THE STORY OF UCHIHA : SUGAR DADDY

CHAPTER FOUR

LUST

DISCLAMER

MASASHI KISHIMOTO

PAIR

UCHIHA ITACHI X NAMIKAZE KYUUBI (FEM)

FUGAKYUU

RATING

M

GENRE

DRAMA, FAMILY

AGE

UCHIHA ITACHI : 28 tahun

NAMIKAZE KYUUBI : 25 tahun

UCHIHA FUGAKU : 55 tahun

UCHIHA SASUKE : 23 tahun

NAMIKAZE NARUTO : 16 tahun

UCHIHA SAI : 25 tahun

WARNING

OOC, AU, TYPOS, LIME, BUKAN UNTUK ANAK-ANAK, BAHASA VULGAR

INSPIRASI DARI NOVEL DENGAN JUDUL SAMA SUGAR DADDY

YANG TIDAK SUKA HARAP MUNDUR TERATUR, TAPI KALAU DIBACA DULU AKU TAK KEBERATAN... HEHEHEH

TIDAK MENERIMA FLAME KECUALI YANG MEMBANGUN.

SELAMAT MEMBACA~

(ITAKYUU)

Dentuman musik terdengar kencang, memenuhi bagunan bertingkat dua yang semakin malam semakin ramai oleh pengunjung, kehidupan malam yang sarat dengan kebebasan, glamor dan penuh dengan janji kenikmatan dunia yang siap kamu dapatkan bila mengiginkannya. Lampu disko yang menyorot tiap sudut klub kadang menemukan beberapa pasangan yang asyik bercumbu dalam keremangan malam, hentakan demi hentakan yang semakin keras membuat suasana semakin panas, para pasangan sibuk berdansa liar, saling menempel dan berciuman ganas.

Disalah satu meja bar, seorang pemuda tengah tertunduk, kepalanya kadang bergerak pelan mengikuti irama disko, wine ditangannya kadang diteguknya. Menghiraukan jejeran wanita yang cekikikan bibelakangnya, jas sudah ia tanggalkan dimobil, kemeja yang biasanya rapi kini terbuka hingga kancing kedua, lengan kameja yang sudah tergulung hingga mencapai sikunya, alpha male yang begitu menggoda wanita.

Seorang wanita cantik menyusuri bahu bidang lelaki itu dengan jemarinya yang berkuteks merah menyala, semakin turun lalu mengelus dada bidang yang terbalut kameja dengan gerakan sensual. Kini jemari wanita itu menyusuri pahanya yang kokoh, tapi sayang lelaki itu tetap meninum winenya seolah-olah itu adalah minuman paling nikmat didunia.

'' woi bro. Tumben jam segini sudah datang, ada masalah?'' Kisame, sang batender handal di ANC, Akatsuki Club Night.

Itachi menggeleng, '' Bukan, bukan dengan Tou-sanku, tapi-'' dengan selingkuhannya batin Itachi geram, '' Ck, bisakah kau pergi,'' nada datar nan dingin Itachi terdengar. Cih wanita jalang itu benar-benar merepotkan.

Kisame yang melihat hanya terkikik, jarang sekali seorang Itachi berbuat kasar begini dengan wanita, sepertinya dia punya masalah yang belum bisa dia pecahkan.

'' Kau tau Kisame, aku benar-benar marah pada wanita itu, rasanya aku ingin 'menerkamnya, 'memakannya' kalau bisa aku ingin 'menghabisinya' bisa-bisanya-''

'' Kau mabuk Itachi?'' potong Kisame.

'' Brengsek, siapa bilang aku mabuk, hah!'' teriak Itachi, '' Aku tak akan mabuk, aku cuma minum satu gelas,'' bantah Itachi, meletakan gelas kristal yang terisi penuh wine itu dengan kasar membuat isinya sedikit membasahi tangannya.

'' Yang kau maksud satu gelas itu satu botol, Itachi?'' kekeh Kisame.

Itachi terdiam-mengacuhkan- tapi tatapan matanya yang sayu menjawab sudah, pandangan yang tak fokus ini jarang terlihat, seorang Itachi tak akan membiarkan alkohol mempengaruhi otaknya, selain itu Itachi adalah peminum handal, tak disangkanya untuk kali ini dia hanya butuh sebotol wine untuk menumbangkannya, nampaknya seorang Kyuubi sanggup membuat Itachi hingga seperti ini.

'' Sial,'' umpat Itachi tiba-tiba, '' kenapa aku harus mengingatnya,'' bayangan wanita dengan surai merah-jingga tanpa alas kaki terbayang dipelupuk matanya, juga baju tidur, oh, haruskan iya menyebutnya baju tidur, kalau Itachi dapat menyebutnya dengan selembar kain buluk yang transparan, bahkan kain itu tak sanggup menutupi paha sekal yang menggoda matanya, bukan karena baju itu sexy seperti baju para wanita yang biasa menemani tidurnya, malah sebaliknya, baju itu telihat begitu kuno seperti sudah lama terpakai, tapi entah kenapa warna maron yang dipilih begitu pas ditubuhnya, mana ada wanita dewasa yang begitu sexy malah memilih camisol panjang yang sudah buluk dengan gambar apel hijau didada.

'' Shit,shit,shit'' kali ini Itachi malah mencium aroma apel dan chamomile disekitarnya, tanpa sadar dia menghirup rakus aroma itu dengan mata terpejam, bayangan Kyuubi yang merogoh kolong ranjang tak ubahnya seperti minyak bagi api, begitu panas, dan bereaksi begitu cepat buat sesuatu dibawah sana '' Ahrgh.. Holly shit,'' Itachi meraung, memaki dirinya yang tak bisa menahan gairah yang entah kenapa begitu besar, nafsu untuk menundukan wanita simpanan Tou-sannya, sepertinya Itachi harus memuji ayahnya dalam hal ini. Hey, Uchiha tak akan mengambil barang yang tak berkwalitas bagus, dan dua orang Uchiha terpesona kepada Kyuubi, '' jangan berharap aku mengiginkanmu, keh,'' seru Itachi, bahkan sekarang dia bisa mengingat bentuk pantat Kyuubi yang terlihat lembut, aku ingin meremasnya, '' Bisakah kau pergi dari otakku, wanita,'' desis Itachi lebih pada dirinya sendiri yang menuai kekehan geli Kisame yang saat itu berada disampingnya.

'' sudah mabuk ternyata.''

(ITAKYUU)

Itachi terbangun dengan rasa pening luar biasa dikepalanya, hangover memang menyebalkan itulah sebabnya dia tak terlalu menyukai alkohol. Pandangannya beralih pada jendela yang tampak sedikit terang dengan langit yang bersemburat kuning-merah layaknya tanda matahari akan terbit.

'' Ahh,'' ringis Itachi. Memijit pelipisnya, berharap rasa pening itu segera berkurang, '' aku butuh aspirin.''

'' ne, sudah bangun Ita-kun.''

Suara parau khas orang bangun tidur terdengar dari samping Itachi, lelaki yang kini hanya terbalut dengan selimut dipinggangnya itu menoleh, dirinya mendapati seorang wanita tanpa busana yang asyik bergelung dengan salah satu lengannya.

'' Konan?'' dahi Itachi berkerut, '' sejak kapan?''

'' ugg,'' wanita itu-Konan- berguling memunggungi Itachi, menyambar selimut lalu berjalan sempoyongan kearah kamar mandi, mengacuhkan Itachi yang masih menuntut jawabannya.

'' kau lupa? Tadi malam kau menelfonkukan?''

Blam

Suara pintu kamar mandi tertutup, tapi sedetik kemudian kembali terbuka. Konan menyandarkan tubuhnya yang hanya terlilit selimut merah marun dipintu.

'' oh ya, siapa yang kau sebut rubah saat orgasme tadi malam?'' alis Konan menukik jenaka '' btw, kau awesome seperti biasa.''

Blam

Pintu kembali tertutup.

Meninggalkan jeda yang terasa begitu berat menggantung diudara. Roman Itachi tak dapat diketahui, dirinya menunduk, jemarinya mencengkram selimut geram. Tapi yang jelas saat Itachi mengangkat wajahnya sudah kembali datar, tak diketahui ekspresi apa yang dikenakannya saat mendengar kalau tanpa sadar dia memanggil 'rubah' pada Konan. Malu, senang, marah tak ada yang tau.

Itachi menuruni ranjang perlahan tak menghiraukan tubuh telanjangnya tak tertutupi selimut lagi. Dirinya berjalan mendekati jendela besar disamping ranjangnya, menikmati sunrice yang hangat.

'' bukankah kau akan mengajakku sarapan dikediaman utama?'' sebuah tangan merambati pinggang Itachi, menekan halus tanpa rangsangan.

'' ya,'' tubuh kokoh tak bercela itu berbalik, memerangkap tubuh gemulai dalam pelukannya, mencium harum segar dari sabun miliknya yang dipakai mandi oleh Konan. Lidahnya bergeriya, mengusap lembut penuh akan hasrat pagi.

'' morning kiss, heh?''

'' yeah, keberatan?'' tanya Itachi menggoda, hidungnya menyusuri leher Konan. Menjilatnya perlahan.

'' ahh.''

'' mungkin satu ronde lagi, sebelum berangkat kekediaman utama.''

Konan memekik saat Itachi mendorong tubuhnya kembali ketempat peraduan mereka tadi malam.

Jemari pianis milik Itachi segera menarik handuk yang menutupi tubuh wanita dibawahnya, '' quickly, ne?''

'' ahh.''

Ya Itachi akan sedikit berorahraga pagi ini, membuatnya berkeringat dengan bonus kenikmatan dunia, siapa yang tidak mau. lagian dirinya ingin membuktikan sesuatu yang sempat dilupakannya tadi malam.

/././

Untuk akhir pekan seperti ini Itachi biasa datang kemansion Uchiha pukul 07.00, tapi untuk kali ini berbeda, bukan karna dirinya yang terlambat, tapi karena ada seorang perempuan yang menemaninya, gadis cantik dengan dress soft purple diatas lutut dengan potongan sederhana tapi sedikit menonjolkan belahan dada yang memang diatas rata-rata, obi hitam yang manis melingkar erat dipinggangnya dengan make up sederhana tanpa mengurangi kecantikannya, wanita itu tampil begitu mempesona siapa saja. Juga

Jepit rambut berbentuk bunga mawar disalah satu sisi kepalanya.

Itachi meninggalkan Konan diruang tamu, dia ingin menemui Tou-sannya. Langkahnya terdengar disepanjang koridor yang terbuat dari kaca bening di salah satu sisi dinding hingga memungkinkan sinar matahari pagi dapat meresap masuk.

Beberapa pelayan menunduk hormat saat melihat putra sulung Uchiha melewati mereka yang dibalas dengan anggukan singkat darinya.

Pintu tua berkayu jati dengan ukiran khas daerah jepara berdiri kokoh didepannya. Mengetuk pelan Itachi memutuskan untuk masuk tanpa menunggu perintah dari Tou-sannya.

Sepertinya Itachi harus memulai menyiapkan mental dan menjaga emosinya saat membuka kamar di mansion Uchiha seperti ini, karena siapa tau kamu akan mendapatkan suprise yang benar-benar suprise, menemukan wanita yang sama dengan yang memergokimu dan yang kau temukan dikamarmu kini berada dikamar tou sanmu pagi hari dengan baju Tou-sanmu didekapannya, benar-benar menyulut emosinya hingga ubun-ubun.

'' Apa yang kau lakukan disini?'' suara Itachi terdengar begitu dingin tanpa menyembunyikan emosinya.

Mata predator penuh kemarahannya menangkap bahu Kyuubi yang berjingkat karna ucapannya yang mungkin mengagetkan pemilik surai merah-jingga tersebut.

'' memang penting untukmu?''

Itachi dapat melihat wanita itu mulai menampilkan sikap defensive. Mata rubby cemerlang itu menyipit dan bibirnya yang melengkung meninggalkan garis tipis.

'' dimana Tou-san?''

'' kamar mandi,'' jawab Kyuubi enteng

Baru kali ini Itachi merasakan ingin menghancurkan sesuatu. Tenggorokannya kering ingin berteriak kalau ini adalah kamar ibunya dan Kyuubi tak pantas berada disini-lalu dimana? Itachi segera menghapus pikiran bodoh yang mengatakan kalau Kyuubi lebih pantas berada dikamar kondominium miliknya- beraninya wanita itu duduk diatas ranjang Tou-sannya, tersenyum manis kearahnya.

Cih, meremehkanku. Batin Itachi, dirinya melangkah tanpa suara layaknya seekor leopard yang tengah berburu mangsa. Ya, bukankah dia pantas jika disebut mangsa, rubah liar berekor sembilan dengan tubuh menggoda yang pasti akan menunjukkan taring dan cakarnya bila dirinya merasa terancam bahaya dan itu lebih menaikkan libidonya untuk 'menundukkan' dibawahnya. Benarkan?

Bolehkan sekarang Itachi mengutuk indra penciumannya yang lebih sensitif sejak mencium aroma ini tadi malam. Aroma yang membuat gelegar aneh ditubuhnya, hingga otak dan tubuhnya diam-diam melakukan pemberontakan untuk mengambil alih-

Ceklek

Hidung yang hampir bersentuhan itu refleks menjauh seketika saat Fugaku keluar dari kamar mandi dengan baju handuk warna biru tua.

'' Itachi, kau sudah datang?'' tanya Fugaku.

'' ya,'' jawab Itachi datar, matanya lebih memilih memindai Kyuubi yang berjalan mendekat kearah Tou-sannya, mencoba mengeringkan rambut fugaku yang baru dikeramasi.

'' Ya.''

Sesaat sebelum berbalik itachi sempat melemparkan pandangan membunuh kearah Kyuubi.

(ITAKYUU)

Kyuubi mengernyit mendapati satu lagi kursi meja makan terisi oleh seseorang yang familier tapi tak terlalu dikenalnya, wanita yang memakai dress pendek layaknya miss world ini memang sangat sering tampil di televisi akhir-akhir ini, artis yang katanya multitalenta dengan segudang prestasi adalah salah satu langganan tetap disalonnya, walaupun begitu Kyuubi tak pernah menanganinya, karna memang wanita ini hanya ingin dilayani oleh Orochimaru saja. Jadi tak tak heran kalau mereka tak saling mengenal-dalam arti khusus-.

'' aku mau kau menimbang daging ini, aku hanya makan daging seberat 1 ons ,'' kata konan mengangsurkan piring yang berisi daging sapi dengan saus barbeqiu kearah Temujin.

'' Baik nona.''

Satu kedutan samar tampak didahi Kyuubi, rasanya bila dirinya berdiri disamping Konan maka yang tampak adalah dirinya seperti pemenang sapi tersubur dan tergemuk dibandingkan dengan model yang hanya punya lemak 0% ditubuhnya.

Acara sarapan bersama berlangsung tenang, begitu menikmati sarapan yang tersedia, lupakan tingkah konyol Konan saat menerima kembali piringnya setelah ditimbang oleh Temujin.

Ruang makan yang biasanya sepi kini lebih berwarna menurut Kyuubi, dilihat saja pasti ketahuan. Apa sih yang bisa diharapkan dari 4 pangeran Uchiha-kalau menghitung putra kedua juga ikut- yang punya poker face andalannya berada dalam satu ruang yang sama, bisa dipastikan badai salju turun disekitar kediaman Uchiha, hahah. Bercanda.

Kyuubi mengernyit saat mendengar Naruto yang tertawa saat menjahili Sasuke, lebih tepatnya sih, Naruto yang berteriak kesal karna perkataannya selalu dipotong ketus oleh Sasuke.

'' Sasu-teme-nii jelekk,'' lidah Naruto terjulur mengejek.

'' hn, dobe.''

'' A-apa, dasar lolicon.''

'' sudah-sudah, Naruto. Mana sopan santunmu,'' hardik Kyuubi.

'' tapi om mesum ini yang mulai. Fugaku-jiisan, putra bungsumu ini menyebalkan sekali, apa dia lolicon yang berasal dari planet jupiter hingga aneh begini?'' adu Naruto.

Tak pelak tawa renyah tercipta, Fugaku yang hanya mengangkat salah satu alisnya dengan pandangan bertanya, konan yang tertawa anggun, Itachi yang tertawa tanpa sungkan membuat Sasuke mengeram marah.

'' bukankah kau sudah besar,'' cibir Sasuke.

Menghentakan kaki, Kyuubi melihat Naruto yang ngembek, bibirnya yang tinggal segaris, alis yang saling beradu lalu pipi yang mengembung layaknya ikan fugu saat melindungi diri.

'' tau ah.''

Kyuubi terkekeh saat Naruto menggeser kursi dan berjalan menghentak-hentak, bibelakangnya Sasuke mengikuti Naruto setelah mengambil tomat segar diatas meja.

'' aku ingin bicara, Tou-san,'''

Kyuubi berbalik menatap Itachi saat mendengar lelaki itu berbicara pada Fugaku. Pandangan mereka beradu, sebenarnya sejak tadi Kyuubi sadar kalau lelaki yang duduk didepannya kini sering mencuri pandang kearahnya, sering kali lelaki itu melayangkan tatapan tajam saat melihat Kyuubi mengurusi Fugaku, sempat terfikir apa otak dari sulung Uchiha itu mengalami pergeseran fungsi kinerja, hingga membuatnya sedikit aneh begini.

'' Baik, di ruang keluarga saja, ayo Kyuu.''

'' Ne.''

Kyuubi berjalan mendekati Fugaku lalu mendorong Kursi roda yang didudukinya menuju ruang keluarga, Itachi dan Konan yang bergelayut manja mengikuti langkah Kyuubi dengan tenang.

'' Aku ingin mengajak Konan kevilla Tousan, kami ingin berakhir pekan disana,'' suara Itachi terdengar, Kyuubi yang tadinya membaca majalah bulanan terdiam, entahlah, ada sedikit rasa kesal saat mendengar Itachi mengajak kekasihnya liburan divilla, berdua saja.

Demi tuhan, Kyuubi malah pernah 2 minggu penuh menemani Fugaku di Bali dan luar negeri saat melakukan proyek perusahaannya, tapi saat ini Kyuubi merasa dahinya berkerut imajinatif.

'' Pantai?'' kepala pirang melongok dari belakang tubuh Fugaku '' apa disana ada pingguin dan lumba-lumba?'' tanya Naruto, suaranya terlihat antusias dengan pandangan mata berbinar penasaran.

'' dobe, kau pikir kutup utara!'' cemooh Sasuke yang memilih duduk disofa panjang.

'' ck, diam, aku tak berbicara denganmu.''

Kyuubi terkekeh, Naruto dan pantai itu sama saja dengan es serut dengan sirup atau ramen dengan naruto. Dia tau kalau Naruto sangat menyukai pantai sama sepertinya, pantai yang artinya sunset, pasir pantai, renang dan berjemur. Begitu terdengar menggoda.

''tak ada pingguin, Naru. Kalau lumba-lumba kemungkinan ada'' kekeh Itachi.

Kyuubi sempat melirik dari majalah yang dibacanya saat melihat Itachi yang tertawa geli, matanya yang setengah terpejam bibir yang tersenyum lembut, Kyuubi tak heran kalau sosok tampan yang mungkin jelmaan dewa Yunani itu banyak fansnya.

Plak

Chibi Kyuubi dalam innernya mendepak kepala Kyuubi, '' bagaimana bisa kau menganggapnya tampan, KYUUBII.''

Untung saja majalah yang di tangannya menutupi kerutan bibir Kyuubi, sumpah, jika ini ditempat umum dia tak akan melakukan tingkah kekanakan seperti ini.

'' baiklah, ajak Naruto, Kyuubi dan Sasuke'' putus Fugaku.

'' eh,'' protes Itachi.

'' tak ada yang menolak.''

'' Fugaku-san,'' Kyuubi mencoba membujuk lelaki tua yang terlihat egois itu.

'' tak apa, Kyuu, ini hari sabtu. Kurasa temujin bisa mengurusku hingga minggu.''

'' Aku menolak,'' suara datar milik Sasuke ikut menimpali.

Kyuubi melihat wajah Itachi yang tak terbaca sedangkan Konan tampak gelisah tak menyetujui rencana Fugaku, mungkin merasa kesal kenapa kencannya malah berakhir dengan piknik keluarga seperti ini. Dalam hati Kyuubi terbelah antara senang dan merasa kasihan.

'' tak ada yang menolak, kalian berangkat sekarang.''

Yeah, itulah ultimatum pemilik Uchiha sebenarnya.

(ITAKYUU)

Debur ombak memenuhi pendengaran Kyuubi, matanya memindai panorama alam yang begitu mempesona, pasir yang berwarna putih bersih, pantai yang terlihat begitu jernih hingga biota laut yang ada didalamnya terlihat dengan mata telanjang, yah, inilah surga dunia. Tak heran kalau keluarga Uchiha rela membeli wilayah ini dengan begitu mahal, wilayah Syizouka memang menyimpan hal menajubkan seperti ini.

'' Dobe, hentikan tarian anehmu itu.''

'' apa kau bilang, ini tarian Hawai, Hawai,'' bukannya menuruti perintah Sasuke yang ada Naruto malah menari sambil mengelilingi Sasuke yang memberikannya delikan maut.

'' hei, Naru. Hentikan tingkah bodohmu itu,'' teriak Kyuubi. Antara kesal dan ingin tertawa.

Dirinya memang menikmati perjalanan ini,walaupun harus duduk bertiga dengan Naruto dan Sasuke yang tak pernah berhenti mengoceh-khusus Naruto.

Perlahan Kyuubi mengambil tas yang ada dibagasi mobil, tak sengaja tangannya bersisipan dengan tangan Itachi yang terjulur untuk mengambil tasnya sendiri dan koper mini milik Konan.

Onix dan rubby.

Hitam dan merah.

Tanpa sadar mereka berdua saling bertatapan, memandang penuh kekaguman pada iris mata lawannya. Tangan Itachi terjulur meraih helaian merah-jingga milik Kyuubi memainkannya diantara jemarinya.

'' Ita-kun, ayo,'' teriakan Konan terdengar melengking.

Tautan disurai Kyuubi menghilang, sejenak pandangan mereka beradu hingga akhirnya Itachi memilih mengambil tasnya dan koper Konan tanpa berkata apapun.

Rubby milik Kyuubi mengikuti Itachi yang berjalan kearah Konan, tanpa suara Kyuubi meraih tasnya yang tidak terlalu besar lalu menutup pintu bagasi mobil. Langkahnya menyusuri villa yang dibangun dengan mengadopsi gaya minimalis tapi asri, dengan cat berwarna peach membuatnya tampak segar dipandang, tumbuhan yang menjalar didinding villa membuat kelembapan tetap terjaga, villa dengan dua lantai dan mungkin beberapa banyak kamar yang tersedia, menghadap langsung kearah pantai yang indah, tak ada pemukiman disekitar sini, karna memang ini tanah milik Uchiha, jadi tak heran kalau tak ada satupun orang yang melewati pantai ini.

'' Nee-chan, aku kepantai sama Teme ya.''

''eh, hati-hati,'' Kyuubi mengangguk saat melihat Naruto yang menarik paksa Sasuke agar menemaninya mencari lumba-lumba, '' bawa pelampungmu, Naru.''

Teriak meng'iya'kan Naruto tak kalah kencang, t-shirt tanpa lengan yang berpadu dengan celana pendek membuat Naruto tampak tomboy dan mungil, bila dibandingkan dengan Sasuke yang tampak kekar dan tinggi menjulang.

Kyuubi memasuki kamar yang dipilihnya,

Merebahkan dirinya kedalam kelembutan ranjang. Kicauan burung terdengar, membuatnya ingin terlelap. Ahh, dirinya ingin bersantai, mungkin berenang dikolam lebih menenangkan dibanding dipantai. Pikir Kyuubi.

'' okey.''

Tak lama Kyuubi sampai di tepi kolam renang, bolero-yang sempat dipakainya tadi dengan celah yang besar-menutupi bikini yang dia kenakan.

'' Woww, besar sekali kolamnya,''

Bunyi Kecipak tercipta saat tangan Kyuubi bermain air juga kakinya yang terendam ikut menendang-nendang dari dalam air, layaknya anak kecil dengan permainan yang disukainya.

Tangannya bergerak cepat menyiapkan alas yang akan dipakainya berjemur diatas pasir buatan yang ada dipinggir kolam. Meletakkan buku bacaan, sunblock dan topi jerami yang dipakainya disamping tempatnya berbaring.

Perlahan bolero itu terlempar disamping topi jeraminya menyusul sarung pantai yang dipakainya melorot jatuh , kini surainya yang biasa terikat tinggi-tinggi dibiarkannya terurai hingga menyentuh punggungnya, telihat pendar terang saat cahaya matahari menyinarinya.

Ada yang bilang kalau Kyuubi begitu sexy dengan bikini sewarna kulitnya itu. Yaa, sewarna kulit, tadi dia memang terburu-buru saat membeli perlengkapan renangnya, walaupun diapartemennya ada tapi akan memakan cukup waktu bila harus memutar jalan, akhirnya ia memutuskan membeli pakaian renang ditoko sekitar sini, dan sialnya tak banyak toko yang buka pagi hari, membuatnya tak banyak pilihan, yang penting ukurannya pas buat dadanya, warna tak masalah yang penting pas, lagian memangnya siapa yang mau ia pameri Fugaku saja tidak ikut. Hingga pakaian renang sederhana sewarna kulitnya yang terpilih dengan hiasan bunga aster didada dan celananya, yang entah kenapa membuatnya begitu 'telanjang'.

Kyuubi begitu konsentrasi dengan sunblock yang akan dioleskannya kepunggung, hingga tak menyadari seorang pria mengamati dirinya sejak tadi.

'' perlu bantuan?''

Kyuubi menoleh cepat, dirinya melihat Itachi dengan celana pendek dan kaus oblong putih berjalan kearahnya, kacamata hitam yang dipakainya berhasil menyembunyikan onix malamnya dalam pandangan Kyuubi.

'' ku lihat kau cukup kerepotan,'' tawar Itachi lagi.

'' apa kau hanya ingin berbasa-basi, apa yang kau ingikan?''

Kyuubi membuka kacamata beningnya dan meletakkannya diantara surai miliknya.

'' tak ada.''

Mata Kyuubi menyipit, masih merasa curiga mengingat kelakuan Itachi yang selalu seenaknya dengannya.

'' kenapa tak membantu kekasihmu saja,'' ketus Kyuubi, jemarinya berusaha mengolesakan sunblock kepunggungnya, tapi sayang dia tak bisa, '' ahh.''

'' Konan sudah pergi berenang tadi.''

Kyuubi mengernyit heran,'' kau tak menemaninya?'' pandangan tak percaya terlihat jelas ditunjukkan pada Itachi yang malah duduk disampingnya.

'' malas, sini kubantu.''

'' hei,'' protes Kyuubi saat benda ditangannya berpindah tempat. Tapi tak menolak saat Itachi memutar tubuhnya membelakangi sosok tampan dibelakangnya.

Surai merah dia gulung acak meninggalkan beberapa helai yang keluar dari tatanan acak Kyuubi agar tak mengganggu saat Itachi mengoleskan krim putih yang terasa dingin dikulit.

Kyuubi merasa bergidik saat jemari kasar milik Itachi merambati tengkuknya, rasa dingin dari krim bercampur dengan hawa panas yang pancar dari jemari Itachi membuatnya hampir meloloskan desis aneh.

Bibir bawahnya dia gigit sebagai pengalih perhatiannya.

'' ahh, jangan macam-macam ya,'' desis Kyuubi saat merasakan hembusan hangat ditengkuknya yang merambat kebahunya.

'' asal kau tau, aku tak suka di sentuh orang.''

'' lalu kenapa kau membiarkanku menyentuhmu, hem,'' jemari Itachi menyusuri bahu mulus Kyuubi, sedikit memberikan pijatan lembut ''memakai pakaian seperti ini, kau ingin menggodaku?''

'' narsis sekali kau, aku bukan penggoda tau.''

Kyuubi menoleh cepat, secepat rasa sesalnya karna wajahnya hampir bersentuhan dengan Itachi yang saat itu juga menatapnya-mungkin, kacamata hitamnya berhasil menyembunyikannya dengan baik-nafas panas mereka bertubrukan saling menghantarkan hawa panas. Rasanya tenggorokannya butuh sesuatu yang bisa membasahinya, terasa kering apalagi saat aroma Itachi menyeruak masuk dipenciumannya. Kyuubi merasa kedekatan mereka semakin aneh saat Itachi memperpendek jarak mereka, tapi tak bersentuhan karena Itachi segera memalingkan wajahnya, jemarinya kembali menyusuri bahu Kyuubi yang belum terolesi krim.

'' aku tak tau kau pandai memijat?''

'' yeah,'' entah hanya perasaan Kyuubi saja atau apa, tapi suara Itachi terdengar parau, seakan menahan sesuatu yang sangat besar '' 'memijat'? Aku ahli dalam 'memijat' dan ahli 'dalam lainnya' kau ingin tau?''

'' no, thanks,'' desis Kyuubi merasa menyesal telah memuji 'bakat' tersembunyi Itachi.

Hening menyergap, Kyuubi memutuskan mengambil buku bacaannya.

'' apa hubunganmu dengan Tou-san?''

'' menurutmu?''

'' kau terlalu intim jika disebut perawatnya.''

'' terserah apa katamu saja,'' acuh Kyuubi.

'' sudah.''

Kyuubi berbalik, sebentar saja berada dibawah cahaya matahari membuatnya berkeringat, krim yang tadi dioleskannya membuat semakin sexy dibawah matahari, terlihat begitu bersinar.

Rambut yang sempat dia gulung kini diurainya,

Kyuubi merasa tetesan keringat yang mengalir dileher Itachi begitu mempesona, entah dari mana ia mendapatkan kata itu yang jelas saat butiran keringat itu mengalir dari rahang terus turun menuruni leher hingga hilang dicelah kaos oblongnya, apakah semua pria yang berkeringat akan terlihat sexy seperti ini. Tidak, tidak semua inner Kyuubi bergidik saat mengingat pria tambun mesum yang berkeringat saat dijumpainya naik kereta. Lalu kenapa Itachi begitu berbeda.

Pandangan Itachi yang lurus menatap dibalakangnya, entahlah Kyuubi merasa kacamata polarize milik lelaki itu hanya sebagai kamuflase, ya Itachi tak akan ketahuan kalaupun dia terang-terang menatap tubuh Kyuubi menjelajahi setiap inci pahatan sempurna dari Tuhan berlama-lama dititik yang disukainya, tak ada yang tau dan Kyuubi mengutuk itu, jadi tak salahkan kalau Kyuubi merasa ditelanjangi, apalagi saat dia merasakan kedua dadanya yang menegang saat Itachi menatap matanya-entahlah apa yang ditatap- tajam.

'' benar kau akan menjadi Kasaanku?'' terdengar dingin hingga Kyuubi bergidik ngeri. Hembusan Nafas terdengar ditelinganya, jilatan sensual menyambangi telinganya.

'' mungkin, jadi ber-ahh-lakulah yang sopan.''

Kyuubi merenggut rambut Itachi menariknya hingga bertatapan.

'' ya aku akan berlaku sopan, tapi kau juga harus membiasakan diri dengan sifat 'manjaku', Kaa-san,''

Itachi menyeringai kejam, penuh akan tipu daya.

Dua bibir beda pemilik itu saling bersentuhan. Kyuubi merasa bibirnya dihisap keras oleh bibir Itachi disaat dirinya tanpa pertahanan mematung karena kejadian yang sangat cepat.

Bibir Itachi kini melumatnya ganas, seakan bibirnya adalah makanan manis yang sangat lezat, lidahnya menyusuri setiap gigi yang tertata rapi sebelum menggigiti bibirnya lembut. Lidahnya memijat pelan lidah Kyuubi membuatnya menerang dalam mulutnya.

'' ahh, ber-hentihh.''

Itachi tak mendengar, jilatannya turun menyusuri leher Kyuubi sebelum kembali memagut bibir merah itu dengan lebih ganas.

Entah berapa kali sosok yang kini menindihnya itu mencumbunya, Kyuubi bagai kehilangan separuh akal sehatnya, bibir Itachi terasa manis, rasa kopi manis yang tercipta meninggalkan gelegar aneh dalam tubuhnya.

Pemilik tubuh kokoh yang kini menunduk kearahnya dengan lutut yang menjaga keseimbangan menyeringai kearahnya, '' kalau kau ingin menjadi ibuku sebaiknya kau membiasakan diri dengan sifat manjaku, dan ini sebagai permulaan,'' sebelum akhirnya menghisap leher Kyuubi hingga membuat gadis itu memekik kencang.

Sakit, Itachi menggigiti setiap lekuk lehernya, lidah yang kini dirasanya menjilati bagian yang baru saja memar.

'' tapi bukan seperti ini, keriput, kau berniat melecehkannku?'' desis Kyuubi disela nafasnya yang tak terkontrol.

'' tidak, aku hanya membuatmu terbiasa. Bagaimana apa sentuhanku lebih enak dari Tou-sanku?''

'' tak ada apa-apanya dibandi-AHHH''

Kyuubi sontak menjerit saat Itachi meremas keras dadanya, salah satu tangannya mencengkram tangan Kyuubi diatas kepalanya, lidahnya memagut bibir Kyuubi ganas, tak membiarkan rontaan Kyuubi yang memintanya untuk dilepaskan.

Kyuubi merasa salah berbicara saat ini. Entah apa yang membuat lelaki itu mengamuk layaknya binatang liar, tangannya kini tak bisa bergerak, cengkraman Itachi begitu kuat, kaki jenjangnya kini menendang tak tentu arah malah harus berakhir saat salah satu kaki miliknya tertekan bahu Itachi sedangkan yang satunya melingkari tubuh Itachi, tidak, bukan Kyuubi yang melakukan tindakan kontrofersi ini, tapi tangan-sial-Itachi yang membuatnya seperti ini setelah menibankan seluruh bebannya pada tubuh Kyuubi.

'' ahh'' Kyuubi mengerang saat lidah Itachi mencari celah diantara dada dengan bikininya, menyusup masuk diantara akses yang terbatas.

'' ahh,'' Kyuubi merasa gila saat lidah Itachi menemukan apa yang dia cari, menggigit pelan tanpa melepas baju renang miliknya. '' ahh,ahh.''

'' grr, Kaa-san suka?''

'' stop uaahhh!''

Kyuubi merasakan dirinya begitu basah dengan rangsangan seperti ini, diri Itachi yang menekan lembut, membuatnya merasakan apa yang kini tengah disembunyikan Itachi.

Dadanya terasa menegang saat Itachi berhasil menarik ikat simpul dibahunya dengan gigi, menariknya hingga dadanya terekspos.

Lidah panas Itachi begitu menyesatkan akal pikirannya yang seharusnya menolak semua ini dengan tegas, tapi saat bibir itu menghisapnya keras, Kyuubi memekik '' ohh, sudaahh, Tachi, ahhh''

'' kaa-saan, Kaa-san,'' guman Itachi '' suka, hem?''

'' cukuphh, ahh.''

Sekarang bolehkah dirinya menyesal sudah memancing amarah Itachi.

'' aku suka tatomu, Kyuu.''

Kyuubi tak tau mana yang lebih membuatnya bergidik antara jilatan sensual diperutnya atau desis penuh nafsu saat Itachi memanggil namanya dengan menggoda atau dua-duanya yang membuat Kyuubi lumpuh seperti ini.

Ahh, seseorang tolong aku.

TBC.

AN: mungkin banyak yang tidak tau artinya sugar daddy, jangan mengira ini artinya ayah gula yaa..

Hehehe

Sugar daddy itu sebenarnya seorang pria yang menyediakan keuangan, profesional atau bentuk-bentuk dukungan dengan individu dengan pertukaran keuntungan pribadi seperti keintiman, persahabatan,dll. Singkatnya seperti itu. Jadi kalian sudah taukan artinya sugar daddy itu, btw definisi dari sugar daddy aku ambil dari google, maaf juga aku tak mencantumkan alamatnya.

Spesial thanks buat yang udah baca, review, fav dan follow.

Ini balesan buat yang review.

ORYHAARAMAIA: selamat bergabung yaaa. Sudah update kok.

CINDYARA: makasih sudah ingetin aku bahkan lewat PM juga. Moga yang ini Lebih WOW lagi.

SUNNIESTSTARS SKY: yeah, mereka tetep misterius, rate M siapa takut*diinjakgajah

AISANOYURI: pantengi aja ya sampai tamat, jadi biar tau hubungan Kyuubi sama fugaku, ini nggak terlalu lama kan.

DARKCOULD XII: pendekkk! Chapter ini lumayan panjangkan? Yap mereka memang cucok pakek bangetzzz

KURAMA NO KYUUBI141: iya, silahkan difav. Makasih sudah mampir, kapan-kapan mampir lagi ya*plakk

ITAKYUCHAN: makasih, lanjut dong, ini dia chapter 4nya.

GUEST: lihat saja chapter selanjutnya bila ingin tahu, hehehe

AKI-AME KYUURAN: udah lanjut nih, tetep ketagihan ya, soalnya ageha tanpa efek samping yang bisa membuat orang cenat-cenut, dan manis tanpa gula buatan*plakk

: itakyuu terus? Hemm leat pairing udah ketahuan, untuk fugakyuu, mungkin tetep ada untuk chap. Selanjutnya. Klu mereka udah ngapain aja, huss, itu rahasia pribadi.

Makasih udah mengingatkan, kemarin ragu mau ganti rate, tapi sekarang udah gantikan. hehehe

MITSUKA SAKURAI:ini dia jawabannya, naik rate dong, terlalu berbahaya buat yang belum cukup umur. Hehehe. Makasih dibilang seru, ini udah update kok, maaf molor.

GUEST: ini udah update

WAW: okeuy ini sudah lajut, review lagi ya.

Neh itu balesan buat chap.3 nya.

Selamat membaca yaaa, kotak review menanti anda.

Ageha haruna.