Dia Masa Lalu, Aku Masa Depanmu

Eyeshield 21 by Riichiro Inagaki dan Yuusuke Murata

This story by Rannada Youichi

Chapter 4 of 7

Warning : Typo (s), gaje, OC (Kayaka Yotake), dan lain-lain

Mamori, perempuan yang dikenal sebagai malaikat Deimon kini tampak gusar. Bagaimana tidak? Hampir satu sekolah membicarakan tentang dirinya, Hiruma, dan Kayaka. Yang membuatnya gusar bukan karena tatapan menyelidik dari teman-temannya seolah-olah mereka akan tahu apa hubungan antara dirinya dan Hiruma hanya dengan menggunakan tatapan mata, akan tetapi dia mendengar bahwa teman-temannya men-cap dirinya sebagai orang ketiga diantara Kayaka dan Hiruma.

Itu semua terjadi setelah Kayaka memperkenalkan dirinya di depan kelas dan dengan percaya dirinya ia mengatakan telah jatuh cinta pada Hiruma Youichi. Ia juga mengatakan bahwa dirinyalah perempuan pertama yang telah menaklukkan hati sang kapten Amefuto Deimon itu. Tentu saja, dengan pengakuan dari Kayaka itu semua menganggap bahwa Kayaka adalah cinta pertama Hiruma dan Mamori adalah cinta kedua Hiruma. Bahkan ada yang menyebarkan gosip bahwa Mamori adalah pelarian Hiruma karena telah ditinggalkan cinta pertamanya ke Amerika.

Mamori merasa risih ketika mendengar teman-temannya berbisik dan kadang melihatnya dengan tatapan aneh. Mamori berusaha untuk terlihat biasa saja, namun dia tidak bisa. Dia merasa tersinggung dengan apa yang teman-temannya itu lakukan, membicarakan dirinya secara terang-terangan.

"Mamori!" panggil Ako.

Mamori yang saat itu menundukkan kepala akhirnya mendongak, menampakkan wajahnya yang terlihat lesu.

"Kau melamun? Ini sudah bel berbunyi, Mamo. Waktunya untuk pulang," kalimat yang baru saja diucapkan Ako membuatnya tersadar bahwa dirinya telah begitu lama melamunkan Hiruma dan itu adalah hal yang menurutnya paling bodoh yang bisa dilakukannya saat itu.

Mamori kemudian tersenyum, terlihat sekali sedikit dipaksakan membuat Ako khawatir.

"Aku tak apa-apa," ujar Mamori sebelum Ako menanyakan keadaannya.

"Kalau begitu aku pulang duluan ya, Mamo. Kau akan ke ruang klub kan?" tanya Ako.

Mamori mengangguk dan kemudian membereskan buku-buku yang masih terlihat berantakan di mejanya.

"You-kun!"
Mamori POV

Eh, apakah ada yang memanggil Hiruma-kun dengan sebutan You-kun?

Aku mencari sumber suara. Dan ketika ku tahu darimana suara itu berasal, aku hanya menghela nafas panjang, karena seharusnya aku tahu, dia perempuan masa lalu Hiruma-kun atau akan menjadi masa depan Hiruma-kun? Oh tidak! Aku takkan rela…

"Hari ini akan ada latihan kan You-kun? Bolehkah aku ikut?" tanyanya dengan sedikit memohon. Tangannya bergelayut manja di lengan Hiruma-kun.

Hah!

Hah!

Hah!

Dia ingin ikut latihan? Oh Tuhan! Akhirnya apa yang aku takutkan benar-benar terjadi. Tak akan ada lagi waktu berduaan dengan Hiruma-kun. Kelas tidak! Sekarang ruang klub juga tidak! Argh!

Kubereskan buku-buku ku dengan murka. Kujejalkan dengan paksa buku-buku tebalku ke dalam tas. 'Kenapa tak muat? Biasanya muat,' rutukku. Perasaanku yang saat itu benar-benar kesal menjadi bertambah kesal.

"Hai!" sapanya kepadaku ketika tanpa sengaja kami bertatapan.

"Hai!" jawabku.

Biasanya aku akan langsung menanyakan banyak hal kepada siswa baru di sekolah mengingat aku adalah salah satu anggota komite disiplin. Salah satu kewajibanku adalah memberitahu apa kewajiban dan hak menjadi murid di sekolah ini. Namun, entah kenapa aku malas melakukannya pada sosok di depanku. Aku tahu itu tidak bertanggung jawab, namun sisi negatif ku telah mengalahkan segalanya. Kau pasti tahu kan apa alasanku sehingga sedikit tidak menyukainya.

"Kau Mamori Anezaki, kan?" tanyanya sambil menyeret sebuah kursi dan duduk di sampingku.

Aku mengangguk untuk menjawab pertanyaannya. Jujur-aku heran bagaimana dia tahu siapa aku. Apa jangan-jangan dia tahu setelah mendengar gosip yang mengatakan bahwa aku adalah orang ketiga atau mungkin bisa dikatakan sebagai 'Perusak Hubungan' diantara dirinya dengan Hiruma-kun? Semoga saja dia tak percaya akan gosip itu, aku tak ingin mempunyai musuh, apalagi musuh itu cinta pertama Hiruma-kun..

"Namaku Kayaka Yotake. Aku tahu tentangmu dari teman-teman. Kata mereka kau adalah manager tim Deimon ya?" tanyanya.

"Iya, aku manager Deimon," jawabku singkat. Entah kenapa aku tak bisa berbasa-basi dengan Kayaka. Mungkin jika yang bertanya itu bukan Kayaka, aku akan berkata,

"Iya, aku manager Deimon. Apa kau pernah menjadi seorang manager? Menjadi manager tim Deimon itu sangat menyenangkan. Apalagi dikelilingi anggota Deimon yang lucu-lucu dan blablablabla ," tetapi tidak untuk Kayaka. Bahkan bibirku terasa kelu hanya karena aku memikirkan ingin menanyakan kesan pertama bersekolah di Deimon.

Dia tersenyum lagi. Apakah ada yang lucu sehingga dia senyam-senyum? Oh ayolah, Kayaka, tak ada yang lucu disini!

Kulihat dia mengangguk. Mengangguk? Memang aku berbicara apa sehingga dia mengangguk? Kemudian dia menyeret tanganku, mengajakku pergi. Kemana? Aku tak tahu. Jangan katakan dia akan menculikku!

PLAK!

Aku sedikit menampar pipiku, berharap dengan aku menampar pipiku aku sadar dari kegilaanku. Ayolah Mamori, kau tidak gila hanya karena kemungkinan 99 % Hiruma Youichi akan meninggalkanmu dan berpaling pada perempuan yang menyeretmu saat itu? Masih ada 1%! Janganlah berhenti berharap!

"Kita ke ruang klub, Mamo-nee,"

Aku menghela nafas-PASRAH!

Aku tak memberikan perlawanan ketika dia menyeret paksa aku menuju ruang klub.

Setelah kupikir-pikir, seharusnya aku tidak memperlakukan Kayaka berbeda hanya karena dia adalah 'musuh bebuyutan' yang akan menjadi penghalangku mendapatkan cinta Hiruma-kun. Aku rasa dia adalah orang baik. Dari caranya berbicara dan senyumannya yang terlihat sangat tulus. Aku tidak berhak menyalahkan dia hanya karena dia telah berhasil merebut hati Hiruma-kun bahkan sebelum aku mengenalnya. Baiklah! Aku akan mendapatkanmu, Hiruma-kun tetapi dengan cara sehat!

Sesampainya di ruang klub dia melepas pegangan tangannya di tanganku.

"Aku gugup, Mamo-nee," ujarnya padaku.

Aku tersenyum. Dia memang terlihat gugup dan itu membuatnya terlihat manis. Oops!

"Mamo-nee," gumamnya lirih. Mungkin dia perlu nasihat dariku.

"Kau pasti bisa. Teman-teman Hiruma-kun adalah teman-temanmu juga," ujarku. Aku tak pernah membayangkan bisa mengatakan hal seperti itu pada Kayaka. Namun, aku merasa bahwa seharusnya aku membangun hubungan baik dengan Kayaka, mengingat dia memang tak pernah bersalah padaku. Bodohnya aku malah yang merasa bersalah karena aku telah mencintai orang yang telah dicintainya.

Kulihat dia mengepalkan tangannya, berusaha untuk menghilangkan rasa gugupnya. Kugandeng tangan kanannya dan kuajak dia masuk.

KRIET..

"Mamo-" Suzuna-chan yang saat itu sepertinya ingin menyapa ku tiba-tiba ucapannya terhenti ketika melihat sosok perempuan yang saat itu aku gandeng. Semua anggota Deimon terdiam yang benar-benar membuat aku dan Kayaka salah tingkah.

"Kau siapa?" akhirnya Suzuna-chan berbicara setelah dia sadar dari lamunannya.

"Eh, perkenalkan. Namaku Kayaka Yotake. Aku murid baru di sekolah ini dan aku ingin bergabung di klub American Football. Jadi, mohon bantuannya,"

GREP

Aku hampir terjungkal ketika aku merasakan ada sosok yang menarik Kayaka. Ternyata Kurita-kun yang berusaha untuk memeluk Kayaka-chan. Heh, persahabatan yang manis.

"Kaya-chan! Aku merindukanmu!" teriak Kurita-kun sambil menangis. Musashi-kun pun ikut memeluk Kayaka-chan. Ya- aku sudah tahu apa hubungan Kayaka-chan, Hiruma-kun, Musashi-kun, dan Kurita-kun. Mereka berempat adalah sahabat sejak SMP. Kayaka-chan lah manager tim Amefuto mereka Bahkan Kayaka-chan tetap setia menjadi manager klu walaupun mereka tidak pernah mendapatkan anggota untuk bergabung ke klub mereka.

Dan hari itu menjadi hari yang cukup menyenangkan dengan adanya Kayaka-chan. Banyak hal yang ia tahu dan aku merasa terbantu akan itu. Dia membantuku mengerjakan tugas manager yang bertumpuk-tumpuk bahkan ikut membersihkan ruang klub yang sangat kotor. Namun, yang membuatku tidak nyaman adalah ketika ku tahu bahwa ternyata hubungan Kayaka-chan dan Hiruma-kun memang sangat dekat.

End Mamori POV

Normal POV

Saat itu jam dinding yang tergantung di ruang klub menunjukkan pukul 3 sore. Mamori masih berkutat dengan berkas-berkas yang diberikan Hiruma beberapa waktu lalu. Anggota tim lain sudah diizinkan pulang oleh Hiruma. Katanya tidak baik jika terus-terusan berlatih. "Hihihi! Ternyata dia punya sisi baik juga," gumam Mamori ketika ia mendengar bahwa Hiruma memperbolehkan pulang anggota Deimon sebelum waktunya. Akhirnya di ruang klub hanya ada Mamori, Hiruma, dan Kayaka.

"Oh, Tuhan!"

Mamori sontak menoleh ketika dia mendengar Kayaka berteriak.

"Ada apa, Kayaka-chan?" tanya Mamori padanya. Mamori benar-benar khawatir ketika dia melihat wajah Kayaka yang semula ceria menjadi sangat pucat.

"Mamo-nee, aku harus pulang. Besok ada ulangan dan aku belum belajar. Bahkan aku belum mengerti sedikit pun apa yang diajarkan oleh Lee Sensei," dia terlihat menyesal ketika mengucapkan itu. Aku sangat tahu siapa Lee sensei. Guru killer di Deimon. Aku tidak heran ketika dia pucat saat mengucapkan nama guru killer itu.

"Itu karena kau, baka!" gumam Hiruma yang masih bisa aku dan Kayaka dengar.

Kayaka terlihat tidak terima, "Apa kau bilang, You-kun? Aku baka? Aku tidak baka! Aku genius seperti Mamo-nee!" teriaknya di depan Hiruma.

"Hah? Memang Mamo-nee mu itu genius?" tantang Hiruma lagi. Mamori terlihat sedikit marah. Ia tak terima jika Hiruma tidak mengakui kegeniusannya. Namun, dia memilih diam saja. Sepertinya debat saat itu hanya antara Kayaka dan Hiruma, Mamori? Anggap saja sebagai saksi mata jika terjadi apa-apa.

"Oh, ya.. Lalu siapa yang dulu menangis karena mendapatkan nilai 45!" ejek Hiruma. Seringai menghiasi wajahnya.

"Jangan bahas itu lagi, You-kun! Selama di Amerika aku tak pernah lagi mendapatkan nilai 45! Kau pasti akan terkejut ketika kau mendengar nilai-nilaiku disana," ujar Kayaka membela diri.

"AKU TIDAK PERCAYA!" kata Hiruma penuh penekanan.

Wajah Kayaka terlihat sedih. Ia menggigit bibirnya, sepertinya menahan tangis. Mau tidak mau, Mamori merasa bahwa Kayaka lucu dengan ekspresi seperti itu.

"Kau lucu," kata Hiruma singkat. Wajah Kayaka memerah karena senang, sedangkan wajah Mamori juga sama merahnya dengan wajah Kayaka, namun bukan karena senang, ia berusaha menahan tangis.

'Apa? Lucu? Hiruma-kun mengatakan bahwa Kayaka-chan lucu? Apa aku salah dengar?Jangan katakan ini nyata!' teriak Mamori dalam hati. Ia meremas roknya menahan sakit di hatinya.

"Tentu saja aku lucu. Jika tidak, kau takkan akan menyukaiku,"

'CUKUP! Jangan teruskan!' dalam hati Mamori berteriak.

Mamori menunduk. Dia benar-benar tak tahu harus berekspresi apa saat itu. Pura-pura ikut bahagia, atau jujur dengan perasaaannya yang benar-benar sakit? 'Hiruma-kun, itukah alasanmu selama ini tak pernah memandangku? Karena Kayaka?' tanyanya dalam hati.

"You-kun, kalau begitu aku pergi dulu, ya! Aku pergi dulu ya, Mamo-nee!" pamitnya.

Mamori berusaha menarik senyuman di bibirnya dan berusaha menutupi hatinya yang perih.

"Terima kasih Kayaka-chan, lagi-lagi kau mau membantuku hari ini," ujar Mamori. Dia sangat bersyukur suaranya tak bergetar.

CUP
Mamori terkejut. Berusaha meyakinkan dirinya bahwa apa yang dilihatnya di depannya ini hanyalah halusinasi saja. Kayaka-mencium pipi Hiruma.

"Aku pulang dulu, You-kun!" pamitnya kepada Hiruma.

"Aku antar kau pulang. Aku tak mau bertanggung jawab jika terjadi apa-apa denganmu!" ujar Hiruma dengan nada dingin. Namun, Mamori masih bisa menangkap nada kekhawatirannya.

"Terima kasih, You-kun!" seru Kayaka sambil tersenyum, tangannya menggandeng tangan Hiruma.

"Manager Sialan!"

'Eh, apa Hiruma-kun memanggilku? Kukira kau tak menganggap ku ada lagi semenjak ada Kayaka-chan!'

"Ada apa, Hiruma-kun?" tanyaku. Suaraku agak bergetar, semoga saja dia tidak menyadarinya.

"Kerjakan tugas-tugasmu! Jika sudah selesai, kunci pintu!" ujarnya kemudian keluar bersama Kayaka-chan.

Mamori menunduk. Perasaan sakit ini datang kembali. Padahal, sakit yang dia rasakan sebelumnya belum sepenuhnya terhapuskan.

'Hiruma-kun, bisakah kau memandangku sedetik saja? Bisakah kau setidaknya menghargai keberadaanku? Hiruma-kun, hiks!'

Setelah hari itu, Mamori sedikit menjauh dari Hiruma. Ia merasa bahwa lebih baik menjauhi Hiruma jika tidak ingin tersakiti lagi. Namun, ternyata hal itu cukup sulit mengingat Mamori dan Hiruma adalah manager dan kapten Deimon yang pastinya setiap harinya bertemu. Seperti saat ini, Mamori dan Hiruma sedang berada di ruang klub sedangkan anggota tim Deimon lainnya sedang berlatih di lapangan. Jadwal mereka saat itu memang membahas taktik untuk melawan tim Ojo dua minggu lagi.

Hiruma Youichi menyadari ada perubahan sikap dari managernya. Biasanya manager sialannya akan sering membantah pernyataan yang ia lontarkan dengan raut muka marah dan pipi yang menggembung. Namun, tidak untuk saat itu. Sang manager mau melakukan apa-apa yang diperintahkan oleh sang kapten.

'Apa yang terjadi padamu, eh, Mamo?' tanya Hiruma dalam hati.

Hari itu Hiruma juga agak jengkel dengan Kayaka yang sepertinya terang-terangan mencari perhatian dirinya, dengan mengurusi anggota tim Deimon yang sedang latihan, membersihkan klub dan melarang Mamori membantu, bahkan Kayaka juga membuatkan kopi, walaupun pada akhirnya ia muntah hebat karena Kayaka salah membubuhkan garam pada kopinya.

"Manager sialan, mana kopi ku?" tanya Hiruma. Sebenarnya ia tak begitu haus, namun entah kenapa ia ingin setidaknya berbicara dengan Mamori.

Ketika Mamori akan membuatkan kopi untuk Hiruma, Kayaka datang.

"Tunggu, Mamo-nee! Biar aku saja yang membuatkan kopi untuk Hiruma-kun. Mamo-nee duduk saja, pasti Mamo-nee lelah," kata Kayaka. Mamori menurut. Ia merasa bahwa inilah yang terbaik, dia sendirian sedangkan Kayaka dan Hiruma bersatu.

'Mamo, kau harus kuat!' batin Mamori berusaha menguatkan dirinya.

"Tidak perlu. Kau sebaiknya pulang saja, baka! Biar manager sialan saja yang membuatnya!" bentak Hiruma pada Kayaka. Saat itu Hiruma benar-benar marah pada Kayaka, padahal Hiruma berniat hanya ingin bersama Mamori - entah apa alasannya, namun digagalkan oleh Kayaka Yotake.

Tatapan Kayaka yang semula cerita terlihat sedih. Tentu saja sedih. Siapa yang tidak sedih jika diusir dan dibentak oleh orang yang kau sayangi. Sedangkan Mamori? Ia merasa bersalah. Saat itu ia merasa bahwa dirinyalah orang ketiga diantara Hiruma dan Kayaka.

"Aku pergi,"gumam Kayaka lirih, menyeret tasnya di meja dan berlari.

Mamori terdiam, begitu juga dengan Hiruma. Tak ada yang berbicara sampai anggota tim Deimon telah selesai berlatih. Hiruma tampak menyesal telah membentak Kayaka.

"Kayaka-chan," gumam Mamori ketika ia melihat seseorang duduk di tepi danau. Saat itu ia baru pulang dari latihan.

Bimbang, itulah yang dirasakan Mamori. Apakah dia harus menemui Kayaka atau tidak. Ia yakin Kayaka saat itu sedang bersedih. Hati Mamori tergerak, ia ingin tahu keadaan Kayaka.

"Kayaka-chan!" panggil Mamori ketika ia telah sampai di tempat Kayak duduk.

Kayaka tidak bergeming, namun Mamori mendengar isakan. Ya- ia sudah menduga pasti Kayaka sangat terluka atas perkataan Hiruma.

"Kaya-"

"Untuk apa kau kemari?" tanyanya parau namun masih tidak menatap Mamori.

"Eh, aku ingin tahu keadaanmu. Kau sepertinya terluka dengan perkataan Hiruma." Jawab Mamori.

Kayaka mendongak. Menatap intens sapphire Mamori. Kayaka kemudian berdiri, namun masih menatap Mamori tajam.

"Mamo-nee," gumam Kayaka lirih.

"Jangan ganggu hubunganku dengan You-kun," lanjutnya.

DEG

Satu hal yang Mamori tahu, ia akan memilih dua pilihan yang sulit, mempertahankan Hiruma, atau menyerahkan Hiruma pada perempuan di hadapannya.

TBC

Balasan Review chapter 3:

LalaNurrafa GemasangkalaOke : Terima kasih atas koreksinya dan reviewnya. Review lagi ya..

Hoshi Uzuku : Terima kasih atas reviewnya. Review lagi ya..

RaraNaura LoveCookies : Terima kasih menyukai cerita yang ancur seperti ini. Terima kasih juga telah mereview. Review lagi ya..

Aika Licht Youichi : Maaf jika ada kata yang kurang sopan. Terima kasih banyak atas kritikannya. Review lagi ya..

Vhy Otome Saoz : Semoga nggak bosan ya dengan cerita aneh saya. Review lagi ya..

VEnomouSakuRa : Terima kasih atas pujiannya, jadi malu.. Semoga chapter 4 tidak mengecewakan. Review lagi ya..

Hiruma Yuuzu : Terima kasih mau menunggu.. Ini akhirnya update chapter 4 nya. Maaf telat banget.. Review lagi ya..

Hiruma Hikari : Sudah Update chapter 4 nya.. Review lagi ya..

Sasa-hime : Maaf telat banget update nya, nggak bisa kilat.. Terima kasih mau mereview. Review lagi ya..

Mayou Fietry : Terima kasih telah mereview. Maaf telat banget update nya. Review lagi ya..

Medusa 13 : MAAF BARU UPDATE! Terima kasih mau menunggu cerita ini. Review lagi ya..