Tittle : Dream - Falling Crazy in Love
Pairing : Krisyeol
Character : Kris, Chanyeol, Baekhyun, Do Kyungsoo
Genre : Humor, Romance gagal
Warning(s) : typo (sudah biasa), kekriukan (?), kegajean (?) bila berlanjut...
Dream - Falling Crazy in Love
" Jadi bagaimana kencan pertama kalian sebagai pasangan?"
Sebuah pertanyaan yang dilontarkan pada waktu yang hampir bersamaan tetapi oleh orang yang berbeda dan di tempat yang berbeda pula.
Mungkin pasangan BaekSoo memang benar-benar pasangan yang sangat cocok. Bisa-bisanya mereka memiliki pertanyaan yang sama padahal mereka tidak berada pada tempat yang sama.
.
x-o-x-o-x-o-x-o-x-o
.
" Jadi bagaimana kencan pertama kalian sebagai pasangan?" tanya Baekhyun dengan keingintahuan tertulis dengan jelas di seluruh raut wajahnya. Matanya berkilat-kilat memancarkan kelicikan sedangkan bibirnya menyunggingkan sebuah senyum yang sangat mengganggu Chanyeol. Senyum yang sama liciknya dengan pandangan matanya.
" Berhenti tersenyum seperti ahjussi-ahjussi mesum yang mengincar buruannya, Byun Baekhyun," sungut Chanyeol. Buru-buru ia kabur dari jangkauan tangan ataupun kaki namja bermarga Byun itu secepat yang ia bisa.
Melarikan diri dari amukan Baekhyun tentu saja.
" Ya! Apa-apaan itu, Park! Beraninya kau mengataiku mesum!" seru Baekhyun dengan kepalan tangan teracung di udara sembari berlari menyusul Chanyeol yang mencari perlindungan di dapur.
" Kau memang mesum, Byun! Dan bagaimana bisa kau mengumpankan sahabat sehidup sematimu ini pada naga pedofil seperti si Wu itu! Kau ingin sahabatmu ini kehilangan keperjakaannya di tangan orang mesum itu, hah?!" seru Chanyeol dengan tangan melambai ke segala arah.
" Ya! Kau itu sudah berumur! Kau sudah cukup umur untuk kehilangan keperjakaanmu! Cih pacarpun tidak punya apalagi kehilangan keperjakaan!" balas Baekhyun dengan senyum meremehkannya.
Benar-benar bukan contoh teman yang baik, mr. Byun.
" Kau ini sebenarnya temanku atau setan yang menyamar menjadi temanku, hah?! Bisa-bisanya kau mejerumuskanku seperti itu. Bukannya melindungi keperawanan kelelakianku, kau malah ingin mengorbankannya. Aku menjaganya selama 25 tahun dengan hati-hati asal kau tahu," teriak Chanyeol.
" Ya! Aku menyuruhmu seperti itu bukan karena ingin menjerumuskanmu asal kau tahu! Ekspresi bodohmu saat melihat pasangan yang sedang berpacaran itu membuatku ingin melemparkanmu ke kandang si naga mesum itu!" balas Baekhyun dengan teriakan yang tak kalah kerasnya dengan suara Chanyeol.
" Ya! Jangan berteriak padaku! Dan jangan sembarangan mengumpankan sahabatmu ini pada orang tak dikenal! Kau ingin sahabatmu ini celaka hah?!"
" Kalau begitu jangan berteriak di depanku!" balas Baekhyun. Ia pun kemudian terdiam.
Suasana di sekitar keduanya menjadi hening untuk beberapa saat sebelum kemudian Baekhyun angkat bicara.
" Baiklah aku minta maaf sudah lancang mengenalkan seseorang padamu tanpa memberitahumu. Tapi ketahuilah sahabatku tersayang," Chanyeol mendecih mendengarnya, yang dianggap Baekhyun sebagai angin lalu, supaya tensi di antara keduanya tidak kembali naik.
" Aku hanya ingin mengenalkanmu padanya, tidak lebih. Aku sama sekali tidak punya niat jahat padamu apalagi mengumpankan keperawananmu. Seperti jerapah raksasa sepertimu bisa dengan mudah dimakan saja," kata Baekhyun sarkas di akhir kalimatnya.
" Ya! Byun sialan Baekhyun!"
" Aku hanya ingin mengenalkan kalian. Kau terlihat bodoh dengan senyum idiotmu itu, membayangkan entah apa ketika melihat orang berpacaran. Itu sungguh sangat creepy, by the way," yang mendapat seruan tidak terima dari Chanyeol.
" YAK!"
" Dan lagi, meski tampangnya sungguh sangat tidak meyakinkan, tapi naga tua itu tidak semesum yang kau bayangkan. Dia hanya pria tua kesepian yang tampak sungguh sangat menyedihkan dengan tumpukan berkasnya."
Chanyeol mendecih sebal mendengar pembelaan sahabatnya untuk si oknum gombal. Tetapi ia tak menepis pikiran simpatik yang ia rasakan untuk lelaki yang beberapa tahun lebih tua darinya.
" Akui saja kalau dia menarik, Yeol. Tidak ada gunanya malu-malu mau seperti itu, aku dan yang lainnya akan sangat senang jika kalian bisa bersama. Beban kami untuk memikirkan kalian bisa berkurang jika kalian bersama," ujar Baekhyun.
" YAK! Apa-apaan itu, merepotkan kau bilang?"
" Iya! Kalian berdua memang benar-benar merepotkan. Diperhatikan tetapi sama –sama bebal soal menyadarinya. Kalian pikir mengurung diri di ruang kerja atau studio selama 24 jam dalam 7 hari itu tidak pantas dikhawatirkan?" seru Baekhyun jengkel.
" Tapi aku makan dengan benar dan teratur," sangkal Chanyeol.
" Teruslah beralasan. Yang jelas melihat betapa menyedihkannya kalian berdua dengan pekerjaan kalian, maka tersusunlah rencana yang, BAAAM!"
" Astaga, Byun, kau mengagetkanku!"
" Jadilah aku dan Kyungsoo merencanakan semuanya."
" Semuanya?"
" Yap, semuanya. Maksudku, Kyungsoo dan aku mengatakan pada Kris-hyung kalau ada seorang teman yang ingin kami kenalkan padanya. Yah meskipun dengan sedikit penolakan pada akhirnya ia mau datang untuk bertemu denganmu. Saat yang sama aku mengusulkan pada Kyung untuk menggunakan jamming session sebagai pertemuan pertama kalian. Karena aku yakin kau pasti akan datang sekaligus menyaksikan hasil akhir lagu buatanmu. Dan rencanaku itu mendapat persetujuan semuanya, termasuk dengan Junmen-hyung," terang Baekhyun dengan jelas.
" Jadi ini semua rencana kalian?" tanya Chanyeol was-was.
" Yah tidak semuanya rencana kami. Hanya untuk pertemuan pertama kalian kami merencanakan semuanya. Tidak untuk ketertarikan yang kalian berdua rasakan tentu saja," jawab Baekhyun dengan senyum tersembunyi.
" Yak! Aku tidak tertarik dengannya!" seru Chanyeol dengan semburat merah di pipi bulatnya.
" Park Chanyeol, sahabatku tersayang, jangan coba-coba membohongiku. Kau sungguh sangat tidak ahli dalam berbohong apalagi padaku yang notabene sahabatmu. Ditambah lagi dengan pipimu yang memerah itu."
" Jika aku bisa mendiagnosismu seperti seorang dokter, saat ini kau sedang terserang sindrom, sindrom falling crazy in love," lanjut Baekhyun masih dengan mata yang berkilat-kilat jenaka.
" Ish, sembarangan saja kau, Byun Baek!"
" Terserah padamu, Park Yeol. Tapi aku yakin dengan pasti kalau kau tertarik pada Kris -hyung. Aku bisa menjamin kalau dia itu orang baik, meskipun tampangnya seperti seorang player tapi kenyataannya dia tidak begitu. Orang-orang saja yang terkadang seenaknya melabelinya dengan julukan itu. Setidaknya beri dia dan dirimu sendiri kesempatan untuk saling mengenal. Aku akan menendang bokongnya kalau sampai dia main-main denganmu," terang Baekhyun panjang lebar.
" Umm... yah, dia memang menarik, hanya saja ke-creepy-an serta cheesyness itu membuatku terkadang merinding ke sekujur tubuh," aku Chanyeol.
" Eyy, merinding atau kau menyukainya? Aku tahu kau, Park!" seru Baekhyun girang mendengar pernyataan Chanyeol yang setengah-setengah itu.
" Aish! Oh, bagaimana bisa Jun-hyung kenal dengan Kris -hyung?" tanya Chanyeol.
" Junmen-hyung adalah salah satu klien firma hukum Kris-hyung. Dan lagi Lay -hyung adalah teman kuliah Kris-hyung dan tentu saja si rusa itu mengenalnya, kau tentu tahu dengan teman-teman sosialita si rusa yang satu itu. Dan yah begitulah, mereka lelah melihat gosip kanan-kiri soal Kris dan mereka pun lelah melihat Kris terus mendekam di dalam kantornya yang suram itu."
" I see."
" Tenang saja, kami tidak akan menjerumuskanmu. Oh, dan kau belum menjawab pertanyaan pertamaku tadi. Jadi, bagaimana hasil kencan pertama kalian?" tanya Baekhyun, lagi-lagi dengan kilatan nakal di mata mungilnya.
" Err... kencankamigagalkarenamendadakakuterserangflu," jawab Chanyeol secepat kilat. Wajahnya terlihat memerah seperti tomat yang nyaris saja berakhir di tempat sampah.
" Apa kau bilang? Ya, bisakah kau berbicara dengan normal? Aku tahu kau banyak menulis lirik rap untuk idol-mu tapi tolong bicara dengan normal pada orang lain, please."
" Kencan kami batal. Mendadak aku terserang flu dan hyung bersikeras untuk membatalkan kencan kami dan kami bukan pasangan," jawab Chanyeol malu-malu.
" Koreksi, belum menjadi pasangan. Sudah kuduga, kalian benar-benar cocok jika bersama. Yang satu butuh seseorang untuk mengurus dan menjaganya, dan yang satunya butuh seseorang untuk diurus dan diperhatikan," ujar Baekhyun pelan.
" Kalian harus menikah!" cetus Baekhyun tiba-tiba.
" Ya! Kau bilang ingin kami saling mengenal terlebih dahulu dan sekarang tiba-tiba kau bilang kami harus menikah. Kau ini kenapa plin-plan sekali, Byun," sahut Chanyeol.
" Kalian terlalu lama! Kapan aku bisa punya keponakan jika kalian terlalu lama pedekate?"
" Ya! Apa-apaan itu, Byun?! Tidak akan secepat itu kami berhubungan!"
" Oohhhh apa itu dengan sebutan 'kami'. Jadi memang akan segera ada 'kami' kan? Aku akan menelepon hyung agar segera menjemput his beau-nya supaya 'kami' itu segera terjadi," goda Baekhyun.
" Ya! Byun Baekhyun, kemari kau!"
.
x-o-x-o-x-o-x-o-x-o
.
" Jadi bagaimana kencan pertama kalian sebagai pasangan?" tanya Kyungsoo dengan senyuman menyebalkan yang sayangnya tidak membuat Kris terganggu.
" Sayang sekali kencan kami gagal, tidak sepenuhnya gagal sebenarnya. Bisa dikatakan separuh gagal, yah begitulah," balas Kris santai. Kedua kaki jenjangnya yang membujur lurus ia timpakan di atas meja rendah di depannya.
" Detail please."
" Tidak ada yang perlu diceritakan, Kyung. Hanya yah kau tahu, seperti biasanya," ujar Kris dengan mata terpejam.
" Biasa yang mana yang kau maksud? Biasa dalam arti kau hanya menuruti pasanganmu? Kemana pun mereka mau, kau akan mengikutinya ditambah dengan ayunan credit card-mu. Begitu maksudmu?" cibir lelaki dengan mata bulat dan bibir berbentuk hati itu.
" Sialan kau! Aku tidak semenyedihkan itu kau tahu. Aku tampan, pintar, milyarder di usia muda, pengacara yang sukses, apalagi yang kurang dariku? Aku bisa memilih siapapun untuk menjadi partnerku, I'm perfectly fine with it."
" Katakan itu pada bayanganmu di cermin, Wu Yifan. Mungkin yaang kau lihat di cermin hanyalah bayangan pria tua kesepian yang mencoba meyakinkan dirinya baik-baik saja setelah mengurung diri di dalam ruang kerjanya 24 per 7," ejek Kyungsoo.
" Sudah kubilang aku tidak semenyedihkan itu, I'm perfectly fine being alone, bagian mana yang tidak kau pahami, Do Kyungsoo?" balas Kris setengah sebal.
" Yang kutahu, orang yang menikmati hidupnya atas kesendiriannya tidak sepertimu, Kris. Mereka menikmati hidup mereka dengan travelling, menonton bioskop, hang-out, atau apa-pun itu meskipun mereka melakukannya sendirian. Dan yang aku lihat mereka berbeda denganmu. Kau hanyalah pria yang mencoba menutupi kekosongan itu dengan mengubur dirimu di antara berkas-berkas itu," terang Kyungsoo dengan tenang. Tidak ada sedikitpun nada ejekan ataupun godaan yang terselip di dalam pernyataan itu.
Kris bergerak dari posisinya semula dan membenarkan posisi duduknya. Kyungsoo sendiri duduk dengan tenang di atas meja kerjanya dengan kaki yang menyilang serta segelas espresso yang masih mengepulkan uap panas di tangannya.
" Seperti itukah aku di mata kalian?" tanya Kris dengan sedikit guyonan di dalam suaranya.
" Sejujurnya, ya, kau tampak menyedihkan. Berkencan seperti itu adalah kewajiban bukan karena keinginan dan tenggelam dalam pekerjaan saat kau tidak berkencan. Kau hidup seakan tidak ada orang yang mengkhawatirkanmu, itu menyedihkan menurutku."
" Kalian saja yang yang berubah menjadi worrywart. Tenanglah wahai teman-temanku, aku perfectly okay. Lagi pula bukankah kalian sudah berusaha dengan baik untuk menemukan pasangan yang tepat untukku?" balas Kris dengan sedikit seringai di ujung bibirnya.
" Sebenarnya, disitulah aku juga merasa penasaran," jawab Kyungsoo enteng.
" He's perfect," ujar Kris. Senyum lebar tampak mengembang di bibir tipisnya.
Kyungsoo yang tidak puas dengan jawaban temannya itu tanpa ragu melempar salah satu pena ke arah lelaki yang lebih tinggi itu.
" Yak Do Kyungsoo!"
" Sudah kubilang aku butuh detail ceritanya tapi kau malah hanya tersenyum idiot. Kau pasti tahu kalau kadang kesabaranku untukmu tidak sebesar kesabaranku untuk my boo kan?" senyum polos berbentuk hati yang tersungging di bibir Kyungsoo tidaklah singkron dengan kelakuan satannya barusan.
' Dasar manusia sok polos,' cibir Kris dalam hati. Kris tidak mau mencari mati dengan satan Soo, okay?
" Dia seperti apel, merah, lucu dan menggemaskan. Siapapun pasti menyukainya, hanya orang bodoh yang tidak terpesona padanya. He's so loveable," jawab Kris.
" Lihat, kau membayangkannya. Senyum idiot dan wajah dreamy itu tandanya," goda Kyungsoo sambil menyesap espresso-nya.
" Kau meminta detilnya tapi malah mengejekku, apa-apaan itu," sungut Kris tidak terima.
" Lanjutkan."
" Berita apa lagi yang kau inginkan, wahai yang mulia?"
" Sudah kubilang aku ingin cerita detilnya bukan?"
" Bukankah kata perfect sudah mewakili semuanya? Atau harus kujelaskan sampai ke ujung-ujungnya baru kau puas dengan ceritaku? Kau ini Do Kyungsoo, temanku atau Byun Baekhyun, pacar temanku?"
" Sialan kau naga botak!"
" Jadi, apakah kesempatanku dengan Park adorable itu baik? Atau aku harus menyerah saja?" tanya Kris penuh harapan.
Well, jujur saja ia memang benar-benar tertarik pada Chanyeol dan berharap hubungannya kali ini berhasil. Urusan lain memang akan ia pikirkan belakangan tapi jika dipikir-pikir keluarganya pasti tidak akan menentang hubungannya.
Ia tahu keluarganya itu pasti akan sangat menyukai Chanyeol, bahkan memikirkan mengenalkan Chanyeol pada ibunya hanya akan membuat mereka diburu dengan tanggal pernikahan. Bakat penggemar hal-hal yang menggemaskan diturunkan pada Kris oleh wanita paruh baya itu.
Tetapi memikirkan hal seperti pernikahan terlebih jika pasangannya itu adalah Chanyeol membuatnya tersenyum.
Suddenly, relationship and marriage doesn't sound so bad anymore, and its really does pleasant to think about it. If it's with a certain giant bubble of fluffiness.
" Kalau kau menyerah aku akan membunuhmu. Dia membuat perubahan yang bagus untukmu, meskipun dia akan terus men-deny ketertarikan padamu tetapi aku berani menjamin kalau hal yang baik juga terjadi padanya semenjak berkenalan denganmu. Kalian harus totally last sampai jenjang pernikahan jika itu bisa," nasihat Kyungsoo.
" Tumben sekali, sahabatku ini bisa memberi petuah sebaik itu. Apa ini adalah hari baikmu, Soo?" goda Kris dengan seringaiannya.
" Kau sudah menghabiskan kesabaranku hari ini. Keluar kau dari ruanganku, sekarang!" meskipun nada suaranya terdengar kesal dan memerintah tetapi pipi yang bersemu malu menjadi bukti bahwa Kyungsoo tidak sepenuhnya bermaksud dengan kata-katanya.
" Baiklah, baiklah. Tapi jangan lupa dengan laporan keuangan cafeè bulan ini tuan Do. Atau aku akan memecatmu." Kris bergegas pergi dari ruangan itu sebelum Kyungsoo berniat melemparnya dengan proyektil kesayangannya.
Dan itu terbukti dengan lemparan entah-apa-itu setelah Kris dengan tergesa menutup pintu ruangan Kyungsoo. Ia tertawa dengan keras mendengar Kyungsoo menyumpah serapahi dirinya di balik pintu.
Kris tersenyum menyadari perubahan pada dirinya yang di bawa oleh Chanyeol seperti yang dimaksud oleh Kyungsoo.
" Sepertinya aku bisa mendapatkan kencan kedua kali ini."
" Jadi, kau benar-benar tidak ada janji kencan hari ini?" tanya Baekhyun dengan satu alis yang tertarik ke atas. Ia menatap interkom apartemen sahabatnya itu dengan keheranan.
" Siapa pula yang menjadi teman kencanku?" jawab Chanyeol asal sembari mengenakan sweater oversized favoritnya. Chanyeol baru saja selesai membersikan diri, setelah Baekhyun menyeretnya dan nyaris menenggelamkan dirinya di dalam bath-tube.
" A certain giant with angrybird-like eyebrows. Kau tidak benar-benar punya janji kencan dengannya?"
" Tidak, tidak ada," balas Chanyeol dengan suara yang lebih kecil.
" Lalu, bagaimana ceritanya si naga angry-bird itu berada di depan apartemenmu?"
" APA?! Waaaaa..." teriak Chanyeol, celana kolor yang masih setengah perjalanan ia pakai membuat jerapah itu tersandung dan menimbulkan suara yang keras.
Tepat saat suara gedebuk itu terdengar, Baekhyun membukakan pintu untuk sang tamu kehormatan pemilik apartemen.
Mata bulat Chanyeol membesar sampai nyaris keluar dari tempatnya saat ia bertatapan dengan mata yang sama melebarnya milik Kris.
Dengan hanya mengenakan oversized sweater ia berhadapan dengan crush-nya. Belum lagi dengan posisi duduknya yang tidak elit dan sweatpants yang belum sepenuhnya terpakai. Jadi bisa disimpulkan Kris melihat Chanyeol hanya dengan sweater dan boxer nya saja yang terpasang sempurna di tubuhnya.
Detik berikutnya suara Chanyeol yang selama ini ia punyai secara tidak sadar muncul ke permukaan.
" Kyaaaaa!"
.
.
.
Baekhyun masih saja tertawa terbahak-bahak meskipun saat ini mereka bertiga duduk berhadapan, dengan Chanyeol yang sudah berpakaian lengkap tentunya.
" Kau akan mati jika tertawa seperti itu lebih dari lima menit," kata Chanyeol dengan muka merah padamnya.
' Oh, god. Selamanya aku pasti akan mengingat kejadian ini setiap kali melihat Kris,' teriak Chanyeol dalam kepalanya. Setelah kejadian konyolnya, tepatnya sepuluh menit, muka Chanyeol masih tetap merah padam seperti kepiting rebus.
" Berhenti tertawa, Byun Baekhyun!" Chanyeol menggeram kesal. Tetapi bukannya suara tawa menyebalkan Baekhyun tetap saja menghantui telinga peri Chanyeol.
" Bisakah kau pergi dari tempat ini sekarang, Byun Baekhyun?" kali ini Kris yang melakukan pengusiran pada pria pendek itu.
" Ahahahahahaha... baiklah hahahaha... selamat bersenang-senang lovebirds! Hahahaha..."
Chanyeol dan Kris masih betah dalam kediaman mereka hingga akhirnya suara pintu tertutup menggema di apartemen tersebut.
" Jadi, apa kau luang siang ini?" kata Kris membuka percakapan.
" Eummm.. tidak. Aku tidak ada kegiatan sampai besok sore," jawab Chanyeol tanpa sekalipun mendongakkan kepalanya memandang lawan bicaranya.
" Aku tidak suka melihat lawan bicaraku menunduk saat berbicara denganku," bagai dilecut Chanyeol pun secepat kilat mendongakkan kepalanya. Dan ketika matanya bertubrukan dengan tatapan Kris, wajah Chanyeol pun kembali merona hebat.
" Kenapa kau manis sekali, Chanyeol-ah," bisik Kris lirih.
" Apa aku harus bertanggung jawab karena sudah melihatmu hanya dengan sweater dan boxer?" gurau Kris setengah mengejek.
" HYUUUUUNGGGGGGG..."
" Ayo, kita menikah. Sebagai pertanggung jawaban karena aku sudah melihatmu dalam keadaan seperti itu."
" Hyung, jangan sembarangan bicara, please."
" Kalau kau tidak mau bagaimana kalau kau menjadi pacar dulu?" lanjut Kris. Senyum Kris semakin melebar melihat wajah Chanyeol yang semakin memerah mendengar confession-nya yang semakin berani.
Tunggu dulu... itu tadi adalah confession?
Oh, baiklah Kris memang sangat anti-mainstream.
" HYUUUUUNNNNGGGGG..."
" Wae? Kau tidak menyukaiku?"
" Bukannya aku tidak menyukai hyung tapi..."
" Tapi apa, Park Chanyeol sayang?" tanya Kris setengah menggoda.
" Tapikautidakterlihatseriusmenyukaiku," jawab Chanyeol tanpa ada jeda.
" Ahh... Bagaimana kalau aku membuat pengakuan yang serius padamu?" Chanyeol memandang Kris yang kini tampak serius.
" Aku benar-benar menyukaimu. Jujur selama ini aku belum pernah menyukai orang seperti aku menyukaimu. Kau bisa menanyakannya pada Kyungsoo dan Luhan, jika kau mengenalnya. Beberapa orang mungkin mengatakan aku seorang player tapi aku tidak pernah menemukan kecocokan saat bersama dengan orang-orang yang sebelumnya. Tapi semua itu benar-benar berbeda saat bersama denganmu," kata Kris. Chanyeol bisa melihat kejujuran di mata tajam itu.
Kalau saja Chanyeol tidak membuat wajahnya setenang yang ia bisa mungkin saja ia saat ini sudah berbunga-bunga dengan ekspresi bodohnya mendengar pengakuan Kris.
" Jadi, let's give a try?" tanya Kris lagi.
Tidak seperti pengakuan cinta pada umumnya, klise tetapi lebih bermakna dengan kejujuran di dalamnya.
Chanyeol memerah ketika mendapati si Adonis tampan seperti Kris memandangnya dengan begitu lekat. Terlebih lagi dengan senyum prince-like yang membuat Kris seratus atau mungkin seribu kali lebih tampan sekaligus melelehkan hatinya hingga lumer.
" Okay," anggukan Chanyeol membuat Kris serta merta bangkit dari tempatnya dan menerjang tubuh Chanyeol.
Dengan erat ia memeluk Chanyeol yang semakin memerah di dalam pelukannya.
" Aku akan memberikan semua cintaku untukmu, baby Yeol."
Secepat kilat Kris memberi ciuman di pipi kanan Chanyeol. Chanyeol pun lagi-lagi semakin merona hebat dengan serangan Kris.
" Sayangku," kali ini Kris mencuri ciuman di garis rahang Chanyeol.
" Manisku," dan selanjutnya giliran telinga dan kening Chanyeol yang mendapatkan serangan Kris.
" Cintaku," selesai mengucapkan itu Kris pun membuat wajah mereka berhadapan dan dengan cepat memajukan wajahnya hingga bibir mereka menempel dalam sekejap. Chanyeol mematung saat Kris memajukan wajah mereka.
" HYUUUUUUNGGGGG KAU MENCURI CIUMAN PERTAMAKUUUUUU
END
Pojok Kim.
Sekian lamaaaaa~~~ sebulan yah jaraknya sama chapter sebelumnya *jangan rajam saya ampoooonnnnn*
oke... tanpa banyak kata
terima kasih super banyak buat kesayangan-kesayangan Kim yang review di chapter sebelumnya *dilempar sendal*
R110898 | Park RinHyun-Uchiha | Itachi2409 [kali ini bukan malam minggu updatenya hehehehe] | Cold Lotus | LittleOoh | windanovia08 | soshine | fannya chanyeol oppa | liaoktaviani joaseo | exochanxi | ichinisan 1-3 [makasih banyak senpaiiiii] | Hirudinea [ada apa kim dan typo yawlahh... maaf banget yaahhh typo nama kamu~~ semoga kali ini nggak salah]
- Maaf karena belum bisa update cepet ide sempat mandek jadi lumayan lama nulis part awal chapter ini
- Chanyeol emang sengaja saya bikin sweet dan Kris-nya super OOC karena saia suka hahaha... pengen aja penghancuran karakter si botak biar makin hancur hahahaha... dan mungkin kapan-kapan saya akan bikin project chanyeolnya nggak terlalu uke-ish tapi tetep soft
Sekian dari Kim hehehe...
Last Read and Review ya guys~~ review kalian bikin saya dan author lainnya stay dan betah berimajinasi sama kapel kesayangan kita ini~~
With Love, K~~
