Yu-Gi Oh!

Disclaimer: karakter dan crita asli Milik Kazuki Takahashi, aku tidak mengambil keuntungan dari cerita ini.

Rating: Ceritanya agak berat. Tapi T sepertinya sudah cukup

Genre: friendship, hurt/comfort dan lainnya

Warning: Cerita dari bahasa inggrisku. Sepertinya asik membuat cerita memakai bahasa inggris ngasal lalu diterjemahkan ke

-Bahasa agak kasar,

-Ceritanya akan panjang, rencananya.

-Kebanyakan tentang Jou.

H++++

Rumah Jou.
"AYAH! Aku pulang ..!" Jou membuka pintu apartemennya tetapi tidak ada jawaban dari dalam rumahnya. Seperti biasanya, ketika ia memasuki rumah, dia bisa mencium bau alkohol dan banyak potongan pecahan botol di lantai. Dia menutup pintu dan melangkah masuk. Dia menemukan sebuah kertas di meja yang ditindih sebuah gelas dan mengambi. Dia membaca apa yang tertulis di kertas itu.

'PERGI SELAMA DUA MINGGU, JAGA DIRIMU SENDIRI DAN JANGAN LAKUKAN HAL YANG BODOH ..' Hanya itu yang tertulis di kertas itu. Jou meletakkan tasnya di kursi dan mengambil sapu. Dia menyapu pecahan botol yang ada di lantai dan memastikan untuk tidak meninggalkan sepotong kecilpun di lantai.

Ayah Jou adalah seorang pemabuk. Selalu melemparkan botol ketika dia marah. Jou terpaksa untuk tinggal bersamanya setelah ayah dan ibunya bercerai. Adiknya yang bernama Shizuka diambil darinya dan hidup dengan ibunya di luar kota. Jou selalu cinta adiknya dan ingin memberikan yang terbaik untuk menyelamatkannya ketika ia mulai buta. Terima kasih kepada Yugi, ia dapat melakukan operasi untuk adiknya karena sahabatnya, Yugi memberinya uang dari memenangkan pertarungan Battle City. Jou sendiri banyak berutang budi kepada temannya. Yugi telah mengajarkan dia untuk bermain Duel Monster', bagaimana cara membuat teman dan membuatnya berhenti dari selalu percaya padanya. Jou tersenyum, ia tidak percaya bahwa dia punya teman baik seperti Yugi. Dia hanya seperti sampah dengan kepribadian buruk .. Jou teriingat kata-kata Kaiba padanya dan itu sedikit membuatnya merasa tertekan.

"Mungkin kata-kata yang diucapkan Kaiba itu benar." Tapi Jou tersenyum lagi ketika ingat Yugi mengatakan bahwa dia teman baik dan peduli ketika ia bertanya mengapa Yugi ingin berteman dengannya.

Honda lain, ia mengenal orang itu untuk waktu yang lama dan mereka benar-benar teman dekat. Orang pertama yang tahu dia di dalam dan di luar adalah Honda. Dia tahu tentang ayahnya yang pemabuk dan rumahnya. Dia juga membantunya ketika ia terlibat perkelahian dengan geng.
Anzu, adalah gadis menarik. Selalu bahagia dan suka membantu yang lain. Jou juga suka padanya, menjadi penyemangat diantara teman-temannya. Walaupun hanya dia anak perempuan tetapi dia selalu bersemangat. Anzu berbicara kepadanya bahwa dia sering terlibat dalam pertempuran geng karena dia tertalu menarik perhatian? Yeah, mungkin karena itu. Dia tahu dia selalu membuat pilihan yang bodoh dan tidak suka hanya diam. Tapi Anzu bicara bahwa dia menyukai ketika Jou membuatnya tersenyum atau tertawa dengan banyak hal konyol yang dilakukan Jou. Ryo Bakura, Teman mereka. Dia manis dan terlihat rapuh tapi sebenarnya sangat kuat. Dia menjadi teman dengan mereka ketika Yugi berhasil mengalahkannya dalam 'Monster Dugeon'. Jou khawatir dengan Yami-nya, Bakura. Tapi entah kenapa, Ryo sekarang dapat menjaga tubuhnya dari kontrol pencuri itu. Malik. Dia orang yang paling gila, ketika berubah menjadi Marik, ia menjadi phsyco. Terima kasih kepada Yugi lagi. Dia bisa mengalahkan Marik dan membuat Malik menjadi normal. Tapi Jou masih takut dengan Marik daripada Bakura.

Jou menaruh sapu itu kembali dan duduk di kursi. Dia membuka tas dan mengambil kartu dek nya. Memindai satu per satu. Ketika ia melihat 'Red Eyes Black Dragon' miliknya, ia menempatkannya ke meja dan menyimpan sisanya lagi ke dalam kotaknya.
Bersandar ke belakang, Jou mengambil kartu itu dengan tangan kanan dan mengangkat tangannya. Memperhatikan dengan cermat. Namanya terlihat seperti tidak berbeda dari yang Kaiba miliki.

'Blue eyes white dragon'

'Red eyes black dragon'

"Mengapa nama mereka seperti saling berlawanan? Atau karena ia selalu bertengkar dengan CEO itu?" Jou bertanya pada dirinya sendiri.

Dia menaruh kembali kartu itu kedalam kotak dan berdiri, membuka jaketnya dan melemparkan ke kamar tidur. Jou melihat jam, enam di sore hari. Jou kemudian pergi ke dapur, ia membuat telur orak-arik dan memakannya dengan sosis. Ia mulai berpikir mencari pekerjaan karena ayahnya tidak meninggalkan uang. Setelah selesai makan, Jou pergi ke kamar mandi dan mengambil handuk. Dia melepaskan kalung leher yang dipakainya karena ia berpikir tidak apa-apa melepaskannya dirumah. Itu tidak seperti dia tidak menepati janjinya. Tapi sekarang dia sedang berada di rumah. Dia tidak memiliki bathub dengan air panas sehingga ia hanya menggunakan bathub dengan air dingin. Dia menggigil ketika air dingin menyentuh tubuhnya. Tapi dia sudah mulai terbiasa, ia mencuci rambut menggunakan sampo -Produk murah-. Setelah itu, ia bersantai sejenak. Setelah sepuluh menit, ia meraih handuk dan melilitkannya di pinggangnya dan keluar dari kamar mandi. Dia keringkan rambutnya dengan handuk lain dan berjalan ke ruang tamu. Ketika ia mendengar ketukan di pintu depan. Dia berhenti sejenak, dan menatap pintu.

"Siapa orang yang berkunjung? Jou tidak ingat Honda akan mengunjunginya hari ini." Jou berjalan ke pintu.

"Ya, siapa di sana?" Dia bertanya.

"Kakak?" Ketika Jou mendengar suara itu, ia bergegas membuka pintu. Dia melihat senyuman seorang gadis berambut cokelat di depan pintu.

"Hi-" Shizuka menyapa. Pipinya menjadi merah dan mencoba menyembunyikan wajahnya dengan tas yang dia pegang.

"Um .. apakah kamu baru saja menggunakan kamar mandi Jou?" Jou menyadari dan tertawa malu-malu ..

"Maaf Shiz .. ayo masuk, aku akan memakai pakaianku sekarang.. Tunggu sebentar!" Jou berlari ke kamarnya. Shizuka berjalan ke dalam dan menutup pintu. Dia duduk di sofa dan menyalakan televisi. Jou selesai mengenakan t-shirt biru dan celana putih.

"Hey, kenapa kau ada di sini?" Jou berjalan kearah sofa dan membuat Shizuka menatap berpaling padanya. Jou memeluk adiknya dengan gembira. Shizuka memeluk Jou kembali dan tertawa. Jou duduk disamping adiknya. "Aku kangen Shiz .."

"Jou, sini!" Shizuka memberikan tas yang ia bawa. Jou menerimanya.

"Apa ini?" Ia menemukan sebuah t-shirt, warna putih dengan gambar 'Red Eye Black Dragon' di depan. Kaos itu Itu begitu lembut.

"Aku menemukan baju ketika aku pergi ke mal kemarin bersama Mama, kuharap kamu akan menyukai ini Jou!" Dia tersenyum.

"Wah! Kau benar Shizuka. Aku benar-benar suka baju seperti ini, terimakasih!kamu adalah saudara yang terbaik!" Dia mencium pipi Shizuka. "Lalu, mengapa kamu bisa berada di sini? Apa Ma tahu kau datang ke sini?" Jou melihat wajah adiknya.

"Jangan khawatir, dia tahu tapi aku tidak bisa tinggal lebih lama lagi.. Pada pukul delapan aku harus pulang. Dia akan menjemputku karena Ma baru mengunjungi temannya di kota ini. Dia memperbolehkan aku kesini karena aku memintanya." Shizuka terlihat sedih. Ada air mata di sudut matanya.

"Itu tidak apa-apa Shiz, aku sangat senang kamu mengunjungiku dan terimakasih lagi tentang bajunya. Oh, iya.. Ayah sedang keluar rumah.." Shizuka menghapus air matanya dan tersenyum.

Mereka menonton televisi dan tertawa bersama saat menonton kartun kucing yang sedang mengejar tikus. Ketika suara ketukan dari pintu terdengar dan Jou berbalik untuk melihat jam. Delapan malam..Shizuka berdiri. Dia tahu ibunya menjemputnya.

"Jadi Jou, aku benar-benar menikmati hari saat kita menghabiskan waktu bersama, sekarang aku harus pulang." Jou berdiri dan berjalan ke bersama Shizuka kea rah pintu. Jou membuka pintu dan melihat ibunya. Dia tidak suka, tapi masih menyimpan rasa hormatnya.
"Halo Ma-"

"... Hai Katsuya .." Dia hanya tersenyum sedikit. Shizuka berjalan keluar dan berdiri di depan Jou.

"Jadi, lihat lain kali kita berjumpa kakak." Dia melambaikan tangannya ketika ibunya memegang pergelangan tangannya untuk pergi keluar apartemen. Mereka pergi. Jou masih berdiri di pintu dan akhirnya melangkah masuk. Dia mengambil baju yang diberikan oleh adiknya dan pergi ke kamarnya. Menjatuhkan tubuhnya ke ranjang dan memegang baju itu dengan kuat. Ia akhirnya tertidur.

"Shizu-ka .."

Next chap H+1