3

"Se-Sehun, erm, bagaimana jika hari ini salad buah?" Kai masuk ke rumah Sehun-yang tentu saja sangat akrab-dengan sebuah tas berisi bahan dirangannya.

Sehun akan membiarkan pintu terbuka setelah pulang bekerja jadi dia bisa masuk.

Keberaniannya masih kecil walaupun dia sudah familiar dengan tempat ini. Dia masih tidak berani melihat Sehun langsung ke matanya tapi dia sering memiliki keinginan untuk berlutut. Dia masih harus melaporkan menu makan malam kepada Kaisar.

Terkadang dia agak terbawa pembicaraan, tapi rasanya tidak menyenangkan karena dia merasa "Ah...hari ini mungkin hari terakhirku...TvT" kapanpun dia pergi ke rumah Sehun.

"Tapi Kai...kau tahu aku tidak suka manis..." Sehun melangkah dan mengambil tas dari lengan Kai. Kai mengerucutkan bibirnya kurang lebih ke sudut 30.

Bibitnya merengut tanpa sadar. "Tapi...kamu bilang tenggorokannya tidak terasa enak beberapa hari lalu. Karena akhir-akhir ini kering jadi aku pikir kamu harus lebih banyak makan pir dan sebagainya...aku tidak akan membuatnya terlalu manis, oke?"

"Kai...kau sangat baik kepadaku."

Kai mengadah dan untuk beberapa alasan melihat ekspresi Sehun yang mendadak serius dengan bibir yang sedikit melengkung dalam bentuk yang menarik membuat hatinya berhenti berdetak.

"Ka-kalau begitu aku akan mulai!"

Sehun melihat tikus kecil buru-buru masuk ke dapur dan-mhm, bagaimana aku mengatakannya-ekor ular besar itu mengibas kebelakang dan kedepan dengan cepat.

Kai memotong buah-buahan menjadi potongan yang mudah digigit dan menumpuknya ke dalam sebuah mangkok besar. Dia mengambil saus salad yang dia buat spesial untuk ini dari kulkas dan memasukkan satu sendok besar kedalamnya.

Saat dia akan mengaduk, pinggangnya terjebak lagi...

"Sehun, aku-aku masih belum selesai." Wajah Kai mulai merona dan dia bergoyang sedikit.

Walaupun dia merasa semakin dan semakin lebih terbiasa dengan "serangan ular Sehun" akhir-akhir ini paling tidak sampai titik dia tidak berkeringat dan bergetar lagi, untuk beberapa alasan kegugupannya tidak menghilang dan detak jantungnya berdebar lebih kencang lagi.

(ARcana :Jatuh cinta kali wkwkwk)

Saat ini, biasanya, Sehun akan menyerbunya dengan suara lucu yang palsu ketika mengatakan hal-hal seperti "Kai, aku lapar," tapi sebaliknya hanya berdiri diam disitu dengan lengan melingkari Kai.

"A-ada apa?" Jantung Kai berdebar lebih keras dengan keadaan yang lebih dan lebih tidak pasti.

Napas Sehun mulai mendekat dan lebih mendekat ketelinganya, membuat mereka sepenuhnya memerah. Dia ingin mengelak tapi masih menahannya.

"Hei…ah!"

Sehun tiba-tiba menjilat telinganya. Dia menjatuhkan semua barang ditangannya karena syok dan mulai berjuang melepaskan diri dengan insting.

Sehun tidak bermaksud melepaskannya. Dia menekan bahunya dengan satu tangan dan menariknya lebih mendekat kedirinya sendiri lalu meraih pinggangnya dengan tangan yang satunya.

"Mmmm…le-lepaskan…." Lidah Sehun bermain ditelinganya, bahkan mengisap dan mengigit cupingnya.

Ja-jadi aku rasa aku akan dimakan...QAQ

Apakah hari ini hari terakhirku???? ;=;

Kai putus asa tapi sangat ketakutan jadi dia tetap berdiri kaku didalam kurungan Sehun.

Punggungnya menempel di dada Sehun yang kokoh. Bibir Sehun perlahan-lahan pindah ke sisi kiri dari lehernya dan mulai menghirupnya. Darah Kai mengalir tepat dibawah lapisan kulit yang tipis ini...

Sehun mengeluarkan lidahnya dan mulai menjilat serta menghisap.

Kai tidak bisa tidak berpikir bahwa Sehun akan mengambil satu gigitan besar sekarang...

"...mmnnmm..." Dia mulai merengek seperti binatang pengerat kecil pada umumnya.

Sehun tertawa kecil dan membalik tubuhnya agar mereka saling berhadapan. Dia mencubit pipinya dan berkata "Tenang~"

"..." Kamu adalah tukang jagal sementara aku adalah unggasnya; tentu saja kau tenang T.T

Sehun menangkup wajah Kai ditangannya dan mulai menciumnya dengan lembut.

Kai hanya merasakan lidahnya secara konstan dihisap.

"…mmnnn, nghhhh!" apakah dia akan mengigitnya?? Atau hanya merobeknya keluar?? Д Apapun itu rasanya pasti akan sangat menyakitkan!!!

Sehun terus menghisap dan menjilat lidahnya untuk waktu yang lama tanpa mengigitnya, jejak kebingungan masuk ke pikiran Kai.

Saat ciuman itu berakhir, Kai merasa kebingungan dan panik, tidak perlu menyebutkan warna merah karena kekurangan udara.

Sehun mengangkat pinggangnya dan mendudukannya di meja sebelum menciumnya lagi.

Tangannya yang tidak senonoh semakin turun saat dia mencium...akhirnya mencapai dibawah t-shirt Kai dan membelai pinggang serta punggungnya yang langsing.

Lalu, akhirnya dia tidak bisa menahannya lagi. Dia menarik t-shirt dan menjilat putingnya yang membesar.

Kai berpikir apakah dia akan langsung mencukil hatiku ?!

Setelah beberapa gigitan lagi,Sehun pindah kebawah dan mulai menghisap dan mencium tombol perutnya yang lucu.

Kai berpikir : Apakah ususku akan menjadi makanan pembukanya ?!

Ini berlanjut untuk beberapa lama. Kai gemetar saat dia melihat Sehun mengunyah dia di semua tempat tapi tidak benar-benar mengigitnya, dan itu adalah serangan teror yang hampir membuatnya pipis di celana.

Sehun melepaskan celana dalam Kai bersama dengan celana katunnya. Itu terjadi dengan cepat karena Kai sangat patuh dan taat...tapi laki-laki pink kecil ini masih menyusut.

Sehun tertawa masam. "Kai...apakah aku sangat payah?

(Arcana : Kamu sama sekali tidak payah v / )

Otak Kai bercampur aduk dan sama sekali tidak tahu apa yang Sehun katakan. Hal selanjutnya yang dia tahu, Sehun memakan peewee kecilnya!!!

"Ummf!!" Kai berguman karena syok dan takut.

Apa-apaan?! Dia akan makan dari tempat ITU...?!! Sangat berdarah!!! Sangat mesum!!! Q 皿 Q

Dia mungkit sangat ketakutan diawal tapi, dia tidak bisa tahan untuk bereaksi karena bendanya dihisap dan tubuhnya mulai memanas.

Mulut hangat Sehun menelannya; lidahnya yang cerdas menyikat semua tempat dan menyelinap ke lubang kencingnya dari waktu ke waktu.

"Unhh…waa…j-jangan lakukan itu…." Segera, Kai mulai memohon ampunan sambil mendorong kepala Sehun dengan lemah dan memutar pinggangnya tidak nyaman.

"Kamu merasa enak?"Sehun menatap dan memperlihatkan senyum licik ketika menggosok bagian tertentu yang basah dibawah sana.

Kai bahkan tidak bisa mengatakan apapun; dia menurunkan pandangannya dalam ketakutan sambil mengigit bibirnya dan menggelengkan kepalanya.

Yang lebih buruk reaksi setengah bagian bawah tubuhnya tidak meyakinkan sama sekali. Sehun pindah ke atas dan mencium pipinya yang merona sebelum kembali kebawah.

Sehun tetap membelai bolanya sambil menghisap bendanya, membuatnya lunak sampai ketulang. Kai membentangkan kakinya atas kemauannya sendiri dan bahkan secara tidak sengaja menusukkan pinggulnya kedepan mencoba masuk lebih dalam ke mulut Sehun.

"Nghhh…tidak lagi. Sangat enakkkk…ah-nn-ahh…." Kai berbaring diatas meja dapur, tangannya menyembunyikan wajahnya yang merah membawa dengan kaki yang menyangkut di bahu Sehun, ketika setengah tubuh bawahnya menggeliat tak berdaya, dia terlihat sangat mudah diserang,

Melihat Kai yang erotis, Sehun meraih bagian bawahnya membuka celah pantat dengan sebuah jari dan menekan holenya dengan tekanan yang tepat, membuatnya gemetar.

Sehun sangat terampil untuk memulainya jadi tidak butuh waktu lama untuk membuat seorang perawan murni seperti Kai menembakkan muatannya.

Saat dia klimaks. Kai dengan lemah merasakan Sehun menelan bendanya dan berpikir: Jadi rencana sebenarnya adalah jusku...dan kemudian memakanku...

Ketika Kai masih merasa pusing, Sehun mengangkat pantatnya dan menyeretnya ke kamar tidur.

Pantat Kai terlihat megah dan menggiurkan serta kulitnya juga indah. Sehun tidak tahan untuk meremasnya beberapa kali setelah meletakkan tangannya diatas pantat Kai. Perilaku cabul itu membuat Kai melayang dengan pandangan kabur tapi dia hanya bisa berpegangan pada leher Sehun jadi dia tidak akan jatuh.

Saat mereka sampai di kamar tidur, Sehun meleparnya ke kasur yang besar, lembut. Kai menyandarkan dirinya dan melihat Sehun dengan mata yang tidak fokus, rambut kusut, t-shirtnya terlipat sampai dadanya dan setengah bagian bawah tubuhnya tidak mengenakan apapun, sepasang kaki yang cantik membentang dengan lemah dan natural.

Binatang buas di dalam diri Sehun segera terbangun. Dia melompat, menahan kepala Kai dan mengigiti wajahnya untuk beberapa saat.

Kai kehabisan oksigen dan mulai mendorong dada Sehun. Saat dia mendorong beberapa kali lagi, dia baru menyadari bahwa dia menyentuh kulit telanjang! Kau membuka matanya dengan kesusahan dan melihat Sehun sudah melepaskan pakaiannya. Dia sedikit cemburu dengan bahu lebar, pinggang ramping dan otot kuat,terpahat.

…Tunggu sebentar.

"…ah! Kamu!!! Kamu akan…!!!" Kai yang berkepala tebal baru menyadari tujuan Sehun yang sebenarnya. Kai menatap dengan mata membesar dan menujuk ke Sehun dengan tidak percaya.

"Yup. Aku akan melakukannya padamu~" Sehun tersenyum miring sekilas dan menatapnya dari atas. "Apa kamu takut sekarang?"

Kai menelan ludahnya dengan kasar sampai dia bisa mendengarnya.

Tentu, dia ketakutan. Dia hanya bergenggaman tangan dan memeluk gadis yang dia kencani jadi mendapatkan seorang pria sebagai top adalah sesuatu yang tidak dia persiapkan sama sekali.

"Ti-tidak...aku tidak mau..." Dia menggelengkan kepalanya dan terus mundur seperti binatang malang dan ketakutan.

Sehun hanya tersenyum dan tidak membuang waktu lagi. Dia mendorong dada Kai, hampir menekannya ke bed board, dan membujuk, "Kai, lebarkan kakimu...jika tidak, kau tahu apa yang akan aku lakukankan?"

Tahu bed board kan, yang buat sandaran kepala di tempat tidur

Sebuah ancaman yang terang-terangan dari musuh alaminya.

Kai sudah membatu dari awal dan sekarang dia hampir bisa melihat hidupnya berakkhir. Dia mulai bergetar lagi karena jika satu gerakan salah dia mungkin akan langsung dilahap di tempat.

Jadi dia membuka kakinya sedikit.

Melihat wajah Kai merona dengan malu dan mata puppynya dan bibir yang terkunyah, sifat sadis alami Sehun tidak bisa ditahan lagi. Dia menggapai dan mulai memijat pantat megah Kai dengan cabul. "Lebarkan kakimu lagi. Angkat pantatmu."

Kai menatapnya dengan keduanya syok dan marah.

Dia tidak pernah berpikir Sehun adalah orang baik, tapi Sehun biasanya memperlakukannya dengan cukup baik. Dia akan membeli aprikot atau kacang mede dan hal semacam itu setelah tahu dia suka makan kacang. Dia tidak akan membuat Kai memasak jika Kai terlalu lelah setelah bekerja dan memesan makanan yang enak untuk mereka. Waktu yang dia habiskan dengan Sehun mungkin seringkali menakutkan tapi...tapi...

Dia tidak bisa percaya jika sebenarnya Sehun sebengkok* ini.

Bengkok = gay

Dia melebarkan kakinya dan mengangkat pantanya ke udara sementara tetesan air mata mengalir di pipinya.

Melihat itu, Sehun juga tahu bahwa dia sedikit melewati batas. Dia hanya ingin menggodanya tapi dia menyesal saat melihat ekspresinya yang malang dan menyedihkan.

Sehun cepat-cepat memberi ciuman ringan yang menenangkan dipipinya sementara tangannya menghibur alat kelaminnya. "Kai, jadilah anak baik. Jangan menangis. Aku akan membuatmu merasa enak...oke? Ayolah..."

Sehun terus menciumnya sebagai selingan ketika dia meremas beberapa pelumas ketangannya dan meluncur masuk ke tubuh Kai.

Berbicara jujur, Sehun bahkan tidak pernah membayangkan laki-laki perawan sebelum bertemu Kai, tapi sekarang dia mengagumi setiap reaksi polos Kai: tubuhnya menyusut gugup dan paha yang gemetaran setiap kali dia memasukinya, dia terlihat tidak percaya dan ekstasi ketika dia menemukan titik itu didalamnya, dan tubuhnya sangat sensitif terlihat bisa klimaks setiap menit karena dimanjakan.

"Mnnn…berhenti…. Tidak lagi…disitu…." Kai mendesah.

Dua bagian tubunya yang paling penting ada di tangan Sehun, yang satu menjadi sangat, sangat keras dan yang lainnya menjadi sangat, sangat lembut.

"Hmm? Dimana? Apakah...disini?" Sehun mengusap kepala anggotanya dengan sebuah jari yang indah. "Atau...disini?" Dia berkata sambil menekan prostatnya.

"Uunnnhh. Ahhh! Tidak lagi…hahhh…mmnnn…le-lebih keras …disitu…mnn…." Kai merengek sambil mengangkat pantatnya lebih tinggi. Tidak perlu mengatakan apa yang dia tunjuk.

Sehun tidak ingin sombong atau apapun tapi dia cukup baik dalam hal-hal semacam ini. Dia membuat semua bottomnya kembali lagi.

Dia tersenyum miring saat mengeluarkan ketiga jarinya. "Ada sesuatu yang bisa membuatmu merasa lebih enak... Kau menginginkannya, Kai?"

"Y-ya..." Mata Kai merah saat dia menggosok seprai kasur dengan tidak berdaya untuk membantu menahan rasa kosong dibelakangnya.

Sehun melepaskan celananya dan mengeluarkan penisnya yang ereksi, menempelkannya ke anggota Kai yang basah karena precumnya sendiri.

Tapi Kai melompat dari kasurnya karena terkejut.

"Apa-apaan ini?!?!" Σ(゚ Д ゚) Itu besar! Bagaimana mungkin? Apakah ras benar-benar membuat banyak perbedaan??

Reaksi Kai membuat Sehun tertawa terbahak-bahak. Dia mencium pelipisnya dan berkata, "Jangan cemas, Kai. Ini akan membuatmu merasa enak~"

Kai menggelengkan kepalanya marah dengan ekspresi "Omong kosong!"

Tapi itu terlambat.

Sehun menahan pahanya, menaikkannya dan membuka sisinya, sepenuhnya membuka pintu masuk yang berharga tapi kelaparan.

"De-dengan lembut..." Kai menempel di seprai dengan ekspresi imut yang tidak bisa dipercaya.

Sehun tidak bisa menahannya, dia memeluk dan menciumnya lagi agar dia rileks sambil menggosokkan batangnya ke hole Kai yang sensitif, membuatnya berkontraksi. Hanya ketika dia siap untuk memasukkannya.

Kai merasa disobek dengan sebuah batang yang keras. Dia mencengkram bahu Sehun karena rasa sakit berdenyut dari bagian bawahnya. Dia beruntung karena Sehun mempersiapkannya dengan cukup baik jadi dia tidak terluka.

Sehun bukan orang yang bijaksana. Dia akan menggoda patnernya hanya untuk melihat mereka bertingkah murahan dan gelagapan. Dia akan melakukan foreplay jadi mereka bisa bekerja sama nanti. Oleh karena itu, dia hanya akan bertindak sesuka hatinya setelah memasukkan batangnya.

Dia cukup beruntung karena dia secara alami diberi berkah jadi dia tidak butuh bekerja keras untuk membuat bottomnya klimaks.

Tapi melihat alis Kai berkerut tiba-tiba membuatnya ingin mempertimbangkan perasaannya. Dia tidak langsung melakukan gerakan tapi bertahan dengan dorongan tidak terkendali. Dia merasakan hole ketat Kai, dengan lembut mendorong kedepan sambil membelainya.

Dia tidak bisa tahan, dia mencium garis rambut Kai yang basah karena keringat, alisnya yang berkerut dan pipinya yang berbekas air mata.

Untuk pertama kalinya saat berhubungan seks, dia merasa puas ketika Kai bergantung di bahunya dan tanpa sadar memanggil namanya.

Dan saat Kai mulai mendesaknya dengan lembut, "Lebih cepat," dan memintanya untuk bergerak lebih keras saat menyangkutkan kakinya kesekeliling pinggangnya, Sehun tidak bisa dan tidak dapat menunggu lebih lama.

"Uhnn, uhnn, disitu…sangat sakit…. Ah, berhenting mendorong…mnnn…uhnnahh, sangat enak…."

Sehun terus memukul titik sensitifnya sampai ke titik dimana Kai hampir tiba. Kai tiba-tiba merasa akan pipis. "Benar-benar, tidak lagi...ini...akan keluar...ahhhh."

Dia mencoba mendorong Sehun pergi tapi Sehun menggapai tangannya dan menahannya di bed board.

Kebingungan, Kai membuka mata, bukannya melihat ekspresi nakal yang biasa Sehun tunjukkan melainkan sebuah wajah berkeringat yang penuh nafsu dengan sungguh-sungguh meliihatnya dari dekat.

Ditengah-tengah kenikmatan yang intens dan pikiran yang berantakan, Kai tiba-tiba, untuk beberapa alasan, mendapatkan keberanian untuk bangkit dan menciumnya.

Pemandangan ini membakar sesuatu didalam Sehun. Dia menyegel bibirnya dan mendorong pinggulnya lebih cepat, membuat Kai berteriak lebih keras tanpa kontrol.

Penis Kai berakhir ditangan Sehun lagi. Dia bergetar saat mencapai klimaksnya dengan simulasi yang bersamaan dari depan dan belakang dan jatuh ke dalam tidur yang dalam.

Mereka melakukannya saat waktu makan malam. Kai jatuh tepat setelah melakukan 'itu' tanpa makan malam. Sehun cukup perhatian jadi dia hanya melakukannya sekali tapi itu cukup untuk membuat Kai tidur untuk waktu yang lama.

Setelah itu, Sehun makan beberapa makanan dan tidur dengan Kai dilengannya.

tbc

Penerjemah memiliki sesuatu untuk dikatakan :

Ar : Akhirnya ular itu bisa memakan tikus kecil *v*

[Sistem : Integritas moral penerjemah menurun tajam]

(o/w/o)

Ar : Sistem... apakah itu kamu?

[Sistem : ɿ(' _ ')ɾ Kamu penulis bodoh yang membuat ceritaku dan menganggurkannya selama 2 bulan lebih. Saat kembali malah menerjemahkan cerita orang lain. Dimana rasa tanggung jawabmu?]

Ar : ...Aku benar-benar minta maaf. Sebenarnya aku sudah membuatnya tapi tiba-tiba saja cerita itu menghilang. Itu sudah terjadi lima kali jadi aku tidak bisa melakukan apapun, terlebih lagi aku akan segera masuk universitas dan harus menyiapkan ospek (; w ;)

[Sistem : Bukankah itu hilang karena memori ponselmu habis untuk video klip Korea?]

Ar : ...

[Sistem : Lagipula kau hanya tidur-tiduran saat libur. Bukankah beratmu naik 3 kilogram? Apanya yang menyiapkan ospek?]

Ar : ... Itu benar, maafkan aku (TTwTT)

[Sistem : Benar-benar manusia tidak berguna!]

Ar : Aku akan melanjutkan ceritamu setelah cerita ini selesai.

[Kai di ESCF : Aku ditinggalkan dalam kondisi telanjang bulat dan dilihat orang lain selama 2 bulan, ini sangat dingin (TTvTT)]

[Sistem]Ar : ...