sapaan dingin yang diberikan oleh seorang akashi seijuuro sukses membuat kise ryouta mematung ditempatnya. Akashi berjalan dan membuka kamarnya namun langkahnya terhenti dan membalikan badannya sehingga iris madu dan iris dwi warna itu saling lurus bertatapan.

"ryouta, hari ini kita tidak jadi pergi. Ada urusan yang tidak ku tinggal dan okaa-san sudah mengizinkan untuk kita tidak pergi."

Itu kata-kata terpanjang yang akashi ucapkan untuk kise dan kise masih dalam ruang renungannya.

"ryouta"

"ah, iya tidak apa-apa. Semoga urusan mu cepat selesai." Akhirnya kise tersadar dari ruang renungannya dan iris dwi warna itu akhirnya melanjutkan langkahnya memasuki kamar pribadinya.

Kise berjalan ke dapur untuk membuat sarapan namun pikirannya masih seputar akashi seijuuro. Sebelum membuat sarapan kise kembali ke kamarnya untuk mengambil hpnya dan tangannya mulai sibuk mengetik sebuah email.

From : kise ryouta

To : midorimachi

Subject : dimana

Teks : midorimachi, aku ingin berkunjung ketempat kerja kamu. Kau bekerja dirumah sakit apa nanti akan ku bawakan kau makan siang dan kita makan siang bersama yaa ^o^

1 menit kemudian hp kise berdering menandakan ada sebuah email masuk.

From : midorimachi

To : kise ryouta

Subject re : dimana

Teks : di rumas sakit Tokyo.

Kise hanya tersenyum melihat balasan sahabatnya itu. Lalu ia melanjutkan acara memasak untuk sarapan walaupun akhirnya ia memutuskan untuk makan roti bakar dan susu. Namun kise bimbang untuk mengajak akashi sarapan bersama atu tidak. Melihat wajah akashi saat pulang tadi sedang tidak bersahabat dan raut lelah tersirat disana.

Tok..tok..tok

Oke tubuh dan pikiran kise tidak berkerja sama sebagaimana mestinya. Pikirannnya menolak untuk mengajak akashi sarapan bersama karena sikap dingin yang akan menjadi balasan untuknya lagi dan lagi namun tubuhnya melangkah begitu saja menuju kedepan kamar akashi bahkan mengetuknya.

Sekarang pintu itu terbuka dan Nampak akashi berdiri dengan wajah dan ekspresi dinginnya.

"ada perlu apa ryouta."

"an..ano aku sudah membuat roti bakar dan juga susu bila kau ingin sarapan bersama silakan tapi jika tidak ya tidak apa-apa nanti aku habiskan semuanya." Kise gugup.

"aku akan menyusul keruang makan 3 menit lagi."

"ah iya."

Akashi menutup kembali pintu kamarnya dan kise bisa mencium harus peppermint dari kamar itu ya harus yang sama dengan harus tubuh akashi. Kise tidak menyangka bahwa akashi setuju untuk sarapan bersama walaupun masih bersikap dingin kepadanya. Kise pun berjalan menuju ruang makan untuk menyiapkan sarapan sebelum akashi datang.

3 menit tepat akashi datang dan duduk dibangku dan memulai sarapan. Kise tidak berani memulai pembicaraan dan akashi pun sepertinya sama.

"apa rencana mu hari ini ryouta."

"aku berniat mengunjungi tempat kerja sahabat ku."

"kau ada sahabat disini."

"iya. Dulu aku sekolah SMP disini jadi aku mempunyai sahabat dan beberapa teman disini."

"hem."

"bagaimana dengan seichi ?"

"hari ini aku akan menyelesaikan pekerjaan bersama otou-san."

"semoga hari mu lancer seichi."

"hem"

Kise tidak menyangka bila akashi akan memulai obrolan bahkan kise berpikir bahwa ia harus sering-sering diam daripada bicara dan merusak mood akashi namun tentu itu menyiksa dirinya yang berkepribadian berisik dan hiperaktif.

Acara sarapan bersama pun selesai dan akashi bersiap untuk berangkat ke kantor sedangkan kise hanya membaca majalah sembari menonton tv.

"sudah mau berangkat seichi."

"ya."

"hati-hati ya."

"ya."

Lagi-lagi semua perkataan kise direspon oleh akashi walaupun dengan kata-kata singkat tapi itu cukup untuk saat ini bagi kise. Entah kenapa dirinya mulai nyaman dan terbiasa dengan sikap akashi dan dirinya merasa senang bila akashi ada disekitarnya.

Kise kembali asik membaca majalah sampai dia teringat janjinya bertemu dengan midorima dan membawakannya makan siang. Akahirnya kise memutuskan untuk membuatkan midorma pasta karena dikulkas bahan-bahan pasta lengkap. Kise pun memulai memasak bekal untuk midorima.

Membuat bekal selesai, mandi dan bersiap sudah kisepun melangkah keluar apartemen dan menunggu taksi untuk mengantarkannya ketempat kerja midorima.

Kise berdiri didepan rumah sakit tempat midorima bekerja dan melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah sakit dan menanyakan kepada pusat informasi yang ada disana mengenai ruang kerja midorima setelah itu kise melanjutkan langkahnya menuju ruangan midorima. Sampai didepan pintu putih dan bertuliskan SHINTAROU kise mengetuk dan membuka pintu itu. Dan midorima sedang memegang beberapa berkas.

"midorimachi." Kise berlari dan memeluk midorima dari belakang.

"kise. Kau ini jangan seenaknya memeluk orang dan ini di lingkungan kerja bagaimana jika bawahan ku melihat yang ada nanti mereka berpikir yang macam-macam."

"aku tidak peduli karena aku menyukai memeluk mu midorimachi."

SREK.

"dokter anda harus memerik~" ucapan salah satu perawat itu terhenti saat melihat midorima dipeluk dari belakang oleh seorang wanita cantik.

"memeriksa ruangannya berapa." Midorima melepaskan pelukan kise.

"maaf saya mengganggu dokter. Anda harus memeriksa ruangan 134."

"aku akan kesana sebentar lagi."

"baiklah dokter." Perawat itu menutup pintu dan midorma bisa melihat perawat itu menahan tawanya.

"huf. Kise kau tunggulah disini."

"baiklah midorimachi."

CUP.

Midorima hanya terdiam saat kise mengecup pipi kirinya dan muka midorma mulai memerah.

"itu kecupan permintaan maaf ku untuk yang barusan, midorimachi."

"terserah nanodayo."

Midorima melangkahkan kakinya keluar ruangan dan kise duduk menunggu midorima. Sembari menunggu midorima kise melihat foto diatas meja kerja midorma ya foto saat kelulusan SMP dirinya dan midorima. Kise tersenyum dan tidak menyangka sahabatnya itu memasang foto itu dimeja kerjanya.

"kau tahu midorimachi andai kau bukan sahabat ku mungkin aku akan menyukai mu tapi karena kau sahabat ku maka aku tidak akan rela menukar persahabatan ini dengan cinta yang mungkin saja bisa berakhir dengan sangat tidak indahnya." Kise tersenyum sembari memegang foto yang dibingkai itu.

10 menit berlalu dan midrorima kembali keruang kerjanya dan mengajak kise untuk ke kantin karena sudah masuk jam istirahat dan kise pun berjalan disamping midorima saat kise mencoba merangkul midorima ya midorima berhasil menghindar dan mengingatkan kise untuk bersikap lebih normal dilingkungan kerjanya dan kise hanya tertawa iseng ke sahabatnya itu.

"pasta. Apa hanya ini yang bisa kau masak kise."

"kau protes saja midorimachi. Memangnya kapan aku pernah membuatkan mu pasta."

"huf. Kau lupa kau pernah membuatkan ku lebih dari 3 kali saat aku berkunjung ke amerika."

"hahahahahaha kau benar. Tapi itu memang makanan kesukaan ku jadi kau makan saja ya ya ya."

"iya dan kise bersikaplah normal disini."

"hanya disini ya."

"ah terserah saja lah."

Kise tertawa lepas melihat sahabatnya itu selalu mengalah. Namun perasaan senang, tenang, dan nyaman selalu tercipta saat kise bersama dengan midorima ya setidaknya menjadi obat untuk kise saat dunia sedang membuatnya sakit.

.

.

.

"sei, keadaan nenek sudah lebih baik dan okaa-san juga akan segera tiba. Malam ini kau bisa menemani ku membuat laporan karena besok aku sudah harus bekerja untuk membuat laporan kegiatan akhir tahun."

"terima kasih sei."

Kuroko memutuskan sambungan telfonnya dan melihat senang ke neneknya yang sudah membaik dan kuroko memutuskan untuk membeli sesuatu untuk dimakan karena ia lupa untuk sarapan saking sibuknya pagi hari mengurusi neneknya.

Kuroko pun berjalan dilorong rumah sakit menuju kantin setelah itu kuroko memutuskan untuk makan diruangan neneknya karena takut neneknya bangun dan mencari dirinya. Saat berjalan kembali menuju ruangan neneknya kuroko memperhatikan diluar salju yang sudah mulai turun dan udara dingin mengyergap setiap orang.

BRUK.

Kuroko mengambil makanannya yang teratuh dan juga mencoba bangkit namun ia melihat tangan seseorang di ulurkan padanya untuk membantunya berdiri.

"gomen ne." orang itu membukan badannya kearah kuroko ya orang yang menabrak kuroko barusan.

"tidak apa-apa."

Dan saat iris madu itu menatap iris biru itu si iris madu tersenyum.

"kau kuroko tetsuya bukan ?"

"ah iya, maaf kau siapa."

"aku juga orang yang pernah menabrak mu dulu, apa kau ingat."

"ah iya benar aku ingat."

"oh iya kemarin aku belum memperkenalkan diri ku, kenalkan nama ku kise ryouta." Kise menjulurkan tangannya dan kuroko pun menyambutnya.

"kuroko tetsuya."

"kurokochi sedang apa disini ?"

"nenek ku sedang dirawat disini."

"oh seperti itu."

"oi kise cepatlah kemari."

"baiklah aku pergi dulu ya kurokochi semoga nenek mu cepat sembuh."

"terima kasih kise-kun dan berhati-hatilah agar tidak menabrang orang lagi." Kuroko tersenyum kearah kise.

"baiklah kurokochi." Kise membalas senyuman kuroko setelah itu kise berjalan menghampiri sosok yang memanggilnya.

Kuroko hanya melihat kise dari belakang dan kuroko hanya tersenyum. Dan kembali melanjutkan perjalannya menuju ruang rawat neneknya.

.

.

"kau mengenal orang itu kise."

"hem. Waktu aku menabraknya dan tadi juga sama jadi kami berkenalan namanya kuroko tetsuya."

"sepertinya dia keluarga pasien yang tadi aku periksa."

"yang benar, bagaimana kalau kau menemani ku menjenguknya ?"

"bila aku bilang tidak kau akan terus memaksa bukan. Sore setelah jam pulang kerja akan ku temani kau."

"ah terima kasih midorimachi."

.

.

.

Kuroko sedang memakan makanan yang dibelinya dikantin sembari memperhatikan keadaan neneknya yang masih tertidur.

SREK..

Akashi masuk dan menghampiri kuroko yang sedang asik menyantap makanannya. Kemudian akashi menyodorkan kantung plastic putih ke kuroko.

"vanilla milkshake, terima kasih sei."

"iya, kau tadi pagi tidak sarapan ya."

"iya aku lupa sei. Dan kenapa kau cepat sekali kesini bukan kau bilang tadi baru bisa kesini sore."

"otou-san mengizinkan ku pulang duluan."

"hem seperti itu. Sei, jadi aku bertemu lagi dengan orang yang menabrak ku waktu itu."

"lalu kau sudah tau nama orang itu ?"

"sudah. Namanya kise ryouta."

Akashi merasa familiar dengan nama itu namun tidak mau membahasnya dan dia mengalihan pembahasan mengenai laporan yang akan kuroko kerjakan nanti malam.

.

.

"midorimachi sepertinya aku tidak jadi menjenguk nenek kurokochi karena manager meminta ku menemuinya untuk membahas pemotretan di Kyoto lusa."

"mau ku antar, ini sudah jam pulang kerja ku."

"tentu aku mau sekali."

"baiklah, kau tunggu aku bersiap dulu."

Setelah selesai bersiap midorima dan kise berjalan menuju parkiran mobil. Kise pun masih tetap berjalan menggandeng midorima walau sudah diperingatkan beberapa kali. Midorima mulai membiasakan diri dan juga menyiapkan diri untuk menjawab berbagai macam pertanyaan besok dari rekan kerjanya mengenai kise yang mungkin mereka kira kekasihnya. Karena memang belum ada yang pernah menunggui midorima berkerja bahkan berjalan menggandengnya dengan manja.

.

.

"ayo kita pulai sei. Okaa-san sudah datang."

"baiklah, okaa-san saya pamit dulu." Akashi membukukan badannya ke okaa-san.

"hati-hati dijalan sei dan teccan."

"iya okaa-san. Hubungi aku bila okaa-san perlu bantuan ku."

"iya teccan."

Kuroko dan akashi berjalan menuju parkiran mobil untuk pulang ke apartemen kuroko. Dan saat akashi membuka pintu mobilnya dia melihat kise bersama dengan pria dan kise terlihat sangat akrab dengan pria itu dan tanpa ambil pusing akashi masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobilnya menuju apartemen kuroko.

Sampai diapartemen kuroko, akashi merebahkan tubuhnya dikasur sedangkan kuroko mandi. Setelah mandi kuroko menyiapkan makan malam dan akashi mandi. Setelah itu mereka makan malam bersama dan berlanjut mengerjakan laporan.

3 jam berlalu dan laporan itu setidaknya sudah selesai dan hanya tinggal direvisi oleh atasan kuroko.

"terima kasih sei, bila kau membantu lebih cepat selesai."

"sama-sama tetsuya." Akashi mengecup kening kuroko dan sukses wajah kuroko memerah.

"menginap saja disini sei."

"bila aku menginap maka kau harus memberikan jatah ku, bagaimana."

"sei." Kuroko menundukan kepalanya untuk menyembunyikan wajahnya yang mulai memerah.

Akashi mendekati tubuh kuroko kemudian menggendongnya lalu merebahkannya diatas kasur dengan sangat hati-hati lalu akashi mencium bibir kuroko yang kemudia beralih ke keleher dan daerah sensitifnya.

.

.

.

"terima kasih midorimachi sudah menemani ku hari ini dan apa kau mau mampir ke apartemen ku ?"

"kau juga sudah menemani ku bekerja hari ini jadi terima kasih juga. Tapi maaf lain kali saja aku ingin pulang kerumah dan segera istirahat."

"kau imut sekali midorimachi dan tidak apa-apa lain kali kau mampirlah." Kise mencubit pipi midorima.

"kau ini, sakit tahu."

"hahahaha kau semakin menggemaskan."

"Berhentilah berkata yang tidak-tidak."

"baik-baik. Sampai jumpa nanti."

"iya."

Kise keluar dari mobil midorima dan melihat mobil midorima yang mulai menjauh dan kise memutuskan untuk masuk ke apartemennya. Begitu kise membuka pintu apartemennya lampu masih mati dan kise tahu akashi belum pulang atau bahkan dia tidak akan pulang lagi malam ini.

Kise masuk ke kamarnya dan mengambil handuk untuk mandi. Setelah mandi kise merebahkan tubuhnya ke kasurnya dan pikirannya menerawang jauh mengenai sosok akashi seijuuro. Sudah 3 malam kise tinggal dengan akashi namun akashi tidak pernah pulang ke apartemen. Hanya tadi pagi percakapan akashi dengan kise terjadi saat mereka ada di apartemen ini.

"kau kemana seichi, aku sangat ingin tahu dan kalau kau tahu disini sangat sepi sekali walaupun kau bersikap dingin tapi lebih baik kau disini setidaknya aku tidak merasa kesepian seperti ini."

.drrt.

Kise membuka email masuk di hpnya.

From : midorimachi

To : kise ryouta

Subject : none

Teks : oyasuminasai ryouta..

Kise hanya tersenyum membaca email masuk dari midorima dan membalas email itu.

From : kise ryouta

To : midorimachi

Subject : none

Teks : oyasuminasai shintarou ^o^

Ya kise senang karena midorima sahabatnya itu selalu ada untuknya. Kise pun akhirnya menutup matanya karena rasa kantuk sudah menyerangnya.

.

.

Midorima yang membaca balasan email kise hanya tersenyum sembari merebahkan tubuhnya di kasurnya.

"terima kasih kise kau telah membuat hari-hari ku menyenangkan."

Midorima pun menutup matanya dan mengistirahatkan tubuhnya untuk besok kembali beraktivitas.

Bersambung -