Jumpa lagi bersama saya...

Author Gaje dengan cerita gaje pula...

=="

Hehehe...

Terimakasih buat yang udah meREVIEW fic pertamaku ini...^^

0.K.?

Tapi menurut saya sendiri, awal cerita ini sih bagus, tapi gak tau jadi kayak gini... T.T

Bagi yang berharap banyak, maafkan saya...

Baiklah, kita mulai saja Chapter ke empat D.E.T.E.C.T.O.R. Ini...

WARNING..!

Banyak kesalahan di Fic ini...

Untuk Rate, kali ini tetep T.

Genrenya, ada romancenya dikit.

Ya..., di. Kiiiit... Hehehe...

Disclaimer; Naruto(c)Mashimoto-Sensei

D.E.T.E.C.T.O.R.(c)Memorie's of Daisuke Edogawa

.

D.E.T.E.C.T.O.R

.

Chapter 4,

.

DOWN...,2

.

.

.

Naruto membuka matanya. Tak tahu ada di mana, tapi bau obat-obatan menyeruak ke dalam hidungnya. " Dimana..., ini? "tanyanya lemah.

"... Kau sudah sadar? "tanya balik seorang perempuan yang memakai baju dokter.

" I..., ini di mana? " Naruto mengangkat kepalanya, dan menyandarkan punggungnya pada salah satu sisi tempat ia tidur tadi.

" Kau ada di rumah sakit "perempuan itu duduk di sebuah kursi yang berhadapan dengan Naruto," Kau sudah tertidur di sini selama sehari dua malam "katanya menjelaskan.

Tiba-tiba Naruto teringat sesuatu" ... Ba, bagaimana dengan kota ini...? Ba, bagaimana dengan bombnya! "dia berniat pergi dari tempat ini, tapi...," Arrrhhhh! "

" Jangan memaksakan diri! "dokter itu tiba-tiba saja marah," Lukamu itu masih belum sembuh.., sebaiknya istirahat saja dulu.. "sekarang berubah lembut.

Naruto kembali tertidur. Dilihatnya lagi dokter itu,' Hmmm, cantik..., mungkin usianya masih dua puluhan? 'pikirnya, lalu memejamkan matanya.

Dokter itu berdiri, dan membenarkan posisi selimut Naruto yang tertidur. Lalu pada akhirnya, pergi meninggalkan Naruto, yang sebelumnya tersenyum memandangnya.

-0-0-0-0-0-0-0-

Shikamaru masih terdiam di dalam kantornya. Masih teringat jelas, sahabatnya, Naruto. Yang dua hari lalu tertimbun oleh puing-puing ledakan dari gedung Konoha Tower. Untung saja saat itu Naruto masih dapat diselamatkan. Dia menyesal, karena petunjuk itu tidak sepenuhnya terungkap olehnya.

Ternyata, yang dimaksud oleh," Setinggi apapun burung terbang ", adalah bomb yang berada di atap gedung tertinggi di Kota Konoha. Lalu...," Pasti akan jatuh juga ", maksudnya, ada bomb satu lagi yang berada di lantai bawah. Satu kalimat, yang dipisahkan oleh koma, ternyata maksudnya adalah dua bomb yang berbeda. Untung saja, bomb yang dapat menghancurkan kota sudah dilumpuhkan. Itulah jawaban yang sebenarnya dari petunjuk yang diberikan oleh si- Kau. Tahu? Siapa?

Tapi tetap saja meninggalkan bekas untuk Shikamaru...

.

FLASH BACK

Shikamaru sedang memberi petunjuk melalui HPnya kepada Naruto.

Tentang bagaimana caranya menjinakkan bomb.

Kalau boleh jujur, ini pertama kalinya Shikamaru berurusan dengan bomb.

Sedangkan, ke dua tangannya, terus sibuk bermain tombol dengan laptopnya.

Ternyata, saat itu dia meminta bantuan seseorang untuk menjinakkan bomb dengan laptopnya sebagai perantara.

" Jadi begitu..! "senyum Shikamaru tiba-tiba.

FLASH BACK END

.

" Hah.., merepotkan... Untunglah besok liburan musim panas sudah berakhir, jadi pekerjaan ini akan berkurang jam kerjanya... "ada tenggang sebentar, kemudian Shikamaru melanjutkan," Tapi tetap saja volumenya tidak berubah... "kata Shikamaru dengan nada kecewa.

Benar, Shikamaru dan Naruto itu masih seorang pelajar. Tepatnya pelajar yang berasal dari Konoha Senior High School, kelas tiga. Atau setingkat dengan SMA kelas dua belas di negara kita, Indonesia. Mereka akan mengisi posisi penting seperti sekarang, hanya pada saat liburan sekolah mereka.

Itu kewajiban mereka, karena orang tua mereka sendiri adalah orang yang mempunyai posisi penting di dalam jajaran kepolisian Negara. Buah tak jauh dari pohonnya kan? Dan orang yang tak pernah berkembang, tak kan pernah maju. Itu adalah tuntutan untuk mereka, agar di masa depan nanti Naruto dan Shikamaru dapat menjadi seperti ayah mereka. Atau bahkan lebih baik dari mereka. Sedangkan pada musimnya anak sekolah, mereka akan menjadi murid sekolahan biasa. Yah, walaupun mereka bersekolah bukan di tempat yang biasa, dan status mereka juga tak biasa.

-0-0-0-0-0-0-0-

Musim sekolah tiba...

.

Naruto berjalan menuju kelasnya. Tak jarang ia memegangi bagian belakang kepalanya.

" Kau terlambat... "komentar Shikamaru yang tertidur dengan posisi kedua tangan menyembunyikan kedua wajahnya di atas meja.

Naruto hanya duduk di belakang Shikamaru. Tempat duduknya," ... "Naruto tak merespon.

Shikamaru merasa ada yang aneh,' Tak biasanya si berisik itu... '

" Kepalaku masih sakit.. "kata Naruto singkat. Menjelaskan. Seakan tahu apa yang dipikirkan Shikamaru.

Bel Sekolah berbunyi, seorang guru masuk ke dalam kelas Naruto dan Shikamaru itu.

-0-0-0-0-0-0-0-

" Haaaduuuhh..., ck, merepotkan sekali kepala ini... "gerutu Naruto di dalam kantin. "

Shikamaru hanya bisa mendecak,"Ck,Masih sakiit...? "

" Ya..., sedikit..."

" Naruto-kun! Kemarin katanya masuk rumah sakit yah..? "seorang perempuan tiba-tiba saja mengisi kursi kosong di samping Naruto.

Namanya Shion, gadis tercantik dan terseksi di sekolah mereka.

Shikamaru hanya melirik Shion sebentar,' Merepotkan... '

" I, iya... "kata Naruto gugup karena terus dipandangi oleh Shion," Memangnya kenapa? "tanyanya sambil cengir kuda.

Eh! Apa aku belum bilang, kalau Naruto dan Shikamaru adalah termasuk cowok yang paling diincar oleh siswi-siswi di sekolah mereka?... Ya, itu benar. Karena Naruto berhasil menjadi kapten klub sepak bola satu-satunya di sekolahnya. Sementara Shikamaru, cowok yang terpintar di sekolah mereka. Sampai ada yang bilang, dia itu " Einstein "nya Konoha. Karena pernah menjadi juara satu di olimpiade kimia, fisika, matematic, dan sastra japang seJepang saat masih SMP. Walaupun sekarang dia tidak mau mengikuti olimpiade lagi. Sudah tahu 'kan, alasannya,' Merepotkan '

" Oh, kalau begitu... " terlihat Shion mulai khawatir," Ini... "dengan senyum yang sangat manis, Shion menawarkan sebuah kue pada Naruto.

" ...? Apa ini..? "

" Ini choocho cake, kamu pasti suka "sekali lagi, Shion menunjukkan senyum manisnya pada Naruto.

Naruto menerimanya, lalu kemudian memakannya. Nyam...

" Kata orang, rasa coklat bisa meringankan rasa sakit lho... "

Nyam...,' Hm..., ... enak?'

Oh ya, apa aku lupa bilang lagi kalo Shion sangat tertarik dan terobsesi pada Naruto? Saking terobsesinya, sampai-sampai gadis itu rela melakukan apapun. Ya, apa saja yang bisa membuatnya mendapatkan Naruto.

Shion tersenyum manis," Bagaimana...? "

" Lumayan..., enak " Wajah Shion terlihat makin cerah.

" Shion! "sapa seorang cewek, mungkin temannya. Yang menghampiri dan menepuk pundak Shion dari Belakang," Cepat! "

Shion menoleh ke arahnya, beserta Naruto.

Sedangkan Shikamaru hanya mendengarkan dan tidak merubah posisinya, tangan yang menyembunyikan setengah bagian kepalanya di atas meja kantin. Mana mau dia ikut mengurusi cewek yang menurutnya,' MEREPOTKAN 'itu...

" Aduh! Masa' kamu lupa? Nanti 'kan ada tugas dari Kakashi-Sensei... "

" Oh, maaf aku lupa... "dia berdiri dari duduknya," Bye Naruto-kun "katanya berlalu pergi meninggalkan Naruto dan Shikamaru bersama temannya tadi.

"Break time tinggal sebentar lagi Naruto..., cepat selesaikan makanmu..."

" Iya, iya Shikamaru... "tapi Naruto malah berdiri dari duduknya dan meninggalkan Shikamaru dengan kondisi mulut masih mengunyah.

" Hey! Kemana kau! "

" Mau ke toilet, udah gak tahan "jawab Naruto seraya berlari menuju toilet yang terletak di pojokan kantin.

Tapi sayang, dari dalam toilet itu tiba-tiba saja keluar seorang perempuan yang tengah berlari. Dan mereka bertabrakan.

Sebenarnya, yang seharusnya jatuh adalah cewek yang menabrak Naruto tadi. Tapi sayangnya saat perempuan itu dalam keadaan setengah jatuh, secara reflek dia menarik baju-, bagian kanan Naruto. Sehingga mau tidak mau, Naruto pun ikut jatuh.

Dan karena yang ditarik sebelah kanan, keseimbangan Naruto goyah. Dan seperti sudah ditakdirkan saja, tubuh perempuan itu selamat dengan tubuh Naruto sebagai tumpuannya.

" ... "

" ... "

" ... "

Tapi tunggu dulu!

.

.

.

.

To be CONTINUE...

.

Gimana! Gimana! Jelek? Bagus?

Terimakasih bagi yang baca, tapi kayaknya aku gak semangat nerusin kalo ngeliat REVIEWERnya sedikit banget di Fic ini...

T.T uhuhuhuhu...

Maaf, kayaknya di dua Chapter depan, gak ada kasus baru...

Karena harus menunggu Naruto sembuh dulu...

Seperti biasa, komentar, kritik, saran, Flame, selalu ditunggu...

Lewat...

REVIEW... ^^

PLEASE...

Semakin Banyak REVIEW, SEMAKIN CEPAT UPDATEnya...!

^^V

Sampai jumpa di Chapter depaaan...!