Perasaan Gaara begitu campur aduk melihat pesan dari Sakura. Dia butuh penjelasan secara langsung dari Sakura. Begitu sampai di depan rumah Sakura dan mengetuk pintu rumah Sakura, tidak ada orang yang membuka pintu tersebut. Sudah berkali-kali Gaara menelpon, mengirim pesan kepada Sakura namun tak kunjung Sakura jawab.

Galau dan gelisah yang Gaara rasakan. Ini sangat aneh sekali menurutnya. Setelah mengirim pesan itu, Sakura langsung menghilang dari hadapannya begitu saja. Gaara mengetuk sekali lagi pintu rumah Sakura dan masih tidak ada yang mau membuka pintu itu. "Aaarrgh!" teriak Gaara frustasi.

Sedangkan disebuah ruangan, terlihat seorang perempuan sangat cantik sekali dengan gaun pengantin putih yang terlihat sangat mewah dan elegan sekali. Dia menarik napas dan siap untuk melaksanakan upacara pernikahannya. 'Aku harus ikhlas untuk meninggalkan Gaara-kun.' Batin Sakura.

.

Red & Blue

Sasuke X Sakura X Gaara

T

Romance, drama

.

Hari ini marga Sakura sudah berganti menjadi Uchiha. Dia sudah menjadi nyonya besar. Hari ini juga adalah hari dimana dia sudah menjadi mantan Gaara dan istri Sasuke.

Mengingat Gaara, seandainya peristiwa yang sakral tadi dia lakukan bersama Gaara, pasti Sakura akan menjadi wanita paling bahagia di dunia ini. Namun, dia harus kembali ke kenyataan bahwa dirinya tidak menikah dengan Gaara.

Setelah kelulusan sekolahnya, Sakura bersama orang tuanya buru-buru diungsikan ke rumah Sasuke sehingga Sakura tidak sempat pamit kepada Gaara.

Sakura duduk di depan meja rias dan langsung membuka segala aksesoris yang menempel di badannya. Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan terlihat Sasuke dengan wajah sedikit lelah. Sasuke berjalan menuju ranjang dan duduk di sisinya.

Sakura melihat Sasuke dari cermin di depannya. "Lelah?" Tanya Sakura.

"Hn." Ucap Sasuke tidak jelas.

"Kalau kau tanya balik, aku akan jawab bahwa aku juga lelah. Lelah dengan drama ini. Pura-pura bahagia di depan banyak orang." Ucap Sakura dramatis.

"Itu emang sudah jadi resikomu." Ucap Sasuke datar.

Sakura langsung melihat kearah Sasuke dengan wajah sebal. "Iya ini emang RESIKOku!" ucap Sakura sembari menekan kata resiko.

"Baguslah kalau kau mengakui." Ucap Sasuke sembari menyeringai.

Sakura langsung bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi. Namun, beberapa menit kemudian Sakura kembali lagi dan berjalan mendekati Sasuke. Dengan wajah malu-malu Sakura berucap "Bisakah kau bukakan resleting gaun ini?"

Sasuke yang sedang tiduran melihat Sakura sejenak dan langsung memalikan badannya memunggungi Sakura. "Tidak."

"Oh Sasuke, tolonglah bantu aku. Tidak mungkinkan aku keluar dari kamar dan menyuruh orang lain membukakan resleting ini?" Ucap Sakura sebal.

Dengan enggan Sasuke langsung berdiri dan membukakan resleting gaun yang Sakura kenakan. Tepat saat itu juga, pintu kamar mereka terbuka dan terlihat Mikoto di sana dengan wajah terkejut. "Aaa... sepertinya kaasan mengganggu kalian ya." Ucap Mikoto sembari memasang senyum menggoda.

"Oh kaasan, ketuk pintu dulu sebelum masuk ke kamar." Ucap Sasuke sebal.

"Ah, ti-tidak mengganggu kok. Ada apa kaasan?" Ucap Sakura canggung.

"Ah nanti saja, silahkan lanjutkan kegiatan kalian. Sasuke, yang lembut ya" ucap Mikoto sembari mengedipkan sebelah matanya ke arah Sasuke.

Ternyata Mikoto salah paham dengan apa yang dia lihat. Mikoto berpikir bahwa mereka akan melakukan 'itu'. Padahal sebenarnya Sasuke hanya membantu Sakura membuka resleting gaun pengantin Sakura.

Setelah mandi bergiliran, Sakura dan Sasuke tiduran di ranjang dengan canggungnya. "Kau tidur di sofa sana!" Perintah Sasuke kepada Sakura sembari menunjuk sofa yang ada di kamar.

"Kenapa aku harus tidur di sofa? Sebaiknya kau saja yang tidur di sana" tolak Sakura tidak mau menuruti Sasuke.

"Ini kamarku dan kau harus mematuhi apa perkataanku!" Ucap Sasuke.

"Ini juga sudah jadi kamarku. Ingat, kita sudah sah menjadi sepasang suami-istri" Ucap Sakura mengingatkan Sasuke.

"Cepat tidur di sofa atau kau-"

"Sudahlah Sasuke-kun, aku sedang malas debat denganmu. Aku capek." Ucap Sakura.

Sasuke langsung terdiam dan menatap tajam Sakura. Tanpa memperdulikan Sasuke, Sakura langsung memejamkan matanya dan tidur.

Sasuke tidak bisa tidur karena dia belum terbiasa berbagi ranjangnya dengan orang lain. Apalagi bersama seorang perempuan.

Sasuke tidak mau tidur di sofa dan Sasuke juga harus berpikir dua kali kalau dia ingin tidur di kamar tamu. Bisa-bisa Sasuke diberi pertanyaan dan diomeli oleh ibunya.

Dan pada akhirnya Sasuke memejamkan matanya dan tidur di ranjang bersama Sakura karena sudah tidak tahan menahan rasa kantuk.

.

Sinar mentari sedikit-sedikit memasuki ruang kamar sepasang pengantin melalui celah-celah gorden. Tanpa mereka sadari, posisi mereka sangat dekat sekali. Sasuke tampak memeluk Sakura dengan erat. Begitu pun Sakura memeluk balik badan Sasuke.

Sakura mulai terbangun dan mengerjapkan matanya. Dia merasa badannya pegal sekali. Entah karena apa. Sakura merasa badannya sulit digerakkan. 'Kenapa badanku sulit bergerak?' Batin Sakura panik.

Setelah menyadari posisinya, Sakura terkejut dan reflek berteriak "Aaaaaaaa!"

Sasuke langsung terbangun dari tidurnya dan melepaskan pelukannya dari Sakura. Sakura buru-buru menjauh dari Sasuke dan memeriksa keadaannya. Aman. Bajunya masih terpakai dan tidak ada yang terbuka sama sekali.

Sakura menghela nafas lega. Sasuke menatap Sakura sebal dengan mata yang masih mengantuk "Kenapa kau harus berteriak tepat di depan wajahku, heh?" Ucap Sasuke sebal.

"Aah, aku minta maaf. Aku hanya terkejut." Ucap Sakura.

Sasuke tidak merespon ucapan Sakura dan merebahkan dirinya lagi ke ranjang. "Sana kau mandi duluan! Kita pasti sudah ditunggu oleh kedua orang tua kita" ucap Sasuke parau.

Sakura langsung menganggukkan kepalanya dan dengan cepat berjalan menuju kamar mandi. Setelah selesai mandi, Sakura mengaktifkan kembali handphone-nya yang sejak kemarin dia matikan.

Betapa terkejutnya Sakura melihat banyak sekali pemberitahuan dari media sosialnya. Itu semua kebanyakan dari Gaara yang mempertanyakan dimana Sakura berada. Dada Sakura sangat sakit sekali mengingat Gaara. Dia masih belum bisa move on dari Gaara. Sakura terlalu mencintainya.

Sakura hendak membalas pesan dari Gaara namun handphone-nya langsung direbut oleh Sasuke yang sedari tadi memperhatikan tingkah Sakura. "Kembalikan handphone-ku!" Ucap Sakura kesal.

"Sesuai perjanjian, kau tidak boleh menghubunginya lagi setelah kita resmi menikah" ucap Sasuke.

"Kumohon, beri aku kesempatan sekali saja untuk membalas pesan dari Gaara-kun." pinta Sakura memelas.

"Tidak ada kesempatan untukmu." Ucap Sasuke.

Tanpa diduga, Sasuke melempar handphone Sakura ke bawah dengan keras sehingga handphone Sakura hancur. Sakura terkejut dengan apa yang Sasuke lakukan. "Kenapa kau lakukan itu, heh?" Ucap Sakura murka.

"Siang nanti kita beli yang baru. Dan jangan lupa, hapus semua akun sosial mediamu yang lama. Kau boleh buat akun lagi. Tapi dengan satu syarat, kau harus menggunakan marga Uchiha." Ucap Sasuke sembari menatap tajam Sakura.

Sakura yang ditatap tajam oleh Sasuke terdiam tidak bisa melawan. Sasuke membawa handphone Sakura yang sudah hancur dan membuangnya ke tong sampah. Setelah itu, Sasuke masuk ke kamar mandi.

Tidak lama untuk menunggu Sasuke selesai mandi dan bersiap-siap, Sakura dan Sasuke sekarang berjalan menuju ruang makan dengan bergandengan tangan. Mereka berakting mesra tepat di depan orang tua mereka.

Ah lebih tepatnya di depan orang tua Sasuke karena orang tua Sakura mengetahui hubungan Sasuke dan Sakura yang sebenarnya. "Ohayou Sasuke, Sakura." Ucap Mikoto.

"Ohayou, kaasan." Ucap Sakura.

"Bagaimana malam kalian?" Tanya Mikoto.

"Sangat menyenangkan sekali. Bahkan Sakura meminta lebih." Ucap Sasuke ambigu.

Sakura sedikit tidak terima dengan ucapan Sasuke langsung membalas "Bukannya kau ya yang terus-terusan meminta, heh?"

"Sudah-sudah, pokoknya kaasan tunggu kehadiran seorang cucu dari kalian berdua. Harus secepatnya" ucap Mikoto antusias.

Sakura dan Sasuke hanya tersenyum merespon ucapan Mikoto. Apakah mereka akan sanggup memberikan cucu kepada Mikoto? Kita terus ikuti cerita ini saja.

Setelah selesai sarapan, orang tua Sakura pamit untuk pulang ke rumah mereka. Sakura dan Sasuke mengantar mereka sampai depan rumah Sasuke. "Kaasan, jangan tinggalkan Sakura di sini sendirian." Ucap Sakura sembari memeluk Mebuki.

"Gomenne, Sakura. Kaasan tidak bisa menemanimu. Tapi, bila kau butuh bantuan jangan segan-segan panggil kami ya." Ucap mebuki sembari mengusap kepala Sakura sayang.

"Betul kata kaasan-mu. Turutilah perintah suamimu ya, Sakura. Sekali lagi, tousan minta maaf." Ucap Kizashi menyesal.

Sakura melepaskan pelukannya dari Mebuki dan beralih memeluk Kizashi sayang. "Sudahlah, jangan bilang seperti itu lagi tousan." Ucap Sakura.

"Tousan, jangan beri tau semua teman Sakura dulu terutama Gaara-kun." Bisik Sakura.

Kedua orang tua Sakura mengangguk merespon ucapan Sakura. "Sasuke, jaga Sakura ya." Ucap Kizashi.

Sasuke hanya menganggukkan kepalanya merespon ucapan Kizashi. Kedua orang tua Sakura langsung menaiki mobil. Mobil itu pun mulai menyala dan pergi meninggalkan kawasan rumah Sasuke. "Dan sekarang, antar aku beli handphone baru." Ucap Sakura.

"Hn" ucap Sasuke tidak jelas.

Setelah membeli handphone yang terbilang sangat mahal dan mewah, Sakura membuat akun baru dengan nama samaran "Cherry Blossom". "Kenapa harus memakai nama seperti itu?" tanya Sasuke saat mengecek akun sosial media Sakura.

"Aku takut bagaimana kalau tiba-tiba ada seseorang temanku menemukan akun baruku dengan nama 'Uchiha Sakura'." Ucap Sakura sedih.

"Jangan add atau follow saja teman-temanmu." Saran Sasuke.

"Ya walaupun aku tidak men-follow mereka siapa tau mereka tiba-tiba menemukanku." Ucap Sakura.

Sasuke hanya diam mendengar penjelasan dari Sakura. "Siap-siap nanti malam kita akan pergi ke sebuah hotel." Ucap Sasuke.

Sakura begitu terkejut mendengar ucapan dari Sasuke. Hotel?! Mau apa Sasuke ngajak Sakura ke hotel? Diakan belum siap disentuh oleh Sasuke. "Apa?! Hotel?" ucap Sakura memastikan.

"Iya, kenapa?"

"Sasuke-kun, emm… bagaimana ya bilangnya. Aku belum siap untuk-"

"Hey jangan mikir yang aneh-aneh! Aku mengajakmu ke hotel untuk menghadiri undangan pernikahan temanku." Ucap Sasuke ketus.

Sakura yang telah berpikir tidak-tidak merasa malu dan hanya tersenyum lebar kearah Sasuke. "Jangan-jangan kau ingin disentuh olehku?" tanya Sasuke sembari menyeringai.

"Tidak! Aku tidak mau disentuh oleh orang sepertimu!" ucap Sakura sembari memasang wajah jijik.

"Terus kenapa tadi kau mikir yang tidak-tidak saat aku ajak ke hotel, heh?" tanya Sasuke.

Sakura langsung terdiam begitu ditanya seperti itu oleh Sasuke. Sasuke langsung tersenyum geli melihat Sakura dan berjalan pergi meninggalkan Sakura di sana yang masih terdiam.

.

"Apaa?! Sakura tiba-tiba menghilang?"

"Iya. Kukira kau tau." Ucap Gaara sembari memindahkan handphone-nya ke telinga kiri.

"Pantas saja dia tidak membalas pesanku. Kukira dia sedang sibuk mengurus sekolahnya." Ucap seseorang dibalik handphone-nya Gaara.

"Tenten, dia juga memutuskanku secara tiba-tiba." Ucap Gaara sedih.

"APAAA?!" Teriak Tenten tidak percaya.

Gaara langsung menjauhkan handphone-nya dari telinganya karena teriakan dari Tenten. "Aku tidak mengerti dengan jalan pikiran Sakura. Kenapa dia tiba-tiba seperti itu?!" Tanya Tenten.

"Aku menelponmu untuk menanyakan itu. Kenapa kau malah tanya balik?! Kau membuatku semakin pusing saja!" ucap Gaara frustasi.

"Ah gomenne Gaara. Aku sangat kaget dengan berita ini. Aku akan mencari info tentang Sakura. Secepat mungkin." Ucap Tenten.

"Hn." Ucap Gaara.

Gaara langsung menutup telpon dari Tenten seenaknya. Gaara semakin frustasi memikirkan Sakura yang entah pergi kemana. Gaara melihat galeri di handphone-nya. Terlihat banyak sekali foto Sakura dan dirinya. Gaara semakin sakit begitu mengingat kenangan bersama Sakura.

Pintu kamar Gaara terbuka dan terlihat ibunya menatap Gaara khawatir. "Sudah berhari-hari kau tampak depresi. Ada apa, nak? Coba ceritakan pada okaachan." Ucap sang ibu, Karura.

Gaara diam tidak berbicara sepatah kata pun. Karura menghela nafas melihat putra bungsunya yang tidak mau menjawab pertanyaan dari dirinya. "Okaachan gak tau kamu mendapat masalah apa. Tapi, kamu jangan lupa juga dengan masa depanmu." Ucap Karura sembari mengusap punggung Gaara.

"Sensei di sekolahmu menanyakanmu terus dari kemarin. Kamu jadikan ikut test ke Universitas Konoha?" tanya Karura.

Gaara menganggukkan kepalanya merespon ucapan Karura. Karura tersenyum melihat respon dari putra bungsunya. "Okaachan kasih saran deh buat kamu. Untuk sekarang, coba alihkan dulu masalah kamu dengan fokus belajar untuk masa depan kamu." Saran Karura.

Gaara menatap ibunya dan tiba-tiba saja dia langsung memeluk Karura. Karura syok. Sangat. Karena Gaara jarang sekali memeluknya. "Okaachan, wanita yang gak pernah menyakitiku itu hanya okaachan saja." Ucap Gaara.

Karura langsung mengerti apa maksud Gaara berucap seperti itu. Ditambah lagi tiba-tiba pundaknya jadi basah saat Gaara bersandar di sana. Karura hanya mengusap punggung Gaara. "Kamu kuat, Gaara." Ucap Karura penuh kasih sayang.

.

Ini adalah pengalaman pertama Sakura menghadiri sebuah pesta yang sangat mewah sekali. Terlihat banyak sekali orang-orang yang menurutnya sangat berkelas sekali. 'Jadi ini ya namanya pesta orang kaya?' batin Sakura.

Sakura dan Sasuke menghampiri rekan kerja Sasuke yang menikah dan memberikan selamat. Setelah itu, Sasuke mengobrol dengan salah satu rekan kerjanya juga yang hadir di undangan itu juga. "Sasuke, sekali lagi selamat atas pernikahanmu." Ucap rekan kerjanya, Orochimaru.

"Terimakasih." Ucap Sasuke datar.

Sakura hanya tersenyum merespon ucapan Orochimaru. "Ngomong-ngomong…" Orochimaru dan Sasuke di sana mulai membicarakan bisnis yang Sakura tidak mengerti sama sekali.

Bosan, Sakura mencoba mencari sesuatu yang menarik. Ah, sepertinya ada sesuatu yang menarik. Tidak enak memotong pembicaraan Sasuke, Sakura berjalan menuju stand sebuah kue tanpa izin terlebih dulu kepada Sasuke.

Sakura terpana melihat kue-kue yang di sana yang menurutnya sangat lucu sekali sehingga sayang untuk dimakan. Sakura jadi bingung sendiri, dia ingin memakan kue yang mana. Saat dia melihat sebuah kue yang berwarna merah, tiba-tiba saja dia jadi teringat Gaara. 'Gaara-kun, kau sedang apa sekarang?' batin Sakura.

Sakura menghela nafas dan langsung mengambil kue itu. Namun, ada tangan seseorang juga yang mengambil kue itu. "Ah maaf." Ucap seseorang itu.

Sakura melihat seseorang itu dan terkejut. Sangat terkejut. "Ga-Gaara-kun?"

Apakah benar yang Sakura lihat adalah Gaara?

TBC

Yaa, akhirnya saya sudah mengerjakan chapter 4, hahaha #plak

Oh ya, bagaimana dengan chapter 4? Apakah masih kecepatan?

Dan aku nyadar, chapter 1 sampai 3 alurnya kecepatan, sepertinya saya lupa bagaimana cara membuat alur menjadi tidak cepat #plak maafkan ssaya karena saya bukan manusia sempurrrnaaaaaaaaa #sujudsujud #plak

Disini saya akan merespon review yang gak login,

Daunilalangkuning : emm, jadi mikoto bilang dia liat sakura dicafe itu waktu di mall, café di mall._. trus sasuke tanya sakura dimana dan sakura jawab di café, itu di café biasa bukan di mall, gitu maksudnya._. terus itu juga diwaktu berbeda, misalkan mikoto liatnya hari minggu, lalu mikoto bilang ke sasuke hari senin, gitu._. haha iya, emang enak aku-kau daripada aku-kamu, kebiasaan sih ya da aku teh orang sunda jadi gitu we lah x9 #plak, aaa justru aku suka di kritik kok, asalkan kritiknya bisa membangun hehehe #walaupertamabacanyanyesek #plak terimakasih kakak sudah mau mereview dan malahan mengkritik aku senaaaaang sekali dan salam kenal ya:3 bagaimana dengan chapter ini?

Vion17 : hehehe, makasih ya kak udah mau baca fict aku yang gaje ini:')

Pokoknya, saya ucapkan terimakasih banyak kepada semua readers yang sudah mau membaca fict saya:""""))) #kasihdoasatusatu #plak

Semoga fict saya bisa menghibur semuanyaaaa