Disclaimer : Persona 4 / Animation / Arena / Golden punya ATLUS. Saya cuma numpang minjem karakternya aja.
Warning : OOC, OC, AU, mistypo, dan kawan-kawan.
KRIIIIIING!
Tepat pukul 6 pagi, suara alarm jam beker berbunyi nyaring di kamar tidur seseorang. Suaranya terdengar membahana di ruangan itu, ruangan di mana seorang pemuda berambut oranye masih bergelung di bawah selimutnya. Tidal lama kemudian, pemuda itu bangun dengan malasnya, mematikan alarm jamnya dan menyalakan televisi. "Siapa tahu ada acara yang bagus pagi ini…" Gumamnya sambil menguap dan menggonta-ganti channel televisinya hingga ia tidak sengaja melihat headline sebuah channel berita.
"Kecelakaan kereta misterius." Ucap si pemuda sambil memperhatikan cuplikan video rekaman yang diperkirakan direkam pada malam dini hari ini. "Tunggu… Kereta ini bukannya…" Gumamnya, menyadari kalau kereta listrik yang bentuknya sudah hancur itu adalah kereta listrik yang ditumpangi sahabat baiknya yang kembali ke kota asalnya. "… Partner…" Perasaannya makin kacau ketika menyadarinya. "Aku harus menghubungi Dojima-san sekarang!" Lanjutnya, sambil mengambil ponselnya yang diletakkan di dekat tempat tidurnya dan kemudian menghubungi nomor orang yang dimaksud.
Tidak lama kemudian telepon diangkat. Namun, belum sempat orang di seberang berbicara, si pemuda berambut oranye langsung memotongnya.
"Halo! Dojima-san! Partner— Maksudku kereta yang ditumpangi Souji kecelakaan! Aku melihat beritanya di televisi! Ucap pemuda berambut oranye itu panik.
"…" Orang di seberang tidak berkata apa-apa.
"Dojima-san, sudah melihat beritanya?! Apa Nanako sudah melihatnya?! Bagaimana keadaannya?!" Tanya pemuda itu tanpa henti, masih panik.
"…" Orang yang di seberang masih tidak berkata apa-apa.
Si pemuda berambut oranye jadi bingung sendiri karenanya. "Dojima-san? Ini… Kediaman Dojima?" Tanyanya pelan, mencoba meyakinkan kalau dia tidak salah sambung.
"… Ada apa, Yosuke?" Tanya suara orang di seberang.
Pemuda berambut oranye yang bernama Hanamura Yosuke itu langsung terdiam mendengar suara orang di seberang yang mengangkat teleponnya. 'Apa aku salah dengar? Tapi keretanya…' Batinnya bingung. 'Jangan-jangan…' Kini raut wajahnya terlihat sedikit ketakutan. Dengan suara pelan, ia memberanikan diri untuk bertanya, "Apa… kau… Seta… Sou… ji?"
Dan suara di seberang menjawab. "… Ya. Memangnya ada apa, Hanamura Yosuke?"
'Tidak mungkin… Berarti ini memang…' Yosuke mulai menelan ludahnya, rasa takut menjalari tubuhnya dan bulu kuduknya mulai berdiri. Beberapa detik kemudian, sepatah kata terdengar membahana di kamar tidurnya itu. "HANTUUU!" Teriaknya sambil kembali bergelung di selimutnya karena ketakutan.
Di kediaman Dojima, orang yang mengangkat telepon dari Hanamura Yosuke, yaitu Seta Souji, menggumamkan sesuatu ketika mendengar teriakan sahabatnya. "Sebaiknya aku segera beritahu dia tentang masalah ini… sebelum berita aneh tersebar." Kemudian, pemuda berambut keperakan itu mengeluarkan ponsel dari sakunya dan mengirim pesan singkat kepada sahabatnya yang kini tengah ketakutan setengah mati karena dirinya yang dikira hantu. "Nanako, Big bro dan Nana-san boleh keluar sebentar?"
Persona 4 : After End
Chapter 4 : Investigation Team Reunited
"Hahi… (Jadi…)" Ucap seorang gadis berambut coklat susu yang tengah mengunyah potongan besar steak hingga mulutnya penuh. "Hanhu Hohi hehanhat hehefhonhu, Hohuhe? (Hantu Souji mengangkat teleponmu, Yosuke?)" Lanjut Chie, dengan mulut yang masih penuh potongan daging steak.
"Chie, telan dulu daging steak yang sedang kau kunyah." Kata gadis berambut hitam panjang dengan bando merah di atasnya. Setelah mengatakan itu, Yukiko mulai memakan ramen tofu pesanannya. "Itadakimasu!"
"Hehar haha Huhiho-henfhai, Hihe-henfhai… (Benar kata Yukiko-senpai, Chie-senpai…)" Kali ini giliran pemuda berambut spike yang di-bleach hingga putih berkata dengan mulut penuh potongan daging steak.
Mendengar adik kelasnya juga demikian, Yukiko langsung menoleh ke arahnya. "Kau juga, Kanji-kun." Ucapnya, kemudian kembali memakan ramen tofunya. Pemuda berambut pirang, Teddie si maskot Junes, yang melihatnya hanya diam saja, meneruskan kegiatannya memakan daging steak yang dipesannya.
Yosuke yang melihat keempat temannya yang asyik makan mulai tidak bisa menahan diri. "Kalian ini…' Katanya pelan dengan suara penuh amarah. "Aku tidak mengundang kalian ke sini untuk makan!" Lanjutnya setengah berteriak, kesal karena sudah ada yang minta traktir padahal pagi hari baru dimulai. Jam di dekat lokasi food court itu menjadi buktinya, dengan jarum jamnya menunjukkan pukul 7 pagi. 'Uangku…' Batinnya meratapi nasibnya yang sedang sial.
Dua orang gadis yang melihatnya hanya bisa sweatdropped. Gadis yang satu berambut merah dengan dikuncir twintail dan yang satunya lagi gadis maskulin berambut biru gelap yang mengenakan topi berwarna biru. "Tapi… Benarkah yang mengangkat telepon di rumah Dojima-san adalah hantu dari… Souji-senpai? Tanya si gadis rambut merah memastikan, terlihat sedikit ketakutan.
"Tentu saja bukan, Rise. Itu pasti Souji-senpai yang sebenarnya, dalam keadaan hidup." Ucap si gadis bertopi sambil menyeruput teh kalengan yang tadi dibelinya. "Hantu itu tidak ada." Tambahnya singkat.
Yosuke langsung menoleh ke arah si gadis bertopi. "Naoto, keretanya hancur. Kau pasti tahu kan? Jadi bagaimana mungkin dia bisa selamat?!" Katanya, berusaha membuat dirinya tenang. "Apalagi kejadiannya tengah malam, saat penumpang di dalamnya tertidur pulas." Lanjutnya sambil duduk di kursi, merilekskan tubuhnya. "Setidaknya itu yang kudengar."
"Yosuke-senpai, hantu itu tidak mungkin bisa mengirim pesan singkat kepadamu. Apalagi meminta kita semua berkumpul di sini. Dan aku yakin Souji-senpai pasti selamat dari kecelakaan itu, entah bagaimana caranya." Kata Naoto dengan menatap tajam senpai-nya yang hampir selalu terlihat mengenakan headphone, membuat senpai-nya itu sedikit merinding. "Dan… hantu itu tidak ada." Tambahnya dengan memberi penekanan pada empat kata terakhirnya.
"Itu Souji-senpai!" Tiba-tiba Rise berteriak sambil menunjuk ke arah pintu masuk foodcourt Junes, membuat 6 orang lainnya menoleh ke arah yang sama. Tapi dia melihat sosok lain yang datang bersama kakak kelas kesayangannya itu. 'Huh? Siapa gadis yang datang dengan senpai?'
"Pagi, semua." Kata si pemuda berambut keperakan ketika tiba di depan sekumpulan remaja yang sudah menunggunya.
"Kau… Seta Souji sungguhan kan? Bukan… hantunya?" Tanya Yosuke pelan, masih sedikit ketakutan.
"Kalau aku hantu, aku pasti sudah menggentayangimu, Yosuke…" Kata Souji, sweatdropped melihat temannya seperti itu.
Teddie memperhatikan gadis yang datang dengan "sensei"-nya, sedikit mengendus baunya. 'Hmm? Bau ini kan…'
"Lalu… Bagaimana kau bisa selamat dari kecelakaan itu, Souji?" Tanya Chie yang sudah menghabiskan steak porsi pertama yang dipesannya dengan cepat, siap menyantap porsi keduanya yang telah ia pesan.
"Dia yang menolongku, Chie." Jawab Souji sambil menoleh ke arah gadis berambut coklat dengan panjang sebahu yang dikuncir pigtail di sebelahnya. Si gadis hanya menundukkan kepalanya karena malu.
"Siapa dia, Souji-kun?" Tanya Yukiko yang terlihat penasaran, sedikit cemburu juga karena pemuda yang disukainya datang bersama gadis yang ia tidak kenal.
"Dia—"
"Nana… chan?" Potong Teddie tiba-tiba, wajahnya terlihat seperti tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Yosuke menoleh ke arah si maskot Junes. "Kau mengenalnya, Teddie?"
"Yosuke, dia itu Nana-chan!" Jawab si pemuda berambut pirang. "A-ah… Dojima Nanako!" Tambahnya, setengah berteriak.
"Ted, Nanako itu masih kecil." Kata Kanji setelah menyeruput minuman bersoda kalengannya. "Sedangkan gadis ini…" Dia menolehkan pandangannya ke arah gadis yang dimaksud. "… sepertinya sudah SMA, sama seperti kita. Jadi tidak mungkin kalau dia Nanako." Tambahnya, kemudian menghabiskan minumannya.
"Jadi… Siapa dia, Senpai?" Tanya Rise, mulai semakin penasaran.
"Seperti yang dikatakan Teddie…" Jawab Souji dengan tenang. "… Dia adalah Dojima Nanako." Lanjutnya, temannya yang lain terlihat tidak percaya, kecuali Teddie. "Dia dari masa depan." Tambahnya.
Setelah mendengar kalimat terakhir yang dikatakan sang leader, Yosuke langsung menyemburkan jus jeruk yang tengah diminumnya, Chie tersedak potongan daging steak porsi keduanya yang sedang dilahapnya, Yukiko tersedak tofu yang sedang dimakannya, dan Kanji, Rise dan Naoto ternganga tidak percaya. Sedangkan Teddie loncat-loncat kegirangan karena apa yang dikatakannya benar. Souji dan Nanako sweatdropped melihat reaksi mereka. "Tapi… bagaimana caranya Nana-chan dari masa depan bisa ke sini, Sensei?" Tanya Teddie yang sudah berhenti loncat-loncat.
Mendengar pertanyaan Teddie, Souji mempersilahkan Nanako untuk menceritakan apa yang sudah terjadi. Mulai dari bagaimana dia bisa kembali ke masa lalu sampai bagaimana dia bisa bersama dengan Souji saat ini. Yang lain, kecuali Souji yang memilih pergi ke toilet untuk buang air kecil, mendengarkan dengan seksama cerita dari Nanako versi remaja.
Keheningan menerpa para anggota Investigation Team, termasuk Souji yang baru kembali dari toilet, setelah Nanako menyelesaikan ceritanya. Setelah keheningan beberapa menit, "Jadi… kita semua… mati?" Tanya Yosuke, memastikan cerita dari si gadis berambut coklat yang dikuncir pigtail. Nanako hanya bisa mengangguk untuk menjawabnya, kesedihan terlihat di wajahnya.
"Tapi… masa depan telah berubah, Yosuke." Ucap Souji dengan tenang. "Sebagai buktinya adalah aku." Lanjutnya, kini duduk bersender di kursi sambil menatap langit kebiruan yang luas di atasnya. "Aku yang seharusnya tewas saat kecelakaan kereta tadi malam, masih hidup…" Lanjut Souji lagi untuk memperjelas, kini matanya terpejam.
Mereka yang mendengar perkataan Souji mulai paham. "Benar kata Souji-senpai. Masa depan telah berubah…" Kata Naoto mengulang perkataan senpai-nya. "Tapi bukan berarti kita harus tenang." Lanjutnya dengan nada serius.
"Aku datang kembali ke masa ini untuk mengubah itu semua, agar masa depan yang kualami tidak terjadi…" Ucap Nanako, berusaha terlihat bersemangat. "Jadi… Aku akan membantu Big bro dan yang lain." Tambahnya, senyum manis menghiasi wajahnya.
Yang lain langsung menoleh ke arah Nanako dan mengangguk pelan. "Kalau begitu, mohon bantuannya, Nana-chan!" Teriak Teddie yang kelewat semangat. Mereka langsung tertawa melihat Teddie yang seperti itu.
"Tunggu…" Kata Yosuke, tersadar akan sesuatu yang penting. "Berdasarkan berita yang kulihat tadi pagi, kondisi kereta yang mengalami kecelakaan sangat aneh, seperti menabrak sesuatu. Anehnya tidak ditemukan apa-apa di sekitar lokasi kejadian…" Lanjutnya, menceritakan ulang berita yang dilihatnya sebelumnya, meski dia masih terlihat memikirkan sesuatu. "Tapi… kalau tidak salah… aku merasa ada sesuatu yang janggal dari cuplikan video itu…" Tambahnya, masih terus berusaha mengingat.
"Sesuatu yang janggal seperti apa, Yosuke?" Tanya Chie yang mulai penasaran.
"Maksud Yosuke-senpai itu… kondisi rumput di area lokasi kejadian dan bagian depan juga tengah kereta yang basah?" Tanya Naoto memastikan.
"Ah! Benar, Naoto! Yang basah hanya rumput di lokasi kejadian dan bagian depan juga tengah kereta. Padahal setahuku, semalam tidak hujan…" Kata si pemuda rambut oranye bingung.
Souji yang menyadari sesuatu langsung berkata, "Hujan tidak mungkin hanya membasahi area itu saja. Menurut kalian apa mungkin ini ulah shadow?"
"Tapi… Bukankah Izanami sudah kita kalahkan dan Midnight Channel sudah tidak ada setelahnya?" Tanya Yukiko.
"Ada kemungkinan shadow dan Midnight Channel muncul lagi, Yukiko-senpai." Jawab Naoto, memasukkan asumsi Souji dan perkataan Yukiko yang sebelumnya sebagai salah satu faktor kemungkinan mengenai penyebab kecelakaan kereta. "Karena dunia di balik televisi masih ada dan masih bisa kita masuki."
Rise yang sedari tadi hanya mendengar, mengalihkan perhatiannya ke Teddie. "Teddie, apa ada shadow lain yang bisa keluar televisi sepertimu?"
"E-eh… Itu… Aku sendiri tidak tahu, Rise-chan."
Rise sedikit kecewa mendengar jawaban temannya yang berambut pirang itu, mencoba mengalihkan perhatiannya ke Kanji yang hanya bisa bengong mendengar diskusi yang baginya cukup berat untuk didengar. "Kanji-kun, bagaimana pendapatmu?"
Kanji langsung kaget mendengar pertanyaan dari sang idol yang merangkap sebagai penjual tahu. "E-eh… P-pendapatku… ya?" Katanya agak terbata-bata, masih belum terbiasa berbincang dengan Rise. " Kalau menurutku… mungkin itu… dilakukan oleh persona user yang lain? Itu hanya pendapatku." Mereka yang tengah berdiskusi, langsung menoleh ke arah Kanji dengan tatapan tidak percaya. "E-eh… Apa?" Kata Kanji bingung.
"Itu dia." Kata Naoto, wajahnya terlihat menyadari sesuatu. "Persona user yang lain…" Lanjutnya. "Terima kasih, Kanji-kun."
"E-eh? Ah… Sama-sama, Naoto." Ucapnya, wajahnya sedikit memanas dan agak memerah.
"Kalau berdasarkan perkiraanku…" Naoto mulai menjelaskan deduksinya kepada yang lain. "Bekas air di lokasi kejadian adalah pecahan es yang mencair." Ucapnya dengan serius. "Kalian semua pasti tahu salah satu kemampuan persona atau shadow untuk mengeluarkan es dalam ukuran besar kan?"
"Bufudyne…" Kata Chie, Bufudyne merupakan salah satu kemampuan yang dikuasai oleh persona miliknya.
"Tepat, Chie-senpai." Ucap Naoto membenarkan. "Hanya saja Bufudyne yang ini bukan untuk membekukan dan memusnahkan shadow seperti yang biasa kita lakukan, tetapi untuk menghalangi laju kereta listrik yang dinaiki Souji-senpai. Yang melakukannya kemungkinan besar adalah seorang persona user sama seperti kita, hanya saja tampaknya tujuan mereka buruk. Selain itu, ada juga kemungkinan shadow yang keluar ke dunia manusia yang melakukannya, meski sangat kecil kemungkinannya."
"Berarti… nyawa Souji-kun… diincar?" Tanya Yukiko pelan, mencoba memastikan.
"Ya, nyawa Souji-senpai sepertinya memang sedang diincar." Kata Naoto pelan, tapi masih bisa didengar oleh anggota IT lainnya dan Nanako. "Tapi menurutku, dengan berdasarkan yang diceritakan oleh Nanako, yang diincar bukan hanya Souji-senpai…" Lanjutnya dengan tatapan serius masih menghiasi wajahnya. "Tetapi seluruh anggota Investigation Team juga mereka incar."
Rise mulai terlihat ketakutan. "Jadi kita harus bagaimana? Aku masih belum mau mati…" Air mata mulai mengaliri pipi mulusnya.
"Tenang, Rise… Terlalu cepat untuk ketakutan dan menangis." Kata Souji sambil member Rise selembar tissue untuk menghapus air matanya. "Mereka pasti belum tahu kalau aku selamat dari kecelakaan itu…" Lanjutnya, kini terlihat serius. "Mereka baru akan bergerak lagi setelah mengetahui kalau aku masih hidup." Lanjutnya lagi. "Dan untungnya, tasku yang berisi dompet dan tanda pengenalku tertinggal di dalam kereta, ditambah badan kereta remuk dan terbakar serta para penumpang di dalamnya sepertinya hangus terbakar dan remuk, membuat semakin sulit untuk diidentifikasi. Itu akan membuat mereka semakin lama tahu kalau aku lolos dari maut yang mereka rencanakan." Tambahnya dengan wajah yang kini terlihat tenang.
Anggota IT yang lain takjub dengan yang dikatakan oleh leader mereka, begitu juga dengan Nanako. "Kau hebat, Partner! Menjadikan kesialanmu sebagai sebuah keberuntungan! Kau memang hebat!" Kata Yosuke sambil menepuk pundak sahabatnya yang berambut keperakan.
Souji menatap datar sahabatnya itu. "Aku anggap itu sebagai sebuah pujian, Yosuke." Kata Souji, kemudian menyeruput es kopi kalengan yang dibelinya dari tadi.
A.N :
Chapter 4 selesai.
Capek juga ngetiknya. Tahun baru malah nyelesain chapter ini karena ga ada kegiatan… Ehehehe
Saya ada permintaan, ada yang bisa bantu saya untuk persona milik Nanako nanti? Saya udah punya tipe arcana-nya, cuma belum dapat nama persona yang cocok… Kalau bisa namanya dari mitologi Jepang, biar sesuai sama nama-nama main persona milik karakter-karakter di Persona 4.
Sekian dari saya untuk chapter 4 ini. Maaf kalau saya ada kesalahan penulisan dan kesalahan lainnya di dalam fanfic ini. Review atau pun flame anda akan sangat membantu saya dalam pembuatan fanfic ini.
Saya juga mengucapkan Selamat Tahun Baru untuk para reader dan author seantero jagad FFN.
Terima kasih.
