E.L.F ~ HOUSE
MAIN CAST : ALL SUPER JUNIOR'S MEMBERS
Main Pairing : Kyuhyun X Sungmin / KYUMIN
.
.
Rated : T
Genre : Family, Friendship, Romance
Warning : Boy X Boy, BL, Typo (s), Boring, bad plot, pasaran (?)
Disclaim : All Cast isn't mine! SJ hanya milik ELF selamanya! :D
.
Sumarry : Kyuhyun adalah seorang anak dari keluarga broken home. Sejak kecil tidak mengerti arti dari sebuah Keluarga yang sebenarnya. Namun, semua itu berubah saat ia memutuskan untuk pindah ke sebuah rumah bernama E.L.F House. Sebuah rumah yang akan memberitahu nya arti dari sebuah Family, Brothership, Persahabatan, bahkan sebuah Cinta yang sesungguhnya.
.
.
Don't Bash Anything in this FanFic!
! Don't Like Don't Read !
.
.
~Chapter 4~
oooOOO E.L.F OOOooo
Ryeowook masih menatap Kyuhyun dengan tatapan tak percaya. Bagaimana tidak? Kyuhyun baru saja memberikan sebuah ide gila, walau hal simple tapi terlihat menyenangkan.
"Bagaimana Hyung?" tanya Kyuhyun masih dengan senyuman jahilnya. Ryeowook menggeleng.
"Aniya, Aku tidak mau Kyu. Nanti kalau Hyungdeul marah bagaimana?" ucap Ryeowook polos. Kyuhyun menghela nafasnya.
"Ayolah Hyung, Bukankah itu menyenangkan?" ucap Kyuhyun lagi sambil menunjukkan mata berbinarnya. Kyuhyun tengah melakukan misi pembujukkan untuk 'partner in crime' nya hari ini. Ryeowook terdiam seakan memikirkan sesuatu. Sebenarnya ide Kyuhyun cukup menyenangkan, sudah lama ia tak bermain.
"Tapi… Kalau kita dihukum bagaimana?" Ryeowook kembali menatap Kyuhyun dengan tatapan khawatir.
"Dihukum? Tidak ada aturan yang mengatur hal ini Hyung!" ucap Kyuhyun sambil mengangguk mantap membuat Ryeowook mulai menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan Kyuhyun.
"Jadi?" tanya Kyuhyun lagi sambil menatap Ryeowook.
"Baiklah. Tapi… hanya sedikit yaa. Jangan terlalu berlebihan, Arrasso?" ucap Ryeowook sambil tersenyum.
"Ne. Kau memang Hyung ku yang terbaik Wookkie Hyun." ucap Kyuhyun dengan nada mendramatisir.
"Lalu siapa korbannya?" tanya Ryeowook sambil mulai tersenyum jahil. Kyuhyun terdiam dengan pose tangan kanan mengelus dagu seakan berfikir.
"Siapa saja yang ada di rumah saat ini Hyung?" Kyuhyun masih terus berpikir, mencari ide dan sasaran yang tepat.
"eum.. yang aku tahu… Kangin Hyung, Siwon Hyung, Kibummie, sama Hangeng Hyung." jawab Ryeowook sambil memutar otaknya yang sudah tercemar tersebut. -_-
"Okeh! Sasaran pertama Kangin Hyung dan Siwon Hyung." ucap Kyuhyun sambil menjentikkan jarinya sambil menyeringai evil. Sepertinya uri Kyu masih dendam pada dua orang yang menolak bermain dengannya.
"Kau serius Kyu? Kangin Hyung sedikit… err menyeramkan" ucap Ryeowook sambil sedikit berbisik.
"Tentu saja. Kajja Hyung, tidak perlu takut" Kyuhyun mengucapkan itu dengan mantap sambil menganggukkan kepalanya. Ryeowook hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sebenarnya Ryeowook masih bingung, tapi karena Ia juga sedang bosan dan 'permainan' Kyuhyun terdengar mengasyikkan akhirnya ia setuju.
Tanpa pikir panjang, Kyuhyun dan Ryeowook pun segera menjalankan rencana nya. Ryeowook segera menuju meja dapur dan mengeluarkan 2 buah gelas yang tidak terlalu besar, dia akan membuatkan sebuah minuman?
Berbeda dengan Ryeowook, Kyuhyun justru langsung berlari menuju perkarangan belakang rumah, berlari dengan senang layaknya anak kecil. Setelah sampai di taman belakang, tatapan Kyuhyun langsung tertuju pada kolam ikan di sudut taman tersebut. Kyuhyun langsung menghampiri kolam tersebut dan tersenyum saat melihat ikan-ikan berbagai jenis dan berwarna-warni tengah berenang dengan tenang.
"Hei… Apa kau tidak bosan berada di sini ikan cantik?" ucap Kyuhyun sambil memainkan air dalam kolam tersebut membuat sang ikan bersembunyi di balik karang-karang yang ada, ketakutan.
"Bagaimana kalau aku mengajakmu jalan-jalan ikan manis?" Kyuhyun kembali bergumam tak jelas kepada ikan-ikan itu tanpa memudarkan seringaian super manis nya (?)
Dengan cepat Kyuhyun langsung mengambil sebuah akuarium kaca kecil yang memang ada di sebelah kolam, lalu mengambil jaring dan mulai memancing ikan cantik di dalam kolam.
Setelah mendapat kurang lebih 4 ikan dengan ukuran yang tak terlalu besar, Kyuhyun tertawa senang lalu langsung berlari kembali ke dalam rumah.
.
.
"Hyuuunngg~~"
Suara cempreng nan tinggi langsung menggema di seluruh penjuru ruangan. Siwon dan Kangin yang masih asyik mengobrol dan menonton DVD hanya menoleh dan mendapati salah satu maknae mereka telah berdiri sambil membawa 2 gelas minuman.
"Ada apa Wookkie? tanya Siwon sambil tersenyum lembut.
Ryeowook langsung mendekati Kangin dan Siwon yang masih terduduk manis di sofa.
"Aku membuatkan cappuccino ice Hyung. Cuaca hari ini panas jadi cocok minum yang dingin kan?" Ryeowook memberikan gelas capucino ice kepada Kangin dan Siwon.
"Wah.. Wookkie. Walaupun aku baru menghabiskan choco ku, tapi aku masih haus. Kau memang maknae yang baik" ucap Kangin sambil menerima capucino dari Ryeowook.
"Gomawo uri Wookie." Siwon pun menerima capucino ice nya, lalu tersenyum lembut. Ryeowook pun hanya tersenyum manis tapi ada sebuah seringaian yang tersembunyi di balik senyuman manisnya.
"Aku mau siap-siap Hyung. Sebentar lagi aku mau berangkat" ucap Ryeowook. Kangin dan Siwon hanya mengangguk mengerti, dan Ryeowook pun segera melangkah pergi masuk ke kamarnya yang memang berada di dekat ruang TV.
Siwon dan Kangin pun kembali focus pada layar TV sambil menggengam gelas capucino ice dari Ryeowook.
DRAP DRAP DRAP
"Hyunnnggg!" Siwon yang baru ingin merasakan capucino ice nya harus mendecak kesal saat sebuah suara teriakan dan derap langkah yang keras tertangkap pendengarannya.
"Yak! Kenapa lari-lari eoh?" pekik Kangin sambil mendelik kesal pada Kyuhyun yang datang sambil berlari dan berteriak.
"Kyu~ Ada apa?" timpal Siwon sambil memperhatikan wajah panic Kyuhyun.
"I-itu.. Ituuu…." Kyuhyun menggantung ucapannya dengan nada di buat sepanik mungkin sambil menunjuk kearah tangga. Kangin dan Siwon hanya mengernyit bingung menatap Kyuhyun.
"Apa Kyu?" tanya Siwon lagi.
"I-ikan Hyung!" Kyuhyun kembali berucap dengan nada tinggi nan paniknya.
"Ikan? Ikan apa? Kau mau makan ikan?" ucap Kangin dengan nada kesal karena Kyuhyun menganggu waktu santai menonton nya.
"Bukan!" Kyuhyun menggelengkan kepalanya.
"Lalu kenapa Kyu? Cepat katakan!" ucap Siwon lagi
"Ikannya.. Ikan di kolam nya jalan Hyung. Ikannya jalan ke ruang tamu!" ucap Kyuhyun sambil menganggukkan kepalanya mantap.
"Mwo?" Siwon dan Kangin menatap Kyuhyun dengan tatapan aneh dan kaget. Anak bayi pun tahu bahwa ikan tak bisa jalan. Apa maksud Kyuhyun?
"Jalan apa? Kau sedang bermimpi eoh?" ucap Kangin sambil menggelengkan kepalanya.
"Anii.. Kalau Hyung tidak percaya, lihat saja ke bawah! Aku serius!" ucap Kyuhyun dengan mantap membuat Siwon dan Kangin semakin mengernyit bingung.
Namun karena melihat wajah panic Kyuhyun, Kangin dan Siwon pun mulai bangkit dari duduknya dan menghampiri Kyuhyun yang berdiri dekat tangga.
"Mana?" tanya Kangin sambil tertawa meremehkan. Kyuhyun menekuk wajahnya kesal.
"Itu!" Kyuhyun hanya menjawab singkat sambil menunjuk kearah tangga lebih tepatnya di bawah tangga. Kangin dan Siwon pun hanya bisa mengikuti arah telunjuk Kyuhyun yang mengarah pada seekor ikan yang terlalu besar sedang menggeliat di lantai meminta air.
Selama beberapa detik Siwon dan Kangin hanya memperhatikan ikan yang malang tersebut.
"MWO?" pekik Kangin dan Siwon bersamaan setelah bisa mencerna kejadian apa yang terjadi di depan matanya.
"Hyung! Ikannya!" pekik Siwon lagi masih terdiam di tempatnya sambil ikut menunjuk ikan malang itu.
"Gawat! Cepat tangkap Siwonnie! Teuki Hyung bisa marah pada kita!" teriak panic Kangin lalu langsung menuruni tangga menuju sang ikan malang di ikuti dengan Siwon yang juga panic. Kyuhyun yang melihat itu pun terkikik geli tapi dengan santai ia langsung melenggang pergi menuju kamarnya sendiri membiarkan Kangin dan Siwon yang panic dengan ikan-ikan yang sudah Kyuhyun sebar dalam rumah.
"Hyung! Di sini juga ada!" ucap Siwon saat mendapatkan seekor ikan lain dekat sofa.
"Aish! Cepat ambil air Siwon!" Kangin mulai menangkap ikan-ikan yang sudah hampir kehabisan nafas tanpa air itu.
Siwon langsung berlari menuju kamar mandi dan mengambil gayung berisi air dan berlari menghampiri Kangin. Kangin pun langsung memasukkan ikan itu kedalam gayung, dan mulai bernafas lega. Kenapa mereka begitu panic? Jawabannya karena ikan-ikan itu adalah ikan kesayangan Leeteuk dan Donghae, dan jika sang Angel dan Fishy mengetahui ikan kesayangannya hampir mati kehabisan nafas, akan gemparlah rumah ini.
"Hyung! Ada lagi disana!" Kangin yang baru bisa menghela nafas lega langsung membulatkan matanya lagi saat melihat 2 ekor ikan tergeletak pasrah di dekat jendela ruang tengah.
"Aish Jinja!" Kangin langsung berhambur mendekati jendela di ikuti oleh Siwon yang membawa gayung berisi ikan. Dengan cepat, Kangin langsung menangkap ikan itu dan memasukkan nya dalam gayung kembali. Siwon langsung berlari menuju kolam ikan untuk mengembalikan ikan-ikan malang tersebut.
"Udara sepanas ini, kita harus berlari menangkap ikan yang entah bagaimana bisa berjalan itu.." ujar Kangin kesal sambil mendudukkan dirinya di sofa. -_-
"Padahal tadi film nya baru seru ya Hyung" Siwon yang sudah kembali dari kolam langsung mendudukkan dirinya di samping Kangin.
Tatapan mereka mulai tertuju pada capucino ice yang terpaksa mereka letakkan di meja sebelum menangkap ikan-ikan itu. Mereka pun mulai mengambil gelasnya masing-masing, cukup lelah menangkap ikan di hari yang panas.
"Tapi, bagaimana bisa ikan itu ada di ruang tengah Hyung? Tidak mungkin mereka jalan sendiri kecuali ada yang membawa nya.." ucapan Siwon membuat kedua menjadi berpikir.
'Benar juga. Mana mungkin… Yang bisa membawa nya… Kyu—Kyuhyun?' Siwon dan Kangin masih menebak-nebak pelaku pembebasan ikan dari kolam dan hanya satu orang yang menjadi tersangka saat ini.
Sambil menebak-nebak mereka pun mulai meminum capucino ice mereka masing-masing dalam tenang.
Srroootttttttt
Kangin dan Siwon langsung menyemburkan capucino yang mereka minum, lalu langsung melotot horror kearah gelas yang mereka pegang dan hal itu membuyarkan pikiran mereka masing-masing.
"Yak! Kenapa asin begini?" ucap Kangin yang langsung membersihkan lidahnya dari sisa capucino super asin itu. Sedangkan Siwon langsung berlari menuju dapur dan mengambil air mineral untuk menetralisir lidahnya.
"Aish.. Apa Wookie salah kasih garam bukannya gula?" ucap Siwon kesal.
"Apa capucino nya enak Hyung?"
Sebuah suara yang terdengar polos langsung membuat Kangin dan Siwon menoleh dan mendapati 2 namja yang tengah tertawa terbahak-bahak di dekat tangga.
"Kalian!" gumam Siwon sambil memperhatikan Kyuhyun dan Ryeowook yang tengah ber clapping ria sambil tertawa puas, Kangin sudah menatap horror kearah keduanya.
"Hyung! Kami pergi dulu ya.. Silahkan nikmati Capucino nya dan mungkin ikan-ikan di kolam juga menginginkannya" Ucap Kyuhyun sambil tertawa.
Dan tanpa banyak waktu Kyuhyun dan Ryeowook langsung pergi dari tempat kejadian tepatnya langsung berlari sebelum beruang Kangin terbangun dari tidurnya.
"CHO KYUHYUN! KIM RYEOWOOK!"
Kyuhyun dan Ryeowook masih bisa mendengar teriakan Kangin saat mereka membuka pintu pagar dan itu membuat keduanya semakin tertawa tapi tak menghentikan langkahnya menuju KyungHee University.
Sebuah permainan anak kecil yang terbilang sangat simple tapi mampu membuat seorang Kangin dan Siwon merubah pemikirannya tentang maknae baru mereka, namja berambut coklat ikal itu tidak sebaik yang di pikirkan pada awalnya justru lebih membahayakan daripada kedua maknae mereka sebelumnya dan mulai sekarang mereka harus selalu memasang alarm waspada jika berada di sampingnya, begitulah yang di pikirkan oleh Kangin dan Siwon saat ini.
.
.
.
oooOOO E.L.F OOOooo
Kyuhyun dan Ryeowook berjalan di lorong fakultas music masih di sertai tawa yang membuat orang-orang yang berada di dekat mereka mengernyit bingung.
"Aku masih belum bisa melupakan ekspresi Kangin Hyung Kyu~" Ryeowook kembali tertawa saat mengingat ekspresi marah Kangin.
"Tapi Kyu… Kalau Kangin Hyung dan Siwon Hyung mengadukan kita pada Teuki Hyung bagaimana?" tanya Ryeowook saat terlintas wajah angel yang berubah menjadi demon dalam seketika.
"Tenang Hyung, bisa ku pastikan mereka tidak akan mengadu" ucap Kyuhyun santai. Ryeowook mengangguk percaya, toh mereka memang tak melanggar peraturan, mereka tidak membuat rumah kotor, Kyuhyun hanya menaruh ikan di lantai tanpa air yang bercecer, Tidak kotor bukan? Mungkin seperti itulah pikiran Kyuhyun saat ini.
"Kyu! Wookkie!"
Kyuhyun dan Ryeowook menoleh saat mendengar nama mereka dipanggil. Sungmin berdiri di ambang pintu sebuah ruang kelas sambil melambaikan tangannya.
"Minnie Hyung.." Ryeowook membalas lambaikan tangan Sungmin sambil tersenyum lebar. Sungmin pun berjalan mendekati keduanya.
"Kalian baru datang?" tanya Sungmin yang di jawab dengan anggukkan dari Kyuhyun dan Ryeowook bersamaan.
"Kalian sedang senang ya?" tanya Sungmin lagi saat melihat raut kebahagian di wajah dua dongsaengnya itu. Bukannya menjawab Kyuhyun dan Ryeowook justru kembali tertawa walau hanya tertawa kecil. Sungmin mengernyit bingung sambil memiringkan wajahnya.
"Yak! Kenapa tertawa?" Sungmin menggembungkan pipinya kesal saat Kyuhyun dan Ryeowook tidak menjawab pertanyaannya.
"Anii Hyung. Kau tahu? Tadi ada ikan berjalan.." cerita Kyuhyun masih dengan tawa nya.
"Mwo?" Sungmin menggelengkan kepalanya mendapat jawaban tidak masuk akal dari Kyuhyun.
"Sudahlah Hyung, apa kelas mu sudah selesai?" tanya Ryeowook yang sudah bisa menghentikan tawa nya.
"Masih ada 1 kelas lagi dan aku mau menuju kesana sekarang" ucap Sungmin sambil tersenyum lembut. Ryeowook menganggukkan kepalanya mengerti. Sungmin menatap Ryeowook dan Kyuhyun bergantian, tapi ia mulai terfokus pada Kyuhyun. Kyuhyun yang sadar tengah di tatap Sungmin hanya balas menatap intens kedalam manic hitam Sungmin yang terlihat cantik. Kyuhyun terlonjak kaget saat Sungmin menjulurkan tangannya menyentuh rambut coklatnya. Semburat merah muncul di wajah Kyuhyun walau tak terlihat jelas.
"Aish.. Kenapa rambutmu berantakkan begini Kyu? Seperti anak kecil saja" ucap Sungmin sambil merapikan surai dark brown Kyuhyun. Setelah merasa rapi Sungmin menarik tangannya lalu tersenyum lembut membuat Kyuhyun berdiri mematung seketika.
'Yeopo…' batin Kyuhyun masih menatap intens wajah Sungmin.
"Oke, aku duluan ne? Sampai ketemu di rumah." ucap Sungmin sambil menatap Kyuhyun dan Ryeowook bergantian.
"Ne Hyung, hati-hati.." balas Ryeowook sambil membalas senyuman Sungmin. Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya satu kali. Sungmin pun mulai melangkah pergi meninggalkan Kyuhyun dan Ryeowook. Kyuhyun masih saja memandang bayangan Sungmin yang telah hilang, dan Ryeowook mengernyit bingung melihat Kyuhyun terdiam di tempat.
"Kyu! Kenapa diam?" Ryeowook menepuk pundak Kyuhyun.
"Hah? Ah.. Kajja Hyung, kita harus segera masuk kelas.." ucap Kyuhyun salah tingkah lalu langsung berjalan terlebih dahulu. Ryeowook hanya menggelengkan kepalanya tidak mengerti dan mulai mengikuti Kyuhyun.
"Kyuhyun-ah!"
Kyuhyun dan Ryeowook kembali berhenti saat seseorang memanggil nama Kyuhyun. Kyuhyun yang merasa nama nya di panggil pun segera menoleh dan mendapatnya sosok namja paruh baya yang sangat ia kenal tengah berdiri di hadapannya saat ini.
"Appa…" gumam Kyuhyun pelan sambil menatap Tuan Cho dengan tatapan tidak percaya. Tidak percaya karena Appa yang tak pernah datang ke sekolahnya sekarang berada di kampusnya, mungkin ini pertama kalinya Kyuhyun mendapati sang Appa mengunjungi sekolahnya.
Ryeowook menatap Kyuhyun dan namja paruh baya di hadapannya bergantian dengan tatapan bingung.
"Kyu… bisa kita bicara?" ucap Tuan Cho sambil tersenyum pada Kyuhyun dan kembali membuat Kyuhyun kaget karena sudah lama ia tak melihat senyuman seperti itu dari sang Appa.
"Kyu…" panggil Ryeowook seakan menyadarkan lamunan Kyuhyun.
"Hyung., kau ke kelas dulu saja, nanti aku menyusul.." ucap Kyuhyun. Ryeowook hanya menganggukkan kepalanya mengerti. Setelah itu, Kyuhyun mulai berjalan menghampiri Appa nya, menatap Appa nya sejenak seakan berkata ikuti aku dan Kyuhyun pun mulai melangkahkan kakinya menuju ke luar gedung fakultas.
.
.
oooOOO E.L.F OOOooo
Kyuhyun membawa Tuan Cho ke taman sebelah fakultas music. Sebuah taman yang cukup luas namun sepi di siang hari ini.
"Kenapa Appa kemari?" tanya Kyuhyun to do point sambil menatap Appanya.
"Kyu… Jebal, kembali lah ke rumah ne?" jawab Tuan Cho dengan nada memelas. Kyuhyun hanya tersenyum getir.
"Appa.. sudah ku bilang kan? Aku sudah besar dan aku ingin hidup tenang saat ini." ucap Kyuhyun sambil menatap Tuan Cho.
"Kyu.. Appa hanya mengkhawatirkan mu, dimana kau tinggal sekarang? Kalau kau mau tinggal sendiri, kau tinggal saja di Apartemen Appa.." ucap Tuan Cho lagi. Kyuhyun menggelengkan kepalanya.
"Aniya.. Aku sudah menemukan tempat yang cocok bagi ku Appa, kau tidak perlu khawatir." Kyuhyun menjawab dengan tenang dan santai.
Selama beberapa saat mereka terdiam saling menatap.
"Kyu.. aku mohon padamu, kembali ke rumah." ucap Tuan Cho lagi.
"Appa! Apa guna nya aku di rumah eum? Bukankah sama saja jika aku tak ada di rumah?" Kyuhyun mulai sedikit kesal pada Appanya yang tetap memaksa.
"i-itu.. itu karena… Kau anakku Kyu., kau penerus ku nantinya.." ucap Tuan Cho dan ucapan itu sukses membuat Kyuhyun tertawa meremehkan. Ia sudah tahu jika alasan itu yang akan di gunakan Appa nya.
"Jangan gunakan alasan seperti itu! Apa kau hanya menganggap ku sebagai boneka penerus yang akan melanjutkan usaha mu nanti huh?" ucap Kyuhyun dengan nada tinggi. Perasaan kesal dan kecewa kembali menyelimuti hati Kyuhyun.
"Bukan begitu maksudku… Aku—"
"Apa? Bukankah ucapanku benar Appa?" Kyuhyun memotong ucapan yang belum selesai di ucapkan oleh Tuan Cho. Tuan Cho kembali terdiam. Kyuhyun menghela nafasnya berat lalu melangkah mendekati Appa nya.
"Tolong Appa.. biarkan aku hidup seperti sekarang, aku ingin mengetahui kehidupan yang belum ku ketahui sebelumnya.." pinta Kyuhyun setengah berbisik saat berada tepat di samping Tuan Cho. Setelah mengatakan itu Kyuhyun kembali melanjutkan langkahnya melewati Tuan Cho yang masih berdiri di tempatnya.
"Kyu! Aku hanya kesepian… Aku ingin kau pulang ke rumah untuk menemani ku, umma mu sudah pergi ke Jepang. Jebal Kyuhyun-ah.."
Ucapan Tuan Cho sukses membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya. Jantung Kyuhyun mulai berdetak kencang mendengar kata-kata yang tidak pernah ia dengar dari mulut Appa nya itu. Kyuhyun membalikkan tubuhnya dan kembali menatap Tuan Cho yang tengah menatap Kyuhyun dengan tatapan memohon.
"Kesepian? Bagaimana bisa? Aku ada di rumah pun kau tak pernah mengajakku sekedar untuk bertegur sapa, jadi apa guna nya aku di rumah Appa? Harusnya aku yang mengatakan itu! Aku kesepian, sangat kesepian!" ucap Kyuhyun panjang lebar sambil tersenyum getir.
"Kyu…" gumam Tuan Cho mendengar ucapan Kyuhyun itu.
Tanpa mempedulikan apa pun lagi, Kyuhyun langsung membalikkan tubuhnya dan melangkah pergi meninggalkan Tuan Cho yang masih berdiri mematung manatap punggung Kyuhyun yang mulai hilang dari pandangannya.
"Mianhae Kyuhyun-ah.."
.
.
Kyuhyun melangkahkan kakinya kesal ke dalam gedung fakultas music. Matanya menatap lurus dan tajam tak mempedulikan yeoja-yeoja yang terkadang menyapanya sepanjang ia berjalan. Perasaan kesal itu datang lagi, perasaan yang sangat ia benci, dan itu di sebabkan oleh Appa nya sendiri.
Kyuhyun menaikki beberapa tangga, terus naik menuju atap gedung fakultas. Ia sudah tak ada mood untuk masuk kelas hari ini. Padahal tadi mood nya begitu baik, dan sekarang hanya dalam beberapa menit mood nya sudah benar-benar buruk.
Kyuhyun membuka pintu atap dengan kasar dan menutup pintu itu dengan keras. Angin berhembus sangat kencang di tempat ini dan hal inilah yang membuat Kyuhyun menyukai nya. Angin itu seakan menenangkan hati nya, membawa pergi semua rasa kesal dan marahnya.
Kyuhyun berjalan ke pinggir dan merentangkan tangannya, membuat angin semakin menerpa tubuhnya yang hanya memakai kaus dengan cardigan tipis. Kyuhyun memejamkan matanya, dan menghela nafas panjang.
"Kenapa dia tidak pernah sadar? Kenapa mereka tak pernah sadar kesalahan mereka? Sampai kapan mereka mau seperti ini? Oh Tuhan…" gumam Kyuhyun pelan, mungkin kepada angin yang berhembus. Ada nada kesedihan dalam ucapan Kyuhyun, kesedihan yang sangat mendalam.
"Kyu?"
Sebuah suara membuatKyuhyun menurunkan tangannya dan membuka kedua matanya. Ia menoleh kearah belakang dan mendapati seorang namja imut tengah berdiri menatapnya dengan tatapan bingung dan juga khawatir.
"Minnie Hyung?" gumam Kyuhyun sambil menatap sendu Sungmin.
"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Sungmin sambil berjalan mendekati Kyuhyun.
GREP
Kyuhyun tak menjawab dan justru memeluk tubuh mungil yang ada di depannya itu. Sungmin membulatkan matanya kaget, tapi tak berbuat apa-apa. Kyuhyun meletakkan kepalanya di pundak Sungmin lalu menghela nafas berat.
"Gwenchanayo? Ada apa Kyu?" Sungmin akhirnya bertanya setelah Kyuhyun tak kunjung mengeluarkan suaranya. Sungmin bisa merasakan Kyuhyun menghela nafas berulang kali menandakan namja tampan itu tengah dalam keadaan sesak dan sedih. Tangan Sungmin mulai menjulur, mengelus lembut punggung dongsaengnya tersebut.
Kyuhyun tidak menjawab pertanyaan Sungmin. Ia hanya memeluk Sungmin dan semakin mengeratkannya, ada perasaan tenang saat ia mencium aroma cherry yang terkuar dari leher putih Sungmin, dan perasaan hangat saat ia memeluk namja imut itu.
Akhirnya Sungmin pun menyerah untuk bertanya lagi pada Kyuhyun saat ini. Ia hanya terdiam sambil terus mengelus punggung Kyuhyun, membiarkan Kyuhyun untuk tenang sejenak.
Langit sudah mulai memerah, menandakan sang mentari siap untuk pulang ke rumah nya untuk beristirahat. Udara semakin mendingin, angin semakin berhembus kencang apalagi di atap gedung yang lumayan tinggi ini.
Kyuhyun dan Sungmin masih terduduk menyender pada dinding di atas atap fakultas music ini. Mereka memandang langit dan angin yang berada di depannya tanpa ada pembicaraan sedikit pun, keduanya terdiam.
"Kyu.." panggil Sungmin tanpa menatap Kyuhyun. Kyuhyun hanya bergumam singkat untuk menanggapi panggilan itu.
"Sudah baikkan?" tanya Sungmin. Kyuhyun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum tipis, entahlah ia sedang tidak ingin banyak bicara saat ini.
"Kau tidak masuk kelas eoh? Ck.. Aku bisa mengadukanmu pada Teuki Hyung kalau kau bolos begini." Ucap Sungmin sambil tersenyum jahil
"Kalau kau mengadukan, bisa ku pastikan hidupmu tidak akan tenang Hyung" balas Kyuhyun dengan nada menakut-nakuti. Sungmin tertawa kecil mendengar ancaman Kyuhyun tersebut.
"Mwo? Akan ku patahkan tulangmu sebelum kau macam-macam, aku ini ahli martial art, jadi jangan macam-macam padaku." ucap Sungmin sambil tertawa meremehkan.
"Ah, Jinjayo? Wow, aku benar-benar takut Hyung.." ucap Kyuhyun dengan nada di buat ketakutan, lalu tertawa kecil. Sungmin hanya menggelengkan kepalanya. Mereka pun kembali terdiam, memperhatikan burung-burung yang berbaris dan terbang pulang menuju rumahnya.
"Gomawo Hyung, karena aku kau juga tidak masuk kelas, Mianhae.." ucap Kyuhyun sambil menatap Sungmin dan tersenyum lembut.
"Aniya, sudah ku bilang dosen ku tidak masuk dan hanya memberi tugas pada kami, jadi tak masuk pun tak apa" balas Sungmin balas tersenyum tipis. Kyuhyun hanya mengangguk.
"Sebenarnya ada masalah apa Kyu?" tanya Sungmin lagi, entahlah sudah berapa kali ia menanyakan hal ini pada Kyuhyun. Tapi, Kyuhyun enggan untuk menceritakan problem di keluarga nya itu, bukannya tidak mau, tapi ia sendiri bingung harus menjelaskan seperti apa. Keluarga nya bertengkar, karena apa? Kyuhyun sendiri tak mengetahui nya.
Kyuhyun kembali terdiam, ia menekuk lutut kanannya dan meletakkan tangannya di atas lutut.
"Entahlah Hyung, aku juga tidak mengerti.." ucap Kyuhyun sambil tersenyum getir. Sungmin menatap Kyuhyun intens dengan tatapan sedih dan khawatir.
"Kalau kau belum bisa menceritakan, tidak apa-apa. Tapi ingat, jangan simpan masalahmu sendiri, arrasso?" ucap Sungmin sambil menepuk pundak Kyuhyun dan tersenyum sangat lembut.
"Walaupun tidak bisa membantu banyak, mungkin bebanmu akan berkurang. Ceritakan saja padaku atau pada lainnya, ingat peraturan ELF bukan?" ucap Sungmin lagi saat Kyuhyun hanya terdiam sambil menatapnya. Mendengar ucapan itu, Kyuhyun tertawa kecil.
"Peraturan yang sedikit aneh.." gumam Kyuhyun
"Mwo? Aneh? Yak! Itu tidak aneh. Kalau kau sudah melakukannya pasti kau mengerti manfaat peraturan itu.." ucap Sungmin sambil tersenyum lembut. Kyuhyun menganggukkan kepalanya mengerti, mungkin benar ucapan Sungmin, dengan menceritakan hal itu, Kyuhyun bisa sedikit menghilangkan bebannya. Tapi tidak untuk saat ini, Kyuhyun masih belum siap.
"Hanya satu yang perlu kau tahu Kyu, kau tidak sendirian dan mungkin masih banyak orang yang memilikki masalah lebih dari yang kau hadapi jadi jangan terlalu terlarut dalam masalahmu, Arra?" ucap Sungmin lagi dengan nada bijaknya membuat Kyuhyun sedikit melongo mendengar ucapan panjang nan bijak itu tapi juga ada perasaan lega dan tenang.
"Kau mendapatkan kata-kata itu darimana Hyung?" tanya Kyuhyun dengan memasang wajah tak percaya lalu terkekeh pelan.
"Yak! Kau ini…" Sungmin hanya menggelengkan kepalanya karena Kyuhyun tidak serius mendengarkan ucapannya. Sungmin menggembungkan pipi chubby nya membuat Kyuhyun kembali tertawa kecil.
"Jangan seperti ini Hyung, kau terlihat menggemaskan"
Entah apa yang di pikirkan Kyuhyun, melihat Sungmin masih menggembungkan pipinya, Kyuhyun mencubit gemas pipi putih itu membuat empunya meringis kesakitan lalu memukul kecil bahu Kyuhyun. Sungmin mendelik kesal setelah Kyuhyun melepaskan cubitannya, tapi Kyuhyun hanya memberikan Sungmin cengiran tanpa dosa nya.
"Gomawo Hyung" ucap Kyuhyun dengan nada serius. Sungmin hanya menatap Kyuhyun sambil mengelus pipinya yang masih terasa sakit.
"Gomawo, aku mengerti. Aku akan menceritakannya padamu saat aku siap" lanjut Kyuhyun lagi dengan senyuman lembutnya. Sungmin pun membalas dengan senyuman manis.
"Gwenchana, kalau ingin menceritakannya cari saja aku. Kau sudah ku anggap dongsaengku sendiri" ucap Sungmin masih dengan senyuman manis di wajahnya.
DEG
Kyuhyun terdiam saat mendengar ucapan Sungmin. Dongsaeng? hanya dongsaeng? Entah mengapa ada perasaan sedih saat mendengar kata dongsaeng dari mulut Sungmin, bukankah harusnya ia senang seperti saat yang lainnya memanggilnya seperti itu? Tapi berbeda dengan namja imut di depannya saat ini, ia merasakan perasaan lain, perasaan tidak rela dan sesak. Kenapa?
"Kyu?" Sungmin melambaikan tangannya di depan mata Kyuhyun saat melihat namja itu terdiam mematung. Kyuhyun mengerjapkan matanya dan langsung menatap mata bunny di depannya yang terlihat imut.
"Kenapa diam?" tanya Sungmin lirih.
"A-ah? Aniya, tidak ada apa-apa Hyung" jawab Kyuhyun sambil tersenyum getir. Sungmin menganggukkan kepalanya.
"Oke,kajja.. Ini sudah sore, kita pulang sekarang saja, ku rasa Wookkie juga sudah pulang.." ucap Sungmin sambil bangkit dari duduknya dan membersihkan celana nya, kemudian mulai berjalan mendekati pintu.
'Ada apa dengan diriku? Minnie Hyung… Kenapa aku jadi begini?' batin Kyuhyun sambil menatap intens punggung Sungmin yang menjauh pergi.
"Kyu! Kenapa masih duduk di situ hah?" panggil Sungmin sedikit berteriak saat melihat Kyuhyun belum bangkit dari duduknya. Kyuhyun tersenyum lalu dengan berat ia mulai bangkit berdiri dan berjalan menghampiri Sungmin.
"Dasar lambat" cibir Sungmin melipat tangannya di dada sambil menatap kedatangan Kyuhyun. Kyuhyun hanya tersenyum lembut dan semakin mendekati Sungmin.
"Minnie.." ucap Kyuhyun setengah berbisik saat sampai tepat di depan Sungmin.
"Mwo?" tanya Sungmin sambil menatap namja tampan yang berdiri hanya berjarak 1 langkah tersebut. Kyuhyun masih mengukir senyuman lembutnya, tangan Kyuhyun mulai menjulur dan dengan lembut menyentuh pipi putih Sungmin dan mulai mendekatkan wajahnya, membuat namja imut itu terlonjak kaget.
"Halus, kau benar-benar cantik dan manis Minnie Hyung." Bisik Kyuhyun tepat di samping telinga kiri Sungmin masih mengelus lembut pipi Sungmin. Sedetik kemudian, Kyuhyun semakin tersenyum lebar saat melihat Sungmin terdiam sambil mengerjapkan matanya lucu, dan terlihat rona merah nan tipis di kedua pipinya tersebut. Kyuhyun pun melepaskan tangannya, dan langsung berjalan melewati Sungmin.
Sungmin masih membeku di tempatnya, tangannya menyentuh pipinya sendiri, pipi yang baru saja di elus lembut oleh Kyuhyun.
"Tadi dia bilang apa?" gumam Sungmin pelan.
"Yak Hyung! Kau mau berdiri di situ sampai kapan? Kalau kau tidak bergerak juga, aku bisa mencium mu sekarang juga loh." Ucap Kyuhyun dengan sedikit tawa kecil sambil bersender di ambang pintu. Setelah itu, Kyuhyun menggedikkan bahunya lalu mulai keluar dari pintu meninggalkan atap gedung tersebut.
Sungmin mengerjapkan matanya, namun sedetik kemudian ia membulatkan matanya.
'Cium?'
"Cho Kyuhyun! Kau benar-benar ingin merasakan martial art ku hah?!" teriak Sungmin penuh amarah sambil berlari mengejar Kyuhyun. Kyuhyun yang mendengar itu dari balik pintu pun semakin tertawa dan mulai berlari menuruni tangga sebelum namja imut itu membunuhnya di tempat.
.
.
.
oooOOO E.L.F OOOooo
Langit telah menggelap, matahari telah tidur sepenuhnya. Namun, malam ini terasa lebih gelap dan dingin dari biasanya. Tak ada sang rembulan dan kerlap kerlip bintang yang menghiasi sang langit, hanya ada awan hitam yang menutupi sumber cahaya kota Seoul tersebut. Rintikan air turun dengan indah dari awan hitam, angin berhembus kencang dengan beberapa sambaran petir yang mengagetkan.
Seoul malam ini, tengah di basahi hujan yang cukup deras. Udara menjadi lebih dingin dan menusuk tulang.
CTAK.. CTAK..
"Ayoo! Ayo! Aisshh.."
"Yak! Bocah kau curang! Aish, apa-apaan itu, akh.."
"Mwo? Kau yang curang Hyung.. Ayo, ayo, kalahkan monster itu!"
"Kau tidak akan bisa mengalahkanku!"
Sahutan demi sahutan itu terus mendominasi sebuah ruangan TV di ELF House ini. Terlihat beberapa namja tengah duduk santai di ruang santai tersebut, mereka terus memandang heran pada 2 sosok namja yang tengah asyik menarikan jarinya di joystick nya masing-masing untuk mempertandingkan sosok virtual yang ada di dalam TV saat ini.
Heechul dan Kyuhyun tengah tanding game. Mereka terlihat sangat serius dan sengit dalam pertarungan tersebut. Awalnya Heechul hanya tidak terima di anggap pengecut karena menolak tantangan game dari Kyuhyun, namun sekarang namja cantik itu mulai menikmati permainannya.
"Heenim-ah, Kyu, bisakah kalian menyelesaikan game itu sekarang? Aku bosan melihat gambar-gambar itu.." ucap Leeteuk sambil menatap bosan kearah Heechul dan Kyuhyun.
Bosan? Tentu saja, Kyuhyun dan Heechul telah menguasai TV di ruangan ini sejak 2 jam lalu hanya untuk memainkan game mereka dari PS yang Kyuhyun bawa.
"Iya, aku juga.." timpal Shindong sambil terus memakan kripik kentang kesukaannya.
Kyuhyun dan Heechul tak bergeming sedikit pun, mereka masih saling sahut demi kemenangan sang jagoan yang dimainkannya. Menganggap 2 keluhan itu sebagai angin lalu. Leeteuk hanya bisa menghela nafasnya berat. Ia tahu jika Heechul memang jarang mematuhi ucapannya namun Kyuhyun? Dongsaeng barunya yang terlihat manis dan baik kemarin, hari ini telah berubah. Leeteuk menggelengkan kepalanya sambil menatap punggung Kyuhyun.
Leeteuk pun mulai mengedarkan pandangannya, memperhatikan setiap kegiatan yang di lakukan dongsaengnya di ruangan ini. Terlihat Eunhyuk dan Donghae yang tengah tertawa sambil asyik memainkan laptop mereka. Henry yang tengah kebingungan mengerjakan tugasnya walau telah di bantu oleh Zhoumi dan Hangeng, Kangin yang tengah tersenyum gaje sambil memainkan smarthphone nya dan Shindong yang masih setia memperhatikan layar TV yang menampilkan gambar visual dengan tatapan bosan.
Tatapan Leeteuk terfokus pada Siwon yang tengah berdiri di dekat jendela, terus melihat ke luar jendela dengan raut mula cemas dan khawatir. Leeteuk pun bangkit dari duduknya dan menghampiri Siwon.
"Wonnie-ah, gwenchanayo?" tanya Leeteuk sambil menepuk pundak Siwon. Siwon menoleh dan menatap Leeteuk dengan tatapan cemas.
"Bummie Hyung, dia belum pulang juga jam segini.." jawab Siwon. Leeteuk mengernyit bingung, lalu melihat jam yang melingkar di tangan kanannya. Pukul 09:00 p.m, sudah cukup malam dan kurang 1 jam lagi jam malam ELF House berakhir. Leeteuk mulai ikut menatap ke luar jendela, lebih tepatnya memperhatikan kondisi di luar rumah yang di guyur hujan cukup deras.
"Kau sudah menghubunginya?" tanya Leeteuk. Siwon menganggukkan kepalanya.
"Tapi.. ponselnya tidak aktif." Ucap Siwon dengan nada cemas. Leeteuk menghela nafasnya.
"Dia tidak memberi tahu mu akan pergi kemana?" tanya Leeteuk lagi.
"Aniya, tadi aku tertidur dan Kibum sudah tidak ada di rumah." Jawan Siwon sambil mengeratkan genggamannya pada ponselnya sendiri.
"Kalian sedang apa?"
Sungmin baru saja keluar dari kamarnya dan terbingung saat melihat Leeteuk dan Siwon tengah berdiri di dekat jendela. Kamar Sungmin memang berdekatan dengan jendela tersebut, dank arena itulah saat ia membuka pintu ia terbingung melihat 2 sosok namja berdiri di depan jendela dengan tatapan khawatir.
"Minnie-ah, apa kau tahu Kibum pergi kemana?" tanya Leeteuk. Sungmin memiringkan kepalanya bingung.
"Kibum? Tadi sore aku berpapasan dengannya di depan rumah dan dia bilang akan pergi ke toko buku sebentar.. Memang Kibum belum pulang Hyung?" Sungmin mulai menjelaskan dan hal itu justru menambah ke khawatiran di wajah Siwon dan Leeteuk.
"Ne, dia belum kembali hingga sekarang dan ponselnya tidak aktif, kemana anak itu?" ucap Leeteuk sambil melipat tangannya di dada. Bisa terlihat raut cemas mulai muncul di wajah Sungmin saat mendengar ucapan Leeteuk.
"Hot Choco dataanngg" Teriak Ryeowook dengan nada ceria nya, membuat seluruh penghuni langsung terfocus padanya dan Yesung yang membawa beberapa gelas hot choco.
"Sudahlah, kalau sampai jam 10 ia tidak ada kabar, kita cari Kibum" ucap Leeteuk sambil menatap Siwon dan Sungmin bergantian. Sungmin menganggukkan kepalanya dan mulai melangkah mendekati Ryeowook yang telah memanggilnya.
"Wonnie-ah, tenanglah. Kibum baik-baik saja. Ayo kita duduk." ucap Leeteuk saat Siwon masih memandangi jendela di depannya dengan tatapan cemas. Mendengar ucapan itu, Siwon mengangguk dan mulai mengekor di belakang Leeteuk, berkumpul bersama yang lain sambil menikmati segelas hot choco.
"Kau tidak memasukkan macam-macam kan?" Kangin menerima hot choco dari Ryeowook tapi ia masih menatap intens wajah polos Ryeowook dengan penuh selidik. Ia tak mau kejadian di siang hari itu terulang kembali.
"Aniya Hyung, kenapa kau menatapku begitu sih? Kau tidak percaya?" ucap Ryeowook sambil mengerucutkan bibirnya.
"Tidak, sejak kejadian tadi siang" ucap Kangin cuek. Ryeowook hanya tersenyum getir mendengar ucapan Kangin.
"Memangnya tadi siang ada apa Hyung?" tanya Donghae yang mendengar ucapan Kangin sambil meniup-niup hot choco nya.
"Tidak ada apa-apa Hyung, aku hanya salah memasukkan garam ke minuman Kangin Hyung.." Ryeowook langsung menyela Kangin yang ingin menjawab. Ryeowook menjawab dengan menggunakan wajah polos tanpa dosanya yang membuat Donghae mengangguk mengerti.
"Mwo? Tidak sengaja Wookkie-ah?" ucap Siwon yang baru saja bergabung bersama yang lainnya dengan nada mencibir.
"Iya, Siwonnie.. ada 2 orang memang tidak sengaja membuat kita kerja bakti di siang hari!" timpal Kangin sambil menatap Ryeowook dengan tatapan sangarnya. Ryeowook hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil melirik-lirik kearah Kyuhyun yang terlihat tidak peduli.
"Yak! Kenapa kalian bicara seperti pada baby Wookkie eoh?" Yesung yang memang Hyung kesayangan sekaligus namjachingu tercinta Ryeowook pun mulai membela walau tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Hei, jangan kaget dengan ucapan barusan. Ya, Yesung dan Ryeowook adalah sepasang kekasih sejak beberapa bulan yang lalu saat Ryeowook mulai memasukki ELF House dan itu sudah menjadi rahasia umum.
Kangin dan Siwon hanya tertawa meremehkan karena memang mereka tidak menceritakan apa pun pada penghuni yang lain tentang sengsara nya mereka di siang hari hanya karena pesan singkat yang di kirimkan oleh Kyuhyun. Namja tampan berambut ikal itu, telah mengirimkan pesan berupa ancaman yang sebenarnya tidak masuk akal tapi mampu membuat Siwon bahkan Kangin tutup mulut walau mereka masih memarahi bahkan kesal dengan 2 maknae nya itu.
"Aaahhh, Hyung kau curang!" pekik Kyuhyun tiba-tiba membuat seluruh penghuni yang sedang asyik dengan kegiatannya masing-masing langsung menoleh dan menatap kearah Heechul dan Kyuhyun.
Kyuhyun melemparkan joysticknya dengan kesal ke karpet saat layar TV menunjukkan tulisan Player 2 WIN yang berarti Heechul lah yang memenangkan pertarungan sengit tersebut. Heechul hanya tertawa bangga melihat kemenangannya.
"Pokoknya kita main lagi! Pasti kali ini, aku bisa menang lagi darimu!" ucap Kyuhyun kesal dan kembali menantang Heechul.
"Baiklah bocah kecil, tapi kalau kau kalah kau harus menuruti perintahku dalam 1 hari penuh!" Heechul mulai membuat penawaran.
"Oke, siapa takut!" jawab Kyuhyun mantap
"Yak! Kalian masih mau main lagi? Aish, tidak. Matikan PS itu sekarang juga! Aku bosan!" pekik Leeteuk di sertai dengan perintah di dalamnya.
"SHIREO!"
Heechul dan Kyuhyun langsung menoleh ke arah Leeteuk lalu meneriakkan kata itu bersamaan, membuat penghuni yang lain tercengang dan hanya bisa menggelengkan kepalanya tidak mampu mengucapkan apapun untuk mencegah 2 namja yang tengah ber api penuh semangat, sedangkan Leeteuk? Dia sudah pundung di pojokan karena di bentak secara kompak oleh 2 dongsaengnya.
"Kajja kita mulai!" ucap Heechul penuh semangat. Kyuhyun membalasnya dengan seringaian maut tanda ia siap melawan lagi, Kyuhyun mulai mengambil joysticknya kembali.
Namun, Kyuhyun terdiam sejenak saat ekor matanya menangkap seseorang yang duduk di sofa sambil menekuk lututnya dan menatap dirinya dengan tatapan intens namun sangat polos.
GLUK
Kyuhyun harus menelan ludahnya dengan sulit saat melihat Sungmin yang tengah memperhatikannya dan Heechul. Tapi bukan itu yang membuat Kyuhyun mematung saat ini, Kyuhyun terdiam karena pose Sungmin yang terlihat sangat imut di matanya. Namja imut bermata bunny itu mengenakan piyama pink dengan gambar doraemon yang terlihat tipis dengan leher pendek membuat leher jenjang putih Sungmin yang Kyuhyun rasakan hangatnya tadi sore terekspos begitu saja. Belum lagi dengan gaya Sungmin yang menekuk lututnya di atas sofa dan meletakkan tangannya di atas lututnya sendiri dan terkadang menggembungkan pipinya yang putih nan chubby itu.
Heechul yang sudah siap terbingung karena Kyuhyun masih terdiam tanpa memencet sedikit pun joysticknya. Heechul mulai mengerutkan dahinya karena ia tahu tatapan Kyuhyun tidak mengarah pada layar LCD TV di depannya, ia melihat bola mata Kyuhyun tengah melirik seseorang. Heechul mengikuti arah lirikan Kyuhyun yang tepat mengarah pada Sungmin. Melihat itu, Heechul mulai tersenyum penuh maksud.
"Dia tidak akan hilang walau tak kau perhatikan, tenang saja" bisik Heechul sambil menyenggol bahu Kyuhyun. Kyuhyun menoleh dan mengernyit bingung dengan ucapan Heechul belum lagi senyum aneh yang terpantri di wajah cantiknya.
"Jadi tanding tidak?" ucap Heechul lagi.
"A-ah? Tentu saja Hyung!" balas Kyuhyun semangat lalu memulai permainan mereka kembali.
'Apa yang terjadi padamu Cho Kyuhyun' batin Kyuhyun terus berbicara walau raganya tengah memainkan game bersama Heechul.
Para penghuni ELF House pun mulai terlarut kembali dengan kegiatannya masing-masing dan juga dengan Heechul dan Kyuhyun yang mulai heboh sendiri, dan terkadang hal tersebut mengundang tawa dari penonton keduanya.
Tapi hal itu tidak berlaku bagi namja tampan bertubuh atletis yang tengah duduk dengan kecemasan tingkat tinggi. Ia terus melihat layar ponselnya hanya untuk melihat jam yang terus berputar, pikirannya hanya tertuju pada 1 orang saat ini, seorang Kim Kibum.
"Wonnie-ah, kau kenapa?" tanya Hangeng yang mulai bisa melihat kegelisahan di wajah Siwon.
"Iya, daritadi kau terlihat cemas" timpal Zhoumi yang ikut memperhatikan Siwon.
"Kibum belum juga pulang Hyung, aku khawatir" jawab Siwon dengan wajah cemas
"Ah iya, aku juga belum lihat Qi Fan ge sejak tadi" Henry pun mulai ikut dalam perbincangan mereka.
"Memang dia kemana?" tanya Kangin sambil menyesap hot choconya. Siwon hanya menggedikkan bahunya dan menggelengkan kepalanya tanda tidak tahu.
"Hubungi saja, ini sudah hampir jam 10" sahut Shindong.
"Ponselnya tidak aktif Hyung" ucap Siwon.
Sepertinya para penghuni ELF House telah sadar akan ketidak hadiran Kibum dan mulai mencemaskan namja berkulit putih salju itu, tidak terkecuali Kyuhyun dan Heechul walau mereka masih asyik memainkan game, tapi telinga mereka bisa menangkap perbincangan tersebut.
Semua nya pun terdiam, berkelut dengan pikirannya masing-masing. Hanya ada suara berisik yang berasal dari LCD TV yang menampilkan gambar-gambar animasi virtual yang tengah bergerak ke sana- kemari.
BRRAAKKKKK!
Seluruh penghuni terlonjak kaget saat tiba-tiba terdengar suara pintu yang dibanting dengan sangat keras, hingga membuat layar TV itu kembali menampilkan kata You Lose!, Kyuhyun dan Heechul saling tatap karena mereka tak menyadari siapa yang memenangkan game nya.
"Suara apa itu?" tanya Shindong takut-takut.
Tapi, tanpa tunggu banyak waktu Leeteuk, dan Siwon langsung berlari kea rah tangga di ikuti penghuni yang lainnya. Yang mereka yakini hanyalah suara itu adalah suara pintu yang berasal dari lantai 1. Mereka mulai melihat ke seluruh penjuru ruangan, dan mata mereka membulat saat melihat sosok namja yang sudah basah kuyup berdiri menyandari di pintu utama, dengan wajah tertunduk tapi tak bisa menyembunyikan tubuhnya yang bergetar, entah karena tangis atau kedinginan.
"Bummie!" teriak Siwon dan Leeteuk bersamaan saat melihat Kibum berdiri lemas. Mereka pun langsung berlari menghampiri Kibum.
"Kibum-ah, gwenchanayo?" tanya Leeteuk sangat khawatir melihat keadaan salah satu dongsaengnya itu.
"Ada apa Kibummie?" tanya Donghae yang tak kalah khawatir.
Kibum tak bergeming dan tetap menundukkan kepalanya.
"Bummie.." Siwon mendekat dan menyentuh kedua pundak Kibum yang masih bergetar.
"Kim Kibum!" panggil Siwon lagi dengan nada cukup tinggi karena Kibum tetap tak menanggapi panggilan mereka semua.
Kibum mulai mengangkat wajahnya yang membuat seluruh penghuni ELF kembali terkaget. Mata Kibum memerah, dan air mata yang telah bercampur dengan air hujan telah membasahi seluruh sisi wajahnya yang juga sudah memerah.
"Kibum-ah" gumam Sungmin, Yesung, dan Kangin bersamaan dengan nada pelan dan lirih.
"Bummie, gwenchanayo?" tanya Siwon lagi dengan wajah teramat khawatir.
"H-hyung…" gumam Kibum dengan suara parau nya di ikuti dengan isakan tangis, Siwon hanya bisa menatap lekat wajah sendu itu dengan tatapan bertanya.
"dia… dia k-kembali, orang itu kembali, a-aku takut." ucap Kibum masih dengan suara parau dan isakannya. Para penghuni yang lain menajamkan pendengarannya untuk dapat menangkap suara Kibum yang begitu lirih, mencerna setiap kata yang di ucapkan Kibum dengan susah payah itu dan sedetik kemudian mereka membulatkan matanya dan menatap Kibum intens dan khawatir yang teramat sangat. Kata 'seseorang' yang dimaksud Kibum membuat semuanya jelas mengapa Kibum pulang terlambat dengan keadaan seperti itu.
Tapi tidak semuanya yang mengerti karena ada seorang namja jangkung yang mengernyit bingung sambil menatap cemas wajah sendu Kibum dan terkadang menatap wajah para penghuni lain yang terlihat terkejut dan sangat khawatir. Kyuhyun sama sekali tidak mengerti maksud dari kata 'orang itu' yang membuat penghuni lain terkejut dan memasang wajah sangat cemas itu.
'Apa yang terjadi?'
.
.
~TBC~
oooOOO E.L.F OOOooo
Note :
Annyeong~^^
Saya datang cepat karena sedang liburan.. Hahaha :D
Oiya, saya mau menjelaskan beberapa hal disini… Yang pertama banyak yang bertanya apakah ini official pair? YA! Ini official pair, No crack pair..
Terus, kenapa moment KyuMin dan lain nya lama and sedikit? Karena saya mau memberikan kesan brothership and family nya dulu buat Kyu, baru setelah ini mengenai lope lopean nya.., #apadeh -_- *ditendang reader*
And the last, kalau alurnya terkesan lama dan berputar… MIANHAE.. Saya juga bingung gimana nyepetinnya #Plaak =p
Soo, semoga gak pada bosan membacanya… hehehe
Special Thanks to :
loveiskyu, HeeYeon , Runa Evangel, yv3424 , maya sakura, Beakren, winecoup134 , ming0101, fzkhrfa, EvilblueElf, JOYeerr Elpeu, cherrizka980826, zakurafrezee, Hikari tsuky, sitara1083, Chikyumin, lalalala, JK0603 , Gyumaemin, nikyunmin, kyurin Minnie, dindaR, hana ryeong9, Evilkyu Vee, futari chan, Andhisa Joyers, Cho Kyuri Mappanyukki, Agashi, vinvin , MINGswife, reaRelf , Yukka ChoLee, Princess kyumin, kanaya, 0203, dhianelf4ever, KS, kim kyuna , ANAKNYADONGHAE , is0live89, Wookiesomnia, Ega, Cho Miku, puzZy cat , Hikari Hoshigawa, Lee Shurri , Kyumin addict
~Jeongmal KamsaHAE~
Mind To Riview Again ? ='3
