Chapter 3

Disclaimer : Masashi Kishimoto

WARNING! OOC, Abal, Gaje, Cerita aneh, Typo, entahlah pokoknya abstrak hahahaha


FIVE

HAPPY ANNIVERSARY 7 Years

Itulah yang tertulis di atas kue tart black forrest berukuran sedang yang sekelilingnya di hiasi oleh buah cherry yang sangat menggugah selera.

Plakk …

"kenapa kau memukul tanganku ino baka ?"

Tenten merengut karena ino baru saja memukul tangannya yang hendak mencolek kue black forrest yang kini sedang di kelilingi oleh mereka berlima

"hentikan bodoh, kenapa kau tidak sabaran sekali untuk mencicipi kue itu"

"habis aku sudah lapar, aku sengaja tidak sarapan di rumah karena ingin sekali makan kue itu inoo"

Tenten menjawab dengan gaya yang sangat di dramatisir, bukan tenten sekali..

"su-sudah lah, ja-ngan be-bertengkar terus, ha-hari ini ha-harusnya ja-jadi hari yang ba-bahagia bukan" sambung hinata sambil memisahkan mereka

"kenapa kalian berdua selalu bertingkah seperti bocah, benar apa yang di katakan hinata. Hari ini adalah hari bersejarah untuk kita, tepatnya hari ini adalah hari ulang tahun persahabatan kita berlima yang ke 7 tahun. Kalian harus ingat itu"

Temari berucap seperti seorang ibu yang sedang memarahi anaknya. Lihat, ino dan tenten langsung diam seketika karena di marahi temari. Ingat, temari akan lebih menakutkan 2 kali lipat jika sedang marah, jadi jangan lagi memancingnya.

"jadiii harapan-harapan apa saja yang kalian minta pada Kami Sama untuk persahabatan kita ini hmm ?" Sakura langsung mengalihkan pembicaraan mereka dengan nada yang sangat ceria dan kelewat antusias

Semua perhatian langsung tertuju pada sakura, dan suasana menjadi hening seketika. Tampak dari raut wajah mereka seperti orang yang sedang berpikir.

"a-ano.. a-aku ingin kita se-lalu bersahabat se-lama-nya" cicit hinata

"aku ingin kita semua menjadi lebih dewasa dalam menghadapi semua masalah yang menimpa kita" ucap temari melembut

"aku ingin kita semua lebih saling menguatkan satu sama lain ketika salah satu dari kita sedang kesusahan" sambung tenten menerawang

"aku ingin kita semua tidak menjadi jomblo terus dan bisa punya kekasih pria tampan, Kyaaaaaaaaa!"

Kalian pasti sudah tahu siapa yang memiliki harapan seperti itu bukan ?

Si Yamanaka ini kenapa selalu merusak momen yang mereka ciptakan. Semua mata tertuju pada ino, dan yang di perhatikan pun hanya cengengesan tertunduk malu

"hehehe gomen..gomen.. tapi kurasa tidak ada yang salah dengan harapanku, di masa depan kita memang harus memiliki kekasih dan menikah bukan ? jadi tidak ada yang salah dengan harapankuuuu.. peace " ucap ino nyengir sambil memberikan tanda peace di tangan kepada para sahabatnya

"kurasa ino benar, haaah asal kita jangan melupakan satu sama lain ketika nanti masing-masing dari kita memiliki kekasih atau kita sudah sukses nantinya. Tetaplah seperti ini, jangan ada yang berubah" ucap sakura tulus

"ha-hai…" jawab hinata

"itu pasti" jawab temari dengan mantap

"yooosh aku setuju dengan mu sakura" jawab tenten dengan penuh semangat

"no problem forehead hahaha" jawab ino dengan tawa

"Ayoolaaaah kita potong kue ini, bahkan aku bisa melihat tulisan "cepat potong aku" secara kasat mata. Oh, apa aku sekarang ini menjadi cenayang, paranormal atau sejenisnya"

"te-ten ten chan sudah tidak sa-sabar sepertinya hihihi" ledek hinata

"baiklah ayo kita rayakan hari jadi persahabatan kita yang ke 7 tahun iniiii"

Sakura sudah siap untuk memotong kue yang kini mereka berlima kelilingi. Terlihat dari sakura yang sudah memegang pisau, tinggal 3 cm lagi pisau itu akan mendarat pada kue. Yaaa sedikit lagi.. sedikit lagi sampaiiii..

Cratttt…..

Kue pun hancur seketika.

Kelima wajah para gadis pun belepotan, kotor dengan krim dan coklat dari kue tart yang hendak mereka potong tadi.


Author belum cerita yah, sakura dkk lagi ada dimana ? gomen hehe

Sakura dkk sedang berada di rumah pohon yang berada di sekitar ladang bunga matahari. Rumah pohon itu berdiri di atas pohon maple besar yang sangat rindang. Rumah pohon tersebut di buat oleh ayah sakura sebagai hadiah ulang tahun sakura yang ke 5 tahun. Dan sejak itulah rumah pohon itu resmi menjadi markas untuk kelima gadis tersebut.

Bentuk dan desainnya sederhana tapi sangat nyaman ketika kalian memasukinya, dan kalian bisa melihat hamparan ladang bunga matahari dan hamparan rumput hijau segar dari jendela rumah pohon itu. Terdapat ukiran sederhana di samping jendela yang menambah kesan cantik. Rumah pohon itu berukuran sekitar 5x4 meter dan terdapat balkon di luar rumah. Rumah pohon tersebut menggunakan tangga tali dan papan-papan pendek yang di gantung sehingga tidak sembarang orang bisa naik ke atas karena tangga tersebut bisa langsung di tarik atau di lipat ke atas jika ada orang didalam rumah pohon.

Tidak hanya rumah pohon, tepat di bawah rumah pohon sebelah kiri terdapat ayunan tali yang ukuran panjang tempat duduknya 1 meter serta lebarnya 30 cm, sehingga kalian bisa bermain ayunan lebih dari 3 orang. Dan ayunan tersebut juga ayah sakura lah yang membuat atas permintaan sakura agar bisa bermain dengan kelima sahabatnya secara bersamaan. Tepat di depan ayunan terdapat sungai kecil yang sangat jernih berukuran 1,5 meter dengan kedalaman 25 cm mengalir dengan tenang dan menambah kesan damai jika kalian bermain ayunan sambil menikmati semilir angina serta gemericik air sungai dan hamparan rumput hijau di depan sana. Benar-benar memanjakan mata bukan


Di sisi lain

"mendokusei.. kenapa kau selalu saja bodoh, kau payah sekali dalam menangkap bola naruto"

Shikamaru tampak sedikit sebal karena ulah sahabat pirangnya yang tidak bisa menangkap bola dengan baik

"bukan aku yang bodoh, tapi si teme itu yang menendang bolanya terlalu kuat shikaa"

"hn"

"dan bisakah kau berhenti mengucapkan kata favoritmu disaat seperti ini teme"

"hn"

"arrrrggggghhhhh aku benar-benar sudah putus asa jika berbicara denganmu"

Itulah pemandangan yang terlihat di sekitar ladang bunga matahari, 5 bocah laki-laki berusia 11 tahun sedang bermain bola di atas rumput hijau yang mengelilingi ladang.

"jadi, apa kita harus mengambil bola ke atas sana ?" tanya neji

Karena si teme eh maksudnya sasuke (maafkan cinta sasuke-kun) menendang bolanya terlalu kuat dan si dobe naruto yang tidak becus menangkap bola, akhirnya bola pun melambung tinggi sampai masuk ke jendela rumah pohon yang ada di ladang matahari yang kebetulan sedang terbuka.

"aku punya firasat buruk"

Sai berkata demikian, dan mereka berlima pun sudah tepat berada di bawah rumah pohon tersebut sambil mendongak ke atas.

"sepertinya di atas sana ada orang" ucap shikamaru

"tapi selama kita main bola disini, aku belum pernah melihat ada orang di rumah pohon itu"

Shikamaru dan sai saling berpandangan, karena beberapa saat lalu shikamaru mendengar suara seseorang di atas sana. Dan selama mereka bermain bola di sini tiap minggunya, mereka tidak pernah melihat jika ada orang yang bermain di dalam rumah pohon.

"err.. kalian jangan menakutiku, ayo kita pulang saja. Kita bisa beli bola baru bukan"

Sepertinya si baka dobe ini sudah ketakutan, dia mengajak para sahabatnya untuk pergi dari tempat itu karena tiba-tiba saja suasana menjadi mencekam.

"bagaimana sasuke, kita tidak bisa naik karena tidak ada tangga yang tersedia untuk mencapai rumah pohon itu " Tanya neji melirik sasuke

"hn, kita pulang"

Akhirnya mereka pun memutuskan untuk pulang

Baru berjalan sekitar 3 meter menjauhi rumah pohon tersebut tiba-tiba ada yang mengantam kepala sasuke

Dugg..

Sasuke dan yang lainnya langsung diam seketika dan, mereka melihat ada bola yang menggelinding ke depan mereka.

"sa-sasuke are you oke ?" Tanya naruto takut-takut dan tampak wajah khawatir

Shikamaru, Sai an Neji pun saling berpandangan. Sepertinya mereka memiliki satu pikiran yang sama "siapa orang bodoh yang berani membuat tuan muda sasuke marah? Maka bencana besar akan menghadangmu"

Sasuke masih tak bergeming, sepertinya dia masih sangat menikmati dan meresapi lemparan bola di kepala ayamnya tersebut

"hei bodoh, jangan kabur kalian!" teriak seseorang dibelakang para bocah lelaki itu

Kelima bocah laki-laki itu pun berbalik dan voilaaa alangkah terkejutnya mereka bersepuluh karena mengetahui siapa yang kini ada di hadapan masing-masing

"Lagi-lagi mereka" Inner mereka bersamaan

Naruto pun maju beberapa langkah mendekati para gadis

"ohh jadi kalian para gadis yang melemparkan bola pada si teme ini" naruto menginterogasi dengan mata menyipit

"ohh jadi kalian para lelaki bodoh yang selalu merusak moment kami" balas tenten garang

Tenten dan naruto saling menatap penuh dendam (mungkin kalo di anime udah ada kilatan listrik-listik gitu antara mereka hehe)

"hei nona, apa kalian tidak punya kaca ? lihat wajah kalian sangat buruk" ucap sai polos

Rupanya sejak tadi sai memperhatikan satu persatu gadis yang ada di hadapannya dengan teliti. Yeah, lihatlah kelima gadis tersebut mereka benar-benar kotor terlebih di area wajah yang masih di penuhi krim dan coklat yang mereka dapat dari kue tart black forrest.

"kau pikir ini salah siapa ?"

"mana ku tau, kalian ini bodoh atau apa ? kenapa menanyakan hal yang kami tidak tau"

Sepertinya kesabaran ino sudah habis, dia siap menyerang sai namun ada tangan yang menahannya.

"sakura, kita harus memberi pelajaran pada mereka"

"tenanglah ino"

Tampaknya ino tidak puas dengan jawaban sakura

"hei kalian, kita bisa bicara baik-baik bukan. Ini sudah ke dua kalianya kalian merusak acara kami. Untuk yang pertama, kalian tidak mengakui kesalahan kalian dan tidak meminta maaf pada kami dan kalian kami bebaskan. Tapi ini sudah kedua kalianya kalian merusak momen berharga kami, dan kalian bertingkah seolah tak ada hal yang terjadi ? oh ayolah aku sedang tidak ingin bercanda" ucap sakura tenang

"kau bilang ini kesalahan kami ?"

Shikamaru menanggapi pernyataan sakura dengan begitu santainya dan menguap lebar, membuat temari jengah.

"kesabaranku benar-benar sudah habis, kalian lihat wajah kami kenapa menjadi seperti ini ? ini karena bola bodoh kalian telah merusak kue ulang tahun perayaan kami yang ke 7 tahun. Kue kami sudah hancur lebur akibat bola bodoh kalian yang dengan tidak sopannya masuk ke dalam rumah pohon kami dan langsung merusak semuanya. Apa kalian masih belum mengerti juga ? Apa kalian sebodoh itu sampai tidak peka dengan semua hal yang kalian lakukan untuk kedua kalinya ? Apa kalian ini benar laki-laki hmm ? aku meragukannya"

Habis sudah kesabaran temari, karena ulah para kelima bocah laki-laki yang ada di hadapannya ini. Dan semuanya terdiam ketika temari berbicara seperti itu, bukannya takut atau apa. Para bocah laki-laki ini kesal karena ucapan temari namun mereka menahannya karena tiba-tiba aura di sekitar mereka menjadi begitu dingin dan menyeramkan.

Baiklah baiklah sepertinya kita telah melupakan seseorang yang sejak tadi menahan gejolak amarah. Bersiaplah para gadiiis..

"siapa yang melempar bola itu?"

Suasana hening seketika …

Entah bagaimana keadaan menjadi mencekam dan membuat bulu kuduk merinding karena suara yang di keluarkan bocah itu benar-benar dingin dan aura di sekujur tubuhnya sangat suram

"sasuke, lebih baik kita pulang saja"

"be-benar teme, jangan hiraukan mereka. Ayoo kita pulang"

Sepertinya para sahabat dari bocah laki-laki itu sudah sangat khawatir dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.

"kutanya sekali lagi, siapa yang berani melempar pola itu padaku"

Suaranya semakin dalam dan dingin

"aku"

Semua mata tertuju pada gadis berambut merah muda yang maju dengan berani dan tak gentar menatap mata onyx sasuke yang tajam

"hn, jadi kau ?"

Fyuuuuuuuu ~ angin berhembus kencang…

"bagaimana ini ? aku tidak akan bisa menghentikan teme jika dia sudah marah. Aaaaarrrgghhhh bagaimanaa?" bisik naruto pada ketiga sahabtnya sambil mengacak-ngacak rambutnya frustasi

"dia tidak akan kasar pada seorang gadis, tenang saja"

"tapi tetap saja, lidah si teme itu lebih tajam dari segala macam hal yang tajam di dunia ini. Jika gadis itu menangis bagaimana ? si teme itu tidak punya hati nurani asal kau tau"

Neji mencoba untuk membuat naruto tenang tapi yang naruto katakan ada benarnya juga.

"apa kau ingin mati ?"

"kau pikir bisa membunuhku semudah itu?"

Onyx dan emerald bertemu. Kedelapan bocah yang ada di sekitar hanya bisa berdoa pada Kami Sama semoga hal-hal buruk tidak terjadi.

"hn, apa kau menantangku pink ?"

"bukankah kau dan teman bodohmu itu yang membuat masalah dengan kami tuan chicken butt?"

"kalian saja yang bodoh tidak bisa menghindar dari serangan ku"

"ohh jadi si tuan tidak bersalah ini tidak mau mengakui kesalalahannya, apa benturan bola tadi masih kurang keras agar otakmu bisa berpikir jernih?"

"kau…"

"hmm…" sakura tersenyum mengejek

Sasuke pun maju dua langkah untuk mempersempit jarak antara mereka dan mencondongkan tubuhnya pada sakura. Semua orang disana kaget dengan perlakuan sasuke.

"enyahlah dari hadapanku, jika aku masih melihatmu dan teman-teman tak bergunamu itu masih menampakan diri di hadapanku, maka hidupmu tidak akan tenang pink. Bersiaplah, ingat itu baik-baik" bisik sasuke dingin seraya memundurkan tubuhnya dan menyeringai ketika melihat wajah sakura yang cukup kaget dengan perlakuan sasuke tiba-tiba.

Sasuke pun berbalik dan pergi meninggalkan tempat itu di susul oleh naruto, sai, shikamaru dan neji


Sepertinya apa yang di katakan sasuke benar-benar berlaku bagi kelima gadis tersebut. Lihat saja mereka bersepuluh ada di Konoha Junior High School yang sama bahkan di kelas yang sama selama 3 tahun berturut-turut. Apa mereka di kutuk oleh Kami Sama sejak kejadian itu ? entahlah siapa yang tau.

Dan mimpi buruk benar-benar terjadi. Setiap hari pada para kelima gadis tersebut selalu ketiban sial entah itu di dalam tas ino ada kecoa, bekal hinata tiba-tiba raib, bola basket tenten yang tiba-tiba ada di atas pohon, temari jatuh di kantin dengan gaya tidak elitnya dan ban sepeda sakura yang bocor dan masih banyak lagi kesialan-kesialan yang mereka dapat. Mereka pun menyimpulkan bahwa semua kesialan yang mereka dapat adalah ulah para alien ajaib. Dan para gadis pun tidak mau kalah dengan perlakuan para alien, mereka selalu bisa membalas ulah-ulah para alien dengan sangat baik dan selalu berhasil.

Kabar buruknya lagi setelah lulus dari Konoha Junior High School, mereka harus bertemu lagi di Konoha Senior High School. Apa waktu 3 tahun di Konoha Junior High School masih belum cukup bagi Kami Sama untuk mempertemukan mereka ? dan lagi-lagi harus berada di kelas yang sama sampai di tingkat 3,mungkin jika sakura dkk tidak takut dosa pada Kami Sama mereka berlima akan melakukan percobaan bunuh diri bersama (kalo author sih betah-betah aja sekelas sama mereka, apalagi ada sasuke kun) Entahlah sampai kapan kesialan-kesialan itu akan berhenti menghampiri mereka. Kita tunggu saja…

End Flash Back


"Ra..sakura..sakura"

"eh.."

Sepertinya sakura sedang melamun dan sejak tadi ino sudah mengguncang-guncang tubuh sakura namun sakura tidak merespon sampai akhirnya sakura tersadar.

"kau baik-baik saja?" Tanya temari khawatir

"ya aku baik" jawab sakura dengan tersenyum

"ayo cepat habiskan makanan kalian, sebentar lagi kita masuk dan aku tidak mau telat di pelajaran Orochimaru sensei si maniak ular itu" sambung tenten sambil bergidik membayangkan senseinya yang sangat menyukai ular itu


TBC

Salam kenal mina-san, maaf yah kalo ceritanya abal gaje entahlah abstrak pokoknya muehehehe..

Maklum ini adalah fic pertama author, dan jika ada pertanyaan silahkan tanyakan lewat kolom riview.

Jangan jadi silent readers yaa karena author butuh saran dan kritik yang membangun :)

Terimakasih atas perhatiannya