Dongeng Beberapa Malam
.
by Ionatha (id: 1658345)
.
.
.
PART 4
Syuusuke : Nah, Yuuta, sementara si… sapa tuh, barang bawaanmu?
Yuuta : MI-ZU-KI.. Tolong jangan dilupain lagi...
Syuusuke : Oh, sori.. aku ngga suka nginget nama barang yang ngga jelas. Pokoknya aku mo keluar kota. Kamu lanjutin usaha ini ya.. Jaga baik2 rumah ini, jangan sekali-kali ke lantai atas. Bersihin kamar tiap hari, makan yang teratur. Aniki akan mengawasimu dari jauh.
Yuuta : Koq kaya pesan terakhir sebelum mau mati aja? Lagian kayanya maksud aniki itu keluar desa deh, bukan keluar kota.
Syuusuke : pokoknya, OK? OK dulu!
Yuuta : OKEH! OKEHH! Sana pegi deh! Jangan balik lagi!
Syuusuke : Sayonara...
Yuuta : Emang pergi naik apa, aniki?
Syuusuke : Di pintu desa ada kereta kuda nunggu. Kamu tenang aja.
Yuuta : Oh.. Kereta kuda? Buset banjetzh, aniki kaya banget bisa nyewa kreta kuda.
Syuusuke : Sayonara...
Yuuta : Emm. Eh, Aniki pulang kapan?
Syuusuke : Blum tau, tapi yang jelas agak lamaan deh. Sayonara…
Yuuta : Oh... Eh,aniki..
Syuusuke : INI TEH DARI TADI BILANG SAYONARA NGGA JADI-JADI! NIAT BIARIN GUA PERGI NGGA SIH?
Yuuta : Iya... iya... Sana pergi!
Syuusuke pun pergi meninggalkan adiknya sendirian. Yuuta pun masuk ke dalam rumah, dan naik ke lantai atas. Tiba2 Yuuta teringat akan petuah terakhir kakaknya melalui bayangan didalam balon ucapan persis kaya di komik-komik kalau ada karakter yang lagi ngehayal.
PLUP "Yuuta.. jangan sekali-kali naik ke lantai atas…" PLUP
Yuuta : Hah? Apa tadi? Aniki? Bukannya udah pergi? Jangan-jangan aku dikuntit setan. Ih, aniki serem. Aniki! Pergilah dengan tenang! Jangan merisaukan akuu! Aku baik-baik sajaa~ (nyanyi)
Tanpa merisaukan dan menghiraukan nasihat anikinya, Yuuta naik ke lantai atas. Saying pintu kamar paling atas itu dikunci.
Yuuta : Gila! Aniki kok ngunci pintunya! Apa maksud nih? Mizuki kan masih di dalem. MIZUKI! MIZUKI! Bangun, euy!
Yuuta berusaha menggedor-gedor pintu, namun Mizuki tetap tidak bangun2 juga.
Yuuta : Aduh, gimana ini? Kalo Mizuki ngga bangun2, susah nih. Mana di kamar kan ngga ada WC, ntar kalo dia kebelet kan repot.. Ah! Mending aku ke negeri sebelah aja. Aku tanya sama profesor Inui.
Dengan segera Yuuta pergi ke negeri sebelah. Walaupun butuh waktu yang banyak, tenaga yang keras serta duit yang banyak pula, namun Yuuta tetap pergi demi menolong Mizuki. Berusahalah Yuuta! Kalo bukan Yuuta, siapa lagi!
Yuuta : Spada.. spada.. Profesor Inui... Apa anda ada di dalam?
Inui : EEE... Si Yuuta. Ada apa, Ta?
Yuuta : Prof, mo minta tolong lagi dong!
Inui : Kayanya yang kmaren belum kamu bayar deh. Koq udah minta lagi?
Yuuta : Aduh.. penting pizan nih. Tolongin dong, Plizzz! Temen saya kekurung di lantai atas rumah. Dia juga kayanya lagi pingsan dan ngga bangun-bangun. Kuncinya dibawa kakakku.
Inui : Hmm... pekerjaanmu dulu apa?
Yuuta : Hah? Tukang kayu.
Inui : Sekarang?
Yuuta : Tukang benang.
Inui : Kalau begitu sudah jelas. Sekarang kamu harus ganti pekerjaan jadi tukang kunci.
BLETAK
Yuuta : YANG BENER DONG! BURU-BURU NIH!
Inui : DA MO DIGIMANAIN LAGI? Kamu pergi aja ke tukang kunci, ato ngga ganti pekerjaan jadi tukang kunci. Atau ini kukasih Special Hyper Guncang-guncang Glotok-Glotok Tralala Trilili Juice Asem manis Nano-nano iklan pajak 3 stengah jeti akan dibayar kapan2.
Yuuta : ...? Apa namanya tadi?
Inui : Nga penting. Pokonya ramuan ini hebat banget, bisa membangunkan mayat sekalipun.
Yuuta : Gimana cara makenya?
Inui : Gampang. Minumin aja ke orang yang mau dibangunin.
Yuuta : BODO! Justru orang yang mo dibangunin kekurung dan ngga bisa ditemuin! Belegug ah, percuma nanya kesini juga, udah cape-cape, jauh-jauh..
Inui : Eit! Tunggu! Gimana kalo kamu coba manah lewat jendela ke kamar atas, pasti ada jendela yang kebuka dong? Ini aku ada panahnya.
Yuuta : Iya, iya, trus aku disuruh jadi Robin Hood gitu.. manah-manah? Entar gimana kalo kupanah dianya yang kena?
Inui : Ya mati.
Yuuta : Goblok siah!
Inui : Ato ngga kamu lempar aja pake batu, bangunin temenmu itu. Ini batu canggih loh (seraya menyerahkan sebuah batu besar berkilau-kilau). Batu ini bisa melawan alat2 perang yang paling canggih, bahkan bisa melawan raksasa juga. Udah sana.. selamat berusaha.. Tagihannya ntar dikirim ke rumah.
Yuuta : Koq cara penyelesaiannya aneh gini sih? Ini kan bukan cerita Daud dan Goliat, pake ada raksasa segala.
Setelah mendapatkan batu tersebut, Yuuta kembali ke rumahnya. Seluruh uangnya habis untuk biaya perjalanan. Sekarang dia hanyalah pemuda bokek. Setelah sampai di rumahnya, Yuuta menuju halaman belakang lalu melihat ke arah jendela lantai 2 yang terbuka.
Yuuta : WOOI! Mizuki!
SIIINGGG
Yuuta : Wah, bener2 ga ada jawaban. Kalo gitu kugunakan siasat terakhir.
Yuuta mengambil batu dan melemparkannya ke arah jendela. Terdengar bunyi keras membentur lemari. Yuuta melempar batu kedua dan mengenai vas bunga, akhirnya semua batu yang ada didekatnya dilemparkannya ke arah jendela.
PLETAK
Mizuki : WADOOOUU!
Yuuta : Kayanya kena deh…!
Mizuki : Sapa itu! Ngga sopan pisan! Benjolku jadi dua nih sekarang!
Yuuta : Mizuki! Ah, akhirnya bangun juga! Apa kamu bisa turun kesini?
Mizuki : Emang kenapa, gitu?
Yuuta : Aniki ngunci kamarmu supaya kita ngga bisa ketemu!
Mizuki : HAH? Asem pisan dia! Udah mukul orang pake alat pintal, ngurung orang pula. Btw, gimana cara aku bisa turun, Yuuta?
Yuuta : Yahh, kalo ngga kamu yang turun, aku yang harus naik. Kalo kamu punya rambut panjang, kamu bisa kepang dan turunin rambutmu, jadi aku bisa naik ke atas.
Mizuki : Maaf, Yuuta. Tapi aku Mizuki, bukan Rapunzel! Ah.. biar gaunku aja yang kubelah dan kuturunin, jadi kamu bisa naik.
Yuuta : Hah? Mizuki-san! Jangan telanjang di depanku! Aku yang malu! Ntar kalo diliat orang lain bisa gawat!
Mizuki : Diem, dodol! Diem tenang aja di bawah! Aku tau apa yang kulakukan!
Dengan lihai Mizuki merobek gaunnya, sehingga jadi panjang sekali. Setelah memastikan bisa dipanjat, Mizuki menurunkannya ke bawah.
Mizuki : Udah bisa nih... Yuuta, naik gih!
Yuuta : Mizuki kerenn! Kereaktiph banget! Aku naik, ya. Jangan sampai aku jatoh!
Mizuki : OK!
Dengan penuh perjuangan Yuuta naik ke lantai atas. Akhirnya ia sampai juga walaupun berkali-kali merosot jatuh ke bawah.
Yuuta : Mizuki! I'm coming!
Mizuki : Ah.. Yuuta!
Yuuta : Gyaa! Mizuki! Kakimu jadi keliatan! Aduh malu! (tutup mata)
Mizuki : heh berisik! Terus gimana cara kita ke bawah?
Yuuta : Ya pakai kain punyamu tadi dong...
Mizuki : Gud, sayangnya kainnya udah jatuh! Tadi peganganmu lepas... dalam arti kita kekurung berdua disini.
Yuuta : Hah? Alamak! TOLOOONG!
To be Continued...
