WE

A Super Junior Fanfiction

By Saayaka Rosa

Super Junior Is Not Mine

Yesung Super Junior

Moon Geun Young

Jang Geun Suk

All Super Junior

Warning:

OOC (Out of Character), AU (Alternative Universe), Typo

Genre:

Romance, Comedy, Family

Chapter 4:

Boy Meet Girl

"Long Long Night"

"Dia masih belum sadar ahjumma" suara Geun Young terdengar parau dalam sambungan telponnya, jam dinding di ruang tamu sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Artinya sudah dua jam Yesung lelap dalam tidurnya.

"Dokter sudah datang sejam yang lalu, kata dokter dia terlalu lelah dan anemia" lanjutnya lagi.

"Oh jadi sekitar jam sepuluh baru sampai rumah. Gwaenchana"


Sudah lebih dari dua jam putra tertua dari keluarga Kim masih tertidur lelap diatas sofa putih di ruang tamu. Terlalu berat untuk seorang gadis mengangkat tubuh Yesung ke kamarnya yang ada di lantai dua sedangkan dokter tadi, percuma toh sama saja Dokter Shin adalah seorang wanita berusia lima puluhan.

"Yesung-ssi" ujar Geun Young sambil melihat ke arah Yesung yang terlihat sedikit berkeringat. Pandangan Geun Young kini berkeliling mencari dimana remote AC mencoba mendinginkan suhu ruangan, dan pandangannya kini tertuju pada remote putih yang ternyata separuhnya tertindih tubuh Yesung.

"Mianhe Yesung -ssi, aku hanya ingin ambil remotenya" Geun Young mencoba memberanikan dirinya mengambil remote kecil tadi diantara punggung Yesung dan badan sofa. Punggung Yesung terasa sedikit panas, apa mungkin dia demam juga?, refleks tangan mungil gadis ini menyentuh dahi Yesung.

"Bukan demam" Geun Young terlihat lega.

"Hei sampai kapan kau mau menyentuh badanku?" Yesung telah sadar dari tidurnya.

"Kyaaa mianhe aku bukan bermaksud seperti itu" Geun Young makin salah tingkah segera dia menarik tangan kiri dari punggung Yesung dan tangan kananya dari dahi namja satu ini.

"Kepalaku pusing tolong ambilkan air" ujarnya sambil berusaha untuk duduk.

"Nde"


"Hei gadis liar tadi dokter bilang aku sakit apa?" tanya Yesung sambil melihat bungkusan obat di depannya.

"Namaku Geun Young sudah kubilang berapa kali. Apa kau benar-benar bodoh untuk meningat dua kata saja" ujar Geun Young jengkel. Dia sudah susah payah membeli obat yang dituliskan oleh Dokter Shin di apotik yang lumayan jauh dari tempat mereka tinggal.

"Apa aku sakit parah?" tanya Jong Woon lagi tak mengindahkan ucapan Geun Young.

"Kau hanya terlalu lelah dan anemia" jawab Geun Young sambil mengambil ponselnya ada sebuah sms masuk.

"Kalau aku sakit itu semua karena mereka, awas kau Eeteuk" umpat Yesung.

"Kau lapar?" tanya Geun Young tiba-tiba.

"Lumayan" balas Yesung mencoba bersikap cool padahal dia memang sudah sangat lapar.

"Baiklah dua ramyun akan segera datang sekitar 15 menit lagi" jawab Geun Young sambil beranjak dari ruang tamu untuk naik ke kamarnya. Dia ingin segera mandi badannya sudah sangat lengket dari tadi harus bolak-balik kesana kemari karena Yesung.

"Kau mau kemana?" tanya Yesung seakan tak rela ditinggalkan.

"Aku mau mandi, jangan suruh aku untuk memandikanmu juga" balas Geun Young malas.

"Yak! Bisa-bisanya seorang yeoja bicara hal seperti itu" wajah Kim Jong Woon sedikit memerah. Entah apa yang tiba-tiba terpikir olehnya.


"Menyebalkan" umpat Geun Young sambil menyalakan showernya. Airmatanya perlahan menetes, dia teringat isi sms yang baru saja diterimanya. Sebuah pesan singkat dari orang yang sangat dia rindukan dan dia benci siapa lagi kalau bukan dari ayahnya yang sudah tujuh tahun tak pernah memberinya kabar.

Hanya ucapan singkat menanyakan kabarnya. Selama tujuh tahun hanya itu yang ditanyakan padanya. Dia terlalu iri pada dongsaengnya yang selama ini diperhatikan sang ayah.

Ayahnya pasti sudah sangat bahagia hidup dengan seorang wanita yang telah merusak keluarga kecil yang ayah dan ibu Geun Young bangun.


"Kau lama sekali" ujar Yesung sedikit kesal. Wajahnya terlihat masih pucat.

"Mianhe" hanya itu yang bisa diucapkan Geun Young.

"Harusnya kalau kau lapar kau bisa makan duluan" lanjutnya lagi.

Suasana sangat dingin dan kaku diantara keduanya memang mereka tak pernah akur sama sekali tapi kali ini berbeda. Geun Young benar benar tidak mood untuk diajak bicara sama sekali.

"Eomma pulang jam berapa?" tanya Yesung membuka percakapan.

"Mereka pulang jam sepuluh" jawab Geun Young singkat.

"Dari tadi aku menelpon eomma tak ada jawaban, apa mereka ada masalah" Yesung sedikit khawatir kedua orangtuanya tak bisa dihubungi.

"Mungkin mereka sedang sibuk Yesung-ssi jadi tak bisa mengangkat telponmu" jawab Geun Young melihat kekhawatiran Yesung.

"Heh Kau Moon Geun Young jangan panggil namaku dengan embel-embel ssi itu terdengar sangat menganggu" protes Yesung merasa tak terbiasa mendengar seseorang memanggilnya seperti itu.

"Baiklah Yesung" balas Geun Young.

"Tumben kau segampang ini menjawabku, gadis liar yang selama ini hilang kemana. Apa kau punya masalah?" tanya Yesung penasaran.

"Kita tidak terlalu dekat untuk saling tanya masalah masing-masing. Arraseo" Geun Young melancarkan ucapan sinis khasnya.

"Arra" jawab Yesung malas, dia lebih memilih menonton televisi daripada membalas Geun Young. Tenaganya sudah terbuang banyak hari ini bahkan sepertinya untuk naik ke kamarnya dia sudah tak punya tenaga, tapi mana mungkin dia minta bantuan seorang gadis. Lebih baik dia menunggu kedua orangtuanya datang.

"Ini hampir jam setengah sembilan, seragammu kenapa masih belum ganti?" ujar Geun Young merasa aneh.

"Kita tidak terlalu dekat untuk bertanya hal pribadi" balas Yesung menirukan Geun Young.

"Tanah longsor yang terjadi di daerah Yeonju mengakibatkan jalur kereta api menuju dan ke Seoul mengalami penundaan, diperkirakan kereta baru akan bisa berjalan normal hingga lima jam kedepan sekian laporan dari Park Ahri KBS Highlight news".

"Geun Young cepat telpon eomma" ujar Jong Woon panik.

"Nde" jawab Geun Young tak kalah panik mereka khawatir terjadi hal buruk.


"Yeobseo" ujar Geun Young sedikit terbata panggilannya akhirnya terjawab juga sudah lebih dari lima belas menit tak ada jawaban dari ahjumma Kim.

"Oh Youngie" jawab suara diseberang.

"Eomma kau baik-baik saja" Yesung langsung merebut ponsel Geun Young tak sabar.

"Aissh Jong Woon kau buat telinga eomma sakit. Kami baik-baik saja tadi ponsel eomma lowbat, oh kau sudah liat berita ya, apa wajah eomma ikut kesorot?" tanya Ahjumma Kim antusias.

"Bukan saatnya bercanda, kalian dimana sekarang?" tanya Yesung masih khawatir.

"Di penginapan, kami terlalu tua untuk menunggu di stasiun sampai pagi. Jadi kemungkinan eomma baru pulang besok pagi. Apa kau baik-baik saja?"

"Aku baik hanya butuh istirahat saja mungkin besok pagi aku bolos sekolah dulu" jawab Yesung sedikit lega mengetahui kedua orangtuanya selamat.

"Baiklah yang penting kau sehat. Jaga Geun Young juga dia pasti lelah mengurusimu dari tadi" ujar ahjumma Kim.

"Nde" jawab Yesung malas.

"Dan jangan melakukan hal bodoh walau aku tahu kondisimu saat ini tidak memungkinkan" ujar ahjumma Kim sedikit menaikan nada bicaranya.

"Maksud eomma apa sih?" tanya Yesung kesal.

"Jangan kau buat cucu untuk eomma mentang mentang kalian cuma berdua dirumah" jawab ahjumma Kim serius.

"Yak!" teriak Yesung langsung memutus sambungan telponnya.

"Ahjumma bilang apa?" tanya Geun Young penasaran.

"Bukan hal penting. Mereka bilang akan menginap di Yeonju lebih lama besok pagi baru akan pulang" Yesung mencoba menjelaskan.

"Syukurlah aku kira ada masalah" jawab Geun Young sedikit lega.

"Yesung, pagar dan pintu depan sudah aku kunci jadi aku tinggal tidur duluan ya besok pagi aku harus datang pagi ke sekolah" lanjutnya lagi.

"Chakkaman, Jebal" balas Yesung tiba-tiba.


"Harusnya dari tadi kau bilang" ujar Geun Young sambil tertawa. Selama beberapa hari dia tinggal di rumah keluarga Kim belum pernah dia lihat si sombong Yesung terlihat begitu menderita harus menanggalkan egonya untuk meminta bantuannya.

"Kita tidak terlalu dekat untuk saling tanya jawab masalah pribadi" jawab Yesung lagi-lagi.

"Aku hanya perlu membantumu sampai ke kamarmu saja kan?" tanya Geun Young sambil memapah Yesung membantunya untuk berjalan.

"Aku hanya masih pusing saja makanya aku gak sanggup naik tangga ke lantai dua" balas Yesung singkat.

"Kau bukannya ambil kesempatan kan?" tanya Geun Young menyelidik.

"Sudah kubilang kan, kau bukan tipeku sama sekali"

"Baiklah, kau juga bukan tipeku" balas Geun Young malas.

"Kita sudah sampai, tolong buka pintunya" jawab Yesung to the point tak mau berlama-lama dengan obrolannya.


"Oh jadi seperti ini kamar namja" ujar Geun Young saat memasuki kamar Yesung. Kamar dengan cat putih polos tak ada poster atau foto menempel di dinding hanya ada jam dinding dengan logo Klub Barcelona.

"Aku kira akan ada poster bintang dewasa atau apalah" ejek Geun Young.

"Kau kira aku apa" balas Yesung mencoba melepaskan diri dari bantuan Geun Young.

"Jangan-jangan ada majalah atau dvd rahasia yang tersembunyi" ujar Geun Young lagi sesaat melihat televisi dan dvd player yang ada di kamar Yesung.

"Kau begitu penasaran ya tentangku" balas Yesung.

"Hanya sedikit iri sepertinya kau sangat dimanjakan oleh ahjumma" ada televisi, dvd player, dan sebuah komputer di kamar seorang anak bukankah itu hal sangat baik.


"Gomawo aku sudah bisa sendiri" jawab Yesung namun kali ini tak ada respon dari Moon Geun Young. Gadis itu hanya terdiam melihat ke arah meja belajar Yesung.

"Kau mencari apa?. Ada yang mau kau pinjam?" tanya Yesung lagi.

"Annia, kau punya banyak teman juga ya" jawab Geun Young sambil tersenyum. Di meja Yesung terdapat banyak bingkai foto salah satunya foto bersama dongsaeng Geun Young sendiri, Cho Kyuhyun.

"Begitulah" jawab Yesung sambil berjalan ke kamar mandinya.

"Oh ya aku hampir lupa, apa kau punya kamus bahasa inggris?. Punyaku tertinggal di rumah lama padahal besok pagi aku harus bawa ke sekolah" ujar Geun Young baru ingat.

"Sepertinya ada" Jawab Yesung dari dalam kamar mandi.

"Dimana?" tanya Geun Young.

"Ada di rak paling bawah" jawab Yesung mencoba berjalan ke kamar mandinya.

"Rak yang mana?" tanya Geun Young sepertinya belum paham ada dua arak buku di kamar Yesung, warna hitam dan warna putih.

"Akan kuambilkan, tunggu sebentar" balas Yesung mencoba sabar diberondong pertanyaan oleh gadis bermarga Moon ini.

"Sudah ketemu" ujar Geun Young, nampaknya dia berhasil menemukan kamusnya.

"Jinjja?" Yesung nampaknya masih belum percaya karena buku-bukunya memang ditaruh secara berantakan mana ada yang bisa menemukan selain si empunya.

"Yesung gomawo, aku duluan ya" jawab Geun Young tergesa-gesa.

"Nde" Yesung sedikit aneh dengan kelakuan yeoja satu ini kenapa yeoja ini menatapnya aneh

"BLAAAM" terdengar suara pintu kamar sebelahnya ditutup secara keras.


"Gadis liar itu kenapa" Yesung masih bingung dengan yeoja tadi. Terlihat buku-buknya di rak bawah tersusun berantakan namun ada satu hal yang sangat mencolok di bagian bawah rak buku tadi beberapa dvd dengan gambar dan judul seronok terlihat disamping buku-bukunya.

"KYAAA HYUKJAE PABO YA" teriak Yesung makin menjadi harusnya bulan lalu saat hyukjae menginap di rumahnya untuk menonton dvd dewasa sialan itu, hyukjae juga harus membawanya pulang bukan menitipkannya di kamar Yesung.


"Bukan Cuma satu tapi tadi hampir ada sepuluh" ujar Geun Young sambil mengingat berapa jumlah adult video yang tak sengaja di sentuhnya dari kamar Yesung.
"Eomma kau meninggalkanku di tempat yang tidak aman" Geun Young bergumam, pikirannya sedikit meninggal cover dvd yang sangat tak layak diliatnya tadi.

"Aku sudah mengunci pintu kan" gumamnya lagi merasa dirinya berada di tempat tak aman layaknya kandang singa.

"Dia pasti salah sangka" Kini Yesung yang makin salah tingkah, dia memang bukan se alim Siwon tapi dia juga bukan namja yadong seperti yang dipikirkan Geun Young.

"Arrgh aku bisa gila" umpatnya lagi-lagi.


"Aku mau berangkat ke sekolah. Yesung apa kau baik-baik saja?" tanya Geun Young sambil mengetuk pintu kamar tuan Kim ini.

"Aku baik-baik saja. Kau sekolah saja nanti kau terlambat" Tak biasa Yesung bersikap ramah dengan Moon Geun Young.

"Jinjjayo? Gwaenchana?" tanyanya lagi tak percaya.

"Boleh aku masuk" ujar Geun Young merasa pintu kamar Yesung tak dikunci walaupun aslinya Geun Young masih sedikit enggan masuk ke kamar namja ini gara-gara kejadian semalam.

"Kau masih pucat?" tanya Geun Young sesaat melihat wajah Yesung. Wajahnya memang masih pucat dan tubuhnya masih lemas walau berbaring di kasur.

"Gwaenchana aku hanya butuh istirahat sebentar. Sebentar lagi eomma datang juga" lanjut Yesung.

"Baiklah aku berangkat dulu" jawab Geun Young.

"Tunggu" ujar Yesung tertahan.

"Apa?" tanya Geun Young merasa ada hal yang harus diketahuinya.

"Kejadian semalam, ah lupakan" Yesung tiba-tiba terhenti untuk mengatakan sebenarnya.

"Kau mau bicara apa cepat katakan" Geun Young makin tak sabar apa yang ingin namja ini katakan padanya.

"Itu semua bukan punyaku, itu punya Lee Hyukjae. Aku hanya tak mau kau menganggapku namja yadong" ujar Yesung akhirnya terlontar juga.

"Oh" hanya itu yang keluar dari mulut Geun Young.

"Issh kau benar benar menyebalkan balas Yesung malas, dia kini membalikan badannya membelakangi Geun Young.

"Baiklah Kim Jong Woon-ssi kesalahpahaman kita tadi malam sudah selesai kau tidak perlu malu melihatku lagi. Arraseo" jawab Geun Young sambil tersenyum.

"Kau ternyata punya sisi manis juga ya" lanjut Geun Young sambil meninggalkan Yesung di kamarnya. Tanpa disadari wajah Yesung sedikit merona entah demam, malu, atau apapun lainnya.


"Kurang tidur?" tanya Seowoo sambil memberikan sebotol air mineral pada kawannya ini.

"Iya, kerabatku sakit tadi malam padahal semua orang sedang pergi" jawab Geun Young sambil tersenyum.

"Oh makanya kau terlihat menguap hampir sepanjang perjalanan" Seowoo tampaknya paham keadaan Geun Young.

"Dia masih anak kecil ya. SD atau SMP?" tanyanya penasaran.

"Dia kelas tiga" ujar Geun Young terputus tak mungkin dia meneruskan kalimatnya kelas 3 SMA, apa mau jadi gosip dia.

"kelas tiga SD" jawabnya kini.

"Nunna aku mau bicara" ujar Kyuhyun memotong pembicaraan Seowoo dan Geun Young.

"Aku pinjam ponselmu" ujar Kyuhyun to the point.

"Buat apa?" Geun Young terpaksa mengeluarkan ponsel merahnya. Dongsaengnya ini Nampak sangat serius.

"Kau nunnaku, tapi malah tak punya nomorku ini bukannya hal aneh" Kyuhyun sedikit tertawa melihat kelakuan nunnanya ini.

"Kau sedang sakit?. Liat matamu seperti panda saja" ujarnya lagi sambil mengembalikan ponsel nunnanya.

"Aku hanya kurang tidur saja" balas Geun Young seadanya.

"Kalau kau dengan tampilan seperti itu mana ada namja yang mendekatimu" Kyuhyun lagi-lagi menggoda nunnanya.

"Ada" balas Geun Young tak mau kalah.

"Siapa? Jang Geun Suk?" tanya Kyuhyun sok tahu.

"Hati-hati nanti kau sakit hati, dia tipe yang mudah datang dan mudah pergi" ujar Kyuhyun lagi sok dewasa.

"Urusanku sudah selesai denganmu, aku mau balik ke kelas" balas Geun Young tak mau mendengar perkataan tak berguna dongsaengnya.


"Ini toko obat yang bagus" ujar Seowoo sambil menarik tangan Geun Young. Seowoo terlihat sangat hafal dengan pemilik toko obat di depannya.

"Ahjumma temanku sedang cari tonik untuk tambah darah" lanjutnya lagi.

"Seowoo-ah, baiklah ahjumma cari yang paling bagus" jawab wanita pemilik toko ini.

"Nah kan sudah kubilang" ujar Seowoo sambil tersenyum pada Geun Young.

"Kau mau kemana setelah ini?" tanya Geun Young pada teman sebangkunya.

"Pulang ke rumah, hari ini ada pegawai eomma yang sakit makanya aku harus membantunya di toko" jawab Seowoo.

"Toko Kue keluargamu sepertinya berjalan lancar ya" Geun Young sedikit tahu tentang toko Kue Kim's Bakkery.

"Begitulah sejak ayahku meninggal, eomma sangat sibuk mengurusi toko" jawab Seowoo sambil tersenyum. Gadis ini hampir tak pernah menghilangkan senyum di wajahnya.

"Kalau butuh kue mampir ke tokoku akan kuberi diskon sepuluh persen" lanjutnya lagi.

"Nde. Cepat sana pulang nanti kau dicari orang rumah" Geun Young seakan mengusir sahabatnya ini.

"Kau ini" balas Seowoo


"Kau sudah pulang?" tanya Ahjumma Kim sambil menyirami tanaman kesayanganya.

"Nde. Kapan ahjumma pulang?" tanya Geun Young penasaran.

"Jam delapan tadi. Cepat ganti baju dan makanlah. Tolong panggilkan Jong Woon ini hampir jam enam malam dia belum makan dari tadi siang" lanjutnya lagi.

"Yesung bangun, eommamu menyuruhmu makan" ujar Geun Young sambil mengerakkan badan Kim Jong Woon. Seperti biasa kamar namja ini tak dikunci jadi dia mudah masuk kedalamnya lagipula dia disuruh Ahjumma Kim.

"Yesung" kini suara Geun Young lebih tinggi, namja ini masih juga tak mau bangun.

"YESUNG-AH" teriak Geun Young sambil menarik tangan namja yang sedari tadi tidur membelakangi dirinya.

"YESUNG-AH" kesabaran Geun Young benar benar habis.

"Ah eomma cerewet" balas Yesung sambil mengigau, tangannya yang ditarik Geun Young malah sekarang berbalik ditariknya sambil membalikan badannya. Sayang posisi tidur Yesung didekat ujung ranjang, naas tubuhnya terjatuh ke lantai dan otomatis tubuh Geun Young yang kecil ikut terseret bersamanya. Kini badan Kim Jong Woon jatuh tepat diatas Moon Geun Young.

"Yak! Yadong" Geun Young berusaha mendorong tubuh Yesung dari dirinya. Yesung masih belum sepenuhnya sadar menambah usahanya jadi sia-sia.

"Jong Woon, Kyuhyun datang katanya dia mau menjengukmu" balas suara dari luar.

"Jong Woon-ah" suara ahjumma Kim makin mendekat, Moon Geun Young makin salah tingkah apalagi saat dia mendengar nama dongsaengnya disebut.

"Pabo-ya ireona" ujar Geun Young sambil mendorong kepala Jong Woon, kali ini sepertinya usahanya berhasil.

"Kau" ujar Yesung kaget segera dia berdiri menjauhi tubuh Geun Young tapi semua terlambat, kesalahpahaman baru sudah dimulai.

"KYAAAA JONG WOON-AH APA YANG KAU LAKUKAN" ujar ahjumma Kim sambil sambil menjewer kuping anaknya yang masih sakit ini. di sisi lain seorang namja berdiri mematung di ujung pintu melihat kesalahpahaman tadi.

"Nunna. Jinjjayo?" Kyuhyun sepertinya kehilangan kata-katanya.

t.b.c

a/n: udah aha gak mau cuap cuap capek =.= author gak yadong lho ini buka ff yadong lho #apaan coba