ANGKOT.
By: Akuma
Pair : SasuHina
Punya OM MK
Warning!
Dijamin GEJE, OOC, pen muntah, pingsan.
Hahhahahah, dan bagi yang tidak suka pair SasuHina, harap tekan BACK!
.
.
.
.
Don't like, don't read.
Chapter 4
Sesampainya dirumah Sasuke, Hinata langsung diseret masuk ke dalam rumahnya, tanpa menghiraukan rontahan penolakan dari kekasihnya. pria stoic itu berjalan santai memasuki pintu depan rumahnya.
Brak
Terdengar suara pintu yang di tutup secara kasar oleh sang empuh yang masih sibuk menyeret seorang gadis secara paksa. Melewati ruang tamu yang kebetualn sedang sepi, tapi tidak benar-benar sepi sebab terdekteksi keadaan sang kakak yang sedang asik menonton tv.
"L-lepas.." Protes Hinata tergagap menarik tanganya, yang malah di tarik semakin kuat oleh Sasuke.
"Diam." Bentak Sasuke tak mau kalah.
"M-mau apa k-kau?" Tanya Hinata kemudian.
"Terserah aku, kau kan pacarku, dan aku sudah mempunyai restu dari ayahmu." Ujar Sasuke mengingatkan lalu menyeringai.
"R-restu?" Hinata bingung.
"Iya, Restu. Jadi setelah aku lulus nanti aku akan langsung melamarmu." Ujarnya menjelaskan.
Cukup, sekarang Itachi mulai terusik, akan suara-suara berisik, yang mengganggu jam nonton sinetron kesayangannya 'Ganteng-ganteng kok sadis (?)', sinetron yang lagi naik daun sekarang ini. Itachi mendelik garang ke arah Sasuke, tapi kalah dengan wajah Sasuke sekarang ini yang mulai mendelik balik kearahnya. 'Lagi lagi kalah.' Rutuk Itachi kesal. Eh bukan kah dia kakaknya, jadi kenapa juga dia harus takut pada Sasuke, yang notebennya adalah adiknya, tapi kalau di pikir-pikir Sasuke itu sadis, mana mau Itachi mati muda dalam kaadaan perjaka, karena di mutilasi sang adik. Dari pada mati, mending pura-pura bego aja ah.
"Sasu, siapa gadis ini? " Tunjuk itachi kearah Hinata, dengan wajah bigung.
"Pacarku." Jawabnya singkat, mulai menyeret kembali Hinata untuk memasuki rumahnya makin dalam.
"Pacar?.." Gunam itachi terkejut, 'lah sejak kapan? Bukankah adiknya itu homo, kok bisa?' Pikir Itachi bingung.
"Hn, memangnya kau, yang tidak laku-laku heh." Cibir sasuke meremehkan.
Itachi Syok. Memang author itu tidak adil, masa Sasuke punya pacar, tapi sedangkan dirinya tidak. Ujarnya miris.
Sasuke yang tidak perdulih dengan situasi segera menarik Hinata secara paksa, untuk menaiki tangga, menuju lantai dua rumahnya. dimana kamarnya berada, tanpa menghiraukan teriakan sumpah serapah yang di lontarkan Itachi padanya.
"Dasar, adik tidak tau diri, mentang-mentang sudah sembuh, berani-berannya bilang aku tak laku lagi, dan mau kau apakan gadis polos itu?, Sasuke!." Cibir itachi geram, mengikuti langkah Sasuke yang semakin menjauh.
"..."
Merasa tak di gubris, itachi melangkahkan kaki semakin cepat.
"Hey, sasuke..." Teriaknya.
BRAK
Suara pintu tertutup kasar, dihadapan muka sang kakak. 'Dasar adik tak tau diri. Sabar...sabar'
Tok...tok..tok
"Woy! Sasu, buka pinyunya?, kenapa kau kunci?, mau kau apakan gadis itu, woy..." Ujar Itachi geram memukul-mukul pintu dengan kasar.
"Pergi kau baka, jangan ganggu!." Bentak Sasuke emosi.
Itachi langsung terdiam mendengar bentakan Sasuke padanya, walau pun dia itu berstatus sebagai kakak Sasuke, tapi tetap saja, bila Sasuke sudah seperti ini dia hanya bisa pasrah (sebenarnya takut).
.
.
SJ
.
.
*Di dalam ruangan.*
"A-apa yang kau l-lakukan?" Ujar Hinata takut.
"Menurutmu?" Ujar Sasuke balik bertanya, lalu menyeringai kearah Hinata.
Hinata hanya bisa berglidik ngeri melihat seringai Sasuke.
"J-jjangan m-macam-macam..." Hinata meperingatkan. "Kalau kau macam-macam, Akan ku laporkan pada ayahku." Imbuhnya mengancam.
Seringai Sasuke semakin lebar. 'Bodoh, kalau kau lapor ayahmu itu akan mempermudah kita.'
"Benarkah?" Tanya Sasuke meyakinkan.
"I-iya." jawab Hinata ragu.
Sasuke tak menghiraukan ancaman Hinata, tangannya mencengkram pergelangan tangan Hinata, menyeretnya, lalu menghempaskan tubuh Hinata di atas ranjangnya.
"M-mau a-apakah k-kau?" Tanya Hinata panik akan posisinya sekarang, secara reflek tubuhnya mulai bergeser mundur, niatnya sih menjauh, tapi itu malah memudahkan Sasuke, untuk memuluskan niatnya.
Sasuke merangkak, menaiki ranjang secara perlahan mendekati Hinata dan...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Merebakan tubuhnya berbaring di depan tubuh Hinata, dan kepalanya berbantalkan paha Hinata.
"E-eh.."
Hinata hanya bisa kaget dengan perlakuan Sasuke padanya. 'Apa-apaan anak ini, menjadikannya hanya sebagai bantal .' Ujarnya kesal. Bukan Hinata mau diapa-apakan oleh Sasuke, tapi dia kesal saja, masa kencannya seperti ini. Ini kan pertama kalinya ada laki-laki yang mengajaknya kencan.
Sasuke membenamkan wajahnya pada paha mulus Hinata. Hinata yang merasa tak nyaman dengan posisi ini hanya bergerak-gerak gelisah.
"Jangan bergerak terus, kau mau menggodaku ya?" Ujar Sasuke memperingatkan.
Dan sukses membuat tubuh Hinata tegang.
TBC.
Aduuuuuhhhh Minna-san Sorry, di tengah-tegah cerita, tiba-tiba konsentrasi akuma buyar, kalian tau kenapa?
Itu karena gak sengaja, denger lagu nista versi anak-anak, yang bikin akuma jadi badmood mendadak.
Ahggggrrrr... #jambak_jambak_rambut_frustasi
Jadi sampai jumpa di Chapter Selanjutnya.
Dan tidak lupa terima kasih yang sudah bersedia baca.
Salsabilla12, aindri961, CheftyClouds, sasuhina69, ana, hinataholic Dan buat silent Reader.
Mohon maaf bila ada salah penulisan Nama.
Dan mohon saran atau kritik, demi kelanjutan cerita ini.
Jaa-ne~
SJ : 30/04/2016
