Jonghyun menatap Kyuhyun yang nampak nya sedang memikirkan sesuatu yang membuat nya kesal. Terlihat dari pandangan nya yang nampak berapi-api itu bagi Jonghyun. Jonghyun diam tak bergeming saat menyadari sesuatu dan juga saat pemikiran nya yang tiba-tiba. Jonghyun tersenyum senang namun ia tutupi dengan tangan nya sendiri.
Lihat saja Choi Siwon, kau telah menyia-nyiakan nya. Akan ku buat dia menjadi milik ku. Dan kali ini aku tak akan kalah.
SparWonKyu present
.
.
Love Next Door!
Sequel of Handsome Next Door!
.
.
Rate T+ / Romance, Drama & Humor
Boys x Boys
Typo(s)
Cast: Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Jonghyun, Jung Yunho, Shim Changmin, Choi Minho, Tan Hangeng, etc.
Pair: WonKyu, JongKyu, HoMin dan mungkin masih ada lagi seiring cerita berjalan?
ENJOY
.
.
.
CHAPTER 3
Changmin berjalan dengan lesu menuju salah satu tempat shooting drama karena ia tadi hanya sempat meminum susu saja. Memang ia sudah dewasa tapi tak ada masalah nya meminum susu kan? Lagi pula itu untuk kesehatan nya.
Changmin bertukar senyum dengan bodyguard yang kemarin menghalangi nya untuk masuk tapi sekarang akhirnya ia bisa berleluasa keluar masuk karena ia termasuk orang penting di tempat itu.
"Di sana kau rupa nya!" Changmin mengalihkan pandangan nya dan mendapati seorang namja dengan pakaian nyentrik nya yang terlihat aneh. But don't judge a book by its cover. Dia adalah sang produser sekaligus sutradara drama ini.
"Ah produser Lee maafkan saya karena kelalaian saya ini." Changmin berucap formal kemudian membungkukan badan nya pada sang produser yang menggunakan kaca mata besar hitam nya. Lee Hyukjae.
"Tidak apa-apa, lagipula bagian naskah yang tertinggal adalah bagian akhir." Hyukjae tersenyum sembari menerima sisa naskah drama yang tertinggal di apartemen nya.
"Se-sekali lagi saya minta maaf, saya janji tak akan mengulangi nya lagi." Peluh mengaliri kening Changmin karena merasa gugup akan kesalahan nya yang bodoh ini.
"Sudah tak apa-apa sekarang kan sudah ada disini." Ujar Hyukjae sembari memain-mainkan kertas itu. "Ngomong-ngomong kau mau lihat drama editan mu?"
"B-bolehkah?" Kaget Changmin.
"Tentu. Ayo ikuti aku."
Changmin berjalan dengan wajah tertunduk mengikuti Hyukjae dari belakang. Sesekali ia merasa awkward dengan beberapa staff yang menyapa formal sang sutradara itu. Ia merasa seperti salah mengikuti orang.
"Silahkan duduk disini." Hyukjae menyuruh Changmin untuk duduk di salah satu tempat duduk yang sudah di sediakan di bawah tenda itu. Kemudian mengambil alat pengeras suara khusus untuk sutradara. "Test.. ehem... para pemain harap segera ke lapangan!"
Changmin memperhatikan ke sekitar bagaimana susah nya menjadi kru sebuah drama yang sangat sibuk seperti ini. Tapi pandangan nya langsung beralih menatap seseorang yang baru keluar dari dalam mini van nya.
Yunho terlihat tampan dengan tuxedo berwarna putih saat berada di atas jembatan kecil itu. Drama yang akan Yunho mainkan adalah seorang pria yang patah hati karena ditinggal mati kekasih nya dan memutuskan untuk bunuh diri dengan menenggelamkan diri ke sungai yang dalam. Tapi pria itu malah dihidupkan kembali dan menjadi abadi yang membuat pria itu lelah dengan hidup dan tak mau mencari lagi cinta. Tetapi apa daya akan ada wanita yang pasti merebut hati nya.
"Yunho! Kau sudah hafal bagian mu?" Tanya Hyukjae menggunakan alat pengeras suara yang memekakan telinga itu dan Yunho pun hanya menganggukan kepala sebagai jawaban nya. "Baiklah kalau begitu.. ready... set... action!"
Mimik wajah Yunho langsung berubah menjadi sedih. Kaki nya di lemaskan sehingga ia menjatuhkan lutut nya sedikit keras ke atas kayu jembatan. Memang sakit tapi ia harus profesional.
"Aku tak bisa hidup tanpa mu.." Yunho menatap pantulan wajah nya pada air sungai yang tenang itu. Kemudian menengadahkan kembali kepala nya dengan pandangan kosong nya, membuat Changmin terkesima dengan akting nya.
"Byul-ah..." Liquid bening itu mengalir melewati pipi Yunho dan menetes ke bawah. Bersatu dengan sungai. "Aku datang sayang..."
BYUR
"CUT!" Teriak Hyukjae dan semua kru langsung mendekati Yunho yang berenang keluar dari dalam sungai dengan keadaan basah kuyup. Bahkan beberapa staff wanita di sana meron ria karena keseksian Yunho yang semakin bertambah.
"Kita lanjutkan adegan nya besok!" Hyukjae berteriak lagi kemudian mematikan pengeras suara itu.
"Terima kasih kerja sama nya!"
"Terima kasih!"
Semua staff di sana nampak senang dengan wajah yang riang juga berseri dan semakin membuat Changmin merasa berada di tempat yang salah. Changmin melihat Yunho yang hendak berjalan masuk ke salah satu tenda. Entah apa yang merasuki nya namun Changmin segera mengambil handuk yang ada di dekat nya dan mengikuti Yunho.
"Permisi aku membawakan..." Changmin langsung terdiam dengan wajah polos nya. Pasal nya di hadapan nya sekarang terpampang Yunho yang telah membuka atasan tuxedo nya sehingga memperlihat lekuk tubuh juga otot perut nya. "Ma-maafkan aku karena lancang!"
Changmin segera keluar dan berdiri di luar tenda dengan wajah yang memanas. Wajah nya memerah sempurna bak kepiting rebus. Entah kenapa ia bisa merasa seperti itu.
"HYA!" Pekik Changmin saat merasakan ada yang menoel punggung nya dari belakang. Ia kira hantu, tapi itu ternyata Yunho yang menyembulkan kepala nya saja.
"Ada apa hm?" Yunho menatap Changmin dari atas sampai bawah.
"Sa-saya membawakan handuk untuk anda." Ucap Changmin sambil mengangkat handuk di tangan nya. Yunho tersenyum simpul kemudian mengambil nya cepat-cepat.
"Terima kasih kau sungguh pengertian." Yunho berucap lembut yang entah kenapa membuat detak jantung Changmin bertambah kuat. "Apakah kau sakit? Wajah mu merah begitu." Lanjut Yunho dengan wajah polos nya yang tak mengetahui kalau penyebab nya adalah dia.
"Ti-tidak apa-apa. Kalau begitu saya permisi dulu." Changmin berjalan dengan sedikit menghentak-henatakan kaki nya tapi langkah nya segera terhenti saat mendengar ucapan Yunho.
"Hati-hati di jalan Changmin!"
Blush
Changmin segera berlari sambil menutupi wajah nya yang semakin memerah. Bisa saja jantung nya meledak kapan saja.
Dia mengingat nama ku! Dia mengingat nya!
Yunho tersenyum kaku melihat Changmin yang tiba-tiba berlari saat ia berucap tadi. Yunho membalikan tubuh nya dan menatap handuk di tangan nya. Kemudian mengalihkan pandangan nya pada handuk yang menumpuk banyak di atas sofa.
"Hahh banyak sekali." Hela Yunho dan memakai handuk pemberian Changmin sambil tersenyum kecil.
.
.
.
.
Kembali lagi di salah satu ruangan dalam Lee Company, nampak dua namja yang sedang dalam pikiran nya masing-masing. Namja yang tampan sedang memikirkan sebuah strategi bisa kita bilang. Dan namja yang manis nampak sedang kesal.
"Kudengar appa memberikan mu tugas untuk membuat naskah drama, apa itu benar?" Tanya Jonghyun berbasa-basi karena ia lupa apa yang ingin ia tanyakan. Padahal banyak sekali yang ingin ia bicarakan dengan Kyuhyun tapi ia lupa.
"Hah? Uh.. i-iya." Jawab Kyuhyun terbata karena baru tersadari dari lamunan nya.
"Bagaimana perkembangan nya?"
"A-ah... belum selesai. Aku benar-benar tak ada inspirasi ehehe." Kyuhyun terkekeh pelan sembari menggaruk pipi nya yang tak gatal. Jonghyun tertawa pelan melihat tingkah Kyuhyun, sudah lama ia tak melihat tingkah Kyuhyun yang seperti itu dan harus diakui ia sangat merindukan nya.
"Hm..." Jonghyun memegang dagu nya kemudian berpikir bagaimana cara agar inspirasi Kyuhyun mengalir atau lebih tepat nya cara agar bisa mendekatkan diri nya kembali. "Bagaimana kalau kau kutraktir es krim seperti dulu?"
Kyuhyun menatap Jonghyun yang tersenyum dengan dimple yang semakin membuat nya terlihat tampan. Pipi Kyuhyun pun sedikit merona, tak dapat dipungkiri nya kalau wajah Jonghyun semakin tampan saja.
"Tapi bukankah kau harus bekerja? Kau kan sajangnim pengganti sekarang ini." Kyuhyun melirik Jonghyun dari ekor mata nya. Entah kenapa ia merasa malu hanya untuk menatap Jonghyun.
"Tenanglah." Jonghyun kembali tersenyum membuat degup jantung Kyuhyun berdetak dengan kencang. Jonghyun kemudian merogoh saku jaket nya dan memakai sebuah kacamata hitam sebagai penyamaran nya. Begitu juga ia masih seorang publik figur dan Jonghyun sangat tak suka dikerubuni oleh para yeoja yang berteriak memekakan telinga nya juga flash kamera yang mungkin bisa saja membuat nya buta. "Kajja."
Kyuhyun dan Jonghyun pun berjalan berdampingan bersama, kebetulan Lee Company ini berdiri dengan dikelilingi berbagai kafe, kedai juga restoran sehingga saat sedang waktu nya istirahat atau makan siang para pekerja tak perlu repot memikirkan akan makan dimana.
Setelah memasuki salah satu kedai es krim, mereka akhirnya memesan satu cup medium es krim vanilla dan green tea. Mereka mendudukan diri nya dipojokan agar para pengunjung atau yang bekerja tak dapat mengetahui keberadaan Jonghyun.
"Hmm.. es krim disini enak juga." Ucap Jonghyun setelah mencicipi es krim rasa green tea.
"Semua makanan disini enak-enak, kau harus mencoba nya." Kyuhyun membalas senang dengan memakan lahap es krim vanilla nya.
"Ya tapi aku tak mau mencoba nya sendirian." Jonghyun tertawa pelan kemudian menatap Kyuhyun dengan penuh minat dan Kyuhyun pun hanya dapat menatap bingung
"Kau mau aku menemani mu?"
"Tepat sekali. Tenang pasti aku yang traktir." Lanjut Jonghyun melihat muka Kyuhyun yang masam namun segera berubah ceria lagi setelah mendengar kalau ia akan di traktir.
"Apa kau mau menemani ku sebentar habis ini?" Tanya Kyuhyun dan mulai perlahan memakan es krim nya yang akan segera habis itu.
"Tentu. Memang nya mau kemana? Aku akan menemani mu kemana-mana sekalipun ke ujung dunia." Kyuhyun tertawa pelan mendengar perkataan Jonghyun. Well, bisa dibilang itu kata-kata yang cukup membuat hati nya berbunga-bunga.
"Ada yang ingin ku beli."
.
.
.
.
Sebuah audi hitam terparkir di depan sebuah toko jam. Seorang namja tinggi keluar dari dalam mobil dengan ditutupi topi juga masker plus kaca mata hitam. Sedikit mencurigakan tapi orang itu adalah Choi Siwon.
Toko jam itu merupakan langganan Siwon untuk memperbaiki jam tangan nya juga tempat ia sering membeli jam tangan pasti nya. Siwon berjalan masuk dan menemukan sesosok namja yang sudah berumur tersenyum pada nya.
"Bagaimana jam tangan ku?" Tanya Siwon dengan suara pelan agar tak ketahuan pembeli lain di sana.
"Sudah ku perbaiki, tuan. Tolong tunggu sebentar akan saya ambilkan." Ucap pria tua itu kemudian masuk ke dalam pintu. Menghilang dari pandangan Siwon. Untuk membuang waktu menunggu jam nya, Siwon memperhatikan berbagai jam yang di pasang di sana. Menarik minat Siwon untuk membeli nya.
TRING TRING
Bel berbunyi, tanda nya ada pelanggan lain yang masuk. Dan kalau bunyi bel nya dua kali berarti ada dua pelanggan yang masuk.
"Lihat! Yang itu! Bukan kah itu lucu?"
DEG
Jantung Siwon seperti berhenti sepersekian detik saat mendengar suar yang ia kenal. Sangat ia kenal juga rindukan. Suara Cho Kyuhyun. Siwon melirik dengan ujung mata nya dan dapat terlihat surai eboni berwarna coklat berantakan yang sangat ia kenal, namun ia tak datang sendirian. Siwon tak dapat melihat namja di samping Kyuhyun karena mereka membelakangi Siwon. Tapi saat namja di samping Kyuhyun bersuara rasa nya Siwon ingin segera menarik Kyuhyun keluar dari toko itu.
"Yang berbentuk kepala kucing itu?" Suara Lee Jonghyun terdengar dengan jelas memasuki telinga Siwon. Siwon menyipitkan mata nya, ingin sekali Siwon berspekulasi kalau ia salah melihat orang tapi sayang.. itu memanglah Lee Jonghyun.
"Ini dia, nak." Ucapan pria tua itu membuat Siwon sedikit tersenyum namun Siwon segera mengambil dan memakai jam tangan nya kembali.
"Terima kasih, anda selalu bisa di andal-"
"Ahjussi! Aku mau jam berbentuk kepala kucing seperti yang di luar!" Perkataan Siwon terputus saat Kyuhyun berteriak di samping Siwon. Membuat Siwon membatu.
"Jangan berteriak seperti itu, Kyu." Jonghyun menggaruk kepala nya pelan kemudian ikut berdiri di samping Kyuhyun.
"Ini dia anak muda." Pria tua itu kemudian memberikan jam itu pada Kyuhyun yang di sambut gembira oleh nya.
"Ahhh lucu nyaaaa~" Kyuhyun meloncat-loncat kecil kegirangan dan Siwon tak dapat menahan senyum nya melihat tingkah Kyuhyun. Untung nya wajah nya di tutupi oleh masker sehingga ia bisa tersenyum sepuas nya tanpa di ketahui identitas nya oleh mereka berdua. "Heeee... ma-mahal."
Mata Kyuhyun terbelalak saat melihat harga yang tercantum di balik jam itu. Jonghyun pun mengikuti Kyuhyun melihat ke arah harga nya dan tanpa sepengetahuan mereka Siwon juga ikut melirik harga jam itu. Jonghyun kemudian mengambil dompet dan mengeluarkan sejumlah uang yang terbilang banyak.
"Ahjussi kami beli ini, tolong bungkuskan ne." Jonghyun memberikan uang itu pada pria tua itu kemudian mengambil jam di tangan Kyuhyun dan memberikan nya kembali agar di bungkuskan.
"J-jonghyun! Kau tak perlu membayar nya!" Ucap Kyuhyun yang masih nampak kaget.
"Tidak apa-apa kok. Ada lagi yang kau ingin kan?"
"Mm..." Kyuhyun menengadahkan kepala nya, nampak seperti berpikir. "Aku sedang meninginkan sebuah psp sih."
"Kau ini memang seperti anak kecil." Jonghyun tersenyum manis kemudian mengacak pelan rambut Kyuhyun. Siwon yang melihat itu langsung terbakar api cemburu dan meremas kuat telapak tangan nya.
"Ini dia."
"Terima kasih ahjusii~ Kajja kita kembali." Kyuhyun mengambil bungkusan itu dengan wajah berseri-seri kemudian mereka berdua berjalan kembali menuju kantor. Siwon pun segera keluar dan masuk kembali ke audi hitam nya.
"Kenapa mereka bisa bertemu kembali?!" Ucap Siwon kesal sambil memukul stir mobil nya dengan kuat. "Jangan berani-berani kau merebut nya Lee Jonghyun." Siwon segera menginjak pedal gas dengan kuat dan menjalankan audi nya dengan cepat.
.
.
.
.
Kyuhyun berjalan masuk ke dalam apartemen nya setelah bersusah payah menolak ajakan Jonghyun untuk di antarkan pulang. Sudah cukup seharian ini Jonghyun mentraktir nya, ia tak ingin merepotkan Jonghyun.
Dan saat Kyuhyun masuk semua nya sangat gelap, berarti Changmin belum pulang. Tangan Kyuhyun meraba-raba dinding di sebelah, mencari saklar lampu. Dan setelah di temukan segera ia nyalakan.
"Ahhhh~"
Kyuhyun meregangkan tubuh nya yang terasa kaku kemudian berjalan masuk ke dalam kamar nya. Tanpa basa-basi lagi Kyuhyun langsung mandi dan memakain piyama nya.
Kyuhyun kemudian merogoh-rogoh tas nya dan mengambil sebuah bingkisan. Dirobek nya pembungkus nya dan dapat terlihat jam baru berbentuk kepala kucing.
"Ahh lucu nyaaaa!" Dengan perlahan Kyuhyun menyimpan jam itu di atas meja nakas dan tersenyum senang. "Aku berjanji tak akan melemparmu~"
DUG
Tiba-tiba saja bunyi keras itu terdengar membuat Kyuhyun sangat terkejut.
A-apakah itu pencuri?
Kyuhyun memperhatikan sekitar nya kemudian mengambil pemukul nyamuk. Perlahan tangan nya memutar knop pintu kamar nya dan mengintip namun ia tak melihat siapapun.
Ja-jangan-jangan itu pembunuh!
Kyuhyun semakin di buat merinding oleh pemikiran aneh otak nya.
"Huhhh..."
Kyuhyun membuang nafas nya setelah menguatkan tekad nya. Kyuhyun kemudian berlari dengan mata terpejam dan menganyun-ayunkan pukulan nyamuk itu ke segala arah sebelum akhir nya jatuh terduduk karena menabrak seseorang.
"Hyaaaaa! Pergi kau pergi!" Kyuhyun kemudian berdiri dan memukul-mukul kan pukulan nyamuk nya. Masih dengan mata terpejam.
"Aw aw! Berhentilah!"
Suara itu...
Kyuhyun membuka mata nya saat menyadari suara yang ia kenal, mata nya langsung terbelalak saat mendapati Choi Siwon di depan nya tengah menatap nya aneh.
"Ada apa dengan mu?" Tanya Siwon sambil menyipitkan mata nya pada Kyuhyun. "Kau sudah gila ya?"
"Hah? Ku kira kau itu semacam pencuri atau pembunuh! Dan kenapa kau bisa masuk?" Selidik Kyuhyun dengan ikut menyipitkan mata nya.
"Pintu nya tak terkunci jadi ya ku masuk saja."
Kau pikir ini apartemen nenek moyang mu!
Kyuhyun menggenggam kuat pukulan nyamuk di tangan nya untuk menyalurkan emosi nya. Tapi saat ia ingin memarahi Siwon kembali tiba-tiba saja Siwon memaksa Kyuhyun untuk memegang sebuah bingkisan.
"Apa ini?" Tanya Kyuhyun bingung sambil memperhatikan bingkisan nya.
"Buka lah."
Kyuhyun kemudian membuka bingkisan itu dan mendapati sebuah psp di dalam nya. Kyuhyun mengangkat psp itu keluar dari dalam kotak dengan tangan bergetar. Ia merasa terharu.
"U-untuk ku?" Tanya Kyuhyun memastikan dan Siwon hanya menganggukan kepala nya. "Tapi kenapa?"
"Anggap saja sebagai hadiah sebagai penulis naskah yang baru."
"Tapi.. aku bahkan belum menyelesaikan naskah apapun."
"Karena itulah..."
PUK
Siwon mendaratkan tepukan lembut di atas kepala Kyuhyun setelah mendekatkan wajah nya dengan wajah Kyuhyun.
"Cepat selesaikan naskah nya." Siwon tersenyum kecil. Sangat kecil hingga tak dapat terlihat. Kemudian Siwon berjalan keluar dari sana, meninggalkan Kyuhyun yang terdiam memandangi psp di tangan nya.
"Ba-bagaimana dia tau aku sedang meninginkan psp?" Tanya Kyuhyun entah pada siapa. Sedangkan di luar pintu apartemen Kyuhyun nampak Siwon yang sedang menyenderkan punggung nya pada pintu.
"Tak akan kubiarkan siapapun merebut mu, Kyu. Bahkan sahabat ku sendiri."
.
.
.
.
TBC
Ciao~ saya mau balas salah satu pertanyaan readers:D
To : soal sakit perut Kyuhyun apakah udh sembuh atau belum nya~ kan ada tulisan di bagian chapter 2 "Bodoh nya lagi, sahabat nya ini tak mau menebus obat karena ia percaya kalau besok sakit perut nya akan hilang." nah dan ternyata bener sakit perut nya Kyuhyun besok hilang ehe:3 maaf kalau ga saya ceritakan di chapter kemarin ne, terima kasih sudah bertanya :D
Dan saya juga mau bilang buat para readers tolong jangan di follow atau fav saja, tinggalkan review juga dong jebal hiks:( kan saya sedih rasa nya review ff ini semakin menurun... ne ne readers yg baik?:D
segitu saja dulu~ di tunggu review nya dan tunggu saja next chap! Grazie!
