"Hari ini kita kedatangan tamu-nodayo."
"Siapa?"
"Orang penting?"
"Aku penasaran-ssu."
"Kalian tak akan menyukainya."
"Heh?"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Welcome To Miracle's Café
Disclaimer = Fujimaki Tadatoshi-sensei. Saya hanya meminjam chara dan meminjam ide cerita.
Genre = gak tau harus diisi apaan
Rated = T
Warning = typo, ooc, abal, gaje, alur ga jelas, dll
A/N = amel bakal masukin 4 cewe nista yang muncul di chap kemaren
CAKE 4
[ Minggu, 17 September 20xx ; Pukul 08.30 Pagi ]
"Kok tidak suka?" tanya Kise bingung.
"Kalian liat saja nanti-nodayo." Midorima hanya memasuki ruang staff. Tampak pusing. Sedangkan kau sedang dengan semangat melap salah satu meja, dan terdapat background bunga disekelilingmu.
"Kenapa (name) keliatan bahagia sekali?" tanya Aomine yang risih melihat bunga-bunga disekitarmu.
"Entahlah-ssu." Jawab Kise.
"Kurasa aku bisa menebak siapa yang datang." Ujar Kuroko.
"Siapa?" tanya Kagami.
"Sepupu Akashi-kun." Jawab Kuroko.
"Tidak mungkin!" Aomine tampak tidak percaya. Kise Shock, dan Murasakibara menjatuhkan snack miliknya.
"Ke-kenapa dengan kalian?!" Kagami yang tidak tau siapa sepupu Akashi hanya kebingungan dengan tingkah rekan kerjanya.
"Itu mungkin Aomine-kun. Biasanya kalau 'dia' datang, (name)-san akan senang sekali." Jawab Kuroko melihat kau yang tetap berbunga-bunga.
"Huwaa! Aku mau bolos kerja saja-ssu!" Kise berlari keruang staff.
"Kaga-chin. Hari ini kau saja yang memasak. Aku sedang tidak enak badan." Murasakibara menyentuh pundak Kagami dan berjalan sempoyongan keruang staff.
"Tetsu! Aku ada urusan! Bisa kau bilang ke Akashi aku tidak bisa kerja hari ini?" Aomine tampak memelas.
Sebelum Kise, Murasakibara masuk ke ruang staff, dan bertepatan dengan Midorima yang keluar ruang staff, pintu café dibuka dengan heboh. Menampilkan gadis cantik dan manis dengan surai merah muda.
"Ohayou!" teriaknya ke seisi café, yang membuat semua pekerja disana terguncang, kecuali kau dan Kagami tentunya.
"Ohayou Momo-chan." Kau membalas sapaan Momoi dengan senyuman. Dibelakang Momoi terdapat Akashi yang sepertinya sudah pusing.
"Ne.. ne.. (name)-chan! Aku punya ide untuk event hari ini! Sei-chan sudah bilang akan ada event hari ini! Jadi aku mengusulkan ideku! Ia belum menyetujuinya sih…" ujar Momoi yang menghampirimu.
"Kau siapa?" tanya Kagami polos. Memang sih jika Kagami tidak tau Momoi karna baru bekerja beberapa bulan.
"Dia sepupuku. Momoi Satsuki." Jawab Akashi.
"Salam kenal Kagamin!" kata Momoi menjabat tangan Kagami.
"Kagamin?!"
"Kembali ke topik utama. Aku ingin minta persetujuan (name)-chan untuk tema event kali ini." Momoi melihatmu dengan tatapan serius.
Memang di café milikmu itu setidaknya minimal ada 1 event setiap bulan. Kau dan Akashi sudah merencanakan event kali ini temanya 'musim gugur'. Tapi berhubung Momoi datang, dan biasanya bikin kekacauan, kau berpikir untuk mempertimbangkan idenya.
"Baiklah Momo-chan. Apa idemu?" tanyamu yang membuat semua lelaki disana memandangmu horror, kecuali Kagami.
"Tema event kali ini, Crossdressing!" teriak Momoi yang membuat semuanya kaget. Akashi yang sudah mendengar terlebih dahulu hanya memijit pelipisnya pelan.
"Cro-crossdressing?!" Kagami berteriak kaget.
"Yap. Kalian belum pernah mengadakan event macam ini, kan?" Momoi tampak makin semangat.
"Hem.. eventnya kan hari ini. Memangnya kau sudah menyiapkan kostum-nya?" kamu pun bertanya, dan kemudian disusul anggukan Kise dan Aomine.
"Sudah dong!"
CTAK!
Momoi pun menjentikan jari. Muncul 3 Bodyguard yang membawa beberapa pakaian. Semua hanya shock, mereka lupa bahwa Momoi adalah SEPUPU Akashi yang segala bisa.
"Menunya?"
"Yang biasa aja. Bedanya kita akan berubah gender. Fufufufu.." Momoi tampak licik dengan tawanya itu.
"Boleh dicoba tuh." Pernyataanmu membuat semua yang disana kaget.
"Oh ayolah, tidak semuanya bakal Crossdressing, kok! Aku akan memilih siapa yang crossdressing." Katamu sembari tersenyum. Dan semua yang disana langsung berdoa, supaya tak kedapetan bagian crossdressing.
.
.
.
.
.
15 Minutes Laters
.
.
.
.
.
"(name). jelaskan mengapa aku harus memakai ini." Akashi keluar dari ruang ganti. Dan betapa cantiknya dia! Akashi memakai gaun mewah berwarna merah, minim renda, dan panjangnya selutut. Memakai sepatu hak rendah dan stoking putih. Tak lupa memakai wig. Dan dia sangat cantik dan manis! Juga terkesan bangsawan.
"Hem? Kau sangat cantik Akashi-chan." Kau pun menjawab seraya menahan senyuman.
"(name) terlihat gentleman!" Momoi yang memakai baju Maid pink itu pun menghampirimu. Kau mengikat rambutmu dan memakai wig cowo. Pakaianmu kau ganti dengan kemeja dan setelan jas butler berekor. Juga dasi yang berada didalam jas. Tak lupa sepatu khas butler hitam yang mengkilat. Kau tampak terlihat gentle.
"wuah! Kurokocchi imut sekali-ssu!" Kise mengagumi Kuroko yang baru keluar dari ruang ganti. Kuroko memakai gaun bergaya Alice In Wonderland berwarna biru muda. Memakai wig panjang, dan memakai bandana berwarna putih.
"Ki-chan juga imut, kok!" Momoi menimpali. Kise memakai baju Maid berwarna peach. Pinggangnya terdapat tali hitam yang menghubungkan ke pita peach dibelakangnya. Roknya diatas lutut, memakai sepatu hak rendah berwarna peach, tak lupa stoking berwarna putih. Untuk hiasan rambutnya ia memakai bandana yang dilengkapi Nekomimi. Sangat imut!
"Tapi, Midorima-kun juga lumayan, kok." Kuroko melihat Midorima yang masih malu-malu dengan pakaiannya. Buktinya ia mencengkram rok bajunya sendiri yang panjangnya selutut. Midorima memakai baju bergaya Alice In Wonderland. Bedanya berwarna hijau. Rambut wignya pun diikat 1. Menambah kesan dewasa dan imutnya secara langsung.
"Mereka tak cocok pake baju maid. Ah kecuali Murasakibara-kun. Ia cocok, Cuma Momo-chan tak punya sizenya." Jawabmu sembari ditanya ketiga cowo sisanya yang tak memakai baju maid. Bisa dibilang Aomine, Kagami, dan Murasakibara tak memakai baju maid.
"Ini terlihat seperti Maid Café-nodayo." Ujar Midorima. Hawanya sekarang seperti kepala pelayan disana.
"Bagus dong." Momoi menjawab dengan girang.
"Sudahlah! Sudah waktunya buka!" kau pun menepuk tanganmu memberi tau semua untuk bersiap diposisi masing-masing.
"Ikemasho!"
"Yosh!"
~-Welcome To Miracle's Café-~
"Yokozo!" ujar Kise didepan pintu masuk.
"Kawaii!" tamu yang merupakan 2 lelaki itupun terpana akan kecantikan Kise.
"Untuk 2 orang Kurokocchi!"
"Hai'. Silahkan kemari." Kuroko memberikan tempat untuk 2 lelaki tersebut yang dekat dengan jendela.
"Uwaahh! Kamu imut sekali nona!" puji cowo A.
"Iya benar!" disetujui oleh cowo B.
"Terima Kasih." Kuroko mencoba untuk tersenyum walaupun sebenarnya ia jengkel dibilang imut. Setelah menuntun kemeja yang disiapkan, Kuroko pergi. Dan Akashi pun datang.
"Mau pesan apa?" Akashi tersenyum (bisnis) kepada 2 lelaki itu yang membuat mereka lope-lope seketika.
"Paket cake set C. minumnya diganti es lemon tea saja." Pesan cowo A.
"Lovely Chocolate Cake dan Earl Grey Tea. Ditambah sentuhan cinta darimu nona manis." Pesan cowo B dengan gombalan untuk Akashi. Seandainya tak ada istilah 'Tamu adalah Raja' Akashi akan menjahit mulut cowok B tersebut dengan gunting yang disakunya ini.
"Baiklah. Mohon ditunggu sebentar." Akashi menunduk sedikit dan pergi. Tak lupa setelah pergi hawa-hawa mencekam terlihat sedikit.
BRAAKK!
Suara pintu café yang seperti –coretemangcoret- didobrak itupun hampir menarik semua perhatian pengunjung. Ternyata seorang cewe berambut pirang sepunggung namun diikat ekor kuda itu masuk dengan wajah sumringah.
"Mizuki! Tak baik mendobrak café milik orang!" muncul cewe lainnya yang kita kenal Inori sambil berteriak. Inori bersurai pink Fanta yang rambutnya digerai. Bando putih menghias rambutnya.
"Kalau kau berteriak seperti itu kau akan mengganggu yang lainnya, baka!" teriak cewe bersurai Biru laut dalam yang dikenal Yuta. Iapun menghampiri Inori dan Mizuki sambil bekacak pinggang.
"Kau juga berteriak Yuta. Dan lihat, kita menarik perhatian." Tiba-tiba datanglah cewe anggun dengan warna surai hitam pekat. Hanako, cewe yang paling normal diantara ketiganya.
"Untuk berapa orang?" tanya Kise saat keempat cewe nista itu diam.
"4 orang… Kise-chan!" jawab Mizuki yang sempat melihat nametag Kise terlebih dahulu. Ia tak tau kalau Kise sedikit kesal karena baru kenal sudah memakai imbuhan seperti itu. Dan dia cowo jadi seharusnya menggunakan 'Kun' bukan 'chan'.
Oh kise, kau sedang crossdressing nak!
Back to story. Setelah diantar Kise, munculah Midorima yang menghampiri 4 cewe nista itu.
"Pesan apa?" tanya Midorima. Mizuki dan Yuta melirik –coretmenatapcoret- Midorima. Inori hanya melirik sedikit Midorima. Sedangkan Hanako dengan anteng membaca menu.
"Hawaii Parfait saja." Pesan Hanako.
"Party Donut set A. donat kacangnya bisa diganti donat gula?" pesan sekaligus tanya Inori.
"Bisa-nodayo. Minumnya ingin diganti?" jawab Midorima.
"Tidak. Orange Juice yang terbaik." Jawab Inori yang melihat Mizuki dan Yuta yang masih berkutat dengan menu.
"Cepatlah kalian berdua!" Inori sedikit berteriak.
"Bentar Inori. Aku Blueberry Cheesecake sama Ice Tea saja." Pesan Yuta.
"Rainbow Cake sama Orange Juice." Pesan Mizuki. Midorima hanya menunduk dan pergi. Kamu pun disuruh Kagami untuk mengantarkan pesanan ke meja 4 cewe nista itu. Saat menuju kemeja tersebut, kamu mendapat perasaan yang aneh.
"Ini pesanannya." Kau pun meletakan pesanan 4 ralat 3 cewe nista maksudnya.
"Ne… kamu itu sebenernya cewe, kan?" tanya Yuta tiba-tiba.
"Yang rambut kuning, hijau, itu sebenernya cowo kan?" tambah Inori.
"Yang babyblue dan pink juga cowo jangan-jangan?" tanya Mizuki. Sedangkan Hanako hanya tersenyum kearah kamu. Tatapan itu berkata 'sabarlah-dengan-mereka'. Kau hanya menghela nafas.
"Iya. Ah kecuali yang pink. Ia cewe tulen. Kami sedang mengadakan event Crossdressing." Jawabmu sembari tersenyum (terpaksa).
"He? Pantas saat aku melihat yang hijau rasanya ada sedikit aura cowonya." Yuta hanya melihat Midorima yang sedang menulis pesanan tamu lain.
"Yang merah juga. tapi yang baby blue dan Kise-chan—ah maksudku Kise-kun, hawa perempuan mereka terasa sekali." Tambah Mizuki. Kamu hanya tertawa garing.
"Maaf mengganggu pekerjaan anda." Hanako meminta maaf padamu.
"Tidak apa-apa. Banyak yang bertanya seperti itu." Jawabmu berbohong.
"Selamat bekerja kembali Butler-chan." Ujar Yuta. Kamu pun membungkuk dan menghela nafas.
"Gimana? Ingin menyetujui usul Satsuki lagi?" tanya Aomine yang tertawa kecil saat melihatmu menghela nafas.
"Kalau yang aneh-aneh aku tak akan menyetujuinya." Jawabmu mengambil pesanan selanjutnya.
"Sayangnya usulnya aneh-aneh." Kata Aomine yang menghampiri salah satu pelanggan yang ingin pesan. Kamu pun hanya mendengus kesal.
.
.
.
.
.
.
.
Cake 4 has eaten ( baca TBC/? )
Dibalik dapur /? :
Yeay! Akhirnya yang ini update juga! amel nahan iler buat update yang ini. Oh ya yg "You Are Me" amel belum nemu hidayah. Malahan dapet yg "My Imouto" yg ratednya telah naik ke M. haah.. bulan puasa tetep aja amel ero banget.
Kalo para reader ingin masuk ke cerita ini sertakan nama panggilan+ciri+sifat. Tapi nanti jadi nista loh kalo ama amel. Jadi berpikirlah terlebih dahulu/?. Kenapa amel pake nama panggilan, karena full name merepotkan *dibuang*. Sudah dulu obrolannya. Udah buka puasa nih. Amel gak mau kehabisan es timun suri. Akhir kata…
MIND RnR?
See you in next event!
