Kejutanmu itu, kadang seabstrak Strawberry Parfait, tiba-tiba dan memiliki banyak rasa
.
Paralel World
Dedicated for MikoRei week 2015
Day 4 Prompt: Sweet
A Project K fanfiction by Meongaum!
Project K © GoRa & GoHands
Warning: boy x boy
.
.
.
Dua Strawberry Parfait dan satu Green Tea Mousse Cake tersaji di meja nomor 2. Sepasang manik rubi menatap takjub Strawberry Parfait-nya. Berbeda sekali dengan orang di sebelahnya yang menatap malas Strawberry Parfait-nya.
"Jadi ini yang namanya Strawberry Parfait..." Gadis kecil bersurai keperakan itu menoleh ke arah pria di sebelahnya. "Merahnya tak kalah indah seperti milikmu, Mikoto."
"Ayo cepat makan Parfait-mu, Anna. Nanti cair."
Anna mengangguk lalu menyuapkan sesendok Strawberry Parfait-nya. Sensasi dingin, asam, dan manis menyapa indra perasanya. Senyum lebar tak dapat ia sembunyikan bersamaan dengan suapan Strawberry Pafrait berikutnya.
"Terimakasih, Reishi." Ucap Anna setelah menikmati seperempat dari Parfaitnya.
"Sama-sama, Tuan Putri."
Reishi membalasnya dengan senyum. Rasanya melihat gadis di depannya ini memakan Parfait-nya dengan bahagia adalah suatu kebanggaan baginya.
"Suoh, sebaiknya kau makan bagianmu juga." Amber itu melirik malas ke arah sepasang manik ungu di depannya. Si ungu membenarkan letak kacamatanya. Menyuruhnya untuk segera memakan bagiannya karena Strawberry Parfait-nya mulai mencair.
"Aku tidak lapar."
"Mikoto, tidak baik membuang-buang makanan."
Reishi berusaha menyembunyikan tawanya. Melihat seorang Suoh Mikoto diceramahi anak kecil adalah sesuatu yang langka. Anna terus menatap Mikoto lekat. Memaksanya memakan Strawberry Parfait-nya.
Mikoto menghela napas, tanda ia menyerah. Dengan malas, Mikoto meraih sendoknya dan menyuapkan Strawberry Parfait-nya ke mulutnya. Hm... lumayan enak juga, pikir Mikoto.
"Ngomong-ngomong, Munakata. Dalam rangka apa kau mengajak Anna makan makanan seperti ini?"
"Ada permintaan dari sahabatmu soal ini. Tadinya aku ingin menyuruh Awashima-kun saja untuk menemani Anna. Tapi karena aku mengingat sesuatu yang penting yang mungkin bisa membuat Anna trauma..."
"Ah..."
Mikoto dan Reishi saling bertukar pandang. Sepertinya mereka sepikiran.
"Terimakasih karena sudah menemani Anna."
"Sama-sama. Aku tidak mau gigi Anna bolong karena terlalu banyak makan makanan manis."
Anna menatap mereka berdua kebingungan. Berusaha menerka topik apa yang Reishi dan Mikoto bicarakan.
"Tapi aku salut kepadamu yang tau soal tempat ini, Munakata." Mikoto melempar pandangan sarkas ke lawan bicaranya. "Kupikir kau hanya tau tempat dimana membeli puzzle diskonan atau Teh Hijau."
"Awashima-kun dan Akiyama-kun yang memberi tahuku soal tempat ini. Katanya kudapan di sini cukup enak dan tidak terlalu manis... ya walaupun menurutku Green Tea Mousse-ku sudah cukup manis."
Anna menatap Green Tea Mousse milik Reishi. Ada sedikit rasa penasaran yang terpancar dari mata gadis itu. Merasa mengerti maksud Anna, Reishi menyodorkan kuenya.
"Mau coba?"
Anna mengangguk ragu. Ia lalu memotong sedikit Green Tea Mousse milik Reishi dan memakannya.
"Mmn... agak pahit... tapi enak."
Reishi dan Mikoto tersenyum. Tidak tahan melihat ekspresi Anna yang lucu.
"Ayo dilanjut makan Parfait-nya. Nanti mencair lho."
Anna mengangguk lalu melanjutkan menyantap Parfait-nya. Begitu juga Reishi dan Mikoto yang akhirnya sibuk dengan makanan mereka masing-masing.
.
.
.
"Mnn..."
Reishi dan Mikoto berjalan pulang menuju Bar HOMRA. Mikoto menggendong Anna yang terlelap di punggungnya. Setelah selesai mencicipi Parfait, mereka bertiga berkeliling kota sebentar sampai Anna kelelahan lalu tidur di pundak Mikoto. Mikoto pun tidak punya pilihan selain menggendongnya sampai pulang. Dalam perjalanan pulang, sesekali Reishi mengelus surai keperakan gadis itu. Memperhatikan wajah penuh kedamaian yang membuat hati Reishi terisi oleh perasaan nyaman.
"Ah sudah sampai."
Reishi dan Mikoto sampai di depan Bar HOMRA. Reishi lalu menyerahkan satu tas jinjing berisi sekotak macaron kepada Mikoto.
"Tugasku berakhir sampai sini." Kata Reishi sembari menyerahkan tas itu. "Kegiatan yang cukup menyenangkan untuk mengisi cutiku."
Mikoto lalu menjulurkan tangan kanannya. "Trims."
Reishi melempar senyum. "Kalau begitu aku pulang dulu. Salam untuk Anna."
Belum sempat Reishi melangkah, Mikoto memanggil namanya. Membuat sang pemilik nama menoleh ke arah Mikoto.
"Apa—"
Sebuah kecupan singkat mendarat di bibir Reishi. Reishi membatu. Tak menyangka Mikoto akan melakukan itu.
Kecupan singkat itu berakhir, wangi lembut stroberi masih terasa dalam indra penciumannya. Mungkin ini efek dari Parfaitnya, pikir Reishi. Membuatnya ingin meminta lebih dari Mikoto. Tapi sudah terlambat, Mikoto sudah berjalan mendekat ke arah pintu masuk Bar HOMRA. Meninggalkannya sendiri yang masih terkejut atas serangan tiba-tiba itu.
"Terimakasih untuk hari ini, Reishi. Sampai jumpa lain hari."
Setelah itu, Mikoto masuk dan menutup pintu Bar HOMRA. Meninggalkan Reishi bersama senyum tanpa makna yang ia lontarkan sebelum akhirnya ia benar-benar meninggalkan Reishi dalam kesendirian.
.
Author's Note
.
KELAAAAAR HAHAHAHAHA *mulaigila
Sumpah ini fic setengah hati pisan diselesainnya :"3 hari ini kebanyakan baper gara-gara, fic mbak ashAksara, Saint Seiya Soul of Gold, dan Kamen Rider Drive. Too much feels :"3 apalagi Drive :"3 HEART-SAMAAAAAAAAAAA PLZ DON'T DIE AAARGHHH #netstopbedafandom
Gagal membuat pembaca diabetes, tadinya mau banyakin adegan ngunyu MikoRei tapi yaaaaa hahahaha malah gak ada adegan ngunyu sama sekali huhuhu karena udah terlalu ngefeels kali ya :"3
Jadi kali ini ngunyu ngeliat Anna aja ya? *ditabok
Udah ah hari ini kebanyakan curhat : siapapun berikan saya asupan #heh sampai jumpa besok~
