r-e-d

Disclaimer: Masashi Kishimoto owns Naruto and Maynard Plant owns the song, Canvas. This fanfiction is inspired by blanc.'s Canvas.

Summary: Ino dan Sai tertarik dengan satu hal yang sama—seni. Ini hanyalah sebuah kumpulan ficlet mengenai kisah cinta mereka. AU!SaiIno.

Warning: AU, OOC, ficlet, nggak jelas, setiap chapter tidak selalu berhubungan, profanity, don't like don't read.


"Red is love your man."


"Sai, kau kelihatan lesu sejak tadi pagi! Ada apa?"

Uzumaki Naruto adalah sahabat Sai. Mungkin dia pernah menganggap Naruto lebih dari sahabat. Seorang dewa yang mengetahui semua hal tentang persahabatan dan pengetahuan umum. Berbeda dengan Sai, Naruto bisa bersosialisasi dengan orang lain lebih baik. Jauh lebih baik. Ketika dia baru saja tiba di Perancis dengan pengetahuan yang sangat minim, Naruto yang membantunya. Tentu tidak heran jika Sai selalu meminta bantuannya.

"Hari ini adalah peringatan di mana Ino menerimaku sebagai kekasih," ungkap Sai.

"Anniversary? Mengapa kau murung seperti itu?"

Sai memainkan sendok tehnya dan mengaduk cangkir itu. Dia berkata, "Ino benci hadiahku tahun lalu."

Naruto hanya menyipitkan kedua matanya dan menatap sahabatnya itu. "Apa yang kau berikan tahun lalu?"

"Sebuah lingerie."

"Lingerie apa? Kau harus tahu bahwa hadiah adalah segalanya untuk wanita. Mereka akan tahu di mana kau membelinya."

"Aku membelinya di tengah kota. Jujur saja, aku dapat harga yang cukup murah."

Naruto langsung menepuk dahinya ketika mendengar pengakuan polos sahabatnya itu. Dia sudah menduga bahwa Sai akan membeli lingerie yang diskon. Oh, dia tidak mengerti bagaimana Ino bisa hidup bersama lelaki seperti lelaki berwarganegaraan Cina ini. "Sai, inilah mengapa Ino marah denganmu! Kau memberikan sebuah lingerie yang murahan! Semua wanita ingin sebuah hadiah yang membuat mereka terharu dan senang."

"Apa yang harus kukasih tahun ini? Aku tidak ingin melihat muka jeleknya itu."

Jujur saja, Naruto bersyukur bahwa dia lebih berpengalaman daripada lelaki polos itu. Sudah menempuh lebih dari tiga tahun dia mengencani teman kecilnya, Hyuga Hinata. Seperti biasa, dia tidak pilihan lain. Dia akan memberikan solusi yang terbaik untuk sahabatnya yang satu ini.

"Ajak dia ke sebuah restoran yang cukup elit dan mahal."

"Aku tidak punya uang," Sai berkata dengan terus terang.

"Hei, kau ingin membuat Ino bahagia atau tidak?" Uzumaki Naruto menyilangkan kedua lengannya dan menatap Sai dengan serius.

Lelaki berambut hitam itu hanya menghela napas. Apakah dia mempunyai pilihan yang lain? Sepertinya tidak.


Kebahagiaan Ino sangat penting untuk Sai. Dia mengetahui semua tentang wanita itu. Masa lalunya yang kelam, kepribadiannya yang bertolak belakang dengan dirinya, kemampuannya di bidang seni rupa. Apa yang tidak dia ketahui dari Yamanaka Ino? Dia mengetahui semuanya. Jujur saja, dia mulai berpikir bahwa saran Naruto tidak seburuk yang dia pikirkan. Sai sudah menelepon restoran elit yang dekat dengan apartemen mereka dan memesan sebuah tempat untuk kencan malam mereka. Sekarang, dia hanya butuh untuk menelepon Ino untuk memberikan sebuah kejutan untuknya.

Dia meraih ponselnya dan menelepon kekasihnya itu. Ketika panggilan itu tersambung, kekasihnya menyapa, "Hallo?"

"Ino, hari ini—"

"Maafkan aku, Sai. Hari ini aku akan jalan-jalan bareng Sakura dan Hinata sampai malam!"

"Tetapi—"

"Makan malam dengan Naruto jika kau kesepian."

—Dan, rencananya gagal dalam hitungan sedetik. Dia memejamkan kedua matanya dan mengakhiri panggilan itu. Tetapi hari ini adalah anniversary kita, gumamnya di dalam hati. Sungguh, dia tidak percaya bahwa Ino tidak ingat dengan perayaan tersebut. Bagaimana mungkin? Selama ini Ino selalu menunggu anniversary mereka. Ino selalu senang ketika anniversary mereka tiba. Dan, sekarang ... Dia melupakannya?

Sai menghela napas dengan panjang. Dia membatalkan rencana elitnya itu dan hanya menatap ponselnya dengan tatapan kosong. Meskipun Ino tidak bisa bersama dia di hari anniversary mereka, dia harus memberikan kekasihnya itu sesuatu yang berharga dan membuat Yamanaka Ino terharu.

Beberapa menit kemudian, matanya terbelalak. Dia tahu hadiah apa yang harus dia kasih kepada kekasihnya itu! Sai beranjak ke dapur dan memakai celemek Ino. Selama ini, Ino yang memasak. Mungkin jika kali ini dia yang memasak makan malam mereka, Ino pasti akan terharu dengan apa yang dia lakukan. Lagipula dia mengetahui dasar memasak makanan khas China. Meskipun ini pertama kalinya dia masak dan dengan bantuan ponselnya, dia pasti akan baik-baik saja.


Ino berbohong kepada kekasihnya. Ya, tidak sepenuhnya. Dia memang pergi bersama Sakura dan Hinata. Apa yang Sai tidak ketahui adalah ... dia sedang membuat rencana bersama kedua temannya. Ya, rencana bagaimana untuk membuat Sai memberikannya hadiah yang dia inginkan. Ino sangat marah ketika Sai membelikannya sebuah lingerie tahun lalu. Untuknya, lingerie itu tidak lazim untuk dipakai. Ino benci pakaian yang terlalu terbuka, begitu pula lingerie yang terlalu overexposed. Selama ini dia hanya memakai gaun tidur. Sepertinya Sai tidak mengetahui apa perbedaannya gaun tidur dan lingerie.

Wanita itu tiba di apartemennya dan memanggil nama kekasihnya, "Sai?"

Dia menemukan kekasihnya tertidur lelap di meja makan. Ino tersenyum ketika dia menghampiri Sai dan makan-makanan khas China di sekeliling meja. Meskipun dia hampir saja ingin marah ketika dia melihat betapa kotornya dapur mereka itu. Kali ini, dia akan memakluminya. Selama ini Sai tidak pernah memasak apapun untuk dirinya. Ayam kungpao, mapo tahu dan fuyunghai. Semua tampak sangat lezat, begitu pula wanginya.

Ino mencicipi semua makanan itu. Ah, berbeda dengan apa yang dia harapkan. Dia hanya bisa mendengus. Memang bentuknya sangat sempurna karena Sai itu adalah perfeksionis dan wanginya sangat menipu. Sudahlah, dia tidak mengharapkan masakan Sai itu enak. Tanpa membangunkan Sai dari tidurnya yang sangat lelap, Yamanaka Ino mengecup pipi kekasihnya dengan lembut.

"Terima kasih untuk hadiah anniversary kita kali ini, Sai."


Updated: 24.10.2015, 9.00 AM (GMT+7)


A/N: Maaf ada topik yang terlalu bagaimana. Lagipula ini rated T dan membicarakan lingerie itu normal untuk pasangan kekasih. Bagaimana? Chapter mana yang kalian suka? :) Jangan lupa review ya~