You know I love you
Genre: Romance
Rating: Nc 17
Cast: Jung yunho,kim jaejoong,jung jinwoon,han hyunjung,kim haneul and other
Warning : Boys love,yaoi,cerita pasaran,typo(s),tidak sesuai EYD,dll.
Chapter 3 : The date
Jaejoong melambaikan tangannya dengan semangat sambil tersenyum senang ketika melihat Yunho keluar dari mobilnya. Semalam Yunho terus mendapatkan pesan yang berisi pertanyaan yg sama dari pria itu,tentu saja membuatnya frustasi seperti mendapat teror. Tapi sekarang Jaejoong tidak menunjukkan wajah bersalahnya,malah pria itu tampak begitu senang.
'Besok kita pergi jam berapa,Yun?'
"Kenapa lama sekali?" Tanya Jaejoong dengan riang meskipun dia sedikit kesal. Yunho hanya menggaruk pelipisnya,lalu berbalik masuk kedalam mobil. Senyum Jaejoong menghilang melihat sifat dingin anak dari kekasihnya itu.
"Tada! Aku mempunyai dua tiket taman bermain" Setelah ia masuk ke dalam mobil dan mobil itu berjalan meninggalkan kediaman Kim,Jaejoong menunjukkan dua tiket di tangannya. Yunho hanya meliriknya sekilas.
"Kenapa kau diam saja?" Tanya Jaejoong kesal.
"Memang aku harus bicara apa?" Tanya Yunho datar. Jaejoong pun mencibirnya.
"Kau tidak seperti Jinwoon" Gerutu Jaejoong sambil merapihkan penampilannya dengan melihat pada kaca spion.
"Lalu kenapa kau mengajakku,apa lagi kau menipuku. Katanya mau ke sekolah kita yg dulu ternyata itu hanya akal-akalan mu" Kata Yunho cepat. Jaejoong hanya tertawa sambil menutup mulutnya dengan tangan.
"Itu supaya Jinwoon percaya dan tidak ikut bersama kita" Yunho mendengus. Pria disampingnya itu memang menyebalkan.
Selanjutnya keadaan dalam mobil itu sepi,yang ada hanya senandung yg keluar dari bibir cherry Jaejoong. Sesekali Jaejoong menoleh lalu tersenyum ketika mengingat rencananya. Ia pun menepuk-nepuk pelan saku jaketnya.
.
.
.
"Woah ramai sekali~" Ungkap Jaejoong dg mulut terbuka. Yunho memperhatikan pria yang maju satu langkah darinya itu. Lalu ia merasakan tangannya di tarik dg cepat.
"Kita coba semua permainan disini" Kata Jaejoong dengan bahagia.
15 menit kemudian...
Hoek..hoek..
Bug bug bug
"Aku tak menyangka kau sangat lemah" Cibir Jaejoong pada Yunho yg masih memuntahkan isi perutnya. Yunho tak merespon karena masih sibuk dengan muntahnya.
"Nih" Jaejoong mengulurkan tisu toilet pada Yunho.
Setelah selesai,mereka berdua keluar dari toilet. Jaejoong berjalan dengan cepat meninggalkan Yunho di belakang. Melihat itu Yunho hanya mendesah. Daya tahan Jaejoong kuat juga. Jaejoong memang bukan tipe uke lemah.
Yunho mengernyit kesal ketika ingat betapa ia memalukan tadi. Karena sudah lama tidak naik Roller Coaster dengan alasan sudah dewasa,ia muntah dengan tidak elit didepan Jaejoong. Oh sungguh turunlah pamornya.
Ketika sedang mengingat kekalahannya juga sakit di kepala,Jaejoong datang sambil mengulurkan sebungkus gulali.
"Untukmu" Kata Jaejoong polos. Dengan berat hati Yunho mengambilnya.
"Makanan manis cukup untuk menghilangkan mual" Kata Jaejoong yang berjalan disamping Yunho. Mereka diam karena sibuk dengan makanan masing-masing.
"Aku mau pulang" Kata Yunho tegas.
Jaejoong mendesah kesal lalu menarik tangan Yunho kebelakang.
"Ish kita belum selesai,Jung! Ada banyak permainan di sini" Kata Jaejoong terdengar memaksa. Dan Yunho hanya bisa pasrah.
. . . . .
"Hari ini mengasikkan yah. Aku senang" Jaejoong terus saja mengoceh sementara Yunho sedang menyetir. Tak ada suara yg keluar dari mulut pria tampan itu. Entah kenapa hari ini Jaejoong lebih banyak bicara.
Hari sudah malam,cukup lama mereka berada di taman bermain. Setelah makan malam Yunho mengajak Jaejoong pulang.
Jaejoong melihat sekitar jalan yang mereka lewati,tidak banyak mobil yg lewat didaerah itu. Jaejoong merasa ini waktu yg tepat.
"Yun,berhenti dulu," Pinta Jaejoong "Aku haus"
yunho menepikan mobilnya lalu menoleh kearah Jaejoong. "Bukankah tadi kau baru minum?"
"Iya tapi aku haus sekali. Sepertinya aku dehidrasi" Jawab Jaejoong berlebihan. Tanpa banyak bicara,Yunho keluar dari mobilnya untuk pergi ke mini market yg tak jauh dari sana.
Seperginya Yunho,Jaejoong pun menyeringai. Lalu mengambil botol kecil dari saku jaketnya.
"Cukup tiga tetes" Gumamnya. Tak lama kemudian yunho kembali dangan 2 minuman. Air mineral untuk Jaejoong dan kopi kaleng untuknya.
"Ah yun,aku lupa..kepalaku pusing sekali aku butuh obat" Jaejoong berpura-pura memegangi kepalanya sambil mengernyit sakit. Yunho menghembuskan nafasnya. Kenapa Jaejoong senang sekali mengerjainya.
Yunho pun kembali ke mini market itu untuk membeli obat. Dengan cepat Jaejoong bergerak,menyuntikan cairan yang ada di dalam botol ke kaleng kopi milik yunho. 1 kali suntikan untuk 3 tetes. Lalu bersikap biasa kembali saat Yunho datang.
"Sudah?" Tanya Yunho setelah menyerahkan obat pada Jaejoong. Jaejoong menggeleng.
"Biarkan aku minum obat dulu" Jaejoong memasukan obat itu secara perlahan ke mulutnya sambil memperhatikan Yunho yang sedang meminum kopinya. Sengaja,bibir pria cantik itu terangkat.
"Kau tahu,Yun," Yunho menoleh kesamping. "Betapa populernya aku?"
"Tentu saja,huks" Yunho menutup mulutnya,ia cekukan cukup banyak. Lalu meminum kopinya dengan cepat berharap tenggorokannya nyaman seperti semula. Pria tampan itu pun menghabiskan kopinya dengan lancar,tanpa tahu Jaejoong menyeringai di sampingnya.
"Sepertinya kau haus sekali" Jaejoong mengulurkan air mineralnya pada Yunho. Yunho merasakan ada panas yang menjalar di seluruh tubuhnya. Ia terdiam sambil menatap lurus. Ia tahu wajahnya pasti sudah memerah,tangannya mencengkram pinggiran kursi pengemudi.
Jaejoong tahu bahwa pria di sampingnya sudah mulai menunjukkan reaksi...terangsang.
"Kenapa yun?" Tanya Jaejoong sedikit mendesah sambil mengelus pelan paha Yunho. Yunho menoleh cepat lalu mendapati Jaejoong tersenyum atau lebih tepatnya menyeringai.
"Kau!" Tunjuk Yunho dg gemetar. Jaejoong pun tak bisa menahan tawanya. Ia tertawa memegang perutnya.
"Bagaimana kalau sebelum pulang,kita bermain dulu di sini?" Tanya Jaejoong dengan gaya menggoda. Terdengar erangan tertahan dari Yunho.
Tubuhnya benar-benar bergetar dan sensitif.
"You're bitch!" Kata Yunho.
"Ya memang,dan yang pasti aku menginginkanmu sama seperti kau menginginkanku sekarang" Jaejoong menelusuri rahang Yunho dengan jarinya membuat Yunho memejamkan mata. Ia sudah merasa celana bagian tengahnya mengembung.
Yunho pun membuka matanya dan melihat Jaejoong membuka satu persatu kancing kemejanya.
"Ja..jangan" Yunho memegang tangan Jaejoong agar berhenti tapi Jaejoong tetap bergerak dengan tangan Yunho di atas tangannya.
"Aku akan membantumu melepaskan hasrat yang menumpuk di dalam tubuhmu" Kata Jaejoong,ia berhasil membuka kancing itu hingga bawah. Jaejoong tersenyum senang melihat dada berkeringat Yunho di depannya.
Bagi Jaejoong,Yunho dan Jinwoon sama. Mereka seperti seorang pria kembar. Kulit tubuh mereka pun sama-sama menggoda.
"Kaca mobil ini tidak tembus pandang kan Yun?" Yunho hanya menggeleng lemah. Ia sekarang pasrah dengan apapun yang akan Jaejoong lakukan padanya,karena ia membutuhkannya sekarang.
Setelah mengatakan hal itu,ia tersenyum penuh arti di depan Yunho dan Yunho tahu,sebentar lagi malamnya akan menjadi hangat.
.
.
.
Entah sudah sejak kapan Jaejoong duduk di pangkuan Yunho dengan tubuh bagian atas yang terlihat. Ia tadi membuka dengan tidak sabar bajunya.
Jaejoong mencium Yunho dengan liar,menyeimbangkan gerakan bibir Yunho yang melumatnya,seolah-olah benda itu sebuat permen kenyal yang harus cepat di habiskan.
Dada telanjang mereka saling menempel dan bergesek,menciptakan sensasi yang berbeda. Jaejoong akan melenguh dan menarik rambut Yunho ketika itu,dan Yunho sangat menyukainya.
Mereka melepaskan ciuman,tanpa sempat saling menatap,Jaejoong mengangkat kepalanya hingga leher jenjangnya terlihat. Yunho melihat itu dengan pandangan ingin,lalu tanpa mengulur waktu bibirnya mendarat disana dengan sempurna,memberikan kecupan berulang kali pada leher berkeringat itu.
Yunho sangat menyukai rasa dari kulit Jaejoong yang selalu membuatnya tak ingin lepas.
Ciuman Yunho merambat kebawah dan kini Jaejoong harus menegakkan tubuhnya agar Yunho bisa mengecup kedua dadanya bergantian.
"Oh,Yunhoo..." Lenguh Jaejoong. Ia sangat menyukai cara Yunho menyentuhnya.
"Jaehh...kau benar ahh benar nakal" Jaejoong bisa merasakan celana Yunho mengembung. Ia tersenyum lalu bangkit dari duduknya. Dibukanya zipper celana Yunho dengan tak sabaran,berharap menemukan mainannya.
"Waaah~" Jaejoong menatap kagum pada benda yang dulu sering ia bayangkan. Besar,tegas dan panjang.
"Eunghh~" Yunho memejamkan matanya ketika Jaejoong memasukan kejantanannya ke dalam mulut dan langsung memanjakannya.
Yunho tahu,Jaejoong sudah sangat pengalaman tentang ini dan ia dapat merasakan kenikmatan yang diberikan pria manis itu. Dan sekarang ia membiarkan Jaejoong menguasai tubuhnya.
"Eengh..akh..ergh" Jaejoong mengerang sambil terus menggerakan kepalanya,membuat agar Yunho semakin nikmat.
"Jae!" Yunho menghentikan kuluman Jaejoong dengan menarik kepala jaejoong menjauh dari kejantanannya,karena kalau itu dibiarkan ia akan keluar sebelum waktunya.
Jaejoong mengusap liurnya dengan tangan,menatap Yunho dengan tatapan menggoda.
"Bagaimana?" Yunho mengatur nafasnya.
"Kita pindah kebelakang" Ajaknya. Yunho menurut saja,tapi sebelum itu ia sibuk melihat jaejoong membuka celana. Sekarang tubuh jaejoong yang mulus telihat didepannya. Sekarang ia tahu kenapa orang-orang begitu memujanya.
.
.
.
"Ahh,terush ooh" Desah Jaejoong dalam keadaan menungging. Saat ini Yunho duduk dibelakangnya,menciumi bokongnya juga lubang kenikmatanya,sesekali Yunho mengusap pinggiran lubang itu dengan jempolnya membuat Jaejoong mendesah.
Yunho tak dapat berfikir jernih,ia tidak sadar apa posisi Jaejoong di hati ayahnya.
.
.
.
"Eungh,ahh ahh fuck!" Jaejoong terus menggerakkan tubuhnya keatas dan kebawah,Yunho menutup matanya dan terus mendesah ketika jaejoong memanjakan kejantanannya dengan lubang sempit itu.
Tangannya tak henti menggerayangi dada Jaejoong dari belakang. Gerakan Jaejoong semakin cepat membuat mobil itu berguncang,kalau saat ini bukan malam pasti orang akan curiga.
Jaejoong memegang dan meremas sandaran bangku didepannya sambil terus terpejam,sesekali ia menoleh kebelakang melihat Yunho yang bersandar sambil memejamkan mata. Ia tersenyum di tengah desahannya.
'Yunho,you fuck me'
Yunho menegakkan tubuhnya membuat Jaejoong berhenti,Jaejoong hampir mengeluh kalau yunho tidak bersuara.
"Sekarang giliranku" Kata Yunho kemudian. Jaejoong mengangguk,membiarkan Yunho berkuasa atas dirinya.
.
.
.
Yunho memposisikan tubuhnya diantara paha Jaejoong,dengan kejantanan yang menusuk Jaejoong dengan cepat. Mereka saling bertatapan. Yunho yang menyuruh Jaejoong untuk membuka matanya,ia senang melihat kenikmatan yang terpancar dari mata lawan mainnya.
Yunho tak punya banyak pengalaman dengan pria,dengan wanita pun hanya beberapa kali dan itu hanya karena saling membutuhkan. Yunho bukan bi,jadi ia melakukan itu karena terpaksa.
"Yunnh ahh ahh" Jaejoong tersenyum. Kedua tangannya memegang bahu Yunho.
"Kau..hh nikmath jae..ahh"
"I know. You want me,now. Ooh eungh"
Yunho mempercepat gerakan tubuhnya,merasakan semakin nikmat kejantanannya di jepit oleh lubang berdenyut milik Jaejoong,hal itu membuat desahan jaejoong makin cepat.
"I want you..fuuck yeah" Mereka berciuman,lidah Jaejoong menjulur dan segera di lilit oleh Yunho. Entah sudah berapa lama mereka bercinta,dan sepertinya masih lama lagi hingga semua ini berakhir.
Keinginan Jaejoong sudah terpenuhi. Tebakannya tidak salah,Yunho sangat hot dan luar biasa. Hanya dengan Yunho,Jaejoong mau melakukannya tanpa pengaman dan itu terasa sangat nikmat saat kulit kejantanan Yunho bergesek dengan lubang sempitnya tanpa penghalang apapun. Katakan saja kalau dia mulai gila.
...
Jaejoong melihat kearah rumahnya yg sudah gelap. Ia baru saja mengirim pesan pada pembantu rumahnya yang mungkin sedang terlelap. Ia menoleh kebelakang. Mobil Yunho sudah berjalan menjauh meninggalkannya setelah mengantar ia pulang. Sekali lagi ia tersenyum mengingat apa yg baru saja terjadi didalam mobil tak berdosa itu.
Ceklek..
Jaejoong kembali memandang kerumahnya,seorang wanita tengah baya berjalan tertatih-tatih dari dalam rumah,mencoba agar tidak membangunkan yang lain sesuai suruhan Jaejoong. Wanita itu memegang banyak kunci di tangannya.
"Kenapa lama,Ahjumma?" Wanita itu tidak menjawab dan hanya tersenyum canggung. Jaejoong tidak mempermasalahkan itu karena tubuhnya sudah sangat lelah.
Jaejoong berjalan pelan memasuki rumahnya,walau merasa yakin kalau Ibunya sudah tidur tapi ia harus tetap waspada,jika sewaktu-waktu ibunya belum...
"Darimana saja Kim Jaejoong?" Jaejoong memejamkan mata lalu mengusap wajahnya. Tepat dugaannya.
Dengan memasang senyum,ia berbalik. Ia merutuk ketika tadi tidak melihat lampu ruang tengah masih menyala.
"Ke..kenapa Omoni belum tidur?" Tanya Jaejoong gugup. Kim Haneul bangun dari duduknya setelah meletakkan begitu saja majalah yang ia pegang ke sofa.
Wanita tengah baya yg masih terlihat cantik itu sudah memakai gaun tidur berwarna ungu,rambutnya tergelung keatas hingga wajahnya terlihat jelas. Ketika melihat Jaejoong,maka kau akan mengingat Haneul. Mereka benar-benar mirip.
Haneul berjalan mendekati putra tunggalnya yang sedang menunduk. Ia memperhatikan sang anak dari atas ke bawah. Shit,Jaejoong berharap mata ibunya rabun.
"Aww!" Pekik Jaejoong ketika leher belakangnya di cubit.
"Siapa yg membuat tanda ini?" Jaejoong hampir membuka mulutnya untuk menjawab.
"Ternyata kau butuh pengawal" Potong Haneul.
"Omoni~ aku sudah dewasa" Rengek Jaejoong. Haneul tak bergeming,ditatapnya mata sang anak dg tenang. Wanita itu sosok yang tegas.
"Masuklah kekamar. Besok kita bicara lagi" Haneul meninggalkan Jaejoong yang menghela nafas berat.
. . . . .
"Semalam kau pulang jam berapa,Yun?" Tanya Jinwoon setelah menghabiskan makanannya. Semalam ia menghubungi Jaejoong tapi handphone-nya tidak aktif,begitu pun Yunho.
Yunho menelan ludahnya,apa yg harus ia katakan pada sang ayah? Semalam ia begitu menikmati tubuh Jaejoong hingga lupa waktu,mereka baru pulang pukul 12 malam.
Jinwoon menunggu jawaban sang anak. "Ja..jam 12 malam,Aboji. Seharian kami bernostalgia dengan masa lalu. Banyak yg harus di kunjungi hingga lupa waktu" Bohong Yunho. Itu yang Jaejoong susun semalam. Yunho tak pernah membohongi ayahnya kecuali semalam dan tadi.
"Ooh.." Jinwoon hanya menjawab singkat,ia tidak menaruh curiga sama sekali padahal anaknya sudah sangat gugup. Yunho memasukkan potongan roti terakhir kedalam mulutnya.
"Aboji senang kalian sangat akrab,karena nanti Jaejoong akan aku nikahi"
'Uhuk..uhuk' Yunho tersedak makanannya sendiri setelah mendengar penuturan ayahnya.
"Hati-hati,yun"
"Apa Aboji serius?" Tanya Yunho penasaran.
"Tentu saja. Aku sangat mencintainya"
"Tapi..." Yunho menghentikan ucapannya lalu menunduk. Matanya bergerak gelisah. Ia tidak boleh diam saja,ayahnya tidak boleh menikah dengan Jaejoong,karena Jaejoong sangat licik dan..
Shit! Bayangan Jaejoong yang bergerak diatasnya kembali melintas.
"Tapi apa? Yunho. Ayah butuh pendamping,tak bisa selamanya ayah terus tenggelam dalam kesedihan setelah Umma-mu meninggal"
"Tapi Jaejoong pria,aboji!" Suara Yunho meninggi. Jinwoon terdiam. Menatap sang anak yg sedang menatap tajam padanya.
"Yun.." Jinwoon memanggil dengan lembut. Ia memegang tangan putranya. "Aku tau kau kecewa,tapi..."
"Aku tidak pernah tertarik pada wanita" Mata Yunho jelas melebar tapi kemudian emosinya tak terlihat. Entah apa yang Yunho permasalahkan padahal ia sendiri pun Gay. Tapi demi Tuhan,kenapa harus Jaejoong?
Jika di tanya bagaimana perasaannya pada pria cantik itu,maka Yunho tak bisa mengelak kalau ia masih menyukainya. Meski waktu 3 tahun sudah memisahkan mereka,tapi Yunho tak pernah betul-betul melupakan Jaejoong.
Ia ingin sekali menunjukkan pada Jaejoong bahwa cinta tak hanya di nilai dari uang,popularitas dan permainan ranjang,tapi cinta yg ia miliki lebih berharga dari semua itu. Yunho ingin menyadarkan Jaejoong,bahwa menghargai diri sendiri dengan cinta tanpa ada embel-embel pamrih. Cinta seperti itu yang Yunho punya.
Yunho terdiam. Ia tidak mau bersaing dengan ayahnya untuk mendapatkan Jaejoong,karena ia sudah tahu siapa yang dipilih pria cantik itu. Tentu saja bukan dia. Dia tidak memiliki uang dan kekayaan,Jaejoong hanya menginginkan one stand night dengannya,tak lebih dari itu. Bahkan dengan tegas pria itu dulu menolaknya.
.
.
.
Sudah seminggu sejak kejadian pertengkaran antara Yunho dan ayahnya,dan semenjak malam itu Jaejoong kehilangan Yunho. Pria tampan itu mengganti nomer teleponnya membuat Jaejoong selalu kesal. Ia sudah bertanya pada Jinwoon, tapi kekasihnya itu bilang tidak tahu. Jaejoong tahu itu bohong,tapi ia tidak mau memaksa hingga menimbulkan pertanyaan dari Jinwoon.
Jaejoong memeluk guling kesayangannya di atas tubuh,matanya terpejam. Tanpa sadar ia mendesah ketika mengingat kenikmatan milik yunho yg bergerak di dalam lubangnya. Ia tidak pernah merasakan kulit bagian itu langsung bergesekan dengan dinding holenya,karena hanya dengan Yunho saja ia tidak memakai pelindung. Dan rasanya pun jauh berbeda.
"Ahh.." Jaejoong mendesah lalu mengambil ponsel miliknya di atas tempat tidur untuk menghubungi seseorang.
"Halo" Jinwoon menjawab panggilan dari Jaejoong.
"Jinwoonie ah~ aku tunggu kau nanti malam di hotel seaside,pukul 7" Tanpa menunggu jawaban Jinwoon,Jaejoong memutuskan teleponnya.
Ia kembali terpejam mengingat sisa-sisa kenikmatan yang membuat celananya membesar.
. . . . .
Yunho memijat keningnya yang pusing,ia baru saja selesai memeriksa hasil kerja karyawannya dan masih banyak yang harus di perbaiki. Ia melirik jam digital yang ada di atas mejanya. Sudah pukul empat sore. Saat sedang merenggangkan otot tubuhnya,seseorang mengetuk pintu. Sekretarisnya tersenyum sambil berjalan mendekat,membawakan kopi untuk atasannya.
"Apa anda belum selesai tuan?" Tanya Sekretaris Shin.
"Sedikit lagi" Kata Yunho kembali fokus pada komputernya.
"Apa anda masih butuh yg lain?"
"Tidak. Kau boleh pulang. Gomawo" Kata Yunho sambil tersenyum. Ia kembali menyelesaikan pekerjaannya setelah Sekretaris Shin pergi.
Handphone-nya di atas meja bergetar. Ada pesan dari ayahnya.
"Yunho ah,malam ini Aboji tidak pulang"
Yunho menghela nafas. Tentu saja ia tahu apa alasan ayahnya tidak pulang. Pasti karena Jaejoong. Ah,mengenai pria itu,Yunho sudah berusaha melupakannya. Ia kesal tiap kali ingat,karena Jaejoong,ia dan ayahnya harus bertengkar.
"Shit!"
TBC
bagaimana NC-nya? Kurang HOT,kurang PANJANG? Hohoho.
Aku mau balas review yah~
Phoenix Emperor NippleJae : terima kasih buat masukannya,aku akan memperbaiki tulisanku secara bertahap yah. Sebelum ini aku menulis ff menggunakan hp jd malas edit-edit deh. Jangan lupa review lagi ya,semoga berkenan ^^
ifa. : iya nih,aku susah meluangkan waktu buat nulis ff dan untuk edit pun suka gak sempat. Semoga senang dengan chapter berikutnya yah ^^
Hana – Kara : tebakan kamu nyaris bener. Nanti bakal terungkap hubungan mereka di chap depan atau chap satunya lagi. Hehe. Jangan bosan review lagi ne ^^
Youleebitha : ini udah di lanjut. Semoga suka dan jangan lupa review lagi ya ^^
toki4102 : ini uda lanjut. Iya dia emang racun yang manis. Semoga karakter jj di sini gak berlebihan ya. Jangan lupa review lagi ^^
NaeAizawa : pertanyaan kamu akan terjawab satu persatu nanti. Jangan lupa review ya ^^
gothiclolita89 : ayo coba di tebak ^^ review lagi ne~
Sirayuki Gia/aihara irie/yunhoism/Jae milk/irengiovanny/neo/alienacass/JennyChan/fippo/S imviR/YunHolic/nin nina/NaraYuuki/Kim Eun Seob/js-ie/Joongie
Terima kasih banyak atas semua review kalian. Mian kalau ada yang kelewat. Semoga kalian suka sama cerita jelek ini dan tetap memberiku semangat dengan memberikan saran. Aku akan mencoba memperbaiki tulisanku tapi dengan kata-kata yang pantas ne.
Buat yang udah memfollow dan memfavoritekan cerita ini dan juga untuk silent reader aku ucapin terima kasih.
Enjoy for Review,guys ^^
