Hari ini Chanyeol libur kerja, ia sudah memikirkan dimana ia akan membawa Baekhyun pergi agar lelaki tercintanya itu tidak bosan.
Chanyeol akan mengajak Baekhyun jalan jalan ke taman kota lalu membeli Es krim di sana, Chanyeol tau Baekhyun suka sekali dengan Es krim.
Chanyeol dan Baekhyun saling diam di meja makan, hanya suara dentingan sendok yang terdengar, terlalu sunyi untuk pasangan yang sudah menikah.
Chanyeol pun memutuskan untuk memulai pembicaraan di pagi ini.
"Baekhyun, ayo kita keluar untuk jalan jalan ke taman" ajak Chanyeol sambil tersenyum.
"Maaf, tapi aku ada janji dengan temanku hari ini, tidak apa apa kan?" jawab Baekhyun tanpa merasa berat hati.
"Oh begitu? Baiklah, tidak apa apa..." Chanyeol tersenyum getir, ia kembali melanjutkan acara makannya untuk menyembunyikan kekecewaannya. Niatannya untuk dekat dengan Baekhyun harus ia tepis hari ini.
Selesai makan, Baekhyun segera bersiap untuk bertemu dengan Kyungsoo, Baekhyun sedikit tergesa karena jam sudah akan menunjukan pukul 10, ia tak mau Kyugsoo akan mengomel karena keterlambatannya.
Baekhyun memakai sepatunya asal, tanpa ia sadari Chanyeol ada di ada belakangnya bersama Coat maroon yang tersampir di tangannya.
"Di luar sedang dingin, pakai ini agar tidak sakit" pinta Chanyeol dengan senyum yang mengembang.
Baekhyun hanya menatapnya tak suka, kenapa Chanyeol harus peduli padanya-fikirnya. Namun Baekhyun tetap mengambil Coat maroon itu lalu memakainya.
"Terimakasih" ujarnya singkat sambil pergi dengan tergesa. Baekhyun tidak melihat tatapan sedih dari sang suami yang sedari tadi menunggu sebuah senyuman dari bibir tipisnya.
0o0
"Terlambat 5 menit!" omel Kyungsoo setibanya Baekhyun di meja paling ujung.
"Maaf Kyungsoo-ya..." Baekhyun tersenyum iseng membuat Kyungsoo harus mendengus pasrah.
Setelah itu Kyungsoo memesan makanan serta minuman, sedangkan Baekhyun hanya kopi karamel saja mengingat ia sudah makan di rumah tadi.
Sembari menunggu pesanan datang, Kyungsoo membuka percakapan dengan semangat membara.
"Jadi seperti apa suamimu itu?" tanya Kyungsoo menggebu, sedangkan Baekhyun hanya tersenyum paksa mendengarnya.
"Biasa saja" jawab Baekhyun singkat.
"Ayolah Baek! Jelaskan tentang suamimu itu, bagaimana bisa kau mencintainya dan menikah dengannya?"
"Aku tidak mencintainya, dan kita di jodohkan"
"Apa! Bagaimana bisa? Memang ini jaman apa, masih juga di jodoh jodohkan" kesal kyungsoo. Baekhyun terkikik geli melihat reaksi temannya itu.
"Ini semua karena Appa-ku banyak berhutang budi dengan perusahaan itu"
"Perusahaan?"
"Iya, Flame Corp banyak berjasa untuk perusahaan yang Appa-ku kembangkan, jadi Appa-ku memintaku untuk menikah dengan anak dari Flame Corp" jelas Baekhyun sedih.
"sepertinya aku pernah mendengar nama Flame Corp" gumam Kyungsoo sambil mengawang awang.
"Itu perusahaan yang terkenal Soo" jawab Baekhyun.
"Tidak, bukan karena itu! Sepertinya temanku dulu ada yang punya perusahaan bernama Flame Corp. Memang siapa nama suami mu?"
"Park Chanyeol"
"APA!" pekik Kyungsoo keras hingga membuat seisi cafe menatap aneh pada mereka, Baekhyun malu dan hanya tersenyum kepada mereka yang menatap Kyungsoo setelah ia berteriak di keramaian.
"Sssst! Jangan berteriak Kyungsoo-ya!" kesal Baekhyun.
"Apa kau bercanda Baek?!"
Baekhyun mengernyit heran, kenapa respon Kyungsoo sangat aneh padanya.
"Kau mengenal Chanyeol, Soo?" tanya Baekhyun asal.
"Tentu saja aku mengenalnya! Dia satu sekolahan bahkan satu kelas denganku, dulu sebelum aku pindah study" jelas Kyungsoo dengan Ekspresi yang tidak bisa biasa.
"Oh begitu..."
"Ya ampun... kau bagaikan mendapat bunga pelangi di ujung gunung tertinggi"
"Bunga pelangi itu mitos Kyungsoo-ya"
"Kau tau bagaimana Chanyeol itu?" tanya Kyungsoo yang tiba tiba antusias membahas suami temannya itu.
"Aku tidak peduli"
"Ck! Apa kau bodoh Baek! Itu Park Chanyeol, pangeran sekolah yang banyak di puja puja tapi punya sifat sedingin Es kutub!" jelas Kyungsoo antusias.
"Kau berlebihan Soo..."
"Kau tak tau betapa banyak orang yang menginginkannya!" kesal Kyungsoo.
"Apa dirimu termasuk?" tanya Baekhyun terdengar menggoda temannya tersebut.
"Tidak, bukan aku tapi temanku..."
Baekhyun mentap Kyungsoo malas, ia benar benar tidak tertarik dengan segala sesuatu tentang Chanyeol.
"Chanyeol itu populer, dia juga sangat tampan, tapi sifatnya sangat dingin dan tidak peduli, dia tidak pernah membalas surat penggemar, dia juga jarang berbicara, temanku sampai gila dibuatnya"
Kali ini Baekhyun sedikit tersenyum mendengar cerita Kyungsoo, ternyata Chanyeol orang yang seperti itu hingga bisa membuat orang jadi gila.
"Aku tidak tau apa alasan dia tidak pernah berbicara, ku kira dia bisu, tapi aku pernah mendengarnya bicara dan tertawa bersama temannya yang sinting"
"Teman? Jadi dia juga punya teman?"
"Iya, namanya Kim Jongin, dan dia adalah lelaki paling menyebalkan dan paling usil di kelas, dan dengar dengar dia adalah teman Chanyeol sejak kecil, tapi dia sinting!"
Baekhyun mengangguk namun dengan ekspresi tidak peduli. Hingga makanan mereka datang dan suasana kembali tenang untuk sementara.
"Dan kau tau Baek? Chanyeol itu selalu terlihat sedih di balik wajah dinginnya, apa karena ia tidak punya ibu ya?" ujar Kyungsoo.
"Tau darimana kau, apa kau cenayang?" ledek Baekhyun.
"Aissh...! aku bicara sungguh sungguh, aku heran karena Chanyeol tidak pernah menunjukan banyak ekspresi, aku bahkan tak pernah melihatnya tersenyum. Hingga kini Chanyeol masih menjadi misteri"
Sepertinya Baekhyun tidak banyak menegetahui tentang Chanyeol suaminya itu, ia bahkan tidak pernah memperhatikan bahwa ternyata Chanyeol sudah tidak punya Ibu, Baekhyun terlalu acuh padanya.
"Kau berlebihan, Lelaki itu selalu tersenyum tanpa alasan, aku sampai bosan melihatnya"
"Terkutuklah kau Baek! Itu sangat berharga, dan kau malah menyia-nyiakannya!" Kyungsoo jadi geram dengan sikap teman lamanya itu.
"Apanya yang berharga? Dia hanya tersenyum seperti orang gila"
"Dia pasti menyukaimu..." tebak Kyungsoo yang tanpa ia tau tepat sasaran.
"Mana ada? Aku dan dia tidak pernah berbicara banyak" sanggah Baekhyun.
"Itu dari pandanganmu saja, tapi aku yakin pasti Park Chanyeol si pangeran Es itu menyukaimu Baek"
"Tidak mungkin..."
0o0
Baekhyun sudah banyak bercerita dengan Kyungsoo di Cafe tadi hingga tak terasa hari sudah mulai sore, mereka bercerita tentang Study Kyungsoo di London yang sangat sulit hingga bercerita tentang Chanyeol yang menurutnya hal paling membosankan.
Kini di perjalanan pulang Baekhyun hanya melangkah santai sambil menikmati angin sore, Walau dalam hatinya ia sedikit bertanya tanya, sedang apa Chanyeol sekarang?
Tiba tiba saja seorang lelaki dengan sweeter hitam berdiri menghalangi jalannya lalu melihat Baekhyun dengan tatapan heran. Baekhyun sangat kesal karena lelaki itu tidak mau pindah dari tempatnya berdiri. Dia fikir jalan sempit ini milik nenek moyangnya-fikir Baekhyun.
"Permisi, jangan berdiri di tengah jalan seperti itu Tuan..."
Baekhyun bersuara dengan ekspresi kesalnya. Ia jadi tidak bisa berjalan-jalan santai kerena orang itu.
Lelaki berparas tampan dengan kulit Tan itu menatap Baekhyun menyelidik, membuat Baekhyun risih. Baekhyun tidak takut ataupun khawatir, karena jika lelaki itu berani macam macam pada Baekhyun, ia bisa menendang selangkangan lelaki aneh itu hingga membuatnya menyesal seumur hidup.
"Kau Park Baekhyun kan?" tanya lelaki itu.
"Bukan, Aku Byun Baekhyun" jawab Baekhyun yang sedikit terkejut karena lelaki itu tau namanya, walau menurutnya salah, karena Baekhyun enggan mengakui bahwa marganya kini sudah berganti Park.
"Kau Park Baekhyun! Apa yang kau lakukan sendirian disini? Dimana temanku Chanyeol?"
"Apa peduliku dengan orang itu?"
"Apa maksudmu kau tidak peduli dengan Chanyeol?" tanyanya setengah emosi. Baekhyun jadi heran di buatnya, kenapa dengan orang ini, apa urusannya dengan Chanyeol?
"Sebenarnya siapa kau?" tanya Baekhyun penasaran.
"Aku Kim Jongin, temannya Chanyeol?"
'Jongin?' Baekhyun seperti pernah mendengar Nama itu, hingga ia mengingat sesuatu di dalam pembicaraannya dengan Kyungsoo tadi.
"Kau, temannya Chanyeol yang Sinting itu?!" Baekhyun mengutip kata kata Kyungsoo setelah berhasil mengingat nama Kim Jongin.
"Yak! Aku tidak Sinting!" pekik Kai emosi.
Baekhyun terkiki mendengar penolakan Kai ketika di sebut sinting, Kyungsoo itu benar benar hebat menghina orang. Dan Baekhyun juga tidak menyangka ia akan secepat ini bertemu dengan Kai yang menurut Kyungsoo orang paling usil dan menyebalkan.
"Apa masalahmu Tuan Kim?" tanya Baekhyun kemudian, enggan berbasa basi.
"Park Baekhyun, aku perlu bicara dengamu"
0o0
Sekarang Baekhyun tengah duduk di sebuah kursi taman panjang di dekat kedai Es krim setelah mereka memutuskan untuk berbicara di tempat itu sambil makan Es krim.
"Cepat katakan apa maumu" perintah Baekhyun acuh.
"Apa kau mencintai Chanyeol?"
Baekhyun hampir tersedak Es krim strawberry-nya gara gara pertanyaan Kai.
"Tentu saja tidak!"
Kai mendengus kesal dengan tatapan kecewa yang ia lontarkan pada istri temannya itu.
"Kejam sekali kau"
"Apa maksudmu! Jangan bicara sembarangan" Baekhyun kesal setelah ia mendapat penghinaan dari Kai, walaupun nyatanya memang benar.
"Asal kau tau, Chanyeol sangat mencintaimu"
"Tidak mungkin, kita belum lama mengenal" tolak Baekhyun sembari sibuk memakan Es Krimnya, berbeda dengan Kai yang seakan tak peduli dengan Es krim coklatnya yang mulai meleleh.
"Tapi dia sudah mencintaimu sejak dulu"
"Jangan bercanda! Aku bukan bocah yang bisa percaya omong kosongmu itu"
"Aku berkata jujur, selama ini Chanyeol sangat mencintaimu" Kai masih bersikeras agar Baekhyun percaya padanya, namun Baekhyun hanya menatapnya remeh.
"Bagaimana dia bisa mencintaiku sejak dulu, sementara kita baru satu minggu ini bertemu, jangan mengarang kau!"
"Kau memang baru mengenalnya satu minggu ini, tapi Chanyeol sudah mengenalmu selama 10th" terang Kai.
Baekhyun mengernyit heran mendengar perkataan Kai yang tidak masuk akal, seingat Baekhyun ia tidak pernah bertemu ataupun berkenalan dengan Chanyeol.
"Hahaha, kau lucu Tuan Kim, apa sudah selesai acara komedimu itu?"
Kai geram, tangannya mengepal kuat menahan segala emosi yang membucah. Park Baekhyun di depannya ini sungguh menyebalkan dengan tidak menghargai perasaan temannya.
"Hargai perasaannya Baek, jangan buat Chanyeol terluka, dia sudah sangat terluka selama ini. ku kira kau adalah malaikat yang datang ketika Chanyeol kehilangan mamanya dulu, Chanyeol bercerita banyak bagaimana ia mengagumimu karena memberinya semangat, tapi ternyata sekarang kau berubah, kau tidak seperti Baekhyun yang sering di ceritakan oleh Chanyeol"
Baekhyun hanya menatap tak mengerti mendengar semua penuturan Kai yang di luar akal penalarannya.
"Kau memberinya sebuah Boneka Beruang dan mengatakan Bahwa boneka itu bisa mengabulkan Doa, Chahnyeol dengan kepolosannya selalu percaya pada ucapanmu. Aku bahkan sudah menganggapnya kekanak kanakan waktu itu, tapi andai kau tau, Chanyeol masih berdoa pada Boneka itu sampai sekarang, dia sangat mempercayaimu melebihi apapun"
Baekhyun mencoba memikirkan ucapan Kai, tentang Boneka Beruang, rasanya Baekhyun tidak asing lagi, namun ia tidak bisa mengingat apapun. Dan tentang berdoa pada Boneka, bukankah itu sangat kekanak kanakan dan tidak masuk akal, dia punya Tuhan, kenapa tidak berdoa pada Tuhan?-fikir Baekhyun. Tapi sungguh, Baekhyun sama sekali tidak ingat bahwa ia pernah bertemu dengan Chanyeol dulu.
"Kau bilang padanya agar tidak bersedih dan membuat mamanya di surga ikut bersedih. Aku selalu mendengar bagaimana Chanyeol sangat memujamu. Chanyeol terlalu naif, dia bahkan tidak bisa berhenti mencintaimu walaupun sikapmu sangat buruk padanya, Chanyeol terus saja melukai dirinya sendiri. Andai aku bisa membalikan hatinya, aku akan membuat Chanyeol melupakanmu dan mencari cinta yang baru" kini mata Kai sudah mulai memerah dan berkaca kaca, matanya menunjukan bagaimana sedihnya ia selama ini dan bagaimana ia memahami perasaan Chanyeol, teman masa kecilnya.
Hati baekhyun teriris mendengarnya, entah mengapa mendengar dan melihat bagaimana Kai berbicara, Baekhyun seperti mendapatkan serpihan memori yang hilang.
'apa benar aku pernah bertemu Chanyeol sebelumnya'-Baekhyun
"Chanyeol adalah lelaki yang sangat baik, keluarganya juga sangat baik, mereka yang merawatku dan menyekolahkanku sejak kecil karena aku yatim piatu. Jadi aku tau bagaimana perasaan Chanyeol ketika kehilangan mamanya, Chanyeol sangat hancur dan terluka saat itu, lalu ia mendapat cahaya, namun ternyata itu bukan cahaya yang selama ini ia inginkan, karena kau bahkan tidak pernah mengingat Chanyeol"
"Cukup Tuan Kim, aku sama sekali tidak mengerti apa yang kau katakan itu, tentang Chanyeol dan mamanya, aku sama sekali tidak ingat, beri aku waktu untuk mengingatnya! Aku bukan orang jahat seperti yang kau fikirkan, aku juga punya perasaan" Baekhyun berucap dengan menggebu, tentu ia butuh waktu untuk mengingat itu, jika benar Baekhyun pernah bertemu dengan Chanyeol dan mengatakan semua itu padanya, Baekhyun akan berusaha mengingatnya.
"Aku hanya meminta padamu, jangan sakiti Chanyeol"
"Aku tidak pernah menyakitinya" sanggah Baekhyun tidak terima.
"Kau bahkan sangat menghancurkan hatinya Park Baekhyun!"
"Sudah cukup tuan Kim, sampai disini saja" Baekhyun berlalu begitu saja meninggalkan Kai yang seperti masih banyak menyimpan kata kata untuk Baekhyun. Baekhyun tidak mengerti dengan Kai yang terlihat emosi padanya, Baekhyun rasa ia tidak melakukan kesalahan, tapi Kai terlihat sangat marah padanya.
'sebenarnya apa yang terjadi?'- Baekhyun
To Be Continued
