TEST DAY

Hai haii,, balik lagi bersama Akashi-kun yang yandere sebelasduabelasdenganpsikopatimutimutawawawlopekurokotetsuyaselamanya~~

Heheeh,,aku yakin ,kalian pasti membaca tulisanku tadi dengan mata melotot, tak lepas dari layar, sambil menahan nafas panjang, megap-megap, mulai merasa sesak,berkunang-kunang,dan pusing.(hati-hati gejala anemia)

Heuff… aku sekalian mau lepas stress nih,diari… sudah 3 hari penuh kami ujian tengah semester, dan sebagai penerus Akashi Corp, aku dituntut untuk menjadi manusia sempurna, yang perfect dan berwibawa, seperfect past perfect tense…

Jadi aku harus belajar dan focus penuh pada mata ujian 3 hari ini yang biasanya diawali dengan pelajaran yang sulit dulu. Seperti hari pertama, matematika dan fisika, hari kedua kimia dan hari ketiga agama. Kenapa menurutku agama sulit? Soalnya kalo pelajaran agama,bukan hanya nilai yang dilihat,tapi juga perilaku dan tanggung jawab tiap pribadi pada yang diatas. Jadi selama ujian,aku berusaha menjaga perilakuku untuk tidak megkhayal kan Tetsuya dengan berbagai pose #apamaksudnya?! (pada akhirnya gagal juga sih)

Kalian pasti bertanya-tanya, kenapa ujian matematika,fisika dan kimia sulit untukku? Padahal,di ff lain aku digambarkan sebagai sosok sempurna, penuh wibawa, pintar, rajin nabung..

Yah, intinya cuma satu.

Aku juga manusia dan siswa biasa (backsound rocker juga manusia)

Diluar aku memang terlihat serba bisa, tapi didalam? Kalian tahu sendiri,kan? Kalau ga tau baca lagi deh chapter pertama. Apalagi dalam urusan berhenti membayang kan Tetsuya dengan berbagai pose, aku menyerah!

Jadi, setelah 3 hari yang penuh perjuangan dan pelatihan mental, ujian yang rumit sudah selesai kulaksanakan dengan sempurna. Jadinya, aku punya kesempatan menjamahmu,deh,diari~

Untuk hari ini kami ujian bahasa Indonesia dan bahasa biasa, sebelum ujiannya dimulai,terjadi perpindahan posisi meja. Tahu kan, kalau misalnya saat ujian biasanya hari sebelummnya guru-guru pada kurang kerjaan nyuruh kita rapiin meja lah, majuin meja lah, kasih jarak lah, yang menurut ku bakalan percuma seperti yang terjadi tadi.

Ujian dimulai jam7.30, dan si kelebihan gula datang 30 menit lebih awal. Begitu aku membuka pintu kelas, aku melihatnya sudah duduk manis dikursinya yang berada di sebelahku, nyengir-nyengir ga jelas sambil ngosngosan entah mengapa.

Begitu kuarahkan pandangan ke kursi ku,jaraknya sudah sangat dekat dengan meja bocah itu. Begitu juga dengan meja Shintarou, juga Tetsuya.

"Ryouta, bisa kau jelaskan apa yang terjadi?" ucapku sambil memberikan tatapan manis.(yang sepertinya gagal melihat gelagat Ryouta yang mencari-cari kantongan plastic)

"Akashi-chi~ kumohon untuk kali iniiiii saja. Bantu aku dalam ujian nanti,ya? Ya,ya? Aku ga belajar kemarin,manajer ku maksa buat ditemanin luluran sih. Yah, aku mau aja, mumpung gratis juga, heheheheh"

Lihat wajah nyengirnya yang menjijikkan itu. Gehh.. aku sampai heran..aku ini sebenarnya temenan ma jantan ato banci taman lawang?

Tapi hati kecilku yang lemah lembut berkata, "sudahlah sei.. bayangkan kalau kau disisi Ryouta, kalau ada tawaran kencan dengan Tetsuya sehari sebelum ujian agama, kau pasti juga bakalan kesulitan besoknya,kan? Kita sebagai makhluk social harus saling menolong.."

Hah, sudahlah.

" ya sudah. Tapi mejanya kau rapikan lagi. Kalau 3 kursi orang terpintar di kelas kau dekatkan seperti ini, pengawas mana coba yang tidak curiga?"

Seketika, mata nya yang sudah berbinar-binar dari dulu makin berbinar-binar lagi, sampai-sampai aku berpikir bola matanya hilang lantaran kebanyakan sparkling.

"arigatou, ne, Akashi-chi~ aku sayang ka…"

Ckrisssssss

"kambing….."

Dan, pukul 7.30 bel masuk pun berbunyi. Di pelajaran bahasa inggris, aku berhasil menyelesaikannya dengan mudah dan ada sedikit membantu Ryouta. Yah, sedikit. Karna mungkin dia awalnya segan melihat ku yang menatapnya denga penuh kasih sayang, dia lebih banyak minta pada Tetsuya.

Nah, pelajaran bahasa Indonesia, si tengik ini mulai bertingkah.

"Akashi-chi,,Akashi-chiii,,apa artinya peribahasa lempar batu sembunyi tangan?"

"artinya gamau mengakui kesalahan, ryouta,,"

"kalau kalimat aktif cirri-cirinya apa?"

"ada tanda petik duanyaaa"

"kalau habis manis sepah dibuang apa?"

Sialan ni anak. Aku heran. Gimana cara dia menulis secepat itu semua jawabannya dan langsung menanyakan soal lain dalam waktu beberapa detik? Aku juga baru masuk ke pertanyaan lempar batu sembunyi tangan.

"artinya pelacuran"

….

Eh? Aku ngomong apa tadi? Kok rasanya aneh.. Ryouta tanya habis manis sepah dibuang,kan? Eh?eh? mampus..

"ryouta.. sebenarnya.."

"kalau lanjutkan pantun ini: berakit rakit kehulu, berenang renang kemudian.."

DENGGG

Benar-benar kecepatan menulis anak ini…Aku masih heran, apa benar Ryouta menulis semua yang kuberitahu padanya? Coba aku tes..

"bersakit-sakit pant*t dahulu, mendesah-desah kemudian."

"oke, kalau soal.."

Gila! Ryouta sudah gila! Apa-apaan dia…

Aku berusaha menahan tawa ku sambil menghiraukan ucapannya. Aku sudah ga kuat lagi. Maafkan aku, Ryouta, mungkin untuk dua soal itu, orangtuamu akan dipanggil Mario bross sensei ke sekolah.. #akashijahat

"engg..Akashi-kun,, kalau kau mau ketoilet,bapak tidak larang,kok, kau boleh pergi sekarang."

Eh? Kuangkat kepalaku dan melihat sensei pengawas menaruh iba .. mungkin karna menahan tawa orang lain salah persepsi dengan ekspresi wajahku.

Dan, setelah ujian berakhir, aku cepat-cepat mengemas tas, menarik Tetsuya dan mengantarnya pulang.

Dan aku masih kepikiran soal Ryouta. Aku merasa bersalah juga,sih,, tapi apa memang dia menulis semua jawaban yang kuberikan padanya? Kepolosan anak itu sudah over load..

"Akashi-kun, ada apa?"

"eh? Tidak ada apa-apa, Tetsuya,"

"tapi dari tadi kau diam saja.. kau tidak mendengar yang kubilang?" ujarnya sambil menunjukkan ekspresi datarnya

Tapi, kalau kau sudah lama mengenal Tetsuya, kau akan melihat sedikit kesedihan di wajahnya yang mungil.

Aku pun meraih pundaknya dan merangkulnya mendekat padaku.

"ehmmm.. Tetsuya, kau tidak lapar? Mau makan sesuatu?"

"eh?benarkah Akashi-kun? Kalau begitu ayo ke Maji Burger!" seketika blue pearl nya membesar imut dan pipinya memerah senang.

"tentu saja. Asal tidak beli vanilla shake ukuran jumbo, ya, yang kecil saja"

"ehhhhh…" ekspresinya langsung kembali datar dan ada ekspresi kecewa di wajah imutnya ini.

"tentu saja. Kau harus makan yang lain,Tetsuya. Ini masa ujian. Gimana kalau kamu sakit nantinya? Siapa yang khawatir? Aku,kan?"ujarku sambil mencubit kecil pipinya yang sedikit digembungkan.

"hai,Akashi-kun.."

Rangkulanku pun semakin erat padanya. Kami-sama… kenapa orang seimut ini hadir dalam hidupku…? #gyaaaa

Esoknya.

Hari ini kami ujian bahasa jepang dan bahsa jerman. Yah, sekolah kami ini memang demen banget sama yang namanya bahasa. Katanya supaya tercipta para penerus bangsa yang kaya potensi dalam kanca internasional

Heufff…

Namun, setelah ujian, saat pengembalian kertas ujian bahasa indonesia…

"wahahahahah,, apa-apaan ini Kise? Beruntungnya kau mendapat tanda tangan Mario bross sensei dan tulisan 'tingkatkan keliaran otakmu, nak, sensei bangga punya murid seperti mu. Temui sensei setelah selesai ujian.' Wahahahahahah"

Si dekil terlihat menertawakan si kelebihan gula yang hari ini kelihatannya kekurangan gula.

"a..aku tidak mengerti…" ujarnya bingung.

Melihat itu, aku kembali cepat-cepat pulang sambil menggandeng tangan Tetsuya.

Sepertinya besok aku harus memberinya paket luluran gratis…

Haiiiii,, maaf ichigo update lama…..

Dan gomen kalau momen akakuro nya sedikit #heunggghhhh

Untuk kedepannya, ichigo akan berusaha lebih lagi!

All ff lovers,, hwaiting! #hwaitingbuatapa?#sudahlah