Summary :
Bagaimana jadinya jika seorang gadis bernama LEE SUNGMIN yang memiliki berat badan 100kg melakukan operasi plastik ekstrim untuk menggapai cita-citanya dan mendapatkan pujaan hatinya
Cast : Cho Kyuhyun , Lee Sungmin , etc
Warning :
GS / TYPO - Fanfic ini berdasarkan kisah salah satu film korea yang cukup terkenal judulnya "200 pounds beauty". Bisa dibilang ini fanfic versionnya, mungkin sedikit penambahan adegan , author suka banget sama film ini dan terobsesi sama KYUMIN, jadi aja author bikin fanficnya.. Author mohon maaf kalau sudah ada yang mengangkat cerita seperti ini, karena author ga maksud apa-apa, hanya ingin menyalurkan hasrat .. No bash please ! Enjoy it ! ^^
.
.
.
CHAPTER 3
"BIG IS BEAUTIFUL"
.
.
SUNGMIN POV
.
Setelah pria itu mengatakan pada Kyuhyun bahwa sang Ratu sudah datang, tak lama seorang wanita cantik yang mengenakan gaun merah pun masuk ke dalam ruangan dengan gaya angkuhnya.
"Omo ?!" Aku sukses terpana dengan apa yang aku lihat didepan mataku, 'gaun itu?' Tuhan, apa yang terjadi dengan mataku ? Apa aku tak salah lihat ? Kenapa Victoria memakai gaun yang sama persis denganku ? Dari warnanya, bentuknya, modelnya semua sama, mungkin hanya ukurannya saja yang berbeda.
Ya ! Di depanku, didepan semua orang yang ada di ruangan ini berdiri sosok Sang Ratu yang tak lain dan tak bukan adalah Victoria sang artis terkenal. Dia memakai gaun yang persis sama dengan yang aku pakai, tepatnya gaun ketat merah lengan panjang yang diberikan Kyuhyun padaku untukku pakai di hari perayaan ulang tahunnya. Namun, Victoria tampak lebih pantas mengenakannya. Tubuhnya yang ramping terlihat indah dan elegan, menambah kesan sempurna padanya. Sedangkan aku, lihatlah ! kalian bisa membayangkannya sendiri bukan, dengan timbunan lemak dimana-mana. Bayangkan , seorang gadis dengan berat 100kg memakai gaun dengan ukuran setengah badanku pun tidak sampai. Ya Tuhan bawa aku kabur dari tempat ini sekarang juga.
Aku hanya mampu tersenyum miris melihat Victoria didepanku, dia pun menatapku dengan senyum mengejeknya. Dia mulai berjalan menuju arahku dan Kyuhyun. Semua mata memandang Victoria takjub. Lee Donghae sang manajer pun berkali-kali melihat ke arahku dan Victoria bergantian. Pasti dia sedang membanding-bandingkan. Orang-orang di dalam ruangan itupun menatapku dengan tatapan .. entahlah, menghina mungkin.
Victoria pun duduk disebelah Kyuhyun. Kyuhyun hanya memandang kami berdua dengan heran dan jengah, seperti ada sesuatu yang ia sadari. Victoria yang ditatapun hanya tersenyum mengejek sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Aku tidak tahu apa yang terjadi, aku hanya bisa menundukkan kepala melihat tatapan Kyuhyun dan senyuman Victoria. Apa sebenarnya yang terjadi ? Apa ini permainan si artis itu ? Apa maksudnya dia ingin memperlihatkan kepada semua orang bahwa ia lebih pantas dalam segala hal di banding diriku ?
Aku malu. Aku jengah. Aku bingung. Aku kesal. Tapi aku hanya bisa menahan tangisku. Dengan mata berkaca-kaca akhirnya aku beranjak dari sofa itu dengan membawa sebotol minuman diiringi dengan tatapan heran Kyuhyun dan lainnya.
"Kau mau kemana, Sungmin-ssi ?" Tiba-tiba Kyuhyun bertanya padaku.
"Ke toilet." Aku pun menjawab tanpa menoleh ke arahnya. Aku takut jika aku menoleh, aku tak mampu menahan air mataku lagi. Aku langsung pergi menjauh. Dan lagi aku melewati orang-orang yang duduk di sofa, umpatan-umpatan kembali terdengar tapi aku tidak perduli. Yang aku inginkan hanya pergi dari tempat ini secepatnya. Sekarang juga.
.
.
AUTHOR POV
.
Tak lama Sungmin pergi, Kyuhyun menatap Victoria. Terlihat dari tatapannya bahwa ia meminta penjelasan tentang apa yang sebenarnya terjadi pada sang ratu, namun Victoria hanya mengangkat bahunya sekilas sebagai jawaban.
.
Tampak seorang pria yang sedang berdiri didepan pintu toilet wanita. Beberapa wanita didepannya tampak kesal kepada pria tersebut karena menghalangi jalan mereka untuk masuk ke dalam toilet tersebut.
"Ah, sebentar. Toiletnya sedang dibersihkan, gunakan yang lain." Tolak pria itu ketika wanita-wanita didepannya hendak memasuki toilet tersebut. Dan wanita-wanita tersebut pun berlalu dengan menghentak-hentakkan kakinya kesal.
.
"Kau ini lucu sekali. Atau bodoh, eoh ? Kenapa aku tidak pernah tahu ? Aku ingin dia sedikit tampil lebih modis. Aiissh.. Tapi kau tidak membantu sama sekali !"
Di dalam toilet , Kyuhyun sedang membasuh wajahnya sambil berbicara pada seseorang. Tampak sedikit raut kesal diwajah tampannya. Namun wanita yang menjadi lawan bicaranya hanya diam tak menjawab.
"Ini akan menjadi masalah buatku, kau ingin kehilangan 'perhiasan'mu ? Eoh?" bentak Kyuhyun.
"Wanita itu membuatku marah!" Ucap wanita yang ternyata adalah Victoria. Kyuhyun langsung membalikkan tubuhnya, menatap tajam ke arah Victoria.
"Kalau begitu, kenapa kau tidak bernyanyi sendiri, gunakan suaramu sendiri. Kau pikir aku menyukainya ? Tidak perlu mengingat-ingat bagaimana kelakuan anak itu, biarkan saja, sudah bagus dia mau membantumu." Ujar Kyuhyun
"Kau pikir semudah itu ?" kata Vic sinis. "Lihat saja, aku akan memberi pelajaran padanya." Lanjut Vic, dengan tatapan mata yang penuh amarah.
"Lalu berikan dia mobil dan sebuah rumah sebagai bayaran. Baru kau boleh memberinya pelajaran. Mengerti ?" Kata Kyuhyun sinis. "Ya ! Kenapa kau menangis ?" tanya Kyuhyun terselip senyuman mengejek terpatri di wajah tampannya ketika melihat Victoria meneteskan air matanya. Kyuhyun pun mengusap air mata yang jatuh di pipi mulus Victoria.
"Seharusnya Sungmin yang menangis. Dia berbakat, tapi jelek dan gendut. Sedangkan kau …." Kyuhyun menatap Victoria dari atas ke bawah, "Kau tidak berbakat, tapi cantik dan menawan. Kau memiliki semuanya. Dia hadir untukmu. Dengar, kita hanya memanfaatkannya, jadi bersikap baiklah padanya. Jika dia pergi, kita habis ! Mengerti ?" lanjut Kyuhyun sambil memegang bahu Victoria dan tak lupa sesekali menghapus air mata wanita itu.
.
Tanpa mereka berdua sedari, ada seorang wanita yang mendengar semua pembicaraan mereka dari awal hingga akhir dari dalam salah satu bilik di kamar mandi tersebut sambil terisak perih, mencengkeram dada kirinya, menahan sesak, berharap hal itu akan meredakan rasa sakit yang membuatnya tak mampu bernapas. Lee Sungmin.
.
SUNGMIN POV
.
'Kita hanya memanfaatkannya….'
'Bersikap baiklah padanya ..'
'Jika dia pergi, kita habis !'
Kata-kata Kyuhyun di toilet tadi masih terngiang jelas di pikiranku. Hatiku sakit, marah, kesal, sedih, tidak percaya … ingin rasanya menampar orang yang sudah mengatakan itu. Tetapi, ini seorang Cho Kyuhyun, orang yang kucintai, orang yang sudah ku percayakan hatiku untuknya. Orang yang ku pikir selama ini mau berdekatan denganku karena mau menerima aku apa adanya, ternyata hanya memanfaatkanku. Sebenarnya memang ini yang seharusnya bukan ? Aku bernyanyi untuk dia dan sang artis lalu aku mendapatkan bayaran. Tetapi kenapa hatiku sakit mengetahui semuanya ini langsung dari mulutnya sendiri, kenapa air mata ini tak bisa berhenti mengalir. Dan satu lagi kenyataan yang menyakitkanku, gaun ini , gaun merah yang ku pikir adalah tulus pemberian dari Kyuhyun, ternyata ini semua hanyalah rencana jahat Victoria yang ingin mempermalukan aku.
Saat ini, aku hanya mampu berjalan gontai dengan air mata yang masih setia menetes di pipiku. Melewati orang-orang yang masih asyik menari di dancefloor. Aku tak pedulikan lagi orang-orang yang mengumpat kearahku karena beberapa kali aku menyenggol mereka dengan tubuh besarku ini. Aku tidak peduli ! Aku hanya ingin pulang dan menangis, malam ini saja. Biarkan aku menangisi, kelemahanku.
.
(Backsound : Kim Ah Joong – Byul)
Sesampainya di apartemen, aku langsung menutup semua pintu dan jendela, menguncinya dari dalam, me-lakban setiap sisinya, agar tidak ada sedikitpun udara yang masuk ataupun keluar. Aku masih menangis, masih merasa sesak di dada seakan mampu meruntuhkan dinding kokoh yang membuatku bertahan dari hinaan sekitarku. Selama ini aku tidak pernah menangis ketika orang lain menatap aneh tubuh besarku, menghinaku, bahkan meneriakiku monster. Tapi saat ini aku benar-benar hancur, sia-sia rasanya aku mencintainya. Banyak orang bilang, menangisi orang yang tepat jauh lebih baik dari pada bahagia dengan orang yang salah. Tapi apakah dia pantas ditangisi ?
'Cho Kyuhyun, ternyata aku tidak bisa bahagia denganmu, biasanya aku akan merasa senang jika hanya menatap wajahmu. Tapi semua itu salah, bahkan memikirkanmu saja membuatku kembali sakit dan kembali meneteskan air mata.'
Aku berjalan gontai ke arah dapur apartemenku, membuka penutup tabung gas dan membiarkan gas memenuhi apartemen kecilku. Aku tidak kuat lagi. Aku hanya mampu mengurung diri, berbaring telentang di single bed ku, sambil memeluk botol air mineral yang pernah menjadi media 'ciuman tak langsung' antara aku dan Kyuhyun.
'Terimakasih sudah membuatku bahagia, Cho Kyuhyun, walaupun hanya sesaat … Terimakasih . Aku mencintaimu ..'
Tak lama aku mulai mencium aroma gas dari dapur apartemenku, dan akupun mulai memejamkan mataku perlahan, aku berharap efek gas ini akan cepat membawaku ke dunia yang lebih damai tanpa adanya rasa sakit. Hingga akhirnya aku mendengar telepon berbunyi, dan mesin penjawab otomatis melakukan tugasnya.
"Yeoboseyo .. Istriku sedang mandi, apa kau sibuk ?" terdengar suara seorang pria dari line telepon, sontak aku langsung membuka mataku. 'Hhh ! Kenapa aku tidak bias mati dengan tenang ?' batinku sambil menghela napas pasrah. Karena kepatah-hatianku ini aku menjadi frustasi dan berniat untuk mengakhiri hidupku, namun aksiku ini berhasil digagalkan oleh salah satu pelangganku yang selalu meneleponku disaat istrinya sedang mandi.
"Aku ingin mencintainya, tapi sepertinya sulit. Aku merindukan suaramu, apa kau disana ?" teriak laki-laki di line tersebut. 'Hhh ! Jangan lagi !' lirihku sambil menenggelamkan kepalaku di dalam selimut.
.
.
AUTHOR POV
.
"Cerita macam apa itu ? Jangan bilang kau yang mengarang nya! Kau - "
Seorang laki-laki berbaju –jubah- putih yang duduk di belakang meja kerjanya tiba-tiba menghentikan ucapannya ketika melihat seorang wanita didepannya yang bertubuh besar sedang terduduk lesu, sambil menatap kosong ke arahnya. Wanita itu, Lee Sungmin.
"Bisakah kau membuatnya menjadi kenyataan ?" Tanya Sungmin kepada laki-laki berjubah putih yang diketahui adalah seorang dokter bedah plastik. Pandangan Sungmin masih kosong, tatapan yang biasanya ceria dan penuh cahaya kebahagiaan , sekarang seolah hanya memancarkan cahaya redup dan penuh beban dari mata indah itu.
"Bisa saja." Balas sang Dokter Park. "Yang ku lakukan hanya menghilangkan luka dari jiwamu yang kesakitan." Lanjutnya sambil menggerak-gerakkan pensilnya ke sebuah sketsa tubuh diselembar kertas putih dengan sesekali melihat ke arah Sungmin.
"Berapa biayanya ?" Tanya Sungmin lagi.
"Aku ini dokter, bukan bisnisman." Jawab Dokter Park sambil tersenyum penuh arti.
"Apakah mahal ?" Tanya Sungmin.
Dokter Park terlihat ragu sesaat sebelum menjawab pertanyaan Sungmin. "Hmm, kebetulan semua yang kau inginkan sedang diskon 30% , jadi kau –" belum selesai Dokter Park berbicara Sungmin kembali memotongnya.
"Aku sudah memperhatikan semua biayanya, apakah bisa di cicil ?" Tanya Sungmin dengan tampang memelas dan suara yang hampir tidak terdengar.
Dokter Park hanya bisa membelalakkan matanya, dan langsung mengangkat gagang telepon di sebelahnya lalu menekan beberapa tombol angka.
"Ms. Kim, bisa kah kau menunjukkan jalan keluar untuk wanita yang ada diruanganku ini ?" Kata-kata Dokter Park mampu membuat Sungmin kembali memasang tampang pasrah. 'Tidak ada jalan lain." Batinnnya.
"Puff the magic dragon .. ~ lived by the sea ..." Tiba-tiba Sungmin menyanyikan sebait lagu. Sontak nyanyian Sungmin tersebut membuat Dokter Park yang akan siap-siap beranjak keluar ruangan berhenti. Ia hanya berdiri mematung dengan keringat dingin yang mulai bercucuran membasahi pelipis dan lehernya, menatap tidak percaya ke arah Sungmin.
"Apa kau tidak mengenal suaraku, Dokter?" Tanya Sungmin. " Apakah kita harus mendengarnya lagi ?" lanjut Sungmin sambil mengeluarkan sebuah alat perekam suara dan memutarnya, tak lama terdengar suara laki-laki dari alat tersebut.
"Apa kau berhubungan dengannya tadi malam setelah ia mandi ?" Tanya Sungmin lagi sambil menampilkan seringaian di bibirnya.
Ya, Dokter Park adalah salah satu pelanggan tetap Sungmin. Hampir tiap hari ia menelepon Sungmin hanya untuk berkeluh kesah tentang kebosanannya terhadap isterinya. Setiap teleponnya yang masuk pasti Sungmin rekam di alat perekam suara miliknya.
Dokter Park terdiam dan jatuh terduduk di kursi empuk miliknya yang sebelumnya telah ia duduki. Tak lama pintu terbuka menampilkan sesosok wanita yang merupakan asisten Dokter Park. Dokter Park panik karena perekam suara milik Sungmin masih menyala dan masih terdengar suara sang dokter yang mendesah. Reflek, ia pun langsung menekan tombol off di alat tersebut.
"Y-yaa ! Kau ini bagaimana ? Ke-kenapa tidak menjaga pasien dengan baik ? Lalu ada apa dengan makanannya ? Semua pasienku protes karena makanannya tidak enak!" hardik Dokter Park kepada asistennya tersebut. "Keluar ! Lanjutkan pekerjaanmu !" lanjutnya lagi. Karena panik, Dokter Kim pun mengusir sang asisten, tak ingin asistennya tahu apa yang sudah ia lakukan selama ini.
Ms. Kim yang bingung tidak tahu menahu apa yang terjadi kenapa membuat Dokter Park membentaknya sedemikian rupa pun akhirnya membungkuk dan berjalan pergi meninggalkan ruangan dengan tampang polosnya.
Setelah kepergian asistennya, Dokter Park kembali menatap Sungmin intens. "Kau mengancamku, eoh ? Siapa kau sebenarnya ?" Tanya Dokter Park geram kepada Sungmin.
"Aku tahu kau orang baik, Dokter. Kau membuat isterimu merubah total tubuhnya. Kau pasti tahu bagaimana perasaanku sekarang."
"Aku telah membuat kesalahan besar karena layanan telepon itu." Ujar Dokter Park pelan. Seketika dia beranjak dan mengambi perekam suara milik Sungmin, mengeluarkan kasetnya dan menghancurkannya.
"Aku tahu kau akan melakukannya, jadi aku membuat copy-annya." Ucap Sungmin santai sambil menunjukkan kepingan kaset lain di tangannya.
"Kamu mengatakan bahwa mereka suka dengan ahli operasi plastik, itu karena mereka tidak bahagia dengan kehidupannya. Aku melakukannya agar hidupku bisa lebih bahagia dan lebih hidup, bukan untuk memuaskan egoku. Tolonglah Dokter.." mohon Sungmin sambil menangkupkan kedua telapak tangannya. Memohon kepada Dokter Park untuk mengabulkan permintaannya.
"Jika dilihat dari keadaanmu sekarang, banyak yang harus dilakukan perubahan, kau bisa mati karenanya." Teriak Dokter Park. Ia seorang dokter ahli bedah plastik, dan ia tahu pasti efek yang akan terjadi jika operasi ekstrim ini gagal.
"Hidupku ada ditanganmu Dokter, kau bisa mengakhirinya atau menyelamatkannya. Tapi, perlu kau ketahui, diriku yang dulu sudah mati sejak kemarin." Lirih Sungmin. Dokter Park terharu melihat usaha gigih Sungmin dalam meraih kebahagiaannya. Dia pun masih bingung memikirkan apa yang harus dia lakukan, walau bagaimanapun ini operasi ekstrim. Tiba-tiba dia mengambil gagang telepon dan menelepon seseorang, dan akhirnya …
"Ms. Kim , tolong siapkan jadwal operasi untuk Lee Sungmin…."
.
.
.
TBC
.
.
Wow !
Semakin dekat menuju perubahan Sungmin , bagaimana jadinya yaaa ?
GOMAWO for reading .. *BOW*
Review please ! ^^
