Title: 2PM Story Junnick Ver.

Author: Bluedevil9293 a.k.a Dean Choi a.k.a Ayumu Sakurazawa.

Part: 3 / 14 + Epilog.

Main Cast: Lee Junho X Nichkhun Buck Horvejkul.

Rated: T.

Genre: Romance, Comedy, Family, M-preg.

Warning: Yaoi, Shonen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo, Gaje, Alur kecepetan, EYD, M-Preg Don't Like Don't Read.

Summary: Hanya karena sebuah kejadian singkat di suatu malam yang berakibat fatal, Lee Junho dan Nickhun Buck horvejkul harus menangung semuanya akibatnya. Karena dibalik sebuah kejadian tak terduga pasti akan melahirkan sebuah kejadian tak terduga lainnya.

Note: Sebenarnya ini ff udah pernah aku publis sebelumnya di blog. Tapi sekarang aku publis lagi dengan menganti banyak adegan cerita di beberapa bagian. Jadi jangan heran kalau kalian pernah merasa membaca ff ini ya.


Author Pov

Saat ini di ruang tamu sudah berkumpul seluruh anggota 2PM termasuk Junho yang sedari tadi habis di hakimi oleh Taecyeon dan Chansung. Semua mata menatap tajam karah Junho, pandangan mereka semua seolah-olah ingin melenyapkan Junho dari peradaban dunia.

"Bagaimana. Apa kamu masih tak mau mengakui anak yang Khunnie kandung itu sebagai anakmu?" Tanya Junsu pada Junho. Junho menelan salivanya dengan sedikit susah.

"Nggak. Sekali nggak tetap nggak" kata Junho bersikeras. Ternyata egonya masih sangat tinggi. Ia tahu jelas kalau bayi itu memang miliknya tapi ia tetap saja membantah tak mau mengakui sama sekali.

"Kamu…" Nichkhun mulai marah. Ia tak suka dengan tingkah Junho yang terus menyangkal sejak tadi. Ia yakin sekali kalau Junho sengaja melakukan itu senua.

"Apa…?" tantang Junho saat ia melihat amarah Nichkhun meninggi.

"Aish… sudah-sudah kenapa jadi berantem lagi sih" kata Taecyeon sedikit kesal. Kalau terus bertengkar bagaimana semua permasalahan ini akan terselesaikan, pikir Taecyeon.

"Dia yang mulai" kata Nichkhun sambil nunjuk-nunjuk Junho.

"Bukannya kamu yang mulai. Ngaku-ngaku kalau aku udah ngehamilin kamu, mana sudi aku tidur dengan namja menyebalkan seprti kamu" kata Junho pedas.

"Lho, emang benarkan" kata Nichkhun tak mau kalah.

"Kapan? Nama buktinya" Tanya Junho.

"Bukti, Buktinya ini bayi yang aku kandung" jawab Nichkhun enteng karena ia yakin seratus persen kalau ia benar.

"Heh, bisa saja kan itu anak orang lain" kata Junho masih kekeh tak mau mengakui semuanya.

"Jadi kamu pikir aku namja murahan yang mau tidur sama banyak namja?" marah Nichkhun. Ia merasa di hina secara tak langsung oleh Junho.

"Mungkin saja. Mungkin itu anak dari namja yang kamu ajak tidur berkali-kali. Lalu Karena kamu tergila-gila padaku jadi kamu bilang itu anakku" kata Junho dengan pedenya.

"Omo… aku? Tergila-gila padamu? Jangan harap. Seperti tak ada yeoja lain saja" kata Nichkhun tak kalah pedenya.

"Maksudmu…. Aku yeoja gitu. Kamu sadar nggak sih yang lagi hamil itu kamu. Jadi yang yeoja itu kamu" ledek Junho membuat Nichkhun semakin berapi-api.

"Aku namja bukan yeoja" marah Nichkhun karena diledek Junho.

"Oh ya? Tapi kenapa bisa hamil ya?" sindir Junho.

"Kamu…" marah Nichkhun.

"Aku hamil juga karena kamu. Kamu yang udah nidurin aku tiga bulan yang lalu" kata Nichkhun apa adanya, karena itu lah yang ia tahu.

"Aish…. Kenapa sih kamu ngotot bilang itu anak aku?" Tanya Junho heran.

"Karena anak ini memang anak kamu" kata Nichkhun.

"Apa buktinya?" Tanya Junho.

"Buktinya…."

"Kenapa? Nggak bisa jawabkan" ledek Junho.

"Udah deh khunnie. Kalau kamu memang suka sama aku bilang aja. Nggak usah bohong kayak gini kenapa" kata Junho.

"Omo…. Harus berapa kali sih kamu aku kasih tahu kalau aku nggak pernah suka sama kamu" jengkel Nichkhun.

"Aish…. Sudah-sudah berhenti berantemnya" lerai Junsu yang sedari tadi memperhatikan pertengkaran dua namja itu.

"Junho kamu tetep nggak mau ngakuin anak yang ada di dalam perut Khunnie Hyung?" Tanya Taecyeon sambil menatap Junho tajam membuat namja satu itu sangat risih. Apa lagi yang lain juga ikut-ikutan memandang tajam kearahnya.

"Jelas saja. Itu kan memang bukan anakku. Tanyakan saja pada namja-namja yang sudah dia ajak tidur satu persatu" kata Junho menyangkal untuk yang e sekian kalinya.

"Ini anak kamu Junho" kesal Nichkhun karena sejak tadi Junho tak mau megakui anak yang sedang ia kandung.

"Bukan…"

"Anak kamu…"

"Bukan…"

"Anak kamu…"

"Bukan…. Bagaimana bisa itu jadi anak aku kalau kita Cuma ngelakuinnya sekali" kata Junho keceplosan lalu menutupi mulutnya.

Aish…. Bodoh…. Bodoh… bodoh… kenapa harus ke ceplosan sih. Sesal Junho sambil memukul mulutnya sendiri pelan.

"Mwo.. ahahah…. akhirnya kamu akui juga Junho" kata Wooyoung senang. Akhirnya Junho mengakui kalau ia pernah tidur dengan Nichkhun.

"Mak-maksud Hyung apa?" Tanya Junho gugup. Ingin sekali ia menghentakkan kepalanya kedinding karena kebodohannya tadi itu.

"Ia, akhirnya kamu akui juga kalau kamu pernah meniduri Khunnie" kata Taecyeon sambil tertawa kecil.

Mampus kamu Junho…. Ayo Hyung…. Pojokin aja terus kata Nichkhun dalam hati sambil tertawa pelan.

"Apa ketawa-ketawa. Senang…" kata Junho pada Nichkhun. Junho memandang Nichkhun tajam tapi namja satu itu segera membuang muka saat melihat tatapan tak menyenagkan dari Junho.

"Nggak kok" kata Nichkhun senang. Didalam hatinya sana ia tengah bersorak-sorak senang.

"Junho kamu akan bertanggung jawabkan?" Tanya Junsu sambil menatap dan mendekati Junho.

"Aku… Aku…. Yack.! Hyung nggak mungkinkan kalau Khunnie hamil dia kan namja. Paling itu Cuma alasannya aja. Dia kan sangat tergila-gila padaku" kata Junho masih berkilah. Nichkhun menatap Junho tak suka saat mendengar lagi-lagi Junho mengira dia menyukai namja satu itu.

"Mwo… kamu nggak percaya kalau aku hamil? Kamu pikir aku pembohong?" Tanya Nichkhun.

"Kalau ia kenapa? Kamu Cuma bohong ajakan biar bisa dapet perhatian dari aku" kata Junho.

"Aish… kamu…" kesal nichkhun yang kembali memanas.

"UDAH… DIAM… BERANTEM LAGI BERANTEM LAGI. KAYAK NGGAK ADA HAL LAIN YANG LEBIH PENTING DARI BERANTEM AJA" teriak Junsu sebal pada dua dongsaengnya itu.

"Dia yang mulai" Junho dan Nichkhun saling tunjuk menunjuk.

"Udah lebih baik sekarang kita kerumah sakit aja" kata Junsu lagi.

"Mau ngapain Hyung?" Tanya Junho.

"Ne…. mau ngapain?" Tanya Nichkhun juga.

"Mau mutilasi kalian berdua" Junsu menarik Junnick pergi.

"Omona… andwae…." Teriak Junnick. Taecyeon dan Chanwoo hanya bisa diam dan mengikuti apa yang di lakukan Junsu saja. Junsu menarik Junho dan Nichkhun dengan paksa. Akhirnya mereka berenam pergi juga menuju rumah sakit terdekat.

At inha hospital…

"Hyung…. Beneran mau mutilasi kita berdua?" Tanya Junho takut.

"Ia…" kata Junsu seram.

"Hyung jangan….. aku belum mau mati" teriak Nichkhun.

"Aku juga belum mau Hyung" kata Junho.

"Kalau mau mutilasi dia aja Hyung" kata Nichkhun sambil nunjuk ke arah Junho.

"Omo…. Kenapa aku. Kamu aja sana" balas Junho.

"UDAH DIAM" teriak Junsu yang menbuat Junnick terbungkan. Taecyeon dan Chanwoo hanya bisa geleng-geleng kepala di buatnya.

"Saudara Nichkhun silahkan masuk" kata seorang suster.

"Khunnie cepat masuk" perintah Junsu.

"Aku…. Nggak mau Hyung. Andwae….." ronta Nichkhun saat Junsu mendorongnya dengan paksa masuk kedalam sebuah ruangan.

"Bye… Bye… Khunnie" kata Junho dengan suara semanis mungkin. Di lambaikannya pula kedua tangannya. "Sampai ketemu di akhirat ya, itu juga kalau kamu masuk surga" sambung Junho lagi.

"Andwae…." Teriak

Author Pov

Drom 2PM….

"Aku pikir aku bakal mati tadi" kata Nichkhun sambil menjatuhkan tubuhnya di atas sofa. Ia dan ke lima anggota 2PM lainnya baru saja kembali dari rumah sakit dan melakukan beberapa pemeriksaan pada Nichkhun.

"Aku juga. Aku pikir bakal di mutilasi beneran. Ternyata Cuma di ambil sample darahnya aja. Hyung bikin takut aja sih tadi" kata Junho dengan nada setengah bercanda pada junsu tapi namja satu itu hanya diam saja.

"Habis kalian berdua berantem terus sih. Ya udah aku kerjain aja" kata Junsu akhirnya.

"Eh… ngomong-ngomong tadi kita kerumah sakit ngapain sih?" Tanya Wooyoung heran sebenarnya apa yang dilakukan Junho dan Nichkhun tadi di rumah sakit.

"Test kehamilan dan test DNA" kata Junsu santai.

"Untuk?" Tanya Chansung dengan polosnya.

"Mengetahui semua kebenaran" kata Junsu.

"Maksudnya?" kata Wooyoung. Junsu sedikit kesal dengan kepolosan dua dongsaengnya itu.

"Ini di dalam sini semua hasilnya. Hasil yang akan membuktikan apa kah Khunnie itu hamil atau tidak. Dan kalau berar Khunnie hamil, apa itu anak Junho atau bukan semuanya ada didalam sini" kata Junsu sambil memperlihatkan dua buah amplop berwarna putih dan di luar amplop tadi tertera bacaan inha hospital nama rumah sakit yang tadi mereka kunjungi.

"Cepat di buka aja Hyung. Biar semua jadi jelas" kata Taecyeon semangat.

"Ne…" Junsu lansung membuka dan membaca salah satu dari dua amplop yang ada di tangannya.

"Bagaimana Hyung" Tanya Taecyeon penasaran. Semua mata memandang Junsuy dengan tatapan penasaran mereka.

"Ini Junho. Baca yang nyaring" perintah Junsu sambil memberi surat dalam amplop yang telah ia baca. Junho bersiap-siap membaca surat keterangan yang di berikan Hyungnya tadi. Sedangkan Junsu sudah mulai membaca surat yang satunya lagi.

"NAME: NICHKHUN BUCK HORVEJKUL
AGE: 22
GENDER: MALE
RESULTS: PO…. POSITIVE" kata Junho membaca surat yang ada di tangannya. Matanya membulat sempurna saat melihat kata 'positif' tertera didalam kertas tadi.

"Bagaimana sudah yakin kalau Khunnie Hyung hamil?" Tanya Taecyeon senang karena ia merasa menang melawan keangkuhan Junho tadi.

"He..he… Ne Hyung" kata Junho pelan. "Tapi belum tentu itu anakku" lagi-lagi Junho kekeh mengelak.

"Oh ya… isi surat yang satu lagi isinya apa Hyung?" Tanya Chansung penasaran.

"Ini…?" Tanya Junsu sambil memperlihatkan surat yang ada di tangannya.

"Ne Hyung" kata Chansung sambil mengagukan kepalanya pekan.

"Surat ini isinya pembenaran bahwa bayi yang di kandung Khunnie itu benar-benar milik seorang lee Junho" kata Junsu santai karena ia yakin kalau anak yang di kandung Nichkhun itu benar-benar anak Junho.

"Omo…. Nggak mungkin itu anakku" kata Junho dengan sangat yakin.

"Kalau nggak percaya baca sendiri aja nih" kata Junsu langsung memberikan surat yang ada di tangannya pada Junho. Junho membaca surat itu berkali-kali tanpa perkedip. Namun tetap saja isi surat itu mengatakan kalau ialah appa dari bayi yang di kandung Nichkhun.

"I-ini.." kata Junho terbata-bata, ia masih tak percaya dengan apa yang sedang ia baca saat ini.

"Huh sudah percayakan kalau aku nggak bohongin kamu" sindir Nichkhun penuh kemenangan. Akhirnya semua terbukti Junho, aku nggak bohongkan. Aku memang hamil anak kamu. Sebenarnya sih nggak sudi aku ngandung anak kamu. Tapi mau bagaimana lagi, itu kan kecelakaan. Kata Nichkhun dalam hati.

"Diam kamu, berisik tahu" bentak Junho pada Nichkhun. Nichkhun tersenyum kecut pada Junho. Udah jelas-jelas salah malah sekarang kamu marah-marah ke aku. Seharusnya aku yang marah-marah ke kamu tahu. Pikir Nichkhun lagi.

"Apa? Aku nggak berisik kok. Kamu tuh yang ngeselin" kata Nichkhun sinis.

"Kamu….." Junho mulai sebal pada Nichkhun. Ia melangkah mendekati Nichkhun namun lansung di halang oleh Chansung sebelum terjadi sesuatu pada namja yang sedang berbadan dua itu. Chansung tahu kalau Junho tegah kesal dan marah pada Nichkhun yang memejokannya tadi.

"UDAH DIAM… CHANSUNG… TAECYEON… CEPAT BAWA MEREKA KE KAMAR LALU KURUNG MEREKA BERDUA" perintah Junsu yang tak kalah jengkel pada dua dongsaengnya ini. Ia tak habis fikir, bisa-bisanya dua namja yang sebentar lagi akan menjadi apa dan umma it uterus saja bertengkar tanpa henti.

"Ne Hyung" kata Chansung dan Taecyeon yang langsung menyeret paksa Junnick masuk ke dalam sebuah kamar lalu di kunci dari luar.

"Hyung buka…." Teriak Junnick sambil mengedor-gedor pintu.

"Nggak bakal Hyung buka sebelum kalian dapat solusi terbaik buat masalah kalian ini. Kalian berdua jangan seperti anak kecil lagi lah. Ingat sebentar lagi jadi orang tua lho, masak nggak malu sama calon anak sendiri sih?" kata Junsu dari depan pintu.

"Udah ayo tinggalin aja mereka berdua" kata Junsu lagi. Pasangan Taejun dan Chanwoo langsung pergi meninggalkan Junnick yang terus mengedor-gedor pintu.

"Hyung mau di kurung sampai kapan mereka?" Tanya Wooyoung.

"Entahlah. Tunggu beberapa saat saja" kata Junsu. Yang lain mengangguk mengiakan.

Author Pov

Setengah jam kemudian…

"Bagaimana? Sudah dapat solusi yang terbaik?" Tanya Junsu pada Junnick yang baru di bebaskan dari dalam kamar. Kini mereka berenam kembali berada diruang tamu untuk mengintrogasi pembuat semua masalah hari ini.

"Udah Hyung" kata Junho santai sedangkan Nichkhun hanya menganggukan kepalanya saja.

"Jadi, apa keputusan kalian sekarang?" Tanya Junsu.

"GUGURKAN SAJA BAYINYA HYUNG" teriak Junnick dengan penuh semangat. Junsu, Taecyeon, Chansung dan Wooyoung menatap Junho dan Nichkhun tajam.

"LEE JUNHO….. NICHKHUN BUCK HORVEJKUL….." teriak Junsu kesal. Buaknnya mendapatkan pemecahan masalah malah yang ada tambah memperkeruh suasana saja, pikir Junsu.

"Hyung sabar" kata Taecyeon menenagkan Junsu.

"Sebenarnya selama kalian di kurung dalam kamar apa saja yang kalian diskusikan. Kenapa kalian malah dapat ide bodoh seperti itu?" Tanya Junsu yang masih kesal.

"Kita diskusin…" kata Junnick

~flashback~

"Hyung buka…." Teriak Junnick dari dalam kamar sambil mengedor-gedor pintu.

"Nggak bakal Hyung buka sebelum kalian dapat solusi terbaik buat masalah kalian ini. jangan seperti anak kecillah kalian. Ingat sebentar lagi jadi orang tua lho" kata Junsu dari luar kamar.

"Hyung keluarin aku kalau mau ngurung, kurung Junho aja jangan aku. Hyung nggak kasiahan apa sama aku? Aku kan lagi hamil" kata Nichkhun memelas.

"Omo…. Jangan Hyung. Kurung Khunnie aja, tapi aku di bebasin" kata Junho tak mau kalah.

"Mwo…. Kok kamu nggak mau ngalah sih? Nggak kasihan apa lihat aku? Aku kan lagi hamil. Udah kamu aja yang di kurung" kata Nichkhun. Dan dimulailah perdebatan diantara keduanya.

"Enak aja jangan mentang-mentang kamu lagi hamil terus aku mesti ngalah dari kamu gitu?" kata Junho yang tak mau kalah.

"Jelas. Kamu harus ngalah dong sama aku. Aku kan lagi ngandung anak kamu. Masak kamu tega" kata Nichkhun jutek.

"Nggak bisa…. Nggak ada kata tega nggak tega. Kamu kan lebih tua dari aku, kamu itu Hyungku. Jadi ngalah dong" kata Junho.

"Mwo…. Sekarang aja kamu ngakuin kalau aku Hyungmu. Dari dulu ke mana aja. Manggil aku aja nggak pernah pake Hyung" sindir Nichkhun.

"Aish….. nyebelin kamu" kata Junho.

"Kamu berkali-kali lebih nyebelin" kata Nichkhun.

"Kamu ya….."

"Apa…?"

"Aish…. Hyung buka pintunya. Aku nggak mau lama-lama seruangan sama makhluk satu ini" teriak Junho.

"Sama Hyung aku juga nggak mau lama-lama seruangan sama makhluk satu ini. kalau Hyung mau ngurung, kurang aja dia. Tapi aku di bebasin" kata Nichkhun tak mau kalah.

"Hyung bebasin aku" teriak Junho.

"Jangan mau Hyung. Bebasin aku aja" kata Nichkhun.

"Jangan Hyung aku aja" kata Junho.

"Aku aja Hyung" kata Nichkhun.

"Nggak aku aja" kata Junho.

"Aish.. Junho ngalah dong" kesal Nichkhun.

"Nggak mau. Kamu aja yang ngalah" kata junho.

"Aku kan lagi hamil anak kamu. Jadi kamu ngalah dong" Nichkhun tambah kesal.

"Kenapa sih dari tadi bawa-bawa nama anak terus" kesal Junho pula.

"Lho… kok sewot sih. Kan aku emang bener lagi hamil anak kamu" kata Nichkhun.

"Aish…. Nyebelin"

"Kenapa masih mau bilang anak yang aku kandung bukan anak kamu?" tanya Nichkhun.

"Aish…. Anak lagi anak lagi. Udah gugurin aja" kata Junho asal.

"Siapa takut…. Lagian aku juga nggak mau ngandung anak kamu. Nggak kebayang nanti anak aku lahirnya kayak mana. Mending kalau mirip aku. Kalau mirip kamu…. Ih… males banget" kata Nichkhun.

"Yack…. Siapa juga yang mau punya anak dari kamu. Kayak nggak ada yeoja lain aja yang mau nglahirin anak aku. Kalau aku mau ya, aku pasti bisa dapetin yeoja yang sangat cantik" kata Junho.

"Mwo… maksud kamu aku yeoja" Nichkhun menatap Junho tajam.

"Kalau bukan… apalagi namanya? Kamu pasti yeoja soalnya kamu bisa hamil. Kamu nyembunyiin gender asli kamu yang yeoja ya?" Tanya Junho.

"Nggak. Aku beneran namja kok. Perlu bukti? Aku buka nih baju aku" Nichkhun siap-siap menanggalkan pakaiannya.

"Yack… yack…. Apa yang kamu lakukan. Sudah jangan buka bajumu disini" kata Junho.

"Makanya percaya dong"

"Oke… oke… aku percaya. Dan soal anak. Gugurkan aja deh" kata Junho.

"Ne… lagian aku juga nggak mau badanku yang bagus ini jadi nggak bagus lagi kalau harus mengandung anak kamu" kata Nichkhun.

"Mwo…. Badan kamu bagus? Bagus dari mananya? Bagusan juga badan ku"

"Nggak salah? Badan aku ini lebih bagus dan lebih sexy dari kamu" kata Nichkhun tak mau kalah.

"Mwo sexy? Sexy dari mana? Nggak lihat tuh perut udah mulai buncit"

"Yack LEE JUNHO. Aku kayak gini juga gara kamu" marah Nichkhun.

"Aish… udah ah malas aku debat sama kamu"

"Sama…" junick sama-sama membuang pandangannya tak mau menatap satu sama lain.

~End Flashback~

"Aish….. jadi dari tadi kita nyuruh kalian diskusi baik-baik kaliannya malah nyambung berantem?" Tanya Junsu sebal.

"Ne Hyung" kata Junnick dengan polosnya.

"Aish….. sepertinya tak ada cara lain. Kita pakai cara kedua" kata Junsu.

"Ne Hyung" kata Taecyeon dan Chanwoo berbarengan.

"Taecyeon siapkan semua segala sesuatu untuk rencana kedua kita" kata Junsu.

"Ne Hyung. Semuanya sudah siap kok" kata Taecyeon.

^_^ TBC Again… ^_^