Tak terasa sudah dua tahun sejak ia menerima pernyataan cinta Fang dulu.


Fang berkata dengan lantang, "M-mau jalan bersamaku sehabis sekolah ini tidak?!"

Dengan spontan BoboiBoy Taufan langsung mengiyakan ajakan kencan dari sosok idamannya.

Begitulah hingga sekarang, ia juga tak meyangka jika bukan dia yang pertama menyatakan cinta. Alasannya sederhana, "Karena kau kurang peka maka terpaksa aku yang harus mengambil inisiatif untuk mengambil langkah pertama," ucap Fang saat dulu ia pernah bertanya kenapa bisa dia yang di tembak duluan.

Dan mereka masih langgeng sampai saat ini, hari-hari Fang yang suram pun jadi berwarna sejak ada kehadiran Taufan yang selalu menyiraminya dengan indahnya warna-warni keceriaan.

Seperti saat ini, mereka baru saja pulang selepas menghabiskan waktu di kebun binatang.

Saat di tanyai oleh BoboiBoy Taufan apakah ia senang hari ini, jawabannya terselip diantara sumpah serapah.

"...Tentu saja, bodoh! Kalau aku tidak suka sudah dari tadi aku meminta di pulangkan!" ucapnya sambil memalingkan wajah kesamping berusaha menghindari tatapan dari Taufan, sayang dia kurang cepat –BoboiBoy masih sempat melihat wajahnya yang memerah seperti ceri baru di petik.

"Benarkah~~~ Kalau begitu mana 'Terima kasih'-nya~~~?" candanya, beranggapan kalau hanya akan di abaikan seperti biasanya.

Fang berhenti berjalan. Wajahnya menunduk kebawah. Taufan ikut terhenti, gelagapan. Dia tadi salah bicara apa coba?!

Ia mendekati Fang yang berhenti, saat ia mendekat ia berbisik, "Maafkan bicaraku jika sudah terlalu kelewatan, Fang," Fang menggeleng.

Tangannya terangat, BoboiBoy bersiap menghadapi tamparan penuh dendam milik Fang. Tapi tak ada yang mengenainya, hanya saja ujung jaketnya ada yang menarik.

Fang saat ini menatap wajahnya. Wajah Fang berusaha ditegakkannya tapi matanya bergerak liar menatap yang lain. "T-terima... Kasih. Sudah mengajakku ke sini," wajahnya sudah sangat memerah seperti kepiting rebus saat Taufan memusatkan fokus kepadanya. "Aku sangat berterima kasih." Tambahnya.

BoboiBoy Taufan tersenyum, ia menautkan tangannya ke tangan milik Fang yang lebih lentik dari miliknya.

Mereka pulang dengan bergandengan tangan.

.

.

.

Sesampainya di depan rumah Fang, ia memberikan satu lagi hadiah.

"Tutup matamu, ada yang ingin ku lakukan." Perintahnya.

"Tapi-"

"Sudah, menurut saja,"

Dan tanpa menolak lagi, Fang pun mengikuti apa perkataan Taufan.

BoboiBoy Taufan menyangga kepala Fang lalu mencium matanya.

Taufan langsung melesat berlari, dari kejauhan dia terlihat berlompat-lompat dengan gembira selayaknya anak kecil yang baru saja mendapat izin untuk makan permen dari ibunya.

Yah memang tak ada yang lebih manis dari wajah Fang yang entah apakah bisa menjadi lebih merah lagi.


Begitu mengingat sabtu sore tadi Taufan pasti selalu cekikikan, kebetulan saja dia ada waktu luang sore itu untuk di habiskan bersama sang kekasih.

Ciuman ini melambangkan rasa sayang dan bentuk perhatian yang dalam. Ada yang mengatakan bahwa ciuman ini disebut sebagai angel kiss atau ciuman malaikat dan mengartikannya sebagai rasa tak ingin berpisah.

Siapa yang ingin berpisah dari kekasihnya? apalagi kalau kekasihnya semanis Fang. Rasanya ia rela menghabiskan berjam-jam waktunya hanya menatap wajah Fang.