My Love is a Vampire
Author : Ooh Junhae
Cast : Xi Luhan, Oh Sehun,
Park Chanyeol, Byun Baekhyun,
Kim Jongin, Do Kyung Soo
Byun Hangeng(Baek's appa), Byun Heechul(Baek's Umma),
Xi Yun Shuo(Luhan's baba), Xi Piao Jun(Luhan's Mama),
Oh Kyuhyun(Sehun's appa), Oh Sungmin(Sehun's Umma),
And other...
Genre : Romance, Fantasy, School Life
Yehett, Ohorat,, junhae update ni ff.
Story is mine! No unsur plagiat! Cast hanya pinjam ama sooman sajangnim.
THIS IS YAOI!
Happy Reading^^
**-Chapter 4-**
"Karena..." Sehun menjeda sebentar.
"Saranghae" lanjutnya. Luhan menangkap kejujuran dari mata Sehun. Ia merona hebat.
"Sejak kapan?" tanya Luhan.
"Sejak malam itu"
"Kau... mudah jatuh cinta?"
"Tidak. Ini pertama kalinya"
Luhan mengangguk mengerti. Ia menatap lekat mata Sehun. Ia suka mata ini, juga suara Sehun dan... bibir yang menciumnya tadi.
"Jadi, kau mau jadi pacarku?" Sehun dengan cepat mengambil satu bunga mawar merah dari pohon yang ada disampingnya dan memberinya ke Luhan. Luhan menerimanya dengan ragu. Tapi, ada perasaan senang disana.
"Bisa beri aku waktu?"
"Sampai kapanpun aku akan menunggu" Sehun memeluk erat tubuh Luhan dengan senyum lega. Akhirnya ia menyampaikan perasaannya. Walau digantungin Luhan.
.
.
.
11.01 p.m.
Luhan pulang bersama Sehun dan kedua teman setianya, juga sepupu Sehun. Sehun memaksanya karena takut Luhan dimakan vampire liar yang lain. Ditengah jalan yang melewati halte bus yang biasa Luhan naiki, Kai melihat sosok yang sangat tidak asing. Kedua bibir tebalnya tersenyum lebar mengetahui itu siapa. Do Kyung Soo! Cinta lamanya, akhirnya ia menemukan Kyungsoo lagi. Kyungsoo mengenakan seragam yang sama dengan dirinya. 'Kami satu sekolah?' batin Kai senang. Kalau seperti ini akan mudah mendapatkan Kyungsoo dan menjelaskan segala kesalahpahaman dimasa lalu.
"Baekhyun hyung, dikelasmu ada siswa namanya Do Kyungsoo?" tanya Kai.
"Oh? Ketua kelas dingin itu?" jawab Baekhyun.
"Dia ketua kelas dikelasmu hyung?"
"Mmm" Baekhyun mengangguk.
"Hyung ada kontaknya?"
"Heol, bicara dengannya saja bisa dihitung dengan jari"
Kai menghela napasnya. Ia harus bertemu dengan Kyungsoo besok. Ya, harus!
.
.
.
Luhan sampai didepan gedung apartemennya. Ia berterima kasih pada Chanbaek dan Kaihun. Sehun menawarkan diri mengantar Luhan sampai didepan pintu apartemennya. Tapi, Luhan bilang ia baik-baik saja dan lebih baik cepat pulang lalu, belajar untuk materi besok. Luhan sangat baik. Membuat Sehun semakin jatuh kepesonanya. Setelah melihat mobil Baekhyun pergi. Luhan segera masuk dan pergi ke lantai 7. Tanpa melihat sekeliling.
.
"Lulu, cepat ganti baju dan makanlah" baru 0,1 detik Luhan datang. Suara orang yang paling ia sayangi memanggil. Mamanya menunggu sambil duduk disofa depan tv.
"Ya, Mama. Emm.. Lulu boleh cerita ma?" tanya Luhan sambil beranjak duduk disamping Mamanya.
"Cerita apa, sayang?" tanya Mama Luhan sambil mengelus rambut dark brown anaknya.
"Tapi, Mama harus janji jangan tertawa" Luhan menyodorkan jari kelingkingnya. Mamanya mengaitkan jari kelingking dengan terkekeh.
"Oke. Sekarang ceritalah"
"Disekolahku kedatangan 3 murid baru. Salah satu diantaranya pernah menolongku jantungku hampir melompat sebelum aku tau kalau dia adalah si murid baru. Dan dia menyatakan perasaannya tadi. Lulu harus jawab apa, ma?"
"Tunggu dulu, kenapa jantungmu mau melompat?"
"Aku tidak tahu, Ma" Luhan menggeleng imut.
"Hmmm... Lulu suka dengannya?"
"Ya. Sedikit"
"Hal yang sedikit itu akan tumbuh dan berkembang menjadi besar. Lulu harus mendengarkan baik-baik suara hati(?)mu yang paling dalam. Dan Lulu pasti akan tau jawabannya" Mama Luhan tersenyum. Ia senang setidaknya, jika Luhan punya pacar, Lulunya pasti tidak begitu kesepian. Luhan memikirkan baik-baik setiap kata yang dikeluarkan Mamanya. Itu pelajaran yang berharga.
"Lulu akan memikirkannya nanti. Lulu kekamar dulu ma" pamit Luhan.
"Lulu, babamu datang besok. Mama akan pulang besok dan pergilah kerumah besok" beritahu Mama Luhan.
"Ya, ma. Lulu akan kerumah besok"
.
.
Sehun, Kai, dan Chanbaek sampai dirumah dengan selamat. Merek turun dari mobil dan masuk kerumah. Sehun sempat meminta kontak Luhan pada Baekhyun dan dengan senang hatu Baekhyun memberinya. Sehun yang kelewat senang tanpa berkata apapun langsung naik ke lantai atas dan masuk kamar, Kai mengikutinya. Chanbaekpun masuk kamar mereka.
"Sehun-ah, kau dan Luhan sudah pacaran?"
"Eoh? Belum"
"Kau begitu posesif" komentar Kai.
"Awal kami bertemu, ia hampir digigit vampire liar. Aku hanya tidak ingin itu terulang"
"Oooh" Kai mengerti.
"Aku mandi dulu" lanjut Kai.
"Yaakk! Kkamjong aku dulu mandi!"
"Heiii! Aku dulu!" mereka berebut kamar mandi entah sampai kapan.
03.37 p.m.
Luhan sudah bersiap dengan seragam sekolahnya dengan hoodie tebal berwarna biru tua yang menutup tubuhnya dari sinar matahari. Rencananya ia akan mengunjungi rumah dan memakan masakan buatan Mamanya. Lalu, pergi kesekolah. Luhan keluar menuju depan gedung apartemennya, disana ia melihat supir pribadi babanya yang menunggu. Luhan segera masuk dan mobil meninggalkan kawasan apartemen.
.
.
Dikediaman keluarga Byun, kedatangan tamu. Heechul sangat senang Sungmin dan Kyuhyun berkunjung kerumahnya. Mereka sedang mengobrol sambil minum diruang tengah. Sebenarnya, Kyuhyun ingin menepati janjinya untuk bertemu rekan bisnis Hangeng, tapi Heechul bilang Hangeng sedang pergi ke Xi Corporation. Dan Kyuhyun berpikir akan menyusul kesana. Sehun turun dengan rambut basah sehabis mandi dengan baju kaos dan celana pendek selutut.
"Sehun-ah, antar appamu ke Xi Corporation" suruh Sungmin.
"Ya, setelah mengantar appamu. Kau langsung saja pergi kesekolah" tambah Heechul.
"Eoh? Arraseo. Aku akan ganti baju sebentar"
Sehun turun dengan seragam khas sekolahnya dan membawa tas ranselnya.
"Sehun minum ini dulu" suruh Sungmin dengan menyodorkan kemasan berwarna kuning bergambar matahari. Ya, itu cairan anti-matahari khusus untuk vampire. Sehun menerimanya dan meneguk habis isinya.
.
.
Luhan sampai dirumah aslinya. Ia disambut hangat oleh Mama. Lalu, Luhan melepas hoodie tebalnya dan menaruhnya di sofa ruang tengah.
"Lulu, kamu belum makan, kan? Mama menyiapkan banyak makanan hari ini" teriak Mama dari dapur.
"Ya, Mama" balas Luhan dan berlari kecil, lalu duduk dimeja makan.
"Waaahh,, ini pasti enak" gumam Luhan melihat banyak makanan kesukaannya tersedia di meja makan.
"Ya, makanlah sayang"
"Ne" Luhan mulai makan dengan tenang.
"Oh ya, Baba mana Ma?" tanya Luhan setelah menelan makanannya.
"Babamu ada pertemuan mendadak. Jadi, setelah sampai dibandara ia langsung pergi kekantor"
"Baba sibuk sekali ya Ma"
"Lulu mau membantu nya?"
"Ya, nanti... setelah lulus kuliah. Hehehe"
Setelah makan, Ibu dan anak itu sedang duduk santai di ruang keluarga.
"Lulu, bagaimana perasaanmu dengan orang yang kau ceritakan kemarin?"
"Lulu sudah tau jawabannya,tapi Lulu masih kurang yakin, Ma"
"Yakin sa-"
Kriing
Ucapan Mama Luhan terhenti karena suara telepon masuk dari ponselnya.
"Yeoboseyo?"
"Ne, yeobo. Bisa antarkan dokumenku yang dilaci kanan meja kerja?"
"Tunggu dulu. Aku ambilkan" Mama Luhan beranjak dari duduknya dan naik kelantai atas, ke ruang kerja Baba.
Luhan melihat sekeliling, mencari benda yang menarik. Tapi, tidak ada. Ia menghela napas pelan. Ia merasakan benda disaku celananya bergetar. Satu pesan masuk.
From : 079488120461
Hai, princess.
Oh handsome.
Eung? Oh handsome? Oh tampan? Itu Oh Sehun? Luhan terkekeh karenanya. Mama Luhan yang baru turun mengerutkan alisnya melihat Luhan terkekeh sendiri dengan ponsel yang dipegangnya.
"Oooohh,,, princess Mama sedang chat-an ya dengan prince?" goda Mama Luhan.
"Apaan sih Mama!" cemberut Luhan.
"Oh ini Lu, tolong antarkan dokumen ini ke kantor babamu, sesekalian Lulu ketemu baba" suruh Mama Luhan.
"Ya, Ma. Aku pergi dulu" Luhan mengenakan hoodienya dan menganmbil dokumen dari tangan Mama.
"Sekertaris Jang akan mengantarmu" Mama Luhan mencium pucuk kepala anaknya dan mengantar Luhan keluar rumah. Mobilpun melaju dijalanan yang tak begitu ramai.
.
.
Luhan masuk kegedung tempat babanya bekerja. Ia sudah sangat hapal seluk beluk gedung ini. Luhan memasuki lift dan menekan tombol 9. Lift bergerak naik dan terbuka dilantai yang ditujunya. Sebelum masuk ke ruang kerja baba, Luhan mengetuk pintu dan disambut suara babanya dengan kata 'masuk'. Luhan membuka pintu perlahan, menyembulkan kepalanya dulu. Lalu segera, membungkuk sopan melihat teman babanya.
"Anyeong haseyo" sapa Luhan. Teman babanya tampak menunduk sedikit.
"Hangeng, ini putra tunggalku. Namanya Xi Luhan" perkenal Baba Luhan.
"Anyeong haseyo, Xi Luhan imnida" Hangeng hanya tersenyum dan balas menunduk.
"Ini dokumen baba yang ketinggalan" ucap Luhan sambil menyodorkan map coklat.
"Gomawo, Lulu" ucap baba Luhan.
"Lulu, tunggu baba sebentar ya. Duduk saja disana" Yun Shuo menunjuk meja kerjanya yang penuh lembaran kerats. Luhan menurut. Ia membuka ponselnya, lalu membuka pesan masuk dari nomor yang tak dikenalnya. Berniat membalas pesan itu.
To : 079488120461
Siapa?
Luhan berpikir dan berpikir. Kemungkinan besar itu Oh Sehun-nya. Sehun-nya? kkkk:v. Sesekali ia melihat babanya dan Hangeng yang membicarakan tentang hal yang tak ia mengerti. Tapi, ia mengambil kesimpulan pasti itu tentang bisnis.
Hangeng dan Yun Shuo berdiri lalu berjabat tangan, kemudian Luhan berdiri memberi salam. Hangeng pun keluar dari ruang kerja Yun Shuo.
"Lulu sudah makan?" tanya Yun Shuo.
"Ne, dirumah tadi. Baba?"
"Baba belum sempat makan"
Luhan mendekat kearah Babanya dan merenggangkan tangannya meminta pelukan. Yun Shuo langsung memeluk erat anaknya.
"Bogoshipeo" lirih Luhan.
"Nado" Yun Shuo melepas pelukkannya.
"Mau minum kopi sebentar?" ajak Yun Shuo. Luhan melirik jam dipergelangan tangannya. Tidak lama lagi ia harus pergi sekolah, dengan berat hati Luhan menolak ajakkan Babanya. Yun Shuo mengerti dan menawarkan diri mengantar Luhan sampai depan. Didepan lift mereka bertemu Hangeng. Mereka bertiga naik lift bersama ke lantai bawah ditemani obrolan bisnis Hangeng dan Yun Shuo. Luhan yang tidak mengerti, hanya diam.
.
.
Sehun dan Kyuhyun sampai ketempat tujuan mereka. Ayah dan anak itu masuk kedalam. Mereka bertemu Hangeng dan Yun Shuo juga... Luhan. Sehun tersenyum senang melihat Luhan yang semakin imut mengenakan hoodie kebesaran itu.
"Hai, Kyu" sapa Hangeng. Luhan dan Yun Shuo menghentikan langkah. Luhan terkejut melihat Sehun didepannya.
"Oh, Tuan Xi, ini adalah Oh Kyuhyun yang pernah saya bilang" perkenal Hangeng.
"Xi Yun Shuo" Baba Luhan mengulurkan tangannya.
"Oh Kyuhyun" Kyuhyun membalas jabatan tanganya.
"Oh, ya ini anakku. Oh Sehun" lanjut Kyuhyun.
"Saya Oh Sehun" Sehun menunduk sedikit kearah Yun Shuo.
"Oh, Lulu. Lebih baik kau pergi sekarang. Sekertaris Jang akan mengantarmu. Baba akan keatas lagi untuk berdiskusi dengan Tuan Oh" suruh Yun Shuo.
"Ya, baba"
"Lebih baik Luhan bersamaku. Kami satu sekolah" tawar Sehun. Mata Luhan membola. Bersama Sehun? Bisa lepas jantung Luhan.
"Benarkah? Ya, baiklah. Hati-hati dijalan" setuju Yun Shuo. Luhan dan Sehun menunduk berpamitan. Kemudian mereka berjalan ketempat parkir.
.
.
Mobil yang berisi Sehun dan Luhan senyap. Keduanya diam tak mengeluarkan satu kata pun. Sehun yang fokus mengemudi. Luhan yang berusaha menetralkan detak jantungnya saat bersama Sehun. Sehun tersenyum senang dalam hati, mendengar detak jantung Luhan. Merasa suasana begitu canggung, Luhan berinisiatif membuka obrolan lebih dulu.
"Kau... ada mengirimiku pesan sekitar jam 4?" tanya Luhan. Sehun menatap Luhan dan bergumam "Ya" Luhan mengangguk paham. Benarkan tebakannya?
Suasana kembali cangung dan Luhan teringat sesuatu. Ya, pernyataan Sehun kemarin. Ia sudah memikirkannya baik-baik dan tau jawaban hati kecilnya. Tapi ia sedikit malu untuk berkata lebih dulu. ke-canggungan ini berlangsung sampai mereka sampai disekolah.
.
.
Waktu istirahat pertama tiba, Sehun dan Kai langsung keluar dari kelasnya. Mereka berjalan menuju kelas XII-2. Kai ingin bertemu dengan Kyungsoo, sedangkan Sehun pastinya Luhan. Mereka melihat Luhan, Baekhyun, dan Chanyeol duduk dikursi depan kelas. Kai dan Sehun cepat menghampiri mereka. Luhan sibuk bermain handphonenya. Chanyeol dan Baekhyun sibuk bermesraan. Luhan terlihat seperti obat nyamuk tanpa asap kkkkk:v
"Hyung" sapa Kai dan ikut duduk disamping Luhan. Sehun melolot melihat tingkah Kai. Sehun memegang pergelangan tangan Luhan. Perhatian Luhan teralih ke Sehun. Luhan seperti membuat eskpresi 'apa?'. Sehun hanya membawa Luhan sedikit jauh dari sana. Chanyeol, Baekhyun, dan Kai hanya menonton mereka. Sehun jongkok didepan Luhan.
"Naiklah" suruhnya.
"Mau kemana?" tanya Luhan bingung.
"Naik saja!" suara Sehun sedikit meninggi membuat Luhan takut. Luhan menurut saja.
WUSSHHHH
Sehun berlari cepat ala vampire ke taman sekolah, tempat Sehun menyatakan perasaannya kemarin. Sehun menurunkan Luhan. Mereka berdiri berhadapan. Baju luhan sedikit tersingkap, menunjukkan betapa mulus dan rata perutnya. Taring Sehun sedikit lebih memanjang. Jujur, ia belum makan apapun dari tadi. Luhan yang merasa dasinya sedikit terik, melonggarkannya sehingga leher mulus itu terlihat. Taring Sehun makin memanjang. Sehun benar-benar lapar sekarang. Ia menutup rapat mulutnya.
"Ba-bagaima-"
"Kamu kenapa Sehun?" tanya Luhan memotong kalimat Sehun.
"Eobseo" jawabnya cepat.
"Kamu lapar?"
"Ani" jawab Sehun ragu.
"Jangan bohong" gumam Luhan.
"Ya, benar. Aku lapar" ucap Sehun jujur. Luhan membuka dasi sekolahnya dan dua kancing teratas seragamnya. Lalu, menyingkap bagian leher. Ia menoleh kearah kiri, semakin menunjukkan pembuluh darah dilehernya.
"Makanlah" ujar Luhan santai.
Jujur(lagi), Sehun benar-benar tergoda. Mungkin mencicipi sedikit rasa darah Luhan akan menyenangkan.
"Benarkah?" Sehun memastikan. Luhan mengangguk. "Cepat"
Sehun membuka bibirnya perlahan, taring panjangnya menyembul. Ia dekatkan pada pembuluh darah Luhan... dan Sehun menancapkan taringnya disana.
"A-aaakkkhh" ini terasa begitu sakit bagi Luhan, dan sangat menyenangkan bagi Sehun.
Nafas Luhan terengah-engah menahan sakit, matanya terpejam, jantungnya berdetak keras. Sehun merasakannya. Bibir Luhan memucat, Sehun menghentikan kegiatannya. Darah Luhan sangat manis, sebenarnya ia masih ingin menikmati darah Luhan, tapi ia juga tak mau orang yang dicintainya mati kehabisan darah. Sehun mengecup lama bekas luka itu. Dan perlahan hilang. Sehun menatap Luhan yang menunduk. Sehun mengangkat dagu Luhan perlahan agar Luhan menatapnya.
"Gomawo"
Chu~
Sehun mengecup singkat bibir Luhan.
"Jadi, apa jawabanmu tentang yang kemarin?" tanya Sehun.
"Akuu...
.
.
.
.
.
TBC
Sorry for typo,
Wordnya nambah jadi 2,1k+
Maaf, kalau ceritanya bener2 gaje.
Makasih untuk yang review, follow/fav
Maaf, junhae gak bisa balas review nya atu-atu.
Tapi, junhae cukup seneng dengan review kalian.
Review again? Biar junhae makin semangat lanjutin nih ff.
Don't be silent readers okee^^
Anyeooong~~~^^^^
