Chapter 4 Update ! kalian pasti bingung kenapa disaat para pengguna hanya berjumlah 7, kenapa tiba-tiba ada satu Clan misterius. ya kan ?
dan Chapter kali ini ( Aikotoba = kata-kata peringatan ) siap menjawab semua pertanyaan kalian di Chapter sebelumnya !
ENJOY READING !
Chapter 4 : Aikotoba
.
.
Kuroko No Basuke ( The Basketball Which kuroko's Play )
Disclaimer : Fujimaki Tadatoshi
Story Writer : Me ( Jessy Jasmine 7 )
Genre : Friendship, Tragedy, Angst, Drama, Hurt/Comfort
WARN : DON'T LIKE, DON'T READ!
.
.
"Clan… Bunglon ?" ulang Kagami.
Semua orang masih terdiam ditempat masing-masing, begitu juga dengan murid yang lainnya.
"K-Kurokocchi, kau mengenal orang-orang ini ?!" Tanya Kise. Kuroko tidak menjawab. Mungkin ia mengenal sekelompok orang dihadapannya yang dimasa depan nanti akan membuat kekacauan, tetapi mereka tersendiri tidaklah mengenal Kuroko.
"Ada apa ini !?" Aomine berlari menuju kerumunan di depan gedung Seirin. Aomine bersama dengan Midorima, Murasakibara, serta Akashi menuju ke tempat Kuroko dan yang lainnya.
"Aominecchi, Midorimacchi, Murasakibaracchi, Akashicchi ! Kalian datang !" seru Kise senang.
"Oi, kalian jangan mendekat kesini ! Kuroko bilang ada beberapa jebakan !" seru kagami. Aomine, Midorima, Murasakibara, dan Akashi kemudian berhenti. Mereka tahu bahwa sebuah peringatan baru saja mereka dengar. Kini mereka tinggal menunggu reaksi selanjutnya dari sekelompok orang berjaket hitam itu.
"Siapa namamu ?" tanya Shutai yang menatap Kuroko dengan tajam dan waspada. Ia dapat melihat manik yang mengetahui segalanya pada Kuroko.
"Kuroko Tetsuya." Jawab kuroko.
"Aura-mu berbeda dari semua orang di tempat ini, kau berasal dari Clan yang berbeda… Kau berasal dari Clan mana ?" Tanya Shutai.
"Darimana diriku berasal tidaklah penting." Ucap Kuroko.
"Hoo, Menarik." Ucap Shutai. Lalu salah seorang dari Clan bunglon pun berjalan mendekati Shutai.
"Shu~ sekarang apa tindakan kita ?" tanya Seito begitu percakapan antara sang ketua kelompok dengan Kuroko berakhir.
"Kita akan kembali ke rencana awal." Ucap Shutai.
Akashi, Kise, Aomine, Kagami, Midorima, dan Murasakibara kini sudah mulai dalam posisi-nya. Mereka siap menerima serangan apapun dari kelima orang itu. Kuroko yang sudah mengetahui langkah lanjut dari kelompok itu hanya terdiam tenang.
"Tehe… Kalau begitu kita—Huh ?" Gin yang meraba isi kantungnya terkejut begitu sesuatu yang dicarinya menghilang.
"Mencari ini ?" Seketika kelima orang itu menatap kearah sang bluenette.
TLANG ! BRANG !
Kuroko menjatuhkan berbagai benda tajam ditangannya. Semua orang kemudian terkejut melihatnya. Bagaimana Kuroko dapat memegang seluruh senjata milik lawannya ? dan sejak kapan ia mencurinya dari mereka ?
"Kau-!" Seito terlihat sangat marah menatap Kuroko yang masih dengan emotionless-nya menatap mereka.
Shutai menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan Kuroko. Ia merasa bahwa Kuroko memiliki kekuatan yang jauh berada di atasnya. Kekuatan yang terlalu kuat yang bersemayam di tubuh yang memiliki fisik lemah itu.
Shutai kemudian menghela napas. Ia merasakan sesuatu yang membuatnya sial sekaligus beruntung karena bertemu dengan sang bluenette yang misterius itu.
Kuroko tahu betul sifat dari sang ketua musuh-nya itu. ia segera mengenakan kacamata pelindungnya yang memiliki kaca berwarna biru muda serta ia mengenakan sarung tangan biru-nya. Setelah itu, ia segera mengangkat tangannya lurus kedepan, tepatnya kearah kelima orang musuhnya itu.
"Kuromo-san, Karasumaru-san, Chairu-san, Habiki-san, Sora-san, Furai-san, kalian dengar aku ?" Kuroko kembali menggunakan kekuatannya untuk berkomunikasi dengan Partner dari Akashi, Kagami, Kise, Aomine, Midorima, dan Murasakibara itu.
"Kami bisa mendengarmu. Ada apa, Kuroko-sama ?" tanya mereka.
"Aku ingin meminta bantuan kalian. Buatlah lingkaran di sekeliling kelima orang itu dan pinjamilah aku kekuatan. Dan berhati-hatilah, mereka memasang jebakan juga." Jelas Kuroko.
"Baiklah." Jawab mereka.
Kemudian satu persatu dari mereka mendekati kelima kelompok orang asing itu.
"ng… ?" Akashi menyadari bahwa Kuromo(Partner-nya) baru saja berjalan pergi menuju ke tempat dimana Kelima kelompok orang asing itu berada.
"Hebikicchi, kau mau kemana ? disana berbahaya !" Seru Kise yang menyadari partner-nya berjalan menuju ke tempat kelima orang itu.
" Chairu !" Kagami juga mendapati hal yang sama.
"O-Oi, Sora !" begitu juga Aomine.
"Karasumaru…" dan Midorima.
"Furai-chin~?" serta Murasakibara.
Kini keenam partner dari keenam penerus pimpinan sudah mengepung kelompok yang diketahui sebagai Clan bunglon itu.
"A-Apa-apaan ini ?!" seru Seito begitu mendapati dirinya dikepung.
Shutai kemudian menatap Kuroko. Ternyata semua sesuai dengan dugaannya. Kuroko sangatlah berbeda dari yang lainnya.
"Kalian… yang bukanlah sebuah Clan dan seorang pengguna, harus menerima hukuman karena telah menduplikat kekuatan lain bagi seorang pengguna. Terimalah Hukuman kalian." Ucap Kuroko.
Seketika sebuah lingkaran cahaya terbentuk di sekeliling Clan Bunglon. Lingkaran dengan symbol-simbol yang hanya diketahui oleh para pengguna itu telah membuat Clan Bunglon tidak dapat menggerakkan tubuh mereka.
"Tochiyori Toki(penghentian Waktu) !" seru Kuroko yang merapalkan mantera penghentian waktu kepada Clan Bunglon.
Seketika kelima orang itu merasakan kaku di tangan kiri mereka. Mereka seakan lumpuh tidak dapat digerakkan. Waktu ditangan kiri mereka telah dihentikan. Shutai yang mengetahui apa yang sedang dilakukan Kuroko kepada mereka kemudian mengambil tindakan. Ia kemudian kembali menggunakan kekuatannya.
"Jadi, kuroko Tetsuya… Kita akan bertemu lain waktu." Ucap Shutai sebelum dirinya dan kelompoknya menghilang seketika dari lingkaran sihir itu. bersamaan dengan hilangnya kelima orang itu, lingkaran sihir pun ikut menghilang.
Kuroko kemudian merasakan pening, dadanya terasa sangat sesak dan sangat sulit bagi dirinya untuk bernapas. Kemudian ia merasakan kesadarannya melemah dan Ia kehilangan keseimbangan tubuhnya. Untungnya Kagami segera menangkapnya.
"Kuroko ! Kau baik saja ?!" Seru Kagami.
"a-aku baik saja, Kagami-kun." Ucap Kuroko seraya mencoba berdiri.
Kuromo, Karasumaru, Chairu, Sora, Hebiki, dan Furai terlihat mengelilingi Kuroko. Semua orang seketika mengerumuni Kuroko karena merasa aneh dan bingung.
"Kurokocchi, kau baik-baik saja ?!" tanya Kise yang segera mendekati Kuroko.
"aku baik-baik saja, Kise-kun." Ucap Kuroko.
Aomine, Murasakibara, dan Midorima menyuruh semua orang untuk bubar—atas perintah Akashi. Saat Kuroko mencoba untuk bangun seketika kepalanya di dorong ke bawah oleh sang surai biru malam dengan paksa.
"Aomine-kun ?" Kuroko menatap dengan kesal Aomine.
"Kau itu berpikir apa sih, Bodoh !" Seru Aomine.
"Eh ?" Kuroko bertanya-tanya apa yang sebenarnya dikatakan oleh Aomine.
"akan kami jelaskan nanti. Atsushi, bawa Tetsuya menuju UKS." Ujar Akashi. Murasakibara pun mengangguk dan kemudian menggendong Kuroko di punggungnya.
"Kagami, Apa yang sebenarnya terjadi ? Mantera yang baru saja di rapalkan oleh Kuroko kan…" seketika kata-kata Hyuuga terpotong begitu Kagami menatapnya dengan serius.
"Maaf, mungkin akan kujelaskan lain waktu." Ucap Kagami yang kemudian ikut bersama GoM.
Seirin dan Kaijou yang sebelumnya melihat kejadian itu hanya terdiam bertanya-tanya.
"Kuro-chin~ kau berhutang penjelasan kepada kami~" ucap Murasakibara begitu ia selesai menghabiskan kripik kentangnya. Kuroko hanya terdiam. Ia tahu membocorkan hal yang sudah menjadi rahasia sangatlah berbahaya.
"Kuroko, Apakah kau mengenal kelima orang sebelumnya ? dan apa yang kau maksud dengan Clan Bunglon ? setahuku, para pengguna hanya berjumlah tujuh." Ujar Kagami. Kuroko masih terdiam.
"Aku juga belum pernah mendengarnya. Tetsuya, kuharap kau dapat berbagi informasi dengan kami." Ucap Akashi. Kuroko masih terdiam.
"Kurokocchi, Ayolah… apakah mereka orang yang sangat berbahaya ?" tanya Kise. Kuroko masih tetap terdiam.
"Kuroko, jangan cuman diam saja. Jawab pertanyaan kami, nanodayo." Ujar Midorima yang terlihat kesal.
"Sebenarnya.. aku tidak dapat memberitahukan hal itu kepada kalian." Ucap Kuroko. GoM pun terperangah.
"Apakah kau memiliki alasan yang jelas kenapa tidak mau memberitahukan hal itu kepada kami, Tetsuya ?" Tanya Akashi.
"Aku mempunyai-nya dan aku masih tidak dapat memberitahukannya kepada kalian." Ucap Kuroko. Akashi hanya menghela napas dan melipat kedua tangannya di depan dada. "Tetapi mungkin ada beberapa hal yang akan kuberitahukan kepada kalian." Ucap Kuroko. Kemudian keenam pasang mata dihadapan Kuroko menatapnya.
"Dan apa itu ?" tanya Midorima.
"Mereka sebenarnya bukanlah sebuah Clan, tetapi sebuah kelompok orang yang mencoba menciptakan kekuatan yang baru. Kekuatan yang membuat tubuh mereka transparan dan tidak dapat terlihat. Kekuatan mereka memiliki kelemahan dan kelebihan. Kelemahan mereka adalah kekuatan mereka yang tidak dapat digunakan di kerumunan orang dan kelebihannya adalah jika mereka tidak dapat terlihat, maka mereka dapat menyerang kita dengan mudah." Jelas Kuroko.
"Hm… aku akan mencari informasi tentang mereka. Shintarou, Kau pasti tahu apa yang harus kau lakukan ?" ucap Akashi.
Midorima pun mengangguk dan kemudian berjalan menuju jendela. Midorima kemudian melepaskan Partner-nya, membiarkannya pergi untuk berpatroli. Kuroko dan yang lain menatap Midorima dan memastikan bahwa apa-yang-dilakukan-Midorima berhasil.
"Tenang saja. Karasumaru pasti akan segera kembali." Ucap Midorima.
"Baguslah kalau begitu." Ucap Akashi.
"Dan… Aomine-kun." Panggil Kuroko. Aomine kemudian menatap Kuroko.
"Apa ?"
"Apa maksud dari kata-katamu sebelumnya ?" tanya Kuroko. Aomine pun mengerjap dan mencoba untuk mengingat.
"Oh, Maksudmu kata-kataku sebelumnya ? Baka, kau pikir kami tidak mengetahui perapalan mantera yang sebelumnya kau ucapkan ?!" Seru Aomine.
"Kurokocchi, Tochiyori Toki adalah mantera penghenti waktu yang akan menguras banyak energi-mu. Dan kekuatan itu hanya digunakan untuk menghukum seseorang yang bersalah, biasanya. Aku masih tidak dapat mengerti kenapa kau menggunakan kekuatan yang akan merengut nyawa-mu-ssu." Ujar Kise.
"Kalian mempelajari-nya ?" tanya Kuroko.
"Tentu saja tidak. Tochiyori Toki hanya dapat digunakan oleh Clan Elang yang memang pengendali waktu-nanodayo." Ujar Midorima.
"Bukan… maksudku, Kalian belajar untuk menghapal seluruh kekuatan dari masing-masing Clan bukan ?" tanya Kuroko.
"Ng.. aku mengetahui beberapa." Ucap Kagami.
"Sepertinya Aka-chin mengetahui semuanya." Ujar Murasakibara.
"Tetsuya, aku ingin kau tetaplah berada di Markas. Lalu, Taiga… jangan telat untuk menjemput Tetsuya besok di markas. Jika ada beberapa dari Seirin atau siapa saja yang menanyakan tentang Tetsuya, abaikan. Kau mengerti ?" ujar Akashi. Kagami dan Kuroko hanya mengangguk.
"Akashi, aku akan kembali ke Shutoku. Aku tidak akan membuat Takao bertanya-tanya dan jika ada informasi, akan langsung kuberitahu kepadamu." Ucap Midorima yang kemudian meninggalkan UKS, membiarkan keenam orang lainnya tertinggal disana.
"Aka-chin~ Aku juga akan kembali~ Jika Muro-chin mulai bertanya-tanya tentang Kuro-chin, semua pasti akan bertambah susah~" ucap Murasakibara. Akashi mengangguk.
"Baiklah aku mengerti. Daiki, lebih baik kau juga kembali. Jika Satsuki sampai mengetahuinya, kau akan menerima Hukuman." Ujar Akashi.
"Baik, Baik…" ucap Aomine dengan malas.
"Taiga, aku juga akan kembali. Jika rekanku bertanya, maka masalah ini akan makin rumit." Ucap Akashi.
"Baiklah. Serahkan semuanya kepadaku." Ujar Kagami.
Kemudian Murasakibara, Akashi, dan Aomine pun meninggalkan Kagami dan Kuroko di UKS. Tak lama setelah GoM pergi, Kuroko memilih untuk beristirahat sebentar dan Kagami akan menemaninya. Beberapa jam kemudian, Kagami menatap keluar jendela. Matahari mulai terbenam dan Kuroko masih tetap terlelap.
Kagami menatap Kuroko dengan malas dan ia juga sepertinya telah mengantuk. Tetapi kemudian Kuroko membuka matanya. Kagami yang menyadarinya segera mengerjap.
"Kuroko, bagaimana keadaanmu ?" tanya Kagami. Kuroko menatap Kagami dengan wajah datarnya.
"ung… lebih baik dari sebelumnya Kagami-kun, tapi… sepertinya tubuhku masih terasa lemas." Ucap Kuroko.
"tentu saja. Menggunakan Tochiyori Toki harus merelakan tenaga kita yang akan terkuras." Ujar Kagami.
"ukh… mungkin aku memang terlalu gegabah dan ceroboh... tetapi mungkin itulah yang terbaik. Setidaknya mereka tidak bisa berkutik untuk sementara." Ucap Kuroko seraya bangkit dari tempat tidur itu.
"Hei, kau sudah mau pulang sekarang ?" tanya Kagami.
"tentu saja, Kagami-kun. Hari sudah menjelang malam dan aku juga harus segera membuat makan malam untuk diriku sendiri." Ucap Kuroko.
"Kau istirahat saja, aku saja yang membuatkanmu makan malam." Ucap Kagami. Kuroko mengerjap.
"Tapi Kagami-kun, bukankah kau…" kata-kata Kuroko terpotong begitu Kagami mulai berucap.
"Tenang saja. Aku akan menghubungi pria tua itu nanti. Aku akan memilih menginap di markas hari ini." Ujar Kagami. Kuroko mengehela napas dan senyuman terlihat terukir di bibirnya.
"Yah, setidaknya kau tetaplah Kagami yang ku kenal." Ucap Kuroko yang setengah berbisik.
"Huh ? apa kau bilang ?"
"Tidak ada apa-apa Kagami-kun. Ayo kita kembali pulang." ajak Kuroko.
Kemudian mereka pun memilih untuk berjalan menuju markas bersama. Malamnya, kagami membuat Sushi. Dan mereka berpesta Sushi besar-besaran bersama. Setidaknya Kagami-lah yang paling banyak memakan Sushi yang dibuatnya untuk Kuroko.
Di sela-sela dirinya memakan sushi, Kuroko menatap Kagami. Ia tahu bahwa hal yang tidak menyenangkan akan muncul nantinya. Ia bahkan mengetahui masa depan mereka semua. Alasannya adalah karena ia mengetahui masa depan atau lebih tepatnya berasal dari masa depan.
Kuroko menaruh sumpit yang di pegangnya dan segera bangkit, ia berencana untuk memulai langkah pencegahan yang memang sudah menjadi rencananya sejak awal. Kagami yang menyadari langkah temannya itu mulai angkat bicara.
"Khau Mpauh Kfemanah (kau Mau Kemana) ?" Tanya Kagami disela makannya. Kuroko menatapnya sekilas dan ia kembali membelakangi Kagami.
"Aku akan menuju ke kamarku. Sepertinya aku merasa tidak enak badan." Jawabnya yang kemudian berjalan menuju sebuah pintu yang menghubungkan ke beberapa lorong.
Kagami mengerjap. Ia bingung dengan sikap Kuroko beberapa saat sebelumnya. Tetapi ia hanya menukasnya dan kembali makan. Ia makan dengan setengah berpikir sehingga membuatnya memakan-makanannya dengan lebih lambat.
"Entah kenapa… aku merasakan Déjà vu."
Kuroko yang tengah berdiam di dalam kamarnya yang gelap kemudian memasangkan tangan kirinya sebuah glove biru yang kini telah menjadi penyelesaian persiapannya. Kamar Kuroko yang sangat gelap dan hanya disinari oleh rembulan yang memancarkan cahaya melewati atap bening itu kini tengah di tatap oleh kuroko. Manik sapphire blue-nya kemudian memunculkan kilatan tajam dan sedetik kemudian ia telah menghilang. Meninggalkan jejak debu yang terhempas tak jauh dari tempat awalnya.
TEP!
Sepatu hitam-biru Kuroko menapakkan dirinya di sebuah atap rumah berwarna merah pucat. Gelapnya malam dan cahaya dari sinar dari beberapa rumah dan tiang sajalah yang menyinari. Kuroko yang menginjak atap itu sedetik kemudian kembali menghilang. Ia terus muncul di tempat yang berbeda dengan kecepatan yang tidak dapat di sadari. Ia terus muncul di berbagai tempat dan akhirnya ia terhenti di sebuah tiang listrik dan bulan yang besar menjadi background dirinya. Lalu ia kembali menghilang seperti sebelumnya.
Tanpa Disadari, Seekor gagak yang tengah terbang tak jauh dari lokasi, menangkap penampakan itu. burung gagak lainnya juga sepertinya menangkap sosok hitam tidak jelas yang muncul tiba-tiba di berbagai tempat dengan kecepatan tinggi.
"KAAK KAAK !" Seruan beberapa burung gagak pun terdengar di kediaman Clan Gagak yang sebelumnya sedang tenang dan damai.
Beberapa orang dari partner burung-burung gagak itu pun mulai mendekat kearah jendela dan mengangkat tangannya, membiarkan burung gagak itu hinggap di tangan mereka.
"Ada apa ?" tanya Seorang paruh baya yang mengenakan kacamata dan bersurai cokelat pendek itu mendekati rekan-rekannya yang baru saja mendapatkan kabar terbaru.
"Sepertinya mereka baru saja mendapatkan sesuatu yang mencurigakan." Ucap Seorang rekannya yang kemudian mendekati pria itu.
"Sesuatu yang mencurigakan ? tampilkan !" Seru Pria itu.
kemudian membiarkan seorang rekannya yang lain duduk di sebuah kursi yang memiliki banyak kabel yang terhubung disana. Kemudian seorang rekannya itu memasangkan topi yang memiliki banyak kabel juga. Lalu tak lama kemudian muncul semacam air bercahaya yang melalui selang hijau itu dengan cepat dan sebuah gambar pun mulai terlihat di layar besar dihadapan mereka. Sesosok hitam yang tidak jelas terlihat di beberapa tempat dalam waktu yang nyaris bersamaan.
"Apa-apaan itu ? apakah itu manusia ?" tanya pria yang diketahui sebagai Takahiro Yuusuke yang menjadi pengendali keamanan jarak jauh. Tak lama kemudian seorang rekan Takahiro mendekatinya dengan berlari seraya membawa sepucuk surat ber-amplop kuning.
"T-Takahiro-sama, ada surat dari Clan Ular." Serunya. Kemudian Takahiro pun mulai membuka isi Amplop itu dan ia terkejut begitu melihat isinya. Beberapa lembar foto yang nyaris sama dengan gambar pada layar monitor mereka.
"Segera Hubungi Clan Kalajengking dan Clan Laba-laba ! kita harus meneliti penampakan aneh ini !" Seru Takahiro.
"Baik." kemudian seorang wanita yang mengenakan kacamata dan berkuncir satu itu pun segera berlari menuju bagian pengiriman surat di Clan Gagak.
Takahiro kemudian kembali memeriksa gambar-gambar yang menampakkan sosok hitam itu. ia mencurigai bahwa sesuatu yang buruk akan segera terjadi.
"Akashicchi, apakah tidak apa-apa membiarkan Kurokocchi dijaga oleh Kagamicchi ?" tanya Kise.
Kini GoM tengah berpatroli bersama di daerah perumahan. Sejauh yang mereka tahu, tidak ada sesuatu yang aneh di sekitar mereka.
"Justru akan lebih mengkhawatirkan jika Tetsu dijaga olehmu." Sambung Aomine yang berjalan di sebelah Kise.
"Hidoi-ssu yo, Aominecchi !" Rengek kise.
"Diamlah Kise. Kagami adalah Clan yang memiliki pola penyerangan Utama yang sangat bagus, nanodayo." Jelas Midorima.
"Wakatteru yo(Aku Tahu itu) ! Tetapi tetap saja…" Seketika kata-kata Kise terpotong begitu Murasakibara mulai berucap.
"Kise-chin~ Kau terlalu berisik~" Ucap Murasakibara.
"Ryouta, tetaplah waspada. Sesuatu tidak terduga akan muncul kapan saja. Jadi jangan lemahkan pertahananmu." Ucap Akashi.
"Tch… tetapi tetap saja, sesuatu yang seperti itu tidaklah muncul." Ucap Aomine dengan malas.
"Bukankah itu justru bagus-ssu ?" Tanya Kise.
"Tapi membosankan." Lanjut Aomine.
Ditengah mereka lagi berbincang, sesosok hitam yang menjadi bahan pembicaraan Clan mereka tengah terdiam di tiang yang tak jauh dari mereka. Cahaya rembulan yang sangat terang membuat sosoknya menjadi tidak jelas dan sosoknya pun tertutupi oleh bayangan-nya sendiri. Kise yang sedang berseru kemudian tidak sengaja menatap sosok hitam itu di atas tiang listrik yang tak jauh darinya.
"A-Apa itu ?!" Seru Kise yang mengarah kearah sosok hitam itu. sontak GoM yang lain pun ikut menatapnya.
Sesosok hitam yang menyerupai manusia tengah berdiri disana. Terdiam ditengah dinginnya malam dengan aura yang luar biasa kuat dan berbahaya. Seketika sosok itu memunculkan kilatan tajam dari manik miliknya. Kilatan ungu di manik azure itu terlihat sangat terang dan jelas. Tak lama kemudian sosok itu kembali menghilang.
"M-Menghilang !" Seru Aomine yang masih dalam keterkejutannya.
"S-Siapa itu tadi ?! aku merasakan aura yang sangat berbahaya-ssu." Ujar Kise.
"Akashi, apakah yang tadi itu… penyusup ?" tanya Midorima yang melirik Akashi.
"Penyusup ?! kau gila, Midorima ! mana mungkin setelah sekian lama baru sekarang ada penyusup ?! penjagaan Clan-mu 'kan kuat !" Seru Aomine.
"Aku tahu ! tapi Clan-ku hanyalah mengawasi, seharusnya itu adalah dari Clan Kise, nanodayo !" Seru Midorima.
"Uuh.. aku juga tidak mengerti, Midorimacchi. Seharusnya Clan-ku sudah membekuk penyusup itu-ssu !" ujar Kise.
"Aka-chin~ apakah kau mengetahui sesuatu ?" tanya Murasakibara.
"Tidak. Kuromo sepertinya belum di beritahu apa-apa oleh tim inti." Jelas Akashi.
"L-Lalu, yang tadi itu apa-ssu ?!" Seru Kise panik. Lalu dibelakang mereka dari kejauhan terlihat seorang pemuda berseragam oranye-hijau dengan poni terbelah.
"Shin-chan !" Serunya yang berlari kearah GoM.
"Takao ! Ada Apa ?! kenapa kau terburu-buru seperti itu ?!" tanya Midorima begitu Takao sudah sampai di tempat mereka.
"Takahiro-san baru saja mendapatkan gambar mencurigakan yang muncul beberapa saat di atas kota Kyoto !" jelasnya seraya memberikan sebuah amplop putih.
Midorima pun menerima amplop itu dan dengan hati-hati ia membuka sampul penutupnya. Ia pun menarik keluar beberapa lembar kertas yang memiliki gambar disana. Mata Midorima membelalak begitu melihat foto itu.
"I-Ini..!" Serunya. Membuat beberapa orang di sekitarnya ikut khawatir.
"Ada apa, Midorimacchi ?" tanya Kise.
Midorima pun dengan enggan memberikan foto itu kepada Kise. Lalu reaksi yang sama pun terlihat diwajah Kise. Merasa ada yang ganjal, Aomine pun mendekati Kise, begitu juga dengan Murasakibara.
"S-Sosok ini !" Seru Aomine juga.
Lalu Akashi pun mengambil foto itu di tangan Kise dan menatapnya.
"Apakah sosok ini baru saja muncul ?" tanya Akashi kepada Takao. Takao pun mengangguk.
"Ya. Ia muncul di berbagai tempat dengan kecepatan yang luar biasa cepat. Bahkan Clan Ular pun susah membekuknya." Jelas Takao.
"A-Apa ?" Ucap Aomine dan Midorima secara bersamaan.
"Sungguh aneh-ssu." Ucap Kise.
"Kalau begitu, lebih baik kita segera berkumpul di markas. Segera, ini perintah. Aku yakin disana juga ada Taiga dan Tetsuya. Kita harus memberitahukannya." Ujar Akashi. Dan kelima orang di hadapan Akashi pun mengangguk, lalu mereka pun berjalan menuju markas GoM.
Sementara itu dimarkas itu tersendiri…
"Bwaah ! Kenyang sekali !" Ucap Kagami seraya menyimpan mangkuk di atas meja persegi di hadapannya.
Selanjutnya kagami pun mengumpulkan beberapa peralatan makan yang berada di meja dan memindahkannya ke bak cuci piring. Ia pun mencuci piring itu, mengetahui ia masih baru, tidak ada salahnya 'kan membantu ?
Setelahnya, Kagami segera kembali duduk dengan manis di dekat meja makan. Menunggu siapapun untuk datang ketempatnya.
"Ugh… sepi sekali… kira-kira Kuroko sedang apa ya ?" tanyanya entah kepada siapa.
Lalu, disisi lain kota Kyoto…
"A-Ampun ! Kumohon ! Kasihani-lah nyawaku !" Seru seorang pria paruh baya yang sudah berjalan mundur dihadapan seorang yang wajahnya bahkan tidak terlihat itu.
Ia semakin mundur hingga akhirnya ia terpojok. Saking ketakutan dirinya, ia sampai terjatuh dan tidak dapat bangun kembali. Ia menatapi sosok dengan iris azure yang memiliki kilatan ungu tajam yang membunuh. Dapat terlihat bahwa beberapa orang tergeletak beberapa meter di belakang sosok itu. berdarah dan tak bernyawa. Lalu disaat yang selanjutnya, sosok itu mengangkat tangan kanannya yang memegang sebuah tombak berlumur darah di genggamannya. Matanya yang memancarkan kebencian dan ketidak-kasihanan terhadap pria paruh baya itu masih dengan lekat menatap-nya yang siap menjadi mangsa-nya.
"Maaf, tapi aku tidak dapat mengasihani orang yang membuat orang lain menderita." Ucap sosok itu seraya mengayunkan tangan-nya yang memegang tombak kearah pria itu.
"AAARGH !" dan disaat itulah suara teriakan terdengar dengan sangat nyaring.
To Be Continued…
Hohoho... Minnacchan ! saya minta maaf karena Update terlalu lama.. bahkan melencengkan Deadline... #hiks...
Yah, maaf, saya sekarang tidak dapat berkata banyak. tapi jika Minnacchan suka, saya senang !
Happy New Year 2014 !
GoM + Seirin : Happy New Year !
Semoga Besok/Tahun Depan, Kita menjadi Pribadi yang lebih baik dari yang kemarin !
NEXT CHAPTER :: Chapter 5 : Shadow
Keep Reading-Keep Waiting For The Next Chapter ! See ya !
Mind To RxR ? X3
