SunHan38

.

.

Present

.

.

Under The Sea

EXOCouple

.

.

Summary:

Kota XOXOmermaid diserang oleh kaum Hades yang menginginkan dunia menjadi miliknya. Raja XOXOmermaid memberi keputusan dan menyuruh keenam anaknya untuk mencari manusia di daratan yang diramalkan untuk menyelamatkan kota mereka dan juga dunia ini. Siapakah manusia yang telah diramalkan itu?

.

.

Warning:

YAOI, TYPO(s), TIDAK SESUAI EYD, ABSURD

.

.

"Sooman Appa!" pekik keenam dosen disana saat melihat seorang namja tua memasuki ruangan itu.

"Hai anak-anak bagaimana kabar kalian?" Tanya namja tua tersebut atau Sooman, menatap keenam orang tersebut dengan kasih sayang.

"Baik Appa.., dan tadi ada mahasiswa baru yang menggoda Luhan ge lagi hahaha" Jawab Baekhyun sambil menggoda Luhan yang sedang kesal.

"Ck diamlah Baek kau membuat moodku semakin memburuk" Luhan mendecih kearah Baekhyun dan menyilangkan kedua tangannya.

"Ohh..., jadi anak-anak itu sudah masuk ya hari ini" gumam Sooman dengan menaruh dagunya diatas tangannya.

"Appa terdengar mengenal mereka dekat" selidik Xiumin penasaran, mata sipitnya menatap penuh selidik. Diikuti tatapan penasaran dari dongsaeng-dongsaengnya.

"Aku memang mengenal mereka, ada yang salah?" Sooman balik menatap keenam orang yang ia anggap sudah seperti anak itu dengan alis yang dinaikan.

"Kalau begitu bilang kepada pemuda putih pucat itu jangan bilang aku cantik lagi Appa, kau tahu kalau aku itu manly kan" cerocos Luhan sambil mempout bibirnya imut dan jangan lupakan tangan yang masih ia lipat itu.

"Sesungguhnya Ge perkataan mu tidak sesuai dengan gayamu saat ini" Kata Tao dengan polosnya lalu disusul tawa semua orang di dalam ruangan dan juga Luhan yang makin merajuk mendengar perkataan Tao.

"Apa itu yang membuat mu kesal sedari tadi Han?" Sooman menatap Luhan dengan sedikit seringai.

"Tidak, maksudku bukan dia saja, tapi dia yang memulai hari ini menjadi buruk Appa" Jawab Luhan manja kepada Sooman.

"Ah..., yasudah Luhannie kau jangan marah seperti itu lagipula yang memujimu tampan bukan?" Goda Sooman kepada Luhan yang sekarang telinganya sedang memerah karena mendengar perkataan Appanya.

"T-tiidaakk mereka biasa saja ya kan Baek?" Jawab Luhan gugup dan meminta bantuan Baekhyun yang duduk disampingnya.

"Kenapa jadi bawa-bawa namaku sih Lu ge! Kalau kau menyangkal mereka tidak tampan aku tidak mau karena jujur saja mereka semua sangat tampan, malah sempat aku berfikir kalau mereka bukanlah manusia" ucap Baekhyun ceplas ceplos. Dan Luhan hanya bisa cengo mendengar perkataannya barusan.

"Kalian ini berisik sekali yaa, sebenarnya ada apa Appa memanggil kami kesini?" tanya Yixing mengeluarkan suara, karena dia mulai kesal melihat Luhan dan Baekhyun yang bawel dan jadi melupakan tujuan awal mereka.

"Ah, Yixing-ah terimakasih mengingatkannya, aku sampai lupa" jawab Sooman menupuk dahinya pelan.

"Jadi Appa ingin memberi kalian tugas, yaa... bukan tugas berat untuk kalian" ucapan Sooman terhenti melihat raut wajah Tao berubah. Dan tertawa kecil karena ekspresi Tao yang sangat lucu.

"Appa hanya memberi kalian tugas untuk mengawasi keenam mahasiswa baru tersebut, setidaknya satu dari kalian akan mengawasi satu dari mereka, agar tidak susah" Sooman melanjutkan ucapannya yang sempat terhenti tadi .

"Kenapa?" tanya Kyungsoo pelan. Sooman yang mendengar suara anaknya yang manis itu tersenyum.

"Ada apa Kyungsoo?"

"Kenapa Appa tiba-tiba memberi tugas kami seperti ini? Apa yang istimewa dari mereka Appa? Apa karena keponakan Choi Siwon?" pertanyaan beruntun dari Kyungsoo membuat senyum Sooman makin lebar. Anaknya yang satu ini sangatlah kritis dan pintar dalam menebak suatu hal.

"Tidak Kyung, bukan karena mereka keponakan Choi Siwon, tapi karena mereka spesial... terutama bagi kalian" Jawaban yang diberikan Sooman membuat keenam namja disana heran.

"Apa maksudmu Appa?" Tao menatap polos kearah Sooman. Dipikiran Tao saat ini spesial yang dikatakan Sooman adalah seperti keluarga, seperti mereka, seperti Sooman yang menerima apa adanya Tao dan Hyung-hyungnya itu. Tapi apakah itu sama dengan yang dimaksud oleh Appanya ini?

"Nanti juga kau akan tau Tao-ah" Sooman hanya menjawab seadanya tanpa ingin memberitahu lebih.

"Tidak biasanya kau begini Appa, jika kau mengumpulkan kami biasanya itu adalah hal penting tapi tugas ini sangatlah tidak penting Appa" Xiumin menatap Sooman makin intens. Appanya yang sekarang terlihat berbeda dari biasanya. Bukan-bukan penampilannya tetapi dari Auranya, Xiumin dapat merasakannya.

"Appa hanya membiarkan kalian untuk lebih bisa berinteraksi dengan orang lain terutama laki-laki selain Appa" terang Sooman kepada anak-anaknya dengan nada serius.

"Kau seperti ingin menjodohkan kami saja" guman Yixing dari nadanya dia seperti terdengar kesal.

"Ya kalau kalian saling mencintai itu akan menjadi lebih baik" Sooman menatap Yixing dengan seringainya dan yang ditatap terdengar kaget, begitu pula dengan yang lain.

"A-apa maksudnya ini? Kalau kau ingin kami dengan mereka mempunyai hubungan khusus bagaimana pandangan orang-orang tentang kami Appa? dan juga apa mereka mau menerima kami yang seperti ini Appa?" Xiumin sebagai Hyung tertua angkat bicara mewakili perasaan adik-adik tersayangnya yang memilih diam.

Sooman balik menatap ke enam anak-anak manisnya ini bergantian, sesungguhnya di dalam hatinya dia belum ingin melepas mereka tapi apadaya takdir yang sudah berkata. Perlahan Sooman menghempuskan nafasnya lalu membuka suaranya,

"Lupakan masa lalu dan lihatlah ke depan, ada sesuatu yang indah menunggu kalian disana" perkataan Sooman mempunyai makna yang menghentak bagi keenam dosen cantik disana. Secara tidak langsung perkataan itu menyuruh mereka untuk menuju sesuatu yang indah itu tapi di lain arti mereka juga harus meninggalkan Sooman untuk mendapatkannya.

"Appaaa..." ucap mereka bersamaan menatap Sooman dengan pandangan berkaca-kaca.

"Sudahlah kalian tidak usah bersedih seperti itu, dan kalian bisa pulang, jangan lupa untuk menghapus riasan kalian mengerti?" Sooman mencoba mengalihkan pembicaraan, dia perlahan berdiri, ,lalu merapikan coatnya.

"N-nnee.." Jawab mereka pelan. Mendapat respon dari ketiga anaknya Sooman pun meninggalkan ruangan itu.

.

.

.

Xiumin dan kelima dongsaengnya menatap kosong ke depan, sudah sembilan puluh menit mereka pergi meningglakan ruangan pribadi itu tanpa bersuara sedikit pun. Mereka mencoba mencerna semua perkataan Sooman yang sangat aneh sedari awal. Jadi mereka memutuskan untuk berkumpul lagi di ruang tamu mansion mereka yang megah ini.

Satu jam terlewat dan mereka masih enggan membuka suara sedikit pun. Tao melihat ke Unnie-unnienya, mata indah ini perlahan mulai berair mengingat kejadian 13 tahun yang lalu. Ia menundukan kepalanya karena tidak kuasa menahan air matanya yang semakin menumpuk di pelupuknya.

-FLASHBACK-

Namja kecil bermata panda itu meringuk di bawah meja makan ketakutan. Di luar sana sudah banyak sekali warga desa yang ribut dan membawa obor masing-masing.

Namja Kecil itu, Tao, menangis dalam pelukannya. Dia menatap semua orang dewasa yang mencoba memasuki rumahnya melalui jendela kusang. Orang-orang di luar sana terus saja meneriaki namanya dengan lantang. Mereka menyalangkan obor-obor itu untuk mencoba membuka pintu rumahnya.

BRAAK

"Lihat anak sialan itu! Cepat bawa dia bersama monster lainnya ke alun-alun! Akan kita bakar disana bersama" Seru pria tua dengan rambut putih dan obor di tangan kirinya, ia arahkan ke arah Tao.

Para warga pun berbondong-bondong menghampiri Tao dan menggendongnya. Sedangkan Tao memberontak sebisa yang ia bisa. Tapi sepertinya tenaga anak kecil ini tidak sebanding dengan beberapa orang dewasa yang memeganginya.

Tao menangis lebih keras mencoba mencari pertolongan, tapi itu percuma. Karena semua orang menatapnya penuh benci.

"Hentikan itu, bocah!"

Pemuda dengan badan yang jangkung itu, mengikat tubuh Tao yang kecil di sebuah batang kayu yang panjang. Tao tidak sendiri di sana, ada beberapa anak lelaki juga yang sama sepertinya.

"Berhentilah menangis, percuma kau buang air matamu karena mereka tidak menghentikan ini semua." Ucap bocah lelaki bermata bulat di sebelahnya.

"T-tapi..hiikss...t-tao..takuut"

"Tenanglah Tao.., kita pasti akan selamat" suara lembut dari sisi sebelahnya yang lain, Tao menengok dan melihat bocah lelaki dengan pipi gembilnya tersenyum kearah dirinya.

"Berhentilah berharap Min" sanggah bocah laki-laki yang bermata seperti rusa.

"Kita lihat saja Lu"

Tidak lama setelah bocah gembil itu berbicara, tiba-tiba saja daerah sekitar mereka sudah ramai dengan teriakan penduduk.

Ternyata rumah para penduduk terbakar habis oleh api yang besar. Sebagian besar dari mereka mencoba memadamkan api dan sebagian lagi mengumpat kearah enam bocah yang mereka ikat.

Benar kata Xiumin, bocah gembil itu, dari arah berlawanan terlihat sesosok laki-laki datang menghampiri mereka dan membuka tali-tali yang terikat itu. Lalu dia membawa ke enam bocah itu pergi begitu saja, tanpa seseorang tahu akan hal itu.

Sooman, lelaki penyelamat keenam bocah ini, menempatkan mereka satu-satu di sofa. Ya! Sekarang mereka sudah berada di mansion rahasia Sooman. Dia tersenyum lembut kearah bocah-bocah manis yang dihadapannya.

"Oke, anak-anak aku Lee Sooman, terserah kalian ingin memanggilku apa, paman Lee,Appa? Kekeke~" Sapa Sooman mencoba mencairkan suasana yang ada.

"Appaa..." sendu bocah laki-laki manis yang seperti puppy. Dan kelima lainnya merunduk dengan pandangan sedih.

"E-ehmm.., bagaimana kalau kalian memperkenalkan diri kalian agar saling mengenal" Ucap Sooman sambil menepuk-nepuk kepala anak kecil barusan.

"Dimulai darimu saja bagaimana?" Sooman menunjuk anak lelaki manis seperti puppy tadi dengan tersenyum.

"A-ahh namaku Byun Baekhyun salam kenal"Bocah itu tersenyum malu-malu.

"Aku Zhang Yixing, salam kenal yaa"Bocah dengan dimple di wajahnya itu tersenyum manis.

"Perkenalkan namaku Xi Luhan" Dia tersenyum sangat canti dengan mata rusanya ikut tersenyum.

"Haii semua aku Kim Minseok, tapi panggil saja Xiumin"Bocah dengan pipi gembil itu tersenyum lebar.

"Namaku Do Kyungsoo, senang bertemu kalian" Bocah bermata deo tersenyum imut kearah yang lain.

"Aku Z-zi Tao, Huang Zi Tao" kata Tao dengan terbata.

Sooman tersenyum menatap mereka. Dia senang mereka masih bisa tersenyum untuk saling menyapa. Sooman mengaharapkan yang terbaik untuk mereka ke depannya.

Setelah kejadian tersebut, Sooman membuat ketentuan untuk mereka. Keenam anak lelaki itu harus berpenampilan seperti perempuan agar tidak ketahuan oleh warga sekitar. Dan mereka setuju, karena itu juga untuk keselamatan mereka.

-FLASHBACK END-

"Tao? Hei kau baik-baik saja? Kenapa menangis panda?" Xiumin yang berada di samping Tao, menepuk-nepuk pipi tembam Tao.

"E-eh Xiu-Jie?" Tao mengerjap matanya

"Kau baik-baik saja?" tanya Luhan khawatir.

"H-hmm aku hanya teringat saat awal kita bertemu Ge hehee" Cengir Tao menyembunyikan ekspresinya

"Astaga Tao-ie~ mengapa kau mengingat itu sih! Lebih baik kita jalan-jalan saja keluar. Melihat pemandangan laut yang indah saja yuuk" ucap Baekhyun tiba-tiba sambil merangkul Tao dari belakang.

"Aaah benar jugaa.., kita pikni malam saja di pesisir pantai" usul Yixing dengan cengir polosnya.

"Yixing kau ini masa piknik saat malam di pantai lagi, kita bisa masuk angin tahu" Kyungsoo menggetok kepala Yixing pelan.

"Ouch.., Kyung itu hanya usul ku saja, kan kita bisa menghemat uang daripada membeli makanan di jalan" Yixing mengerucutkan bibirnya, kesal. Dia mengelus kepala yang bekas menjadi korban kekerasan Kyungsoo.

"Gini saja kita bawa makanan kecil saja, jaga-jaga kalau kalian lapar" urai Xiumin sebagai anak tertua disana, menengahi Kyungsoo dan Yixing yang sedang berdebat tadi.

Mereka pun bergegas untuk pergi menuju pantai di dekat mansion. Sesaat mereka di Pantai, ada segerumbul orang yang tidak asing lagi.

Xiumin menajamkan matanya untuk melihat orang-orang itu. Tatapannya tertuju pada namja yang sedang bertelanjang dada disana.

"Hei..., siapa mereka? Ayo kita samperin" Ajak Baekhyun dengan semanagat. Dan kelima temannya mengikuti dari belakang

.

.

.

Di pesisir pantai, Yifan, Joonmyeon, Jongdae, Chanyeol, Jongin, dan juga Sehun, baru pulang dari tempat asal mereka. Melepas rindu dengan sang ayahanda dan menceritakan pengalaman hari pertama mereka di tempat kuliah.

Mereka berenam sudah dalam wujud manusia dan hanya menggunakan celana pantai tanpa atasan. Ya benar mereka sedang shirtless, pemandangan yang sangat Hot bukan?

"Hyung ternyata berenang dari XOXOmermaid ke daratan capek banget" keluh Chanyeol manja ke Junmyeon.

"Kau ini ngeluh terus kerjaannya, gaada yang lebih berguna lagi apa?" Balas Yifan kepada Chanyeol kesal. Chanyeol yang mendengar perkataan Yifan hanya bisa mendengus tidak mau membalas tetuanya.

"Sudahlah kita harus cepat pergi sebelum ada orang yang datang"kata Joonmyeon terburu-buru.

"Sudah terlambat Hyung" suara kecil dari Sehun membuat semua mata membelak kaget. Dan mengikuti arah mata Sehun. Betul saja, dari arah sana terlihat keenam yeoja yang figurnya sangat familiar.

Makin lama, bayangan itu terlihat jelas. Wajah mereka sudah terlihat sekali. Mereka makin kaget melihat dosen-dosen mereka berada di hadapan mereka.

Begitupula dengan keenam dosen cantik ini, mereka sangat terkejut melihat murid baru mereka berada di pantai saat tengah malah dan dengan bertelanjang dada. Ya tuhan, tisu mana tisu bisa bisa mimisan di tempat ini.

"A-apa yang kalian lakukan?" tanya Xiumin dengan tergagap. Mencoba untuk tidak ber-fangirling ria.

"Yang kami lakukan itu bukan urusan kalian tahu" jawab Yifan ketus. Melihat mereka dari atas sampai bawah. Dia bingung mereka itu umurnya berapa sih? Seperti anak kecil saja ke pantai menggunakan pajama. Ada ada saja memang.

"Judes sekali sih, kan cuman nanya santai aja dong"Luhan membalas Yifan dengan lebih ketus. Menyipitkan matanya tanda tidak suka dengan orang itu.

"Yifan jangan seperti itu, maafkan kami dia tidak bermaksud seperti itu"kata Joonmeyon meminta maaf sambil membungkukkan badan.

"Ck.., apa-apaan itu Myeon, harusnya kita yang bertanya ngapain anak gadis perawan malam-malam ke pantai,ehm, atau kalian bukan gadis perawan ya"sindir Yifan sambil menaikan alisnya sebelah. Menyeringai menang menatap merendahkan ke arah mereka.

"KAMI BUKAN YEOJAA BODOOOH" teriakan sepuluh oktaf dari keenam dosen cantik itu menggelegar ke seluruh pantai, untung sekali di sana lagi sepi.

"MWOO!"

.

.

.

TBC/END?

HAPPYY NEW YEARRRRRRR

Selamat tahun baru untuk kalian..., dan ini kado spesial untuk awal tahun di 2017 ini hehehe

Maaf banget ya kalau lama banget buat update karena emnag lagi sibuk-sibukmya dan lagi ga dapet feel buat nulis. Tapi berkat commen kalian Han jadi semangat nulis lagi makasih buat kaliaaannn.

Nah sekarang mau bales buat review yaaa

: ini udah Han lanjut yaaa

TaoTaoZiPanda : Yaoi kokk.., udah kejawabkan kenapa mereka di sini jadi yeoja?

oohseh : Udahhh

Veera0702 : wahh thanks yaaa Han juga seneng kamu suka. Ada kok di chap ini heheehe. Chap ini udah panjang belum?

Guest : udahh...udahh... udahhh kok dilanjutnyaa

.1 : hayo udah kejawabkan kenapa mereka jadi yeoja dan manggil Sooman appa.., salam kenal jugaa

baekksong : Yaoi kook

nab03 : udah tahuu kann kenapaa, dan kalau Siwon itu kayak kerabat jauh mungkin next chap bakal di jelasin lagii.., ini udah lanjutt tapi maaf ga fast updatee terus baca yaa

Kim Youngzie : gapapa kook kamu udah review aja udah bikin Han seneng.., udah nii di chap ini dijelasiinn maaf gabisa fast updete terus baca yaa

xingmyun : aduuh pinter banget sih nebaknyaa hehehe udah di lanjut yaa

SilentB : Chapini masih kah kurang panjang? Thanks buat reviewnya

LVenge : Suara dosen dosen cantik kkk~ udah dilanjut yaaa

sangjoonpark : makasih buat masukan dan sarannyaaa..., maaf gabisa lanjut cepet thanks buat reviewnya

ChenMin EX-Ochy : duuhh maaf ya udh buat nunggu sama gabisa fast updateee.., thanks for review yaa

Oh iyaaa Han buat akun wattpad baru yang lama itu ke hack gitu deh, jadi Han close nama wattpadnya itu Cheekyyp. Di follow yaa hehehee.., dan Han juga bakal bikin cerita tapi non kpop. Lebih kayak cerita anak remaja ajaa dan juga bakal ada poem gitu aku nulis. Tuh kan malah ajdi promosi kkk~

Terakhir lagi makasih buat kalian yang udah review, follow, dan baca ff ini dan maaf Han ga fast update. So untuk bisa lanjut lagi ff nya jangan lupa untuk REVIEWWWWWWWW :*