DAISY CHAP 4
Yunho telah kembali dari korea
"apa kamu ingin ke kantor pusat?" tanya changmin kepada yunho ketika mereka dimobil
"aku ingin menemui kyuhyun terlebih dahulu" ucap yunho mantap,jujur yunho merindukan kyuhyun sekarang.
"aku sama sekali tidak mengerti dengan apa yang kamu pikirkan, apakah kamu tahu seberapa keras usahaku agar kau bisa kembali kesini lagi dan sudah berapa kali aku katakan kalau itu bukan salahmu. Kau terluka dalam bertugas, jangan merasa bersalah" teriak changmin emosi. Kali ini mereka berdiri di pinggir jalan yang menghadap sebuah sungai.
"aku akan mengatakan yang sebenarnya, semuanya" yunho terus dibayangi rasa bersalah karna telah membohongi kyuhyun,dan membawa kyuhyun dalam sebuah masalah yang besar.
Bahkan saat ini kyuhyun telah kehilangan suaranya.
"aiiiiiisssss, kau membuatku gila. Baiklah itu bagus, tapi kau sudah terlambat, ada seorang pria yang sedang dekat dengannya sekarang" ucap changmin dan ucapannya membuat yunho terkejut dan menatap tidak percaya.
Dan memang benar. yunho memperhatikan kyuhyun yang sedang membersihkan barang-barang antik dari mobilnya. Beberapa menit kemudian terlihat seorang pria tampan yang memasuki toko antik milik kakek kyuhyun. Pria tersebut terlihat akrab dengan Kakek kyuhyun dan dia adalah Choi siwon.
Langit sore terlihat mendung.
kyuhyun menghabiskan waktunya dengan melamun. Bunyi telepon membuyarkan lamunan kyuhyun. Ia berjalan menuju telepon dan mendengarkan pesan otomatis yang telah ia set "annyeonghaseyo cho kyuhyun imnida,aku sedang ada urusan silahkan tingalkan pesan dan aku akan menghubungi mu lagi" . Sesaat kemudian kyuhyun mengangkatnya, tidak ada suara. Si penelepon pun tidak berbicara dan hanya terdiam. kyuhyun perlahan-lahan meletakkan gagang telepon.
Di tempat lain si penelepon terlihat gelisah. Dia bingung ingin mengatakan apa pada kyuhyun.
"yunho-ssi, kenapa dia tidak mengatakan apa-apa. Aku tidak bisa bicara tetapi aku bisa mendengar jika dia berbicara." Gumam kyuhyun dalam hati,kesedihan kembali menghampiri kyuhyun .
Suara ketukan pintu menyadarkan kyuhyun .kyuhyun bergegas turun dan membukanya. Saat di depan pintu, kyuhyun merasakan sesuatu hal yang lain di dalam hatinya. Kyuhyun merasa jika yang datang kali ini adalah orang yang sangat ditunggunya.
siwon tersenyum dan memberikan sebuah sendok yang dihiasi sebuah pita pada kyuhyun.
"tadi aku melihatnya dan aku membelinya untuk mu" ujar siwon,siwon terlihat salah tingkah dihadapan kyuhyun ,ia mengagaruk tengkuknya yang tidak gatal."apa aku menganggu?" kyuhyun hanya tersenyum melihat siwon dan mempersilahkan siwon masuk.
Jujur kyuhyun sedikit kecewa orang yang ditunggunya bukan siwon melainkan yunho.
"secangkir kopi?" ujar siwon meminta kyuhyun membuatkannya secangkir segera bangkit dari duduknya dan segera membuatkan siwon secangkir kopi.
Di saat kyuhyun membuatkan kopi untuk siwon , sebuah ketukan di pintu kembali terdengar. Kyuhyun segera membukakan pintu dan meninggalkan siwon sejenak. Ia terpaku di depan pintu ketika melihat yunho sekarang berdiri di hadapannya begitupun dengan siwon yang melihat dibalik bahu kyuhyun.
Siwon , kyuhyun dan yunho sama-sama terdiam ,tanpa mereka sadari siwon mengepalkan tangannya kuat-kuat bersiap menghajar yunho,tapi ia tahan demi kyuhyun.
Sebuah poster art exhibition tertempel di dekat pintu rumah kyuhyun dan hal itu mengingatkan yunho terhadap janjinya pada kyuhyun.
"maaf sudah begitu lama sejak aku terakhir kali melihatmu, aku terlalu sibuk bekerja dan terjebak di Korea" ucap yunho membuka gelisah karena dirinya tidak bisa menjawab pertanyaan yunho. Dengan mata berkaca-kaca kyuhyun bergegas mengambil note yang berisi semua kata-kata yang ia tulis dan susun.
"bagaimana kabarmu?" tanya kyuhyun sambil menunjukkan notenya.
"aku baik" jawab yunho sedikit canggung "aku berada di daerah ini dan…."
kyuhyun tiba-tiba menutup pintu dan mendekat ke arah yunho. Sementara itu di dalam rumah siwon hanya bisa terdiam, ia merasa tidak berguna sekarang karena bagi kyuhyun hanya yunho lah yang paling penting saat ini.
"wae ?" tanya kyuhyun dengan gerakan bibir, air mata terus mengalir di pipi kyuhyun saat ini
"maaf, itu… aku tidak mengatakan yang sebenarnya, aku,… aku Polisi. Aku memanfaatkan mu selama penyelidikan dan sudah membuatmu terluka. Aku merasa sangat bersalah karena…. Aku tidak punya keberanian untuk bertemu denganmu, tapi aku pikir inilah saatnya bagiku untuk meminta maaf kepadamu. Aku sungguh menyesal" ucap yunho mengungkapkan segala kebenaran kepada membungkuk dalam didahadapan kyuhyun dan setelah itu pergi.
Kyuhyun terus menggedor-gedor pintu sambil terus berusaha memanggil yunho. Tapi yunho tidak mempedulikannya
Siwon terus mengepalkan tangannya menahan kesedihan yang ia tak tahan mendegar kyuhyun terus berusaha memanggil yunho sambil menangis,tanpa ia sadari air mata menetes di kedua matanya.
Kyuhyun merasa sedih dan kecewa sekarang yunho sama sekali tidak memperdulikan dirinya dan ternyata yunho hanya memanfaatkannya selama ini. Kyuhyun masuk kedalam rumahnya dan menangis sekeras-kerasnya tanpa memperdulikan siwon yang masih berada di rumahnya.
Siwon ingin menghibur kyuhyun dan menghapus semua air mata yang mengalir dari kedua mata kyuhyun , namun sebelum tangan siwon menyentuh pundak kyuhyun ia mengurungkan niatnya dan beranjak pulang,yang dibutuhkan kyuhyun saat ini adalah sendiri
"Ia kehilangan suaranya dan aku kehilangannya sekarang" ujar yunho sambil mengacak rambutnya frustasi, jujur yunho sudah sadar bahwa sekarang ia telah mencintai semuanya telah terlambat,yunho telah menyakiti hati dan fisik kyuhyun.
"yunho,aku sudah tau ciri-ciri orang yang menembak mu ia orang asia".ujar changmin dengan mimik wajah serius "dan aku rasa ia merupakan pembunuh bayaran yang sangat profesional,dia menggunakan peredam dalam pistolnya,dan tidak meninggalkan sidik jari di apartementnya."lanjut changmin,yunho hanya memperhatikan changmin yang berbicara,wajah yunho terlihat sangat sendu seperti memikirkan sesuatu.
"aku punya ide bagaimana kalau kita menyewa jasa si pembunuh bayaran itu dan menangkapnya,aku pasti akan dipromosikan jika berhasil menangkapnya " ujar changmin antusias." Dan membiarkan ia menembak kepalamu,apa kau gila " ujar yunho tidak menerima usul dari changmin .
Yunho terlihat merenung sejenak memikirkan usul changmin "bagaimana kalau aku bisa menyewanya untuk membunuhku dan semuanya akan beres" ucap yunho.
"mwo?" tanya changmin terkejut dengan keputusan yunho. Yunho hanya mengangguk sebagai jawaban .
Siwon kembali mengajak kyuhyun ke rumahnya. Langkah kaki kyuhyun terhenti sesaat saat menemukan sebuket bunga tulip hitam di depan pintu rumah siwon . "kyuhyun-ssi, ini adalah bunga dari teman untukku" cegah siwon saat kyuhyun ingin menyentuh bunga tersebut. Siwon segera menyembunyikan bunga tersebut. Kyuhyun sedikit bingung dengan tingkah laku siwon yang sedikit aneh,tapi ia tidak memperdulikannya dan memilih masuk kedalam rumah siwon.
Pikiran siwon kalut saat melihat foto target pembunuhan selanjutnya adalah yunho orang yang sangat dicintai oleh kyuhyun. Siwon segera menemui jung soo Bosnya.
"dia adalah polisi" ucap siwon ragu.
" ya memang hal ini bukanlah tugas yang mudah, tetapi klien meminta kalau anda yang harus melakukannya. Kita berada dalam bisnis yang sama dimana… kita tidak pernah mengatakan "tidak" pada klien" jawab jung soo menjelaskan posisi siwon sebagai pembunuh profesional
"Jangan khawatir, aku akan terus mendukung anda. " jungsoo menepuk pundak siwon sebagai hanya menatap jung soo dengan wajah datar
"Aku mendengar kau bertemu seseorang akhir-akhir ini, anda membutuhkan uang untuk gadis dan sama seperti aku yang membutuhkan anda untuk pekerjaan".
Yunho terlihat bersiap dibantu changmin sesekali matanya menatap poster pameran lukisan milik kyuhyun sekarang adalah hari dimana pameran kyuhyun akan dilaksanakan " kau harus selamat dan kembali pulang" ujar changmin sambil memasangkan baju anti peluru di tubuh yunho,sejujurnya changmin sedikit khawatir karna pembunuh bayaran ini sangat profesional " jangan khawatir aku pasti pulang" ujar yunho menenangkan sahabatnya.
Beberapa polisi ditempatkan disetiap sudut sementara yunho bersiaga di dalam mobil dengan sebuah speaker ditelinganya. Seseorang tiba-tiba mendekati mobil yunho orang tersebut mengunakan topi yang menutupi sebagian wajahnya sehingga sulit untuk dikenali, pria itu semakin mendekat dan mengetuk kaca jendelanya. "target mendekat,target mendekat" ucap salah satu polisi dan bersiaga.
"it's oke. Dia adalah temanku" ucap yunho melalui speakerphone.
"annyeonghaseyo" sapa siwon dari luar jendela mobil "bisakah kita berbicara sebentar?" tanya siwon dengan senyuman
"ne tentu " ucap yunho dan mempersilahkan siwon masuk ke dalam mobil "aku akan kembali segera" ucap yunho pada speaker yang menghubungkannya dengan changmin .
"Hei, kemana kau, jangan pergi" teriak changmin , namun sayang mobil yang dikendarai yunho sudah berjalan dan naasnya lagi, yunho melepaskan speaker dari telinganya.
Di dalam mobil
"aku hanya perlu beberapa menit" ucap siwon pada yunho
"tidak, itu berbahaya jika kita tetap disana" ujar yunho sesekali mata yunho memperhatikan setiap gerak gerik siwon . keheningan menyelimuti mereka berdua
" kyuhyun bercerita banyak tentang anda"ujar siwon memecahkan keheningan
"benarkah? Aku merasa begitu buruk tentang kyuhyun,aku merasa bersalah padanya" ujar yunho sambil tersenyum sedih.
"aku tahu kau tulus" ucap siwon meyakinkan yunho
yunho terdiam mendengar ucapansiwon .
"musiknya terlalu keras, bisakah diganti dengan yang lain?" tanya siwon yang tidak terlalu suka dengan musik rock yang di mainkan yunho didalam mobilnya
"silahkan kau ganti saja " ujar yunho,siwon pun segera mengganti music rock dengan music classic yang biasa ia putar.
"Bagaimana dia bisa tahu itu aku dari belakang mobil. Jika anda adalah pembunuh, apa yang akan terjadi pada kyuhyun?" gumam yunho dalam hati,hati yunho diselimuti rasa khawatir sekarang,mungkin saja siwon adalah pembunuh bayaran itu.
yunho menghentikan mobil di pinggir sebuah danau.
"anda bisa saja menembak saya" ucap yunho kemudian mengeluarkan pistolnya dan mengarahkannya ke kepala siwon .tapi siwon hanya diam bibir jokernya menampilkan senyuman mengerikan seperti biasanya.
"apakah aku bukan target anda?" tanya yunho ,ia sedikit heran kenapa siwon tidak berniat menembaknya sama sekali .siwon menoleh ke arahnya "apakah kau berpikir kalau aku tidak akan menembak anda?" senyuman mengerikan kembali terjetak dibibir siwon
"aku tidak tahu apakah kamu akan menembakku atau tidak, tapi aku tahu, aku bisa menembakmu sekarang juga " lanjut siwon
"cobalah" tantang yunho,yunho semakin mengeratkan pegangannya pada pistol
"aku tidak perlu mencoba" ucap siwon dan mengeluarkan pistol dari dalam saku jaketnya
"aku juga tidak" balas yunho
"apakah kamu lupa siapa dirimu? Kamu orang baik dan aku orang jahat" ujar siwon
yunho perlahan-lahan menurunkan pistolnya "jika kamu tidak disini untuk membunuhku, terus kenapa?" tanya yunho ,penasaran apa maksud siwon sebenarnya,yang ia tau merupakan pembUnuh bayaran yang changmin jebak.
"untuk kyuhyun " jawab siwon mantap.
"bukan untuk diri sendiri?"
siwon menggeleng "aku sudah menyukainya sejak melihatnya pertama kali"
"kau pria yang mengirimi nya bunga daisy?"
"dia belum tahu" ujar siwon
"apakah anda tahu berapa lama dia menunggumu?" yunho sebenarnya merasa kesal sendiri pada siwon,yang tidak memiliki keberanian untuk mengatakan langsung pada kyuhyun
"ya, hanya sebelum kau datang dan dia berhenti menungguku . kau harus pergi ke pameran hari ini" siwon menghela napas berat .
"bagaimana denganmu?" tanya yunho
"aku akan menghilang dari hidupnya" yunho merasa iri pada siwon yang rela berkorban hanya demi kebahagian kyuhyun ,dan mengorbankan kebahagiannya sendiri.
siwon dan yunho sama-sama terdiam. Yunho memutuskan keluar dari mobil sementara siwon memandangi pistolnya yang masih digenggamnya. Beberapa detik kemudian terdengar suara tembakan.
DORRR
Sebuah peluru berhasil menembus kepala yunho..
TBC
