Pair : Taekook, Vkook

Main Casts : Kim Taehyung x Jeon Jungkook

Other Casts : Member BTS, Lee Jihoon Seventeen

Rate : T

Genre : Romance, Drama

Disclaimer :BTS Diciptakan oleh Tuhan dengan pahatan sempurna disetiap inci tubuh mereka, BTS milik mutlak kedua orangtua dan keluarga mereka, kebanggaan BigHit dan Kesayangan ARMY tentunya ! but I only own the story,Chingu

Ingat Typo bertebaran !

HAPPY READING

.

.


.

.

BECAUSE JIMIN !

.

.

.

.

Di sofa berwarna maroon itu Taehyung tampak menikmati suasana dengan tidur di paha Jungkook . Mereka menghabiskan waktu libur mereka dengan tetap berada di dorm, seperti pasangan lainnya.

" Tae, temani aku beli makanan keluar, Jin-Hyung tidak bisa memasak hari ini, cepatlah ganti baju " ajak Namjoon yang baru keluar dari kamarnya.

" Wae ? Padahalkan kita libur, kenapa Jin-hyung tidak masak hari ini hyung ?" tanya Jungkook heran dengan tampang polosnya. Taehyung bangkit dari tidurnya dan membisikkan sesuatu kepada Jungkook.

" Mereka baru saja bersenang-senang sayang, Jin-hyung pasti sangat kelelahan sekarang, jadi maklumi saja " bisik Taehyung dengan suara menggoda di telinga Jungkook, serta nafas Taehyung yang membuat Jungkook kegelian.

" Mwo ?" Jungkook merona dengan mata besarnya yang sangat lucu, membuat Taehyung mencium pipi Namja yang sudah legal tersebut.

" Oke, tunggu disini ya, hyung pergi sebentar ya Baby.. " Taehyung hendak berlalu mengambil jaketnya ke dalam kamar sebelum Jungkook mengamit lengan pemuda tersebut.

" Aku ikut.." manja Jungkook.

" Andwee ! diluar sangat dingin Baby, tunggu disini saja sebentar ya.. Hyung janji tak akan lama – "

CUP

Jungkook langsung mengecup singkat bibir Taehyung yang masih berbicara,

" Hehe, pergilah hyung, aku menunggumu, cepat kembali yaaa" Jungkook cengengesan melihat kekasihnya yang masih blank. 'apa-apaan kekasih kelincinya yang Tsundere ini, agresif sekali akhir-akhir ini'.

.

.

.

.

.

Sepeninggalan kekasih dan Hyung termesumnya, Jungkook sibuk menekan tombol remote guna menukar channel yang ada di televisi. Bosan.

" Hah, aku bosan sekali " gumam Jungkook menghela nafas kasar.

" Hi Kookie, kau sedang apa ?" Jimin keluar dari kamar Yoongi dengan wajah sumbrigah. Jungkook melihat kissmark yang ada di leher Jimin banyak sekali.

" Aku bosan hyung "cemberut Jungkook.

" Kenapa lehermu memar begitu hyung ?" tanya Jungkook polos.

" Astaga, kau tak tau ini apa ? " Jimin bertanya sambil menunjuk bangga bekas ciuman dari Yoongi tersebut. Iya ciuman panas nan menggelora maksudnya. Jimin hanya mendapati gelengan Jungkook sebagai jawaban dari bocah kelinci tersebut.

" Demi pacarku nan pucat dan panci Jin-hyung yang belum lunas Kook-ah, kau tak tau ini apa ? apa kau tak pernah nonton film dewasa ? apa kau tak pernah melakukan ini dengan si alien itu ?" Jimin benar-benar tak percaya dengan maknae grup mereka. Benar-benar polos.

" Bagaimana aku bisa menonton Film porno, kalau kalian saja terus melarangku, kalian menutup laptop yang kalian pelototi kalau ada aku, bahkan laptop Namjoon-hyung di password hyung, karena dia tak ingin aku melihat apa yang sudah kalian lihat " Jungkook menjelaskan apa adanya.

" Well, kau benar-benar payah.. kau tau tanda ini apa maksudnya ?" tanya Jimin lagi. Lagi-lagi Jimin di hadiahi gelengan pasrah dari kekasih Taehyung itu.

" Ini tandanya pasanganmu sangat sangat sangat mencintaimu, makanya dia memberi tanda kepemilikan, salah satunya ini " tunjuk Jimin kepada bekas merah keunguan tersebut.

" Jinjja ?" tanya Jungkook tak percaya.

" Iya, kalau kau tak percaya silahkan saja tanya Jin hyung dan Woozi" Jawab Jimin sekena. Jimin harus bersiap-siap mendapatkan pelajaran karena sudah meracuni otak polos kekasih Kim Taehyung dan adik kesayangan Min Yoongi ini.

" apa hanya itu bukti pasangan kita mencintai kita ?apa ada bukti lain kalau Yoongi hyung mencintaimu ?" Jungkook mencerca Jimin dengan berbagai pertanyaan.

" tentu saja tidak, aku mencintai Yoongi hyung, ya karena dia bisa membuatku bahagia di dekatnya, meski dia cuek dan jahat sekali, suka menindasku, tetap saja dia selalu mengkhawatirkanku kalau aku tak makan dengan baik, kalau aku latihan terlalu semangat dan menguras energiku, Yoongi selalu mengingatkanku " cerita Jimin menjelaskan sikap kekasihnya itu.

" – tapi tetap saja itu tidak cukupkan ? " tanya Jimin lagi, memancing rasa penasaran Jungkook makin dalam

" Hei, apa yang kau lakukan dengan dongsaengku Chim ?" Yoongi keluar dari kamarnya dengan mata setengah terbuka hendak menuju kamar mandi, heran melihat Jungkook yang penasaran terhadap sesuatu.

" Aa—aniya ! Tidak apa-apa hyungie, aku hanya berbicara biasa saja dengan Jungkook, kau mau kemana Hyung ?" tanya Jimin melihat kekasihnya yang menguap di depan pintu kamar.

" Mau ke kamar mandi " jawab Yoongi sambil berlalu.

Jimin yang tau namja-chingu-nya pergi kekamar mandi itu langsung saja melesat kekamar Yoongi dan membaca sebuah bandana dan choker dari sana.

" buat apa itu, hyung ?" tanya Jungkook kembali penasaran.

" Tak ada, hanya menyelamatkan diriku, aku tak mau terus-terusan tak bisa berjalan dengan baik Kook. Yoongi hyung itu sangat terobsesi dengan aku yang memakai benda-benda sialan ini " jawab Jimin yang membuka rahasianya bersama pemuda Daegu tersebut. Jimin menyembunyikan kedua benda tersebut di bawah bantal sofa dekat mereka.

" Hyung, kalau Taetae tak melakukan itu kepada ku berarti Taetae tak mencintaiku ?" tanya Jungkook lagi dengan menunjuk leher Jimin.

" Hm, bisa jadi " jawab Jimin sambil mengangguk-angguk cepat. ' Tae bodoh, mana mungkin dia belum merenggut kepolosan bayi besar ini, sayang sekali' pikir Jimin.

" Chim, gendong aku ke kamar " pinta Yoongi yang sudah selesai dengan kegiatan-kamar-mandinya.

Jimin langsung bangkit dan menghadapkan punggungnya kepada Yoongi. Yoongi langsung melompat ke punggung Jimin dan bersandar manja di bahu pemuda sipit itu.

" Dah, Kookie-ah " pamit Yoongi kepada Jungkook.

" Dah Yoongi-hyung " jawab Jungkook dengan senyuman kepada pangeran tidur tersebut.

Sepeninggalan mereka, Jungkook kembali memikirkan apa yang Jimin sebutkan tadi. Membuat rasa penasaran pemuda itu kembali menguak. Langsung saja dia melesat ke kamar Hoseok-Jimin-Tae.

" Hyung, Hoseok-hyung.. kau di dalam " sahut Jungkook sambil mengetuk pintu berwarna coklat tersebut.

" Ne, ada apa Kook-ah ?" Woozi membuka pintu dan tersenyum dengan rambut yang masih acak-acakan. Khas orang bangun tidur.

" Itu.. boleh aku berbicara dengan mu ? " tanya Jungkook kepada pemuda bernama lengkap Lee Jihoon tersebut.

" Tentu saja " Woozi menggiring Jungkook ke arah sofa tempat dia duduk tadi.

" ada apa ? " tanya Woozi langsung.

" Itu.. bagaimana cara kau mengetahui kalau pacarmu mencintaimu ? bagaimana kau tau Hoseok-hyung mencintaimu, hyung ?" Woozi yang tua setahun dari Jungkook mendengarkan pertanyaan maknae tersebut.

" Hm, Hoseok-hyung selalu manis kepadaku, dia memperlakukanku dengan baik dan membuatku tidak bosan, dia selalu menjadi tempatku bercerita ketika aku sedang ada masalah dan dia mendengarkanku dengan baik, terus dia juga memberikanku semangat ketika aku lelah dengan rutinitas sebagai seorang idol " jawab Woozi panjang lebar bercerita tentang Hoseok, sang mood maker Bangtan itu.

" Itu, apa tanda itu juga sebagai bentuk cinta dari Hoseok hyung ?" tanya Jungkook kembali, sambil menunjuk kissmark di leher Woozi yang sudah mulai memudar.

" Oh ini ? tentu saja iya !" semangat Woozi menjawab pertanyaan Jungkook. Sungguh, meskipun visual mirip dengan Suga –hyungnya, sifat mereka sangat berbeda, sangat terbalik.

" Woozi-ah.. " teriak Hoseok dari dalam kamar menginterupsi mereka.

" Mian, Kook-ah.. Hoseok-hyung memanggilku—nee hyung ! " Woozi meninggalkan Jungkook masih dengan rasa penasarannya.

' apa Taehyung tak mencintainya ?'

' kenapa Taehyung tak memperlakukannya seperti orang yang sedang pacaran, seperti Woozi atau Jimin?'

" ah benar, Jin-hyung !" seru Jungkook. Bocah kelinci tersebut langsung berlari kecil menuju kamar Namjoon-dia.

" Jin-hyung, aku masuk yaaa ! " seru Jungkook di depan pintu, setelah pendapat gumam persetujuan langsung saja dia masuk ke dalam kamar itu, dia melihat Jin yang tengah tidur dalam selimut putih yang menutupi tubuhnya hingga leher.

" Ada apa Kookie ? kesini lah !" Jin dengan suara paraunya mengisyaratkan agar Jungkook mendekat kepadanya. Langsung saja Jungkook menuju Jin, ikut tidur di dalam selimut milik hyungnya itu. Memeluk hyung yang sangat dia sayangi itu. Sifat Jungkook sangat berbeda dengan dia yang berada di atas panggung yang begitu manly. Di dorm, dia adalah seorang bocah yang masih haus kasih sayang dari para hyungnya, terlebih dari Jin dan Yoongi yang sangat protektif pada bocah ini.

" ada apa, hm ?" Jin bertanya sambil mengusap pelan rambut pemuda itu.

" Itu hyung, apa hyung mencintai Namjoon hyung ?" tanya Jungkook sambil memejamkan matanya.

" Tentu !" mutlak Jin. Dia sangat mencintai raja perusak itu.

" Bagaimana cara hyung mengetahui Namjoon hyung mencintaimu, hyung ?" tanya Jungkook lagi, dia ingin tau jawaban dari pemuda penyuka warna merah muda tersebut.

" Namjoon itu sangat baik kepadaku, dia selalu ada saat aku butuh tempat sandaran, tentu saja kalian juga, namun Namjoon bisa menjadi sangat dewasa terkadang, sangat mengayomi, Namjoon itu pemerhati hal-hal detail yang ada di dalam diriku, dia mengetahui moodku, dia tau suasana hatiku, keinginanku " jawab Jin panjang lebar seperti Jimin dan Woozi menggambarkan kekasihnya masing-masing.

" Dia pasti sangat mencintaimu hyung " gumam Jungkook.

" Hmm " jawab Jin seadanya.

" Tapi hyung, apa itu juga tanda 'kau sangat mencintai kekasihmu' ? " tanya Jungkook yang lagi-lagi menunjuk tanda di leher Jin, lebih parah dari milik Jimin. 'kenapa mereka semua dapat tanda itu dari pasangan mereka ?'

" Hahaha, iya tentu saja, ini salah satu tandanya, kenapa ? kenapa kau menanyakan ini? Hmm ?" tanya Jin lagi, sambil tersenyum kepada Jungkook.

" Tak ada, hanya bertanya saja – " kegiatan saling-bertanya di antara mereka terhenti karena Namjoon masuk tanpa mengetuk pintu dengan kantung yang berisi makanan di tangannya.

" Astaga, kelinci nakal ! apa yang kau lakukan dengan kekasihku di dalam selimut itu, hah ?" teriak Namjoon kepada Jungkook. Di belakang Namjoon sudah ada Taehyung yang melihat mereka.

" Sudahlah Joon-ie.. dia hanya bosan karena lama menunggu kalian " bela Jin kepada adik kesayangan itu. Jungkook langsung berdiri dan mengejek Namjoon dengan mengeluarkan lidahnya.

" Ayo Tae ! " ajak Jungkook menarik Taehyung keluar dari kamar itu.

.

.

.

.

.

.

Pasangan lain juga sudah mengambil makanan mereka dan bersedekap di kamar masing-masing. Karena Hoseok sekarang sering membawa Woozi ke dorm mereka, ruangan Wardrobe mereka sulap menjadi kamar. Kadang Taehyung dan Jungkook sering tidur di ruangan itu.

Jungkook yang duduk di sofa memakan makanan yang sudah dibeli oleh Namjoon dan Taehyung. Dia memerhatikan kekasihnya yang juga menyuap makanannya duduk di lantai.

" Kenapa kau masuk ke dalam kamar Jin-hyung ? Baru juga di tinggal sebentar " keluh Taehyung yang kemudian menatap mata bulat kekasihnya itu. 'siapa yang tak cemburu mendapati pacarmu di dalam selimut dengan orang lain? Meskipun itu hyungmu sendiri'.

" Tak ada, hanya menunggu karena hyung lama sekali, aku bosan !" jawab Jungkook menutupi kegugupannya.

" Benarkah ? " tanya Taehyung penuh selidik.

" Hmm " jawab Jungkook lagi.

Seusai dari acara makannya, Taehyung berlalu menuju ruangan tempat mencuci baju dekat dapur mereka, Taehyung yang punya tugas mencuci baju di dorm mereka tentu tak mendapat libur meski mereka tak mendapatkan jadwal perform. Ketika sudah memasukkan baju, air dan detergent dan menekan tombol mulai, Jungkook datang dan memeluknya dari belakang.

" Wae ? " tanya Taehyung lembut sambil mengelus tangan Jungkook yang melingkar di perutnya. Jungkook hanya menggeleng.

" Ada apa Kookie ?" Taehyung melepas pelukan Jungkook dan membawanya ke meja dekat mesin cuci itu. Mengangkat dan mendudukkan Jungkook di atas meja tersebut, sementara dia berdiri menghadap pemuda itu, menatap ke dalam manik sekelam malam itu.

" ada apa ? ceritakan kepada Hyung, Baby !" Seru Taehyung sambil merapikan anak rambut Jungkook yang sudah panjang, karena di dorm mereka tak akan menyentuh produk rambut selain Shampoo membuat poni bocah kelinci itu jatuh menutupi matanya.

"Apa hyung mencintaiku ?" Jungkook bertanya sambil menunduk.

" Hah ? tentu saja iya, sangat.. Bunny !" jawab Taehyung yang kini menggenggam tangan Jungkook.

" Tapi kenapa hyung tak pernah memberiku tanda di leher ?" tanya polos Jungkook

" Hah ? tanda di leher ?" Taehyung menerawang membayangkan maksud dari pertanyaan Jungkook

" Iyaa.. Jimin-hyung, Woozi-hyun bahkan Jin-hyung mempunyai tanda di leher mereka " jelas Jungkook.

" bukankah tanda itu adalah tanda yang kau beri kepada pasanganmu karena dengan begitu kau membuktikan mencintainya " jelas Jungkook.'teori darimana itu, Kookie?

"Maksudmu adalah Kissmark ?" tanya Taehyung balik, menatap mata Jungkook yang penuh dengan kepolosan. Jungkook mengangguk

"Astaga sayang, hyung memang sangat mencintaimu, tapi – "

"—tapi apa hyung ?" potong Jungkook dengan mata yang sudah berlinang.

Taehyung yang sudah tak tega, langsung menangkup wajah pemuda polos itu dengan kedua tangannya. Menatap mata kekasihnya itu. Taehyung mendekatkan bibirnya menuju bongkahan ranum Jungkook.

CUP. Taehyung mengecup bibir Jungkook. Menyesapnya bak candu. Jungkook juga ikut membalas ciuman Taehyung. Menyalurkan cinta yang dia punya. Mereka juga saling menyesap satu sama lain. Taehyung mengabsen isi mulut Jungkook, mengabsen gigi sang maknae. Taehyung juga mengigit gemas bibir bawah kekasihnya itu. Ketika mereka sudah kehabisan oksigen dalam paru-paru, Tae melepaskan ciumannya tanpa melepaskan pandangan dari kekasihnya itu.

Taehyung menurunkan pandangannya, melihat leher Jungkook yang putih bersih bak porselen. Langsung saja dia mencium dan menyesap leher pemuda manis itu. Memainkan lidahnya dan menggigit-gigit kecil area targetnya. Hal itu membuat Jungkook mendesah.

" Ah, Tae.. " cegah Jungkook langsung mendorong Taehyung.

" Wae, Baby ?" tanya Taehyung lembut dengan suara beratnya nan memabukkan Jungkook tepat di telinganya.

" Aa –ni " gugup Jungkook dengan wajah nan merona. Taehyung melihat hasil karyanya, sebuah Kissmark tercipta di leher kekasihnya.

" itu kan yang kau inginkan ?" tanya Taehyung langsung. Kembali menatap Jungkook.

" Dengarkan hyung Kookie " Taehyung mengangkat wajah kekasihnya itu dan kembali menatap matanya.

" Kau harus tau bahwa hyung sangat amat mencintaimu, alasan hyung tak mau menaikkan level hubungan kita karena hyung tak mau menyakitimu. Hyung menunggu ketika kau siap dan tak ada unsur paksaan ketika kita melakukannya. Tentu saja hyung iri dengan pasangan lainnya, bahkan mereka sudah berhubungan intim, saling mendesah dan menikmati tubuh masing-masing. Hyung juga selalu menahan diri saat kau ada didekatku, hyung selalu ingin menyerangmu ketika kau bertingkah imut, merajuk bahkan saat kau tertidur. Hyung masih nyaman kita yang seperti ini sayang. Arra ? " Jelas Taehyung frustasi, panjang lebar dengan ucapan frontalnya. 'bahkan aku selalu membayangkan berfantasi liar denganmu Bunny !'

" Arraseyo Hyung, maafkan aku ! aku tau kau sanngat mencintaiku, aku pun juga begitu. Tak seharusnya aku meragukanmu.." cicit Jungkook. Taehyung langsung memeluk kekasih imutnya itu dengan erat.

" Moodmu itu benar-benar buruk, seketika bisa berubah drastis " Taehyung mengecup puncak kepala Jungkook

Taehyung menggendong ala koala Jungkook menuju sofa tempat favorit mereka setelah kamar. Meninggalkan mesin cuci yang masih menyala

Jungkook langsung bergelayut manja dan memeluk Taehyung dari samping.

" Kookie, jangan lagi bertingkah seperti itu, hyung mohon " pinta Taehyung kepada Jungkook.

" Iyaa hyung " jawab Jungkook.

" tunggu lah sampai hari itu tiba, ketika kita benar-benar menyatu – , aww.. apa yang kau lakukan ?" keluh Taehyung sebelum melanjutkan ucapannya karena sudah di pukul Jungkook.

" Frontal sekali kau Tae !" seru Jungkook. 'see? Mood Jungkook sudah kembali'

" hahaha, tapi kan kau tadi yang mulai duluan. Hm, siapa yang mendoktrin pacar tercintaku ini ?" tanya Taehyung penasaran.

" Jimin " jawab Jungkook singkat. Jungkook mengambil bantal sofa untuk menyangga punggungnya dan terlihatkah choker dan bandana Jimin.

" Jimin ?" tanya Taehyung lagi. " Holly shit !, dasar pendek sialan !" umpat Taehyung kesal.

Bersiaplah kau Jimin, menghadapi Singa yang sebentar lagi akan menghabisimu.

.

.

.

.

END


.

.

.

Epilogue..

Taehyung yang tahu Yoongi sangat menyukai Jimin dengan bandana dan choker langsung mengetuk pintu kamar Yoongi. Tentu saja dia tau mereka sedang saling-menghangatkan-diri karena mereka sibuk membalas desahan.

" ada apa ? kau mengganggu saja " Yoongi membuka pintu dan mendelik ke arah Taehyung, padahal acaranya sebentar lagi sedang menuju puncak.

"̴̴̴̴̴̴ Ta—daaa " senyum sumbringah Taehyung sambil memperlihatkan benda yang dia bawa

" Wah, kau memang yang terbaik Tae, aku kira benda ini hilang.. " Yoongi mengambil bandana dan choker dari tangan Taehyung.

" Bersenang-senanglah dengan Chimchim, hyung.. buat dia bahagia sampai mati " simpati Taehyung, setelah ini Taehyung yakin Jimin dan Yoongi akan melakukan kegiatan mereka sampai fajar kembali terbit.

" as you wish Tae.." Yoongi kembali masuk ke dalam kamar dengan senyuman yang selalu mengembang.

'mati kau chim!'

.

.

.

.

OMAKE


Nah,, nah, balik lagi nih Chingu,

Mian karena tidak bagus yaaa.. selamat menikmati..

Salam hangat..

.

.

Ayumi-chan