Chapter 4 Update ! maaf karena Chapter kali ini terlambat Update, tapi semoga kalian suka !
ENJOY READING !
Chapter 4 : Shopping
.
.
Kuroko No Basuke ( The Basketball Which kuroko's Play)
Disclaimer : Fujimaki Tadatoshi
Story Writer : Me ( Jessy Jasmine 7 )
Genre : Friendship, Tragedy, Drama, Hurt/Comfort
WARN : DON'T LIKE, DON'T READ!
.
.
"Keren-ssu !" Seru sang blonde yang menggunakan hoodie kuning-nya. Ia menatap setiap gedung yang berjejer di Tokyo. Banyak orang berlalu lalang dan beberapa gedung baru yang belum mereka lihat sudah berdiri disana. Mereka Kagum dengan masa depan.
Tak kalah dari Kekaguman Kise, Aomine juga terkagum melihat beberapa majalah Porn kesukaannya yang sudah berkembang menjadi lebih banyak (Warn : anak-anak yang masih polos dilarang untuk mengikuti si Ahomine Baka-Hentai ini.). Lalu Midorima, mungkin kalian tidak dapat membedakan sifatnya sekarang tetapi beberapa waktu lalu, Kuroko dan goM serta Seirin baru saja melewati toko Khusus Oha-Asa dan Midorima sempat terdiam mematung selama lebih dari dua puluh menit lamanya sebelum pada akhirnya ia diseret oleh Aomine dan Murasakibara bersama mereka, melanjutkan acara belanja mereka.
"Dai-chan ! berhentilah membaca majalah itu !" Seru Momoi (dari masa depan) yang merebut majalah yang tengah dibaca oleh Aomine.
Sebelumnya, Kuroko menelpon Momoi dan Takao untuk membantunya. Kuroko sudah memperingatkan kedua temannya itu untuk tidak memberitahukan tentang GoM maupun Seirin yng datang dari masa lalu kepada siapapun, termasuk teman-teman mereka yang lainnya. Kuroko meminta bantuan Momoi dan Takao dalam berbelanja hari ini.
"Oi, Satsuki, aku sedang membaca itu !" Seru Aomie yang tengah menggunakan Hoodie biru tua-nya dan berlari menuju Momoi.
"hahaha, Shin-chan… sepertinya temanmu yang satu itu masih seperti sebelumnya.." ujar Takao (dari masa depan) yang berbisik geli kepada Midorima.
"Tentu saja. kami dari masa lalu, nanodayo…" ucap Midorima.
"Tapi, Shin-chan… sepertinya pada akhirnya kau tetap membeli barang itu ya…" ucap Takao yang menatap sebuah boneka Teddy Bear cokelat yang menggunakan pita merah besar.
Biar Author jelaskan. Jadi, disaat Midorima berpapasan dengan toko Khusus Oha-Asa, Midorima –tanpa sepengetahuan yang lainnya (kecuali Kuroko)- masuk dan menatap beberapa siaran Oha-Asa pada hari itu. kebetulan ia melihat ramalan bintangnya, ia menatap Lucky Item-nya pada hari itu. kebetulan ada beberapa uang di masa depan yang sudah di ganti. Karena kebaikan Kuroko –meski pun GoM maupun Seirin sudah bersikeras untuk tidak memberikannya-, ia meminjamkan uangnya untuk membeli Lucky Item untuk si maniak Oha-Asa itu. dan itulah akhir dari cerita kenapa boneka Teddy Bear berpita merah besar itu sekarang berada di genggaman Midorima Shintarou si Kamus Oha-Asa berjalan.
"Ah, itu dia." Ucap Kuroko begitu menatap sebuah gedung dengan sepuluh tingkat yang terlihat cukup ramai itu. toko perbelanjaan yang sebelumnya tidak ada di masa Seirin dan GoM itu sudah berdiri tegak di masa depan dan terlihat ramai sekali. Kebetulan itu juga sebuah toko yang menjadi langganan Kuroko dan teman-temannya.
"Sugoi(keren) ! sebelumnya toko ini belum berdiri di sini bukan ?" tanya Koganei kepada Mitobe dan Tsuchida. Kedua orang itu mengangguk.
"Yah, ini dibangun dua tahun lalu…" ucap Kuroko.
"lagi pula tempat perbelanjaan itu dibangun karena Kuroko juga lho !" Seru takao yang lekas merangkul Kuroko. GoM maupun Seirin terlihat bingung.
"Apa maksudmu, Takao ?" tanya Midorima.
"Ah, benar juga ! Pada saat itu adalah saat pertama Tetsu-kun terlihat sangat sibuk sehingga kami juga kesusahan membantunya !" seru momoi yang mendekati Kuroko dan Takao.
"Satsuki, apa maksudmu ?" tanya Akashi.
"jadi, pada saat itu—" seketika kata-kata Momoi terpotong begitu Takao berseru mengingatkan Kuroko. Ia tahu kejadian awal terbentuknya toko perbelanjaan itu juga menyangkut rahasia mereka
"Benar juga ! Kuroko, bukankah kau seharusnya bekerja hari ini ?" tanya Takao cemas kalau tebakannya benar.
"Ya, hari ini aku ada janji dengan murid-muridku. Tetapi masih ada waktu setengah jam lagi." Ucap Kuroko. Momoi pu ikut dalam percakapan itu.
"Tidak Tetsu-kun ! Aku tidak akan membiarkan kau pingsan seperti terakhir kali ! Kau 'kan masih banyak yang harus di benahi disana !" Seru Momoi.
"Tapi, Momoi-san, Takao-kun—"
"TIDAK ADA KATA 'TAPI', Tetsu-kun/Kuroko !" Seru Momoi dan Takao secara bersamaa, membuat Kuroko, GoM dan Seirin terkejut. Kuroko kemudian menghela napas panjang dan menyerah. Kuroko tahu, jika ia mulai berdebat dengan Momoi dan Takao, semua akan menjadi panjang.
"baiklah. Kalau begitu aku akan pergi duluan ke tempatku. Jika kalian selesai, kalian boleh datang berkunjung ketempatku." Ucap kuroko yang kemudian pergi.
Momoi, Takao, GoM, dan Seirin hanya terdiam menatap kepergian Kuroko yang makin lama menghilang dari pandangan mereka.
"Jadi, Satsuki, apa maksudmu dengan Tetsu pingsan terakhir kali ?" tanya Aomine.
"Ehm… sebenarnya…" Momoi mulai menceritakan terakhir kali Kuroko pingsan dan membuat khawatir banyak orang di sekitarnya.
Flashback
"Tetsu-kun, kau tidak boleh memaksakan dirimu ! Kuramoto-Sensei(guru) baru saja memberimu banyak tugas, kau tahu itu ?" tanya Momoi yang berseru tepat disampingnya.
Pada saat itu, Kuroko tengah terlihat membawa banyak sekali berkas. Disaat itu juga, tahun kedua mereka pada masa kuliah. Kuramoto Hijikata yang menjadi dosen mereka sebenarnya sangatlah baik, tetapi ia adalah tipe orang yang juga tidak dapat membiarkan salah satu muridnya tertinggal. Beberapa waktu lalu Kuroko jatuh sakit dan tidak dapat mengikuti pelajarannya. Dihari ia masuk, Kuramoto-Sensei memberikan tumpukan tugas yang sebelumnya tidak dapat di kerjakan Kuroko. Beruntung teman-temannya satu kuliah dengannya sehingga mereka dapat membantu Kuroko, tetapi Kuroko selalu menolaknya dengan alasan ia tidak ingin merepotkan mereka.
Kuroko yang se-malam-an bergadang menyelesaikan tugasnya yang menumpuk untuk diberikannya lusa nanti juga harus bekerja sampingan sebagai seorang Kindergarten. Kerja part Time seperti itu memanglah tidak mudah. Pada saat itu, penghasilan Kuroko masih sangatlah sedikit dikarenakan jadwal kerjanya yang relative sedikit. Ia hanya bekerja setiap hari Rabu, Jumat, dan minggu. Sisanya ia gunakan untuk kuliahnya.
Kini Kuroko masih sibuk bermain dengan murid-muridnya yang sangatlah lucu, ia kemudian menatap Momoi dengan ekspresi emotionless-nya. Ia menghela napas.
"Momoi-san, aku tidak ingin merepotkanmu. Melihatmu terus membantuku membuatku terganggu, aku pasti juga akan mengganggu tugasmu." Ujar Kuroko.
"Tetapi tetap saja, Tetsu-kun ! jika Tatsu-kun, Kasamatsu-Senpai, dan yang lainnya tahu, mereka pasti akan ambil tindakan cepat. Kau beruntung karena Kazukkun dan aku tidak memberitahukan mereka !" Seru Momoi.
"Aku mengerti perasaanmu, Momoi-san… tapi tetap saja, aku tidak akan menjadi beban bagi kalian." Ujar Kuroko.
"Tetsu-kun !" Seru Momoi.
"Ah, Setengah jam lagi kau ada persentasi bukan ? bukankah akan lebih baik kau segera kesana ? Takao-kun juga pasti menunggumu, kalian memiliki tujuan yang sama." Ujar Kuroko. Momoi yang menyadarinya menatap jam tangan pink yang berada di lengan kanannya dan ia mulai terlihat terburu-buru.
"Baiklah, Tetsu-kun. Kali ini aku menyerah. Tetapi lain kali, kau harus menurut ! lihat saja !" Seru Momoi yang kemudian bergegas menuju keluar. Kuroko hanya tersenyum. Untungnya pada hari itu tugasnya sudah selesai sehingga ia bisa melakukan Part Time-Job-nya.
"Kuroko-nii, tolong ambilkan mainan yang berada disana !" seru seorang anak bersurai cokelat muda dan berwajah lucu.
Kuroko kemudian menengadah menatap ke atas rak hijau yang cukup tinggi. Disana ada sebuah kotak berisi mainan. Dan terlihat ada satu mainan yang menyembul keluar, itu adalah mainan yang disukai oleh anak bersurai cokelat itu.
"Baiklah, Ruki-chan. Nii-Chan(kakak) akan mengambilkannya untukmu." Ucap Kuroko seraya tersenyum kepada anak manis itu.
kemudian Kuroko berjalan menuju Rak hijau itu dan menatap keatas. Rak itu lebih tinggi dibandingkan Kuroko, Kuroko pun harus terpaksa berjinjit untuk mencapai kotak yang berisi mainan itu. Kuroko masih terus berusaha mencapainya, tak lama kemudian Kuroko berhasil memegang kotak itu meski hanya kedua jari tangannya yang mencapainya.
"dapat !" kini Kuroko tinggal menariknya.
Tetapi tiba-tiba Kuroko merasakan sakit di kepalanya. Ia merasa pening. Ia masih mencoba menarik benda kotak itu tetapi ia tidak kuat karena rasa sakit di kepalanya. Kemudian Kuroko menyerah. Ia melepaskan pegangannya kemudian perlahan mundur dan menabrak rak biru yang tidak tinggi tetapi berbentuk memanjang. Kuroko menabrak rak itu dan membuat beberapa boneka berjatuhan dan berhamburan.
Tak lama kemudian Kuroko ambruk di depan anak-anak manis yang masih polos itu. seketika salah satu anak berlari dan menangis kearah Kuroko, diikuti oleh anak yang lainnya.
"KUROKO-NII !"
"Baiklah, Tetsu-kun. Kali ini aku menyerah. Tetapi lain kali, kau harus menurut ! lihat saja !" Seru Momoi yang kemudian bergegas menuju keluar.
Begitu ia sudah berada di luar taman kanak-kanak itu, Momoi mengeluh. Bagaimana ia bisa membiarkan sang bluenette itu sendirian disaat konsdisinya sedang buruk seperti itu ?
"Tetsu-kun bodoh ! apa sih yang ia pikirkan hingga Ia memaksakan dirinya ?" tanya Momoi kepada entah siapa. Kemudian ia terdiam, bertatapan sedih. "… atau jangan-jangan ia masih merasa bersalah karena kejadian pada saat itu ?" Momoi kemudian melupakan jadwal presentasinya yang makin menipis. Tinggal lima belas menit lagi sebelum waktu yang di tentukan dan Momoi masih belum bergerak dari tempatnya.
BRAK!
BRUK!
"KUROKO-NII !" Momoi menoleh kearah taman kanak-kanak dan ia dapat melihat sang bluenette yang terkapar di lantai melalui jendela transparan itu. Momoi lekas masuk kesana dan berlari menuju sang bluenette.
"TETSU-KUN !" Seru Momoi yang menggoncang pelan tubuh kuroko, tetapi sang bluenette masih tetap tak bereaksi. Anak-anak kecil yang mengelilingi Kuroko menangis karena mengkhawatirkan guru mereka yang tidak sadarkan diri itu.
"Kuroko-nii… Hiks… kumohon bangunlah… maafkan Ruki… Hiks…" ucap Seorang anak bersurai cokelat itu di sela tangisnya. Momoi menatapnya dan tersenyum. Ia mengulurkan tangan kirinya dan mengelus kepala sang gadis kecil itu.
"Ini.. bukan salahmu, Ruki-chan…" ucap Momoi. Kemudian Momoi segera merogoh isi tasnya dan mengambil ponselnya. Ia mencari-cari seseorang untuk di hubungi dan ia menemukannya.
"Takao Kazunari berbicara. Sacchan kenapa kau lama sekali ? Presentasi sebentar lagi dimulai." Ujar Takao di seberang sana.
"Hiks… kazukkun… T-Tetsu-kun… Ambruk…" Ujar Momoi. Momoi dapat mendengar bunyi gebrakkan meja di seberang sana.
"Apa ?! Kuroko Ambruk ? Sacchan, kau Serius ?!" tanya Takao di seberang sana.
"Aku serius Kazukkun !" Seru Momoi.
"Baiklah Sacchan, aku segera kesana ! dan aku juga akan memberitahu yang lain !" Seru Takao di seberang sana.
"Ya, Kazukkun. Terima kasih." Momoi lekas memutuskan hubungan di telepon itu dan kembali mengalihkan pandangannya kepada sang bluenette yang tak sadarkan diri di hadapannya.
Momoi terus memegang tangan Kuroko, memastikan ia tetap hangat. Tetapi yang Momoi rasakan hanyalah dingin dan pucatnya tangan Kuroko, serta denyut nadi yang terasa lemah. Momoi tidak dapat berbuat apa-apa selain menangis dan tetap menunggu Takao. Lalu pada saat itu juga ia berjanji agar tidak mengalihkan perhatiannya lagi dari sang brunette itu.
Flashback End
Kini mereka sedang berada di sebuah Kafe yang tak jauh dari toko perbelanjaan. Semua orang terdiam begitu mendengar penjelasan dari Momoi. Sang surai merah mudah masih bertatapan sedih, begitu juga dengan Takao. Tetapi ada sesuatu yang masih terasa mengganjal. Yaitu alasan kenapa mereka sangat begitu peduli dengan Kuroko.
"Aku sudah berjanji untuk tidak mengalihkan perhatianku lagi darinya." Ucap Momoi tak lama setelah jeda yang diberikannya.
"Aku tidak menyangka bahwa Tetsu bisa selemah itu ? setahuku ia selalu kuat." Ucap Aomine.
"Kuroko hanya selalu mencoba meyakinkan semua orang disekitarnya bahwa ia baik-baik saja. Dan berarti disaat ia terlihat baik-baik saja bukan berarti ia benar-benar baik-baik saja." Ujar Takao.
"Tapi tetap saja, entah kenapa terasa ada yang aneh. Sesuatu terasa…" Ucap Kagami sebelum akhirnya di potong oleh Akashi.
"Mengganjal. Apakah ada sesuatu yang kalian sembunyikan dari kami ? kenapa kalian terlihat sangat memperhatikan Tetsuya, seakan ia adalah barang yang sangat penting bagi kalian ?" Momoi dan Takao terkejut. Bagaimana Akashi dapat mengetahui pikiran mereka ?
"Benar, Entah kenapa kalian bertindak di luar karakter kalian." Ucap Koganei.
"Bukankah Masalah Kuroko seharusnya tidak terlalu menjadi masalah kalian ?" tanya Kagami.
"T-Tentu saja kami temannya. Kita semua temannya ! mau bagaimana pun kita harus peduli bukan ?" tukas Takao yang menyembunyikan rahasia yang nyaris saja terbongkar.
"Tapi entah kenapa… itu terlalu berlebihan." Ucap Furihata kemudian. Kini semua menatap sang surai cokelat itu.
Kata-katanya ada benarnya. Kenapa Momoi dan Takao bersikap berlebihan kepada Kuroko ? apakah mereka menyimpan suatu rahasia dari mereka ?
"A-Ah ! ini sudah jam sepuluh, tidakkah kita cepat berbelanja sekarang ? karena jam dua belas nanti kita akan mengunjungi Tetsu-kun !" Momoi mengubah topik demi menjaga rahasia yang di sembunyikannya agar tidak terbongkar. Ia lekas berdiri dari duduknya.
"S-Sacchan benar ! sebagaiknya kita cepat berbelanja." Ucap Takao juga yang bangkit dari duduknya.
Kini GoM dan Seirin mulai curiga. Kecurigaan mereka sepertinya tepat pada sasaran. Momoi dan Takao tengah menyembunyikan sesuatu dari mereka. tetapi Segera mereka simpan rasa curiga mereka untuk nanti, setidaknya mereka masih harus menjalani apa yang harus dilakukan pada saat itu juga.
Mereka masuk ketempat perbelanjaan. Dan yang khusus untuk pakaian, mereka harus menaiki lift sampai ke lantai enam. Tetapi karena pikiran Akashi dan Aida sama, mereka menyuruh GoM dan Seirin untuk menaiki tangga dengan alasan sebagai bagian dari latihan mereka.
Sesampainya di lantai lima, GoM mau pun Seirin terlihat bernapas tersengal-sengal. Menuju ke lantai enam dengan menggunakan tangga dan bukannya lift, kalian bisa bayangkan sendiri betapa lelahnya itu.
"Ah, akhirnya kalian sampai juga." Ucap Takao yang berjalan bersama Momoi mendekati GoM dan Seirin.
"Hah…Hah… Tentu saja… Kau dapat membayangkan… seperti apa rasanya naik ke lantai lima… menggunakan tangga.. hah…" Ucap Kagami kesal.
"Hahaha, Maaf, Maaf… sebenarnya kami bukannya tidak mau ikut tetapi kalian tahu sendiri bukan, kalau stamina kami sudah cukup melemah akibat pekerjaan kami." Ucap Takao.
"Kazukkun benar ! terutama kami adalah seseorang yang menggunakan kekuatan tangan sebagai profesi kami." Ujar Momoi.
Momoi adalah Seorang Desainer baju, sementara Takao adalah seorang Arsitek. Tentu saja kekuatan mereka adalah merangkai dan membuat sesuatu di sebuah kertas kosong selama berjam-jam demi menyempurnakannya.
"Ya, ya, kami tahu… dasar orang tua !" Seru Aomine. Seketika perempatan muncul di sisi dahi Takao dan Momoi.
"Apa katamu, Ahomine Baka-Hentai !?" Ucap Momoi.
"Bicaralah yang sopan dengan yang lebih tua !" ujar Takao yang tanpa ia sadari memang menyatakan dirinya sudah tua.
"Baik, Baik ! Aakh, ayolah, beri aku ruang untuk bernapas !" Seru Aomine yang segera menembus kedua orang itu dan pergi melihat-lihat pakaian.
"Aominecchi ! Tunggu Aku !" Seru Kise.
"dasar mereka itu…" ucap Midorima yang ikut berjalan untuk mencari pakaian yang cocok untuk mereka. Langkah Midorima kemudian diikuti oleh Akashi, Murasakibara, dan Seirin.
GoM maupun seirin terlihat menyebar di seluruh penjuru ruangan itu. Mereka, dibantu dengan Momoi dan Takao, memilih baju yang sesuai dengan selera mereka. Urusan bayar membayar, kebetulan Takao sekarang sedang dalam Mood-nya yang-yah, kalian tahu sendiri. Sebelumnya Aida sempat bertanya siapa yang akan membayar belanjaan mereka –berhubung dimasa depan, beberapa uang di jepang sudah berubah-, lalu Momoi dengan gampangnya menepuk punggung Takao dengan keras dan berkata : "Kazukkun akan men-traktir kita ! Kazukkun adalah seorang Arsitek terkenal, tentu saja ia dapat mentraktir kita hari ini !"
Semenjak saat itulah Takao bungkam karena masih membayangkan bagaimana ia harus membayar beberapa pakaian yang harganya tidak kira-kira. Dan juga Kuroko yang merasa tidak enak beberapa kali meminta maaf, selain karena gaji-nya sebagai Kindergarten memang tak banyak ia juga tidak sempat berpikir panjang dan sebelumnya memilih untuk memakai tabungannya untuk sementara. Lalu… beberapa menit setelahnya…
"Fuah ! entah kenapa pengap sekali di toko perbelanjaan itu !" Seru Momoi seraya merenggangkan seluruh tubuhnya yang terasa pegal. Sementara itu dibelakangnya terdapat GoM, Takao, dan Seirin yang membawa beberapa plastik berisi baju-baju yang mereka pilih. Takao sempat menghela napas begitu menatap bill yang diterimanya. Untungnya harga yang tertera di bill itu tidaklah diluar perkiraannya.
Apakah kalian ingin mengetahui apa harga yang tertera di bill itu ? disana tertera 3xxxxxxxxx ribu yen yang bahkan Kuroko dan Momoi tak akan mendapatkannya dengan mudah. Tetapi berbeda dengan Takao, ia dapat dengan mudah mendapatkannya per-minggu-nya. Lupakan, mari balik ke inti cerita.
Momoi kemudian menyadari sesuatu dan segera menatap jam tangan berbentuk bunga semanggi helai empat yang berada di tangan kirinya dan segera menoleh kearah segerombolan yang baru saja berbelanja bersamanya dengan senyuman yang sangat cerah.
"Kazukkun~ " panggil Momoi. Takao yang masih menatap bill pembelanjaan dengan naas kemudian menoleh dengan malas kearah Momoi.
"apa, Sacchan ?" tanya Takao dengan nada malas.
"Jikan wa(jam berapa sekarang) ?" tanya Momoi dengan menggoda. Takao yang terlihat bingung kemudian menatap jam tangan cokelat-nya dan ekspresi frustasinya kemudian berubah berganti senyuman.
"Ikuyo (Ayo) !" Seru Takao yang kemudian berlari dengan senang mendahului (baca : Meninggalkan) gerombolan itu. Momoi hanya tersenyum senang sementara GoM dan Seirin bertatapan bingung.
"Satsuki, apa yang kau lakukan kepadanya ?" tanya Aomine dengan air wajah bingung. Momoi menoleh kearah GoM dan Seirin dnegan senyuman yang sama.
"Ayo, kita menuju ke tempat Tetsu-kun !" Ujarnya.
Semua terdiam…. Apa maksud dari "Mari kita menuju ke tempat Tetsu-kun" dengan wajah secerah mentari yang bahkan mereka tidak ketahui alasannya. Semua menjadi semakin aneh. Kenapa Momoi dan Takao selalu terlihat bersemangat jika semua bersangkutan dengan sang surai baby blue itu ?
GoM maupun Seirin kembali menyimpan rasa curiga mereka untuk nenati, setidaknya mereka tidak merencanakan sebuah keributan di tengah kota, apa lagi dimasa depan. GoM dan Seirin akhirnya berjalan mengekor mengikuti Momoi. Tujuan mereka kali ini adalah tempat dimana Kuroko Tetsuya berada sekarang.
"Kuroko-nii, Luka sangat rindu dengan Kuroko-nii !" Seru seorang gadis kecil berkuncir dua yang manis itu. tengah berada dalam pelukan sang guru yang sangat disukai oleh murid-murid.
"Nii-chan juga merindukan Luka." Balas Kuroko dengan lembut.
"Kuroko-nii, Ruki juga rindu Kuroko-nii !" Seru seorang lagi.
"Aku juga !" dan semua malaikat-malaikat kecil itu pun berhambur kepada Kuroko.
Dunia yang bagai dipenuhi oleh bunga yang bertebaran dimana-mana adalah dunia dimana Kuroko berada sekarang. Bersama jiwa-jiwa kecil yang masih polos dan manis. Kemudian seseorang membuka pintu dengan paksa. Seorang dengan senyum secerah mentari ada disana menyambut Kuroko dan murid-muridnya.
"Kuroko, Aku datang !" Seru Takao yang kemudian berjalan dengan gemas menuju sang bluenette.
"Takao-nii-chan !" lalu beberapa murid berhambur kepada Takao.
"Konnichiwa, boku no Tenshi (Selamat siang, malaikat kecil-ku) !" sapa Takao dengan lembut. Kuroko dan beberapa murid-nya menatap Takao dari kejauhan yang bermain dengan beberapa anak kecil yang menjadi murid Kuroko.
"Takao-kun, kau sudah selesai membantu GoM dan Seirin ?" tanya Kuroko yang menatap Takao.
"Ya." Jawab takao yang masih bermain dengan murid Kuroko.
"Lalu dimana yang lainnya ?" tanya Kuroko. Takao kemudian terdiam. Ia menatap Kuroko dengan khawatir sementara Kuroko menatapnya dengan wajah datar yang meminta penjelasan.
"Suman(maaf), Kuroko… aku –tidak sengaja- meninggalkan mereka…" ucap Takao.
Kuroko mendelik tajam kearah Takao. Ia terlihat mengeluarkan aura kemarahannya sekarang. Sementara Takao masih bersembunyi dibalik murid-murid kecil Kuroko yang berperan menjadi tamengnya.
"Takao-kun, jika ada yang mengetahuinya maka…" Ucap Kuroko dengan penekanan nada.
"M-Ma, Ma, Kuroko… Aku tahu kalau aku salah, tapi—" seketika suasana mencekam itu hilang begitu seorang perempuan bersurai pink dengan beberapa orang dibelakangnya membuka pintu taman kanak-kanak itu.
"Tetsu-kun !" panggil Momoi yang melambaikan tangan.
"Momoi-san…" ucap Kuroko yang seketika melupakan kemarahannya.
"Momoi-nee-chan !" Seru murid-murid Kuroko yang menyambut kedatangan Momoi.
"Kyaa ! Kalian tambah imut saja !" Seru Momoi yang mendekati mereka dengan gemas.
"Kuroko, sepertinya kau memang disukai oleh banyak anak-anak ya." Ucap Kagami yang kemudian memasuki ruangan itu.
"Kuroko sepertinya lebih normal darimu, Kagami." Ucap Hyuuga.
"O-Oi, apa maksudmu Senpai(kakak kelas)?!" tanya Kagami.
"Woah, mereka sangat lucu !" Ucap Kiyoshi yang ikut masuk.
"Ah, anak yang disana sangat lucu." Ucap Izuki yang menunjuk ke seorang anak kecil yang berada di dekat Kuroko.
"itu karena ia mirip dengamu, Izuki." Ucap Hyuuga.
"Uwaah, anak-anak ini terlihat sangat manis. Aku jadi iri." Ucap Aida.
Kini ada Kuroko, Takao, Momoi, Kagami, Hyuuga, Kiyoshi, Izuki, dan Aida yang berada di dalam ruangan yang menjadi taman kanak-kanak itu, sementara yang lainnya memilih untuk menetap diluar. Kuroko kemudian tersenyum menatap teman-temannya tengah bermain bersama murid-muridnya, kemudian matanya tidak sengaja menatap sebuah kotak yang tertutup rapi di pojok ruangan.
"Ah, aku lupa untuk mengeluarkan kotak itu." ucap Kuroko yang kemudian bangkit dan berjalan menuju kotak itu. Kuroko mengambilnya dan berjalan keluar dari ruangan itu.
"Kuroko, apakah kau perlu bantuan ?" tanya Takao yang kemudian menarik perhatian Kagami, dan yang lain.
"Tidak perlu, Takao-kun." Ucap Kuroko yang kemudian kembali berjalan menuju keluar.
"Oi, tunggu ! Kuroko !" seru Takao yang kemudian bangkit dan mengejar Kuroko begitu juga dengan Momoi. Melihat ada sedikit keanehan, Kagami dan yang lain ikut mengejar kuroko.
"Uwaah, udara siang ini segar sekali-ssu !" Seru Kise.
"sepertinya jepang di masa depan memang telah diluar pemikiran kita." Ucap Aomine.
"ung~ disini juga ada beberapa snack baru~" ucap Murasakibara.
"sepertinya aku mulai menyukai masa ini."ucap Midorima yang membetulkan kacamatanya.
Akashi yang berada di dekat mereka hanya terdiam. Ia menggunakan jaket merah dan kepalanya di tutupi oleh hoodie agar semua orang tidak mengetahuinya. Ia hanya terdiam mendengarkan percakapan teman-temannya.
"Ah, kira-kira aku dimasa depan seperti apa ya ?" tanya Koganei kepada Tsuchida dan ketiga juniornya.
"benar juga. Aku jadi penasaran." Ucap Furihata.
Sementara itu kelima orang dari seirin juga tengah bercakap-cakap di dunia yang mereka buat. Membicarakan tentang apa dan siapa yang berada dimasa depan.
Sementara itu, seorang pria berambut hitam pendek yang mengenakan kemeja putih bergaris biru serta sweater cokelat dan celana panjang cokelat terlihat berjalan tak jauh dari taman kanak-kanak tempat Kuroko bekerja. Matanya kemudian tak sengaja menangkap segerombolan orang berjaket warna-warni di depan taman kanak-kanak itu. ia terdiam dan menatap dengan heran sampai akhirnya ia menatap curiga seseorang yang mengenakan hoodie berwarna kuning. Mata-nya membelalak begitu ia menatap wajah sang pria ber-hoodie kuning itu dengan jelas.
"—dari dulu aku ingin sekali jadi pilot, dan—Ah !" hoodie yang menutupi kepala kise kemudian terbuka karena tertiup oleh angin. Merasa panik ia segera mencoba untuk menutup kembali kepalanya. Bersamaan dengan itu, Kuroko keluar membawa kotak yang di pegangnya.
"Kuroko, biar aku membantumu !" suara Takao terdengar begitu Kuroko membuka pintu taman kanak-kanak itu.
"Takao-kun, aku bisa melakukannya sendiri." Ucap Kuroko yang kemudian berjalan keluar dan menatap beberapa orang temannya yang berada di luar tempat kerjanya.
Kemudian seseorang yang sebelumnya menatap gerombolan itu berlari dengan wajah tidak percaya dan segera memegang tangan Kise. Kuroko, Takao, Momoi, Seirin, maupun GoM terkejut melihat seorang pria berlari kearah Kise dan memegang tangannya. Kuroko yang mengetahui betul siapa orang itu tercengang. Pria itu terlihat tergesah-gesah. Napasnya tersengal-sengal begitu ia berhasil mencapai sang surai kuning itu. bulir air keringat bercucuran dan berjatuhan dari wajhnya. wajahnya yang terlihat berekspresi kaget dan tidak percaya itu menatap gerombolan itu terutama kepada sang surai kuning.
"Kau—KAU KISE RYOUTA, BUKAN ?!"
To Be Continued…
Halo, Minna ! bertemu lagi dengan Saya ! bagaimana menurut kalian tentang Chapter kali ini ?! Apakah kalian menyukainya ?! jika jawabannya adalah ya, saya sangat bersyukur kalau begitu ! X3
maaf jika ada kesalahan dalam tulisan a.k.a Typo. karena sebelumnya saya belum sempat memeriksa kembali isi dari Chapter kali ini ! hehe...
Ok, sampai ketemu di Chapter selanjutnya !
NEXT CHAPTER :: Chapter 5 : Meeting
Review :
"Kuroko, apa maksud dari semua ini ?! Kuroko !"
"Kasamatsu-senpai, sebenarnya mereka datang dari masa depan."
"Maaf. tetapi mau bagaimana pun, aku akan tetap memberitahukan hal ini kepada yang lain."
"sepertinya aku sudah tidak bisa menyembunyikan semuanya lagi dari kalian."
.
.
That's All ! Keep Reading-Keep Waiting For The Next Chapter ! See ya !
Mind To RxR ? X3
