A Sexy Dancer
.
SasuNaru
.
M
.
Yaoi, Dunia Malam, Ero ero
Dentuman electronic dance music menggema, memenuhi setiap bagian bagunan penyaji surga dunia. Manusia-manusia haus sentuhan menari gila di lantai dansa. Tak menghiraukan tangan-tangan nakal menjamah tubuh mereka.
Dunia malam identik dengan perilaku amoral. Namun, apa peduli mereka, para penikmat hiburan yang disajikan. Alkohol sudah jadi barang biasa, begitu pula dengan berbagai jenis narkotika. Tubuh-tubuh penjaja birahi tak melupakan eksistensinya.
Begitulah dunia. Siang menjadi orang suci tak terbantah. Tapi malam, kelakukan asli tak sesuai apa yang dipamerkan. Hal itulah yang lelaki pirang itu jalani.
Ia, seorang guru di sebuah sekolah menengah atas ternama. Disukai semua orang karena keramahannya. Menjadi contoh bagi murid dan guru lainnya. Lelaki itu seorang tauladan. Tapi, tidak jika malam menjelang.
Tubuh tan-nya menari indah. Bergelayut manja di tiang besi panggung hiburan. Badannya meliuk, membikin mata-mata lapar tergiur. Baik laki-laki maupun wanita, akan mengatakan satu kata yang sama untuk sosok penggoda selangkangan mereka.
"Seksi."
Mata biru sang penari menatap tajam lantai dansa yang dipenuhi manusia tamak surga dunia. Ralat... Irisnya terarah instens pada seorang lelaki tampan yang berdiri tak jauh dari tempatnya meliukan badan.
Lelaki tampan itu pun juga menatapnya nakal. Mata hitam menyusuri setiap inci tubuh indah sang guru teladan. Bibirnya menyunggingkan seringai, tertarik dengan objek yang juga menatapnya dalam diam, namun terus menggoda iman.
Lelaki itu berjalan. Menghampiri panggung utama yang menyajikan tarian erotis dari penari tiang. Tangan putihnya merogoh saku celana bagian belakang. Mengambil sesuatu yang ia perlukan.
Jarak semakin dekat. Seringai si lelaki tampan pun semakin lebar. Ia menatap sosok indah yang masih menjalankan pekerjaan sampingan. Walau mata biru indah itu sudah teralihkan kepada dirinya—seutuhnya.
Lelaki tampan itu tiba di depan pangung utama. Dua orang lelaki berbadan besar menahan tubuhnya. Ia menatap datar pada dua manusia penghalang. Sedetik kemudian, barang yang ia ambil dari saku celana bagian belakang, berpindah tangan pada salah satu penjaga itu.
Black card.
"Berikan dia padaku," ucapnya. Datar, dingin, dan mengancam di saat yang bersamaan.
Kedua lelaki berbadan besar itu mempersilakannya. Membuka akses bagi lelaki tampan mendapatkan miliknya.
Tak ingin membuang waktu lebih lama, si tampan yang kaya raya itu berjalan. Menemui miliknya untuk satu malam—tidak, lelaki itu ingin memiliki sosok indah yang sedang menatapnya itu untuk selamanya.
Kini ia sudah tiba di hadapan sosok yang telah menjadi miliknya... untuk malam ini. Dua pasang mata saling tatap, sedangkan berpasang mata lainnya hanya menonton dalam diam. Tapi tidak sedikit pula yang berbisik penasaran.
Tanpa peringatan dan tanpa persetujuan, bibir sang penari erotis di klaim paksa oleh si lelaki tampan. Ciuman panas, basah dan dalam dipertontonkan. Membikin libido yang menontonnya naik ke titik maksimal.
Orang-orang yang hanya menatap dua sejoli saling klaim bibir itu ikut mendapatkan efeknya. Satu persatu dari mereka meraih orang terdekat untuk menjadi teman malam. Lelaki maupun wanita tak masalah, selama hasrat dieksekusi segera.
Ciuman panas itu berakhir lama. Kedua bibir berpisah. Untaian liur menjadi bukti ciuman panas.
"Kau milikku, Naruto-sensei."
"Aku tidak tahu kalau kau suka ke kelab goyang, Sasu—oops... Kepala Sekolah Uchiha."
END
Maaf, baru bisa update ficlet baru (karena wordsnya ada 500an).
Seminggu ini saya lagi belajar tentang mutasi genetik untuk proyek anthology SasuNaru. Untuk ke depannya, mungkin agak lama update cerita-cerita pendek SasNar di Ero Ero Mamadaime .
Terimakasih.
Jangan lupa kritiknya ya ^^
Rino Ana
