Title : buku persahabatan (xiuhan) chapter 4

Disclaimer : member exo milik tuhan dan orang tua mereka

Warning : BL (shounen-ai), typho, DLDR, OCC

Sumarry : senuah buku merubah kehidupan kim minseok, diadaptasi dari anime natsume yuujinchou

.

.

.

Happy reading~

.

.

.

"dia, tuh kemana seh" sejak minseok bangun sampai sekarang sampai disekolahnya dia tidak menemukan luhan, sepertinya dia mulai khawatir dan saat ini Minseok sedang berjalan menuju kelasnya, tapi tepukan ringan pada bahunya menghentikan langkahnya. Minseok melihat kesamping sudah ada suho dengan senyum angalicnya

"kau baik-baik saja suho?"

"tentu"

"kau yakin?"

Suho mengangguk "oh ya terimakasih karena tadi malam aku bisa bertemu lay, walaupun sekarang aku tidak bisa melihatnya lagi tapi aku yakin dia bahagia"suho merangkul pundak minseok "ayo masuk kelas"

Minseok dan suho memasuki kelas dan mereka melihat chanyeol dan baekyun sedang bercanda, mereka yang ikut uji keberanian tidak mengingat kejadian semalam, ini berkat kekuatan luhan yang menghilangkan ingatan tentang keberadaan lay tapi hanya minseok dan suho yang ingat.

"pagi~" sapa minseok,

"…" mereka tanpak asyik sehingga tidak menyadari kehadiran minseok dan suho, sehingga minseok menyenggol lengan baekhyun"ah minseokie, suho hehehe"

"duduklah" ucap chanyeol

"apa ada yang menarik?" Tanya minseok yang mengambil tempat duduk didepan baekhyun, sedang suho disebelahnya

"aku dengar ada murid baru yang akan masuk kelas kita" terang baekhyun

"bagaimana kau tau baek? Aku kan belum bicara dengan yang lain" hanya suho yang menjabat sebagai ketua kelas yang diberitau wali kelas mereka.

"tentu saja, dia kan biang gossip hahha" goda chanyeol

"aku anggap itu sebagai pujian" ucap baekhyun tenang dan melirik cahnyeol "lagi pula kau juga ikut mendengarkan, iya kan?" lanjut baekhyun

"aku-" sebelum chanyeol membela diri, ucapannya dipotong suho

"dari mana kau tau?" suho tampak penasaran

"tadi waktu aku lewat ruang guru, ada anak baru dan aku dengar dia akan masuk kelas kita" jelas baekhyun

Kriiiiiinnggg~ (anggap bel masuk ya :p )

Minseok dan lain kembali ketempat duduk mereka, beberapa saat kemudian guru wali kelas masuk kelas,"pagi semua, hari ini ada teman baru untuk kalian" wali kelas melihat kearah pintu masuk dan menganggukan kepalanya "masuklah"

Mata minseok dan suho membulat begitu melihat sosok siswa yang memasuki kelas

"perkenalkan saya zhang yixing, saya pindahan dari china" yixing membungkukkan badannya dan kemudian tersenyum

Suho terpaku melihat senyuman itu "lay…" ucapnya lirih

"sekarang giliranmu" ucap wali kelas kearah siswa lain yang masih diluar kelas

"saya luhan" ucapnya datar dan matanya hanya melihat kearah minseok

Siswa siswi yang ada dikelas tampak terteguh dengan penampilan dua siswa baru kelas mereka, lay dengan senyum manisnya dan kesopanannya, luhan yang wajahnya perpaduan cantik dengan tampan, namun matanya yang tampak dingin dan angkuh

"baiklah, lay kau duduk dengan suho dan luhan duduk dengan chanyeol"

"aku akan duduk dengan dia" luhan menunjuk kearah tempat duduk minseok

"baiklah, baekhyun, kau pindah ketempat duduk chanyeol" tanpa curiga sedikitpun walikelas mereka menyetujui permintaan luhan. Setelah perkenalan walikelas keluar dari kelas dan pelajaran pertama dimulai, beberapa tampak menyiapkan buku pelajaran, kecuali beberapa siswa

Suho side

Lay berjalan ketempat duduk suho, dia menarik kursinya dan memberikan senyumnya kepada suho kemudian mulai membuka bukunya.

'apa benar ini kau, lay? Tapi kenapa kau tidak mengingatku?' pikir suho, yang masih menatap lay

Lay merasa dirinya diamati suho, akhirnya menoleh "apa ada sesuatu diwajahku?" ucapnya sopan dan agak berbisik

"a-ah tidak, hanya saja wajahmu tidak asing" suho mengulurkan tangannya "namaku joonmyeon, tapi panggil aku suho" suho menunjukan senyum angelicnya

"tentu" entah mengapa yixing merasakan sesuatu yang panas dipipinya karena melihat senyum suho "sebaiknya kita memperhatikan pelajarannya" yixing berusaha mengalihkan pembicaraan

Minseok side

"kenapa kau disini?" minseok memandang luhan yang tanpak tidak peduli dengan tatapan seisi kelas kearahnya

Luhan memalingkan pandangannya kearah minseok "menurutmu?"

"ah benar, karena buku itu kan. Apa guru tidak curiga?"

"tenang saja, aku sudah membuat mereka patuh padaku"

"Sombong sekali"

"kau marah?

"tidak" minseok mengalihkan wajahnya kearah jendela

.

.

.

.

Seorang siswa imut tengah berjalan menuju kantin "kyungsoo, tunggu" namun siswa yang dipanggil tidak menghentikan langkahnya. Siswa lain bername tag jongdae yang memanggil berlari mengerjar dan memegang tangan mungil kyungsoo "kenapa kau menjauhiku?'

"..." kyungsoo menundukkan wajahnya

"lihat aku, apa salahku sampai kau gak mau bicara sama sekali?"

"..."

"katakan sesuatu, kumohon jangan seperti ini"

Kyungsoo menepis tangannya dan segera berbalik arah masih dengan menundukkan kepalanya berusaha menahan air matanya"maaf", Sedang jongdae hanya menatap punggung kecil itu menjauh.

.

.

.

.

"cepat..cepat..siswa itu benar-benar imut" baekhyun memaksa minseok dan chanyeol kearah kelas 11-1 kelas sehun "dia menatapku dengan mata bulatnya yang sangat indah" lanjut baekhyun

"benarkan?" ucap chanyeol acuh

"siapa namanya?" ucap minseok

"aku tidak tau karna dia tidak pernah bicara dan AAH~kau mengagetkanku !" tiba-tiba luhan berada didepan mereka, "sejak kapan ku didepanku?" seingat baekhyun, dia tidak mengajak luhan

"mau dibawa kemana baoziku?" luhan menarik minseok kearahnya dan metatap tajam baekhyun dan chanyeol

"i-itu..kami mau…tunggu apa maksudmu?"baaekhyun mulai curiga "minseokie, kau kenal orang aneh ini?"

"hehe iya dia tetanggaku" minseok merahasiakan identitas luhan pada teman-temannya, jika mereka tau, bisa-bisa mereka dalam bahaya "benarkan luhan" minseok menyenggol lengan luhan

"iya" luhan memasang tampang tidak suka

"ah cepat, nanti jam istrahat habis" baekhyun menarik tangan minseok tanpa memerdulikan luhan dan chanyeol

Skip

Mereka berempat sampai di depan kelas 11-1, kalas diisi sebagaian siswa, baekhyun melihat-lihat isi kelas dari jendela

"minseok, ada apa?" sehun yang akan masuk kelas berhenti ketika meihat minseok berada didepan kelasnya

"aah itu dia" seru baekhyun saat melihat siswa yang dia cari, sedang yang lain mengikuti arah yang ditunjuk baekhyun "dia imutkan"

"tapi auranya serem banget" tambah chanyeol

"dia?" Tanya sehun

"kau kenal dia?" Tanya minseok

"tidak juga, aku Cuma tau namanya do kyungsoo selain itu aku gak tau karna dia tidak pernah bicara"

"dia bisu" tebak luhan

PLEETAKK

"aaah~ kenapa memukulku" rengek luhan

"aish, jangan ngomong sembarangan luhan" ucap minseok

"dia kan gak bicara, dia pasti bisu kan"

Sementara minseok dan luhan berdebat, baekhyun masih setia memperhatikan siswa itu "jadi namanya do kyungsoo ya", sedang chanyeol tanpak tidak memperdulikan siswa baru itu,

"ah dia kesini" baekhyun melihat kyungsoo berdiri dan akan keluar kelas mengarah ke mereka "hai aku bekhyun, aku ingin menjadi temanmu" ucap baekhyun saat kyungsoo tepat didepannya, tapi kyungsoo tidak berbicara, saat menoleh kyungsoo tanpa sengaja bertatapan dengan minseok yang berdiri tepat dibelakang baekhyun

"ah-" ucap kyungsoo tapi dia urungkan kembali dan kembali diam

"jadi..?" ucap baekhyun yang merasa diabaikan oleh kyungsoo

Tapi kyungsoo tetap diam dan melangkah pergi menjauhi mereka

"lihat kan dia menatapku" ucap baekhyun

"benarkah? Jangan kege'eran" ucap chanyeol

.

.

.

"minseokie, cepat turunlah, makan malam sudah siap" suara bibi dari lantai bawah

"baik" minseok berjalan kearah ruang makan

"dimana luhan? Cepat panggil dia buat makan malam"

Minseok mengangguk dan keluar mencari luhan. Hari ini luhan menginap di kamar minseok, Paman dan bibi tidak tahu identitas asli luhan dan hanya tahu jika luhan teman sekelas minseok, mereka sudah terbiasa dengan keberadaan luhan yang tiap hari bersama minseok dan menganggap seperti keluarga.

Hari mulai gelap saat minseok mencari luhan, dan sekarang minsek berada disebuah tanah lapang yang sudah cukup jauh dari rumah "dia kemana seh?" minseok beristirahat dibawah pohon, memejamkan matanya merasakan udara sore hari

"hei apa ini?" terdengar suara dari arah belakang minseok, tapi minseok masih menutup matanya berusaha menghiraukannya

"gambar apa? Apa semacam kutukan?" terdengar suara lagi

"jangan dekat-dekat, sebaiknya kita pergi saja" suara itu semakin terdengar mendekat, minseok membuka matanya dan melihat kebelakang ada dua makhluk gaib yang berukuran 30cm

"apa yang terjadi?" ucap minseok

"ah manusia.. cepat pergi" kedua makhluk itu langsung menghilang setelah tau minseok dapat melihat mereka

"apa yang terjadi?" minseok bergumam, dia berjalan kearah dua mahluk gaib itu datang, ilalang tumbuh cup tinggi membuat minseok sedikit kesulitan berjalan namun tepat ditengahtengah terdapat sebuah tanah lapang yang cukup luas yang tidak ditumbuhi ilalang "apa ini? Gambar iseng anak kecil atau lingkaran sihir?" minseok melihat gambar ditanah berbentuk lingkaran dengan simbol-simbol yang baru dilihatnya.

"kenapa baozi?" diba-tiba luhan berada disamping minseok dan berbisik ditelinganya

"aaah~ bisa tidak jangan datang tiba-tiba gitu?"

Luhan memperhatikan gambar yang dilihat minseok "gambar apa ini?"

"gak tau, kau juga gak tau?"

"jangan-jangan ini lingkaran untuk berkomunikasi dengan alien"

"gak mungkin" minseok mendekati gambar aneh itu,

Sreeekkk

Sreeekkk

"suara apa itu?" minseok berusaha menajamkan pendengarannya

"dari sana" ucap luhan, kemudian mereka berdua menuju arah usara berasal, minseok melihat seseorang dengan memakai mantel panjang dengan topi yang menutupi wajah, orang itu tengah menggambar sesuatu ditanah dengan menggunakan ranting kayu

"hei, kamu lagi ngapain?" ucap minseok, Orang itu berbalik dan melihat kerah minseok dan luhan

"ah..minseok" ucap orang itu

"tunggu kau kan kyungsoo?" ucap minseok, sedang luhan menatap kyungsoo seperti dia musuh yang berbahaya

"ah aku baru saja menyebut namamu" kyungsoo tampak merasa bersalah

"iya?"

"gimana nih" tiba-tiba raut wajah kyungsoo berubah panik

"kau baik-baik saja?"

"a-aku pasti akan menang" tatapan kyungsoo yang tadi ragu-ragu menjadi tampak serius dan berlari meninggalkan minseok dan luhan "kau bisa melihat mahluk gaib kan?"

"i-tu.."

"aku dengar.."

"dari siapa?" minseok merasa curiga karena yang mengetahui hal ini hanya luhan dan sehun, tidak mungkin mereka berdua menceritakan pada orang lain

"dari mahluk gaib"

"kau bisa melihatnya?"

"tidak, aku dapat melihat mereka jika ada yang berdiri dalam gamabr lingkaran ini" kyungsoo meunjuk gambar yang ia buat di tanah "kumohon bantu aku, ini masalah hidup dan mati"

"hah?"

"hidup matimu"

"APAAA?!"

Kyungso mengeluarkan secarik kertas dari sakunya dan menunjukan pada minseok "ini adalah peninggalan kakekku" minseok membukanya dan dikertas itu terdapat gambar yang sama persis dengan yang dibuat kyungsoo di tanah "saat itu aku hanya penasaran, jadi aku menggambar itu di halaman rumahku, lalu suatu hari aku melihat mahluk-mahluk itu dan aku menyadari itu bukan manusia" wajah kyungsoo berubah khawatir "tapi tahun lalu aku melihat mahkluk yang besar yang masuk dalam lingkaran itu, lalu dia mengancamku jika dalam waktu 360 hari tidak menemukannya aku akan dimakan dan tiga belas nama orang yang terakhir aku ucapkan akan mati dan kau salah satunya" kyungsoo menatap minseok "sejak saat itu aku berusaha agar tidak berbicara, bahkan dengan sahabatku sejak kecil"

"sepertinya aku akan segera menjadi pemilik buku itu" ucap luhan

"tidak akan semudah itu luhan" ucap minseok

"kumohon bantu aku"

"akan aku pikirkan cara menemukannya, sekarang sudah hampir malam sebaiknya pulang, besok kita bicarakan lagi"

.

.

.

.

Minseok, luhan dan kyungsoo berada di taman belakang sekolah saat jam istirahat, ditempat ini jarang siswa yang datang karena itu mereka lebih bebas berbicara

"sebernarnya saat aku dengar kalalu kau dapat melihat mereka, aku selalu mengikutimu, tapi aku tidak tau berita itu benar atau tidak" kyungsoo menatap minseok dan tersenyum lebar " maaf, sejak saat itu aku jarang bicara, aku senang bisa bicara banyak seperti ini"

"kita pasti menang" ucap minseok

"aku juga akan membantu" ucap luhan

"kukira kau orang yang egois" minseok menatap luhan

Setelah usai sekolah mereka bertiga mulai mencari mahluk gaib itu. Mereka bertiga berpencar, kyungsoo menggambar lingkaran di tempat lain, minseok bertanya dengan mahluk gaib yang ditemuinya dengan membawa gambar sket yang dibuat kyungsoo dan luhan mencari dengan wujud srigalanya.

Beberapa hari berlalu tapi mereka belaum menemukannya, dan sore ini mereka tetap mencari

"kita harus cepat, waktunya tinggal satu bulan lagi" kyungsoo tampak putus asa

"baiklah, kita cari didekat danau" minseok memberikan saran

"kalau gitu aku cari sebelah sana" kyungsoo berjalan menuju arah yang berlawanan

Minseok dan luhan mencari disekitar danau, namun saat luhan menjauh, seketika minseok merasakan kehadiran mahluk itu, tepat dibelakangnya dan

WWUUUSSSHHH~

"baozi" luhan merasakan seseorang datang dan langsung berlari ketempat minseok namun dia tidak ada "baozi, dimana kau?!" luhan tampak panik namun dia hanya menemukan tas minseok ditanah

"sial"


TBC


mian~ updatenya terlalu lama

untuk chapter selanjutnya aku usahain lebih cepat

gumawo~