Author : RasKaid.o

Cast :

Do Kyungsoo

Kim Jongin

Oh Sehun

And Others Cast

Rate : T (Gs)

Genre : Marriage Life, Hurt/Comfort, Drama

.

.

.

Desclaimer : Semua cast milik Tuhan, tapi cerita ini murni milik saya sepenuhnya ^^

Warning : Genderswitch, typo's bertebaran, cerita pasaran, cerita gaje, OOC

Yang enggak suka jangan di baca ya :)

NO BASH !

.

.

.

"Dan pada akhirnya kau akan meninggalkanku. Jika kau memang sudah bosan denganku katakan saja! JANGAN BERMAIN DIBELAKANGKU, AKU TIDAK SUKA ITU! Lebih baik kau mengatakan yang sebenarnya, jangan membuat harapan palsu padaku. UCAPAN MANISMU HANYA BUALAN BELAKA!"

Akhirnya pertahanan Kyungsoo runtuh setelah menyelesaikan kalimatnya, membuat dada Jongin terasa sangat sesak. Jongin mencoba meraih Kyungsoo kedalam pelukannya, tapi Kyungsoo menghindar. Ini pertama kalinya Kyungsoo berkata kasar seperti itu padanya, tapi ia mengerti ia memang sudah keterlaluan pada istrinya. Tapi sungguh Jongin tidak ada niatan untuk bermain di belakang istrinya.

"Aku akan mengurus surat perceraian kita Jongin"

DEG!

.

.

.

Chapter 4 !

.

.

.

"JAGA BICARAMU KYUNGSOO! KITA TIDAK AKAN PERNAH BERPISAH, INGAT ITU!"

"KAU EGOIS JONGIN!"

"Jangan membentakku, aku suamimu hormati aku sebagai kepala keluarga Kyungsoo!"

"Kau yang membuatku begini hiks..." Satu isakan lolos dari mulut Kyungsoo

"Kau yang membuatku begini Jongin"

Kali ini Jongin benar-benar mendekat ke arah istrinya, dan mendekapnya erat. Awalnya Kyungsoo sempat memberontak tapi Jongin terus mengeratkan pelukannya. "Kau jahat Jongin..hiks".

"Dengarkan Kyungsoo. Aku selalu pulang larut karena aku bertemu dengan wanita lain, iya kau memang benar, sangat benar. Tapi sungguh aku disana hanya absen untuk memenuhi permintaan ibuku. Yang kulakukan hanya diam menatap makanan yang ada di hadapanku dan mengabaikan pertanyaan-pertanyaan yang ia lontarkan padaku." Jongin menghela nafas sebentar. Ia merasa menjadi orang yang paling jahat sekarang, karena membuat orang yang berada di dalam pelukannya menangis.

"Bahkan aku mengabaikan perutku yang memang sangat perlu diisi, padahal makanan yang ada di hadapanku sangat menggiurkan tapi aku lebih memilih untuk memakan masakanmu. Aku terlalu mencintaimu Soo, kau membuatku buta akan kecantikan wanita-wanita yang ada di luar sana dan kau juga yang membuatku tuli dengan suara merdu wanita lain. Hanya kau Kyungsoo, kau yang selalu sempurna dimataku, tak peduli wanita diluar sana lebih cantik darimu aku tak peduli, kau selalu memenuhi pikarnku dan aku tidak pernah sempat untuk memikirkan orang lain selain dirimu"

"Tolong percayalah padaku sayang, aku benar-benar mencintaimu"

Jongin mengakhiri ucapannya lalu mengecup kening istrinya lama, airmatanya menetes kala ia memejamkan matanya. Sedangkan Kyungsoo masih terisak di pelukannya.

"Maafkan aku. Aku sudah membentakmu tadi dan berucap kata-kata yang tak sepantasnya aku ucapkan. Aku mencintaimu Jongin, jangan tinggalkan aku. Aku hanya memilikimu di dunia ini"

Kyungsoo memang hanya memiliki Jongin sekarang. Kedua orangtuanya sudah meninggal sejak ia berada di bangku menengah atas karena sebuah kecelakaan. Dan Kyungsoo adalah anak bungsu, kakaknya sekarang tinggal bersama istrinya di luar negeri dan sangat jarang menghubunginya. Bahkan Kyungsoo merasa bahwa kakaknya sudah melupakannya sekarang.

"Tidak sayang, kau tidak salah. Aku yang salah disini dan aku pantas mendapatkan makian seperti itu. Dan aku janji tidak akan meninggalkanmu."

Di kecupnya lagi kening istrinya, seolah-olah ia ingin menyalurkan perasaan cintanya yang begitu dalam.

"Kau harus berangkat ke kantor Jongin. Ini sudah siang" Ucapan Kyungsoo membuat Jongin sadar bahwa hari sudah menjelang siang.

"Ini.." Jongin memberikan dasi yang berada di gantungan. Menyuruh istrinya memakaiakan dasinya seperti biasa. Dengan telaten Kyungsoo memakaikannya dan merapikan kemeja yang di pakai suaminya. Ada sedikit perasaan canggung yang menyelimuti mereka berdua setelah pertengkaran tadi.

Sekali lagi Jongin mengecup kening istrinya dan kemudian beralih pada bibir sang istri. Hanya sekedar kecupan ringan.

"Aku berangkat. Jaga diri baik-baik di rumah"

.

.

.

Saat ini Sehun sedang duduk manis di depan atasannya, ia berkunjung setiap seminggu sekali untuk melaporkan keuangan perusahaan atau membahas proyek yang sedang dikerjakan. Ia merupakan salah satu karyawan kepercayaan Jongin, walaupun Sehun belum lama bekerja di kantornya.

"Kau memang bisa diandalkan Sehun" Jongin tersenyum puas saat membaca hasil laporan proyek yang di berikan Sehun.

"Apa anda mempunyai niatan untuk menaikkan jabatan saya ?" Tanya Sehun sedikit bercanda. Jongin hanya tersenyum menanggapi ucapan Sehun, ia memang sudah tahu akan kelakuan karyawannya ini.

"Belum saatnya, tapi jika proyek ini sukses. Aku janji akan menaikkan jabatanmu"

"Saya hanya bercanda sajangnim, anda tidak perlu memikirkannya."

"Tapi aku tidak main-main dengan janjiku tadi"

"Baiklah saya akan berusaha. Saya pamit, masih banyak pekerjaan yang harus saya kerjakan" Sehun membungkukkan badannya sebelum berlalu dari ruangan itu. Saat membuka pintu, Sehun berpapasan dengan wanita dengan pakaian feminim dengan wajah yang sedikit angkuh dan masuk ke ruangan atasannya. Seingatnya selama ia bekerja di kantor ini tidak ada karyawan yang berpakaian seperti itu. Dengan rasa penasaran yang begitu tinggi, akhirnya Sehun sedikit mengintip dari pintu.

Sehun terkejut saat ia melihat wanita itu langsung memeluk atasannya dengan mesra dan mengecup sebelah pipi atasannya, ada hubungan apa mereka ? Apa Kyungsoo mengetahuinya ? batin Sehun.

Sehun lalu pergi dari tempatnya berdiri sebelum ada orang yang melihatnya.

.

.

"Apa yang kau lakukan Krystal!" Jongin melepaskan pelukan Krystal dengan paksa dan menghapus bekas lipstik yang menempel di pipi kanannya.

"Aku merindukanmu oppa" Ucap Krystal dengan nada suara manja.

"Pergi dari sini" Jongin membentak Krystal, ia tidak peduli jika nantinya wanita di depannya menangis.

"Kenapa kau galak sekali oppa" Krystal mengelus wajah pria yang sudah memikat hatinya sejak pertama kali mereka bertemu.

"Kka!" Krystal menggeleng. Ia memang keras kepala.

"Kkarago!"

"Tidak oppa, aku ingin bersamamu saat ini"

"Baiklah terserah kau saja, aku sudah berbaik hati mempersilahkanmu pergi dengan cara halus. Jangan salahkan aku jika sesuatu terjadi nantinya."

Tak berapa lama seorang security datang dan membungkukkan badannya untuk memberikan hormat pada sang atasan. Jongin mengangguk dan memberi kode pada sang security agar membawa Krystal pergi. Tadi Jongin memang menghubungi secretarisnya agar salah satu security yang berjaga di depan datang ke ruangannya.

"Lepaskan!" Krystal berusaha memberontak dari cekalan security tapi tenaganya tak seberapa dibandingan dengan sang security.

"Oppa kenapa kau lakukan ini! Aku hanya ingin bersamamu"

"Jangan biarkan dia masuk ke kantor ini lagi. Kalau sampai itu terjadi aku tak akan segan-segan memecatmu."

Security itu mengangguk lalu membawa Krystal pergi dari ruangan atasannya.

"Aku tidak akan menyerah untuk mendapatkanmu. Ingat itu"

"Terserah kau saja. Aku tak akan tertarik dengan wanita sepertimu"

Jongin mendudukkan dirinya dan menyandarkan punggungnya pada kursi. Ia tersenyum saat matanya melihat ke arah bingkai foto yang terdapat dirinya, sang buah hati dan sang istri.

"Bogoshippeo Kyungin-ah"

.

.

.

Saat ini Kyungsoo sedang menunggu seseorang di sebuah Kafe yang tak terlalu jauh dari rumahnya. Ia tadi mendapatkan telepon dari orang yang sangat dekat dengannya dulu. Kyungsoo tidak tahu darimana orang itu bisa mendapatkan nomor ponselnya, padahal seingatnya ia sama sekali tak pernah memberikan nomor ponselnya pada orang itu.

Setelah menunggu beberapa lama, ia melihat seseorang yang sedang ditunggunya dengan balutan kemeja berwarna biru dongker dengan kancing yang tertutup semua hingga leher. Rambut berwarna coklat kehitaman yang ditata ke belakang, memberikan kesan dewasa pada sang pemilik.

Sehun –orang itu langsung menuju meja yang telah di tempati Kyungsoo, ia mendudukan dirinya di hadapan Kyungsoo.

"Maaf jika noona menungguku lama"

"Tidak. Aku baru sampai beberapa menit yang lalu" Ucap Kyungsoo diiringi dengan sebuah senyuman. Senyuman yang mampu membuat orang dihadapannya merasakan getaran aneh.

"Noona ingin memesan apa ? Biar kupesankan" Sehun ikut tersenyum. Senyum yang jarang sekali ia perlihatkan pada orang lain.

"Terserah kau saja Hun-ah" Sehun mengangguk , lalu beranjak dari duduknya dan mengantri di kasir untuk memesan minuman.

Tak menunggu beberapa lama, ia kembali dengan 2 cup bubble tea di tangannya. Sehun meletakkan satu di hadapan Kyungsoo.

"Ternyata seleramu masih sama seperti dulu Hun."

"Ya. Aku sudah kecanduan dengan minuman ini. Apa noona sudah tidak menyukainya lagi ?" Tanya Sehun dengan alis sedikit terangkat.

Kyungsoo tersenyum kembali. Ayolah noona jangan membuatku semakin mencintaimu dengan senyum manismu itu batin Sehun.

"Aku masih menyukainya. Sudah lama sekali aku tak meminum minuman ini, rasanya rindu sekali dengan masa-masa sekolah dulu."

"Merindukanku juga ?" Kyungsoo mendongak saat mendengar ucapan Sehun, ia tadi sedang fokus dengan minuman yang ada di tangannya. Ia menatap Sehun dengan sorot mata yang Sehun tak mengerti apa maksud dari tatapan itu.

"Eung.. sebenarnya kau ingin membicarakan apa Sehun-ah ? Tadi saat di telepon kau bilang itu penting."

Kyungsoo mengalihkan pembicaraan, ia bingung harus menjawab apa. Sebenarnya ia juga merasa rindu akan sosok yang ada dihadapannya ini, tapi ia sedikit malu untuk mengungkapkannya.

Sehun terdiam sejenak. Ia bingung harus mengatakan darimana terlebih dahulu.

"Mungkin apa yang aku bicarakan nanti akan membuatmu sakit, tapi aku ingin noona tahu apa yang baru saja aku lihat" Kyungsoo semakin penasaran dengan apa yang akan di sampaikan pria yang ada di hadapannya.

"Jangan membuatku penasaran Sehun"

"Baiklah aku akan menceritakannya. Tadi saat aku keluar dari ruangan Jongin aku berpapasan dengan wanita berpakaikan minim, wajahnya cantik tapi sedikit menampakan sosok angkuh, tingginya tidak jauh dari noona, rambutnya sepunggung dan sedikit bergelombang. Aku tidak tahu apa dia saudara Jongin atau bukan." Sehun berhenti sejenak, ia memperhatikan ekspresi Kyungsoo. Yang Sehun lihat wajah Kyungsoo sedikit pucat.

Tapi kemudian ia melanjutkan lagi saat Kyungsoo memberi kode untuk melanjutkan.

"Karena rasa penasaranku, aku sedikit mengintip dari pintu. Dan aku terkejut saat wanita itu memeluk Jongin begitu mesra, lalu ia mencium salah satu pipi Jongin. Setelah itu aku langsung pergi karena takut ketahuan mengintip oleh karyawan lain"

"Apakah noona tahu dengan wanita yang ku deskripsikan tadi ? Apa Jongin memiliki saudara perempuan ?"

Kyungsoo mencoba menahan airmata yang mulai mengenang di pelupuk matanya.

"Tidak. Aku sama sekali tidak tahu. Dia, Jongin adalah anak tunggal. Dia memiliki sepupu perempuan, tapi ia tidak tinggal di Korea"

Sehun semakin khawatir melihat wajah Kyungsoo yang semakin pucat, dan kedua matanya yang memerah. Ia segera berdiri dan menghampiri Kyungsoo lalu memeluknya.

"Noona, aku sama sekali tidak berniat membuat noona seperti ini. Maafkan aku, tapi sungguh ucapanku tadi bukan kebohongan. Maafkan aku noona"

Kini kedua pipi Kyungsoo sudah di basahi oleh airmata. Sungguh rasanya kali ini benar-benar begitu sesak melebihi sebelumnya. 'Kau membohongiku lagi Jongin'

Kyungsoo membalas pelukan Sehun, ia semakin erat memeluk pria yang sedang memeluknya, ia benar-benar butuh sandaran saat ini.

"Tidak Sehun, kau tidak salah. Aku percaya padamu, karena kau memang tak pernah membohongiku dari dulu."

Kyungsoo melepaskan pelukannya dan menghapus airmata yang sempat membasahi wajahnya.

"Noona, sebaiknya kau meminta penjelasan terlebih dulu pada Jongin. Aku takut jika itu hanya sebuah kesalahpahaman. Jangan pernah membuat keputusan yang salah noona."

Kyungsoo mengangguk menjawab perkataan Sehun.

"Aku pulang dulu Hun-ah"

"Jika noona membutuhkan bantuan, hubungi saja aku. Aku siap menjadi sandaranmu kapan saja noona"

"Terimakasih Sehun."

.

.

.

Setelah pulang dari Kafe, Kyungsoo masuk ke dalam apartement. Ia memasukan angka demi angka untuk membuka pintu apartement.

Klik. Pintu apartement terbuka.

Ia terkejut saat melihat ibu mertuanya bersama seorang wanita yang terlihat masih muda berada di ruang tamu rumahnya.

"Eomma.. ?" Panggil Kyungsoo saat dirasa sang mertua tidak merasakan kehadirannya.

"Kau kemana saja Kyungsoo-ya ? eomma tadi sudah menekan bell berkali-kali tapi tidak ada jawaban sama sekali, untung tadi Jongin mau memberi tahukan password apartement kalian.

"Maafkan aku eomma. Aku tadi keluar sebentar"

"Tidak apa-apa" Kyungsoo mengangguk lalu tersenyum, kemudian memandang wanita yang berada di sebelah mertuanya.

"Kenalkan ini Krystal, Kyungsoo."

Kyungsoo terperanjat kaget saat nama Krystal keluar dari bibir ibu mertuanya. Ia baru ingat dengan penjelasan Jongin tadi pagi, bahwa ia setiap malam bertemu dengan Krystal karena suruhan ibunya. Apa itu berarti ibu mertuanya ini masih merencanakan perjodohan untuk suaminya.

Lalu apakah, wanita ini yang tadi dimaksud oleh Sehun ? ciri-cirinya hampir sama dengan yang di sebutkan tadi.

Segala bentuk pertanyaan memenuhi otak Kyungsoo. Membuat ia sedikit merasakan pusing.

"Kyungsoo ?" Nyonya Kim memanggil nama Kyungsoo karena tak mendapat respon dari menantunya ini.

Kyungsoo yang sadar dari lamunannya langsung memberi salam pada wanita yang bernama Krystal itu.

"Aku akan membuatkan minuman dulu, tunggu sebentar ne ?"

Kyungsoo membawa 3 cangkir teh dan cemilan dari dapur. Lalu meletakkannya diatas meja.

"Aku ingin meminta bantuanmu Kyungsoo. Kau mau kan membantu eomma ?" Ucap Nyonya Kim to the point .

"Jika aku bisa membantunya kenapa tidak ?. Eomma ingin meminta bantuan apa ?"

"Kyungsoo, bujuklah Jongin agar dia mau menikah dengan Krystal. Hanya kau satu-satunya yang bisa membuatnya luluh"

Kyungsoo sekali lagi terperanjat kaget dengan ucapan yang keluar dari ibu mertuanya ini. Hatinya mencelos saat kalimat itu keluar dari mulut ibu mertuanya sendiri. Sebegitu besarnyakah mertuanya menginginkan seorang cucu ?

Apakah mereka tidak memikirkan perasaanya ? Sungguh hari ini adalah hari paling buruk untuknya, kejutan demi kejutan ia dapatkan. Namun kejutan ini bukan membuatnya merasa bahagia, tapi membuatnya begitu merasakan sakit di dalam hatinya yang paling dalam.

'Tuhan kenapa Kau memberikanku masalah seberat ini ?'

.

.

.

.

.

TBC

.

.

Annyeonghaseyo ^^

Maaf ya update telat lagi.

Terimakasih banyak untuk riview dan masukan-masukan di chap 3 kemaren

Itu membuat saya semangat buat ngelanjutinnya

Saya akan berusaha memberikan yang terbaik ^^

Semoga chap ini tidak mengecewakan :)