Title: SUMMER SUNFLOWER
Maincast: YUNJAE (JUST THE TWO OF THEM)
Genre: Fluffy, romance, a little bit canon
Enjoy Reading! Keep Calm and LOVE YUNJAE.
.
.
.
.
Song's mood: L.O.V.E
.
.
.
Pagi ini Jung Yunho sangat sibuk mengemasi barang-barang mereka ke dalam koper kecil mereka dengan agak serabutan. Dari dalam kamar mandi, terdengar suara namja cantiknya, Jung Jaejoong "Bear jangan lupa bawakan sun block-ku!"
"Ya, ya, sudah beres, madam. Dan jangan mandi terlalu lama!" balas Yunho, suaminya.
"Yun, boneka teddy-ku juga." Teriak Jaejoong lagi dari kamar mandi.
Jung Yunho memutar-mutar bola matanya. Ia sibuk sekali pagi ini. Jaejoong kesiangan, (karena ulahnya juga semalam). Dan hukuman yang Ia terima pagi ini adalah mengepaki barang yang akan mereka bawa untuk liburan musim panas mereka.
Tak lama terdengar gedebak-gedebuk dari dalam kamar mandi dan suara engsel pintu yang terbuka.
"Aku akan buat sandwich untuk sarapan kita. Dan kau bawa semua barang-barang ke dalam mobil , ya Yunnie sayang."
"Hmm.." respon Jung Yunho yang hanya berupa sebuah dengungan.
Jaejoong baru saja hendak melenggang keluar kamar sebelum pinggangnya kembali ditarik oleh lengan kekar Yunho yang langsung mencuri kecupan di bibir cherry merah merekah namja cantik itu.
"Yunh… Lepaskan aku sekarang atau kita akan semakin terlambat, Jung Yunho bear."
.
.
.
L is for the way you look at me
O is for the only one I see
V is very, very extraordinary
E is even more than anyone that you adore
Mobil Sport Jung Yunho meluncur diantara pepohonan hijau rimbun yang tumbuh di kanan-kiri jalan. Ia sengaja melambatkan laju mobilnya saat melewati jalanan menanjak di kawasan pegunungan Jilisan guglibgong-won. Udara segar begitu melimpah, dan membuat tubuh menjadi nyaman. Ya, menjauh dari hiruk-pikuk kota memang yang mereka inginkan untuk liburan kali ini.
Jaejoong menghirup udara segar itu sebanyak-banyaknya, seolah ia bisa menyimpannya untuk bekal kembali ke Seoul nanti. Angin dingin menerpa wajahnya, Yunho membuka kap mobilnya dan membiarkan matahari musim panas yang bersinar terik menerpa mereka berdua, namun pasangan kekasih ini tidak merasakan panas sedikitpun, karena pepohonan tinggi menjulang melindungi mereka.
"Juhuuuu, Yunnie, kau tau. Ini jauuuuuuhhhhh lebih menyenangkan daripada harus berjemur di pantai dan menghitamkan kulit. Udaranya segarrr sekali." Kata Jaejoong seraya menutup matanya agar lebih meresapi lagi angin yang menyibak lembut rambut almondnya.
"Yaaa, apapun untukmu, sayang."
"Jadi Yunnie sebenarnya tidak suka, eoh?" Tanya jaejoong sambal memicingkan mata besarnya.
"Suka, Boo, aku suka. Suka sekali!" jawab Yunho cepat.
"Good, Bear.." Puji Jaejoong sambil menangguk-anggukkan kepalanya mirip boneka dashboard.
"Setelah melewati Namhae bridge ini, kita akan menyusuri padang bunga baby breath, lalu gerbang masuk Jilisan National Park dan baru sampai di Seomjingang River. " Jelas Jung Yunho kepada dirinya sendiri sambal membaca peta yang ia bawa.
Jembatan Namhae Nampak mulai menjauh, berganti dengan ladang bunga yang sangat indah. Yang membuat Jaejoong tiba-tiba menjadi Photographer. Di kiri jalan berdiri papan penunjuk arah berwana hijau bertuliskan: JILISAN PEAK 2 KM
"Nanti kita cari restoran dulu ya, aku masih lapar. Tadi kita cuma makan sandwich, dan kau bahkan tidak menghabiskan sandwich mu. Aku tidak mau liburan kali ini dikacaukan dengan seseorang yang jatuh sakit."
"Yaaaa… Yaaa.." Timpal Jaejoong seadanya, dia masih sibuk memotret apa saja yang ia lihat.
"Pokoknya sakit kutinggal!" ancam Yunho.
Jaejoong mempoutkan bibirnya.
.
.
And love is all that I can give to you
Love is more than just a game for two
Two in love can make it
Take my heart but please don't break it
Love was made for me and you
Dua kilometer terlewati, mobil mereka mulai memasuki kawasan National Park itu, tampak ditulisan palang: "WELCOME TO JILISAN PEAK."
Di sisi-sisi jalan tampak café-café kecil nan unik, toko penjual souvenir, alat pancing, atau berbagai stand es krim. Sangat menggiurkan.
Yunho menghentikan mobilnya di sebuah restoran kecil bertuliskan 'HoHo Myoll' , Café unik berdekorasi Vintage, bertema fairy tale. Jung Yunho paham betul apa yang akan membuat Jaejoongnya senang.
"Kyaaaaa… Kyeopta.. Yunnie! This cafe is so cute~." Pekik Jaejoong begitu Ia turun dari mobil.
"Hmm.. Aku sengaja memilihnya untuk mu, Boo."
"You are the best, Bear!" Satu kecupan manis, diberikan Jaejoong pada suaminya, yang tampak begitu cerah hari ini, dengan kaos polo berwarna putih, celana krem selutut, topi dan kaca mata yang membuatnya terlihat sangat sangat keren.
Mereka berdua duduk di meja dekat jendela besar yang menghadap ke ladang bunga baby breath white¸ bunga kecil-kecil yang tampak klasik dan mekar sepanjang musim panas sampai ke awal musim gugur itu menghampar luas bagaikan permadani yang terlihat sangat lembut. Seorang pelayan mendatangi mereka dan menanyakan pesanan. Yunho memesan secangkir Lemon tea dan Beef Salad. Jaejoong memesan Iced vanilla latte dan dengan terpaksa satu tortles isi daging cincang pedas atas paksaan Jung Yunho.
Setelah selesai makan, pelayan tadi kembali meghampiri mereka dengan notebook di tangan dan menyodorkannya pada Yunho.
"Untuk apa ini?" Tanya Yunho ramah.
"Tolong tuliskan sesuatu di notebook itu tentang café kami, ya" pinta si pelayan malu-malu.
Jung Yunho tersenyum pada si pelayan, dan memberikan notebook tersebut kepada Jaejoong, dan dengan senang hati Jaejoong menuliskan kesan-kesannya tentang café yang unik ini plus bonus tanda tangan dan love sign.
.
.
.
L is for the way you look at me
O is for the only one I see
V is very, very extraordinary
E is even more than anyone that you adore
Setelah menanjak terus terusan, akhirnya mereka tiba di wisata camping Jilisan National Park. Seorang petugas camp menyuruh mereka masuk dan memilih sendiri tempat yang cocok. Wisata kemping itu berupa hutan cemara lebat dengan jalan setapak yang dibuat teratur. Mobil meluncur perlahan. Mereka tengah mencari tempat yang cocok untuk berhenti dan memasang tenda. Jung Jaejoong merengek meminta untuk berkemah di dekat pagar kawat pembatas untuk hewan liar, saat ia melihat sebuah tulisan: "Kawasan Penangkaran Beruang hitam Asia". Usul yang tentu saja tidak disetujui oleh Yunho, karena itu permintaan yang tidak masuk akal.
Sedangkan Yunho memilih dekat sungai agar mudah mendapat air, bisa memancing, dan juga pemandangannya lebih indah. Dan bagaimanapun karena Yunho yang menyetir, jadi keputusan tetap milik Yunho.
"Ahhhh,, tidak buruk juga berkemah di dekat sungai." Komentar Jaejoong yang langsung lari ke arah sungai dan melepas sepatunya asal, begitu suaminya memberhentikan mobilnya.
"Boo, apakah kau tidak berniat untuk sedikit saja membantuku, Boo?" protes Yunho yang sibuk mengeluarkan barang-barang mereka dari dalam bagasi. (Malang sekali nasib Appa)
.
.
Malamnya mereka membakar ikan, sausage dan menyalakan api unggun kecil. Sebuah tenda mini sudah dibangun rapi. Jaejoong duduk bersandar dipelukan Yunho, menyamankan dirinya dengan selimut hangat bergambar beruang milik suaminya agar mereka tidak kedinginan, karena percayalah, walaupun musim panas, suhu dan udara di pegunungan Jilisan tetap sangat rendah.
"Bear, bagaimana kalau kita bersepeda besok pagi?" usul Jaejoong.
"Boleh saja, kalau begitu kita harus tidur sekarang, supaya besok tidak terlambat bangun." Jawab Yunho dengan tambahan kecupan di bibir namja cantik yang kini berada dalam gendongannya, dan membawanya masuk ke dalam tenda mereka yang hangat. Malam itu mereka menghabiskan sisa malam dengan saling memeluk diiringi suara riak air sungai, ranting pohon yang tertiup angin, nyanyian serangga dan suara burung malam.
.
.
And love is all that I can give to you
Love, love, love is more than just a game for two
Two in love can make it
Take my heart but please don't break it
'Cause love was made for me and you
I said love was made for me and you
You know that love was made for me and you
Pagi ini Jaejoong bangun dengan perasaan segar dan senang yang tiada terkira. Seakan jiwa raganya kembali fully-charged. Ketenangan alam yang menemaninya tidur semalaman, pelukan hangat suaminya, udara segar pagi ini, membuatnya merasa sangat bahagia.
"Bear… My Fluffy Bear.." dengan jahil ia menusuk-nusuk pipi Yunho dengan telunjuknya. Tapi suami tampannya itu tidak tampak terganggu sama sekali. Jaejoong mulai mengetuk-ngetuk bibir berbentuk hati favoritenya dengan lembut, dan memekik kaget ketika jarinya digigit suaminya yang kemudian dikecup-kecup untuk menghilangkan rasa sakit yang sebenarnya tidak ada sama sekali.
"Jam berapa sekarang, Boo?"
"Hmm.. Jam 8." Jawab Jaejoong setelah melihat sebentar layar ponselnya.
Yunho diam sebentar seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Ada apa sih?" Tanya Jaejoong penasaran.
"Ayo keluar, aku akan mengajakmu ke suatu tempat." Seru Yunho bersemangat.
Jung Yunho segera keluar dari tenda mereka dan membuka bagasi untuk mengeluarkan sepeda lipat milik keduanya.
"Tapi Yunnie, aku belum cuci muka dan sikat gigi." Protes Jaejoong
"Hanya sebentar saja, sayang."
Yunho segera menaiki sepedanya. Dengan bibir yang dikerucutkan Jaejoong juga menaiki sepadanya dan mulai menyusul. Yunho sudah cukup jauh di depan, Jaejoong berusaha menyusulnya. Ia mengayuh sepedanya makin kencang. Terdengar suara daun-daun kering yang remuk tergilas ban sepedanya.
"YUNNIEEE BEARRRR.. TUNGGUUUUU~ ~ ~" seru Jaejoong yang tetap sibuk mengayuh sepedanya.
"Cepatlah sedikit, Boo, nanti kita terlambat." Yunho menengok ke arah jaejoong yang sedang bersusah payah menggenjot sepedanya lebih kencang lagi.
Sepeda Jaejoong semakin dekat dengan sepeda Yunho, Yunho kembali melajukan sepedanya mulai keluar dari area camp, tanah basah berganti dengan jalanan beraspal, memudahkan Jaejoong mengayuh sepedanya. Angin pagi itu cukup dingin, Jaejoong menyesal hanya memakai cardigan tipis. Ia kembali mempercepat kayuhannya ketika Yunho begitu jauh di depannya.
Jaejoong menyusul Yunho yang sudah memarkirkan sepedanya di pinggir tiang lampu penerang jalan. Sedetik kemudian pandangannya jatuh ke arah ladang bunga dihadapannya dan takjub melihat ladang bunga itu berwarna kuning cerah, dipenuhi bunga matahari yang merekah sempurna. Bunga-bunga matahari tersebut semuanya menghadap ke arah timur, menyambut sang mentari yang baru beranjak dari peraduannya menuju singasana. mereka memberikan efek kehangatan dan kebahagiaan yang luar biasa. Such a Wonderful feel.
Jaejoong menutup mulutnya, ia benar-benar terkejut dan takjub.
Jung Yunho tertawa senang melihat reaksi namja cantiknya itu. Sudah ia duga sebelumnya bahwa istrinya itu akan sangat senang.
Jaejoong masih memandangi bunga-bunga matahari itu dengan perasaan campur aduk antara bahagia dan sangat tersentuh, ketika sepasang lengan kekar melingkupi pinggang rampingnya.
"Kau senang?"
Namja cantik itu mengangguk-anggukkan kepalanya dengan semangat. "Inikah yang ingin kau tunjukkan?"
"Ya.." jawab Yunho, ia tersenyum sangat manis, senyuman yang selalu disukai Jaejoongnya.
"Oh… Yunnieeeee, Thank you! Thank you! It's amazing!" seru jaejoong senang.
Yunho memeluk erat Jaejoongnya dari belakang, angin musim panas mulai berhempus sepoi-sepoi menghantarkan perasaan nyaman yang menelisik ke dalam hati Jaejoong.
"Kau tau Boo, mereka dinamakan bunga matahari karena selalu setia mengikuti kemana arah matahari bergulir. Perhatikan sekarang, bunga matahari akan menghadap ke timur pada pagi hari, saat matahari terbit dan kemudian akan terus mengikutinya seiring pergerakan matahari sampai kemudian menghadap kearah barat, dimana matahari terbenam, begitu setia terhadap Matahari."
Jung Yunho mengeratkan pelukan mereka.
"Bunga Matahari tampak mempesona dengan warna khas nya. Memang tidak seanggun atau seindah Mawar mungkin, tapi dengan gagahnya ia terlihat kuat, setia menunggu matahari untuk datang menjumpai dirinya setiap hari."
Jaejoong diam mendengarkan dengan seksama namja tampan itu bercerita.
"Aku adalah bunga itu, Boo. Dan kau adalah matahariku, aku akan selalu mengikutimu kemanapun kau berada, yang akan selalu menuggumu, dan setia hanya kepadamu. Kau percaya itu, Boo?"
Air mata namja cantik itu menetes, ia terharu, karena begitu dicintai oleh Jung Yunhonya.
"Yunnie, terima kasih."
"Tadi kau sudah mengucapkan terima kasih , Boo."
"Ya, tapi yang ini sangat special.. Terima kasih, telah memilihku, terima kasih telah mencintaiku sebanyak aku mencintaimu, Yunnie."
"It's impossible, Boo. Because I love you more than you think I do. I'll die, at the day you leave me."
.
.
.
L is for the way you look at me
O is for the only one I see
V is very, very extraordinary
E is even more than anyone that you adore..
