan saat penis Kris terus menumbuk spot miliknya dengan membabi buta. Sungguh nikmat!
Baekhyun mengusak rambut pirang Kris untuk menyalurkan rasa nikmatnya, sedangkan Kris kini telah menghisap puting milik Baekhyun dengan rakus.
"Ahh Baek! Fuck fuck fuck!"
"Eungghh!"
"Aku akan ahh sampai Baek!"
"Nehh akuhh j-juga Kris ah!"
Dan Baekhyun kembali menjerit saat ia sampai pada puncaknya, cairannya tumpah begitu saja membasahi paha mulusnya dan juga perut Kris.
Sedetik kemudian Kris juga telah sampai pada puncaknya dan menembakkan cairannya di dalam lubang Baekhyun seperti biasa.
"Hahh hahh~"
Keduanya terengah-engah menikmati orgasme mereka.
Baekhyun sedikit membuka mulutnya untuk menghirup udara dengan mata yang terpejam. Sungguh cantik! ditambah dengan keringat yang membasahi dahinya yang tertutupi poni itu membuatnya berkilau bagai bidadari. Kris selalu mengagumi ekspresi Baekhyun setelah mereka bercinta seperti saat ini. Benar-benar cantik dan sempurna. Rasanya ia ingin terus memiliki Baekhyun selamanya tanpa harus membayarnya lagi.
Jujur saja Kris tidak mempermasalahkan jika ia harus membelikan mobil setiap hari agar bisa menikmati tubuh Baekhyun, tetapi yang Kris masalahkan adalah hatinya. Ia sangat ingin memiliki Baekhyun seutuhnya selama-lamanya. Tapi saat Kris ingin melamarnya, selalu saja yang ia terima dari Baekhyun adalah penolakan. Entah iapun juga tidak mengerti dengan jalan pikiran lelaki cantik ini. Sungguh sulit sekali untuk mendapatkan hatinya yang sekeras batu itu.
"Amazing Kris! Aku menyukainya hihi" Baekhyun menyunggingkan senyuman manisnya sambil menjilati sperma miliknya yang berada di jemari lentiknya itu. Ia mencolek spermanya dengan jarinya yang tercecer di perut datarnya itu. Sungguh menggemaskan menurut Kris.
"Aku pun begitu sayang.. Cepat pakai kemeja mu, dan istirahatlah. Aku tidak ingin malaikatku kelelahan. Jja, aku akan mengantarmu pulang"
Kris kini tengah memakai pakaiannya kembali begitupun juga dengan Baekhyun. Ia hanya memakai celana pendeknya dan mengancing kemeja putih tipisnya seperti biasa.
Baekhyun sungguh lelah, tetapi ia sudah biasa seperti ini. Jadi hanya untuk sekedar menuruni gedung ini untuk mencapai parkiran bukankah suatu hal berat bagi Baekhyun, karena ada Kris yang selalu merengkuh tubuh indahnya.
"Ppali~"
cpkh cpkh cpkh
Baekhyun kembali melumat bibir Kris dengan rakus sambil berjalan keluar ruangan Kris, dan ciumannya itu tentu saja disambut dengan senang hati oleh Kris.
"Eunghh~ cpkh cpkhh~"
Desahan Baekhyun menggema keseluruh lorong kantor itu. Untung saja saat ini kantor sudah sepi dan hanya ada mereka berdua saja disini, sehingga Baekhyun bisa mendesah sesukanya. Baekhyun terus saja menautkan bibirnya pada bibir Kris sambil mendongak dan mengalungkan tangannya pada leher Kris, sedangkan Kris kini memeluk pinggang rampingnya dan memberikan sedikit sentuhan sensual disana.
Ting
Pintu lift terbuka dan betapa terkejutnya Baekhyun ketika melihat siapa yang berada didalam lift itu.
Ya, Chanyeol berada disana. Yang sedang menatap Baekhyun dan Kris dengan ekspresi yang sama terkejutnya dengan Baekhyun. Namun Chanyeol dapat dengan mudah mengubah ekspresi wajahnya menjadi datar dan seolah tidak perduli dengan apa yang dilakukan oleh mereka.
Baekhyun yang tadinya sempat menghentikan ciumannya dengan Kris, kini malah sengaja menangkupkan wajah Kris dengan kedua telapak tangannya dalam melanjutkan ciumannya menjadi lebih intens mencoba untuk menunjukkannya pada Chanyeol.
'Balas dendam dimulai'
Tanpa menunggu lama, Baekhyun segera menarik tubuh Kris untuk memasuki lift itu lalu memojokkan tubuh Kris dan menaiki tubuhnya agar Kris mengendongnya. Tentu saja Kris menurutinya dan ia sedikit melirik ke arah Chanyeol yang sedari tadi diam saja disana. Kris juga ingin menunjukkan pada Chanyeol jika ia ternyata lebih hebat daripada Chanyeol dengan membuat Baekhyun terus menempel padanya.
"mphh eummphh"
Baekhyun sengaja mengeraskan suara desahannya sehingga lift tersebut penuh dengan suara desahan seksi nya saja. Tidak taukah Baekhyun jika Chanyeol saat ini sedang mengepalkan tangannya dengan erat?
"eumpph~"
Dan ciuman itu terlepas.
Baekhyun tersenyum pada Kris dan mengecup bibir Kris dengan singkat.
Cup
"Terimakasih sayang, kau membuatku sangat puas tadi. Permainanmu selalu saja hebat" bisik Baekhyun didepan bibir Kris dan hanya di balas dengan Kris yang melumat kembali bibir tipis nan manis itu.
'Aku melihat rahangmu yang mengeras dan kepalan tanganmu itu Park Chanyeol hihihi'
.
.
Lelaki bermata bulat itu kini tengah menyusun pakaiannya di lemari yang terdapat didalam kamar hotel tersebut. Jantungnya sungguh berdebar karena saat ini ia harus terperangkap dalam satu kamar dengan Wakil Presdir di kantornya ini. Ini sungguh diluar dugannya! Harusnya ia bisa memiliki kamarnya sendiri, bukannya malah berada satu kamar dengan lelaki yang menurutnya semakin lama semakin menyebalkan ini. Tapi apa mau dikata? Ia hanya bisa menerimanya dengan lapang dada menuruti perintah dari atasannya itu. Dan ini tidak terlalu buruk juga karena kamar ini sungguh luas dan terdapat dua kasur disini. Tetapi entah kenapa ia masih merasa sangat canggung saat ini, di tambah lagi melihat Kai yang sedang berjalan ke arahnya.
"Kau menyukai China Kyungsoo ya?"
Tanya Kai sambil berjongkok di samping Kyungsoo memperhatikan wajah lelaki yang menurutnya sangat imut ini.
Kyungsoo mengangguk.
"Ne.. Aku menyukainya sajangnim" cicit Kyungsoo.
"Perlu aku bantu menyusun pakaianmu?" Kai mendekatkan tubuhnya pada Kyungsoo membuat Kyungsoo mau tidak mau memiringkan tubuhnya untuk menghindari sentuhan dari atasannya itu.
"Ti-tidak perlu sajangnim" suara Kyungsoo mulai bergetar.
"Kenapa? Kau takut padaku hm?" Kai meraih tangan Kyungsoo dan itu otomatis membuat Kyungsoo kini menjadi berbaring di lantai marmer itu karena tubuh Kai yang terus saja mendorong tubuhnya.
"Sajangmin.."
"Kau tidak perlu takut Kyungsoo ya, aku hanya tertarik padamu.."
Kini Kai meraih dagu Kyungsoo agar Kyungsoo menatap matanya. Dan dengan terpaksa Kyungsoo mata tajam atasannya tersebut.
Deg!
Kai menatap lama kedua bola mata Kyungsoo dan menikmati degupan jantungnya yang ia rasakan ini.
'Matanya sungguh polos sekali. Apakah ia ketakutan saat ini? Aku semakin penasaran dengannya ugh!'
"Apa kau sudah mempunyai seorang kekasih?" Tanya Kai sambil mendekatkan bibirnya pada bibir hati milik Kyungsoo.
Kyungsoo sungguh bisa merasakan hembusan nafas mint yang menguar dari bibir Kai. Dan itu semakin membuatnya ketakutan saat ini.
Kyungsoo hanya menggeleng sebagai jawabannya.
"Lalu.. tidak ada yang marah bukan, jika aku menyetubuhimu malam ini?" Mata tajam Kai terus saja menatap bibir Kyungsoo dengan sangat bernafsu, ingin sekali ia segera melahap bibir ini lalu bercinta dengan lelaki mungil ini.
"Sa-sajangnim.. hentikan.." lirih Kyungsoo.
"Apa kau belum pernah melakukannya?"
Lagi-lagi Kyungsoo hanya menggeleng menjawab pertanyaan Kai.
'Wow pilihanmu sangat tepat Kai hahaha'
"Kau sungguh menarik sekali.."
( Skip dulu ya, kelanjutannya ada di next chap xD )
.
.
Brakk!
Chanyeol membuka pintu kamarnya dengan kasar dan ia membaringkan tubuhnya di kasur mewahnya. Sungguh apa yang tadi lihatnya itu membuatnya sedikit marah. Perasaan nya tidak enak dan ia seperti ingin berteriak saat ini sekencang-kencangnya. Sepertinya ada yang salah dengan dirinya, kenapa ia menjadi kacau seperti ini? Bukankah jika Baekhyun melakukan hal itu adalah hal yang wajar karena ia memang seorang bitch? Tetapi kenapa Chanyeol sedikit.. Tidak rela?
"Ohh ayolahhh! Kenapa aku menjadi seperti ini eoh?!"
Chanyeol mengusap wajahnya dengan kasar mencoba untuk mengusir bayangan kejadian tadi.
Ia sepertinya harus melakukan sesuatu sebelum ia menjadi gila. Ia sepertinya harus membuang sikap dinginnya di hadapan Kris. Ia harus rela jika dirinya ditertawakan oleh Kris nantinya. Ini semua demi kewarasannya. Persetan dengan harga dirinya yang akan di injak-injak oleh Kris. Ia harus meminta bantuan Kris saat ini juga.
Tanpa menunggu lama lagi, ia lalu meraih ponselnya dan mengehubungi seseorang.
"Kris.. aku ingin bercinta dengannya"
"Aku ingin bercinta dengan Baekhyun.. malam ini juga" lanjutnya.
Dan Chanyeol segera memutuskan sambungan teleponnya setelah mendengar tawa Kris dari sebrang sana dan setelah Kris berkata bahwa ia akan mengatakannya pada Baekhyun.
'Semoga dia menerima tawaran untuk bercinta denganku'
Dan Chanyeol melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
Ohh jadi gitu masa lalu nya Baekhyun?
hhmmm sudah kuduga :v ~
Nahlohh KaiSoo udah di China noh, mau bikin anak wkwk :v
Kira-kira Kyungsoo mau menyerahkan tubuhnya pada Kai ga ya?
Dan ini apalagi?!
Chanyeol malah nyuruh Baekhyun untuk bercinta dengannya?!
Oh goshh!
Baekhyun mau apa engga ya? hahaha
Silahkan Review kalo mau lanjut :*
Review chap 3 udah mulai meningkat drastis loh hehe
Yuta seneng BGT!
Review lagi ya?
Yuta tunggu :*
