Chapter 4/5
Because of a coupon
Cast : Cho Kyuhyun (B), Lee Sungmin (G), and other
Rating : T
Genre : Romance
Disclaimer : Kyu and Min only belongs to God. But this story really belongs to me!
ooOoOoOoo
Rumah Sungmin
Sekitar pukul setengah 5 pagi, Sungmin sudah bangun dari tidurnya dan bergegas menuju kamar mandi. Hari ini gadis penyuka ice cream itu harus sudah berada dibandara sejak pukul 7 pagi, begitulah perintah dari seorang penanggung jawab undian berhadiah dari Baskin Rabbit Ice Cream.
Kemarin Sungmin pulang kerumah setelah pernikahan sepupunya –Siwon sekitar pukul 11 malam dan pagi ini gadis itu benar-benar masih mengantuk berat. Namun, karena semangatnya menuju Paris lebih besar dari pada kantuk nya, ia masih dapat menahan rasa ingin menggulung dirinya di bawah selimut.
Trling..
Monitor komputer Sungmin yang ada di atas meja belajarnya menyala tiba-tiba pertanda ada sebuah pesan masuk. Buru-buru Sungmin menghampiri komputernya dan men-klik sebuah permintaan video call dari skypenya.
"Eunhyukie?". Heran melihat Eunhyuk sepagi ini menghubunginya. "Tumben..".
Klik
"Hai Sung...KYAAAAA! APA-APAAN KAU LEE SUNGMIN!". Teriak Eunhyuk histeris sambil menutupi wajah dengan tangannya. "CEPAT PAKAI BAJUMU BODOH! Kau ingin pamer kalau dadamu lebih besar dari punyaku, hah?". Eunhyuk mengibas-ngibaskan satu tangannya kearah monitor karena geli melihat Sungmin yang masih memakai pakaian dalam muncul di depan layar monitor komputernya.
"Salahmu sendiri pagi-pagi sekali sudah menghubungi ku". Sungmin pun memeletkan lidahnya dan beranjak menuju kasurnya dan mengambil bathrobe pinknya lalu memakainya cepat.
Eunhyuk di ujung video call sana masih saja menutup wajahnya tidak ingin melihat. Sungmin hanya cekikan melihat Eunhyuk yang bersikap seperti anak 'polos'.
"Hei, aku sudah tidak telanjang. Cepatlah, ada apa kau menghubungiku pagi-pagi begini? Aku kan sedang buru-buru mau ke bandara". Ucap Sungmin mengetuk-ngetukkan layar komputernya.
Eunhyuk membuka sedikit celah ditangannya, memastikan kalau Sungmin tidak berbohong kalau ia sudah berpakaian. "Aish, pagi-pagi sudah dapat therapy shock, hah". Eunhyuk membetulkan kembali duduknya dan kembali menatap monitor komputer. "Aku hanya mau memberi tahu mu daftar oleh-oleh yang harus kau beli untukku Min". Eunhyuk menunjukkan sebuah kertas quarto bertuliskan beberapa barang dan makanan pilihannya yang ditempelkan kearah web cam komputer. "Tadaa, aku sudah menuliskan ini sejak malam. Akan aku kirim melalui email, oke?".
Sungmin melongos melihat deretan tulisan rapi khas Eunhyuk yang terpampang dilayar komputernya. "Kau pikir aku anak seorang president? Aishh jinca...kau benar-benar punya bakat merampok, Hyuk". Sungmin menepuk dahinya dua kali melihat tingkah sahabatnya itu.
"Ya~ aku tidak mau tau kau harus membelinya minimal 5 yang ada di daftar ini". Terang Eunhyuk memaksa. "Kau akan ke Paris berapa hari? Tidak mungkin sehari kan? Pasti kau akan membolos sekolah beberapa hari, benar kan?". Tanya Eunhyuk bertubi-tubi.
"Aku akan pulang hari Kamis Hyuk, jadi tolong izin kan aku kepada wali kelas ya".
"Arraseo. Cepatlah bersiap-siap, aku mau kembali tidur. Bye bye".
Klik
Monitor komputer Sungmin kembali menampilkan wallpaper gambar seekor kelinci lucu. Tidak ingin terlambat sampai di bandara, Sungmin kembali menuju lemari pakaiannya dan memakai t-shirt berwarna hitam dan celana jeans abu yang sudah disiapkannya tadi malam.
"Aku tidak dapat membayangkan bagaimana hari-hariku di Paris nanti". Lirih Sungmin sambil menyisir rambutnya di depan nakas.
xxXxXxXxx
Heechul memandangi isi lemari es dengan seksama, uap dingin yang keluar dari lemari pendingi itu menerpa wajahnya yang nampaknya sedang memikirkan sesuatu.
"Jus wortel atau jus apel ya? Apa alpukat saja?".
Heechul yang sedang menjalani diet ketat itu, beberapa minggu ini harus ekstra berfikir dalam mengkonsumsi apapun, entah itu makanan atau minuman. Seperti wanita kebanyakan yang senang sekali berdiet untuk memperindah tubuhnya, begitu pun Heechul yang usianya mulai genap berkepala empat. Padahal tubuhnya masih bisa dikatakan langsing, tapi ya...manusia memang tidak pernah puas, Heechul ingin tetap bertubuh langsing walaupun usianya sudah tak lagi muda. Moto hidupnya setelah menikah dan mempunyai anak adalah tetap terlihat muda dan langsing. Ckckck.
"Ah, jus pisang saja". Ujar Heechul memutuskan lalu mengambil dua buah pisang berwarna kuning cerah dari dalam lemari es.
"OMO!". Heechul berjingkit kaget ketika menutup pintu lemari es, tiba-tiba saja Hankyung –suamin nya berdiri bersandar diujung meja dapur sambil menatapnya dengan senyuman.
"Hai sayang".
"YA! Aishhh kau membuat ku hampir jantungan!". Heechul mengelus dadanya yang benar-benar kaget karena ulah suaminya.
Hankyung menghampiri Heechul lalu memeluknya erat. "Ah~ aku sangat merindukan istriku yang cerewet ini".
Tangan Heechul memukul dada Hankyung pelan bertubi-tubi. "Ya! Ya! Ya! Apa maksudmu dengan cerewet?".
Hankyung tertawa pelan dengan respon istrinya yang manja itu. "Heumm, sepertinya kau tidak merindukanku ya?". Duga Hankyung.
Heechul melepaskan diri dari pelukan suaminya, lalu menatap suaminya lekat-lekat. "Ya~ mana mungkin begitu". Heechul kembali memeluk suaminya tidak kalah erat. "Aku sangat merindukanmu!".
Hankyung hanya menganggukan kepalanya lalu mencium kening istrinya lembut.
"Kyuhyun kemana? Apa bocah gamer itu masih tidur?". Tanya Hankyung setelah melepaskan pelukannya dan duduk disalah satu kursi meja makan.
"Dia pergi ke Paris". Jawab Heechul sambil memasukkan pisang ke dalam juicer.
"Ha? Paris? Aku tidak pernah memberinya uang banyak untuk pergi kesana. Apa dia menabung?".
Heechul memasukkan hasil jus pisang nya kedalam dua gelas berukuran sedang lalu membawanya ke hadapan Hankyung yang sudah duduk diatas kursi meja makan. "Dia memenangkan undian pergi ke Paris, Han".
"Wah! Hebat sekali! Dia memang mirip denganku, selalu mendapatkan keberuntungan". Ucap Hankyung percaya diri. "Oya, aku dengar pernikahan Kibum dipercepat ya?". Ujar Hankyung lalu meminum jus pisang yang diberika Heechul.
Heechul menghentikan menyesap jus pisang nya dan beralilh menatap suaminya. "Ne, karena itu kah kau kembali dari China?". Tebak Heechul.
"Itu satu dari dua alasanku pulang, sayang". Jawab Hankyung. "Lagipula aku tidak enak hati kalau tidak menemui Kibum, terlebih lagi aku belum sama sekali menjenguk Jongwoon dirumah sakit". Ujar Hankyung memberi alasan.
"Jongwoon adalah sahabat terbaikku yang mau menampungku ketika aku sendirian di Korea dulu. Kalau tidak ada dia, aku mungkin akan luntang-lantung tinggal di negeri-mu ini".
Hankyung kembali teringat ketika duapuluh tahun yang lalu dirinya mendapat beasiswa untuk kuliah di Korea dan tidak tahu harus tinggal dimana setelah keluar dari asrama di Kyunghee University. Beruntung Jongwoon mengajak Hankyung untuk tinggal dirumahnya sampai ia mampu menyewa apartemen kecil pertamanya.
xxXxXxXxx
Bandara international Incheon
Kyuhyun sudah sampai bandara dari lima belas menit yang lalu. Sekarang ia sudah duduk sambil mendengarkan musik di tempat berkumpul rombongannya nanti. Sesekali Kyuhyun memandangi orang-orang yang berlalu-lalang dihadapannya. Sedikit bosan, Kyuhyun mengambil PSP dari dalam tas ranselnya.
Tidak berselang lama, satu pasangan yang memakai t-shrit couple bertuliskan 'Paris I'm Coming' menghampiri kursi yang Kyuhyun duduki.
"Hei". Seorang lelaki tambun menyapa Kyuhyun yang sedang asik memainkan game nya.
Kyuhyun yang sedang mendengarkan musik dengan volume lumayan kencang tidak bergeming ketika lelaki itu memanggilnya.
"Ya! Hei, bocah!". Lelaki tambun itu memukul pelan bahu Kyuhyun yang membuatnya sedikit kaget dan melepaskan headset ditelinganya.
"Maaf, aku tidak mendengarnya tadi. Ada apa?".
"Kau pemenang undian ice cream itu juga?". Tanya wanita yang ada disebelah lelaki tambun itu.
"Oh..ne. Kalian juga?".
Pasangan itu pun mengangguk antusias dan terlihat sekali mereka sangat girang bisa memenangkan undian itu. "Ne, kami juga menang undian itu. Perkenalkan, aku Shindong dan dia istriku Nari".
Kyuhyun mengulurkan tangannya sopan dan menyalami mereka satu-satu. "Kyuhyun imnida. Salam kenal ahjussi-ahjumma".
"Selamat pagi semuaaa. Maaf saya sedikit terlambat, tadi saya sedang mengurus visa kalian". Seorang ahjussi dengan perawakan tinggi berjas hitam menghampiri ketiganya dengan teriakan semangat. "Oya, perkenalkan, saya Kim Junsu penanggung jawab dari Baskin Rabbit Ice cream. Salam kenal semuanya".
"Ah tuan Kim, terimakasih atas undian yang menakjubkan ini". Ujar Shindong lalu menyalami tangan Junsu dengan cepat.
"Ne, ne, sama-sama, tu-tuan...". Junsu mengerutkan keningnya mencoba mengingat nama pria dihadapannya.
"Shindong, Shin Donghee". Sambung Shindong cepat.
"Ah ne, tuan Shin Donghee, haha". Ucap Junsu.
Ketika Shindong asik bercengkrama dengan Junsu, tiba-tiba saja Sungmin datang dari arah depan sambil berlari menuju rombongan dengan wajahnya yang penuh keringat dan nafasnya tersengal-sengal.
"Hah..hah..hah..mianhae, aku terlambat". Sungmin mencoba menetralkan pernafasannya dan debaran jantungnya akibat benar-benar seperti atlet pelari yang baru saja menyelesaikan lima putaran penuh lapangan.
Kyuhyun hampir saja ingin tertawa keras melihat gaya berpakaian Sungmin hari ini. T-shirt hitam berbalut cardigan dengan warna senada, oh jangan lupa sepatu kets yang bertali ungu dan yang membuat Kyuhyun tidak tahan untu tertawa adalah boneka teddy bear yang dipeluk oleh Sungmin.
Shindong, Nari dan Junsu tidak kalah shock melihat ke arah Sungmin denga tatapan 'Dia seperti seorang anak SD yang tersesat di bandara', begitulah kira-kira gambaran wajah mereka bertiga.
Sungmin yang risih ditatap oleh tiga orang yang belum dikenalnya itu menepuk tangannya dan mengibaskannya dihadapan mereka bertiga. "Hello? Kenapa kalian melihat ku seperti itu?".
Tersadar dari lamunannya Junsu pun berpura-pura tertawa lalu mengusap tengkuknya.
"Hahaha, kau pasti kekasihnya Kyuhyun ya?". Tebak Junsu dan hanya dibalas anggukan ragu Sungmin. Dapat Sungmin lihat Kyuhyun membuang mukanya ke arah lain –berpura-pura tidak memperhatikan pembicaraan ketika Sungmin menatapnya.
"Perkenalkan, saya Kim Junsu, penanggung jawab undian dari Baskin Rabbit Ice Cream". Junsu pun mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Sungmin. "Oya, ini tuan Shindong dan Nari yang juga pemenang dalam undian sama sepertimu". Sambung Junsu.
"Ah ne, annyeonghaseyo". Sungmin pun membungkuk sopan lalu tersenyum kearah mereka.
"Karena kita sudah berkumpul lengkap, dan sebentar lagi juga sudah waktunya pesawat take off. Jadi sekarang saya akan menjelaskan prosedur keberangkatan kalian sebagai pemenang undian berlibur ke Paris selama 3 hari. Ok kita mulai take off dari bandara incheon menuju bla bla bla bla".
Kyuhyun mendesah malas ketika Junsu mulai menjelaskan panjang lebar tentang prosedur keberangkatan dan segala macamnya. Begitupun Sungmin yang hanya menatap Junsu berbicara tanpa mencerna dan mengerti apa yang pria tampan itu bicarakan. Keduanya sesekali menguap ringan menunggu Junsu selesai dengan 'ceramah' nya.
"...jadi disana nanti kalian akan dijemput oleh seorang staff dari Baskin Rabbit menuju hotel. Dan untuk masalah kamar, kalian akan mendapatkan satu kamar untuk satu pasangan. Selain itu...".
Sungmin yang sedang menguap dan terkantuk-kantuk mendengar kicauan Junsu tiba-tiba melek ketika mendengar kata 'satu kamar untuk satu pasangan' yang membuatnya terbangun 100% dari rasa kantuknya.
"HA? SATU KAMAR UNTUK SATU PASANGAN?".Sungmin berteriak kaget dan menghentikan acara 'ceramah' Junsu itu.
Kyuhyun yang sebenarnya sama sekali tidak mendengar apa yang Junsu katakan sedari tadi –karena telinganya masih tersumpal headset dengan musik yang keras, ikutan shock mendengar Sungmin berteriak dan mengatakan 'satu kamar untuk satu pasangan'.
"Memang kenapa?". Junsu balik bertanya kepada Sungmin dengan gampangnya.
Sungmin benar-benar speechless dengan tanggapan Junsu yang sepertinya tidak keberatan sama sekali dengan masalah kamar itu. Ya tentu saja Junsu tidak keberatan, justru pihak Baskin Rabbit sengaja hanya memesan dua kamar agar tidak terlalu mengeluarkan budget besar.
"Ta-tapi aku dan Kyuhyun kan masih SMA!". Ucap Sungmin dengan wajah panik. Kyuhyun yang mulai 'on' ikut mengagguk membenarkan ucapan Sungmin.
"Aishh, sudahlah. Kalian sudah bagus mendapat tiket gratis liburan ke Paris, masih saja protes hanya karena soal kamar". Komentar Shindong.
"Ah sudah-sudah, karena waktunya take off tinggal 15 menit lagi, kalian baca sendiri saja prosedur, peraturan dan jadwal kepulangan kalian selama ada di Paris, ok? Dan gunakan kartu yang ini untuk akomodasi kalian selama di Paris, kartu ini berfungsi seperti kartu atm". Junsu pun membagikan tiga lembar kertas dan satu buah kartu kepada masing-masing pasangan. "Karena saya tidak ikut pergi ke Paris, jadi saya hanya mengantarkan kalian sampa sini saja. Selamat bersenang-senang di Paris ". Ucap Junsu seraya melambai dan pergi begitu saja.
Shindong pun menarik tangan Nari untuk masuk menuju pintu keberangkatan dan diikuti oleh Kyuhyun dan Sungmin dibelakangnya yang berjalan berjauh-jauhan seperti bukan pasangan. Shindong yang menengok kearah belakang memperhatikan gerak gerik Kyuhyun dan Sungmin yang seperti saling tidak kenal.
"Kalian ini berpura-pura menjadi sepasang kekasih ya?". Tanya Shindong curiga dan membuat kedua pasangan itu menghentikan langkahnya.
Kyuhyun mendelik menatap Shindong yang bertanya dengan tatapan penuh selidik. "Benarkan apa yang aku katakan?".
Sungmin menatap wajah Kyuhyun dengan takut-takut, was-was dengan jawaban apa yang akan diberikan Kyuhyun pada ahjussi berbadan berisi itu.
Greppp
Kyuhyun dengan cepat merangkul erat Sungmin yang beberapa langkah menjauh disampingya. "Sembarangan saja kalau berbicara ahjussi ini. Tentu saja kami sepasang kekasih! ". Protes Kyuhyun lalu menatap kearah Sungmin yang shock dengan pelukan tiba-tiba Kyuhyun di bahunya. "Betulkan sayang?". Gadis bergigi kelinci itu pun menengadahkan wajahnya menatap Kyuhyun yang ternyata sedang tersenyum palsu kearahnya. Ya, Sungmin tau kalau senyum Kyuhyun itu hanya akting belaka!
Shindong yang jengah dengan tontonan lovey-dovey yang di tunjukkan oleh Kyuhyun dan Sungmin mengibaskan tangannya lalu kembali berjalan menggandeng istrinya menuju pintu keberangkatan.
Mereka berempat pun berjalan beriringan menuju pintu pesawat, pasangan Shindong-Nari terus saja mengumbar kemesraan hingga mereka masuk pesawat, berbeda dengan pasangan Kyuhyun dan Sungmin yang berpura-pura mesra hanya karena Shindong terus saja mencuri lihat kearah mereka.
"Kau mau sampai kapan merangkulku begini, Kyu?". Tanya Sungmin ketika mereka menaiki anak tangga menuju pintu pesawat. "Kita tidak akan muat masuk berdua bersamaan ke pintu pesawat kalau kau terus merangkulku".
Kyuhyun yang tersadar oleh ucapan Sungmin melepaskan dengan cepat tangannya dari bahu Sungmin lalu mengusap tengkuknya dengan kaku. "A-ah, mianhae". Gagap Kyuhyun.
Sungmin pun berjalan mendahului Kyuhyun menuju pintu pesawat dan duduk mendekat ke jendela pesawat. "Ah~ aku harus bagaimana? Ini bertambah buruk kalau aku harus sekamar dengan Kyuhyun!". Batin Sungmin menangis dalam hati.
Tidak lama Kyuhyun mendaratkan tubuhnya di kursi sebelah Sungmin lalu melirik pelan kearah Sungmin yang sedang meringis menatap kaca jendela pesawat. Dari raut wajahnya Kyuhyun tau Sungmin pasti sedang memikirkan masalah kamar.
xxXxXxXxx
Charles de Gaulle International Airport
Lebih dari 16 jam perjalanan dari Korea menuju Paris membuat hampir seluruh penumpang pesawat Super Korean Airlines terlelap dalam nyamannya balutan selimut yang membungkus mereka. Namun ada segelintir orang juga yang masih terjaga dan tidak ikut merajut mimpi seperti kebanyakan penumpang lain, salah satunya lelaki dengan headphone yang menutupi dua daun telinganya itu.
Dengan seriusnya ia menonton film action yang menjadi genre film favoritenya. Sesekali lelaki itu melirik ke arah samping kanannya dengan seksama, malah terkadang membetulkan posisi selimut yang turun ketika gadis disamping kanannya itu memindahkan posisi tidurnya.
"Selamat malam, saya Kapten Shim, pilot dalam penerbangan ini memberitahukan kepada anda, bahwa dalam beberap saat lagi kita akan menurunkan ketinggian pesawat dari ketinggian 37.000 kaki diatas permukaan laut, untuk mendarat di Bandara International Charles de Gaulle. Suhu terkini di Perancis adalah 4°C, dengan turbulensi udara ringan. Di mohon untuk seluruh penumpang memasang sabuk pengaman yang sudah tersedia. Terimakasih".
Suara pilot yang tiba-tiba menggema di dalam kabin pesawat membuat para penumpang yang tertidur mulai bangun dan bersiap-siap untuk landing. Lelaki dengan headphone itu –Kyuhyun , mulai melepas headphonenya dan mematikan film yang belum selesai ia tonton.
"Min, bangunlah, kita sudah sampai". Kyuhyun mencoba mengguncangkan badan kekasihnya itu dengan pelan dan lembut. Ia tidak tega juga melihat Sungmin yang sepertinya tertidur dengan lelap.
"Eungg...". Sungmin hanya menggumam sebentar dengan suara paraunya lalu kembali tidur.
Walaupun Kyuhyun tengah mendiamkan Sungmin, tapi tetap saja lelaki dengan IQ tinggi itu tidak akan tega hati membangunkan kekasihnya yang sangat kelelahan itu karena perjalanan yang lama, apalagi kemarin ia membantu pesta pernikahan Siwon hingga larut malam.
"Heh, cepatlah turun, kau mau menginap di pesawat?". Suara Shindong sukses membuat Kyuhyun tersadar dari lamunannya.
Kyuhyun kembali mencoba membangunkan Sungmin untuk yang kedua kalinya.
"Min, bangunlah, pesawat sudah mendarat". Dengan perlahan Kyuhyun mengguncangkan badan Sungmin yang masih berselimutkan kain coklat muda itu. Namun nihil, Sungmin tidak juga bangun dan merespon Kyuhyun.
Kyuhyun melirik kearah bangku pesawat disebelahnya, sudah kosong. Lalu Kyuhyun berdiri mencoba melihat keadaan kabin pesawat, dan kosong melompong juga, hanya terlihat sang pramugari yang tengah membersihkan kursi-kursi penumpang dari sampah.
"Aish, baiklah, kau menang". Kyuhyun berbicara sendiri dihadapan tubuh Sungmin yang tertidur sambil memeluk boneka teddy bear yang dibawanya.
Srettt
Dengan cekatan Kyuhyun merengkuh tubuh Sungmin lalu menggendongnya di punggung bidangnya. Kyuhyun menahan malu ketika seorang pramugari mengamatinya yang tengah berjalan kesusahan dengan menggendong Sungmin.
"Wah, kau kakak yang baik ya". Ujar pramugari itu kepada Kyuhyun sambil mengangkat kedua ibu jarinya takjub. Kyuhyun yang mendapatkan entah pujian atau hinaan itu hanya membungkuk sedikit dan tersenyum. "Gomawo".
Dengan cepat dan sedikit kesulitan melangkah –karena Sungmin sesekali menggeliat dalam tidurnya, Kyuhyun keluar dari dalam pesawat. Perlahan-lahan Kyuhyun menuruni anak tangga yang sekarang lebih terlihat banyak daripada biasanya, padahal hanya sekitar 15 anak tangga yang harus dituruni Kyuhyun.
"Eungg...Eh? K-Kyu?". Ketika berada di anak tangga ke-enam Sungmin tiba-tiba bangun dan terheran karena dirinya ada digendongan Kyuhyun. Kyuhyun berhenti melangkah ketika mendengar suara Sungmin yang ada dibelakangnya. "Kau sudah bangun?".
Sungmin tidak menjawab pertanyaan Kyuhyun hanya mengagguk di balik punggung Kyuhyun.
"Ma-maaf Kyu, bisa tolong turunkan aku?". Ujar Sungmin pelan.
Kyuhyun tidak mengindahkan permintaan Sungmin dan malah terus menuruni anak tangga hingga ujung. Sungmin yang masih dalam gendongannya hanya melongos kaget ketika Kyuhyun malah terus berjalan tanpa menjawab ataupun merespon dirinya.
Ketika anak tangga terakhir selesai dituruni Kyuhyun pun berjongkok dan membuat Sungmin mengerenyitkan dahinya. "Sekarang kau boleh turun".
Tak perlu lama-lama Sungmin pun menapakkan kakinya di lapangan terbang itu dan membetulkan pakaiannya yang sedikit terangkat akibat digendong Kyuhyun tadi. "Go-gomawo,Kyu".
"Makanlah yang benar, tubuhmu semakin lama semakin ringan saja". Ujar Kyuhyun sambil membelakangi Sungmin. "Aku duluan".
Sungmin mengerjapkan matanya bingung dengan sikap Kyuhyun barusan. "Apa dia sudah tidak marah ya?". Pikir Sungmin menebak.
xxXxXxXxx
"May i see your passport please?".
"Ha? Eumm...eumm...m-my na-name i-s Lee Sung-min". Ucap Sungmin mengeja per-suku kata.
"No, not your name! Show me your passport, please".
Sungmin makin bengong ketika seorang pria dari bagian imigrasi menggunaka bahasa inggris yang sama sekali Sungmin tidak paham. Ia hanya mengerti 'name' dalam perkataan pria tersebut.
"Aishhh, apa yang dia bicarakan!". Gerutu Sungmin pelan.
"Miss, hurry up please. Passport! P-a-s-s-p-o-r-t! I'll give a stamp in your passport! ". Ujar Pria berkulit hitam itu dengan geram kearah Sungmin.
Sungmin mencoba mencerna apa yang pria tersebut katakan. "OH! OH! Password?". Dengan bodohnya Sungmin mengira kalau petugas imigrasi itu berkata 'password' bukan 'passport', dan Sungmin berfikir kalau pria itu tengah meminta password kopernya. "No. No, password. Emm itu..emm ah! Secret! No..no. Password secret". Tutur Sungmin sambil menggerakkan jari telunjukknya kearah pria itu.
"Oh my god! Are you stupid hah?". Dengan nada meninggi si pria hitam itu menghina Sungmin, namun yang dihina hanya bisa memasang wajah bingung.
Kyuhyun yang sedang berjalan menuju pintu keluar kedatangan, sayup-sayup mendengar keributan dari arah belakang. Karena penasaran Kyuhyun membalikkan tubuhnya memandang sumber suara yang semakin lama semakin riuh itu. Betapa terkejutnya Kyuhyun ketika melihat antrian yang lumayan panjang di bagian imigrasi, dan wajah mereka seperti sedang meneriaki seseorang dari arah barisan paling depan. Dan betapa kagetnya Kyuhyun ketika melilhat siapa yang ada dibarisan paling depan sana.
"RRRRR LEE SUNGMIN!".
Kyuhyun berlari menuju barisan depan tempat imigrasi tersebut dan menghampiri Sungmin yang mulai berkaca-kaca ingin menangis ketika petugas imigrasi mulai menarik-narik tas kecil miliknya.
"Give your bag and i'll take your passport by myself!". Teriak petugas itu dihadapan Sungmin seraya menarik-narik tas kecil yang dikalungkan olehnya.
"Oh sir, i'm sorry..". Sungmin menengok kearah sampingnya ketika sebuah tangan memeluk bahunya. "Sorry sir, she's my girlfriend. She can't speak english. Let me take her passport". Ujar Kyuhun lalu membuka zipper tas kecil Sungmin dan mengambil passport milik kekasihnya itu lalu menyerahkannya kepada petugas berkulit hitam yang sudah sangat marah karena ulah Sungmin.
Duggg (suara stampel)
Dengan wajah marah petugas imigrasi tersebut memberikan kembali passport dan mendengus kesal kearah Sungmin. "Please teach your girlfriend english!". Sindir kesal petugas itu kearah Kyuhyun.
"I'm so sorry sir for the inconvenience". Kyuhyun membungkuk dalam seraya menarik kepala Sungmin untuk ikut membungkuk meminta maaf.
"I'm sorry .. i'm sorry". Ucap Sungmin sambil tersenyum setulus mungkin.
Setelah meminta maaf, Kyuhyun dan Sungmin pun berjalan menuju pintu keluar kedatangan. Tatapan membunuh dari orang-orang yang mengantri di bagian imigrasi tersebut membuat Sungmin membenamkan wajahnya di punggung Kyuhyun.
Kyuhyun memutarkan tubuh Sungmin yang sedari tadi menyembunyikan wajahnya dipunggung Kyuhyun."Itu kan bahasa inggris tingkat SD Lee Sungmin!".
"Mianhae Kyu, aku kan tidak bisa sama sekali dengan bahasa inggris dan lagi ini perjalanan pertamaku keluar negeri". Sungmin mempoutkan bibirnya lalu matanya kembali berkaca-kaca.
Melihat Sungmin yang ingin menangis membuat Kyuhyun urung untuk memarahi Sungmin lagi. Ia kembali berjalan mendahului Sungmin yang masih menunduk sedih. "Eh, Kyu! Jangan tinggalkan aku lagi!".
xxXxXxXxx
Kyuhyun mengambil kunci bernomor 137 dari genggaman seorang wanita berumur sekitar 30-an yang menjemput rombongan pemenang undian itu dibandara.
"Saya akan kembali menemui anda semua di hari Rabu jam delapan malam untuk mengantarkan kembali ke bandara. Jika ada kesulitan, silahkan hubungi saya di nomor yang ada didalam kertas peraturan dan jadwal keberangkatan. Saya permisi dulu. Selamat beristirahat". Wanita yang diketahui bernama Leeteuk itu membungkukkan badannya dan pergi meninggalkan empat manusia itu.
"Hah! Yeobo~ ayo kita ke kamar. Aku lelah sekali rasanya". Shindong pun merangkul Nari dan berjalan mendahului Kyuhyun dan Sungmin yang masih terdiam ditempat.
Sungmin melirik kearah Kyuhyun yang ada disampingnya. Merasa di perhatikan, Kyuhyun balas melirik Sungmin sekilas. "Memang kau punya uang sebanyak apa untuk menyewa kamar disini?".
Sungmin menggeleng pelan. "Mana mungkin cukup uang ku untuk menyewa kamar".
Kyuhyun mengangkat satu alisnya menatap Sungmin. "So? Tidak ada pilihan lain kan?".
Setelah itu Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju pintu lift dan memencet tombol menuju lantai atas. Sungmin hanya bisa mendesah pasrah dengan keadaannya saat ini. "Mau bagaimana lagi?". Ujar Sungmin final, mau tidak mau dia harus menerima akan satu kamar dengan kekasihnya itu.
Didalam lift mereka berdua hanya terdiam tanpa bicara. Kyuhyun berdiri didepan pintu lift sedangkan Sungmin berdiri memojok sembari memeluk teddy bearnya.
Tringg
Pintu lift terbuka otomatis ketika mereka sudah berada di lantai 4. Dengan segera Kyuhyun berjalan keluar dari lift diekori oleh Sungmin. Kedua pasang beda gender itu perlahan menelusuri lorong hotel sambil memperhatikan nomor kamar yang ada di depan pintu.
Kyuhyun berhenti mendadak didepan pintu bernomorkan 137 lalu membuka kunci sensor otomatis pintu tersebut. "Masuklah". Ujar Kyuhyun mempersilahkan Sungmin untuk masuk duluan.
Baru saja Kyuhyun akan masuk mengikuti Sungmin, tiba-tiba kekasih imutnya itu berteriak histeris yang hampir membuatnya mati berdiri karena janutngan.
"APA? Ha-hanya ada satu tempat tidur?". Teriak Sungmin dari ambang pintu kamar hotelnya.
Sungmin membuka lebar mulutnya seraya menatap nanar kearah tempat tidur king size berseprai putih yang ada di hadapannya. Perlahan, Kyuhyun mendorong Sungmin untuk masuk lebih dalam ke kamar lalu ia mengunci pintu kamarnya itu dengan terkekeh kecil.
"Tenanglah, aku tidak akan macam-macam kok". Kata Kyuhyun datar lalu mendorong koper hitam miliknya kearah samping lemari pakaian dan menaruhnya disana.
Sungmin mendengus ketika Kyuhyun berbicara begitu. Sungmin sangat percaya kalau Kyuhyun tidak akan berbuat kurang ajar padanya, tapi...dalam keadaan suasana yang buruk begini, satu kamar, satu tempat tidur, apa...Kyuhyun tidak merasa risih terhadapnya?
"Aku akan mandi duluan". Ucap Kyuhyun tanpa menoleh kearah Sungmin yang masih berdiri terpaku.
Sungmin hanya bisa mendengus kesal melihat Kyuhyun dengan dingin nya bersikap biasa-biasa saja. Sejujurnya Kyuhyun sangat senang dapat sekamar dan satu tempat tidur dengan Sungmin. Bukan karena Kyuhyun ingin berbuat mesum dengan kekasihnya, dia hanya ingin memperbaiki hubungannya dengan Sungmin dan mencoba meminta maaf pada kekasihnya itu. Namun, ya kau tau sendiri kalau Kyuhyun memiliki gengsi yang sangat tinggi untuk meminta maaf, jadi ia berencana untuk memperbaiki suasana dan Sungmin dapat luluh kembali padanya, dan tanpa meminta maaf pun Kyuhyun sudah dimaafkan, itulah rencana 'busuk' Kyuhyun yang sudah dipikirkan oleh otak jeniusnya.
Sungmin dengan terpaksa menerima takdirnya ini sekarang. Dia bukannya tidak mau satu kamar dengan Kyuhyun, hanya saja ia merasa sakit sendiri kalau 24 jam bersama Kyuhyun dengan keadaan mereka yang sedang bertengkar hebat. Belum lagi pasti Kyuhyun akan mendiamkan sekaligus tidak memperdulikan dirinya, menambah kesengsaraan liburan gratis Sungmin.
Dengan wajah yang ditekuk Sungmin membereskan barang bawaannya kedalam lemari pakaiannya, lalu menaruh alat make up sederhana beserta satu paket perawatan wajahnya di atas meja rias yang terdapat diujung ruangan dekat jendela. Sungmin melirik koper Kyuhyun yang masih bertengger di samping lemari pakaian lelaki itu. Ragu-ragu Sungmin membuka koper milik kekasihnya tersebut dan memasukkan sebagian pakaian milik Kyuhyun ke lemari.
Cklekk
Tepat setelah Sungmin menutup zipper koper milik Kyuhyun, pintu kamar mandi terbuka.
"Aku sudah selesai. Sekarang giliranmu". Ujar Kyuhyun sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk. Sungmin dengan cepat membuka pintu lemari pakaian miliknya lalu mengambil bra beserta underwarenya lalu melesat masuk kamar mandi.
Brukkk (suara pintu ditutup)
'Ya Tuhan, Kyuhyun tampan sekali dengan rambut basah begitu'. Batin Sungmin dibalik pintu kamar mandi. Sungmin merasakan jantungnya berdegup kencang saat melihat Kyuhyun tadi.
'Aaarrghhh micheoso!'. Teriak Sungmin dalam hati seraya memukul-mukul pelan kepalanya yang mulai tidak waras hanya karena melihat Kyuhyun dengan rambut basahnya.
xxXxXxXxx
Setelah mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil, Kyuhyun yang masih memakai bathrobe itu menghampiri koper miliknya untuk mengambil pakaian. Namun Kyuhyun terkejut ketika membuka koper miliknya, isinya sudah tidak ada dan yang tersisa hanya underware miliknya yang diselipkan di depan kantung dalam kopernya. Kyuhyun lalu membuka lemari pakaian miliknya dan tersenyum dengan sudut bibirnya ketika melihat pakaiannya sudah tersusun rapi disana.
"Kau memang pantas menjadi istriku, Min". Ucap Kyuhyun percaya diri lalu menarik t-shirt dan celana selututnya yang ada ditumpukkan bawah kemeja.
Setelah memakai pakaian santainya Kyuhyun mengambil ponsel miliknya yang belum di nyalakan sejak dibandara Incheon tadi lalu duduk bersandar di samping ranjang. Ketika ponsel canggih nya dinyalakan, sepuluh pesan secara beruntun masuk kedalam inboxnya yang semua dikirim oleh eomma nya.
From: Duck eomma
Kyuhyunnie, kalau kau sudah sampai hubungi eomma.
From: Duck eomma
Hei Kyu, ingat nasihat eomma, jagalah Sungmin disana! Awas saja kalau sampai terjadi apa-apa dengan Sungmin-ku, tidak akan ada game baru untuk bulan ini!
From: Duck eomma
Ya! Balas pesan eomma!
Dan lain sebagainya. Hampir seluruh isi pesan eomma nya memerintah Kyuhyun untuk terus mengawasi dan menjaga kekasih nya itu. Kyuhyun membatin dalam hati sebenarnya siapa yang sebenarnya anak kandung eomma cerewetnya itu. Sungguh ironis -_-
xxXxXxXxx
Sungmin menepuk dahinya keras manakala teringat kalau ia hanya membawa bra dan underware miliknya tanpa membawa pakaian ganti kedalam kamar mandi. T-shirt yang tadi ia pakai dibandara sudah basah karena terjatuh di lantai kamar mandi karena Sungmin tidak sengaja menyenggolnya saat mengambil sabun. "Aisshh dalam keadaan seperti ini kenapa aku masih bisa ceroboh sih".
Sungmin mematuk-matukkan jarinya di dagu mencar ide untuk keluar dari kamar mandi dengan tidak hanya memakai bra dan underware saja. Gadis itu melirik lemari yang tergantung didekat wastafel dan membukanya. "Ah! Ada bathrobe. Syukurlah". Dengan senyum lega Sungmin mengambil bathrobe tersebut dan memakainya tidak lupa melilit rambutnya yang basah sehabis keramas dengan handuk kecil
Cklekk
Perlahan Sungmin membuka pintu kamar mandi dan mengeluarkan sedikit kepalanya melihat keadaan diluar. Dan Sungmin kaget melihat Kyuhun yang sedang bersandar sambil memainkan ponselnya di samping tempat tidur tak jauh dari pintu kamar mandi.
Kyuhyun menoleh kearah Sungmin yang keluar dari kamar mandi dengan mengendap-ngendap.
"Hei, tidak perlu mengendap-ngendap seperti maling begitu". Ujar Kyuhyun.
Sungmin menegakkan badannya lalu tersenyum kecut kearah Kyuhyun. Ia akhirnya berjalan biasa menuju lemari pakaiannya dan mengambil baju tidur onepiece berwarna ungu miliknya.
Sungmin melirik kearah Kyuhyun lagi yang masih dengan posisi bersandar di kepala tempat tidur sambil memainkan ponsel. "Emm..Kyu, a-aku mau ganti baju, bisakah kau berbalik?". Pinta Sungmin dengan ragu. Kyuhyun hanya mengangkat satu alisnya lalu berdiri dari duduknya dan berpindah ke sisi lain tempat tidur sambil memunggungi Sungmin. "Cepatlah". Ucap Kyuhyun lalu memainkan ponselnya lagi.
Cklekkk (suara pintu lemari)
Ketika mendengar suara pintu lemari yang dibuka oleh Sungmin, Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari layar ponselnya. Kyuhyun adalah lelaki normal, dan karena kenormalannya itu sekarang dia malah berfikiran kotor tentang Sungmin.
'Aishh, kenapa bathrobe itu harus pendek sih? Paha dan betisnya terlihat jelas tadi! Haa aku bisa gila!'. Batin Kyuhyun dalam hati. Kyuhyun pun dengan cepat menepis pikirannya yang mulai kemana-mana tentang tubuh Sungmin, lalu ia menegapkan tubuhnya menatap keluar jendela besar yang ada dihadapannya. Dan sialnya Kyuhyun melihat pantulan Sungmin dikaca itu sedang membuka lilitan handuk dikepalanya lalu perlahan membuka tali bathrobenya dan...
Sreettt
Sungmin terkejut ketika Kyuhyun tiba-tiba berdiri dari duduknya yang membuat ia refleks menutup kembali bathrobenya yang baru saja mau ia lepas. "Y-ya! Aku belum selesai!".
Kyuhyun berpura-pura tidak mendengarkan teriakan Sungmin tadi dan berjalan kearah jendela lalu membukanya dan ia berjalan menuju balkon tanpa menengok sedikit pun kearah Sungmin.
Sreekk...Dugg (suara jendela digeser dan ditutup)
Sungmin memejamkan matanya reflek ketika Kyuhyun menutup jendela besar itu keras. "Aishh kenapa sih dia itu?". Ujar Sungmin bingung lalu menatap lurus kearah jendela malang yang tadi ditutup kasar oleh Kyuhyun. Sungmin membelalakkan matanya terkejut ketika melihat pantulan dirinya ada di dalam jendela itu dan ia benar-benar shock atas itu. "J-jadi...".
xxXxXxXxx
"Fuhh..hampir saja!". Kyuhyun mendesah lega ketika dia sudah berhasil keluar dari kamar dan masih berfikir jernih untuk tidak mengintip Sungmin tadi. "Tapi...dia ternyata sexy ya". Gumam Kyuhyun pelan lalu menggigit bibirnya sambil tersenyum simpul.
Terpaan angin diluar membuat Kyuhyun bergidik dingin dan mengusap-ngusap kedua tangannya agar hangat. "Sungmin pasti sudah selesai". Tebak Kyuhyun lalu kembali masuk ke kamar karena diluar suhunya semakin dingin, terlebih Kyuhyun hanya memakai t-shirt tipis dan celena seperempat kaki.
Srekkk...dugg
Kyuhyun menatap Sungmin yang sudah tidur memunggunginya tanpa selimut. Kyuhyun menghampiri Sungmin lalu ia pun tersenyum melihat Sungmin yang sudah tidur dengan damai. Inisiatif, Kyuhyun memakaikan Sungmin selimut sebatas lehernya setelah itu menyelipkan rambut-rambut yang menutupi wajah kekasihnya itu ke telinga. Dengan lembut Kyuhyun mendekati wajahnya ke wajah Sungmin lalu mencium dahinya lama dengan lembut, turun ke matanya, hidung lancipnya dan dengan ragu Kyuhyun menatap bibir pinkish itu lama. Chup. Ya, akhirnya ia mengecup pelan bibir shape M itu. "Selamat tidur".
Setelah mengerjakan ritualnya menciumi wajah Sungmin, Kyuhyun pun melangkah menuju sisi lain dari tempat tidur itu lalu perlahan menjatuhkan tubuhnya di kasur agar tidak membangunkan Sungmin dan terakhir mematikan lampu di meja samping tempat tidur.
Klikk
Ketika lampu sudah dimatikan, Sungmin yang sebenarnya belum tertidur itu membuka matanya dan tersenyum karena perlakuan Kyuhyun tadi. Hatinya seperti berbunga-bunga ketika Kyuhyun memperlakukan dirinya seromantis itu.
Terbesit di benak Sungmin sebuah ide jahil untuk mengerjai Kyuhyun. Ia menunggu sekitar lima menit untuk melancarkan aksinya itu, menunggu agar Kyuhyun setidaknya sudah mulai mengantuk dan tertidur. Dirasa sudah cukup menunggu, Sungmin berpura-pura membalikkan badanya dan memeluk Kyuhyun yang ada disampingya. Dapat Sungmin rasakan, tubuh Kyuhyun yang menegang karena pelukan tiba-tiba Sungmin.
"Engg..". Sungmin berpura-pura sedang mengigau didalam tidur.
Kyuhyun sedikit panik ketika Sungmin makin erat menenggelamkan wajahnya di dada Kyuhyun. Dengan terpaksa Kyuhyun akhirnya memeluk balik Sungmin dan lebih mendekatkan Sungmin dipelukkannya. 'Hangat'. Bisik Kyuhyun dalam hati. Sesekali Kyuhyun mengusap rambut Sungmin yang sudah lama tidak ia lakukan semenjak mereka bertengkar.
Dan si pelaku penjahilan hanya bisa tertawa dalam hati karena rencananya berhasil total!
ooOoOoOoo
Kyaaaa saya nulis ini dua hari padahal saya berencana mau nulis chap 4 sehari aja trus selesai, taunya ide saya tiba-tiba buntu dan jadilah begini. Gimana? Apa kepanjangan? Tadinya saya mau bablasin aja semuanya sampe selesai di chap 4 ini, eh taunya kebanyakan banget sampe 20 lembar lebih -_-" berasa bikin laporan aja. Jadinya saya cut dan sebagian saya taro di chap 5.
Jadi, saya bales reviewnya sekalian aja ya di chap 5 :D
Terimakasih banyak yang udah mau review :* I LOVE YOU. Lanjut ke chap 5 ya
