HUNHAN STORY
.
NO PLAGIAT
.
NO BASH
.
REVIEW JUSEYO^^
"Kyungsoo-ah, eottoke?" baekhyun merengek manja
"mau bagaimana lagi? Kau merengek seperti ini tak akan membuahkan hasil bukan?" kyungsoo menenangkan sahabatnya
"ah, aku benar-benar tak mau dengan yoda itu!" baekhyun mempoutkan bibirnya
"annyeong" sapa tao tiba-tiba
"tao-yah, darimana saja kau? Menyebalkan sekali!" baekhyun memarahi tao yang selama ini menghilang
"mian baekhyun-ah, aku sibuk mengurus acara akhir semester ini. oh ya, kau berpasangan dengan siapa?" tau bertanya penasaran. Dan kyungsoo melihatnya memberi isyarat untuk tak membicaran akan hal itu. Tapi tao tak memahami maksud kyungsoo dan mendapat semprotan baekhyun
"apa kau merencanakan ini?!" baekhyun berdiri dengan amarahnya, hingga membuat tao kaget "aku mohon ganti pasanganku" baekhyun kembali duduk dan memegang lengan tao manja
"maksudmu?" tao bertanya singkat
"aku mohon tao-ah, aku benar-benar tak mau bersama yoda itu" baekhyun merengek
"haha cuman karena itu? Bukankah chanyeol oppa itu incaran gadis sekolah? Kau mendapatkannya, mengapa malah kau membuangnya?" tao tertawa heran
"tao-ah, jelaskan padanya. Telingaku sakit mendengar rengekannya dari tadi" kyungsoo menjawab simple
"maafkan aku baekhyun-ah. Apa kau tak mendengar peraturan dari yoona-sunbae?" tanya tao lembut
"apa kau tak merasa kasihan padaku? Memangnya kau berpasangan dengan siapa hah?" tanya baekhyun
"suho oppa memintaku untuk membantunya menjadi panitia. Dan panitia sepertinya tak akan dipasangkan seperti kalian" tao tersenyum simpul
"kalau begitu caranya, aku mau jadi panitia!" baekhyun bersemangat
"tapi sayangnya kau tak diterima menjadi panitia" tao tersenyum bahagia karena telah menggoda baekhyun "aku pergi dulu, ne? Akan ada rapat. Aku harap lusa kalian akan baik-baik saja" tao memberi semangat dan pergi meninggalkan kyungsoo dan baekhyun
Hari untuk kegiatan akhir semester itupun akhirnya datang. Semua bersiap dilapangan untuk mendengarkan intruksi dari para panitia.
"kami akan menggabungkan kalian dalam sebuah group untuk mempermudah kami mencari kalian. Setiap group akan dipimpin 2 panitia. Aku harap kalian tetap harus mengingat peraturan awal untuk setiap pasangan" yoona memberikan penjelasan
"NE!" jawab para mahasiswa itu mengerti
"kami juga akan mengadakan game. Jadi setiap pasangan didalam group harus kompak. Baik kompak dalam menjalankan sesuatu maupun yang lainnya. Setiap groupnya akan diisi maksimal 4 pasangan. Dan dari keempat ini, mereka harus kompak. Apabila ada salah satu diantaranya ketahuan bertengkar, maka kami akan mendiskualifikasi. Mengerti?" Yuri sebagai wakil panitia menjelaskan peraturannya
"NE!" jawab mereka kembali
Setelah pembagian kelompok selesai mereka berkumpul dan memasuki bus yang akan mereka gunakan. Kai-kyungsoo, Sehun-Luhan, Baekhyun-Chanyeol, Chen-Xiumin tanpa disangka mereka 1 group.
Didalam bis mereka duduk bersebelahan dengan pasangan mereka masing-masing tapi dari keempatnya, sangat sedikit mengeluarkan suara. Luhan yang biasanya sangat berisik, kali ini ia hanya diam saja. Karena moodnya benar-benar buruk.
Sesekali terdengan ricuhan chanyeol dan baekhyun yang memperdebatkan suatu hal kecil. Sedangkan luhan, ia hanya tidur selama perjalanan, ia tak berniat berkata apapun pada sehun yang duduk di sebelahnya. Ketika luhan benar-benar terlelap, kepalanya tiba-tiba saja bersandar pada pundak sehun.
Sehun yang masih tersadar, merasakan kepala luhan yang menempel dipundaknya. Kemudian ia menjauhkan kepala luhan dari pundaknya. Setelah dijauhkan, kepala luhan hampir menatap kaca bus. Sehun yang merasa bersalah, kemudian ia menempelkan kepala luhan kepundaknya lagi.
Beberapa menit kemudian, sehun juga terlelap. Kini kepalanya menyandar pada kepala luhan yang sudah dipundak kanannya dari tadi. Chanyeol dan baekhyun begitu heboh ketika mereka melihat pemandangan ini. mereka langsung mengambil ponsel mereka dan mengabadikan momen ini.
Xiumin dan chen tertawa bahagia melihat pemandangan ini, semuanya mengabadikan foto mereka. Tapi, ketika kris memandang pemandangan tersebut, ia hanya tersenyum getir.
Setelah beberapa jam perjalanan, akhirnya mereka sampai dilokasi. Para panitia kemudian memberikan game yang pertama. Penelusuran hutan, dimana mereka harus mencari 5 petunjuk yang berkaitan dengan clue yang telah diberikan. Kali itu Kris dan jessica menjadi pembimbing kelompok sehun
Ditengah hutan, Sehun kemudian menginterupsi untuk berpencar. Dengan menggerakkan tangan, ditambah tatapannya kepada chanyeol, kai dan chen. Mereka langsung mengerti bahwa sehun menginginkan berpencar agar cepat selesai.
Luhan, baekhyun, kyungsoo dan xiumin hanya melongo melihat sehun hanya menggunakan bahasa isyarat, dan anak-anak itu langsung mengerti.
"apa sehun itu bisu? Apa sehun tak bisa bicara? Apa sehun itu kekurangan kosakata dalam otaknya?" Tanya luhan
"entahlah, tapi mereka keren sekali" kata xiumin
"tanpa di beri kata-kata mereka langsung faham maksud sehun. daebak!" baekhyun menambahkan
"itu karena mereka sudah terbiasa" jawab kyungsoo simple
Mereka mengangguk-angguk mengerti. Kemudian mereka kembali ke pasangan mereka untuk berpencar.
Xiumin dan chen berjalan ke selatan.
"pegang aku jika kau takut. Arrachi?" chen berbicara pada xiumin
"arra. Aku bukan bayi, jongdae-ah" xiumin mempoutkan bibirnya
"hati-hati ne" kata luhan
"kau jangan terlalu lelah. Jangan terlalu memikirkan misi ini. kesehatanmu lebih penting. arra?" xiumin menasehati luhan
"arraso, eomma" kata luhan tersenyum manis. Kemudian xiumin dan chen berjalan meninggalkan kerumunan itu
Kai dan kyungsoo berjalan ke arah barat.
"kau juga, jika kau takut berpeganglah padaku" kai berbicara pada kyungsoo
"bukankah kau sendiri takut? Mungkin kau yang akan berpegangan denganku" kata kyungsoo tersenyum sambil berjalan
"mungkin. Tapi aku bisa diandalkan kok. Aku akan menjagamu" kai berkata sambil membuntuti kyungsoo dari belakang
"arra. Ayo cepat selesaikan game ini" kyungsoo menyahuti
"kajja" kai bersemangat "noona, ingat kesehatanmu. Sehun-ah, aku titip noonaku ,ne?" ucap kai melanjutkan dan kemudian ia berjalan mengikuti kyungsoo
Chanyeol dan baekhyun kemudian berjalan ke utara
"jangan katakan apapun!" baekhyun berkata tepat ketika chanyeol akan membuka mulutnya
"mengapa? Aku juga ingin mengatakan hal yang chen dan kai katakan" chanyeol membela
"aku muak mendengar kalimatmu" baekhyun mengendus kesal "jangan banyak bicara dan berjanji. Lakukan saja apa yang bisa kau lakukan. Jangan terlalu muluk" baekhyun melanjutka kalimatnya
Kemudian chanyeol dan baekhyun berjalan. Luhan dan sehun hanya berjalan ke arah timur tanpa mengeluarkan kata apapun
Hari mulai sore, mereka belum menemukan petunjuk apapun. Ketika chanyeol dan baekhyun berjalan tiba-tiba saja chanyeol terjatuh.
Ia tak sengaja menendang batu didepannya dan membuat kakinya berdarah. Baekhyun pun panik dan segera menolong chanyeol
"kau ini bagaimana sih?" baekhyun mengamuk sambil mengeluarkan p3k di tasnya
"aku tak melihatnya tadi. Mian" chanyeol menjawab dengan penuh penyesalan
"lalu apa yang kau lihat hah?" baekhyun makin kesal
"aku melihatmu" chanyeol menggoda baekhyun. Baekhyun kemudian melempar kapas dan menyuruh chanyeol mengobati lukanya sendiri
"bagaimana bisa kau setega ini padaku?"
"urus saja sendiri. kaukan bukan anak kecil" baekhyun berusaha menutupi mukanya yang sudah merona
"ayolah, apa kau tak kasihan melihatku?" chanyeol memelas, kemudian baekhyun mengambil kapas dari tangan chanyeol kembali dan kemudian mengobatinya lagi
"kau menjaga dirimu sendiri saja belum bisa, bagaimana kau menjagaku hah?" baekhyun berkata singkat
"entahlah, setidaknya aku berusaha untukmu bukan?" chanyeol tersenyum dan ia kemudian melihat pipi baekhyun yang sudah merona sempurna "hey, kau sedang berbunga-bunga dengan ucapanku bukan?" chanyeol menggodanya kembali
Baekhyun kemudian memukul kepala chanyeol. Setelah baekhyun selesai mengobati chanyeol. Ia duduk disebelah chanyeol untuk beistirahat sejenak
"aku menyukaimu" chanyeol berkata tiba-tiba dan membuat baekhyun membulatkan matanya
"tapi itu dulu, dan sekarang aku juga menyukai luhan noona. Mian. Aku memang lelaki brengsek"
"tanpa kau mengatakannya, aku sudah tau" baekhyun menjawab kalimat chanyeol singkat yang berhasil membuatnya terkejut
"maksudmu?" chanyeol meminta penjelasan kepada baekhyun
"aku tau kalau kau brengsek, tanpa kau harus mengatakannya" baekhyun tersenyum tipis. Chanyeol mengerutkan keningnya
"aku tau kau mencintai luhan noona,babo" baekhyun memmelanjutkan dengan senyum simpulnya "jangan mengungkapkan perasaanmu jika kau sendiri belum yakin terhadap perasaanmu sendiri"
Chanyeol sungguh terkejut, ternyata baekhyun mengerti bahwa ia menyukainya tapi ia juga menyukai luhan.
"kejarlah dia, chanyeol-ah. Aku lihat kau sudah sangat dekat dengannya bukan?" baekhyun memberi semangat
"aku ragu, apa dia menyukaiku?"
"coba saja. Berjuanglah. Aku yakin kau juga bisa mendapatkannya" baekhyun tersenyum
"kau baik-baik saja?" tanya chanyeol dengan perasaan bersalahnya
"aku? jelas aku baik-baik saja. Kerjarlah dia jika kau memang menyukainya" baekhyun memberi semangat
"baiklah" chanyeol menjawab singkat dan diikuti anggukan mantab oleh baekhyun
"chanyeol-ah, bisakah kita kembali? Sudah hampir petang" baekhyun mengajak chanyeol. Meskipun chanyeol ini lebih tua darinya tapi ia tak pernah mau memanggil teman oppanya ini dengan sebutan oppa
"arra. Kajja" chanyeol berusaha bangkit tapi kakinya masih sangat sakit. Melihat hal tersebut, baekhyun berusaha membantu chanyeol berdiri. Ia kemudian memapah chanyeol berjalan
"gomawo, baekhyun-ah" chanyeol tersenyum dan baekhyun mengangguk pelan
Disisi lain, luhan dan sehun sibuk mencari benda yang dimaksud oleh clue tersebut. Ketika luhan dan sehun sedang beristirahat, tiba-tiba ia melihat bunga yang cantik. Ia ingin sekali sekali mengambilnya namun jaraknya yang tinggi, membuatnya meloncat-loncat untuk menjangkaunya
Sehun yang melihat tingkah kekanakan dari luhan hanya menatapnya sinis. Luhan menyadari sehun memperhatikannya kemudian ia membalasnya dengan dengusan kesal, sangat kesal. Karena luhan sedang kesusahan dan malah sehun hanya menatapnya.
Luhan ingin sekali meminta bantuan sehun. tapi, kemudan ia mengurungkan niatnya, ia berusaha menjangkaunya lagi sampai akhirnya ia terjatuh.
Sehun terkejut melihat luhan terjatuh. Entah dorongan apa, sehun tiba-tiba beranjak dan ingin membantu luhan
"katakan saja jika kau membutuhkan bantuan, rusa pendek" sehun berkata sambil berjalan mendekatinya
"enak saja, aku tak pendek!" luhan membela
"setinggi itu saja kau tak bisa menjangkaunya? Apa itu tak pendek namanya?"
Luhan hanya mengacuhkan kalimat sehun, ia kemudian berdiri dan masih berusaha mengambil itu lagi. Sehun hanya tersenyum samar, ia kemudian mencoba meraih bunga itu dengan tangannya. Tingginya bunga itu sekitar 190cm dari tanah
Ketika sehun mencoba meraih bunga itu, tubuh luhan dan sehun sangat dekat. Mereka dapat merasakan nafas mereka masing-masih. Tiba-tiba saja jantung sehun dan luhan berdegup begitu kencang.
Sehun dan luhan saling memandang beberapa detik, setelah mereka sadar akan lamunan mereka masing-masing. Luhan menjauhi tubuh sehun dan mengatur detakan jantungnya, begitu juga dengan sehun.
Sehun hanya mampu memandang sekitar untuk menetralkan perasaannya. Luhan hanya memainkan kakinya, dan berusaha melupakan apa yang barusan terjadi.
Luhan benar-benar bingung dengan perasaanya. Bukankah ia membenci sehun? tapi bagaimana bisa ia sangat gugup ketika tubuhnya begitu dekat dengan sehun?
Sehun dan luhan melupakan tentang bunga itu, mereka hanya terdiam canggung sekali. Sehun dan luhan kembali melanjutkan perjalanannya. Diperjalanan luhan sibuk berbicara sendiri
"diamlah" kata sehun ketus
"mengapa aku harus diam? Disini begitu sepi. Aku harus meramaikannya" kata luhan santai
Sehun hanya menatapnya malas. Baru kali ini ia benar-benar sebal terhadap wanita. Dan baru kali ini juga ada seseorang yang sama sekali tak takut akan tatapannya.
Ketika sehun berjalan, tiba-tiba luhan berteriak. Luhan kemudian berlari berlindung di balik badan sehun. sehun memperhatikan luhan yang kini posisinya begitu dekat dengannya. Luhan tepat berada didepan dadanya. Luhan kemudian mengalihkan pandangan agar tak kembali canggung
" Jangan berfikir aneh-aneh! Itu ada ulat!" luhan menunjuk dengan canggung, ulat yang berada ditanah itu
"begini saja kau takut?" tanya sehun malas
"aku tak takut! Aku hanya terkejut!" luhan membela dan kemudian ia menjauhkan dirinya dari sehun
"penakut sekali" sehun berkata tegas
"bisakah kau tak menghinaku? Aku lebih tua darimu! Sopanlah kepadaku!" luhan mengamuk
Sehun hanya menatapnya malas dan makin malas. Ia kemudian berjalan menjauhi luhan tanpa mendengarkan perkataannya
"KURANG AJAR SEKALI KAU!" umpat luhan
Hari menjelang malam. Luhan dan sehun masih terjebak didalam hutan. Luhan kini mulai kedinginan dan kakinya sudah mulai lelah. Senter yang mereka bawa untuk menerangi jalan mereka, kini sudah mulai meredup karena batterynya sudah hampir habis
"bisakah kita beristirahat lagi?" suara luhan lemah
Sehun memandang luhan diam. Tanpa disuruhpun,luhan langsung duduk sambil menggesekkan tangannya. Ia kemudian mengambil botol minum pemberian chanyeol. Sehun memandangnya dan kemudian mengalihkan pandangannya
"APA? Mau mengejekku kekanak-kanakan? Botol ini pemberian kakakmu, aku menghargainya. Lagi pula ini lucu" luhan berkata sedikit sinis dan sehun hanya menatapnya
Malam itu memang dingin sekali udaranya. Sehun kemudian melepas jaketnya dan memberikan kepada luhan.
"kau bagaimana?" tanya luhan
"kai menyuruhku untuk menjagamu" kata sehun datar
"kau perhatian juga rupanya" goda luhan
"jika kai tak menyuruhku, aku tak akan melakukannya!" kata sehun ketus
"gomawo" kata luhan tulus sambil tersenyum
"tak usah berterima kasih, aku melakukannya bukan dari hati" kata sehun tegas
"apapun itu, aku akan berterimakasih. Karna kau telah baik kepadaku" kata luhan tersenyum bahagia. Tapi wajahnya tetap terlihat lemas
"Hangatkan tubuhmu dengan ini. aku akan mencoba mencari bantuan" jawab sehun
"arra" luhan tersenyum
Makin lama luhan semakin lemas. Sehun juga tak dapat mengabari hyungnya karena tak ada sinyal ditambah ponselnya akan mati beberapa detik lagi. Sehun memperhatikan luhan sedang menahan dingin membuat sehun mendekatkan tubuhnya ke luhan
GREB
Sehun memeluk luhan dari samping. Sontak membuat luhan sangat kaget. Luhan mencoba melepaskan pelukan sehun
"aku tak akan berbuat apapun. Aku tau, kau akan mati kedinginan beberapa menit lagi" sehun menjelaskan maksudnya memeluk luhan
Kemudian dia memegang tangan luhan mencoba menghangatkannya. Luhan menurut kali ini. tubuhnya memang benar-benar lemas. Luhan mencoba menghangatkan tubuhnya dengan tubuh sehun. sehun kini mengeratkan pelukannya untuk luhan
Ia tak mengerti mengapa ia melakukannya. Yang sehun tau, ia hanya ingin menghangatkan tubuh luhan.
"bisakah kita kembali?" ajak luhan. Sehun mengangguk
"Gendong aku" luhan berkata lirih
"manja sekali" sehun berdecak kesal
"aku lemas sehun-ah" luhan berkata lemah
"baiklah. aku akan menggendongmu" sehun langsung sigap menggendong luhan ala bridal style
Sehun berjalan menelusuri hutan. Yang kemudian ia menemukan sinar yang tampak dari penglihatannya. Ia yakin bahwa itu adalah basecamp mereka.
Sehun berjalan cepat karena luhan sungguh pucat kala itu. Setelah ia keluar dari hutan, ternyata memang itu adalah basecamp mereka.
Xiumin dan kai melihat sehun keluar hutan membawa luhan dengan keadaan lemas itu pun langsung berjalan mendekatinya. Sehun membawa luhan ke mobil kecil yang menyediakan perlengkapan kesehatan
Setelah luhan ditangani oleh dokter yang berjaga disitu. Xiumin meminta sehun untuk menjelaskan
"dia kedinginan dan kelelahan" kata sehun singkat kepada xiumin
Xiumin langsung mengangguk mengerti, kai yang berada disebelah luhan begitu terlihat panik.
"kai-ah, luhan qwenchana" lay meyakinkan kai
"arra. Tapi mengapa ia selalu begini? Dia selalu saja membuatku khawatir. Noona macam apa dia?" kai sedikit mengamuk kecil
"sudahlah, kalian istirahat. Biar aku yang menjaganya" kris memberi syarat mereka untuk keluar. Dan mereka semua keluar kecuali sehun
"kau istirahat saja sehun-ah" kris menyarankan sehun
"ani. Aku yang akan menjaganya. Aku yang membuatnya begini" sehun menatap luhan
"baiklah" kris mengalah. "istirahatlah, esok akan ada kegiatan lagi" kris menepuk pundah sehun dan kemudian pergi
Sehun memang selama ini sangat cuek pada sekitar, tapi kali ini mengapa ia benar-benar peduli dengan keadaan luhan? Mengapa sehun tiba-tiba sangat khawatir akan keadaan luhan? Sehun sendiri tak memahami apa yang sedang ia rasakan
Ia hanya menganggap perasaan khawatirnya karena luhan sakit ketika bersamanya, itu artinya ia tak bisa menjaga luhan. Sehun hanya merasa bersalah karena tak bisa menjaga luhan dengan baik.
Hari menjelang tengah malam. Tim panitia menyiapkan acara, yaitu api unggun. Semua sudah mengumpul di tempat yang sudah disediakan panitia. Disini mereka hanya bercerita, bercanda dan bercengkrama. Ketika semuanya sedang berkumpul, tiba-tiba luhan datang. Semua terkejut karena luhan datang ketika tubuhnya sedang tidak baik
"kau baik-baik saja ,noona?" Tanya chanyeol
Luhan mengangguk lemah
"sebaiknya kau istirahat saja" kata lay. luhan menggeleng
"aku baik-baik saja" luhan tersenyum sambil memperlihatkan deretan giginya
"setidaknya ini bisa membuatmu sedikit hangat" kata kris sambil melepaskan jaketnya
"gomawo" luhan tersenyum riang
Mereka kemudian bercengkrama bersama lagi. Mereka saling tertawa. Bahkan luhan kini terlihat lebih baik dari sebelumnya. Dari jarak beberapa meter dari tempat mereka itu, sepasang mata elang sedang mengamati mereka. Sehun yang dari tadi menamati luhan, hanya menatapnya heran
'jika sakit saja lemah sekali, jika sudah sedikit mending. Hypernya mulai kembali lagi' batin sehun untuk luhan
Kai yang baru saja datang dari arah belakang sehun, membawa makanan bersama kyungsoo, menyadari sehun sedang memperhatikan noonanya. Kemudian ketika ia mendekati sehun, ia menyenggol bahu sehun pelan.
"jangan memperhatikannya terlalu lama. Bisa-bisa kau suka pada noonaku juga" kata kai sedikit menggoda sehun
Sehun hanya menatap datar kai. Dan kai hanya tersenyum girang karena telah menggoda sahabatnya itu, ia kemudian mengajak sehun untuk bergabung bersama mereka.
Keesokan paginya. ketika semua sedang bersantai, ada beberapa dari mereka yang berkejaran, ada yang hanya duduk, ada yang memasak, dan ada pula yang bercerita. Ketika itu luhan keluar dari mobil kesehatan
Melihat akan hal itu, kris langsung saja membantu luhan berjalan dan membantunya duduk di kursi lipat. Ia kemudian mengambilkan air putih untuk luhan.
"gomawo" luhan tersenyum sambil mengambil minuman dari tangan kris
"bagaimana keadaanmu?" tanya kris
"aku baik-baik saja. Dan sekarang lebih baik. Apa kita akan ada kegiatan pagi ini?" tanya luhan
"aku rasa iya. Padahal pagi ini waktu yang pas untuk bersantai." kris menjelaskan
"ah, aku benar-benar ingin beraktifitas pagi ini" luhan bersemangat
"kau baru sakit luhan. Istirahatlah" kris khawatir
"aku baik-baik saja, kris. Kau jangan terlalu khawatir begitu kepadaku. tak mungkin aku hanya duduk dan beristirahat disini saja bukan?" luhan tersenyum manis
Tanpa disangka ternyata kegiatan mereka berdua ini sedang ditatap oleh sorotan mata elang. Sehun ternyata sudah dari tadi mengamati luhan dan kris dari balik pohon yang terletak beberapa meter didepan mereka duduk.
Sehun hanya mengamati mereka dari kejahuan. Dan tiba tiba suara peluit mengganggu konsentrasinya dalam mengamati luhan
PRIIIIIIIIT
"tolong semua berkumpul bersama pasangannya menurut group" teriak yuri
Semua merapatkan diri kesumber suara. Kris yang awalnya mencegah luhan agar luhan tak mengikuti kegiatan ini, akhirnya mengalah. Luhan bersi keras ingin sekali mengikuti kegiatan ini.
"qwenchana?" tanya sehun ketika luhan sudah berdiri disebelahnya
"aku bahkan lebih dari kata baik hari ini" kata luhan bersemangat
"kali ini kami akan mengadakan beberapa games untuk adu kekompakan pasangan antar group. Tim yang paling sering menanglah yang menjadi juara umum" jessica memberi arahan
"games yang pertama yaitu meletuskan balon dengan cara berpelukan. Silahkan dipilih salah satu dari tim kalian untuk mewakili" yoona memberi petunjuk
"aku dan xiumin akan melakukannya" chen bersemangat
"hyung, kau ini. padahal aku ingin melakukannya dengan kyungsoo" kai menjawab lemah diikuti tawa kemenangan chen
Kemudian games pun dimulai. Salah satu dari pasangan harus berlari dan membawa balon. Kemudian meletakkannya pada perut mereka. Mereka harus mendorongnya keras agar meletus.
Xiumin berdiri diujung sedangkan chen yang berlari. Ketika waktu hampir habis, karena chen dan xiumin terlalu bersemangat. Balon yang mereka bawa malah kabur. Dan hasilnya chen dan xiumin bertabrakan.
Xiumin terjatuh dan chen berada diatasnya. Semua mata menatap mereka. Tapi chen tersenyum manis hingga membuat xiumin merona sempurna
"baiklah kami akan menghitung polingnya" yuri berkata. Membuat chen dan xiumin langsung berdiri
"dari seluruh tim, xiumin dan chen yang memenangkan games ini dengan 32 balon yang meletus" kata jessica
"yang kedua yaitu memindahkan batang korek api ini dari meja ini kemeja ini, tanpa menggunakan tangan dan kaki. Kalian boleh menggunakan gigi atau meniupnya jika kalian mampu" yuri menjelaskan
"kali ini bairkan aku yang melakukannya" kai bersemangat
"dasar mesum sekali kau. Ingin mencoba bibir kyungsoo, eoh?" omel xiumin
"ani. Hanya ingin manatapnya lebih dekat saja" kai tersenyum bahagia
Kai kemudian melangkah menuju area games. Kai dan kyungsoo sudah bersiap
"gunakan gigimu. Awas jika kau gunakan bibirmu!" kyungsoo mengancam
"arraso" kata kai lemah
Pertandingan dimulai. Kai benar-benar menggunakan giginya. Sesekali ia menggunakan bibirnya, kyungsoo mencubit kecil lengannya. Dan itu membuat kai semakin gemas dengan kyungsoo.
Jarak antara meja memang tak jauh. Jaraknya hanya beberapa centi saja. Tapi menggunakan peraturan ini, kai sangat senang karena ia benar-benar menatap kyungsoo dengan dekat.
Setelah waktu habis, panitia mengumumkan pemenangnya. Dan kai dan kyungsoo memenangkannya kembali
"untuk games berikutnya yaitu bermain hullahop, caranya seperti bermain hullahop pada umumnya. Tapi kali ini mungkin kalian harus berpelukan agar bisa memutar hollahup ini. dan yang paling lama bertahan, dialah pemenangnya" yoona menginterupsi
"harusnya kita bermain ini saja kyungsoo-ah" kai menyesal dan kemudian ia mendapat jitakan dari kyungsoo
"apa otakmu benar-benar berisi hal berbau mesum saja?" kyungsoo mengamuk
"tapi game ini asik sekali sepertinya, aku bisa memelukmu" kata kai dan hanya mendapat deathglare dari kyung soo
Kali ini baekhyun dan chanyeol yang mewakili. Baekhyun sedikit merasa canggung, begitu pula dengan chanyeol.
Chanyeol kemudian memasuki area dan baekhyun mengikutinya. Chanyeol langsung memeluk baekhyun.
"em, apa tidak sebaiknya kita saling memunggungi saja? Aku merasa kurang nyaman dengan hal seperti ini" baekhyun memberi isyarat kepada chanyeol untuk melepaskan pelukannya, tapi chanyeol masih diam saja
"percayalah padaku. Bukankah kita teman?" chanyeol meyakinkan baekhyun
Ketika permainan dimulai, baekhyun dan chanyeol memutar pinggang mereka seirama. Mereka merasakan detakan jantung mereka mulai tak normal. Tapi sebisa mungkin mereka terlihat baik-baik saja
Chanyeol memutar pinggangnya pelan dan kemudian diikuti baekhyun. Benar-benar seirama. Ketika semua pasangan sudah menjatuhkan hollahup mereka, hanya baekhyun dan chanyeol yang masih beratahan. Dan ketika waktu selesai, chanyeol dan baekhyun pun yang memenangkan games inilagi
"dan yang ini adalah game terakhir. Kita akan memberi tahu game ini, setelah perwakilan dari tim kalian maju. Silahkan" Jessica menginteruksi
"sehun-ah, ini giliran kalian" kai tiba-tiba berbicara membuat sehun dan luhan agak terkejut
Sehun yang dari tadi hanya diam, menunggu luhan duduk untuk mengistirahatkan dirinya sejenak. Dia sangat terkejut mendengar gilirannya untuk bermain. Ia masih sedikit khawatir terhadap luhan
Luhan kemudian berdiri. Ia sedikit menarik tangan sehun lemas untuk memasuki area perlombaan
"tak usah memaksakan" kata sehun singkat
"aku tak apa. Ayo lakukan ini dengan baik. Dari tadi mereka sudah menang, kita juga harus menang" luhan bersemangat
"ini game cukup tekenal. Aku fikir kalian tau. Ini seperti pepero game tapi kami akan menggantinya dengan spaghetti. Tim yang menyisakan spaghetti paling pendek, maka dialah yang menang" Jessica menjelaskannya
Sehun sontak saja kaget, Ia ingin menolak game ini. begitu pula dengan luhan. Tapi mereka tak bisa, karena mereka sudah berada di tengah area tersebut. Sehun meminta bagian mereka paling akhir dan pihak panitia mengijinkan
Ketika semua sudah menyisakan dengan sisa paling pendek 1cm. Luhan sangat panic. Ia benar-benar tak menyangka ini akan terjadi pada hidupnya
Sehun kemudian mengambil spaghetti yang disiapkan oleh panitia. Luhan juga sudah mengambil ujung lain spaghetti itu. Luhan dan sehun sama-sama gugup kali ini.
"biarkan aku yang bergerak" sehun mengintruksi luhan, dan luhan hanya mengangguk
Sehun memakan spaghetti itu makin santai. Ketika wajah sehun sudah mendekati wajah luhan, luhan tak mampu menatap tatapan mata sehun. ia kemudian menutup matanya dan berusaha mengontrol hatinya
Ketika benar-benar dekat, sehun memiringkan kepala sambil menutup matanya juga dan kemudian menggigit spaghetti tersebut. Kemudian sisa dari spaghetti itu diambil oleh panitia
Dan hasilnya sangat menakjubkan. Luhan dan sehun memberikan sisa 0,8 cm saja. Semua orang terkejut tak terkecuali luhan dan sehun. setelah kembali kebarisan. Sehun dan luhan dihujat banyak pertanyaan.
"apa kalian berciuman tadi?" Tanya minseok
"apa bibir kalian menempel?" Tanya kai
"apa kalian saling mencium?" Tanya chanyeol
"benar-benar berciuman?" Tanya kyungsoo
"didepan public?" tandas baekhyun
"bagaimana bisa kalian berciuman?" chen menimpali
Luhan dan sehun sangat bingung menjawab pertanyaan tersebut. Sehun hanya meninggalkan mereka. Dan kini hanya ada luhan yang mereka serbu
"hey! Kemana kamu sehun-ah? Kau membiarkanku menerima pertanyaan ini sendiri, eoh?" luhan berteriak ketika sehun pergi
"jawab kami, luhan-ah" xiumin makin tak sabar
"aku tak yakin. Tapi aku rasa, kami tidak berciuman" luhan menjawab polos
"yang benar saja?" chanyeol bertanya lagi
"sungguh, kami tak berciuman. Menyentuh saja, tidak" jawab luhan kembali
Mereka sungguh tak percaya dengan penjelasan singkat luhan. Mereka yakin sekali jika bibir luhan dan sehun itu menempel. Tapi mengapa luhan mengatakan tidak?
Luhan sendiri saja tak terlalu yakin dengan jwabannya. Tapi ia harus terlihat yakin didepan mereka.
Kemudian mereka kembali dan mendengarkan arahan dari panitia. Ya kelompok merekalah yang menang dalam kekompakan. Semua memandang iri luhan dan baekhyun yang bisa bersama pangeran tampan sekolah yang begitu melindunginya
"segera kemasi barang kalian. Kami minta maaf, karena sore ini kita akan kembali. mengingat adanya pemadatan jadwal untuk beberapa mahasiswa semester akhir, kami harap kalian mengerti. Song seosangnim meminta kita untuk kembali" kata yoona kemudian meninggalkan tempat itu
.
.
.
.
TBC
Author masih tetep mau bilang makasih yang udah suka sama tulisan author. author tetep deh butuhin banyak review dari kalian. yang lainnya jangan pada jadi Silent reader dong, review juseyo ^^
makasih banget deh yang bilang jalan ceritanya seru, makasih juga buat para review. author peluk atuatu yak :D
Hunhan moment akan dibuat banyak lagi kok. tapi ini masih agak kurang fokus karena masih bahas sekitarnya. mianhae :'(
tapi author tetep ngasih hunhan moment kok. karna author sendiri HUNHAN HARDSHIPPER^^
jangan tanya luhan sakit apa. masih rahasia soalnya :D
Ada yang udah liat MVnya luhan? hoaaaah, author nangis :'(
Author kangen luhan banget. sumpeh *curcol gaje -_-"
Ntar malem ada yang liat mama? begadang bareng author yuk ah :D
oh iya, doain author juga ya biar cepet update. author sibuk banget akhir-akhir ini u,u
kalo ada TYPO. maapin author ne.
gomawo. *deep bow bareng hunhan
.
DONT BE A SILENT READER
.
REVIEW JUSEYO
