Author : Hunhun
Title : One More, Way To Love
Genre : Hurt, Comfort, Sad, Romance, Friendship
Length : Chapter
Main Cast : Jungkook & Yugyeom
Support Cast : All member BTS / Bangtan boys and GOT7
Hai, author kembali lagi dengan kelanjutan ceritanya…. Hehe ^^ semoga di part ke empat ini kalian suka ne. Oh ya, kemungkinan ini akan menjadi moment yang cukup panjang . Thanks buat para readers yang udah sempatin untuk baca plus comment di FF aku. BTW, ini kali pertamanya aku mencoba pair yang bukan didalam satu group. Hope you all like my story, happy reading ^^
NB :This story is mine and all cast belongs
to their parents & the company
.
.
Part Four
"Why are you trying to read my thoughts? Are you the only person who doesn't know what you're thinking?"– Kim Yugyeom
.
.
Yugyeom's POV
At dorm
Diriku merasa gusar sejak tadi, sedikit-sedikit aku akan mengecheck ponselku. Menunggu balasannya yang tak kunjung dibalas olehnya sejak tadi sore. Apa ia sedang sibuk hari ini? Pikirku. Haruskah kutunggu balasan pesan darinya? Dan, membaca pesannya esok hari? Tapi, aku tidak bisa. Kuhembuskan nafasku panjang, lalu berniat menaruh kembali ponselku. Sesaat sebelum terlepas dari genggamanku, ponselku bergetar tanda notifikasi masuk. Diriku segera melihat siapakah itu? aku berharap ini darinya. Kuhembus nafasku, "Official Account." Gumamku. Aku pun menjauhkan ponselku tanpa melepasnya. Ponselku terus bergetar dan setiap aku mengechecknya hanya notifikasi dari official account yang menyapaku. Mungkin ia memang benar-benar sedang sibuk hari ini. Ya sudahlah, aku pun meletakan ponselku lalu membalikan tubuhku kehadapan dinding. Diriku mencoba memejamkan mata, walau jujur saja susah. Drrttt.. Drrttt… ponselku bergetar lagi, dan itu pasti bukan darinya. Aku tidak menghiraukannya, sampai ponselku bergetar kembali setelah beberapa menit yang lalu. Aku ragu, apakah aku harus melihatnya sejenak? Kuputuskan untuk mngecheck setelah ponselku bergetar kembali untuk kesekian kalinya. Mataku bergedip berkali-kali saat melihat balasan darinya. Aku pun membuka pensannya, saat aku akan membalasnya tiba-tiba ia meneleponku. Jantungku mendadak berdetak kencang, "Aigoo.. pabo-ya." Gumamku. Aku pun segera mengangkat telephonenya. "Yeoboseyo?" ucapnya dari seberang sana. Hanya mendengar suaranya saja sudah membuatku senang. "Yeoboseyo? Gyeom-ie, neo yeogi issni?" Ucapannya membuatku tersadar dari lamunanku sesaat. "Ne, kookie-ya." Balasku singkat.
"Syukurlah, aku pikir tadi kamu tidak mendengar suaraku."
"Mana mungkin, aku pasti mendengar suaramu yang merdu itu."
"Ck, jangan mulai deh gombalan-gombalan recehmu itu."
"Receh? Tapi juga suka mendengarnya pasti." Balasku sembari terkekeh, sejenak dirinya terdiam dan aku yakin dirinya tersipu. "Apapun itu, terserah deh." Balasnya, "Oh ya, maaf aku baru bisa membalas pesanmu. Sejak pagi aku bersama hyung deul di studio untuk rekaman lagu. Jadi aku tidak memperhatikan ponselku, mian." Ucapnya.
"Iya, tidak apa-apa. Aku mengerti akan kesibukkanmu."
"By the way, ada apa kamu memanggilku tadi?" Saat aku akan mengatakan alasanku, tiba-tiba ia menyela ucapanku. "Gyeom-ie, kita lanjutkan lagi ya di chat room. Aku sudah mau naik van." Ucapnya. "Ne, arraseo." Balasku sebelum akhirnya ia memutuskan sambungan teleponnya. Ponselku bergetar tak lama setelah itu.
"Jadi, kenapa gyeom-ie?" - [Jeon Jungkook]
"Apakah besok kamu ada waktu senggang?"
"Besok aku kosong, ada apa?" - [Jeon Jungkook]
"Kamu mau keluar jalan denganku besok?" Aku menunggu balasannya darinya cukup lama, hingga ponselku bergetar tanda notifikasi masuk. "Boleh, jalan kemana?" - [Jeon Jungkook]
"Rahasia, akan kuberithu nanti. Besok jam 10 pagi, di tempat biasa."
"Aigooo… ne, arraseo.' - [Jeon Jungkook]
"Kookie-ah…'
"Ne?' - [Jeon Jungkook]
"Look deeper and feel deeply, that I'm on my way to see you now.'
.
.
Author's POV
Jungkook terdiam sejenak, dirinya hanya membalas pesan tersebut dengan emoticon senyum. Ia tidak tahu harus membalas ucapannya dengan apa lagi. Ia mengerti maksud dari perkataanya, namun dirinya cukup ragu untuk meyakinkan hal tersebut. Jungkook mengunci layar ponselnya, lalu memandang keluar jendela. Kebimbangan dalam hatinya semakin dalam, apa yang akan terjadi selanjutnya? Seru Jungkook dalam hati. Tanpa ia sadari mobil van yang membawa mereka telah sampai di depan dorm. "Jungkook-ah." Panggil J-hope, sang empu yang merasa namanya terpanggil pun tersadar dari lamunan panjangnya itu.
"Ne?" Balasnya
"Kita sudah sampai, ayo turun."
"Ohhh… iya, hyung."
Setelahnya, mereka berdua pun turun sedangkan yang lain sudah terlebih dahulu jalan masuk ke dorm. Sesampainya didalam dorm, ponsel milik Jungkook bergetar tanda notifikasi masuk.
"Sudah sampai di dorm?'- [ Kim Yugyeom]
"Ne, baru saja sampai." - [Jeon Jungkook]
"Baiklah, istirahat sana. Jangan tidur hingga larut malam, arra?" - [Kim Yugyeom]
"Arraseo-yo.' - [Jeon Jungkook]
"Jjalja-yo, kookie-ya.' - [Kim Yugyeom]
"Jjalja-yo, gyeom-ie.' - [Jeon Jungkook]
Jungkook menghembuskan nafasnya cukup panjang, lalu memasukan ponselnya kedalam saku celananya. Dirinya berjalan menuju kamar mandi, berniat untuk membersihkan tubuhnya. Sesaat masuk masuk kedalam kamar mandi, ia berhenti di depan wastafel lalu menatap pantulannya di cermin tersebut. Cukup lama dirinya dalam posisi tersebut, "I'm afraid… to look deeper with you." Ucapnya pelan.
.
.
Pagi ini, Jungkook bangun lebih pagi dari biasanya. Dirinya, entah mengapa tidak bisa tidur dengan lelap semalaman. Jungkook tidak tahu harus merasa senang atau sedih hari ini. Dirinya dengan santai mempersiapkan apa saja yang perlu disiapkan. Selesainya, dirinya bercermin sebelum akhirnya mengambil satu stail pakaian. Baju berwarna cream, lengan panjang dengan bahan rajut tipis dan celana skiny jeans old blue navy dikenakannya rapi. Jungkook menata rambutnya di depan cermin, sesekali merapikan pakaiannya kembali. Diambilnya kalung panjang sebagai aksesoris tambahan. "Done." Serunya pelan, ia pun menutup lemari pakaian tersebut.
"Tumben sekali kamu sudah bangun." Ucapan Namjoon membuat Jungkook cukup terkejut. Dirinya tidak menyadari kehadiran namjoon ditempat ini. "Eoh, sejak kapan Namjoon hyung disini?" Serunya. Namjoon menyederkan kepalanya ke dinding kamar sembari melipatkan tangannya di depan dada, "Semenit yang lalu." Ucapnya.
"Ahh.. I see."
"Rapi sekali, kamu mau kemana sepagi ini?"
"Tidak terlalu pagi juga bukan untuk keluar."
"Apapun itu lah, mau kemana? Sama siapa?"
"Entahlah, aku tidak tahu."
"Yak, jawablah dengan benar. Sebagai leader, aku harus tahu kamu pergi kemana? Dengan siapa kamu pergi? Dsb."
"Baiklah." Ucap Jungkook sembari menjinjing backpack merahnya. "Namjoon hyung yang baik hati, Jungkook magnae mau keluar jalan bersama temanku. Otthae?" Serunya dengan tatapan polos. Namjoon menatapnya dengan rasa geli, "Menggelikan! Pergilah, dan jangan pulang larut malam. Arraseo?" Ucapnya. Jungkook tertawa kecil, "Ne." balasnya singkat sebelum berjalan menuju pintu kamar.
"Jungkook-ah." Saat Jungkook tengah memakai sepatunya, tiba saja Jin memanggilnya dari belakang. Sontak Jungkook menengokkan kepalanya kebelakang, "Ne?" Serunya. "Kamu mau keluar?" Tanya Jin penasaran. Jungkook menganggukan kepalanya sebagai balasannya. "Kamu tidak mau sarapan dulu? Jika iya, hyung buatkan sandswich untukmu." Ucap Jin. Jungkook telah selesai memakai sepatunya, lalu berdiri tegak menghadap sejenak kearah Jin berdiri. "Tidak perlu, Jin hyung. Nanti aku beli diluar saja, annyeong." Pamitnya, lalu Jungkook membuka pintu dorm sebelum keluar.
Sesampainya ia didepan jalan dorm, Tiba-tiba nada dering ponsel milik Jungkook berbunyi. Tanda ada yang menelepon dirinya, Ia tidak perlu mengecheck siapa yang meneleponnya saat ini. "Yeoboseyo?" Ucap dari seberang sana sesaat Jungkook menerima panggilan tersebut. "Ne Gyeom-ie, aku baru saja akan kesana. Tunggu sebentar, ne." Ucap Jungkook.
"Tidak perlu, Kookie-ah."
"Eoh, wae-yo?" Tanya Jungkook bingung, dirinya mendengar suara kekehan dari seberang sana. Ia semakin bingung dengan Yugyeom. "Tidak ada apa-apa, Kookie-ah." Ucap Yugyeom, kerutan dikening Jungkook bertambah. "Kamu diam sebentar, lalu tolehkan kepalamu kearah tangan kirimu." Ucap Yugyeom lagi.
"Untuk apa?"
"Lakukan saja, dan kamu akan tahu."
Yugyeom mematikan sambungan telepon tersebut secara sepihak. Jungkook pun menatap layar ponselnya sejenak sebelum mengikuti intrukpeksi dari Yugyeom. "Aigoo… Gyeom-ie, sejak kapan?" tanya jungkook yang terkejut saat melihat yugyeom tepat disampingnya. Yugyeom tertawa kecil saat melihat Jungkook terkejut, "Sejak detik ini." Serunya.
"Tidak mungkin, seingatku tadi tidak ada siapa-siapa disampingku."
"Kenapa tidak mungkin? Kamu tidak tahu, jika aku mempunyai pintu kemana saja."
Jungkook memutarkan bola matanya dengan malas, "Sesukamu sajalah. Aku iya aja apa katamu." Ucapnya. Yugyeom semakin gemas melihatnya yang seperti ini, ia mencubit pelan ujung hidung milik Jungkook. Sang empu mengerucutkan bibirnya setelah Yugyeom menyelesaikan aksi cubitannya. "Kajja." Ajaknya, Jungkook mengiyakan dengan anggukan kepala. Mereka pun berjalan menuju halte bus, tempat biasa mereka bertemu. Sesampainya disana, mereka menunggu kedatangan bus berikutnya. "Gyeom-ie, kenapa tadi kamu menjeputku di depan dorm?" Tanya Jungkook sembari menggoyangkan kakinya, namun dirinya tidak melihat ke orang yang ditanyanya. Yugyeom meliriknya sejenak sebelum menatap lurus ke jalan raya, "Entahlah… aku tidak tahu." Ucapnya.
"Apa benar kamu tidak tahu?"
"Yup, itu benar. Kamu tidak percaya kah?"
"May be?"
Yugyeom menatap kearah Jungkook, "Apa perlu sebuah alasan pasti untuk menjemput seseorang pujaan hatinya?" Ucapnya. Jungkook mengangkat kepalanya, lalu membalas tatapan Yugyeom padanya. Perlahan tapi pasti Jungkook mencoba baca isyarat mata Yugeom, apakah boleh ia mempercayai perkataannya? atau, Apa ini hanyalah bualan semata? Dirinya mencari jawabannya. Saat Jungkook ingin berkata sesuatu, bus yang ditunggu oleh mereka sejak tadi pun tiba dihadapan mereka. "Kajja, perjalanan kita sebentar lagi akan dimulai." Seru Yugyeom. Tanpa memberi kesempatan untuk Jungkook bicara, Yugyeom langsung menarik tangannya untuk masuk kedalam bus. Jungkook hanya pasrah dibawa kemana saja oleh yugyeom, ia menurutinya. Yugyeom sebenarnya tidak merencakan akan kemana mereka pergi, dirinya hanya mengikuti alur saja. Tujuannya mengajak Jungkook jalan, hanya satu yaitu ia ingin bersamanya seharian. Kemana pun itu, agar tetap bisa lama bersama Jungkook hari ini. Ia pun berhenti disalah satu halte yang tidak jauh dari CEOX Mall. Mereka pun turun, lalu masuk kedalam mall tersebut. Tidak seperti biasanya, keduanya tidak menggunakan penutup mulut atau apapun yang dapat menutupi identitas mereka. Hari ini tidak terlalu ramai pengunjung, hal terseut dikarenakan bukan akhir pekan.
.
.
To Be Continued
Don't forget to comment and review ^^
Replies to
Park RinHyun-Uchiha: Apa yaa? Mmm… pertanyaanmu akan terjawab kok, nanti? Wkwk… thank you udah sempetin waktu buat baca plus di comment juga ^^ semoga kamu suka dengan part ini.
WT: Iyaaa… pasti face to face kok, ditunggu kelanjutannya yaaa wkwk.. thanks udah sempetin waktu buat baca plus comment juga ^^ semoga kamu suka dengan part ini.
