Previous Chapter

"Sungmin." Panggil Kyuhyun dengan lirih.

Sungmin menengok ke arah Kyuhyun. Namun , detik-detik berikutnya, tubuh Kyuhyun semakin mendekat ke arah Sungmin. Membuat wajah mereka semakin dekat. Sungmin tercekat, jantungnya sudah berdentam keras. Sungmin menutup matanya ketika nafas namja itu terasa menerpa wajahnya.

Dan ….

Elfjoy137 present

KYUMIN FANFICTION

I Still Loving You

Chapter 4

Cast: Cho Kyuhyun , Lee Sungmin , and other cast

Rate : T

Warning : Genderswitch , Typo, kosa kata yang berantakan

DLDR

Please enjoy ^^


JOYER


Drrrtt drrttt

Kyuhyun mengutuk suara laknat dari sakunya tersebut, bisa-bisanya ponsel itu berbunyi disaat seperti ini. Ini adalah kesempatan emasnya, tetapi hancur karena suara ponsel itu. Sambil menggerutu dalam hati, Kyuhyun menerima panggilan itu.

"Hallo!" Dengan rasa kesal Kyuhyun menyapa 'pengganggu' di seberang sana. Sungmin hanya diam sambil menormalkan kembali kerja jantungnya. Oh, wajahnya pasti sudah merah padam saat ini. Untung ponsel Kyuhyun berbunyi, kalau tidak,mungkin wajahnya akan lebih merah dari ini.

"What the? Max,kau tau? Kau sangat mengganggu. Kau menelponku hanya untuk meminjam kaset games?" Kyuhyun tampak geram berbincang dengan orang diseberang sana. Ingin rasanya Sungmin cepat-cepat keluar dari mobil itu.

"Nanti kita bicarakan lagi." Setelah mematikan ponselnya, Kyuhyun kembali menghadap Sungmin. Gadis itu hanya menatap keluar jendela.

"Min." Kyuhyun memanggil Sungmin, dan gadis itu langsung menoleh.

"Ah, sepertinya aku harus masuk. Ini sudah malam." Kyuhyun tampak kecewa mendengarnya, namun Sungmin benar juga, ini sudah malam. Bagaimana jika orang tua gadis itu marah kepadanya, ya walaupun itu tidak mungkin terjadi, karena orang tua Sungmin sedang tidak ada di rumah.

"Hm, masuklah. Ini sudah malam." Sungmin mengangguk dan segera membuka pintu mobil itu. Setelah sampai di luar , ia langsung melangkah menuju rumahnya tanpa menengok lagi ke belakang. Membuat Kyuhyun tampak kecewa.

Setelah Sungmin menutup pintu rumah itu, barulah Kyuhyun pergi meninggalkan halaman rumah Sungmin.

.

.

.

"Hei, mengapa wajahmu muram seperti itu?" Kyuhyun dan temannya yang bernama Changmin itu sedang bermain games di ruang tamu apartemen Kyuhyun, namun ada yang berbeda dengan Kyuhyun. Dari tadinamja it uterus memasang wajah masam, padahal biasanya Kyuhyun lah yang paling bersemangat jika sedang battle games dengan Changmin.

"Aku hampir saja mencium yeoja tadi." Kyuhyun menaruh stik PS itu dan menyandarkan kepalanya pada sofa yang ada dibelakang mereka.

"Wow, benarkah itu?" Changmin tampak terkejut. Ia sudah mengenal Kyuhyun sejak kecil, dan Kyuhyun tidak pernah menceritakan tentang yeoja kepadanya. Ini pertama kalinya Kyuhyun bercerita tentang yeoja.

"Ya, dan gagal karena kau menelponku tadi."

"Oops, maaf. Aku tidak tau jika tadi kau sedang bermesraan dengan seseorang." Kyuhyun menghela nafasnya. Changmin hanya mengerutkan dahinya, ia bingung, jika Kyuhyun memang sedang bermesraan tadi, mengapa namja itu murung seperti ini.

"Menurutmu,apa dia marah padaku?"

"Marah kenapa?"

"Tadi aku hampir menciumnya, dan gagal saat kau menelpon. Lalu ketika dia keluar dari mobilku, ia tidak menoleh lagi padaku. Apa dia marah?" Changmin tertawa ketika mendengar itu. Kyuhyun yang mendengar tawa menyebalkan Changmin, memberikan deathglare kepada namja itu. Dia sedang serius sekarang dan apa respon Changmin? Tertawa, oh itu sungguh menyebalkan.

"Aku serius Max." Changmin mencoba mengendalikan tawanya ketika mendapatkan deathglare dari sahabatnya itu.

"Oke oke, kau ini bodoh sekali."

"Apa?" Kyuhyun sepertinya sudah mulai kesal dengan Changmin.

"Dia pasti malu."

"Malu? Kenapa?" Changmin menarik nafasnya sejenak dan mulai serius.

"Entahlah, mungkin saja kan dia malu." Changmin mengendikkan bahunya dan mengambil kembali stik PS itu.

"Sudahlah, ayo bermain lagi." Sepertinya Kyuhyun sudah tidak ada semangat untuk bermain games lagi. Namja itu beranjak dari duduknya, dan pergi meninggalkan Changmin menuju kamarnya.

"Hei, kau mau kemana? Kita belum selesai bermain." Kyuhyun tidak menghiraukan panggilan itu, ia melanjutkan langkah kaki nya menuju kamarnya.

"Dasar namja yang sedang jatuh cinta, kelakuannya memang aneh."

.

.

.

Suasana kantin itu tampak ramai, satu persatu siswa-siswa berdatangan memenuhi kantin sekolah itu. Terdapat tiga yeoja manis yang duduk di salah satu meja di kantin tersebut, Sungmin, Ryeowook dan Eunhyuk. Mereka bertiga sedang menikmati makanan yang mereka pesan sambil bercengkrama.

"Bagaimana kencanmu kemarin?" Sungmin terkejut saat Eunhyuk menanyakan itu.

"Mwo? Kau kencan? Dengan siapa?" Eunhyuk langsung membekap mulut Ryeowook saat suara gadis itu membuat beberapa siswa menoleh ke meja mereka.

"Ssstt, pelankan suara cemprengmu itu." Ryewook hanya mengangguk, dan akhirnya Eunhyuk melepaskan bekapannya.

"Jadi bagaimana Ming?" Sungmin baru akan menjawab. Namun ia mengurungkannya ketika mendengar suara namja di meja yang berada di sudut kantin itu.

"Bagaimana kencanmu Kyu? Menyenangkan bukan? Taruhan kali ini kau boleh menang, namun taruhan yang selanjutnya, pasti aku yang akan menang."Jungmo sengaja mengeraskan suaranya agar terdengar ke seluruh kantin itu. Semua kini sedang menatap ke arah meja itu.

"Apa maksudmu?" Donghae tampak geram dengan Jungmo, apa maksudnya berbicara sekencang itu, ingin menarik perhatian orang-orang kah?

"Kau tanya saja pada Kyuhyun,apa yang kami taruhkan kemarin." Donghae dan Yesung menatap Kyuhyun dengan bingung, taruhan yang mana? Tentang basket itukah? Bukan kah itu hanya untuk menerima tantangan Jungmo, agar ia tidak di bilang pengecut?

"Memangnya apa?" Kini gentian Yesung yang bertanya pada Jungmo.

"Kami bertaruh, siapa yang memenangkan pertandingan basket kemarin. Maka ia boleh mengajak Sungmin berkencan." Jungmo sengaja menekankan nama Sungmin agar gadis itu menyadari bahwa dirinya sedang di perbincangkan saat ini.

"Dan ya, Kyuhyun yang menang. Jadi aku ingin bertanya, apa kencanmu menyenangkan Cho Kyuhyun?" Jungmo tersenyum penuh arti kepada Kyuhyun.

"Jadi kau menjadikan Sungmin bahan taruhan Kyu?" Eunhyuk beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri meja Kyuhyun. Hei, ia tidak terima jika sahabat baru nya itu di jadikan bahan taruhan Kyuhyun dan Jungmo.

"A-aku bisa menjelaskan ini." Kyuhyun tampak gugup ketika mendapat tatapan mematikan dari Eunhyuk. Sungmin dan Ryeowook menghampiri Eunhyuk.

"Kau. Benar-benar keterlaluan. Kau sudah mempermainkan Sungmin." Eunhyuk tampak naik pitam.

"A-aku ti-tidak."

"Sudahlah Hyuk, ayo kita kembali ke kelas saja." Sungmin mencoba menenangkan Eunhyuk. Dan Eunhyuk menatap Sungmin tidak percaya, Sungmin dijadikan bahan taruhan dan gadis itu biasa saja.

"Sungmin, hei, kau tidak sadar? Mereka menjadikanmu bahan taruhan. Mengapa kau bisa bersikap biasa saja?" Sungmin menatap Kyuhyun, dan Kyuhyun membalas tatapan itu dengan tatapan meminta maaf.

"Aku tau Hyuk, aku sudah menyadarinya dari awal. Wanita sepertiku, memang selalu menjadi bahan permainan." Kyuhyun tentu saja merasa bersalah mendengarnya.

"Tidak Sungmin, aku tidak mempermainkanmu." Sungmin tidak menggubris ucapan Kyuhyun.

"Ayo Hyuk, kita kembali ke kelas." Sungmin berjalan terlebih dahulu, di ikuti oleh Ryeowook. Kyuhyun ingin menahan Sungmin dan menjelaskan semuanya. Tapi Eunhyuk menahannya.

"Dengar Kyuhyun. Jika kau hanya ingin mempermainkan Sungmin sebaiknya jauhi dia. Aku tidak akan membiarkanmu menyakiti Sungmin." Ancaman Eunhyuk bagaikan sirine peringatan untuknya. Dia tidak bermaksud mempermainkan Sungmin, dia harus menjelaskan kepada Sungmin bagaimanapun caranya.

.

.

.

"Kemana Sungmin?" Kyuhyun bertanya pada Eunhyuk, walaupun ia yakin Eunhyuk tidak akan menjawabnya, tapi ia tetap bertanya. Dia tidak melihat Sungmin di kelas, padahal bel masuk sudah berbunyi dari tadi.

"Hyuk, tolonglah. Aku harus menjelaskannya pada Sungmin. Dimana dia?" Kyuhyun bertanya lagi saat pertanyaan pertamanya tadi tidak dihiraukan oleh Eunhyuk. Yeoja itu hanya mengendikkan bahunya.

"Aku tau, aku salah Hyuk. Tapi aku tidak bermaksud menjadikan Sungmin bahan taruhan, Jungmo yang memulainya." Kyuhyun masih terus mencoba menjelaskan kepada Eunhyuk.

"Tapi kau menerimanya, dan bagiku itu sama saja." Eunhyuk benar, seharusnya Kyuhyun tidak menerima taruhan itu. Dasar namja licik, apa maksud Jungmo membeberkan taruhan itu? Ia ingin membuat Sungmin membencinya,huh? Tidak akan Kyuhyun biarkan itu terjadi.

"Hyuk, aku harus menjelaskan yang sebenarnya pada Sungmin. Dimana dia?"

"Dia sudah pulang."

"Pulang? Ini belum waktunya pulang Hyuk." Eunhyuk memutar bola matanya jengah.

"Dia merasa tidak enak badan tadi. Dan itu karena kau. Sekarang kau puas, huh?" Sungmin tidak enak badan karena dia? Oh, betapa jahatnya Kyuhyun. Tapi, ia sungguh tidak bermaksud seperti itu.

"Aku akan menyusulnya." Kyuhyun segera membereskan bukunya dan bersiap untuk keluar kelas. Namun Jung Seongsaenim sudah masuk ke dalam kelas terlebih dahulu. Sehingga Kyuhyun mengurungkan niatnya, guru Killer itu pasti tidak akan memberikannya izin untuk keluar. Ia akan ke rumah Sungmin setelah pulang sekolah, dan menjelaskan semuanya kepada Sungmin. Ya, ia harus melakukan itu.

.

.

.

Ketika bel tanda pulang sekolah berbunyi, Kyuhyun tanpa membuang waktu segera membereskan buku-buku nya dan menuju parkiran untuk segera menuju rumah Sungmin.

Selama perjalanan, Kyuhyun tampak gelisah. Bagaimana jika nanti Sungmin tidak mau mendengarkan penjelasannya? Bagaimana jika Sungmin membencinya? Ia tidak ingin hal itu terjadi.

Saat sampai di rumah Sungmin ia langsung mengetuk pintu rumah itu. Dan seseorang membukakan pintu dengan pakaian khas seorang maid.

"Maaf Tuan, anda mencari siapa?" Sapa maid itu ramah.

"Apakah Sungmin ada?"

"Oh, Nona Lee belum pulang tuan." Maid itu menjawab dengan ramah. Sungmin belum pulang kerumah, lalu kemana gadis itu pergi?

"Apakah Sungmin tidak memiliki supir pribadi? Mengapa ia selalu naik kendaraan umum?" Kyuhyun tau, tidak seharusnya ia bertanya seperti itu. Namun rasa penasarannya mengharuskan ia untuk bertanya.

"Nona Lee memang terlahir dari keluarga yang kaya. Tetapi ia tidak ingin di cap sebagai anak orang kaya, pleh karena itu nona Lee tidak pernah menggunakan fasilitas dari Tuan Lee secara berlebihan." Jelas maid itu.

"Ah, baiklah. Kalau begitu saya permisi dulu." Kyuhyun membungkuk sekilas, lalu segera bergegas meninggalkan rumah itu. Dia harus menemukan Sungmin, jangan sampai terjadi sesuatu hal yang buruk pada gadis itu.

.

.

.

Sudah hampir dua jam Kyuhyun berkeliling untuk mencari Sungmin. Hujan mulai turun menambah rasa cemas Kyuhyun. Ia menengok ke kanan dan ke kiri dengan frustasi. Dan ketika ia menengok ke sebuah halte bus, ia melihat yeoja itu. Sedang terduduk di bangku halte tersebut, hujan turun dengan derasnya, dan ia yakin yeoja itu pasti terkena air hujan.

Ketika Kyuhyun akan turun dari mobilnya, ia melihat Sungmin beranjak, dan berjalan menjauhi halte itu. Gadis itu berjalan di tengah derasnya guyuran hujan, seakan tidak perduli dengan hujan itu. Kyuhyun pun menghampiri Sungmin, ditahannya tangan gadis itu.

Sungmin pun menoleh kepada Kyuhyun. Mereka saling berhadapan di temani derasnya air hujan.

"Min. Aku ingin menjelaskan semuanya." Kyuhyun menahan bahu Sungmin, berharap gadis itu mau mendengarkan penjelasannya.

"Tidak ada yang perlu dijelaskan Kyu." Sungmin menepis tangan Kyuhyun di bahunya. Namun Kyuhyun tidak menyerah, ia menangkup kedua pipi Sungmin, menatap dalam mata Sungmin.

"Aku mencintaimu Sungmin. Aku tidak pernah bermaksud mempermainkan mu. Jungmo yang membuat taruhan itu. Dan demi tuhan, aku menerimanya bukan karena kau yang menjadi bahan taruhannya. Aku hanya tidak ingin dianggap pengecut olehnya. Dan soal kencan itu, aku tulus mengajakmu berkencan, bukan karena taruhan. Kau harus mendengarkanku, Min. Aku mencintaimu, entah aku juga tidak tau sejak kapan. Tapi aku benar-benar mencintaimu." Kyuhyun menjelaskan semua itu dalam satu tarikan nafas. Ia tidak ingin Sungmin salah paham dengannya.

Sungmin memejamkan matanya lalu menunduk, dan gadis itu menangis.

"Sungmin." Kyuhyun mengangkat dagu Sungmin. Kyuhyun tertegun saat melihat air mata Sungmin. Walaupun tersamarkan oleh air hujan,tapi ia yakin itu adalah air mata Sungmin.

"Aku kesepian Kyu. Aku takut jika kau benar-benar hanya mempermainkan ku. Aku sudah merasa nyaman denganmu, aku tidak siap jika ternyata semua ini hanya taruhan semata. Aku tidak ingin dipermainkan terus Kyu, aku …"

Kyuhyun membungkam gadis itu dengan sebuah ciuman lembut. Bibir tebalnya sudah menempel erat dengan bibir plump Sungmin. Tangannya yang sedang menangkup pipi chubby gadis itu, mempermudah semuanya. Ia hanya ingin menyalurkan perasaannya lewat ciuman ini. Tanpalumatan, hanya sekedar menempel. Tidak beberapa lama, Kyuhyun pun melepaskan ciuman itu, dan menempelkan kening mereka berdua.

"Aku mencintaimu Min, dan aku tidak akan membiarkanmu kesepian lagi. Aku akan membahagiakanmu." Dan Sungmin hanya mengangguk.

TBC

Tadaaa … saya bawa chapter 4, update kilat kan? Khusus buat reader-deul dong. Maaf ya kalau ceritanya terlalu pasaran ,tapi hubungan Kyumin emang begini kan *ngayal* T.T

Mianhae kali ini aku gak ngebales review. Tapi tenang aja, reviewnya aku baca kok.

Walaupun yang review hanya sedikit, tapi aku udah senang banget karena yang melihat FF saya ada ratusan *kek iklan u,u* .. but, thank you .. buat viewer maupun sider ..

Sekian, dan .. REVIEW PELISS ^^