Just Be Mine
Warning: YAOI, vulgar words, dll
Rating: M ples ples :v
CHANBAEK AREA ONLY!
DON'T LIKE? DON'T READ
.
.
.
Baekhyun menatap kaget pria tampan didepannya. Apa yang baru saja pria ini katakan? Meminta Baekhyun untuk menjadi kekasihnya?
Baekhyun akui dia menyukai Chanyeol pada pandangan pertama. Dia juga tidak menyesal atas seks yang mereka lakukan. Malah dia merasa senang.
Tapi mendengar Chanyeol memintanya untuk menjadi kekasihnya secepat ini, rasanya Baekhyun tidak percaya.
Ayolah. Chanyeol itu seorang CEO sukses ternama dan terkenal didunia. Walaupun Baekhyun mengaku ia juga memiliki nama dan ketenaran sama seperti Chanyeol, tetap saja profesi mereka berbeda.
Apa jadinya jika Park Chanyeol, seorang CEO yang terkenal tegas dan berwibawa, memiliki kekasih seorang model majalah gay dewasa? Ia takut orang-orang akan menjudge mereka.
"Maaf, Chanyeol, aku—"
Belum sempat Baekhyun menyelesaikan kalimatnya, Chanyeol langsung membungkam bibir Baekhyun. Ia sedikit melumat dan menuntut atas ciuman itu, Baekhyun pun membalasnya.
"Asal kau tahu, aku sudah menyukaimu lama sebelum bertemu denganmu. Sebenarnya aku sudah menjadi penggemarmu, Byun Baekhyun. Aku juga yang meminta perusahaanku untuk bekerja sama dengan agensimu, agar aku bisa bertemu denganmu. Sepertinya akupun tak sendirian, kau juga menyukaiku pada pandangan pertama, bukan? Aku menyadari tatapanmu itu. Ketika aku berciuman dan melakukan seks denganmu, tak bisa dipungkiri aku sangat senang. Namun aku mengiginkan lebih. Aku tak ingin hanya memiliki tubuhmu, aku juga ingin memiliki hatimu. Aku berjanji akan melindungimu, Byun Baekhyun. Karena kau orang yang paling kusayangi."
Ucapan Chanyeol yang menyentuh berhasil menyadarkan Baekhyun. Apalagi disertai belaian tangan pria itu di pipinya, Baekhyun semakin terlarut dalam suasana.
Sepertinya perkataan yang ia lontarkan ke Victoria noona akan segera terpatahkan.
Kalimat Chanyeol membuat Baekhyun diam-diam tersenyum. Dengan rona pink di pipi gembulnya yang manis, Baekhyun memajukan wajahnya untuk mengecup sudut bibir Chanyeol.
"Baiklah, aku setuju menjadi kekasihmu, Chanyeolie.."
Mendengar nama sayang Baekhyun yang manis Chanyeol tersenyum. Tak dapat dipungkiri ia sangat bahagia, karena cintanya diterima oleh Baekhyun.
"Terima kasih, sayang.."
Setelah itu, kedua pasangan yang baru menjadi kekasih itu menghabiskan malam panas mereka. Mereka bercinta diatas sofa, lalu pindah ke kamar Baekhyun dan melanjutkan sesi bercinta mereka. Rasanya pergelungan panas itu tak berhenti-henti, hingga jam waktu menunjukkan angka 3 pagi. Setelah puas dan lelah karena tenaga mereka habis, Baekhyun dan Chanyeol tertidur dalam dekapan pasangan masing-masing.
Hari yang sudah berganti telah membangunkan Baekhyun. Model mungil itu mengerjapkan matanya, dan mencoba memulihkan kesadarannya. Ia merasa selama terjaga dirinya sangat hangat.
Lalu Baekhyun melihat kebawah dan mendapatkan tangan kekar sedang memeluk pinggang rampingnya. Ia tersenyum dan bertoleh kepada wajah pemilik tangan itu.
Baekhyun menelusuri wajah kekasihnya dengan jari kurusnya. Sangat tampan. Mungkin ia yakin para wanita akan cemburu kepadanya, karena bisa mendapat hati seorang Park Chanyeol.
Setelah puas memperhatikan wajah kekasihnya, Baekhyun beranjak dari tempat tidurnya. Ia mengambil kemeja Chanyeol yang tergeletak di lantai, lalu memakainya. Kemeja berwarna putih itu terlihat kebesaran di tubuh mungilnya, dan menjuntai hingga setengah pahanya. Kemudian Baekhyun pergi ke dapur, memutuskan untuk membuat sarapan.
Aroma rempah rempah itu tercium sangat menggoda, membuat siapa saja tiba-tiba merasa lapar karenanya. Baekhyun memasak dengan sepenuh hati dan cinta. Hari ini ia merasa dalam mood bagus.
Setelah memindahkan semua masakannya ke piring, Baekhyun merasakan sepasang lengan kekar memeluknya dari belakang. Disertai sebuah kecupan di pipinya.
"Selamat pagi, Baekhyunnie sayang.." ucap suara baritone.
Baekhyun tersenyum dan menolehkan wajahnya ke sumber suara. Matanya langsung bertatapan dengan mata Chanyeol. Setelah itu Chanyeol memajukan wajahnya, mencium bibir Baekhyun dan langsung dibalas oleh Baekhyun.
Mereka memejamkan mata masing-masing dan meresapi ciuman pagi yang manis itu. Setelah puas berciuman, Chanyeol menjauhkan wajahnya dan beralih meletakkannya di pundak Baekhyun. Lelaki itu mengintip apa sarapan mereka.
"Wah, kau masak apa, sayang? Aromanya enak sekali."
"Aku memasak bibimbap. Aku tak tahu apa makanan kesukaanmu."
"Hm? Makanan kesukaanku? Hanya satu, kok."
"Apa itu?"
Baekhyun mengerjapkan matanya imut. Chanyeol menyeringai, dan sebelah tangannya menelusup dibalik kemeja yang Baekhyun kenakan dan meremas pantatnya langsung. Ya, Baekhyun memang tidak memakai dalaman.
"Kau." Chanyeol berbisik berat di telinga Baekhyun.
Baekhyun terkikik geli, ia merasakan Chanyeol mulai menghisap lehernya.
"Nghhh.. Chan.."
Baekhyun mendorong kepala Chanyeol, berusaha menjauhkan Chanyeol dari lehernya. Karena ini berbahaya. Apabila Chanyeol sudah dekat-dekat padanya dan menyentuhnya, Baekhyun yakin dirinya akan terangsang dan tidak bisa menahan dirinya sendiri.
"Ayooh..kita sarapan dulu, nanti keburu dinginhh.."
Chanyeol semakin gencar menghisap lehernya dan meremas pantat Baekhyun. Rasanya kekasihnya ini sangat nikmat, melebihi makanan lezat apapun.
"Salah sendiri, kau begitu nakal memakai kemejaku Baek. Pahamu yang berisi itu sangat menggoda ku tahu? Aku sudah half-hard daritadi."
"Baiklahh, aku janji akan menuntaskan hasratmuh, Chanyeollie. Tapi aku ingin kita sarapan terlebih dahulu. Sesudahnya kau bebas berbuat sesukamu."
Chanyeol mengendorkan pelukannya, dan memilih menuruti Baekhyun. Walaupun birahinya sudah tinggi, tapi ia tetap mengikuti kata kekasih mungilnya itu.
Mereka makan bersama dengan tenang, Chanyeol memuji betapa enaknya masakan Baekhyun. Pujian itu membuat pipi Baekhyun merona seperti apel, dan Chanyeol menyukainya. Walaupun dirinya gelisah karena penisnya yang tidak mau tidur, tapi ia tetap dengan semangat menghabiskan sarapan.
Setelah mereka berdua selesai, Baekhyun baru saja meletakkan piring kotor mereka di wastafel. Namun belum sempat menyalakan keran air, tubuhnya sudah dibalikkan, dan Chanyeol menciumnya dengan ganas.
Sesuai dengan janji Baekhyun, mereka akhirnya melakukan quick sex dengan Baekhyun yang harus menungging bertumpu dengan meja makan. Sehabis itu mereka membersihkan tubuh mereka dan mandi bersama di kamar mandi Baekhyun yang luas. Dan menghabiskan satu ronde lagi disana.
"Ada apa denganmu hari ini? Wajahmu terlihat bahagia sekali, Baek."
Baekhyun menatap Luhan, rekan satu profesinya sekaligus merangkap sebagai sahabat sejatinya. Mereka tengah berada dalam café di sebuah mall. Hari ini keduanya tidak ada pemotretan, dan karena Chanyeol tadi harus berangkat kerja, jadi Baekhyun memutuskan untuk hangout bersama sahabatnya itu.
"Yah, bisa dibilang aku memang sedang senang. Aku akan memberi tahu alasannya, tapi janji jangan bilang siapa-siapa ya?"
Saat ini Baekhyun memang belum ingin semua orang tahu tentang hubungannya dengan Chanyeol.
"Baiklah, aku tak akan memberitahunya. Kau tahu semua rahasiamu aman padaku Baek." Luhan menyuap opera cake miliknya.
Baekhyun meletakkan kedua tangannya di pipinya. Mata lelaki mungil itu terlihat berbinar dan bibirnya tersenyum, lalu menatap keatas seolah membayangkan sesuatu.
"Aku telah memiliki kekasih."
Setelah mendengar pernyataan Baekhyun, Luhan langsung tersedak opera cake yang sedang ia telan. Lalu terbatuk-batuk. Baekhyun melihat sahabatnya itu khawatir dan langsung menyodorkan jus jambu milik Luhan, yang langsung diterima pemiliknya dan Luhan menegak minuman itu dengan panik.
Setelah membanting gelas yang tinggal setengah itu ke meja, Luhan menatap Baekhyun dengan napas terengah-engah. Dan menatap sahabat didepannya itu dengan tidak percaya.
"Kau? Pacaran? Serius? Maksudku, kalian tidak hanya main-main kan?"
Baekhyun mengerucutkan bibirnya imut.
"Tentu saja tidak, Lu. Aku sangat menyayanginya~~ Meskipun kami baru saja berpacaran."
Luhan menggelengkan kepalanya, lalu menghela napas.
"Aku pikir kau telah mematahkan hati semua penggemar priamu. Mereka semua pasti sangat iri dengan kekasihmu. Bisa menyentuh dan melakukan seks dengan Byun Baekhyun."
"Ya! Mengapa kau bicara seperti itu? Bukankah kau memiliki kekasih juga, si fotografer baru itu? Semua penggemarmu juga pasti akan patah hati, Lu~"
"Siapa maksudmu? Oh Sehun? Ha! Aku tidak memiliki hubungan special apapun dengannya, hubungan kami hanya sebatas diatas ranjang."
Baekhyun memutar bola matanya malas, lalu menyedot strawberry milkshakenya.
"Peka lah sedikit, Lu. Aku bisa melihat jelas dari mata Oh Sehun itu ketika memandangmu. Apalagi ketika memotretmu, sepertinya dia paling semangat."
"Aku tidak tahu, Baek! Yang aku tahu dia hanya fotograferku, tidak lebih. Aku tidak mengenalnya, kecuali penisnya, aku sudah sering berinteraksi dengan itu. Haha!"
Baekhyun menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku sahabatnya itu. Terkadang ia juga merasa kasihan dengan Sehun, hanya dijadikan sebagai pemuas nafsu oleh Luhan. Baekhyun tahu sebenarnya Sehun memendam perasaan lebih kepada sahabatnya yang memiliki mata rusa itu. Suatu saat, Baekhyun akan mencoba meruntuhkan keras kepala Luhan.
"Ngomong-ngomong, siapa kekasihmu, Baek? Apakah dia tampan~? Aku penasaran bagaimana wajah pria yang telah meluluhkan hati Byun Baekhyun." Luhan tersenyum jenaka.
Baekhyun terkekeh. Ia mengeluarkan ponselnya, membuka galeri, dan menyerahkannya pada Luhan.
Luhan melihat foto itu. Foto dimana terdapat dua pria yang bergaya mesra. Baekhyun, pria yang lebih mungil, terlihat memakai kemeja putih longgar dan mengecup pipi pria disampingnya. Sementara pria yang lebih tinggi, terlihat merangkul leher Baekhyun mesra dan matanya menatap ke kamera sambil tersenyum.
Foto itu memang diambil ketika tadi Chanyeol belum berangkat kerja. Baekhyun yang menyuruhnya sebagai alasan jika rindu dengan Chanyeol. Klise.
Luhan menatap pria yang dikecup oleh Baekhyun. Pada pandangan pertama, ia langsung terpukau, karena walaupun dari foto tapi pria ini terlihat sangatlah tampan. Sepadan dengan kecantikan Baekhyun.
Namun ia sedikit menyatukan alisnya, merasa mengenali wajah kekasih Baekhyun ini. Ia rasa pernah melihatnya disuatu tempat. Dan begitu sesuatu muncul di otaknya, Luhan langsung menjatuhkan rahangnya dan menatap Baekhyun terkejut.
"Baek!? Pacarmu? Dia CEO dari Park Group itukan!?"
Baekhyun menganggukkan kepalanya.
Luhan menutup mulutnya, dan menatap Baekhyun dengan mata rusanya yang melotot lucu.
"Aku seharusnya tahu yang berhasil menjadi kekasihmu bukan orang sembarangan, Baek. Seorang CEO muda yang tampan dan mapan. Ternyata pesona dan lekuk tubuhmu itu tak tertandingi, mampu melumpuhkan seorang Park Chanyeol sekalipun."
Baekhyun hanya tertawa mendengar perkataan Luhan yang menurutnya berlebihan. Well, tapi memang benar, ia merasa sangat beruntung karena menjadi kekasih Chanyeol.
Chanyeol menatap layar ponselnya penuh bahagia. Wallpapernya kini telah berganti, dengan fotonya dan Baekhyun. Chanyeol merasa bahagia karena akhirnya mereka resmi menjadi pasangan kekasih.
Byun Baekhyun, model terkenal yang selama ini hanya ia lihat dari majalah. Ia mempunyai semua edisi majalah yang terdapat Baekhyun. Majalahnya itu tersembunyi dibalik kloset miliknya, tidak akan ditemukan siapapun kecuali dirinya saja.
Pertama Chanyeol melihat Baekhyun di majalah, itu tidak sengaja. Ia sedang berkunjung ke rumah temannya. Namun karena temannya itu belum datang, maka ia disuruh Ibu temannya itu untuk menunggu di kamar.
Kamar temannya itu terlihat begitu remaja dan hampir di seluruh dindingnya terdapat poster wanita barat dengan bikini. Ia mengira temannya itu sangat mesum dan menyukai dada besar.
Tapi ketika matanya melihat majalah yang terselip dibalik bantal temannya, ia salah. Chanyeol melihat cover majalah itu, yang memang berbau mesum. Namun apa yang dilihat di covernya bukanlah wanita, melainkan laki-laki.
Seorang laki-laki mungil dengan paras cantik melebihi perempuan. Ia sepenuhnya telanjang, hanya selimut tipis yang menutupi benda privat miliknya. Dengan posisi duduknya dan tubuhnya menghadap kesamping, wajahnya ditoleh kedepan sambil menggigit jarinya. Wajah malaikatnya sangat kontras dengan ekspresinya yang sensual.
Dan tubuh itu, dari samping sudah terlihat ia memiliki tubuh pria tak biasa. Karena lekukannya yang begitu kentara. Terlihat dari pinggangnya yang kecil, berbanding dengan pinggulnya yang menonjol. Dan pahanya yang terekspos bebas karena tidak tertutupi selimut. Chanyeol bersumpah paha putih susu itu paha terseksi yang pernah dilihatnya.
Chanyeol beralih menatap wajah model itu sekali lagi, dan merasa dirinya benar-benar jatuh cinta. Jatuh cinta pada laki-laki yang berada pada cover majalah ini.
"Chanyeol? Maaf menunggu, tadi aku sedang keluar—"
Jooyoung, teman Chanyeol, langsung membeku begitu melihat apa yang dipegang Chanyeol. Itu adalah koleksi pribadi rahasianya!
"Jooyoung, siapa pria ini?" Chanyeol menunjuk cover majalah itu.
Jooyoung memerah, karena ia ketahuan oleh temannya sendiri mempunyai majalah gay dewasa. Mungkin apabila majalah itu berisi makhluk telanjang dengan dada besar, ia tak akan apa-apa. Tapi temannya ini telah mengetahui rahasia kecilnya, bahwa ia juga menyukai laki-laki.
"I-itu—"
"Byun Baekhyun. Seorang model favoritku."
Akhirnya Jooyoung hanya jujur kepada Chanyeol. Chanyeol terus menatap majalah itu lekat. Jooyoung pun terkekeh kecil. Seperti kata pribahasa, sudah basah ya mandi saja sekalian. Ia pun berusaha membongkar rahasianya sekalian kepada Chanyeol.
"Aku membeli majalah itu 2 minggu yang lalu. Rasanya ketika melihat covernya, aku langsung jatuh cinta. Walaupun Byun Baekhyun seorang laki-laki, tapi aku merasa dibuat gay olehnya. Aku sangat kecanduan olehnya. Aku sampai rela menabung dan tidak membeli majalah porno lain demi majalah Byun Baekhyun itu. Harganya sangat mahal. Tapi rasanya setimbang dengan foto-foto didalamnya."
Chanyeol menghafal judul majalah itu, Malexotic. Sepulangnya dari rumah Jooyoung, ia mencoba membeli majalah yang dimaksud Jooyoung. Dan benar saja, harganya sangat mahal. Tapi Chanyeol adalah orang kaya. Ia rela membuang duit berapapun demi majalah dengan model yang cantik itu.
Tak berasa koleksi majalahnya telah menumpuk. Setiap malam jika sempat, Chanyeol akan bermasturbasi dengan membayangkan Baekhyun dan tubuh indahnya berada dibawah Chanyeol. Tak jarang laki-laki manis itu menghampiri mimpi Chanyeol, membuat penis Chanyeol basah keesokkan harinya.
"Chanyeol, kau dipanggil ayahmu dan ditunggu diluar."
Suara Jinah yang tiba-tiba masuk ke ruangannya membuyarkan lamunan Chanyeol yang sedang menatap wallpapernya. Chanyeol pun membenarkan jasnya, dan keluar untuk bertemu ayahnya.
Setelah Chanyeol keluar ruangan, Jinah diam-diam tersenyum tipis.
Ruangan kerja VIP milik ayahnya itu masih sangat terjaga dan rapi. Walaupun ayahnya sudah jarang memakainya, karena beliau telah pensiun dari jabatannya dan lebih sering di rumah.
Namun, walaupun setelah ayah Chanyeol menyerahkan jabatan CEO kepada anak bungsunya, ayah Chanyeol tetap mengontrol perusahaannya dari rumah. Ia selalu menilai kinerja Chanyeol.
"Ada apa memanggilku, ayah?"
Chanyeol duduk di sofa seberang Ayahnya. Ayahnya itu terlihat memakai pakaian santai, dengan celana bahan dan sweater yang disetrika rapi. Sepertinya mereka hanya mengobrol ringan, bukan?
"Park Chanyeol, apakah benar kau mensponsorkan majalah dari perusahaan kita?"
Tuan Park bertanya dengan suara pelan. Lalu air mukanya terlihat biasa. Chanyeol meneguk ludahnya.
"Ya, ayah."
Ayahnya tidak memperjelas 'majalah' yang dimaksud, tapi Chanyeol yakin ayahnya tersebut sudah tahu tentang hal ini.
"Aku akan bilang, aku tidak pernah meragukan keputusanmu. Aku yakin kau sudah memikirkan ini matang-matang. Dan mungkin aku juga harus berterima kasih denganmu, karena walaupun majalah yang kau sponsori itu sedikit 'berbeda', tetapi keuntungan yang kita dapat untuk perusahaan semakin besar karena kepopuleran mereka."
Chanyeol diam-diam menghela nafasnya lega. Sepertinya ayahnya tidak curiga apapun kepadanya. Malah beliau terlihat bangga dengan Chanyeol.
"Aku tidak pernah menyesal mempunyai anak sepertimu, Park Chanyeol."
Ayahnya tersenyum sambil menepuk pundak Chanyeol. Chanyeol sendiri hanya membalas senyum ayahnya seadanya.
"Sebagai hadiah untukmu, aku akan menyiapkan kejutan bagimu."
Ayahnya itu mengedipkan sebelah matanya, namun Chanyeol merasakan perasaan tidak enak.
Baekhyun dan Luhan kini telah kembali ke apartemen Baekhyun. Mereka memutuskan untuk menonton film drama romance kesukaan mereka dari dvd.
"Luu.. mengapa cerita ini sangat sedih?"
Baekhyun menghapus air matanya yang keluar. Kepalanya bersandar pada bahu sempit Luhan, sambil memeluk pinggang mungil itu dari samping. Mereka terlihat seperti saudara yang manis.
"Ya.. aku sangat benci dengan pemeran wanitanya! Tidak menyadari kalau laki-laki itu sudah menyukainya sejak lama hingga dia meninggal!" Luhan menepuk bantalnya sambil memakan popcorn dengan ganas.
Diam-diam Baekhyun melirik Luhan. 'Bukankah kau juga seperti wanita itu, Lu?'
Tiba-tiba bel apartemen Baekhyun berbunyi. Baekhyun mengernyit bingung, siapa yang datang ke apartemennya?
Saat ia membuka pintu, terdapat seorang pria yang memberikan sebuah paket padanya. Baekhyun makin bingung, siapa yang mengirim paket ini? Apakah penggemarnya? Tapi alamat apartemennya tidak diketahui siapapun selain teman-teman dekatnya saja. Ia sangat menjaga privasinya.
Setelah Baekhyun membawa paket yang cukup besar itu kedalam ruang tv, Luhan menatapnya penasaran.
"Apa itu Baek?"
"Aku tidak tahu. Tadi petugas itu juga tidak memberi tahu siapa pengirimnya."
"Coba buka."
Baekhyun membuka kotak besar berbahan beludru itu. Begitu ia melihat kedalam, ia melihat sebuket mawar putih yang sangat cantik.
Baekhyun sedikit mengernyitkan keningnya. Mawar putih ini sangat cantik.. tetapi Baekhyun bingung. Darimana pengirim ini tahu bahwa mawar putih adalah bunga favoritnya? Baekhyun tidak pernah memberi tahu siapa-siapa. Atau ini hanya kebetulan saja? Ah bisa saja hanya kebetulan.
Ternyata didalam kotak beludru tersebut terdapat selembar kecil kertas. Baekhyun memperhatikan isi kertas tersebut.
Untuk Baekkie.
Hanya tulisan tersebut yang terdapat di kertas. Tidak ada nama pengirim. Dan.. Baekkie? Baekhyun benar-benar tidak tahu siapa pengirim misterius ini. Apa mungkin Chanyeol? Mungkin nanti Baekhyun akan menanyakannya.
"Wah.. mawar putih yang cantik."
Baekhyun disadarkan kembali dari pikirannya oleh suara Luhan. Baekhyun melihat Luhan mengambil buket bunga itu dan menghirupnya.
"Hmm.. siapa yang mengirimmu Baek? Apakah penggemarmu? Tapi kan tidak ada yang tahu alamat apartemen ini. Atau jangan-jangan… penguntitmu yang sangat terobsesi padamu?" Luhan sedikit bercanda di akhir kalimatnya.
Baekhyun menatap Luhan aneh, lalu ia merebut mawar tersebut dari tangan Luhan.
"Jangan bercanda, Lu. Lagipula sekalipun aku punya penguntit ia tak akan tahu alamat apartemenku. Mungkin ini Chanyeol yang mengirim, diam-diam ia ingin memberi kejutan." Baekhyun tersenyum manis, ia berpikir positif dan memikirkan Chanyeol saja sudah membuat pikirannya jernih kembali.
"Well, betapa romantisnya pria-mu, Byun Baekhyun."
Luhan memutar bola matanya mendengar ocehan sahabatnya yang sedang dimabuk asmara itu. Luhan tiba-tiba mendekat kepada Baekhyun lagi, memeluk pinggang mungil sahabatnya.
"Siapapun yang mengirimnya.. aku rasa dia punya perasaan khusus dan sangat special padamu. Mawar putih adalah lambang dari cinta sejati bukan? Mawar putih menggambarkan ketulusan dan kemurnian. Aahh, betapa beruntungnya dirimu Baekhyun. Aku juga ingin diperlakukan romantis begini oleh pangeran berkuda-ku suatu saat nanti."
Luhan menangkupkan tangannya di kedua pipinya, mata cantiknya berbinar-binar memikirkan hal-hal romantis. Well, sepertinya rusa kecil satu ini kebanyakan nonton drama.
Sedangkan Baekhyun sendiri menunduk. Entah kenapa hatinya mendadak tidak tenang. Ia yakin pengirimnya bukan Chanyeol...
TBC
A/N: duh akhirnya aing update juga. maaf kalo lama ataupun pendek. gatau kenapa lagi kurang mood :'D
ada yang bisa nebak siapa yang ngirim baekhyun bunga? dan apa tujuannya? :v
bdw konfliknya baru mulai setelah chanbaek pacaran yaa.. tapi tenang moment mereka tetep banyak kok hehey
ada yg nonton exoluxion ina? wkwk gue jamuran nunggu pricelistnya, tapi semoga aja terjangkau dan realistis :")
as always review terus yaa buat saling menghargai~ kan author sudah capek2 nulisnya loh hehe :) terima kasih buat para readers yg masih setia umumumuu~~
