Disclaimer : I own nothing~
.
.
.
Chapter 4 : Gaara's Challenge-s-
.
.
"Baiklah, aku siap akan tantangan yang akan kau berikan padaku." Ujar Shikamaru tegas. Gaara masih memasang wajah datar. Temari menatap mereka dengan tegang dan cemas. Sementara Kankurou hanya menatap kaku pada "telur paus" karya Nara Shikamaru tersebut. Suasana tiba-tiba menjadi sunyi dan canggung ketika Gaara terdiam dengan maksud tertentu.
"Tantangannya….ada tiga…" ucap Gaara pelan. Mata Shikamaru membelalak lebar. Satu saja sudah sulit, apalagi tiga? Temari juga sama kagetnya seperti Shikamaru. Kankurou memasang senyum kemenangan.
"Baiklah. Aku siap. Apa saja tantangannya?" ujar Shikamaru percaya diri. Gaara terdiam sejenak menatap mata Shikamaru. Kemudian ia melirik Temari yang kini duduk disamping Kankurou.
"Kalau sekarang, kau pasti masih lelah. Sebaiknya kau cari penginapan dan istirahat. Siang hari nanti kau kemari lagi. Akan kubuat kau terkejut dengan tantanganku, Nara-san." Ujar Gaara tenang. Ia membalikkan badan kemudian berjalan menuju kamarnya. Sementara Shikamaru menatap Gaara terkejut, sama seperti Temari. Kankurou menatap punggung Gaara kemudian memasang wajah kesal.
'Cih, terlalu berbaik hati. Bilang saja kalau belum membuat tantangan tersebut.' Batin Kankurou kesal. Temar menghela nafas lega kemudian berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Shikamaru.
"Syukurlah Gaara memberimu kesempatan istirahat. Em, bagaimana kalau aku antarkan ke penginapan terdekat?" ajak Temari pada Shikamaru yang kini memasang wajah datar. Shikamaru menoleh kearah Temari dan mengangguk pelan. Temari pun mengajak Shikamaru keluar tanpa mempedulikan Kankurou yang kini memainkan telur paus itu.
"Bocah itu…jenius juga ternyata. Haha, kukira yang jenius di Konoha hanya Hatake Kakashi. Yang lainnya sama bodohnya seperti Naruto. Oke itu sangat 'dalam'. Eh, tunggu. Masa Temari…dengan…Kakashi? Ah sudahlah lupakan! Jadi kacau." Kata Kankurou berbicara dengan dirinya sendiri sambil memainkan telur itu di tangannya. Kemudian ia berdiri kembali.
"Tidak ada salahnya kalau mencoba telur ini. Lagipula, aku lapar sekali."
Shikamaru dan Temari berjalan berdampingan mencari sebuah penginapan untuk Shikamaru.
Hening.
Tidak ada satupun yang memulai topik pembicaraan diantara mereka. Akhirnya Temari berdeham, membuat Shikamaru menoleh kearah Temari.
"Kuakui….kau itu sangat pintar mencari cara seperti itu. Telur paus ya? Haha. Benar juga, tidak ada yang tidak mungkin." Ujar Temari memuji Shikamaru. Yang dipuji hanya memasang senyum bangga sambil meletakkan kedua tangannya kedalam saku celananya.
"Bersyukurlah kau mempunyai kekasih seperti aku yang jenius ini." balas Shikamaru dengan nada santai. Temari menoleh kearah Shikamaru, wajahnya meledek.
"Jadi kau sekarang bersombong diri hanya karena mendapatkan "telur paus" pesanan adikku yang bodoh itu? Huh, seharusnya aku tahu kalau "kekasih"-ku ini orang yang besar kepala." Balas Temari.
"Hah, merepotkan sekali. Kalau kau ingin mengatakan bahwa kau makin menyukaiku, bilang saja. Tidak usah ditutup-tutupi aku juga sudah tau."
"Aku tidak berkata seperti itu, bocah!"
"Aku bisa melihat dari matamu kok."
"Mataku tidak bisa berbicara."
"Begitu pula mataku."
"Kalau begitu diam sebelum aku membunuhmu."
Hening.
Akhirnya setelah beberapa menit, mereka sampai ke penginapan. Temari mengantar sampai ke dalam penginapan tersebut (tentunya tidak masuk kedalam kamar Shikamaru).
"Arigatou, Temari, sudah mengantarkanku sampai kesini." Ucap Shikamaru kepada kekasihnya itu. Temari tersenyum, tepatnya nyengir.
"Do itamashite, bocah cengeng…"
"Hey! Tidak sopan memanggilku seperti itu!"
"Aku belum selesai. Bocah cengeng…tetapi jenius..yang menemukan telur paus hanya untuk mempertahankan hubungannya demi kekasihnya..terimakasih ya."
Temari pun mencium pipi Shikamaru, seperti hal-nya tempo hari lalu disaat Shikamaru dan Temari baru saja "jadi".
"Aku pergi dulu. Ja ne.." ucap Temari dan berjalan menjauh dari Shikamaru.
Sekali lagi, Shikamaru memegang pipinya dan terdiam lama sekali. Ia merasakan "surga dunia" kembali.
Shikamaru terbangun ketika merasakan sinar matahari menyilaukan wajahnya. Ia membuka matanya, kemudian menutupnya dengan tangan karena silauan sinar. Tiba tiba…ia ingat sesuatu.
"Astaga! Aku lupa!" Shikamaru segera menarik rompi chuunin miliknya dan memakainya. Memakai sandal yang biasa ia pakai dan langsung keluar dari penginapan…menuju kediaman Sabaku.
"Permisi! Permisi!" Shikamaru berlari melewati orang orang yang bisa dibilang juga, warga Sunagakure. Ia terburu buru sekali. Ia lupa kalau Gaara akan memberinya tantangan untuk merestui hubungannya dan Temari.
Akhirnya setelah beberapa menit yang panjang, ia sampai didepan rumah Temari. Shikamaru segera mengetuk pintunya dan menunggu.
Akhirnya pintu pun dibuka.
"Shikamaru!" seru Temari. Shikamaru yang masih mengatur nafasnya hanya mengangkat tangan kanannya.
"Yo."
"Hah, kukira kau lupa! Ano….sepertinya Gaara sudah bosan menunggumu di ruang tamu. Sebaiknya cepat hampiri dia." Ujar Temari cepat. Shikamaru mengangguk dan masuk kedalam.
"Gaara, ini Shikamaru…"
"Lama sekali kau, bocah! Aku bosan tau menunggu! Hampir saja aku dan Gaara membatalkan tantangan ini." seru Kankurou pada Shikamaru yang terdiam kemudian menunduk.
"Maaf. Aku kelelahan jadi…agak terlambat."
"Heh, enak sekali kau…-"
"Sudah tidak apa apa, Nara-san. Silahkan duduk." Kankurou melirik Gaara yang tampaknya sangat sabar menghadapi Shikamaru yang menjadi 'musuh' di permainan ini.
"Terimakasih." Ucap Shikamaru.
"Aku sudah menentukan tantangan-tantangan apa saja yang harus kau 'kerjakan', dan aku sudah menyusun urutannya." Ujar Gaara kemudian melirik Shikamaru dengan ragu. "…aku khawatir kau tidak bisa menjalankannya." Lanjut Gaara kemudian. Shikamaru tersenyum datar.
"Jika belum dicoba, tidak akan tahu hasilnya, Kazekage-sama."
Gaara mengangguk.
"Baiklah. Ini adalah tiga tantangan yang harus kau lewati, untuk mendapatkan kakak kami."
Gaara mengeluarkan sebuah kertas yang kemudian ditunjukkan ke Shikamaru. Sejenak, Shikamaru sangat tegang saat Gaara memberikan kertas tersebut. Dan ….
"Kazekage-sama…..kau yakin aku harus melakukan semua ini?" Shikamaru keringat dingin. Wajahnya pucat pasi. Gaara mengangguk pasti. Sementara Kankurou dan Temari hanya memandang mereka berdua bergantian, pada dasarnya mereka tidak tahu apa yang direncanakan adik bungsunya itu.
"Kau sanggup 'kan? Atau tidak? Kalau begitu…"
"Aku sanggup. Asal anda tahu, Kazekage-sama..aku tidak akan menyerah."
Gaara memandang Shikamaru dengan serius. Shikamaru membalasnya dengan pandangan menantang. Gaara pun mengangkat tangan kanannya.
"Baiklah, kau bisa mulai besok." Ujarnya setelah itu. Kemudian Gaara meninggalkan mereka bertiga.
Temari menoleh kearah Shikamaru setelah menatap adik bungsunya yang pergi begitu saja. Kankurou menghempaskan tubuhnya ke sofa, sambil melekatkan pandangannya pada Shikamaru.
"Bagaimana, Shikamaru? Tantangan apa yang Gaara berikan padamu?" tanya Temari tergesa-gesa. Kankurou sepertinya juga penasaran. Shikamaru terdiam sesaat. Kemudian menjulurkan tangannya kearah Temari untuk memberikan kertas itu. Temari menyambutnya dengan cepat kemudian membuka kertasnya.
Dan ia membacanya….
"BAHAHAHAHAHA!" Temari tertawa meledak, membuat Kankurou terkejut dan wajah Shikamaru memerah. Shikamaru menjulurkan jari telunjuknya ke bibirnya, mensinyalkan Temari supaya diam.
"Ssssh! Kau ini! Senang sekali kalau melihat orang susah!"
"Go…gomen…tapi…Gaara….mmmfh…-!" Temari menahan tawanya. Wajah Shikamaru makin memerah, dan kini ia mengambil kertas itu lalu pergi dari sana. Kankurou menatap Temari heran.
"Hey, ada apa sih?" tanya Kankurou penasaran. Temari masih menutup mulutnya untuk menahan tawanya. Kemudian ia mendekat kearah Kankurou dan bersandar di tangannya sambil menahan tawa. Kankurou berusaha menyingkirkan kakaknya itu sambil terus menerus bertanya.
"..Heh…ada apa sebenarnya? Memangnya Gaara memberikan dia tantangan apa?" tanya Kankurou lagi.
"…dia..harus…hahahahahaha mffft..-"
"Serius dong!"
"Oke..oke…"
Shikamaru harus melamar di suatu tempat makan sebagai kerja paruh waktu selama 2 hari….dan menyamar sebagai wanita….
~To Be Continued~
.
.
.
A/N : Wow, saya kejam ya pada Shikamaru -_- *di kagemane*. Oke oke itu untuk chapter ini, bocoran chapter selanjutnya…Shikamaru akan menjalankan tantangan nomor 1 dari Gaara di Konohagakure. Dan ….di chapter selanjutnya ada Uzumaki Naruto, Haruno Sakura, Inuzuka Kiba, dan Hatake Kakashi ikut meramaikan~ (mungkin) *digaplok*. Oke…sekian dari saya…krik krik.
-Halfmazoku Alchemist-
