Hyung

.

.

Chapter 4

.

.

"Hey, adikmu masih lama ya tampilnya?"

"Diem lu! Bentar lagi pentasnya anak seni bakalan muncul! Lagipula kau sudah kutraktir makan-makan sama tiket gratis."

"Hah, anak musik sudah selesai tampil dari tadi."

"Bentar napa… tunggu dulu…"

Dua orang yang sedang sibuk berbincang satu sama lain hanya bisa menganga lebar ketika muncul serombongan anak jurusan seni lukis yang berjalan memasuki gedung luas universitas.

"Uwooo….. awas ada tsunami!" teriak salah satu anak seni dengan membawa sebuah kertas lebar bertuliskan 'We believe you! Kim Junsu!'

Oke, dua orang yang ikut tersingkir akibat munculnya tsunami manusia anak jurusan seni lukis adalah Jaejoong yang dengan antusias ingin melihat penampilan sang adik yang katanya bakalan mewakili anak seni dalam pentas seni tingkat universitas.

Yang satunya adalah Yoochun yang ogah-ogahan akibat salah kirim pesan di WA. Maunya bilang ya ke UKM anak karate malah ngirim ya ke sahabatnya yang ngebet pengen menyemangati si adik yang 'berjuang'. Dan jadilah dia yang diseret-seret ke pentas adu kreativitas.

Tiba-tiba saja Jaejoong menunjukkan tingkah laku yang aneh yang ternyata sibuk meraih ponselnya yang terdapat di saku belakang celana jeans-nya (pernah lihat ulat hijau gembul yang di sodok-sodok makek tusuk gigi? Seperti itulah bentuk Jaejoong sekarang). Yoochun hanya bisa ber-facepalm ria melihat Jaejoong yang tingkahnya tidak bisa dideskripsikan lagi.

"Uwah! Akhirnya dapet!"

Pic!

"Yeobseo?"

"Jaejoong? Lihat Changmin ga?"

Dari seberang terdengar nada khawatir Yunho yang seperti seseorang kehilangan kartu ATM-nya. Jaejoong malah celingak-celinguk melihat ke segala arah.

"Enggak Yun, emangnya dia enggak bilang mau kemana?"

"Katanya mau ke adu kreativitas di kampus. Kau ketemu dia enggak?"

Jaejoong menghela napas. Perasaan Changmin udah besar tapi Yunho tetap memperlakukan Changmin bak Minnie yang…

Yah begitulah…

"Aku ini di bagian tribun. Tapi aku enggak ketemu sama dia. Mungkin saja dia jadi panitia, Yun."

"Okelah."

Pic!

"Yunho?" Tanya Yoochun sambil menghindari dengan lihainya arus manusia yang terus dorong mendorong sana sini. Jaejoong menggangguk dan memberikan sebuah tatapan penuh 'kebijaksanaan'.

"Lebih baik kau siap-siap karena sebentar lagi…"

Ddrrrttt…dddrrrttt…

Kini Yoochun hanya bisa menggeliat-geliat untuk menjawab panggilan dari Yunho yang juga sedang sibuk mencari sang namdongsaeng.

.

.

.

"Dan inilah dia! Kim Junsu dari prodi pendidikan seni!"

"Uwwooohhhh!"

Aura genderang bak perang pun menyelimuti seisi gedung dan sontak membuat para yeoja disana menganga melihat penampilan Junsu yang biasa-biasa saja (atau bahkan terkesan imut-imut) menjadi berkharima.

Tarantallegra jeulkyeobwah tarantallegra eumage chwihae

Tarantallegra mwo eottae tarantallegra mangseorijima

Tarantallegra eumageun tarantallegra neukgineunkeoya

Tarantallegra isungan tarantallegra momeul deonjyeobwah

Jaejoong sudah berekspresi bak seorang ayah yang bangga karena anak laki-laki satu-satunya bisa memenangkan nominasi bergengsi. Sedangkan Yoochun berkali-kali mengucek-ucek matanya untuk mengecek apakah sosok blonde itu benar-benar Junsu si hybrid antara bebek dan lumba-lumba itu.

What music would you listen to hey

What music would you listen to hey

What music would you listen to hey

What music would you listen to come on

Music berakhir dengan ending yang 'dramatis'. Junsu dengan aura-nya yang begitu berbeda mengakhirinya dengan senyum 'nakal' yang sukses mebuat para yeoja menganga dan para namja menunjukkan aura biru dengan translasi 'ada saingan baru yang terlalu sulit dicapai'.

"Ya ampun."

"Hm."

Dua orang yang menjadi 'tokoh' utama disini hanya bisa berkata dan bergumam kata-kata yang sulit diartikan.

"Ternyata Junsu sudah besar…" ucap Jaejoong dengan nada sedih bercampur haru. Yoochun hanya bisa memutar bola matanya. Namun panggung berubah menjadi biru laut dan sukses membuatnya menoleh ke arah panggung. Disana terlihat Junsu yang berbincang-bincang dengan sang MC dan menyebutkan siapa tadi?

Changmin?!

Ada apa dengan si beanstalk sampai-sampai harus dipanggil di panggung? Apakah dia benar-benar panitia?

Yoochun segera meraih ponselnya untuk mengirimkan sms pada Yunho. Jaga-jaga kalau Yunho belum 'menemukan' si Changmin yang ternyata jadi orang penitng di pentas seni ini.

Eoduun nae bang-an-en

Jujur, Yoochun langsung mendongak dan menemukan Changmin dengan aura yang begitu swag muncul di panggung dan melakukan gerakan yang…

Hm…

Yoochun langsung tidak bisa mengalihkan pandangannya. Ponsel yang menunjukkan layar ketik pesan terlupakan. Apalagi ketika Changmin melakukan body roll.

Seisi gedung terdiam akibat…

Oke…

Mari jelaskan satu-satu…

Di sampingnya ada segerombol anak-anak sastra yang segera membuang spanduk pendukung anak sastra dan sibuk berbincang sana sini mengenai nama si anak seni lukis yang begitu swag di panggung.

Salmyeosi gub-ijin sognunsseob

Eojireoun nareul ganjireobhyeo

Chang-garo saeeo deur-eoon bich

Teur-eomaggo neol chaeugo sip-eo

Beberapa namja yang'sesuatu' segera mencari-cari di instagram mengenai 'bocah' (ya, Yoochun masih memandang Changmin sebagai bocah yang suka melakukan popping sambil berkata 'Bam!') itu. Yoochun hanya bisa menghela napas.

Ternyata bukan Cuma Junsu yang 'sudah besar'.

Jangan lupakan Jaejoong yang sibuk menggeliat demi meraih ponselnya (lagi). Oh, ternyata Yoochun tidak perlu sms Yunho kalau Jae sudah siap dengan berita HOT-nya. Tapi ujung-ujungnya Yoochun inging sekali meggesekkan mukanya di atas lantai.

"Uwah! Untuk baterainya masih banyak! Yeah!" ucap Jae sambil berselebrasi dan segera membuka aplikasi video recorder di ponselnya. Oke, dia mau merekam (dan mungkin saja akan menjadi harta karun terbaiknya mulai saat ini) penampilan di Changmin.

Namun ketika mau mengaktifkan rekamannya, muncullah getaran yang menandakan bahwa ada panggilan masuk.

"Kau sudah menemukan Chwang?" ucap Yunho panik. Dengan background suara gaduh disana, Jae yakin kalau Yunho berada di luar gedung sekarang. Tiba-tiba saja ada seseorang yang mendorongnya dari samping kiri. Secara reflek Jae menemukan….

Seuhyun…

Adiknya Se7en

Insta-nya TOP

Bawa kamera model terbaru…

Merekam Changmin yang sedang menari dengan seorang Noona….

"Mian, Hyung… ini mau nyari angle yang pas buat ini. Maunya mau ngetemuin Changmin ama Hyungku, tapi yaudahlah, Hyungku mungkin sudah puas dengan ini," ucap TOP sambil mengepaskan hingga ke angle yang membuat mata Jae bersinar. Yoochun bahkan ikutan nimbrung.

Neowa nae gaseum-e saegyeojil Heaven's day,

Be my Chou-Cream yeah, Scream yeah

Nal tteonal su eobsge Please take my breath away,

Jigeum urin yeah, Scream yeah

"Jae? Bukankah itu suaranya Changmin?"

Jae yang awalnya begitu terhipnotis ketika Changmin mulai membuka cardigan-nya mulai fokus kepada Yunho yang kelihatannya penuh aura tanda Tanya besar.

"Bukaa! Buka semuanya!" teriak para yeoja. Jaejoong segera membulatkan matanya yang sebesar bola ping pong menjadi sebesar bola bekel (?). Yoochun malah mulai memicingkan matanya namun akhirnya hanya menghela napas.

'Paling kalau topless pemandangannya kaya belut yang meliuk-liuk di sawah tetangga'

Setidaknya itulah pemikiran Yoochun

Namun pada akhirnya Changmin malah kluget-kluget saja dengan kemeja hitamnya yang begitu menampilkan body kue lapis saking datarya (ini pemikiran Yoochun yang mulai menguap).

"Iya…. Aku menemukan Changmin sedang asyik sendiri sama para panitia…" ucap Jae dengan aura horror yang menguar sambil tersenyum evil. Yoochun lagi-lagi memutar bola matanya.

I'm your man ajigdo nan neoro mogmalla

Nal bureuneun momjis nan neoyaman haneun gojib

Idaelo make luv luv make it right make

Namun ketika Changmin sukses melepaskan kancing kemeja hitam terakhirnya, mata Yoochun yang awalnya selalu sipit dengan lebar yang tidak sampai 3 senti malah membesar tak karuan.

Itu benaran body asli?

Itu bukan buatan kan?

Itu…

Body yang 'diharapkan' oleh Yoochun bukanlah sedatar kue lapis ataupun papan telenan di rumahnya. Yang ada hanyalah…

Maaf ralat… bukan hanya..

Dengan sigap Yoochun menoleh ke arah Jae yang menunjukkan kalau dirinya siap terbang ke surga.

"Jae? Kau baik-baik saja?"

"I'm in heaven now…"

Yoochun hanya bisa memasang wajah shock tingkat dewa.

"Kurasa aku bakalan rebutan sama Se7en hyung…"

Dua pasang mata membelalak ke arah TOP yang memasang wajah skeptical bak menilai sesuatu. Tiba-tiba saja Jae menatap dengan pandangan tajam dan senyum setengah menantang.

"Heh…. Langkahi dulu aku, Junsu, Yoochun dan jangan lupa kakaknya, si Yunho."

Jujur, Yoochun Cuma bisa bertanya-tanya. Kenapa kok dirinya dibawa-bawa.

.

.

.

"Hey, kalau menurutmu bagaimana jika Changmin pengen punya pacar?"

"HM?"

Sang penanya hanya bisa mundur secara mental melihat sosok duckling yang berubah menjadi seekor T-rex.

"Kenapa Tanya begitu?"

Oke, dia sudah bisa menyimpulkan kalau Junsu bukan tipe yang 'friendly' jika berkaitan dengan Changmin. Subyek kedua adalah kakaknya alias Kim Jaejoong.

"Minnie? Pacar? Dia sudah punya aku."

Itu apa maksudnya?!

"Changmin? Pacar? Well.. kurasa orang itu butuh pembentukan hidung baru rupanya. Minnie terlalu innosen untuk anak-anak di kampus ini."

Sabda sang kakak dari si subyek membuat sang penanya hanya bisa geleng-geleng.

"Aku? Pacar? Enggak kepikiran tuh."

Yang jadi subyeknya aja gini!

Oke, itu adalah rekaman bulan lalu. Dan Yoochun bisa memastikan kalau isinya bakalan sama ataupun bakalan lebih ekstrim lagi sekarang.

"Oh, kenapa kok kamu berangkat sendirian? Mana si Chwang?"

Yoochun segera melepaskan dirinya dari pemikiran 'bagaimana kalau Changmin punya pacar' dan mendongak. Ditemukannya yunho yang ikutan nimbrung di kantin anak teknik.

"Masuk angin."

Jaejoong berusaha menyembunyikan tawanya dengan meminum jus jeruk sedalam-dalamnya(?).

"Sudah kubilang bawa jaket ataupun syal. Tadi malam dingin sekali dan dia Cuma memakai pakaian yang seperti biasanya."

Ppfffttt…

Andaikan yunho tahu kalau penyebab Changmin masuk angin bukanlah dinginnya malah melainkan 'klimaks' show yang menampilkan Changmin beserta high note –nya yang menjulang diterpa angin yang membuat rambut dan kemeja bagian belakangnya melambai-lambai.

Oke, bisa dibilang yunho gaptek karena dirinya tidak mengetahui berapa banyak fanclub yang bertebaran di internet setelah pentas tadi malam.

"Walah, masuk angin? Padahal tadi malem dia biasa-biasa aja tuh," komen Jaejoong.

Biasa gimana?! Dimananya?!

Yoochun hanya bisa memandang sinis ke arah Jaejoong yang sedang sibuk menahan tawa sambil terus menerus menyedot jus yang berada di depannya. Saking berjuangnya, dia sampai terbatuk-batuk tidak karuan.

"Aku malah enggak ketemu Changmin tadi malem," komen Junsu sambil ikut nimbrung. Jae malah memberikan tatapan mata yang tinggal segaris (?). tadi malam setelah pementasan berakhir, Jae sukses mengulek-ulek kepala Junsu dan bermuka sok sedih campur terharu mengenai sang adik yang tidak imut lagi.

Terus Changmin mau dikemanain?

Ups, Junsu hampir membentuk gesture mencurigakan akibat pemikiran itu. Untung saja cat rambut blonde yang dia pakai sudah hilang sehingga rambutnya kembali hitam. Namun wajahnya sukses menjadi trending topic di kampus.

Oh, jangan lupakan si curut yang sok nge-swag tadi malem. Meskipun tidak melihat secara langsung, Junsu sempat menyaksikan para Noona di belakang panggung sibuk swooning sendiri-sendiri dan berkali-kali menyebutkan kalimat 'This is the real art! From the art expert'.

Ahli seni…. =,=!

Changmin…..

"Ppppfftttt…..!"

Dan Junsu tidak dapat menahan tawa lagi. Tiga pasang mata memandanginya dengan aura yang sulit terdefinisikan. Selesai tertawa barulah Junsu sadar akan apa yang dia lakukan. Sambil mengatur napas, dia mulai memberikan 'kesimpulan dari cerita Jaejoong tadi malam.

"Enggak, Cuma keinget Changmin yang tadi malem lagi menikmati dunianya sendiri sambil nari kluget-kluget kaya ulet ijo yang disundul makek tusuk gigi," ucap Junsu. Kontan Yoochun ngakak.

"Bukan ulet, tapi belut…"

.

.

.

Tbc

.

.

.

See you in the next chap…..