Memang awalnya fic ini akan didiscontinue, tapi tiba-tiba author dapat ilham dan hasilnya adalah chap ini, Maaf kalo jelek

Balasan review's:

Ken D Uzumaki : Untuk ending akan diusahakan beda

Uzumaki julianti- san : kita memang memiliki kesamaan untuk menjadikan Naruto yang terkuat, dan maaf untuk ngareeeeeeeeeeeeet yang panjang untuk fic ini. Dan juga untuk beberapa kesalahan sudah diperbaiki, semoga tidak ada yang salah lagi

Kai anbu : wow fans Crows Zero yang lain, salam kenal. Yoi, untuk pair Naruto x Sara memang masih sangatb kurang. Moga-moga bisa bertambah

Sai Akuto : ini udah dilanjut

Guest : Author tidak tahu klo Guest itu Cuma satu orang ato banyak, tpi ini udah dlanjut


Tahun 2011, bulan 10, hari 22, tepat pukul 06.35. Tidak ada yang menarik bagi Naruto, dalam artian tidak ada yang dapat dilakukannya karena Tamamo memaksanya untuk tetap tinggal di apartemen. Sekilas Naruto melihat ke arah jendela disamping kanannya hanya untuk menatap cuaca yang sedang tidak bersahabat. Ia hanya mengutuk dalam hati tentang keadaannya saat ini yang seperti berada didalam penjara, namun pikirannya segera teralihkan oleh kehadiran seseorang yang sepertinya sudah memperhatikannya dari tadi.

"Ada apa?"

"Ini" Tamamo menyerahkan sebuah payung kepada Naruto

"Aku tidak bisa memaksamu untuk tetap berada disini" lanjutnya

Naruto hanya menatap sosok didepannya sekilas kemudian mengacak rambutnya, lalu beranjak menuju pintu keluar.

CROWS ZERO

(Chapter four)

Minato hanya menatap keluar jendela dengan pandangan yang sulit diartikan, tapi jika dilihat secara kasat mata mungkin sebagian orang akan berfikir kalau ia sedang sedih.

"Apa anda memikirkan sesuatu, Minato-sama?" akhirnya Genma Shiranui angkat bicara yang notabene adalah salah satu bawahan terbaiknya

"Tidak, aku hanya sedang kesal. . . setengah mati"

Tidak ada pembicaraan lagi setelah itu, dua orang yang memiliki posisi bagaikan langit dan bumi itu hanya diam. Selang beberapa detik kemudian, ketukan pintu menggema diruangan yang sunyi itu. Tapi walaupun begitu, bangunan bercorak khas Eropa tersebut tetap berdiri megah dan terawat.

"Kau bisa keluar sekarang, Genma!"

"Baik"

Name : Genma Shiranui

Age : 25

Blood type : A

Occupation : Elite Bodyguard (Samurai Master)

Affiliation : Namikaze Legion

"Semuanya sudah siap, Minato-sama. Dan sebaiknya anda tetap memakai mantel karena cuaca hari ini diperkirakan akan mendung sampai menjelang siang hari dan sepertinya mulai turun hujan pada siang hari" ucap Raidou

"Baiklah, kita berangkat sekarang"

Tapi sebelum itu, Minato beranjak menuju lemari disudut ruangan untuk membawa barang yang penting baginya, syal hijau muda pemberian mendiang istrinya yang selalu ia gunakan kemana pun ia pergi.

Name : Raidou Namiashi

Age : 26

Blood type : AB

Occupation : Assassin (Samurai Master)

Affiliation : Namikaze Legion

Sebuah limousine hitam yang kontras dengan pakaian yang dikenakan Minato melaju menuju tempat tujuannya, Shinjuku Planetarium Hall. Tempat diadakannya acara pelelangan barang-barang antik yang memiliki nilai sejarah tinggi. Sebuah guci peninggalan Oda Nobunaga, orang yang memiliki ketamakan dan haus akan kekuasaan, seseorang yang akan menghalalkan apapun untuk mewujudkan ambisinya. Ya, barang itulah yang sedang diincar Minato saat ini.

Perjalanan berjalan dengan lancar, mungkin hanya cuaca saja yang bisa dibilang tidak bersahabat kali ini, karena langit terlihat lebih mendung dari sebelumnya dan perlahan rintik hujan pun mulai berjatuhan.

"Aku tidak akan pulang untuk dua bulan ke depan, sisanya kuserahkan padamu" ucap Minato melalui handphone-nya

Sedangkan orang diseberang sana hanya menjawab 'ya' dengan senyum yang selalu bertengger diwajahnya. Ia adalah Tazuna, pelayan setia Namikaze Family. Setelah menutup telepon tersebut, dengan pakaian formal yang selalu dikenakannya setiap saat, Tazuna menyusuri setiap ruangan yang ada dalam bangunan tersebut hanya untuk memastikan semua dalam kendali. Selain itu, Tazuna juga adalah pemilik Orphanage's House di daerah Touhoku, sebuah panti asuhan yang menampung anak-anak berbakat. Bahkan Genma Shiranui, Raidou Namiashi, Kotetsu Hagane dan Izumo Kamizuki, dulunya mereka adalah anak-anak panti asuhan Orphanage's House, sekaligus anak didik Tazuna. Tidak hanya mereka berempat, tapi ada juga beberapa anak Orphanage's House yang melanjutkan sekolah di luar negeri, seperti Shizuka.

Dalam waktu kurang lebih 30 menit, Minato sudah berada didepan Shinjuku Planetarium Hall. Disana sudah ada Kotetsu dan Izumo, bagian dari elite Namikaze Legion. Minato langsung memasuki bangunan tersebut bersama empat orang kepercayaannya.

Name : Kotetsu Hagane

Age : 23

Blood type : B

Occupation : Strategist (Aikido)

Affiliation : Namikaze Legion

Name : Izumo Kamizuki

Age : 23

Blood type : A

Occupation : Sniper (iron-sighted and bolt-action standard rifle)

Affiliation : Namikaze Legion

Terdapat banyak pengusaha dalam ruangan yang tidak lama lagi akan diadakan acara pelelangan barang-barang antik. Salah satunya adalah Mr. Kazahana, seorang pengusaha yang bergerak dibidang hardware dan console game ternama di daerah Shibuya, tepatnya di district Yoyogi. Bahkan belakangan ini diketahui Mr. Kazahana telah menjalin relasi bisnis dengan Uchiha Co.

Minato langsung duduk dengan tenang ditempat yang telah disediakan. Tidak ada satu orang pun yang tahu apa yang menjadi objek penglihatannya. Hanya saja kini pandangannya terfokus pada sebuah guci yang terletak disudut paling kiri dari kumpulan benda antik yang akan dilelang.

Sementara itu di kediaman Uchiha, seluruh anggota keluarga berkumpul dihalaman belakang untuk melakukan kegiatan bersama yang biasanya dilakukan rutin setiap akhir pekan, seperti pesta barbeque yang sedang berlangsung saat ini. Ya, walaupun cuaca hari ini memang mendung, tapi itu tidak menyurutkan kebersamaan mereka, meskipun disatu sisi ada satu anggota keluarga mereka yang tidak ikut. Hal itu memang sudah wajar, bahkan setiap pelayan di kediaman Uchiha pun tahu, kalau Sasuke Uchiha adalah orang yang sering mengasingkan diri dari keluarganya. Meskipun selama ini mereka selalu tertawa bersama, tapi masing-masing dari mereka selalu merasakan ada sesuatu yang hilang.

Itachi Uchiha adalah putra kebanggaan Fugaku dan Mikoto, usianya cuma berbeda satu tahun dengan Sasuke. Bisa dikatakan masa depannya sangat cerah, dengan beasiswa yang diterimanya dan juga setelah lulus SMA nanti ia sudah dipastikan langsung masuk Tokyo University. Bahkan dulu, sebelum pernikahannya dengan Fugaku, Mikoto sering berbincang-bincang dengan Kushina tentang perjodohan anak mereka kelak. Namun sekarang dia hanya bisa tertawa miris karena Kushina telah meninggal, dan juga dia tidak mungkin menjodohkan salah satu putranya dengan Tamamo. Bisa-bisa kedua putranya keburu dibantai oleh Naruto. Bagaimana pun Mikoto tahu kalau Naruto adalah pengidap penyakit sister complex. Dan untuk alasan lainnya, Mikoto tidak mau putranya disebut pedophile

Saat ini Naruto sedang berjalan tanpa tujuan sambil membawa sebuah payung hitam dalam genggaman tangan kanannya. Melihat cuaca yang semakin mendung, ia melihat waktu dilayar handphone-nya yang ternyata menunjukkan pukul 11.47, dan menurut perkiraan cuaca yang tadi pagi ditontonnya, hujan deras akan mengguyur Tokyo termasuk Konoha menjelang siang ini.

'Tch' umpatnya

Naruto kembali melanjutkan perjalanannya yang sempat tertunda. Sekilas ia melihat ke arah langit hanya untuk memastikan hujan belum turun, dengan begitu ia tidak perlu memakai payungnya. Tanpa sadar langkah kakinya telah membawanya ke arah Supermarket terbesar di Konoha. Naruto hanya diam saja melihat bangunan besar dihadapannya sampai seseorang menepuk bahu kirinya dari arah belakang.

"Apa yang sedang kau lakukan disini?"

"Harusnya aku yang berkata seperti itu, untuk apa kau berada ditempat ini? Bukankah seharusnya kau bersama keluargamu, Sasuke"

"Aku tidak ingin membicarakannya. Dan, kenapa kau membawa payung segala? Jangan-jangan kau diusir imouto-mu sendiri"

"Aku pergi karena kemauanku sendiri, baka"

Naruto langsung masuk ke dalam Supermarket tersebut meninggalkan Sasuke yang terdiam selama beberapa saat. Entah hanya perasaannya saja atau memang keadaannya demikian, jika pada dasarnya setiap Supermarket pasti akan ramai, begitu pula dengan tempat ini. Tapi keramaian yang dilihat Naruto hanya berfokus pada satu tempat, atau mungkin satu objek.

"Ada apa ini?"

"Mungkin Supermarket ini kedatangan seorang artis. . . atau mungkin orang gila" ucap Sasuke tiba-tiba dari arah belakang Naruto

Sekilas yang dilihat Sasuke adalah seorang perempuan berambut hijau dari balik kerumunan tersebut yang entah kenapa terasa familiar baginya. Seolah mengabaikan frekuensi otaknya, Sasuke melangkah menuju kerumunan tersebut untuk memastikannya.

"Kau mengenalnya?" tanya Naruto

"Aku rasa kau keterlaluan Naruto. Kau terlalu acuh pada informasi yang berkembang disekitarmu"

"Memangnya siapa dia?" tanya Naruto lagi

"Koyuki Kazahana, aktris muda yang sedang naik daun akhir-akhir ini" balas Sasuke to the point

Namun ada satu fakta lagi yang tidak dikatakan Sasuke pada Naruto. Ya, Koyuki Kazahana adalah kekasih aniki -nya, Itachi Uchiha.

Sementara itu di apartemen, Tamamo hanya duduk diatas sofa sambil menutupi tubuhnya dengan selimut lembut miliknya. Baginya disaat dingin seperti ini, yang paling enak dilakukan adalah bermalas-malasan sambil makan keripik kentang dan nonton televisi. Namun acaranya sempat terganggu karena mendengar suara bel masuk, dengan malas Tamamo berjalan ke arah pintu dan membukanya.

"Apa Naruto ada didalam?"

"Siapa kau?"

"Oh, maaf atas kelancanganku. Namaku Muku, salah satu kenalannya"

"Sayangnya nii-san tidak ada disini, ia sudah pergi keluar dari tadi pagi"

"Begitu"

Melihat pakaiannya yang sedikit basah kuyup. Tamamo mengalihkan pandangannya ke belakang, tepatnya ke arah jendela apartemennya. Dan benar saja, hujan deras sedang mengguyur Konoha saat ini. Sepertinya dia terlalu fokus pada acara bermalas-malasan yang sempat memanjakannya.

"Masuklah! Kau bisa menunggu didalam"

Setelah mendapat izin, Muku langsung masuk ke dalam apartemen yang menurutnya memang mewah untuk ukuran seorang remaja yang baru menginjakkan kakinya dikelas dua SMA. Tak lama berselang, gadis bersurai merah itu menghampiri Muku sambil membawa sebuah handuk ditangan kanannya. Belum sempat Tamamo menyerahkan handuk tersebut, untuk kedua kalinya bel masuk berbunyi dan dia kembali melangkahkan kakinya keluar sambil mengutuk tamu yang datang. Begitu pintu terbuka, Tamamo langsung menarik kembali kata-katanya yang sempat dia lontarkan dalam hati.

"Hai Tamamo-chan"

"Sara-nee"

"Maaf mengganggu, tapi aku hanya ingin mengantarkan ini"

"Apa ini kue buatanmu?"

"Ya, aku ingin kau mencobanya hanya untuk memastikan rasanya enak atau tidak"

"Baiklah, terima kasih. Ayo masuk dulu" ajak Tamamo sambil mengambil menarik tangan Sara dan mengambil alih kue tersebut

Dia tidak tahu kalau ternyata ada tamu lain selain dirinya, seorang lelaki yang memiliki mata hitam legam dengan mata yang hampir menyerupai langsung berdiri dan memberi hormat. Selang beberapa saat mereka bertiga langsung mengobrol dengan diselingi canda tawa sambil memakan kue yang dibawa Sara hingga habis tak bersisa, kegiatan yang mereka lakukan itu memang sempat melupakan dinginnya cuaca yang menerjang.

Tidak terasa sudah menjelang sore hari dan mereka bertiga masih tetap asyik dengan kegiatannya sampai-sampai tidak menyadari ada seseorang didepan pintu keluar.

'Sejak kapan ia ada disini?' itulah hal pertama yang ada dalam pikiran Naruto

"Hei, kenapa tidak memberitahuku dulu jika memang kau ingin berkunjung kemari"

Ketiga orang yang masih asyik mengobrol tersebut langsung tersentak begitu mendengar sebuah suara dari belakang mereka. Dua orang yang memiliki kekuasaan tertinggi di sekolahnya masing-masing itu hanya saling menatap dalam diam.

"Hihihi, hai kepala duren"

"APA KAU BILANG BRENGSEK, setidaknya gaya rambutku ini masih mengikuti perkembangan zaman. Tidak seperti gaya rambut kunomu itu yang ketinggalan zaman"

"KAU BILANG APA TADI, DUREN BEGO. Akan kuh–"

"Kalian berdua, HENTIKAN!" akhirnya Tamamo angkat suara, dan seketika kedua remaja itu pun langsung membisu seketika.

Dengan memakai mantel hangat, sekarang Naruto dan Muku sedang bersantai di balkon apartemen milik Naruto. Tidak ada yang memulai pembicaraan seolah keduanya terbuai oleh pesona malam Konoha.

"Hey Naruto, kurasa mungkin imouto-mu itu adalah satu-satunya yang normal dari Namikaze Family"

"Jadi kau ingin mengatakan kalau aku ini tidak normal"

"Bukan begitu, hanya saja jika dilihat dari silsilah keluargamu itu. Tamamo memang bersikap normal seperti orang-orang pada umumnya, tidak seperti kau dan juga ayahmu"

"Tch, kau tidak tahu seberapa mengerikannya dia"

Tamamo adalah satu-satunya anggota Namikaze Family yang tidak ada sangkut-pautnya dengan Namikaze Legion maupun Namikaze Army's. Sekarang dia duduk dikelas 1 Seifu Junior High School. Walaupun begitu, Tamamo sudah dicap sebagai salah satu murid nakal ditahun pertamanya. Terbukti dia selalu membawa benda-benda tajam ke sekolahnya, seperti pisau lipat. Selain itu, dia juga ahli dalam memainkan dart dan terkadang selalu membawa benda tersebut ke sekolahnya. Tamamo memiliki alasan sendiri kenapa dia melakukan hal tersebut, memiliki tousan yangberstatus sebagai pemimpin Yakuza dan juga niisan yang memiliki status hampir sama terkadang selalu menempatkannya dalam keadaan bahaya seperti menjadi target penculikan bagi mereka yang memiliki dendam kepada tousan dan niisan-nya. Tapi ada satu fakta yang baru diketahui Naruto satu bulan terakhir ini mengenai imouto-nya. Saat itu Naruto yang memiliki perasaan tidak enak langsung mengirimkan lima orang anak buahnya untuk membuntuti Tamamo yang akan pergi ke Minimarket karena persediaan bahan makanan mereka yang hampir habis. Tidak lama berselang, orang yang ditunggu Naruto akhirnya pulang, namun dalam keadaan yang berbeda dari saat dia pergi. Yang dilihat Naruto adalah Tamamo yang pulang dengan membawa barang belanjaannya ditangan kanan dan sebuah pisau lipat yang penuh darah ditangan kirinya, selain itu Naruto juga melihat banyak bercak darah dibaju dan wajahnya.

Beberapa detik berselang, sebuah panggilan masuk langsung membuyarkan lamunan Naruto, dengan cepat ia langsung menerima panggilan masuk dihandphone-nya tersebut, dan dari sanalah ia tahu semuanya. Menurut laporan yang masuk dari anak buahnya, bahwa dalam perjalanan Tamamo sempat dihadang oleh empat lelaki asing dan menyeretnya ke dalam sebuah gang sempit. Namun ketika mereka akan membantu, selang beberapa menit kemudian Tamamo keluar dari gang tersebut dengan banyak noda darah dibajunya. Sedangkan keempat lelaki asing tersebut sudah tak sadarkan diri, bahkan dua diantaranya harus segera mendapat perawatan medis karena menerima luka tusukan diperut, paha dan beberapa tusukan dipunggung mereka.

"Aku pulang, nii-san" ucapnya dengan senyuman yang terkesan angker bagi Naruto dan mulai saat itu Naruto tahu bahwa imouto-nya itu adalah seorang psychopath.

Jika dilihat secara kasat mata, mungkin Naruto dan Tamamo terlihat seperti anak lain pada umumnya. Namun dibalik itu semua, mereka berdua adalah sosok yang menyimpan banyak kengerian didalam dirinya. Dan ada satu fakta lagi yang tidak terbantahkan, siapapun pasti mengetahui kejeniusan dari duo Namikaze ini, mengingat ayah mereka sendiri juga merupakan lulusan dari Harvard University.

Hari minggu adalah hari yang paling sesuai untuk melakukan kegiatan bersama, seperti yang dilakukan Naruto, Tamamo, Sara dan juga Muku. Saat ini mereka berada di Konoha Wonderland, salah satu tempat yang paling diminati untuk mengisi hari libur dan juga rekreasi.

"Ayo kita naik semua wahana ditempat ini!" seru Tamamo

"Tch, hentikan ocehanmu itu chibi. Apa kau tidak malu menjadi pusat perhatian" kali ini Naruto yang bersuara sambil membawa sebotol minuman ditangan kanannya

"Biarkan saja Naruto, lagipula kita datang ke tempat ini memang untuk bersenang-senang" seru Sara

"Apa yang dikatakannya benar, kita datang ke tempat ini dengan tujuan rekreasi, dan ubahlah raut wajahmu itu, benar-benar tidak enak dilihat" dan setelahnya Muku langsung menarik tangan Naruto sehingga menjauh dari tempat itu.

"Mau kemana mereka?" tanya Sara

"Entahlah, aku tidak tahu. Tapi yang penting, ayo kta bersenang-senang sepuasnya" seru Tamamo

"Yap" tanggap Sara

Sementara itu ditempat lain, Naruto dan Muku hanya berjalan-jalan menikmati cuaca cerah yang tersaji didepan mata mereka. Saat ini mereka berdua berada di Konoha Park's Arena, salah satu tempat yang biasa dijadikan tempat istirahat setelah naik berbagai wahana di Konoha Wonderland.

"Kudengar dari Tamamo, hari ini tousan-mu akan datang berkunjung" ucap Muku memulai pembicaraan

"Ya"

"Jadi itu alasanmu kenapa kau tidak bisa bersenang-senang hari ini?"

"Hm"

Namun tiba-tiba seseorang menghentikan langkah mereka, tepatnya menghalangi jalan yang akan dilalui Naruto dan Muku. Seorang gadis yang memakai kemeja putih polos dengan rok hitam diatas lutut itu hanya berdiri diam seperti patung.

"Apa kau yang bernama Namikaze Naruto?" ucapnya

"Ya, siapa kau?"

"Aku Shizuka, dan aku menawarkan diri untuk bergabung dengan Namikaze Army's"

"Kau. . . dari Orphanage's House?" tanya Naruto

"Ya, dan ini surat kepindahanku" balasnya sambil menyerahkan surat yang ada dalam genggaman tangannya tersebut

Naruto langsung membukanya dan membacanya sekilas.

"Westminister Highschool" sudah ia duga kalau gadis yang berada dihadapannya ini memang berasal salah satu sekolah terkemuka didunia. Tentu saja, karena dia adalah salah satu anak Orphanage's House.

"Kalau begitu, aku pergi dulu dan terima kasih atas waktunya, Naruto-san" ucapnya sambil membungkuk hormat lalu pergi meninggalkan dua lelaki remaja tersebut

Saat ini Naruto dan Muku sedang duduk disalah satu tembok pembatas Konoha Park's Arena, ia benar-benar telah memikirkan kemungkinan apa saja yang benar-benar akan terjadi, tapi tetap saja semuanya masih samar-samar.

"Hey Naruto! Apa kau tahu Orphanage's House itu seperti apa?" tanya Muku

"Entahlah, aku juga tidak begitu tahu" jawab Naruto

Setahunya, Orphanage's Hosue adalah panti asuhan milik Tazuna, pelayan setia keluarganya. Namun Naruto sendiri belum pernah melihat secara langsung bagaimana rupa dari Orphanage's House yang dikatakan memiliki relasi dengan beberapa Institusi Pendidikan terkemuka di dunia seperti Harvard University, Oxford University, dan Caltech. Dan juga Highschool standard Internasional yang sudah diakui beberapa University Internasional. Tapi pasti yang ada dalam pikiran Naruto, mereka yang berasal dari Orphanage's House memiliki bakat-bakat yang menakjubkan.


TBC

Untuk chap depan adalah pertemuan Naruto dengan Minato

Sampai berjumpa lagi di chap selanjutnya ^_^