Disclaimer :ceritanya punya saya,cast punya Tuhan,SMentertaiment,dan orang tua mereka,khusus taoris punya saya #plak#digebuk taoris shipper

Main Cast : TaoRis, KaiSoo, BaekYeol, SiBum, HunHan, ETC

New Cast : Jung Soo Jung A.k.a Krystal As Oh Soojung [F(X)]

Oh Sehun

Cameo : Seo Joohyun/ Seohyun (SNSD)

Summary : masih ingatkah kau saat pertama kali kita bertemu? Tanpa saling mengenal tetapi ingin mengetahui satu sama lainnya

Chapter : 3 of ?

Genre : Romance, Humor, Hurt/comfort

Warning : Yaoi / sounen-ai, pertukaran marga , Mpreg..

Rated : T (suatu saat bisa berubah-ubah)

.

.

.

.

.

.

I'll show you (보여줄게):

Jam sudah menunjukan pukul 08.48 KST, di sini lah mereka. di sekolah tercinta yang telah di sulap menjadi surga satu malam –oleh Kris- , di sini lah para remaja berkumpul dengan baju mewah mereka dan perhiasan yang berkilau.

Terlihat Tao dan rombongannya sedang berdiri di area parkiran, semuanya memandangi Tao.

"Tao berhenti berdoa seperti itu, kita mau berpesta bukan mau ke gereja" Ucap Baekhyun sambil memutar bola mata nya lucu.

"Hahaha biarkan saja dia berdoa, berdoa itu kan pekerjaan yang mulia. iya kan Hyung?" tatap Kibum pada Siwon dengan suara lembut yang sulit di artikan, Baekhyun merinding melihat itu. sedangkan Siwon hanya tersenyum dan itu sukses membuat Kibum mau pingsan.

"Bisa kita masuk sekarang? Sepertinya mereka tak akan memulai acara jika tak ada Tao di sana,sudah hampir jam 9" ucap Kyungsoo mengingatkan dan Jongin lagi-lagi mencuri pandang pada namja manis yang baru di kenal nya beberapa saat lalu.

"Huft….. eummmm Kajja!" Setelah menghela nafas panjang Tao pun membulatkan tekatnya untuk masuk, Yang lain pun mengikuti. Mereka pun beriringan masuk, melewati pintu utama taman sekolah… dan…

Semua terpana, ini kah surga satu malam yang di ciptakan Kris…Ehh Bukan, ciptaan orang suruhan Kris lebih tepatnya. Lihatlah kerlap kerlip lampu di mana-mana, berjuta balon bergelantungan menghiasi langit membentuk sebuah teduhan –atap-.

Rerumputan telah tertutupi oleh kelopak-kelopak bunga yang bewarna-warni. Oh ayolah, bunga-bunga ini terlalu indah untuk di injak. Seluruh bunga berwarna-warni sekitar 23 warna, kelopak berasal dari jenis yang berbeda sehingga menciptakan keharuman yang susah untuk di tebak.

Oh jangan lupakan lilin-lilin yang berjejer di sepanjang jalan, membentuk alur-alur. ini bukan lilin biasa ternyata, jika kita berjalan mengitari jalan-jalan yang di bentuk dari lilin ini, maka akan tercium wewangian yang berbeda setiap 3 meter sekali. Bisa di pastikan ini lilin dengan aroma yang menenangkan jiwa. Bukan lilin aroma terapi, ini berbeda. ini lebih menenang kan dan mewah..

Dan lihat… di sana, di tengah taman ada sebuah altar yang sangat indah seperti altar pernikahan. Nuansa nya Serba putih, sangat indah hingga susah mendeskripsikannya –bayangkan saja sebuah altar pernikahan, yang sangat mewah tentunya-.

"Omo ini wangi coklat eoh? sangat manis, sepertinya dari lilin-lilin ini" Ucap Luhan Kagum sambil memandangi lilin lilin di sepanjang jalan.

"Wah ini sangat-sangat indah, lihat itu! Altar! Tempat yang menjadi impian semua orang" ucap Kyungsoo dengan nada kagum dan terus saja memandang penuh kagum pada altar itu. Jongin lagi-lagi memandang Kyungsoo. Pandangan lekat pada pujaan hatinya, Bisa iya menyebutkan Kyungsoo pujaan hati nya? ya memang benar, sepertinya Jongin sedang terkena gejala jatuh cinta di usia nya yang tak lagi muda namun tak cukup tua untuk di katakan tua.

Hati nya sering berdebar jika memandang Kyungsoo, ia bahkan tak menyadari bahwa ia sudah mencuri panda pada Kyungsoo lebih dari seratus kali sejak mereka bertemu. Ia merasa aneh jika tak mencuri pandang pada Kyungsoo, setiap lima menit sekali. Dan ia selalu salah tingkah jika Kyungsoo menatapnya. Wah Wah Jongin serasa menjadi anak 17 tahun sekarang.

" Baiklah! semua berpisah di sini, mari bersenang-senang! dan kau Baby Panda! cari lah pangeran mu, arra? Kajja semua.." Setelah Kibum memberi intruksi semua berpencar, menikmati kebahagiaanya masing-masing..

Seperti si kembar Kim Sekarang ini, mereka berdua bergandengan dan tangan satunya lagi mengandeng Appa dan "Eomma" nya di masing-masing sisi (jika di bayangkan kira-kira seperti ini. Kyungsoo, Minhyun, Minhyuk dan Jongin, mereka berjalan dengan tenang saling bergandengan) sehingga terlihatlah sebuah keluarga kecil yang bahagia di sini, Kyungsoo dan Jongin sibuk melayani si kembar yang berlari ke sana dan kemari untuk mengambil dan memakan berbagai jenis cake yang tersaji di meja hidangan…

Lain hal nya dengan pasangan Siwon dan Kibum, mereka duduk di taman satunya lagi –taman sebelah utara- . Di sini sepi, sangat sepi. Namun tak menakutkan karena taman ini juga sudah di sulap menjadi surga satu malam, karena ini bukan taman utama –tempat di adakannya pesta- jadi taman ini sepi. Mungkin ini di siapkan bagi orang-orang yang ingin "bersenang-senang"… Muahahaa –silahkan artikan sendiri ya reader-

Siwon terus menatap langit dan Kibum terus menatap pria yang berada di samping nya itu. Ohh poor Kibum, pujaan hatinya ini terlalu lugu. dia tak menyadari sinyal-sinyal yang di kirimkan Kibum padanya, sinyal- sinyal yang sering di sebut "Cinta"..

"Hyung… ku rasa langit akan berlubang jika kau pandangi terus?" Ucap Kibum membuka perbincangan di antara mereka.

"Bulannya sangat indah.." Siwon masih enggan memalingkan wajahnya dari bulan yang indah –menurutnya- .

" Benarkah?" Kibum ikut memandang bulan itu, namun sekeras apa pun ia mencoba bulan di atas sana tetap saja terasa biasa bagi nya.

.

.

.

.

Baekhyun dan Luhan duduk di sebuah kursi di tengah taman yang terlihat sangat ramai , mereka hanya memandangi puluhan atau mungkin ratusan pasangan yang sedang memamerkan kemesraan mereka.

"Aishh membosankan… aku akan segera kembali" Baekhyun berdiri dan menjauh dari kursi itu.

"Hei… mau kemana eoh?! Jangan meninggalkan Aku sendiri" Ucap Luhan frustasi.

"Aku ke Toilet dulu… tunggu lah… jangan manja!" teriak Baekhyun yang terus menjauh sambil mempoutkan bibirnya lucu menuju toilet. Luhan yang di tinggal pun menjadi semakin kesal. akhirnya dia berdiri dan mendekati meja khusus makanan.

"Omo, kyeopta… semua cakenya cute" Luhan dengan semangat memandangi cake-cake itu, ia terlalu bingung memilih yang mana yang akan ia makan. Semua terlihat sangat yummy di matanya karena Luhan adalah pencinta sesuatu yang manis.. Baik makanan, Aksesoris, mau pun seseorang yang akan menjadi pendampingnya nanti. Hahaha ayolah Luhan… zaman sekarang mana ada Seme yang cute…

Saat itu seorang namja dan yeoja juga mendekati meja khusus makanan itu..

" Nah, di sini. berdirilah disini, jangan bergerak kemana pun! Arra?! kau menyusahkan saja... tapi tak apa, jika tidak ada kau maka aku tak akan bisa keluar dan bersenang-senang di sini" yeoja itu berbicara panjang lebar, namja itu hanya diam. wajahnya sangat datar, ekspresi nya terlihat sangat dingin dan datar.

"Hei! Oh Sehun, kau dengar apa yang aku ucapkan tadi? Kenapa diam saja? Sudah bisu Ya?!" teriak Yeoja tadi untuk kesekian kali nya.

"Arraseo Oh Soojung.. aku akan diam di sini, sudah puas? Pergilah" ucap Sehun –namja berwajah datar tadi- dengan nada yang sangat dingin, mendengar itu Soojung –yeoja kasar tadi- hanya berdecak pelan dan berlalu pergi meninggalkan Sehun.. di meja khusus makanan ini lumayan ramai, Sehun akan mundur beberapa langkah saat tubuhnya di tabrak orang-orang -yang berlalu lalang atau pun ingin mengambil makanan- tanpa berkomentar sedikit pun. ia terlalu malas untuk memarahi orang-orang yang menabraknya.

Terus mundur, terus.. dan terus hingga… ia menabrak Luhan dan Luhan terjatuh dengan butt yang berhasil mendarat dengan kerasnya.

"Akhhh ahhhh appo!" Luhan mengaduh , ia berdiri dan mengelus pelan butt nya. ia menatap tajam pada pria yang sudah mengangu ritualnya memandangi cake –cake lucu dan mengiurkan untuk di makannya. namun apa? Pria itu terus menatap lurus dengan wajahnya yang innocent, tanpa mau menatap orang yang sudah ia tabrak.

"Ya..! punya mata tidak? Merasa tak bersalah eumm?! Sudah menabrak bukannya meminta maaf, ck.. menyebalkan!" Luhan meledak seperti gunung berapi dan dia terus mengerucutkan bibirnya lucu, Sehun menatap Luhan, wajahnya masih saja datar..

" Aku punya mata… Aku hanya tidak melihat tadi, mian" balas Sehun singkat dan terdengar sangat dingin, mendengar itu Luhan pun berlalu dari situ sambil menghentak-hentakan kaki. kembali menuju tempat duduknya tadi.

.

.

.

.

Tao masih berdiam diri sedari tadi, di tempat awal dia berpisah dengan teman-temannya. matanya masih sibuk bergerak ke kiri dan kanan mencari sosok Kris, pujaannya. Orang yang sangat iya sayangi, orang yang membuatnya susah tidur setiap malam, orang yang membuatnya tak bisa berbicara dengan perasaan tenang, orang yang selalu membuat nya menjadi seorang penurut , orang yang membuatnya lupa bagaimana rasanya di bully, dan orang yang slalu mengandengnya kemanapun dengan perasaan nyaman.

Terlepas dari fantasinya, sebuah tangan yang kekar melingkar di pinggang rampingnya. hembusan nafas yang terasa sangat hangat terasa di tengkuk nya.

" Mencari ku baby? here I am…" Kris… Pria yang ia cari sedari tadi, memeluknya makin erat. tak sadarkah Kris, Tao mau mati saat ini juga. lihatlah, pose ini sangat erotis baginya…

"Baby… jangan seperti ini.. tak enak jika mereka melihatnya" Ucap Tao sambil berusaha melepaskan dekapan intim itu.

"Tak apa, my Baby Tao. biar mereka tau jika kita saling mencintai" Kris terus berbisik dengan nada seduktif di kuping Tao, mencium singkat daun telinga Tao.

"Ayo ikut aku" lanjut Kris kemudian… mereka berjalan dengan lenggangnya. menuju altar di temani tatap mata semua orang. sesampainya di atas altar, Kris mulai berbicara panjang lebar….

.

.

.

.

.

Acara pun di mulai…setalah Kris berbicara satu jam lebih, entah apa yang iya bicarakan yang pasti semua orang mendengarkan Kris. Jika Sang pangeran sekolah berbicara, tentu rakyanya –murid-murid di sekolah- akan mendengarkannya.

Bermacam ragam perlombaan di mulai, perlombaan untuk pasangan yang hadir. yang menang mendapatkan hadiah yang sangat-sangat mengiurkan. sehingga semua berlomba-lomba untuk menang…

Malam ini sungguh sangat menyenangkan, senyuman ada di sepanjang acara. tawa bahagia, sorakan meriah ada di setiap sesi acara. Dan keromantisan yang begitu kental bagi setiap pasangan… Ohhh author harap malam ini tak akan berakhir.

Kalian tau satu hal yang menarik? Kim Jongin dan Kyungsoo memenangkan sebuah perlombaan, berkat paksaan si kembar Kim. Perlombahan terakhir dari semua perlombaan, perlombaan yang di beri nama "Family Capture".

Perlombaan yang menarik sebenarnya, dalam perlombaan ini para peserta di sediakan berbagai kostum, pernak pernik, dan segala kebutuhan yang di perlukan. para kontestan hanya perlu berpose senatural dan semenarik mungkin. mereka akan berpose di sebuah panggung yang terbuat dari LCD, yang bisa di ubah background nya menjadi tempat apapun yang di inginkan, ada dua tema dalam perlombaan ini. Yang pertama tema Pengantin baru dan yang kedua bertemakan keluarga harmonis. kebanyakan para peserta mengambil tema pengantin baru, mereka akan menunjukan kemesraan versi masing-masing. Di mulai dari pelukan mesra, berciuman dengan lumatan-lumatan kasih sayang, hingga pose yang sedikit erotis. Dan itu berhasil membuat Jongin dan Kyungsoo berulang kali harus menutup mata "anak-anak" mereka.

Saat itu lah si kembar Kim meminta Appa dan "Eomma" nya untuk berpartisipasi. Mereka ingin berfoto dengan Eomma baru mereka. itu alasan mereka saat itu, terpaksalah Jongin menuruti permintaan anaknya demi keamanan acara. dia tak ingin melihat taman yang di sebut surga satu malam ini berubah menjadi neraka satu malam. lagi pula foto untuk kenang-kenangan dengan si dia –Kyungsoo- tak ada salahnya, mungkin saja di lain waktu ia tak akan bertemu lagi, siapa yang tau kan?

Mau tau bagaimana pose mereka? Baiklah.. hayalkan baik-baik ya…

Kyungsoo mengunakan kaos putih biasa, mengunakan celana yang… ehem.. sedikit pendek. Eh Bukan, Bukan agak tetapi memang pendek. Ya, Celana pendek sepaha berwarna putih yang membuat semua Seme dan Fans Kyungsoo di situ kelaparan. Mengingat Kyungsoo salah satu uke cantik yang jarang mengekspos tubuhnya untuk dapat kelihatan seksi dan itu berhasil membuat Jongin menjerit dalam hatinya. Tapi dia hanya diam, dia tipe orang yang dewasa. tetapi walaupun ia orang yang dewasa, tetap saja ia ingin sekali menarik Kyungsoo dan menyelimutinya dengan selimut tebal hingga yang terlihat hanya wajahnya saja. Namun ia tak bisa melakukan itu, mengingat baju itu pilihan anaknya –Minhyun yang sangat mudah menangis jika permintaannya tak dituruti- terpaksalah ia mengalah.

Jongin dengan kemeja putihnya yang tak di kancing, menampakan Chocolate abs dan tubuh nya yang begitu menawan. Tak sedikit orang yang menjerit melihat tubuh Jongin, di tambah dengan tubuh nya yang berwarna Tan eksotis (eksotis itu hitam berkilau, hitam seksi seperti itu lah kurang lebih). Otot-ototnya yang sempurna membuat para Yeoja dan Uke di sana meleleh, ia mengunakan celana putih selutut.

Sedangkan si kembar Kim hanya mengunakan baju kasual dengan model yang sama namun berbeda warna, biru untuk Minhyuk dan pink untuk Minhyun. Mereka sungguh imut, terlebih Minhyun dengan poni dan rambut nya yang di kuncir. Membuat semua orang yang melihat ingin menculik mereka berdua.

Mereka pun memilih background pantai. mereka duduk di atas sebuah hamparan pasir dengan alas kain yang entah berbahan apa yang pasti sangat lembut, Jongin sangat gugup begitu juga dengan Kyungsoo. Hingga mereka kesusahan mencari pose dan bergaya dengan senatural mungkin, Di tambah kemesraan itu harus di saksikan banyak orang. Si kembar Kim diam melihat hal itu, mereka pun berunding dan membuat sebuah rencana yang begitu evil.

Setelah itu mereka mendekati Appa dan "Eomma" nya..

"Appa, tidurlah di pangkuan eomma" Minhyun meminta itu dengan wajah polosnya.

" Tapi chagi -… eh?" Jongin hendak menolak namun kata-kata Jongin berhenti saat melihat Minhyun yang bersiap menangis karena permintaannya tidak di turuti.

"Hah… arraseo… arraseo" Jongin pun menatap Kyungsoo.

"Bolehkah Kyungsoo sshi?" Lanjutnya setelah itu

"Gwaenchana Hyung.. silahkan.." Wajah Jongin sungguh– sungguh merah sekarang… Jongin pun berbaring pada pangkuaan Kyungsoo.

"Eomma… belai rambut Appa ne… jebal.." Minhyuk tiba-tiba meminta dengan aegyonya…

"E-eh? A-arraseo" Kyungsoo pun membelai lembut rambut Jongin. melihat itu Minhyuk berlari mendekati Appanya, ia tau kebiasaan Appanya jika ia –Minhyuk- memukul perut Appanya. maka Appa nya akan mengendongnya seperti pesawat ke arah langit-langit. maka dari itu, ia mendekati Appanya dan memukul perut sexy Appanya.

"Eh? Minhyuk!… sudah mulai nakal eoh? Berani–beraninya, sini.. Rasakan ini" dengan tawaan Jongin mulai mengelitiki anaknya dan mengangkatnya seperti pesawat. melihat itu Kyungsoo tersenyum lembut, namun tiba-tiba Minhyun memeluk leher Kyungsoo dan mencium pipi Kyungsoo walau dengan sedikit kesusahan. mengingat tubuh Minhyun yang pendek, ia pun menjinjitkan kakinya. Dan saat itu lah sang photographer memotret momen itu.

foto yang di ambil berhasil menang juara 1 karena kenaturalan dan keharmonisan yang terlihat. bisa bayangkan? Jongin tidur di pangkuan Kyungsoo ia mengangkat Minhyuk ke langi-langit seperti pesawat, Kyungsoo membelai Jongin, dan Leher Kyungsoo di peluk oleh Minhyun dan Minhyun mencium pipi kyungsoo. Yang terpenting… mereka semua tersenyum bahagia…

Wah wah sungguh harmonis… dan natural kan? kalian tau apa hadiahnya? Paket liburan keluarga ke pulau jeju selama tiga hari penuh. semua yang di butuhkan selama perjalanan dan liburan,semua itu akan tanggung oleh Kris –sebagai orang yang membuat acara-.

Dengan berakhirnya semua perlombaan maka acara dansa pun di mulai, music klasik pun mengalun di udara. semua pasangan sekarang mulai berdansa, ohhh tidak- tidak.. tidak semua ternyata… Siwon dan Kibum masih betah menatap ke arah bulan.. Changmin sibuk dengan makanan-makanan nya, Lay sibuk melihat jam tangan nya.

"Kemana Suho ? Acara bahkan mau selesai, kenapa dia belum datang juga, aishhhh anak itu" Lay terus mengerutu kesal.

Luhan dan Baekhyun masih duduk di tempat awal mereka, masih memandangi ratusan pasangan berdansa dengan romantisnya. oh mereka mulai menyesal sekarang, kenapa mereka harus menolak di carikan pasangan oleh Kibum. lihatlah Kyungsoo dan Jongin berdansa sambil mengendong si kembar Kim yang sudah tertidur..

"Mian Kyungsoo sshi, mereka menyusahkan mu hari ini. Tapi tiga hari di jeju nanti pasti akan lebih berat lagi. emmm kita jadi kan ke jeju bersama?" Tanya Jongin ragu, ia takut Kyungsoo tak berniat pergi ke jeju dengan nya.

"Eh? Anniyo.. gwaenchana, aku menyukai mereka. mereka sungguh lucu, eumm? Tentu… paket liburannya kan masih lama, kira-kira saat liburan semester nanti.. jadi kita bisa pergi bersama" Kyungsoo tersenyum lembut, setelah itu tak ada satupun di antara mereka yang berniat melanjutkan perbincangan mereka.

Kita lihat bagaimana keadaan Prince dan Princess kita malam ini, wah wah mereka sungguh mesra eoh? Lihatlah, Tao menyandarkan kepalanya di dada bidang Kris. Kedua tangannya pun begitu, tersender lembut di dada Kris. Sedangkan Kris memeluk erat pingang ramping Tao..

"Baby panda" panggil Kris lembut

"Eum?" balas Tao Seadanya.

"Bagaimana jika seseorang mengambil ku darimu?" Mendengar itu Tao pun menatap Kris, ia mulai melingkarkan tangannya dengan ragu-ragu pada leher jenjang Kris. memeluk nya dengan erat.

" Maka Tao akan mengambil kembali Kris dari orang itu" dengan antusiasnya Tao berkata sambil lebih memperdalam kepalanya pada dada bidang Kris. tanpa Tao sadari Kris tersenyum penuh arti, Senyuman yang lebih menjurus pada seringaian jahat.

.

.

.

Seorang pria mendekati tempat duduk Luhan dan Baekhyun..

"Aku duduk di sini ya, acara ini begitu membosankan" Pria itu duduk tanpa persetujuan terlebih dahulu, Luhan tak masalah dengan itu. ia masih enggan memalingkan wajahnya dari orang-orang yang berdansa, namun berbeda dengan Baekhyun. ia terus menatap tajam pria itu.

"Hei Tiang, Kau mabuk ya? Bau sekali alkohol… Kau masih di bawah umurkan kenapa mabuk mabukan eoh?" Cibir Baekhyun sambil menutupi hidung nya.

"Bacon, bisa kah kau diam. aku tau kau itu cerewet mengalahkan rapper yang sedang ngerap. tapi kali ini diamlah, aku tak mabuk berat. hanya sedikit mabuk" balas Chanyeol dengan logat orang yang sedang mabuk.

"Bacon kata mu? Dari mana kau dapat ejekan jelek seperti itu eoh? Dasar Namsa Tower" cerocos Baekhyun mulai naik darah, Baekhyun ingin meluapkan amarahnya lebih lagi. namun Chanyeol menutup mulut Baekhyun dengan jari telunjuk nya…

"Shtttt…. Kau akan lebih cantik jika diam, sebenarnya kau benar-benar menyukai ku atau tidak sih. atau gossip di kalangan fans ku slama ini salah? Sepertinya memang salah, kau selalu jutek pada ku, sebenarnya apa sih salah ku pada mu" Chanyeol mengatakan itu tanpa sadar, ia menutup mata dan mendongak wajahnya. Baekhyun terdiam , ia menundukan wajahnya menatap ke hamparan kelopak bunga yang di injaknya.

.

.

.

Kibum mulai gerah, oh ayolah siapa yang tak gerah duduk diam dan memandang bulan selama 3 jam, tanpa ada obrolam kecil atau mungkin sekedar basa basi…

"Hyung, apa bulan itu lebih indah dari ku untuk di pandang?" Kibum berusaha melontarkan candaan.

"…" Siwon tak menjawab.

"Hyung.. ayolah, sepolos itu kah kau? Apa kau tak menyadari aku mencintai mu sejak dulu, tak terlihatkah aku di mata mu?" Kibum mulai menundukan wajahnya… suaranya sedikit begetar, dan saat itu Siwon menatap ke arah Kibum..

"Bunny Bunny Bum, aku…-" belum sempat menyelesaikan kata-katanya, seseorang di atas altar tepatnya di taman utama –tempat dilakukan acara- telah menyela terlebih dahulu..

"Di mana sorakan kalian…? Kiss in the dark akan di mulai, bersenang-senanglah" itulah kira-kira yang dikatakan seseorang di atas altar itu. semuanya jadi gaduh, semua Namja dan Seme mulai bersorak, sedangkan para Yeoja dan para Uke sudah memerah padam.

Jongin menatap Kyungsoo yang memerah padam sambil menundukan wajah nya

"eh, ada acara seperti ini eoh? tak apakah Kyungsooo jika…. Kita eummm" Tanya Jongin memastikan dengan wajah ragunya.

"I-ini adalah first kiss ku… eummm jika memang harus di lakukan… eummm.. gwaenchanayo" jawab Kyungsoo ragu ragu.

"Sungguh? Tak apa kah?" Tanya Jongin sekali lagi memastikan, Kyungsoo hanya menganguk pelan tanda setuju. setelah itu Jongin menarik nafas panjang, ia sangat gugup. bahkan lebih gugup dari pada saat menikah dulu, berdiri di atas altar dan disaksikan banyak orang. OHh God dengarlah bahkan dentuman jantungnya sampai terdengar oleh author… kalian bisa mendengarkannya juga readers?

Kris melepas pelukannya dari Tao, dia mundur beberapa langkah ke belakang

"K-kris, wae?" tanya Tao bingung.

"Karena pertempuran akan di mulai sebentar lagi, are you ready?" Ucap seseorang yang entah sejak kapan sudah ada di samping Tao. Tao menatap orang itu dan matanya mulai melebar..

" O-Oh So-Soojung? apa maksud mu?" Tanya Tao terkejut.

"Masih kurang jelas nerdy? Kita akan bertarung, mendapatkan Kris… kau tau aku menyatakan cintaku pada Kris tadi pagi, dia berkata kalau ia sudah bersama mu saat ini. tapi… dia akan menerima ku jika aku berhasil merebutnya dari mu" Soojung tersenyum dengan sangat mengerikan, Tao memandang Kris dengan mata melebar.

" K-kris… mengapa begini" suara Tao melemah, ia menundukan wajahnya.

" Baby… kau bilang kau akan merebutku kembali jika ada yang merebutku darimu. bukti kan baby, lalu kita lihat siapa yang menang dan siapa yang kalah. siapa yang kalah maka akan di hukum" Kris tersenyum dengan lembutnya, senyuman yang sulit di artikan.

Siwon masih menatap Kibum yang menunduk, ia masih bingung. tak tau harus berkata apa setelah kata-katanya di sela oleh seseorang di altar tadi, pikirannya jadi buyar.

"Bummie~"mendengar namanya di sebut ia pun memalingkan wajahnya pada Siwon, dan betapa terkejutnya ia saat melihat Siwon mendekatkan wajahnya pada wajahnya.

"H-hyung…" Kibum tergagap tak sanggup berkata apa pun.

"Baekhyun kajja pergi, aishh membosankan" oceh Luhan sambil berlalu menjauh dari kursi yang ia dan Baekhyun duduki. ia tak sadar bahwa Baekhyun sedang termenung dan menundukan wajahnya ke bawah. menatap hamparan kelopak yang di injaknya dan tak mendengarkan peringatan darinya. Luhan terus berjalan, namun….

TRAP…TRAP…TRAP…

Lampu padam, Luhan tak dapat melihat apa pun. suara music yang sangat indah mengalun saat itu juga, semua mulai berciuman…

"K-kyungsoo, eummm Maaf sebelum nya, harus mengambil sesuatu yang berharga untuk mu" setelah berbisik Jongin pun mulai mendekatkan wajahnya pada Kyungsoo…

Menyadari lampu padam Tao pun segera mengambil langkah, ia mendorong Soojung yang ada di sampingnya hingga terjatuh dan kesempatan itu Tao gunakan untuk berjalan sambil meraba-raba sekelilingnya karena memang keadaanya sangat gelap

"Arghhhh berani kau nerdy" Soojung pun naik darah dan mengunakan kakinya memutar tak tentu arah, berharap mengenai kaki Tao dan ia terjatuh. benar saja kakinya mengenai kaki Tao dan Tao terjatuh. kepalanya membentur lantai altar dengan sangat keras, Soojung pun berdiri dan lagi-lagi menendang kesembarang arah dan itu berhasil mengenai dada dan perut Tao

"Akhhh.. Appo!" ringis Tao yang menahan sakit.

"Rasakan nerd… dasar tidak tau diri!" sekarang giliran Soojung yang meraba-raba , berusaha menemukan Kris. hampir… ia hampir sampai ke tempat Kris. namun dengan sekuat tenaga Tao berdiri, mengacuh rasa sakit yang bersarang di tubuh. berlari dan menolak Soojung sekuat tenaga, Akibatnya Soojung jatuh tak jauh dari Kris. Tao pun berlari sekuat tenaga dan berhasil memeluk Kris… namun…

DRAP…!

"Aishhh… kenapa begini eoh? Menyebalkan, bagaimana bisa aku pergi dari sini, ck" Luhan terus mengerutu sambil meraba-raba sekitarnya, ia tergelincir…

"Kyaaaaa… eummmmmm" ia terjaruh, namun…namun apa ini… tubuhnya tidak merasakan sakit, malah dia merasakan sesuatu di sekitar bibirnya. sesuatu yang terasa lembut dan manis, lebih manis dari cake yang dia makan tadi. tanpa sadar ia mulai melumat itu.

Baekhyun tersadar dari lamunannya, ia memandang kesekelilingnya, gelap… ya… sungguh gelap..

"L-Luhan-ie… aishhh kenapa gelap begini?" dengan sedikit ketakutaan ia berdiri dan hendak beranjak dari situ, namun sesuatu menahanya. menariknya dengan kasar… sekarang ia dapat merasakan sesuatu menerpa wajahnya, begitu hangat namun… aromanya sedikit berbeda… seperti aroma… alcohol…

Lampu menyala semua orang membuka matanya, mereka malu—malu, semua wajah memerah sekarang..

"Hahaha… Appa geli…. Berhenti memakan pipi Hyuk" mendengar anaknya tertawa Jongin membuka matanya, bertapa terkejutnya ia saat ini ia sedang melumat pipi anaknya –Minhyuk- pantas saja tak ada perlawanan sama sekali saat ia melumat tadi. ia memutuskan melihat Kyungsoo. sama halnya dengan Jongin, Kyungsoo sedang mencium pipi Minhyun tanpa melumat…Kyungsoo menutup matanya erat.

sepertinya si kembar Kim terbangun saat lampu mati tadi… dan Jongin serta Kyungsoo tak menyadari itu.. tak lama kemudian Kyungsoo pun membuka matanya, ekspresinya tak jauh beda dengan Jongin. wajahnya memerah padam, ia menatap jongin. lama mereka berpandangan, sampai akhirnya kedua nya tertawa.. membuat si kembar Kim bertanya-tanya dan saling berpandangan satu sama lain.

Kibum membuka matanya, jantungnya mau copot sekarang.. lihatlah… sekarang Siwon sedang mencium keningnya, ya… hanya kening.. namun itu cukup membuat jantungnya berdegup sangat kencang atau mungkin copot dan lari dari tempatnya.. tak lama kemudian Siwon melepas ciumannya pada kening Kibum. ia menatap Kibum, merapikan beberapa helai rambut kibum yang berantakan lalu tersenyum.

"Tak sopan bagi ku mencium bibir mu, itu hak kekasih mu atau seseorang yang akan kau nikahi nanti, maaf sudah lancang" kembali ia tersenyum membuat Kibum menunduk dan bersemu.

Luhan membuka matanya, beberapa detik kemudian ia mulai membulatkan matanya, lihatlah, sekarang ia sedang menimpa seseorang dan yang lebih parahnya lagi. mereka berciuman, dan orang ini adalah namja yang tadi menabraknya –Sehun-. pria dengan wajah dingin dan datar. menyadari posisi mereka sangat erotis untuk ukuran 'orang yang saling tak mengenal' Luhan pun bangkit dari posisiny. ia bersemu, ia sangat malu.

"M-mianhae… eummm mari ku bantu" Luhan mengulurkan tangannya, namun namja itu –Sehun- menduduki dirinya sendiri di tanah. ia memalingkan wajahnya, ia bersemu. Luhan hanya mengaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dan suasana hening menyelimuti mereka berdua..

Baekhyun membuka matanya, sepertinya ia mulai mabuk sekarang. mabuk akan sesuatu yang memanjakan bibirnya, sungguh lembut. meski sedikit terasa alkohol yang memuakan, namun ini tetap memabukkan. kalian tau? bahkan Chanyeol juga membuka matanya beberapa saat setelah Baekhyun membuka matanya. namun pria tinggi itu tak mau melepaskan ciuman memabukan ini, ia terus melumat dan menghisap lidah manis Baekhyun…

Lama Chanyeol melumatnya, setelah nafasnya habis dan membutuhkan oksigen, ia pun melepas tautan bibir mereka. mereka saling memalingkan wajah, wajah mereka bersemu saat ini, Chanyeol mengaruk tengkuknya dan Baekhyun menunduk sambil memegangi bibirnya.

Di sini sekarang Tao, terduduk di lantai altar memandang Kris dan Soojung yang sedang berciuman. saling bertukar saliva dan saling melumat dengan panasnya. nalarnya tak bisa mencerna ini semua, seharusnya… seharusnya ia yang sedang melumat bibir itu, bibir Kris. Namun, tadi ia di tolak. Ya, ia di tolak… tetapi… bukan ditolak oleh Soojung, ia yakin bukan Soojung yang menolaknya. karena jika Soojung yang menolaknya, maka tolakan akan terasa dari samping atau belakang, namun… tolakan itu berasal dari depan…ya.. dari depan.

Tolakan itu berasal dari…

"K-kris… W-waeyo?" ia menutup mulutnya dengan tangan, sesuatu di dadanya terasa sangat sesak. tangan yang satunya lagi meremas bajunya, ini begini kejam… ini tidak adil. bukan hanya Tao, semua shock melihat kemesraan Kris dan Soojung. Mereka berciuman dan saling bertukaran saliva… karena yang mereka tau, Kris itu kekasih dari Tao..

Kyungsoo, Luhan, dan Baekhyun juga ikut terkejut melihat hal itu dari tempat mereka masing-masing. Kris dan Soojung pun berhenti melakukan aksi mereka, Kris pun menyambar microphone yang ada di tengah altar.

"Kalian tau.. hari ini aku sangat kecewa, kekasih ku tak bisa mempertahankan ku untuk bersama dengannya. ia membiarkan orang lain mencium bibir ku, hina sekali eoh… tapi tak apa, karena selama ini aku tak mencintainya, aku berpura-pura menyukai nya. bodoh sekali kan dia, sungguh bodoh, Hahaha" Tawa penuh kemenangan berhasil keluar tanpa rasa bersalah dari bibir Kris.

Kris menatap Tao dengan pandangan remeh, Tao yang masih terduduk di tengah altar hanya bisa menunduk, dia tak sanggup lagi. ia merasa sesuatu menyayat hatinya dan seseorang menyiramkan lukanya dengan air garam. bahunya bergetar, ia berusaha menahan tangisnya. bahkan ini lebih sakit dari rasanya di bully selama ini, ini kah yang di sebut-sebut sakitnya mencintai ?

"Tak sadarkah kau? Dengan wajah mu, gaya mu dan tingkah laku mu? Tak akan ada orang yang mau mencintai mu. sungguh buruk rupa, memuakkan! bahkan dengan pengemis saja kau tidak pantas! Hahaha! Baiklah sesuai perjanjian, siapa yang kalah dalam pertarungan ini. Akan di hukum, kau harus di hukum… all… ready for punishment time…?" bersamaan dengan itu, banyak pelayan yang datang membawa keranjang yang berisi balon-balon. pelayan-pelayan tersebut membagikan balon-balon itu keseluruh orang yang hadir di pesta itu…

"Baiklah semua, ini sangat simple. jika aku mengucapkan fire… maka kalian harus melemparkan balon-balon itu padanya… mengerti…?" semua menjadi gaduh, mereka sangat senang dengan momen-momen seperti ini.

" Ready…!" Tanya Kris bersemangat.

Semua sudah siap-siap dengan kuda-kudanya, Kyungsoo hanya bisa diam… Minhyun sedang tertidur di pelukannya, ia ingin membantu. namun dia tak mungkin menolong Tao dengan Minhyun yang tertidur di pelukanya. begitu pula dengan Luhan, ia ingin berlari dan menolong Tao namun seseorang berbadan tegap menahannya. sepertinya semua telah di rencanakan oleh Kris. begitu pula Baekhyun, ia hendak menolong Tao. namun, tangannya di jerat sangat erat oleh Chanyeol…

"Mian Baekhyun, ini sudah tugas ku" ucap Chanyeol tanpa memandang Baekhyun yang mulai berkaca-kaca.

"M-mwo.. ja-jadi… hiks hiks brengsek kau Chanyeol..! lepaskan aku..!" Baekhyun sekeras mungkin meronta dalam jeratan Chanyeol, Air matanya Bahkan keluar.

Sedangkan Kibum dan Siwon tak menyadari kejadian ini, mereka tertidur pulas dengan posisi saling bertompangan kepala. lengkaplah penderitaan Tao malam ini, tak ada yang bisa menolongnya… Kris dan Soojung turun dari altar, Kris pun bersiap-siap untuk aba-aba selanjutnya.

"FIRE….!" Mendengar itu , semua orang mulai melempari Tao. Tao hanya diam, ia menutup matanya dan terus menunduk. sangat mengejutkan ternyata, isi dari balon-balon itu sangat beragam. ada yang berisi telur yang sudah busuk, air lumpur, air seni, makanan bekas, muntah manusia, dan air yang sudah di campur dengan tepung. semua balon-balon itu terus saja menghantam tubuh Tao yang mulai rapuh… ingin pingsan ia rasanya..

Bersamaan dengan itu Suho yang terlambat berlari dengan cepatnya menuju taman, ia bertanya-tanya saat melihat semua orang melempari seseorang yang entah siapa itu. yang jelas orang itu ada di atas altar sekarang, namun ia tepis pikirannya itu. karena Suho adalah orang yang cuek, jadi dia tak mau ambil pusing. ia pun berlari mendekati Lay setelah melihatnya dari kejauhan…

" Hey, ada apa ini.. sepertinya aku melewatkan sesuatu.. hosh hosh hosh" dengan nafas yang masih terengah, Suho pun bertanya pada Lay..

"Cih, dari mana saja eoh, acara sudah hampir selesai… tapi tak apalah.. yang terpenting kau tidak kelewatan acara utama kita" Ucap Lay sambil menunjuk ke arah altar.

"Eumm? Apa? Acara utama? Hosh hosh" Suho menatap ke arah altar, namun ia tak bisa melihat siapa yang ada di atas altar.

"Ya.. ini acara yang kita rencanakan saat pulang sekolah, ingat? Nah ini dia rencananya itu, semoga si buruk rupa itu sadar setelah di perlakukan seperti ini" Lay menyeringai seperti iblis. mendengar itu Suho langsung menegakkan badannya, emosinya tak terkendali…

"Mana Kris?! MANA…!" Suho membentak Lay sambil mencengkrang bahu Lay kuat, emosi Suho kini sudah sampai di batas akhir. Lay terdiam dan merasa kesakitan dalam waktu bersamaan… ia mulai ketakutan..

"I-itu.. dia ada di d-dekat altar" mendengar itu Suho segera berlari ke arah Kris, tanpa babibu Suho menghajari Kris tanpa ampun. Suho terus menendangi tubuh Kris, menginjak lengan Kris hingga Kris mengaduh seperti orang gila dan menghajari wajah Kris hingga wajahnya penuh lembam dan darah-darah segar mengalir dari luka-luka di wajah Kris. Kris tak mampu membalas itu semua karena ia di serang tiba-tiba, lagi pula Suho memang sangat ahli bela diri jadi wajar jika Kris tak bisa membalasnya. belum puas dengan itu Suho mulai menyeret Kris yang melemas ke atas altar, melemparnya ke sembarang arah…Suho meraih microphone dan mulai berbicara.

"SEMUA BERHENTI…! Atau tulang-tulang kalian akan patah…!" ucapan Suho barusan langsung bisa membuat seluruhnya diam, memandang takut pada Suho.

"Kalian tau siapa dia? Siapa si buruk rupa yang selalu kalian siksa dan selalu caci eoh?!" Teriakan Suho bahkan bisa membuat semua orang merinding.

Semua diam, semua masih setia menunggu kelanjutan dari kata-kata Suho barusan

"Dia adik ku…. Siapa yang berani menyiksa, menjelek-jelekan dia, menghina atau apapun itu, akan berurusan dengan ku…" emosi Suho sungguh sudah di luar batas sekarang.. semua terdiam, semua mulai menjatuhkan balon-balon mereka ke tanah. menurut 40 persen murid di sekolah Suho adalah member tertampan di grup Kris.. ia pria yang dingin, pendiam dan pintar. 40 persen itu lah yang menjadi fans Suho. 20 persen fans Kris, 10 persen fans Chanyeol, Changmin dan Lay. Dan 30 persen lagi, fans dari kelompok Kibum. Tak sedikit yang menjadi fans Suho juga menjadi Fans kelompok Kibum. jadi jangan heran banyak orang yang menurut dan patuh pada Suho.

Kris mungkin bisa menjadi pangeran sekolah dengan kekayaan dan sikap pemimpinannya, tapi jangan lupakan fakta bahwa Suho lebih banyak di gemari, lebih kaya dan lebih di segani dari pada Kris. hanya saja selama ini Suho tidak sombong dengan itu semua. Semua yang hadir mulai menundukan wajah mereka tak berani menatap ke arah altar. Lay melemas, lututnya terasa bergetar hebat. Bagaimana bisa Tao itu adik dari orang yang ia cintai…? ya benar, Lay mencintai Suho… sejak lama.. namun ia tak punya nyali untuk mengatakannya..

Kibum dan Siwon berlari menembus kerumunan orang-orang yang mulai menunduk.. mereka terbangun setelah mendengar teriakan-teriakan dari taman utama. jadi mereka berlari ke sini. Setelah berhasil menembus kerumunan tadi dan detik itu pula mereka terkejut melihat keadaan Tao yang begitu mengenaskan dan Suho yang sudah marah-marah pada semua orang yang hadir. Tanpa aba-aba Siwon naik ke atas altar dan memeluk adik kesayangannya itu dan menuntunnya turun menembus kerumunan orang-orang yang masih terdiam dan menunduk. Kibum dan yang lainnya menyusul Tao yang di bawa oleh Siwon..

Setelah itu Suho kembali berbalik dan menatap Kris tajam..

"Heuh, kau kira kau hebat eoh? Cih… Pangeran sekolah eoh? Kau kira kau bisa melakukan apa pun yang kau mau eoh? Tidak…! Ingat itu… kau bukan siapa-siapa… dan mulai sekarang aku keluar dari Kelompok gila mu..cih" setelah itu Suho pun ikut pulang menyusul Tao dan yang lain. Dan inilah akhir dari surga satu malam Kris, semuanya hancur. semuanya berubah menjadi neraka dan menit berikutnya semua yang hadir berbondong-bondong meninggalkan surga satu malam ini. mereka kembali ke rumah masing-masing.

.

.

.

.

.

Tao dan yang lainnya tiba kediaman keluarga Choi, semua maid sudah berbaris memanjang di sepanjang pekarangan rumah keluarga Choi. menunggu pulangnya sang Tuan, seorang kepala maid dengan nametag "Seo Joohyun" mendekati Siwon dan Tao yang baru saja turun dari mobilnya. ia terkejut dengan keadaan Tao yang begitu mengenaskan..

"Tuan besar dan Nyonya besar Choi akan pulang 3 bulan lagi jika tidak ada halangan, tadi Tuan besar mengabarkannya, apakah tuan lapar? apakah ada sesuatu yang di butuhkan?" perkataan Joohyun –kepala maid tadi- tidak di hiraukan oleh Siwon dan Tao. Mereka terus saja berjalan hingga berhenti di ruang tengah, tepatnya di depan sebuah cermin raksasa

" Tuan, ini adalah kiriman dari seseorang bernama Kris, cermin raksasa yang terbuat dari berlian dan krystal. cermin yang sempurna dan sangat mewah, kami memilih memajangnya di sini karena tempatnya sangat cocok untuk cermin ini. dan ada suratnya juga Tuan… igo tuan" Joohyun memberika surat itu pada Tao dan berlalu dari situ.

"H-hyung… bisa tinggalkan aku sendiri?" Pinta Tao dengan suara serak nya.

"Tapi baby…-" Siwon masih sangat khawatir.

"Jebal Hyung" pinta Tao sambil menundukan wajahnya dalam. Siwon pun mengangguk dan pergi ke luar –keluar rumah, tempat di mana Suho dan yang lainnya menunggu-. Tao mulai membuka surat itu, ia membacanya. Tak butuh waktu lama untuk membaca itu, Karena memang surat itu hanya terdiri dari satu kata 'BERKACALAH' . surat yang sangat-sangat singkat.. Tao mulai melihat refleksi nya pada cermin. seseorang yang jelek dan buruk rupa berdiri dengan rapuh di sana, itulah yang tercermin di sana. kemudian ia terduduk di lantai, lututnya melemah… tubuhnya bergetar hebat.

"Hiks… wae?... hiks.. WAE…..! WAE! ARRGHHHH….!" Tao mulai menangis dan meraung, ia menjerit sebisanya. semua –Kibum, Siwon, Suho dan yang lainnya- yang mendengarkannya bisa merasakan apa yang Tao rasakan. raungan itu bukan raungan kesedihan yang menyayat melainkan raungat putus asa…

.

.

.

.

Cahaya ceria sang surya menembus dari jendela kamar bernuansa hitam putih itu, seorang namja mengeliat kecil. sepertinya ia terganggu dengan cahaya yang menyilaukan yang menerpa wajahnya. ia pun mulai membuka matanya, memandang ke arah jendela kamarnya. matanya sedikit membengkak, sepertinya itu efek dari tangisan nya semalam..

Ia mulai bangkit, duduk di atas tempat tidur king sizenya yang nyaman. memandang ke arah teman-temannya yang masih tertidur dengan lelap di sofa, ada pula yang di atas karpet panda kesayangannya. ia masih ingat, semalaman mereka berusaha menenangkan dirinya –Tao- . ia tersenyum lemah, dan mulai menangis… tangisan haru. mengingat cinta mereka tulus selama ini.. mereka yang selalu menyayangi dan mencintai dirinya dengan sangat tulus..

Kibum, Luhan, dan Baekhyun tidur seperti biasanya.. mereka tidur dengan sangat anggun seperti putri kerajaan. ia turun dari tempat tidurnya, mendekat ke arah orang-orang yang masih bermimpi itu. ia tatap wajah-wajah malaikat itu, lama ia memandang orang-orang itu. kemudian ia palingkan wajahnya memandang kedua sosok namja yang tidur dengan sangat manly,bahkan saat tidur mereka kelihatan keren…

Siwon, Hyungnya yang sangat memanjakannya sejak kecil. Seorang Hyung yang tak bisa melihatnya menangis. lalu Suho... memang namja itu jarang berbicara dengannya, selalu dingin dan cuek pada siapa pun. namun yang ia tau, Suho adalah namja yang baik dan sangat menyayanginya. ia masih sangat ingat, dulu waktu kecil Suho selalu baik padanya dan semua berubah saat Suho naik ke sekolah menengah pertama. ia mulai dingin dan cuek, menjauh dari siapa pun. entah apa sebabnya, tak ada yang tau. Kedua namja itu tertidur dengan pulasnya. membuat air mata mengalir lagi dari mata panda Tao..mereka pasti kelelahan semalam menenangkan dirinya.

Lalu ia mengalihkan pandangannya lagi, pada namja berkulit gelap yang baru ia kenal dan kedua malaikat kecil yang berbaring di atas tubuh kekar pria itu.. pria yang sudah menikah dan memiliki dua malaikat yang sangat baik hati. Kim ahjussi dan si kembar Kim. Tao mungkin baru mengenal pria satu ini, namun Tao bisa merasa kasih sayang yang tulus, bisa ia ingat semalam. ia menurut semua perkataan pria ini, saat pria ini dating. berbicara panjang lembar dan mulai membelai rambut Tao dengan sangat lembut. terasa hangat, seperti belaian seorang Appa yang sudah lama tidak ia rasakan. Dan jangan lupa kedua malaikat kecil yang memeluk dengan tulus dan mengelus pelan punggung Tao semalam..

Jika mengingat itu, Tao ingin terus menangis, ia tak pernah sadar cinta yang sesungguhnya ada di sekelilingnya. untuk apa ia harus menangis orang yang tak mencintainya dan tak punya hati seperti Kris… oh sudah cukup… jangan sebut lagi namanya, itu hanya akan membuka kembali luka yang belum benar benar sembuh di hati nya.

Seseorang membuka pintu kamar, Tao menatap orang itu. air matanya kembali turun tanpa di komandoi, orang itu menatapnya khawatir. lantas orang itu mendekati Tao dan memeluknya dengan erat.

"Waeyo baby? Uljimayo" Ucap Kyungsoo menenangkan Tao yang menangis tiba-tiba. Kyungsoo adalah orang yang memeluknya semalaman suntuk untuk menenangkan dirinya semalam. orang yang sudah di anggapnya seperti ibu, orang yang tak pernah berbohong padanya. orang yang slalu bisa mengerti dia dan orang yang sempurna di mata Tao..

"Hiks hiks anniyo, Eomma… hiks Eomma" Kyungsoo memeluk erat tubuh yang rapuh itu, mengusap lembut punggungnya. bersamaan dengan itu semua nya terbangun, semua ikut menatap khawatir pada Tao. menyadari itu Tao melepas pelukannya pada Kyungsoo dan berbalik untuk memandang yang lainnya, ia mulai tersenyum.

"Mian , sudah membangunkan kalian… gwaenchana, aku menangis bukan karena dia. aku menangis karena kalian, karena kasih sayang kalian. aku memang bodoh ya.. Selama ini aku hanya terbuai kasih sayangnya yang sesaat. namun kasih sayang kalian yang besar ini tak terlihat di mata ku. Mian, Aku akan berusaha menjadi lebih baik sekarang. tidak mau cengeng dan manja lagi! Semuanya! Mohon bantuan nya" Tao membungkukan dirinya lalu tersenyum bahagia, membuat semuanya tersenyum lega. Kyungsoo memeluk Tao dari belakang dan menatap pada yang lain.

"Ada yang lapar? segeralah mandi dan mari sarapan bersama. menu hari ini sangat special, semuanya Aku yang masak di bantu para Chef di rumah ini" mendengar kata makanan barusan ,Tao langsung berlari ke kamar mandi. tak lama kemudian Kibum, Luhan, Baekhyun dan si kembar Kim ikut berlari ke kamar mandi. mereka mandi bersama dengan kegaduhan seperti biasanya. namun kali ini akan lebih gaduh karena ada si kembar Kim. mereka meninggalkan Suho, Siwon dan Jongin yang kebingungan. Kyungsoo menatap ketiga namja tampan itu dan tersenyum.

"Tidak ingin sarapan? Mandilah dan kita sarapan bersama" lalu Kyungsoo meninggalkan mereka yang masih kebingungan.

"Kenapa Yeoja dan Uke selalu seperti itu? Membingungkan" ucap Suho sambil mengusap matanya.

"Haha, ayo kita mandi di pemandian air panas kelurga Choi. tuan Kim, bersedia kah?" Tanya Siwon pada Jongin.

"Hahaha tentu tuan Choi, kajja" ketiga namja tampan itu pun beranjak ke pemandian air panas keluarga Choi di lantai pertama, mereka mandi dan memanjakan diri mereka dengan pijatan-pijatan maid yang professional.

.

.

.

.

.

Akhirnya semua sarapan bersama pagi ini, semua makan dengan lahap. semua memuji kelezatan makanan Kyungsoo, bahkan Suho sudah makan melebihi porsi Changmin. namun dia tetap diam dan cuek, sedangkan Jongin bahkan tersenyum -senyum sendiri saat memakan masakan Kyungsoo. ia berharap Kyungsoo bisa menjadi istrinya dan memasakannya makanan lezat seperti ini setiap harinya.

Suasana akhirnya kembali seperti biasa, Tao tak bersedih lagi, tak ada tangisan lagi… Siwon kembali bekerja di ruang kerjanya, meski bukan hari kerja ia tetap harus menyelesaikan pekerjaan-pekerjaannya. di tambah lagi di seorang presdir, jadi sudah seharusnya memberikan contoh yang baik untuk bawahannya.

Suho mengurung dirinya di kamar, ia akan melakukan ritual wajibnya di hari libur, yaitu tidur sambil mendengarkan music, ia tidak akan bangun sebelum waktu makan malam tiba.. ya seperti inilah Suho…

Dan Jongin, inilah waktunya ia berpisah dengan Kyungsoo. ohh sungguh, Jongin tak ingin berpisah dari pujaan hatinya ini… namun dia bisa berbuat apa…?

"Eumm… sampai ketemu saat liburan semester nanti" Ucap Jongin dengan kikuk. Kyungsoo terus memandangi namja tampan ini.

" Kim Ahjussi,waegeurae?" tanya Kyungsoo bingung..

"Tidak ada… eummm" Jongin masih saja kikuk dan terus menerus mengaruk tengkuknya yang tak gatal..

"Eummm Ahjussi, bisa minta nomer pribadi mu. eumm mungkin suatu saat aku membutuhkannya, bolehkah?" mendengar itu Jongin langsung mencari ponselnya dengan semangat.

"Y-ya k-kau benar.. berapa nomer mu? Ini ketik lah" Jongin memberi ponselnya pada Kyungsoo, Kyungsoo mengetik nomernya dan mengembalikan ponselnya. Jongin melihat nomer itu, menyimpanya, dan bahkan membuat back up nomernya. lalu setelah itu ia menghubungi nomer itu, ponsel Kyungsoo pun berdering..

"Itu nomer ku , Eumm baiklah kalau begitu kami permisi dulu" setelah acara perpisahan singkat itu Jongin pun naik ke mobilnya, melaju meninggalkan kediaman keluarga Choi menuju kediamannya.

"Appa, kenapa Eomma tidak ikut kita pulang eoh?" Tanya Minhyuk mengintrogasi Appanya, sedangkan Minhyun sekarang sedang tertidur. ia kekenyangan dan langsung tertidur.

"Tidak sekarang sayang, tapi sesegera mungkin Appa akan bawa Eomma ke rumah kita. Hahahaha... eummm yasudah sana tidur… Appa tidak ingin kena marah Halmeoni mu karena membiarkan mu tidak tidur siang.." Jawab Jongin menjelaskan.

"Aishh arraseo Appa" Minhyuk mengerutu sebelum menutup matanya, ia pun tidur dengan bibir yang di kerucutkan.. Jongin hanya bisa mengelengkan kepala melihat anaknya itu, sungguh lucu…

Setelah jongin pulang, Kyungsoo masuk ke dalam rumah keluarga Choi. ia hendak pergi kekamar Tao karena di sana semua sedang bermain kartu dan bermain game. namun ia melihat Tao berdiri di depan cermin raksasa di ruang tengah, Tao memandang nanar dirinya pada kaca itu. Kyungsoo pun mendekati Tao.

"Tao-nie…" sapa Kyungsoo sambil mendekap tubuh sahabat tercintanya itu.

"Eummm.." Jawab Tao seadanya.

"Sudahlah.. apa perlu cermin ini kita buang saja? Agar namja itu tak bisa menguasai hati mu dan menyiksa mu secara batin" Ucap Kyungsoo menyaran kan.

"Anniyo, jangan…" Tao menunduk, ia menatap cincin couple yang Kris berikan padanya. Sungguh…dalam hati Tao. ia masih mencintai namja itu, namja yang membiarkan dia bermimpi, bermimpi menjadi seorang putri..

"Soo Eomma.. apa kah Aku buruk rupa eoh?" Kyungsoo menatap Tao dalam.

"Hei.. ayolah.. sekarang saja kau sudah sangat cantik.. Your Soul, Your Smile, Your heart, All... That more Beauty than Everything You have. Soo saja iri, sungguh" Kyungsoo mencoba meyakini Tao.

"Tetapi… Aku buruk rupa… tidak mungkin Aku seperti yang Soo katakan" timpal Tao sambil menundukkan kepalanya.

"Ayolah Tao-nie, itu hanya masalah gaya. hanya sedikit oldy dan nerdy, percayalah" mendengar itu Tao menatap Kyungsoo

"Kalau begitu.. bantulah Aku.. bantu Aku menjadi seorang Tao" Tao menatap Kyungsoo dengan kilatan yang belum pernah Kyungsoo lihat sebelum nya.

"Tapi Tao, perubahan tak bisa di paksakan.. itu harus datang dari hati" Tao menatap Kyungsoo lagi, tatapan antusias.

"Tao yakin, maka dari itu. tolong bantuannya" Tao membungkukan badannya, Kyungsoo menatap Tao lalu tersenyum lembut..

"Baiklah.. Ayo.." Kyungsoo menarik Tao menuju kamar nya.

Pintu kamar terbuka, Kyungsoo mengintip ke dalam. membuat Kibum, Luhan dan Baekhyun menatapnya.

"Waeyo Soo? Apa ada cemilan?" Tanya Luhan penuh semangat, namun Kyungsoo mengelengkan kepalanya.

"Someone need Make over … siap untuk itu?" mendengar ucapan Kyungsoo barusan semua mengerutkan kening, mereka saling berpandangan secara bergantian. Kyungsoo pun membuka lebar pintu dan terlihat lah Tao sambil tersenyum kecil.

"Sepertinya ada yang membutuhkan bantuan kita, kalian siap" perkataan Kyungsoo yang ini membuat semua tersenyum.

"Make over time…" ucap Baekhyun sambil mendekat ke arah Tao..

Langkah pertama:

Baekhyun mulai mengeluarkan puluhan pasang pakaian lama Tao dari tempatnya, baju-baju itu akan di sumbangkan kepada orang yang membutuhkan. itu pun jika ada yang mau, mengingat bahwa baju itu sudah sangat ketinggalan zaman. bukan hanya baju, Tetapi celana, dasi dan segala macam yang sudah tua dan ketinggalan zaman itu akan di sumbangkan.

Langkah kedua:

Mereka pergi ke butik dan beberapa toko baju dengan branded terkenal, mereka hampir membeli puluhan setelan baju model terbaru, seperti nya mereka lupa diri. Tao juga membeli banyak tas bermerek Gucci. saat pertama kali melihat-lihat di toko khusus yang menjual merek Gucci, ia sudah tertarik.. jadi dia membeli semua yang ia suka.

Langkah ketiga:

Mereka merubah penampilan Tao. di mulai dari gaya rambut, lalu bermacam ragam softlens yang akan di gunakan sebagai penganti kaca mata tebal Tao. mereka juga membeli segala macam perawatan untuk Tao, cream untuk kulit, shampoo perawatan, sabun khusus, dan segala macam perawatan lainnya..

Dan langkah akhir :

Tao di ajari bagaimana seharusnya bersikap. cara berjalan, cara duduk, cara makan, cara berbicara, dan lain sebagainnya. Tao juga mulai belajar ilmu bela diri wushu dan yang terpenting, ia di ajari cara agar bisa melupakan kris. kalian tau? Kim bersaudara –Kibum dan Baekhyun- sangat senang memanas-manasi Tao yang sedang emosi, mereka menempelkan foto Kris di sebuah papan pemanah dan Tao berhasil memanah kedua mata, hidung dan mulut kris, sekarang ia sangat benci pada Kris. tapi entahlah, orang pernah berkata bahwa Cinta dan benci itu beda-beda tipis…

.

.

.

.

.

Hari minggu sudah berakir. hari ini matahari bersinar sangat cerah, hari ini hari yang di benci para siswa. hari dimana semua harus mengikuti upacara dan mendengarkan sedikit bimbingan dari guru yang sangat membosankan –bagi kebanyakan siswa-

Sebuah mobil jaguar putih susu berhenti di depan gerbang sekolah JYC Senior High School.. pintu mobil terbuka.. Kibum, Baekhyun, Luhan dan Kyungsoo keluar dari mobil itu. mereka berdiri membentuk sebuah saf. memandangi sekolah mereka, semua orang yang ada di dekat situ memandangi mereka –kibum dan teman-temannya-

"Heuh, ini baru kita… mereka sudah heboh begitu, bagaimana jika mereka melihat Tao?" ucap Baekhyun dengan angkuhnya.

Seseorang lagi turun dari mobil itu, mobil itu pun berlalu tak lama setelah orang tadi turun. orang tadi memandangi kepergian mobil itu, lalu ia berbalik. itu Tao, Tao dengan gaya barunya. Tao memandang teman–temannya dan mulai berjalan mendekati teman-temannya. kalian tau? Semua orang yang melihat Kibum dan teman-temannya semakin gaduh, mereka bertanya-tanya siapa orang yang berdiri bersama Kibum dan kawan-kawannya

Saat itu pula Tao menghirup nafas dalam-dalam dan membuangnya secara perlahan..

"Kajja semuannya" ucap Tao mengintruksi, mereka semua pun mulai berjalan. di temani setiap mata yang melihat mereka selama mereka berjalan..

(music play : ailee – I'll show you)

#You're probably wearing the clothes I bought you
You probably put on the cologne I bought you
And right now, you're probably meeting her and laughing
Did you like her that much that you had to leave me?
How much more do I have to be better?

Tao dan yang lain berjalan dengan anggunnya.. tepat saat mereka berjalan Tao melihat Kris dan Soojung yang sedang berbincang dengan tawa di sela perbincangan mereka. pemandangan itu membuatnya sedikit gerah. lihatlah, Kris mengunakan sweater yang ia belikan untuknya –Kris-… ya… dia jadi teringat saat ia membelikan Kris sebotol parfume limited edition dan sebuah sweater yang mahal.. sekarang Kris mengenakan itu dan tertawa bersama gadis itu..cih.. hina sekali..

# I will show you a completed changed me
I will show you a way prettier me
I don't wanna cry like a fool over love, over you who left

Tao terus berjalan, terus dan terus, melewati Kris. Kris tampaknya belum menyadari itu, ia tak melirik sedikit. yasudahlah, lagipula apa untungnya jika dia melihat Tao. Tao pun terus berjalan menuju kelasnya, jangan lupakan teriakan–teriakan yeoja dan para seme yang seperti orang gila , mereka gila karena melihat Tao..

Suasana sekolah tetap seperti biasa, jam belajar pun berjalan seperti biasa namun murid-murid sepertinya masih tergila-gila akan perubahan Tao. lihatlah wajahnya yang cantik, dengan softlen berwarna biru langit, wajah Tao sangat bersih dan bersinar, jangan lupakan eyeliner yang iya pakai membuatnya semakin cantik. lihat juga baju seragam barunya, baju itu pas di badannya, membuat badan rampingnya sedikit membentuk, ia mengunakan baju dengan rapi, celana yang tidak di gunakan di perut lagi tapi tepat di pingang. ia sungguh-sungguh menawan, gaya rambutnya yang modis membuatnya semakin cantik (lihat saja gaya rambut sunny snsd di MV The Boys, namun rambutnya berwarna hitam bersinar) dia bahkan bisa mengalahkan karakter utama putri dalam komik..

#I will meet a hotter guy and I will show you for sure, a me who is happier than you
I won't be sad without you, I won't break down, boy you gotta be aware
I neatly change my hairstyle and carefully apply my makeup

Kemana pun Tao pergi orang-orang pasti akan mengikutinya, seperti sekarang ini beberapa Seme mengikutinya. membawakan Tao bunga, coklat dan hadiah-hadiah lainnya. Tao hanya tersenyum, menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terlontar dan memaafkan permohonan-permohonan maaf atas kejadian malam itu. Tao merasa senang. ia senang karena dapat hidup normal tampa cacian dan makian serta pembullyan yang ia alami selama ini

# If I ever run into you, I will give a dazzling smile
Pass by your surprised face and click clack go on my way

Waktu istrahat pun tiba.. Tao dan yang lainnya pun berjalan keluar kelas hendak menuju kantin, saat perjalanannya menuju kantin dari kejauhan Kris dan teman-temannya sedang berjalan dengan tawa sepertinya mereka sedang bertukar cerita lucu atau pun sedang bercanda gurau.

Mereka semakin dekat… dan..

Kris menatap ke arah Tao.. tepat di saat jarak mereka tinggal beberapa meter lagi.. Kris memandangi Tao. dia terperangah.. monster buruk rupanya, mengapa menjadi malaikat cantik persis seperti malaikat yang membelainya waktu itu di rooftop..

Melihat itu Tao pun tersenyum cerah pada Kris dan teman–temannya, setelah itu dia terus berjalan dengan anggun bersama yang lain. saat jarak mereka semakin dekat, Kris dan kawan-kawannya merapat ke dinding. membiarkan Tao dan teman-temannya lewat. Kris tak mau menjadi penghalang jalan untuk Tao.. ia masih saja tercengang seperti anak idiot… dia sungguh terkejut dengan apa yang ia lihat..

"Katakan pada ku yang tadi itu bukan Tao" Chanyeol berusaha menyadarkan diri nya bahwa yang ia lihat tadi benar.

"Sepertinya bukan… dia terlalu cantik untuk seorang monster buruk rupa" jelas Changmin masih dengan makanann yang di kunyahnya. Lay diam, ia tak berani berkomentar. Kris juga diam, dia sangat terkejut. Sungguh, ia yakin itu Tao, Ya itu pasti Tao nya.. eh? Apakah masih bisa disebut sebagai Tao nya? Kurasa tidak..

#I will throw away the ring you gave me, I will erase the letters you wrote me
Without lingering attachment, without regret, I'll forget you
I wanna forget you, I wanna erase you

Disinilah Tao sekarang, membaca sebuah buku di temani oleh makan siang yang belum disentuhnya. sendiri tanpa teman-temannya, Kyungsoo di panggil oleh kepala sekolah untuk bimbingan olimpiade matematika, Kibum sedang berbincang sambil makan siang bersama dengan Siwon –yang entah ada angin apa datang ke sekolahnya- di taman utama sekolah, Baekhyun dan Luhan sedang di minta bantuannya oleh guru wali untuk memeriksa beberapa hasil ujian kelas mereka. jadilah Tao sendirian tanpa ada yang menemani..

Saat itu Kris masuk ke kantin ia mencari-cari sosok yang mencuri perhatiannya beberapa waktu yang lalu.. setelah ia mendapatkan sosok itu, ia pun mendekat dan duduk di meja yang berada tidak jauh dari meja orang yang ia cari-cari tadi. ia memesan minuman pada pelayan, selagi menunggu ia terus memandangi wajah Tao dan beberapa saat kemudian pelayan itu kembali dengan pesanan Kris. saat itu pula Kris menjadi gugup, ia mau mendekati Tao.. ia ingin menyapa "kekasihnya" itu.. lama ia berfikir, setelah keputusannya mantap untuk menemui Tao ia pun beranjak dan duduk di hadapan Tao

Menyadari seseorang telah duduk di hadapannya, ia pun berhenti membaca dan menatap sosok yang duduk di depannya. detik berikutnya Tao tersenyum cerah.

"Kris" senyum itu semakin membuat Kris gugup, pikirannya buyar.. ia bahkan lupa apa yang harus ia katakan dan apa yang harus ia perbuat…

"T-Tao.. ehh tidak.. maksud ku .. Uri Baby Panda.. Eumm itu.. eumm, maaf atas kejadian—" belum sempat Kris menyelesaikan kata-katanya sudah di sela terlebih dahulu oleh Tao

"Sudahlah Kris.. Aku sudah memaafkannya dan tolong.. mulai sekarang jangan memanggilku seperti itu. jika kekasih ku mengetahuinnya dia bisa marah" Tao mungkin hanya berbohong saat ini namun Kris? Saat mendengar itu rasanya kepala Kris seperti di hantam sesuatu yang keras. bahkan rasanya lebih sakit dari pada pukulan Suho malam itu…

Tao mengangkat tangannya menunjukan cincin yang Kris beri padanya, melihat itu Kris bersorak dalam hati. ia merasa Tao masih mencintainya itu berarti masih ada kesempatan baginya untuk bersama-sama lagi dengan Tao. namun senyumnya menghilang saat Tao melepas cincin itu.

"Ku rasa ini tidak lagi di butuhkan" Tao lagi-lagi tersenyum manis, membuat hati Kris semakin sakit jadinya.

Tao pun membuang cincin itu ke dalam minuman Kris.. cincin itu jatuh perlahan dan TAP…! Cincin itu mendarat dengan mulusnya ke lantai dasar gelas itu

"Itu tempat yang cocok untuknya,Oh atau kau mau memberi itu kepada Soojung?" Tao menatap serius Kris masih dengan senyuman yang setia terukir di wajah cantiknya.

"Dan oh.. tunggu dulu… aku lupa sesuatu" Tao mengeluarkan sesuatu dari bukunya –yang tadi ia baca- , beberapa surat… ya..beberapa surat dari Kris untuk Tao.. surat yang di tulis dengan kata-kata yang puitis yang membuat Tao melayang..

"Ini juga tidak di perlukan lagikan? jadi…" Tao merobek surat-surat itu hingga menjadi serpihan-serpihan kecil.. Tao tersenyum…

"Dan mulai sekarang.. ku harap kita tak bertemu lagi.. pangeran Wu" Tao berdiri, melempar serpihan–serpihan kertas itu ke langit-langit dan berlalu pergi dengan senyuman kemenangan terukir di bibirnya. sedang kan Kris, ia masih membeku. hatinya hancur, tak ada celah lagi untuknya untuk bersama-sama lagi dengan Tao. ia membuka tangannya menangkap beberapa serpihan-serpihan kertas yang jatuh bagaikan bunga di musim gugur, kemudian ia mengusap wajahnya kasar…

"Sial… sial… Kris… kau berbuat kesalahan yang fatal. Arghhh…" Kris terus bertarung dengan hatinya… kemudian ia memandangi Tao yang menjauh dan hilang di balik kerumunan siswa yang berlalu lalang…

To be continued…

Bagaimana cerita selanjutnya?

Akan kah Kris bisa bersama Tao kembali?

Apa yang membuat Suho menjadi dingin dan cuek?

Bagaimanakah Percintaan teman-teman Tao selanjutnya

Tetap ikuti cerita ini….

Chapter selanjutnya itu kalian mau di ceritain tentang percintaan siapa? :

Hunhan

Baekyoel

Kaisoo

Sibum

Sulay

Changmin dan "someone"

vote ne, semakin banyak semakin bagus.. ajak teman-teman kalian baca ne, promote cerita author juga ne, jebal.. ajak teman-temannya baca , review dan vote juga di FF author ini, oya 1 orang bisa poling lebih dari satu kali kok, 5 kali maximal vote nya ne…

vote terbanyak akan di buat ceritannya di chap mendatang, ingat… masih banyak rahasia-rahasian tetang hubungan para character di cerita ini, mian sudah banyak bicara, tetap setia dengan ceritanya ya, walaupun jelek,kalian semua semangat author, author akan terus berusaha memperbaiki diri dan memperbaiki semua kekurangan yang ada…gomawo atas semuanya ne… akhir kata author pamit.. gomawo…#bow#

Minta review nya ne…

Balasan review:

Special Thanks for LVenge to review nya, Walau Cuma kamu yang riview. Itu membuat saya sangat bahagia.. stay review and enjoy my FF..! saya harap yang lain ikut review, saling sharing!