Bored
.
[Taehyung/V x Jimin]
.
VMin TaeChim 95z
.
.
.
.
Sebelumnya tidak ada rencana bersepeda di malam hari, tapi Jimin terus saja menrengek ingin bersepeda. Taehyung mengiyakan dan ia segera pergi ke garasi untuk mengambil sepedanya, dan juga sepeda Jimin. Lagi, Jimin merengek tidak mau naik sepedanya sendiri. Ia ingin dibonceng Taehyung karena ia sedang malas mengayuh.
"Tidak usah mengajak bersepeda jika kau malas mengayuh sepeda." Sungut Taehyung seraya menggembalikan sepeda Jimin kembali ke garasi. Jimin hanya terkekeh dan segera naik ke sepeda Taehyung, berpijak pada kedua besi panjang yang terpasang di sisi kanan-kiri sepeda.
Jimin berpegangan pada pundak Taehyung ketika Taehyung mulai mengayuh sepeda.
"Cuacanya sedang bagus, sayang kalau kita hanya berdiam diri di rumah dan tidak menikmatinya." Ujar Jimin, kedua tangannya ia rentangkan ke samping. Kepalanya sedikit mendongak dengan kedua mata yang ia pejamkan ketika ia merasakan hembusan angin menerjang seluruh tubuhnya.
Taehyung memutar matanya, ia fokus pada jalanan di depannya. Sebuah smirk mampir di wajahnya ketika ia melihat jalan menurun. Taehyung mempercepat kayuhannya pada sepeda, Jimin berteriak karena dia merasa seperti sedang menaiki sebuah roller coaster.
Dan demi Neptunus, Jimin benci dengan yang namanya roller coaster.
1 pukulan pada kepala, 2 pada lengan dan beberapa pukulan lagi terasa di seluruh badannya. Taehyung mengaduh sambil mengelus area-area yang telah menjadi sasaran pukulan Jimin. Sepeda berhenti, Jimin melompat turun lalu menendang kaki Taehyung dengan sekuat tenaga. Taehyung hanya tertawa.
"Tidak berkeprimanusiaan." Kata Jimin sewot lalu berbalik meninggalkan Taehyung yang masih saja tertawa. Ia hampir jatuh dari sepedanya tapi untung saja tidak.
Taehyung berhenti tertawa, mengusap air mata yang menggenang di pelupuk matanya akibat terlalu banyak tertawa. Ia berbalik lalu mengejar Jimin. "Maaf, maaf, aku tidak bermaksud membuatmu takut." Tangannya memegang pergelangan tangan Jimin agar ia tetap berada di tempatnya. Jimin membuang wajahnya ke samping, bibirnya mencebik dan beberapa detik kemudian ia mulai mengomel tentang mengebut saat bersepeda itu dilarang karena sangat berbahaya apalagi pada saat melewati jalan menurun.
"Pertengkaran suami-istri ini berlangsung dimana saja." Ucapan dari seseorang yang tiba-tiba muncul itu membuat Taehyung dan Jimin menoleh ke sumber suara secara bersamaan. "Oh astaga, mereka berjodoh." Suara yang lainnya membuat keduanya mengerutkan dahi.
"Jangan bilang kau lupa dengan kami?" Taehyung memutar matanya saat ia melihat sosok kedua temannya. Namjoon dan Yoongi.
"Jadi, sekarang apalagi? Taehyung membuat remnya blong?"
"Yang benar saja." Taehyung memutar matanya lagi. Ia melirik Jimin yang masih mencebikkan bibirnya, itu pemandangan yang sangat lucu dan menggemaskan.
Namjoon menepuk pundak Taehyung membuat lelaki berambut hitam pekat itu mengalihkan perhatiannya pada Namjoon, ia mengernyit dan Namjoon segera menyampaikan apa-apa saja yang perlu ia beritahukan pada Taehyung.
Sementara Taehyung dan kedua temannya itu sibuk berbincang mengenai only-God-know-what, Jimin menyilangkan kedua tangannya di dada setelah ia berhasil melepas pegangan tangan Taehyung di tangannya. Ia melihat kesana-kemari, bersenandung kecil, menghetakkan kaki, bersiul dan apa saja yang mampu menghilangkan rasa bosannya.
Lama sekali
Jimin memutuskan untuk duduk pada besi yang menghubungkan bagian stang sepeda dengan sadel sepeda. Kepalanya ia sandarkan pada dada Taehyung dan ia melihat ke arah pohon-pohon yang ada di pinggir jalan.
5 menit dan Taehyung masih belum selesai berbicara. Jimin sudah mulai bosan dengan posisinya, bokongnya juga sudah mulai sakit duduk di atas besi yang keras itu. Jimin berdiri dan kembali ke posisi sebelumnya, berdiri di atas 2 pijakan batang besi.
Kapan selesai?
Ia melingkarkan kedua lengannya di sekitar leher Taehyung, menempelkan pipinya di punggung Taehyung.
2 menit berlalu, ia mengganti posisi kepalanya dengan menyandarkan dagunya di pundak Taehyung.
3 menit, posisi kepalanya berganti lagi, kali ini ia menempelkan pipinya di pundak Taehyung, wajahnya menghadap ke leher Taehyung.
Aku bosan
Ia turun dari pijakan besi itu, kembali duduk pada besi sepedanya lagi hanya saja posisinya ia ubah menghadap ke arah Taehyung bukan membelakangi Taehyung. Kedua lengannya ia lingkarkan di pinggang Taehyung dan wajahnya ia sembunyikan di dada Taehyung.
"Oke, kurasa informasi itu sudah cukup. Pacarmu bosan, bung." Namjoon dan Yoongi melihat ke arah Jimin yang sedang asik mengusapkan pipinya di dada Taehyung seperti puppy yang ingin dimanja oleh Tuannya.
Taehyung melihat ke bawah, ia tersenyum dan membawa tangannya ke kepala Jimin, mengelus helaian rambutnya sayang.
"Cheesy fuck, aku tidak tahan lagi." Yoongi memutar matanya melihat adegan mesra yang dilakukan Taehyung dan Jimin di depannya.
"Ck, kau orang yang membosankan." Gumam Taehyung pelan seolah sedang berbisik pada angin. Tapi sayang Yoongi mendengarnya meski tidak terlalu jelas dan ia kembali menghadap Taehyung, memberi Taehyung sebuah deathglare.
"Namjoon hyung, lain kali cium saja dia di depan umum." Ujar Taehyung pada Namjoon yang masih berdiri di sampingnya dengan wajah blank. Sekali lagi Yoongi memberi Taehyung sebuah deathglare sebelum beralih menatap Namjoon seolah sedang memberinya peringatan kau-melakukannya-dan-kita-berakhir, seperti itulah.
Saat Namjoon dan Yoongi sudah pergi dan jauh dari pandangan mata, Taehyung kembali melihat ke bawah. Jimin sudah mendongak dan sedang menatapnya, lengannya masih melingkari pinggang Taehyung.
Kedua tangan Taehyung terangkat memegang pipi Jimin, mengelusnya dengan ibu jarinya. Taehyung merendahkan wajahnya untuk mengecup bibir Jimin, "Pulang?" deep voicenya membuat Jimin merinding tapi Jimin menyukainya. Jantungnya tidak pernah bisa berdetak normal tiap kali kedua telinganya menangkap deep voice milik Taehyung meski dalam jarak jauh sekalipun.
Jimin mengangguk sebagai jawaban dan Taehyung kembali memberinya beberapa kecupan di seluruh wajahnya, Jimin tertawa kecil lalu mendorong wajah Taehyung menjauh. "Kita tidak akan pulang jika kau terus melakukannya."
"Baiklah, baiklah, Tuan Muda." Jimin memukul Taehyung karena memanggilnya Tuan Muda, Taehyung hanya tertawa. Setelah Jimin menemukan posisi yang nyaman, Taehyung segera mengayuh sepedanya menuju ke rumah.
.
.
Requestnya adekku kemarin, semoga bisa menghibur hatimu yang sedang galau ya dek muahahahaha, hope you like it~
Aku apdetnya cepet ya tumben, biasanya seminggu sekali, sebulan sekali wkwkwk VMIN SAILING SIH JADI KAN FEELSSSSSSSSSS lmao banyak yang suka uke!Jimin ya aduh sini peluk {} btw, nyari ff VMin susah ya:" di AFF udah aku bacain semuanya, FFN juga, sedih:((( kalian nggak ada rekomendasi FF VMin? hehe
Thanks review, favorite dan follownya. Kalian luar biasaaa~ (y) siders juga luar biasa kok, luar biasa ngeselinnya hahaha, canda ah canda. Aku sayang kalian~
Mind to review again?
keichila
12 Juni 2015
