Tittle: The Shifter
Disclaimer: Naruto dan High school DxD bukan punya saya
Genre: Adventure,Romance,Friendship
Pairing: Narutox?
Rated: M (jaga-jaga)
Summary: Naruto,seorang anak hasil keturunan malaikat dan iblis harus ikut terseret pada konflik antara 3 fraksi yang terjadi di dunianya. Dengan peninggalan dari orang tuanya sebuah sacred gear istimewa yaitu Scale of Fate, mampukah ia membawa perdamaian ke dunianya itu?. Strong!Naru but not God like,Smart!naru
Warning: OOC,Adult Theme,Violence,typo,Etc
Chapter 4: Teman Yang Asal Pilih Mangsa
Naruto POV
Hmmm,tampaknya aku pingsan semalam, dan tampaknya Ophis membawaku ke tempat , itu sedang tidur sambil terduduk di tepi tempat tidurku. Kupikir sebaiknya aku tidak tampaknya ia menyadari aku sudah bangun, dasar gadis cebol.
End POV
"hmmmm, kau sudah bangun,Baka?", Tanya Ophis sambil mengucek matanya.
"Tidak, Aku sedang tidur", responku atas pertanyaan bodohnya mukanya sedikit memerah karena pertanyaan bodoh yang dilontarkannya.
"B-baka! Berterima kasihlah aku membopongmu ke sini", balas Ophis sambil membentak dengan mukanya yang memerah, yang menurut Naruto sangat imut.
"yah, baiklah terserah kau saja. Tapi terima kasih atas pertolongannya tadi malam" , jawab Naruto sambil tersenyum tulus yang otomatis membuat Ophis sedikit merona.
"terserah kau saja", jawab Ophis sambil membuang muka. "kau mau makan apa?biar aku masakkan", tawar Ophis.
"Kau?bisa memasak?jangan bercanda", ejek Naruto sambil nyengir kuda dan otomatis membuat Ophis mengeluarkan aura yang mengerikan dari badannya dan membuat Naruto terdiam.
"aku bisa mematahkan lehermu atau membuatmu mati sekarang Naruto", jawab Ophis dengan nada yang kesal karena merasa diremehkan.
"B-baiklah, kalau begitu aku mau tamagoyaki saja", jawab Naruto dengan keringat keluar dari pelipisnya.' Aku lupa kalau si cebol ini marah efeknya sangat mengerikan', batin Naruto.
"Baiklah, Kau lihat saja kemampuanku", jawab Ophis dengan percaya diri.
"baiklah aku akan siap-siap untuk ganti pakaian dulu, kebetulan hari ini aku harus kesekolah karena ada ulangan", jawab Naruto.
"Kau tidak akan kemana-mana, Naruto Lucifer", ancam Ophis yang membuat Naruto membatalkan niatnya untuk bersiap ke sekolah. "Dengan keadaaanmu sekarang kau minimal harus istirahat selama 3 hari", sambung Ophis.
"baiklah", jawab Naruto sambil menangis dalam hati karena harus ikut ulangan susulan yang menurutnya merepotkan.
Kemudian Ophis memasakkan naruto Tamagoyaki dan mereka pun menyantapnya berdua.
"uahhh, rupanya omonganmu benar, rasanya melebihi ekspetasiku!" puji Naruto.
"Benar kan apa yang kubilang", balas Ophis dengan percaya diri.
"mungkin orang yang menjadi suamimu nanti akan merasa beruntung karena masakanmu ini", balas Naruto yang membuat Ophis merona.
"B-baka!Aku Ophis sang Ouroboros Dragon tak mungkin jatuh cinta", Jawabnya dengan muka memerah.
"Baiklah, santai saja kalau kau bilang begitu",Jawab Naruto sambil memakan makanannya dengan lahap.
"ehh ngomong-ngomong kenapa kau pingsan semalam?", Tanya Ophis penasaran.
Lalu Naruto menjelaskan tentang apa yang terjadi padanya semalam dan hanya membuat Ophis ber-oh ria.
"Lain kali hati-hatilah,Baka" jawab Ophis." Walaupun kau seimbang bertarung denganku tapi jangaan berlagak sok mau minta bantuan tinggal panggil aku, Baka.", Nasehat Ophis."Dan juga aku memperhatikanmu,Baka",sambung Ophis dengan suara yang sangat kecil.
"Apa katamu yang terakhir?,aku tak mendengar katamu", Tanya Naruto.
"tidak apa- apa, aku Cuma merasa kasihan saja kau kalah dari kadal semacam itu", ejeknya.
"terserah kau saja." Jawab Naruto pasrah."ngomong-ngomong kenapa rasanya badanku tak terlalu sakit sekarang?", Tanya Naruto.
"aku ,menggunakan kemampuan penyembuhanku", jawab Ophis.
"bagaimana caranya?aku mau baru tahu kau punya kemampuan seperti kemampuan regenerasimu hanya untuk dirimu sendiri.", cecar Naruto dengan penuh rasa penasaran.
"I-itu rahasia", Jawab Ophis dengan menundukkan mukanya yang tiba- tiba memerah.
"Terserah kaulah,dasar pelit", kata Naruto sambil menjulurkan lidahnya dan menuju wc.
"Urusai , Baka!"teriak Ophis.
'aku tak mungkin bilang kalau aku harus telanjang dan menyentuh seluruh tubuhnya semalam untuk mengobati si Idiot itu", batin Ophis.
Kemudian Naruto bilang kalau sebaiknya Ophis pergi karena Dia akan menemui Sirzechs untuk complain soal kejadian kemarin dan untungnya Ophis mengerti keadaan Naruto lalu pergi.
"Baiklah aku setuju saja, tapi ingat kau tidak boleh bertarung selama 3 hari mengingat kondisimu sekarang.", ingat Ophis."Tapi sebenarnya kau harus istrirahat penuh agar kau cepat pulih", sarannya.
"TIDAK!aku harus komplain pada si rambut merah itu!",Protes Naruto.
"baiklah, itu terserah kau saja, aku mau pergi dulu."Ophis lalu menghilang dari tempat tersebut dalam sekejap.
Kemudian Naruto pergi kea lam bawah dengan menggunakan lingkaran sihir karena dianggapnya lebih hemat di kediaman Sirzechs Naruto pun menemui Grayfia untuk meminta waktu Suami wanita itu untuk Naruto Masuk ke ruangan Sirzechs dan memulai protesnya.
"Sirzechs kau Harus membayar lebih akibat tugas kali ini!", kata Naruto dengan semangat berapi-api.
"heh?kenapa memangnya?", Tanya Sirzechs dengan wajah polosnya yang membuat urat Naruto menyembul sedikit.
"Makhluk yang kulawan itu berubah jadi Bahamuth dan membuat aku mengeluarkan Limit shift ku", jawab Naruto
"oh, itu salahmu sendiri karena menggunakan Kekuatan secara berlebihan", jawab Sirzechs secara santai.
"K-Kau,Tegaan sekali" rutuk Naruto sambil pundung.
"sudahlah,lagipula aku masih punya satu tugas lagikan untukmu soal Rias dan pertunangannya itu", kata Sirzechs."mungkin jika kau berhasil aku akan menaikkan honormu", tambah Sirzechs yang membuat Naruto sumringah.
"Baiklah kalau begitu!", Naruto menjawab dengan nada ceria."Lalu bagaimana Reaksi Rias?"aku tak mau merusak kebahagian orang kalau dia bahagia dengan semua itu", tambah Naruto dengan nada serius.
"tenang, sesuai dugaan ku Rias sangat tidak setuju. Tampaknya ia sudah punya tambatan hati yang lain dan tidak mau dijodohkan", jawab Sirzechs.
"mungkinkah si Ero-gaki itu maksudmu?", Tanya Naruto
"ntahlah tapi aku tidak mau adikku menjadi milik pria mesum seperti itu", jawab Sirzechs dengan nada seperti akan membunuh seseorang.
"O-oh",Naruto merasa tak nyamaan jika siscon Sirzechs mulai kambuh.
"tapi yang kuyakin orang yang disukainya adalah orang yang bahkan sangat bodoh untuk menyadari perasaan seorang wanita", kata Sirzechs sambil menatap Naruto dengan tatapan penuh arti lalu mengalihkan pandangannya keluar ruangan kerjanya.
"Oh, begitu. Tampaknya orang tersebut bodoh luar biasa karena dia tidak menyadari perasaan adikmu", komentar Naruto yang membuat Sirzechs hamper tertawa terbahak-bahak karena mendengar orang bodoh yang mengatai dirinya sendiri bodoh.
"Kenapa kau?", Tanya Naruto yang kebingungan melihat wajah Sirzechs yang sedang menahan tawa.
"T-tidak. Aku Cuma merasa lucu saja mengingat keadaanmu yang sekarang yang berubah jadi compang camping karena melawan kadal", elak Sirzechs.
"berisik!", teriak Naruto
Lalu mereka melanjutkan pembicaraan ringan mereka yang Tidak jelas.
Skip Time
Tak terasa sudah beberapa jam Naruto berbincang-bincang dengan memang merupakan sahabat baik yang sudah dari kecil Naruto pergi meninggalkan dunia bawah dan kembali ke dunia manusia.
'sudah malam yah', Batinnya sambil melihat kea rah jendela rumahnya.
Ting Tong! Tiba- tiba bel rumahnya pun keluar dari ketika ia membuka pintu, telah hadir 5 orang yang ia kenal sebagai Rias, Akeno,Kiba,Issei, dan Koneko.
"hmmm, Ada apa yah?", Tanya Naruto bingung karena melihat banyak orang yang datang.
"tadi pagi kau tidak masuk sekolah jadi kami pikir ada baiknya kami menemuimu", jawab Rias dengan wajah tersenyum.
" begitu masuklah minuman sebentar", jawab Naruto.
Kemudian Rias dkk masuk kedalam Rumah mereka masing-masing terbelah saat melihat isi rumah Naruto.
'Rumahnya cukup Rapi untuk seorang pria yang tinggal sendiri', batin Rias.
'Ara, ternyata rumahnya sangat damai, jauh dari perkiraanku', batin Akeno.
'hmm,Naruto-senpai menyimpan senjatakah di rumahnya', batin Kiba penasaran
'hmmm,aroma rumahnya membuat hatiku tenang', batin Koneko.
'Dimana dia menyimpan koleksi buku pornonya', batin Issei dengan nistahnya sambil celingak-celinguk tak jelas melihat Ruangan Rumah Naruto.
Mereka kemudian dipersilahkan duduk oleh Naruto di ruang tamunya yang berhubungan Langsung dengan dapurnya.
"hmmm, Darimana kalian tahu rumahku?", Tanya Naruto.
"Tentu saja dari data sekolah", jawab Rias dengan santai."dan kenapa kau tidak masuk hari ini?", Tanya Rias penasaran.
"Jujur, aku tengah dalam keadaan sakit hari aku harus minta izin supaya tidak masuk sekolah 3 hari kedepan.', jawab Naruto.
"hmmm, memang kau sakit apa?", Tanya Akeno penasaran.
"pagi tadi rasanya badanku sangat panas dan untungnya sekarang aku sudah agak mendingan", bohong Naruto karena dia tidak mungkin bilang kalau kakak Rias yang jadi biang keladinya.
"kalau begitu biarkan aku merawatmu sampai sembuh benar", tiba- tiba Akeno berdiri sambil menawarkan dirinya untuk merawat Naruto.
"sebaiknya Aku saja yang merawat dirimu Naruto-kun", Rias juga tiba- tiba berdiri sambil menatap Akeno dengan aura rivalitas yang dikeluarkannya.
"Ara,Buchou pikir bisa merawat Naruto-kun dengan Baik?", tantang Akeno dengan nada sindiran halusnya.
"dan pertanyaan itu juga berlaku untukmu,akeno", balas saling melempar senyum sinis.
'kenapa kedua orang ini?', batin Naruto bingung.
'Terkutuk kalian semua makhluk tampan', batin Koneko hanya terdiam mengamati perselisihan kedua seniornya itu sambil minum the buatan Kiba tetap tersenyum sambil menyaksikan ratapan Issei dan kedua seniornya yang sedang bersaing tersebut.
"jadi kau pilih aku atau Akeno,Naruto-kun?!", tegas Rias.
"Baiklah, aku sebenarnya tidak perlu bantuan siapa pun untuk merawatku.", jelas Naruto.
"T-tapi kenapa,Naruto-kun", Tanya Rias.
"K-Karena….", putus Naruto yang juga bingung karena bicara tanpa berpikir terlebih dahulu.
Ting Tong!Tiba-tiba bel berbunyi
"permisi sebentar, sepertinya ada tamu lagi", jawab Naruto yang lalu menuju ke pinrtu depan ketika ia membuka pintu tampak sosok Ophis sedang ada di depan pintu dengan menggunakan baju santai berupa kaos warna hitam yang kepanjangan serta hotpants.
"BLAMM!" tiba-tiba Naruto membanting pintunya dari luar dan bicara pada Ophis.
"S-sedang apa kau disini?!KAu juga tahu kan di Rumahku sedang ada 5 Iblis dating,bagaimana jika mereka tahu kau ada di sini!", panik Naruto.
"Tenang saja, Aku sudah menekan energiku sampai tidak terasa sama sekali", jawab Ophis bangga.
"Tapi tetap saja ada Sekiryuutei diantara kalau Ddraig keberadaanmu?!", balas Naruto.
"aku sudah mengganti auraku jadi diamlah dan biarkan aku masuk,Baka!", kata Ophis sambil merangsek masuk ke rumah Naruto.
Narutopun terpaksa membiarkannya masuk dan ketika mereka masuk,mereka disambut tatapan yang penuh selidik, tepatnya pada Ophis.
'Siapa gadis kecil ini', Batin Rias dan Akeno.
'T-This is super lolicon, lebih dari Koneko-chan', Batin nista Issei dan disambut dengan gamparan manis dari Koneko dengan tambahan ceramah singkatnya."mesum jangan disini."
'Kelihatannya teman Naruto-senpai',batin Kiba
"nee, gadis kecil ini", Tanya Rias dengan Nada cemburu?
"perkenalkan dia orang yang merawatku pagi ini,namanya….", Naruto pun kebingungan karena lupa mencarikan nama samara untuk Ophis.
"Nana, Namaku adalah Nana.",jawab Ophis juga dengan pandangan sinis kea rah 2 Gadis di depannya.
'Sial,besar sekali ukurannya', rutuk Ophis ketika melihat dua buah benda yang menggantung di dada Rias dan Akeno.'Apa seleramu seperti ini Naruto', pikirnya.
"nee,Nana-san,bisa kami tahu hubunganmu dengan Naruto apa?", Tanya Akeno dengan ekspresi penasaran.
'kumohon jangan jawab yang aneh-aneh,gadis cebol',batin Naruto bikin suasana yang tak jelas ini tambah absurd.
"kami ini ini adalah sepasang kekasih",jawab Ophis dengan singkat,jelas,dan padat."Jadi kenapa kalian berdua seperti ingin mengincar Narutoku", Tanya Ophis sambil meliukkan tangannya ke lengan Naruto.
JEDER! Tiba- tiba bagaikan tersambar petir Naruto tiba-tiba - tiba terjadi telepati antara Ophis dan Naruto.
'Gadis cebol, apa maksud kata-katamu tadi?!', tanya Naruto panik.
'Hanya menuang minyak dalam kobaran api', jawab Ophis dengan santainya.
'Maksudmu?', naruto bingung sendiri.
'Tak ada apa-apa', jawab Ophis.
Setelah telepati absurd itu selesai,saat itu pula serbuan pertanyaan dari Rias muncul.
"Apa itu benar N-A-R-U-T-O?", eja Rias dengan nada menyeramkan dan disambut dengan dengan senyum sadis Akeno.
'Woi cebol, Kumohon bilang pada mereka kalau kau Cuma bercanda, akan kubelikan apapun yang kau mau setelah ini', Naruto kembali bertelepati dengan Ophis.
'Baiklah, kalau begitu.',jawab Ophis walaupun sebenarnya ia tak sepenuhnya bercanda.
"Cuma bercanda kok", sela Ophis pada Rias dan Akeno yang membuat mereka bernafas lega."aku tak mungkin berpacaran dengan pria yang tidak jelas seperti ini", sambung Ophis dengan santai.
"Lalu hubungan kalian apa?", Tanya Issei yang masih penasaran.
"Dia memngajar les Privat di rumahku dan tampaknya dia sakit,jadi ibuku menyuruhku kaihan dengannya yang tinggal sendiri", bohong Ophis.
"jadi guru dan murid?", Tanya Akeno mencoba memastikan lagi.
"seperti itulah kira-kira", jawab Ophis
Mereka berlima pun ber-oh ria,kemudian mereka makan malam pun pamit setelah merasa cukup mengerjai Naruto (inilah niatnya dari awal).Dan tampaknya malam sudah semakin larut sehingga Rias dkk hendak sebelum mereka pulang Naruto memanggil Issei untuk bicara sebentar dengannya.
"Issei buka telapak tangan kananmu ", perintah Naruto.
"baiklah",turut Issei yang masih kebingungan.
Kemudian Naruto menaruh telapak tangan kirinya ke tangan Issei,tiba- tiba muncul sebuah tato segel yang kemudian menghilang.
"A-apa itu?", Tanya Issei panic.
"Tenang saja,Cuma sebuah bantuan untukmu", jawab Naruto dengan senyum tipis."sebaiknya kau pulang sekarang,Ero-gaki",lanjutnya.
"terserahlah",jawab Issei.
Lalu Rias dkk pulang dan Naruto pun mencoba untuk Tidur.
'aku Tahu bocah itu memang tak bisa memilih mangsa', Batin Naruto yang kemudian terlelap.
Skip time.
Keesokan malamnya,
Naruto POV
Hmmmm tampaknya detector yang kuberikan telah kusangka Dia akan melakukan sesuatu yang mengancam aku harus kembali membantu bocah mesum itu lagi.
End POV
Sementara itu di suatu gereja kumuh
Issei POV
Tampaknya aku terlalu keras kepala untuk menolong Asia-chan kekuatanku yang sekarang aku bahkan tak mampu membunuh satu malaikat jatuh sekalipun, dan saat ini sialnya aku tengah dipojokkan mereka di dalam gereja Inilah akhir kisah hidup seorang Hyoudo Issei.
End POV
Issei kini sedang dikepung oleh sekumpulan malaikat jatuh, dan tampaknya ia sedang menunggu maut menghampirinya.
"iblis rendahan,terimalah akhirmu kali ini", seru salah satu malaikat jatuh sambil melempar tombak cahaya dan membuat Issei hanya terdiam menunggu Nasib.
"dissable"
Tiba-tiba muncul sosok yang dikenal Issei berada di depannya sambil membentangkan sayap iblisnya.
"yo, kau benar-benar berminat pada gadis itu", kata sosok yang bernama Naruto tersebut."baiklah akan kubantu kau kali ini, dan sebaikknya kau juga beri dia kekuatan tempur lebih Ddraig",kata Naruto sambil melirik sebentar pada Sacred gear Issei.
"Menarik Bocah Iblis", tiba- tiba bola hijau pada sacred gear Issei berbicara pada Naruto.
"Gaki,bersiaplah kualiri dengan kekuatanku" kata Ddraig dari dalam tubuh Issei hanya bingung dari mana Suara Itu datang.
"Nanti saja untuk penjelasannya,intinya sekarang kau lebih mampu untuk melawan sekumpulan gagak ini", jelas Naruto dengan santai.
"Baiklah", jawab Issei."Heaahhhh!", Issei meninju tangannya ke Udara .Tiba-tiba terdengar Suara dari tangan Issei (BOOST) (BOOST) (BOOST) (BOOST) (BOOST) (BOOST) (BOOST) (BOOST) (EXPLOSION).
Seketika itu pula muncul sayap iblis dari punggung Issei dan Issei mulai menyerbu ke depan dengan kekuatan penuh.
"A-apa ini?!Kekuatan yang tidak masuk akal",seru salah satu malaikat jatuh.
"INILAH KEKUATAN DARI IBLIS RENDAH ITU KAU TAHU!", teriak issei sambil melompat dan meninju orang yang melemparinya dengan tombak cahaya tadi dan sukses membuat malaikat jatuh tersebut jatuh ke tanah dengan luka lumayan parah.
"nah,kenapa kalian mengepungku?",Tanya Naruto pada sekumpulan malaikat yang masih berkonsentrasi pada Naruto.
"tentu kami akan membunuhmu!",seru salah satu dari mereka.
"tampaknya tiada hari untuk istirahat bagiku", ratap Naruto.
Narutopun mengeluarkan lingkaran sihirnya dan mengambil sebuah pedang katana hitam sambil membaca mantra kuno dan berseru "noche de los niños",tiba-tiba katananya menghilang dan berganti jadi belasan belati yang melayang di belakang sayap iblis Naruto.
" Maaf,tapi hari ini aku sedang tidak mood untuk bertarung", jawab dia member komando ke belatinya dan berseru "corazón", dan belati tersebut seperti sebuah peluru kendali melesat menuju jantung para malaikat jatuh dan membuat mereka semua mati.
"sepertinya aku harus meminta maaf pada azazel setelah ini", jawab Naruto berjalan dengan santai dan tidak lupa menyelesaikan pekerjaan Issei yang tidak rapi yaitu,menghabisi malaikat jatuh yang terluka.
Dan Issei terus berlari sampai ke ruangan bawah tanah gereja, dimana dia melihat Asia sedang disalib dan dikerumuni oleh sekelompok malaikat jatuh.
"ASIA!", teriak Issei pada Asia yang hanya direspon dengan anggukan lemah dari Asia dan dibalas dengan Nada sinis oleh sosok yang pernah jadi "kekasih" Issei,Raynare.
"Hah,Iblis lagi denganmu,sekarang kekuatanku sudah jauh meningkat", Pamernya dengan arogan.
"Kalau begitu akan kucoba kekuatanmu",kata Naruto dengan Santail."Issei kau urus para malaikat jatuh lainnya dan aku urus nona gila ini", perintah Naruto.
"baiklah",jawab Issei.
"baiklah,waktunya bersenang-senang", seringai Naruto sambil mengepalkan tangannya.
TBC
Sekian chapter maaf bila Author update lebih cepat karena tampaknya masih ada waktu untuk kasih untuk reviewnya,Review anda semua sangat berguna untuk meningkatkan semangat author dan imajinasi author dalam menulis.^_^
