NARUTO FANFICTION
Chapter 4 pertukaran Shinobi
.
.
Naruto milik Masashi Kisihimoto
Warning : GAJE OOC TYPO di mana-mana dan ide terlalu pasaran
FEMNARU bukan Naruko
Genre Family
Rate masih T
.
.
.
.
-Konoha-
Yondaime terduduk di sebuah kursi kebesarannya, di sebelahnya secangkir kopi yang sudah dingin, Yondaime tidak bisa konsentrasi melanjutkan pekerjaannya
"Tou chan". Seorang anak kecil berambut pirang memeluknya dari belakang, Minato segera melirik anak kecil yang memiliki warna mata yang sama dengannya
"Ada apa Rei-chan?". Tanya Yondaime sambil menaruhnya di atas pangkuan
"Kapan aku masuk academy?". Tanya anak kecil yang bernama Rei
"Tentu saja besok sayang". Jawab Yondaime sambil mengangkat tinggi puteri kesayangannya itu, Rei yang di perlakukan seperti itu sangat senang dan bahagia
"Wah Rei chan kau sudah besar". Ucap pria yang duduk di dekat jendela
"Sudah kubilang sensei jangan keluar masuk lewat jendela". Ucap Yondaime mengingatkan gurunya
"Sudahlah Minato aku memiliki kabar yang lebih penting dari masalah jendela". Jawab pria yang bernama Jiraiya
"Apa itu sensei?". Tanya Minato namun dia terdiam sejenak dan menyuruh Rei pulang
"Uzugakure sedang menghadapi Invasi 3 negara besar, Kumo Iwa dan Kiri". Jawab Jiraiya
"Hanya itu". Ucap Yondaime yang tidak tertarik sama sekali
"Hei kenapa diam saja kita harus mengirim bantuan ke sana". Pinta Jiraiya
"Uzugakure bukan lagi sekutu Konoha jadi untuk apa kami membantu mereka". Jawab Minato
"Ta tapi". Jiraiya tidak melanjutkan ucapannya, dan tanpa bicara dia meninggalkan ruangan Hokage
Time skip
Di perbatasan Konoha-Uzugakure, Jiraiya mampu melihat kobran api asap dari kejauhan, padahal jarak antar mereka sekarang adalah 10 km
"Ayo cepat kita berangkat". Ucap Tsunade yang bersiap menuju medan tempur
Jiraiya mengangguk dan berlari menuju tempat pertempuran
-Uzugakure-
Naruto menghindari setiap pukulan yang di layangkan Hachibi
buaggghhh
Hachibi yang kembali meninju Naruto justru meninju Son yang ada di dekat Naruto
/Apa yang kau pukul baka/ bentak Son goku dan dia langsung menyerang Hachibi
Naruto hanya tersenyum senang karena dia berhasil mengadu domba gyuuki dan son goku, lalu Dia melirik Rokubi yang berencana menghancurkan patung segel penahan Ninbi dan sanbi
Rantai muncul menahan Rokubi namun bukan Naruto yang melakukannya tapi Hans Yutta dan Sifu
"Naru chan-sensei kami akan berjuang bersamamu". Ucap Sifu dengan semangat yang membara
"Ganbate untuk kalian". Jawab Naruto sambil mengacungkan jempol ke atas
"Awas". Teriak mereka ketika Gyuuki melakukan pukulan kearahnya, Naruto segera menghindarnya
Naruto melirik patung segel penahan sinbi dan ninbi yang ternyata mereka sudah kembali ke bentuk tubuh jinchurikinya
Naruto menuju patung itu dan melakukan handseal. "Segel". Tangan patung bergerak dan menekan kepala Son goku dan Hachibi, saat itu muncul bentuk rumit yang membelit kedua bijuu sehingga tidak bisa bergerak
Rokubi yang di rantai meronta-ronta sehingga rantai milik Sifu dan Hans putus
"Gawat". Ucap Hans yang melihat Rokubi mengarah pada Naruto,
Mulutnya terbuka dan menyemburkan zat asam, Naruto tidak bisa berbuat banyak, menyegel empat bijuu benar-benar menguras chakranya,
Naruto hanya pasrah, apakah ini akhir ketika cairan asam mengarah padanya
Yutta segara menuju Naruto dan menjadikan tubuhnya tameng pelindung dari cairan asam yang mengarah pada Senseinya itu
Naruto hanya terbelalak ketika Yutta ambruk di depannya, liquid bening mengalir di matanya
Dia baru 2 jam yang lalu menjadi muridnya, Yutta mau melindunginya
"Arrigatou Naru chan-sensei mau menerima kami". Ucap Yutta sampai akhirnya dia ambruk
"Yutta bertahanlah". Naruto mengaliri chakra penyembuhan pada Yutta, namun penyegelan 4 bijuu membuat proses penyembuhan sangat lama. "Tidak tidak". Naruto tidak bisa berbuat banyak ketika dia sudah tidak bisa menyalurkan chakranya, sampai akhirnya dia meninggal
|Kurama beri chakramu padaku| pinta Naruto,
/jangan bodoh! Aku dengan senang hati memberikannya/ Ucap Kyuubi
Blarr
Tubuh Naruto di selimuti chakra orange, dan memukul Rokubi sampai terpental, kemudian dengan mode kyuubi sempurna dia memporak-porandakan pasukan aliansi 3 negara
Blarr
Kyuubi menghancurkan sebuah meriam yang diketahui adalah difusi chakra
"Mereka punya Kyuubi". Ucap Tsuchikage Oonoki
"Tidak sepertinya bantuan dari Konoha telah tiba". Ucap Raikage A yang mengira Kyuubi adalah bagian dari Konoha
"Suruh pasukan mundur". Perintah Tsuchikage, perang 5 tahun dengan Konoha cukup membuat negaranya menderita dan dia tidak mau terulang kembali
"Tsuchikage-dono kau jangan lari". Ucap Raikage A kesal dengan tindakan pengecut Tsuchikage
"Mizukage Yagura sudah tertangkap jadi kami tidak bisa berbuat apa-apa". Ucap seorang kepercayaan Mizukage
"Jadi kau juga ingin mundur". Ucap Raikage kesal, Orang kepercayaan Mizukage tidak menjawab, dia berharap dengan mundurnya pasukan Kiri membuat pasukan Uzu melunak dan membiarkan Mizukage lepas. "Aku anggap jawabannya iya".
Di tempat lain pasukan Uzukage bersorak gembira melihat pasukan Aliansi sedikit demi sedikit mundur
"Kau hebat Naruto". Puji Jiraiya ketika melihat cucu angkat kesayangannya tergeletak pingsan akibat terlalu lelah menghabisi pasukan aliansi
(Rizuki1993)
Naruto terbangun dari tidurnya dua melirik semua ruangan
"Bagaimana keadaanmu bocah?". Ucap seseorang, Naruto tidak perlu menengok karena dia tahu orang itu adalah nenek Tsunade, walaupun 7 tahun berpisah tidak membuat Naruto tidak ingat suaranya
"Sedikit pusing". Jawab Naruto sambil memegang kepalanya
"Tentu saja baka, Menahan 4 bijuu sekaligus tentu menguras energymu". Ucap Tsunade dengan nada tinggi tapi lebih kearah cemas daripada kesal
"Gommen ne". Pinta Naruto, Tsunade hanya tersenyum kemudian merawat Naruto. "Bagaimana keadaan Nenek kakek dan bibi Kaouru".
"Mereka tidak apa-apa". Jawab Tsunade
"Yutta?".
Tsunade terdiam sejenak kemudian melanjutkan mengaliri chakra medisnya. "Pria yang menyelamatkanmu dari Rokubi". Tebak Tsunade dan di jawab anggukan oleh Naruto. "Maaf dia di makamkan 2 minggu yang lalu". Jawab Tsunade
Naruto melotot kearah Tsunade. "2 minggu berapa lama aku pingsan?". Tanya Tsunade
"Mungkin 1 bulan". Jawab Tsunade. Naruto hanya bisa menunduk sedih ketika dia tahu Yutta meninggal akibat melindunginya. "Sudahlah sayang jangan bersedih terus, apa kau mau membuatnya menderita di sana". Jawab Tsunade
"Iya aku akan senang". Jawab Naruto
Time skip
Invasi tiga negara telah berlalu cukup lama, Uzugakure yang porak poranda mulai membangun
Di tempat lain Naruto melakukan handseal, dan di saat itu muncul rumah besar yang terbuat dari kayu
"Wah hebat". Ucap penduduk terkagum-kagum dengan kekuatan Naruto
"Naru-hime bisakah kau buat rumah untukku dan cucuku". Ucap seorang kakek penuh harap kepada Naruto
"Aku istirahat dulu 5 menit". Jawab Naruto sambil duduk di kursi kayu yang dia buat dari jurus mokutonnya
"Naru chan-sensei berjuanglah masih ada seratus rumah lagi". Ucap Hans sambil memijat bahu Naruto
"Seratus rumah?". Ucap Naruto kaget, tubuhnya mendadak lemas dan tidak bergairah
"Minum dulu". Pinta Sifu sambil memberikan botol air
"Terima kasih". Ucap Naruto sambil menerima botol itu
Di kejauhan Uzukage Keshin tersenyum bahagia melihat Naruto yang di elu-elukan oleh penduduk Uzugakure, dia begitu yakin penduduk Uzukage bisa menerima jika dia harus pensiun dan menyerahkan jabatannya pada Naruto
"Dia masih kecil". Tegur nenek sarah mengerti dengan apa yang dipikirkan kakek Keshin
"Iya aku tahu". Jawab Kakek Keshin
5 tahun kemudian
Naruto telah berusia 20 tahun, namun genin-genin Naruto belum juga naik pangkat menjadi chuunin, salahkan Sifu dan Hans yang tidak mau mencari pengganti Yutta sehingga team genin Naruto tidak bisa ikut ujian Chuunin
"Bagaimana dengan yang ini?". Tanya Naruto kepada Sifu dan Hans ketika Naruto mengenalkan seorang anak berkacamata tebal dan ingusan gabung ke team mereka
"Jorok aku tidak mau dia masuk ke teamku". Jawab Sifu dan di benarkan oleh Hans
Naruto hanya bisa menghela nafas, sepertinya mereka harus menunggu ujian chuunin tahun depan lagi. "Kenapa kalian selalu menolak calon teman kalian?". Tanya Naruto
"Kalau kami lulus ujian chuunin kami takut Naru chan sensei tidak akan satu team lagi dengan kami". Jawab Sifu dan Hans mengangguk membenarkan ucapan Sifu
Naruto melongok dengan jawaban tak terduga dari dua murid yang usianya 1-2 tahun lebih tua darinya. "Kalian tahu setelah menjadi Chuunin, maka hubungan ku dengan kalian akan berakhir—".
"Sudah kuduga". Jawab Sifu
"Aku belum selesai". Ucap Naruto kesal. "Baiklah berakhir di sini adalah hubungan murid dan guru, atau artinya kita setara walaupun biasanya aku jounin selalu menjadi kapten dan ketika menjadi Jounin kau dan aku sudah setara bahkan kau bisa memimpinku". Jawab Naruto menjelaskan
"Jadi artinya kita bisa satu team walau kita naik jadi chuunin". Tebak Hans
"Benar sekali". Jawab Naruto
'Buat apa kami tidak ikut ujian chuunin' ucap mereka dalam hati
"Selain itu—". Seorang Anbu datang sebelum Naruto menyelesaikan pembicaraannya
"Anda dipanggil Uzukage-sama". Ucap Anbu
"Baiklah aku akan ke sana". Jawab Naruto, Anbu dengan topeng Shinigami menunduk hormat dan pergi. "Aku pergi dulu".
"Memang ada misi apa Naru chan-sensei?". Tanya Hans, Naruto mengendikan bahu tanda tidak tahu
Time skip
Naruto memasuki sebuah ruangan dengan klasik dengan meja panjang, di sana kakek Keshin menunggu Naruto sambil mengerjakan document Uzu
"Ada apa Jiji". Tanya Naruto, kakek Keshin memberikan sebuah surat proposal yang memiliki stempel resmi. "Pertukaran Jounin?". Ucap Naruto
"Konoha meminta desa Uzu untuk mengajarkan Fuuin kepada generasi muda Konoha". Ucap Kakek Keshin. "Mereka minta yang terbaik, jadi aku harus mengirimmu". Tambah Kakek Keshin yang ragu-ragu ketika berkata mengirimmu
"Apa mereka mau menerimaku?". Tanya Naruto ketika membaca surat itu berulang-ulang,
"Apa kau ragu Naru chan?". Tanya Kakek Keshin
"Tidak maksudku bagaimana kalau mereka tetap dingin padaku?".
Kakek Keshin menaruh document di tangannya, dan memeluk cucunya itu. "Kalau Naru menunjukan kekuatanmu kakek yakin kau langsung di terima oleh mereka". Jawab Kakek Keshin yang sedikit menghilangkan kerguan Naruto. "Sekarang pulang dan kemasi barangmu".
(Rizuki1993)
Naruto POV
Aku berdiri cukup lama di depan gerbang, sampai seorang pria dengan seragam hijau menghampiriku
"Ada apa nona?". Tanya pria itu
Aku tersenyum kearahnya. "Aku mau bertemu Hokage-sama". Jawabku, dia terlihat memperhatikan aku dari bawah sampai atas. "Apa kau Jounin Uzu?". Tanya pria itu, aku hanya mengangguk
"Ayo ikut aku". Jawab pria itu, aku hanya mengangguk dan mengikutinya dari belakang, sampai kami di sebuah gedung besar dengan huruf kanji Hi di sana
Tok tok tok
"Masuk". Suara yang tidak asing di telingaku terdengar dari dalam
"Aku sangat sibuk di sana jadi bisakah masuk sendiri?". Tanya pria itu, dan aku hanya mengangguk,
Aku menghembuskan nafas berkali-kali, detak jantungku terus berdetak semakin kencang
Ceklek
Aku memasuki ke dalam ruangan tersebut, pria berambut pirang yang juga ayahku menatapku heran, sepertinya dia tidak mengenaliku sama sekali,
"Kau pasti Jounin dari Uzu?". Tanya Yondaime, aku mengangguk sambil menyerahkan surat tugasku, di sana tertera berbagai macam keahlianku. "Fuuin jutsu taijutsu dan—". Yondaime terhenti dan itu membuatku gugup
"Ada apa Yondaime-sama?". Tanya aku
"Aku hanya terkejut ketika kau bisa jurus Mokuton". Ucap Yondaime, aku hanya tersenyum mendengar ucapannya. "Sekarang tunjukan padaku". Pinta Yondaime, Aku mengangguk lalu membuat sebuah segel, dan munculah sebuah kursi yang terbuat dari kayu di depanku. "Hebat ya". Puji Yondaime. "Aku yakin ayahmu sangat bangga untuk hal ini".
"Sayangnya ayahku belum mau menerimaku sampai sekarang". Jawabku
Yondaime terdiam sejenak kemudian menaruh document tugas milikku. "Aku yakin dia adalah ayah paling bodoh di dunia". Jawab Yondaime. "Hari ini ada ujian masuk team genin apa kau juga mau melihatnya". Ajak Yondaime
.
.
.
TBC
