Disclaimer…

Naruto by Masashi Kishimoto

Dragon Ball Z/Super by Akira Toriyama

Kemungkinan akan ada beberapa karakter-karakter lain yang akan saya pinjam dari para pemiliknya

Summari...

Uzumaki Naruto dan Uchiha Sasuke yang notabenya adalah shinobi terkuat, ternyata tidak hanya mewarisi kekuatan chakra dari Rikudo Sennin, tapi juga mewarisi kekuatan Ki Saiyajin dari Son Goku dan Vegeta. Kemudian musuh barupun muncul, entah takdir apa yang akan mereka hadapi kali ini.

Rate : Semi M/mungkin jadi M tergantung Author.

Genre : Adventure, Romance, Semi Humor, dll.

Warning : AU, Makin gaje, banyak typo, OC, OOC, abal-abal, alay, dsb kekurangan dalam fic ini.

Pairing : [NaruHina] [SasuSaku] & Canon / terserah Author.

Happy Reading

Shinobi and Saiyajin

By Musasi

Chapter 4 : Harapan (Remaster)

Kini nampak kelima kage berdiri gagah diikuti beberapa shinobi elit yang hanya berjarak beberapa meter dihadapan sang Hakaishin, sedangkan sang Hakaishin hanya menatap mereka dengan tatapan bosan. Lama para kage dan shinobi bertatapan dengan sang Hakaishin suasana hening nan tegang tercipta diantara mereka, hingga muncul satu suara memecah keheningan tersebut.

"Sepertinya ini jauh lebih sulit saat melawan Madara dulu ya? Mungkin memang harusnya Chojuro segera menggantikanku yang hampir pensiun ini." Ucap Mei.

"Aku juga karena muridku yang konyol itu belum siap menerima jabatan kage, mau tidak mau aku yang sudah tua ini juga masih menjabat." Jawab Kakashi.

"Ck mendengar omongan orang-orang tua jomblo ini memang merepotkan, bikin semangat turun aja." Gerutu Kurotsuchi agak kesal.

"Heiii aku dengar lo. Kusumpahi kau juga jadi perawan tua bocah." Sahut Mei agak kesal.

"Sudahlah! Jangan lupa kita sedang dihadapan musuh!" Lerai Gaara.

Suasana hening nan tegang tadi kini hilang tergantikan oleh suasana konyol pertengkaran para kage hanya karena pembicaraan-pembicaraan tak bermutu lainnya.

Twichhhhh...

Dan alhasil perempatan muncul dikening sang Hakaishin, bisa-bisanya ia sedari tadi selalu dicampakan oleh percakapan-percakapan konyol para manusia Bumi.

Beerus yang mulai kesal mulai menarik nafas dalam-dalam, dan dalam sekali hembusan ia berteriak dengan lantang.

"HOOOOOIIIIII, KALIAN INI KAPAN KITA MULAI PERTARUNGANNYA? JANGAN SEENAKNYA MENGABAIKANKU!" Teriakan kencang Beerus membuat para Kage Sedikit mundur bahkan beberapa shinobi terlihat terpental karena hembusan kencang angin akibat teriakan Beerus.

"Ieeeeeee, ludahnya nyiprat-nyiprat kena wajahku." Ucap Mei dan Kurotsuchi dengan risihnya.

"Kheh cepatlah sebaiknya kalian segera menyerangku! Dari pada aku yang maju dulu maka akan langsung selesai." Ucap Beerus dengan menampakan sorot matanya yang tajam.

Para kage dan shinobi mulai memasang expresi serius, pertarungan paling menyulitkan mungkin akan mereka alami hari ini.

Swwwuuuuuuuuuzzzzzzzz... Blaaaaarrrrrrrr

Tiba-tiba sebuah ledakan terjadi dan menciptakan kawah cukup besar akibat serangan mendadak oleh seseorang.

"Ughhhh sialah kau Kakashi." Ucap Darui cukup kaget dengan serangan pedang Susanoo sempurna yang diciptakan Kakashi. Debu tebal masih menutupi area serangan tadi, keempat kage dan shinobi yang sudah menghindari area tadi hanya terdiam sambil menunggu debu tebal yang sedikit demi sedikit mulai menghilang.

Akhirnya setelah kabut tebal itu menghilang kini nampaklah Beerus dengan mudahnya menggunakan dua jari tangan kirinya menangkis dan menjepit sebuah pedang raksasa berwarna biru milik Susanoo sempurna Kakashi. Semua kage dan shinobi sangat terkejut melihat kejadiaan yang baru saja terjadi didepan mata mereka.

"Apa kau tidak bisa mengayunkan pedang monstermu sedikit lebih cepat dan bertenaga, Ningen (Manusia)?" Ucap Beerus santai.

"Cih sial aku tak bisa menarik lagi pedangku dari tangannya, kekuatannya benar-benar tak masuk akal." Batin Kakashi.

"Kalau begini tidak ada pilihan lain." Dan tiba-tiba pedang Susanoo bisa terlepas dari jepitan jari Beerus, kemudian melihat kesempatan lolos Kakashi langsung mundur agak menjauh, saat ini Kakashi tengah mengkombinasikan teknik Kamui dan Susanoonya agar bisa tembus oleh benda-benda tertentu.

"?" Beerus agak heran pedang Susanoo milik Kakashi bisa lepas dari jepitan jarinya, namun karena penasaran Beerus menciptakan bola energi kecil sebesar kelereng berwarna ungu diujung telunjuk jari kirinya dan ia arahkan terhadap susanoo Kakashi.

Whuzzzzzz...

Dengan sekali tembakan bola energi kecil itu melesat dengan cepat kearah Kakashi, namun apa yang terjadi? Bola energi kecil itu hanya lewat menembus Susanoo tanpa merusaknya sedikitpun hingga akhirnya melesat terus kearah gunung jauh dibelakang para kage dan shinobi.

BOOOOOOMMMMMMMMMMMMMMM...

Ledakan dahsyat setara tidak bahkan melebihi Bijuu Dama membuat gunung tadi lenyap seketika, sontak para kage dan shinobi yang menyaksikan itu hanya bisa kaget, disamping itu Beerus juga agak sedikit tersentak karena manusia didepannya memiliki kemampuan yang cukup aneh menurutnya.

"Jadi, kau memiliki kemampuan yang menarik rupanya. Bisa membuat benda-benda atau serangan menembus dirimu tanpa sedikitpun melukaimu ya?" Ucap Beerus sambil menyipitkan matanya melihat Kakashi.

"Bisa kutebak, sepertinya matamu memiliki kekuatan untuk memanipulasi ruang lalu kau memindahkan sebagian tubuhmu yang terkena seranganku kedimensi lain dan kurasakan energimu cukup terkuras ya setelah kau menggunakan teknik itu?" Tebak Beerus.

"Si-sial hanya dengan bertarung satu kali dia sudah mengetahuinya, aku harus waspada sepertinya ia bukan hanya sangat kuat namun juga sangat cerdas." Batin Kakashi terkejut.

Kakashi sekarang sudah tak bisa menggunakan mangekyou saringan sekuat saat membantu Naruto dan Sasuke melawan Ootsutsuki Kaguya dulu, dikarenakan sebagian chakra sennin dari Uchiha Obito (mantan jinchuriki juubi) dulu sudah mulai memudar seiring berjalannya waktu, apalagi ia bukan keturunan dari klan Uchiha yang notabenya pemilik asli mata tersebut, hingga mengharuskan Kakashi mengeluarkan banyak chakra hanya untuk menggunakan kekuatan mata tersebut. Kakashi memang masih bisa menggunakan semua kekuatan dari sahabatnya dulu, hanya saja batas waktu penggunaan mangekyou sharingan sudah berkurang.

"Heh jangan lupa kami para kage dan shinobi masih disini!" Ucap Darui melesat menuju Beerus menggunakan shunsin petirnya lalu diikuti oleh para kage lainnya.

"Ranton : Kuropansa." Darui melepaskan jutsu elemen badainya yang kini membentuk sesosok macan tutul.

"Yoton : Shakugaryugan no Jutsu." Giliran Mei melepaskan jutsu berbentuk bola-bola lava raksasa.

"Yoton : Yokai no Jutsu." Ucap Kurotsuchi juga menembakan jutsu awan panas miliknya.

Beerus hanya menatap datar serangan-serangan yang dilancarkan para kage tadi.

BLAARRRRRRRR...

Semua jutsu-jutsu berbahaya milik para kage itu menghantam Beerus.

"Baiklah kini giliranku. Sabaku Sotaiso." Ucap Gaara. Kini nampak partikel-partikel pasir membungkus tubuh Beerus yang baru saja terkena serangan para kage tadi lalu mengompresnya hingga padat dan membentuk sebuah piramida.

"Dengan ini berakhir sudah, kau mungkin sangat kuat tapi kau tak akan bisa kemana-mana setelah aku menyegelmu seperti ini." Lanjut Gaara.

"Masih belum Gaara." Ucap Kakashi

"Dengan ini maka baru akan berakhir. SURIKEEENNN KAMUII." Teriak Kakashi sambil melemparkan dua suriken raksasa menggunakan tangan susanoonya. Dua suriken raksasa itupun menghantam piramida pasir tadi lalu menyedotnya kedimensi lain.

"Hah hah hah, sial aku sudah kehabisan energi, apalagi menggabungkan kekuatan susanoo dan kamui benar-benar menguras banyak chakra." Ucap Kakashi terengah-engah dan kini wujud Susanoonya ia hilangkan. Seketika para kage dan shinobi menghampiri Kakashi.

"Tenang saja Kakashi ia sudah tersegel dalam jutsu Gaara tadi dan juga kau sendiri yang membuangnya kedimensi Kamuimu kan?" Ucap Darui.

"Hah hah entahlah aku tidak yakin mengingat gulungan itu menyebutkan ia sangat kuat bahkan para Ootsutsukipun tak berdaya melawannya, semoga saja apa yang kau katakan memang benar." Ucap Kakashi.

Beerus benar-benar menghilang, para kage dan shinobi masih terdiam dan menunggu bila mungkin Beerus nanti akan muncul lagi. Namun sekian lama menunggu akhirnya mereka merasa yakin bahwa Beerus benar-benar tersegel dan lenyap ditelan kamui tadi, bahkan para ninja-ninja sensor tak bisa merasakan keberadaan Beerus.

"Kurasa ia benar-benar lenyap, bahkan pengawalnya yang bernama Whis juga tidak ada. Apakah ia kabur ya karena tuannya sudah dikalahkan?" Ucap beberapa shinobi terheran.

"Ini aneh." Batin Shikamaru.

"Sebaiknya kita kembali ke pemukiman Konoha dulu Hokage dono!" Saran Gaara.

"Baiklah kau ada benarnya Gaara."

.

.

.

Para kage, rokie 9 dan shinobi akhirnya kembali ke area pemukiman Konoha.

Saat mereka sampai betapa terkejutnya mereka melihat makhluk yang sempat mereka kira lenyap tadi kini dengan santainya makan dengan lahap di Cafe Ichiraku bersama dengan pengawalnya tadi.

"Tambah lagi ramennya, jangan lupa kali ini beda rasa!" Ucap Beerus mengangkat mangkoknya.

"H-hai tuan." Ucap Teuchi dan Ayame yang merupakan ayah dan anak pemilik Cafe Ichiraku nampak sangat ketakutan. Bagaimana tidak ketakutan, sekarang beberapa area disekitar cafe hancur berantakan meskipun tak ada korban jiwa tapi kondisinya benar-benar memprihatinkan.

Siapa lagi bila bukan ulah sang Hakashin, apalagi tadi serangan yang dilancarkan Beerus ke pemukiman benar-benar rapi sehingga para kage dan shinobi tidak menyadarinya saat mereka tadi sibuk melacak keberadaannya.

"Bagaimana mungkin?" Ucap Kakashi sangat kaget.

"Bukankah tadi kau sudah kusegel?" Ucap Gaara.

"Ck mereka sudah datang ternyata, teknik yang mereka gunakan tadi lumayan merepotkan bila aku sampai tertangkap. Menggunakan kemampuan segel karena melawan musuh yang kuat. Harus aku akui manusia di planet ini cukup menarik." Ucap Beerus.

"Hmmm apa yang akan anda lakukan Beerus sama?" Tanya Whis.

"Yahhh karena aku sudah selesai makan, dan mereka sepertinya masih tidak menghormatiku dan menyambutku dengan baik... Mungkin sebaiknya Bumi memang harus akul lenyapkan." Ucap Beerus.

Set…

Beerus tiba-tiba sudah berdiri dihadapan para kage dan shinobi, kemudian ia memejamkan mata dan saat ia membuka mata tiba-tiba sebuah pancaran ki yang berasal dari Beerus membuat para kage dan shinobi terjatuh.

"K-kenapa rasanya chakraku tiba-tiba menipis?" Kurotsuci sangat terkejut.

"Bukan hanya kau, sepertinya semua kage dan shinobi juga mengalami hal yang sama. Lihatlah sebagian para shinobi tidak hanya terjatuh tapi sudah ada yang mulai pingsan." Sahut Gaara.

"Ckk, Kurang ajar. Apa yang sebenarnya kau inginkan?" Teriak gadis berambut merah muda yang kini masih berdiri nampak garis-garis berwarna hitam menghiasi wajahnya.

"S-Sakura kau masih bisa berdiri?" Tanya Kakashi heran.

"Jangan lupa Kakashi aku dan Sakura punya teknik regenerasi tubuh dan chakra dalam waktu singkat. Byakugou no jutsu." Ucap seorang wanita bernama Tsunade. Tsunade lalu menggigit jarinya hingga mengeluarkan darah kemudian ia melakukan segel tangan.

"Kuchiyose No Jutsu."

"Katsuyu mohon bantuannya!"

"Hai Tsunade-hime." Jawab Katsuyu seekor siput raksasa yang kini tengah membelah tubuh kecil-kecil menjadi ratusan Katsuyu mini dan menghampiri semua shinobi untuk ia pulihkan kondisinya.

"Hm manusia di planet ini benar-benar menarik." Beerus mulai kagum dengan kemampuan manusia di planet ini.

"Hoiii aku tidak peduli siapapun kau. Yang jelas aku tak akan tinggal diam jika kau berbuat masalah di tempat kami." Ucap Sakura penuh emosi.

"Kau terlalu naif gadis kecil, kalau begitu coba buktikan! Apa yang bisa kau lakukan sekarang?" Ucap Beerus menantang.

Sakura benar-benar semakin geram ia mulai mengumpulkan semua chakra ditangan kanannya.

"Sakura jangan bertindak gegabah! Ingat dia sudah membuat kita tak berdaya seperti ini." Ucap Kakashi.

"Aku sudah tidak peduli sensei, meskipun harus mati hari ini juga aku tak masalah. Aku tidak mau berdiam diri saja biar paling tidak sekali saja kupukul wajah jelek mahkluk itu." Jawab Sakura yang sudah semakin emosi.

"Makan ini mahkluk jelek! SHANNAROOOOO!" Teriak Sakura melesat mencoba menghantamkan tinju supernya kearah Beerus.

Daaaaaaaaaarrrrrrrrrr...

Bunyi hantaman dari pukulan mematikan milik Sakura. Semua yang menyaksikan hanya bisa terkejut dengan apa yang terjadi barusan, bukan karena Sakura yang berhasil melukai Beerus melainkan tinju maut milik Sakura hanya ditangkis menggunakan satu jari telunjuk kiri milik sang Hakaishin.

"T-tidak mungkin i-ini be-bercanda kan?" Ucap Sakura sangat kaget.

"Heh sayangnya ini kenyataan gadis kecil." Ucap Beerus.

Braaaaaaaaaaakkkkkkk...

Dengan sedikit dorongan jari milik Beerus, Sakura terpental dan menghantam beberapa pemukiman penduduk hingga pemukiman itu berantakan.

"Ughhh." Sakura memegang lengan kanannya karena sendinya bergeser saat terdorong oleh jari Beerus tadi.

Swoooooooooongggggggggggg...

Sebuah suara nyaring terdengar dari arah Beerus, nampak sebuah bola energi kecil seukuran kelereng kini Beerus arahkan ke Sakura menggunakan telunjuk jarinya.

"Regenerasi tubuh ya? Sekarang bagaimana jika aku lenyapkan seluruh tubuhmu, apa kau masih bisa beregenerasi?" Ucap Beerus sejenak, kemudian menembakan bola energinya.

"H-hentikan! Sakura!" Teriak beberapa shinobi dan rekan-rekan Sakura.

Sakura kini hanya memejamkan mata pasrah, baginya ia sudah cukup puas setidaknya melancarkan satu serangan terkuatnya meskipun itu tidak berpengaruh sama sekali terhadap musuh.

Blaarrrrrrrrrrrrr...

Sebuah ledakan menandakan bahwa bola tersebut telah mengenai target. Para kage, rekan-rekan, dan beberapa shinobi hanya menundukan wajah sedih melihat Sakura terkena ledakan tadi.

...

...

...

Shinobi and Saiyajin

...

...

...

Myobokuzan.

"Kaaaaaaa meeeee haaaaaa meeeeee."

Sebuah teknik yang cukup asing kini Naruto ucapkan dengan nada yang tenang namun terdengar tegas. Dan berikutnya energi berwarna biru tiba-tiba berkumpul dikedua tangannya membentuk sebuah bola energi, saat dirasa energi itu cukup, Naruto menarik nafas cukup dalam kemudia...

"Haaaaaaaaaaaaaaa." Satu teriakan terakhir ia ucapkan saat melepaskan energi dahsyat tadi, menembakannya kelangit bagaikan laser dan mengakibatkan gelombang kejut cukup kencang sehingga beberapa katak yang tengah bersantai kini terkejut dan sesegera mungkin mencari tempat berlindung dari gelombang kejut tadi.

"Hoiii sialan kau bocah, kalau mau melakukan jurus itu setidaknya beri tau kami dulu!" Teriak seekor katak tua cebol bernama Fukasaku yang kini tengah marah-marah.

"Hehe maaf jiji aku lupa!" Ucap Naruto hanya cengar-cengir seolah-olah hanya melakukan hal yang sepele.

"Huh, setidaknya perhatikan keselamatan kami dong!" Sahut Shima.

"Iya-iya baa-san maaf, hehehe."

"Ck, mentang-mentang dianugerahi kekuatan baru jadi seenaknya saja kau, tapi ngomong-ngomong jurusmu itu benar-benar keren lo bocah." Ucap Katak raksasa bernama Gammabunta.

"Hehe terimakasih boss! Sebenarnya aku juga mau segera mengkombinasikan teknik atau kekuatan shinobi dengan saiyan secara bersamaan intinya menggabungkan Chakra dan Ki. Tapi, mengingat aku belum menguasai kekuatan saiyan secara sempurna, sepertinya butuh waktu lebih lama lagi."

"N-Naruto kun aku yakin bisa kok, jangan menyerah ya!" Ucap Hinata.

"Hehe arigatou Hinata, aku jadi tak sabar ingin bisa menguasai kekuatan ini dan bertarung melawan Beerus sama."

"Ne... Na-Naruto kun bukankah Kaioshin-sama pernah berpesan untuk hati-hati dengan Beerus- sama? Jangan sembarangan menantang beliau, kau tau sendiri kan resikonya?" Ucap Hinata mengingatkan.

"Kau tenang saja Hinata, ingatanku dari Goku-sensei tentang Beerus sama masih terngiang jelas kok dikepalaku. Beerus sama sebenarnya dewa yang baik, hanya saja beliau suka seenaknya sendiri, itu menurut pendapatku." Jawab Naruto santai.

"M-mirip N-Naruto kun dong kalau begitu." Guman Hinata lirih.

"Hah? Kau bicara apa Hinata? Aku tidak begitu mendengar."

"Hehe bukan apa-apa kok Naruto-kun."

"Naruto Niisan kau dapat pesan dari dimensi Ryuchidou." Teriak katak kuning gembrot sedang berlari kearahnya.

"Eeh dari Ryuchidou? Apa Sasuke-teme yang mengirimnya?" Tanya Naruto.

"Entahlah ini gulungannya Niisan! Tadi Oogami Sennin-jiji bilang itu sudah dikirim 1 jam lalu soalnya butuh waktu untuk bisa menghubungkan celah dimensi dari Ryuchidou ke Myobokuzan, jadi ya gulungannya baru bisa sampai." Ucap Gamatatsu sambil menyerahkan gulungan itu.

"Huh andai ada teknologi yang bisa menembus kekai/celah dimensi Myobokuzan – Ryuchidou, sudah pasti aku bisa melakukan video call dengan Sasuke untuk membahas masalah latihan extrem kami." Keluh Naruto.

"AKu tidak akan membiarkan hal tersebut bocah, aku yakin tempat ini sudah tidak akan menjadi sakral lagi bila memasukan teknologi kalian ketempat ini. Akibatnya juga bisa banyak sekali manusia yang keluar masuk seenaknya di tempat ini." Jawab Fukasaku.

Tanpa begitu mempedulikan omongan Fukasaku, Naruto langsung mengambil gulungan itu dan membacanya, ternyata itu pesan dari Sasuke, namun beberapa detik kemudian ia terkejut melihat beberapa isi dari gulungan itu.

"I-ini tidak mungkin." Ucap Naruto kaget.

"Ada apa memangnya Naruto kun." Tanya Hinata heran.

Beberapa katak nampak penasaran melihat exspresi Naruto yang kaget setelah membaca gulungan tadi.

"Bumi dalam bahaya."

.

.

.

Konohagakure

"Regenerasi tubuh ya? Hmmmmm bagaimana jika aku lenyapkan seluruh tubuhmu, apa kau masih bisa beregenerasi?" Ucap Beerus kini menembakan bola energinya.

"H-hentikan! Sakura!" Teriak beberapa shinobi dan rekan-rekan Sakura.

Sakura kini hanya memejamkan mata pasrah, baginya ia sudah cukup puas setidaknya melancarkan satu serangan terkuatnya meskipun itu tidak berpengaruh sama sekali terhadap musuh.

Blaarrrrrrrrrrrrr...

Sebuah ledakan menandakan bahwa bola tersebut telah mengenai target. Para kage, rekan-rekan, dan beberapa shinobi hanya menundukan wajah sedih melihat Sakura terkena ledakan tadi.

Namun baru sebentar ledakan itu terjadi...

"A-Aku selamat?" Ucap Sakura bingung. Semua shinobi yang mendengar suara Sakura langsung memalingkan wajah menatap Sakura yang kini berpindah tempat.

"Untunglah kau juga datang. Rupanya kau yang memindahkan Sakura." Shikamaru menatap seorang pemuda berambut raven yang kini membelakanginya. Kemudian ia berjalan perlahan dan berhenti beberapa meter dihadapan sang Hakaishin.

Sontak semua menoleh melihat siapa yang tengah berdiri berhadapaan dengan sang Hakashin.

"S-Sasuke kun?" kaget Sakura. "Sasuke?" Kaget para Kage dan beberapa shinobi.

"Siapa kau?" tanya Beerus.

"Uchiha Sasuke, aku datang dengan baik-baik aku minta maafkan kesalahan teman-temanku yang kurang sopan terhadap anda dan tolong jangan hancurkan planet kami Tuan Beerus, kurasa ini hanya salah paham!" Ucap Sasuke, dan sekarang semua yang menyaksikan tampak terkejut, manusia no 2 terkuat di Bumi yang terkenal dingin kini membungkukan badan dengan hormat pada makhluk asing yang melawan mereka tadi.

"Tidak salah lagi sepertinya makhluk ini benar-benar seorang dewa dan aku rasa Sasuke juga sudah mengetahuinya." Batin Kakashi melihat Sasuke yang tampak enggan melawan makhluk didepannya.

"Yaaahhhh akhirnya ada yang mengerti juga, terimakasih kuhargai sifat hormatmu itu Sasuke. Tapi, kurasa aku sudah terlanjur menikmati apa yang terjadi, mana mungkin aku berhenti seperti ini saja." Ucap Beerus dengan angkuhnya.

"Berhubung aku dewa yang baik hati aku berikan kalian kesempatan." Lanjut Beerus.

"?" Tanya Sasuke.

"Berikan aku hiburan pertarungan yang sengit, kalian tidak usah kawatir keadaan planet kalian akan rusak. Bila kalian berhasil maka aku tidak akan menghancurkan Bumi dan juga aku akan meminta Whis untuk memulihkan keadaan planet kalian seperti sebelumnya."

"Tapi bila kalian gagal, aku akan melenyapkan planet ini tidak bahkan bila perlu satu galaxi ini. Bagaimana?" Ucap Beerus.

Hening…

Semua masih terdiam memikirkan tawaran Beerus, para shinobi merasa tawaran tadi berat sebelah, sepertinya.

"Baiklah, tapi, dikroyokpun anda tak masalah kan?" Ucap Sasuke langsung menerima tawaran itu, Sasuke sudah tau dari Vegeta bahwa Beerus tidak suka terlalu diajak negosiasi. Bila Beerus sudah memberi tawaran yang sekiranya bagus sebaiknya langsung diterima saja.

Semua yang mendengar jawaban Sasuke semakin terkejut, tapi mau bagaimana lagi hanya inilah satu-satunya kesempatan untuk menyelamatkan Bumi.

"Yah dikroyokpun tak masalah buatku." Jawab Beerus.

"Bagaimana jika kita agak menjauh?" Tanya Sasuke.

"Baiklah bocah."

Sasuke bersama kelima kage, rokie 9, dan para shinobi veteran memandu Beerus untuk menjauh dari Konoha, kini mereka telah sampai lagi di hutan kematian yang kini hanya menjadi daratan kosong karena pertempuran sebelumnya. Sementara beberapa shinobi lain hanya ditugaskan untuk menjaga desa.

"Jadi, bisa kita mulai sekarang Sasuke?" Tanya Beerus.

"Tunggu sebentar lagi! Masih ada seseorang." Jawab Sasuke.

"Bukankah sudah cukup banyak orang?" Tanya Beerus lagi.

"Ada seseorang lagi yang akan datang."

"Memangnya siapa lagi yang akan datang Sasuke?" Kini giliran Kakashi yang bertanya.

"Kau akan tahu sendiri nanti. Sensei."

Para kage dan shinobi berfikir siapa yang sedang ditunggu Sasuke? Mungkinkah Naruto? Mereka hanya berharap semoga Naruto juga segera datang, hanya bocah penuh kejutan itulah harapan para shinobi untuk dunia ini.

"Sepertinya kalian berfikir yang akan membantuku adalah Naruto ya? Kurasa ia tidak bisa datang dalam waktu dekat ini, sebab mengirim pesan dari Ryuchidou ke Myobokuzan butuh waktu cukup lama." Ucapan Sasuke menjawab beberapa pertanyaan yang sempat terfikirkan para shinobi.

Tap...

Sebuah suara menandakan ada yang datang mendarat.

"Apa aku terlambat Sasuke kun?"

Sasuke memalingkan wajahnya untuk melihat siapa yang datang.

"Bila kau terlambat planet ini sudah pasti lenyap. Orochimaru." Ucap Sasuke datar.

"Ohhh jadi ini yang akan membantumu Sasuke? Aku tidak merasakan adanya kekuatan yang cukup dari orang ini untuk melawanku." Ucap Beerus.

"Memang saya tidak akan melawan anda, tapi saya membawa sesuatu yang mungkin bisa membuat anda senang." Ucap Orochimaru

"Hah?" Beerus nampak bingung.

"Sebaiknya segera tunjukan Orochimaru!" Perintah Sasuke.

"Baiklah Sasuke kun. Khu khu seperti biasa kau selalu tidak sabaran." Kini Orochimaru membuka gulungan yang ia bawa lalu melakukan beberapa segel tangan dan munculah 7 Zetsu putih dari gulungan tersebut.

"Kuchiyose Edo Tensei." Teriak Orochimaru mengucapkan nama jutsu terlarang tersebut. Kini ke 7 Zetsu putih tadi mulai berubah menjadi sesosok manusia.

"O-Orochimaru k-kau?" Ucap Kakashi terkejut dan juga beberapa yang ada disitu sangat terkejut melihat siapa yang Orochimaru bangkitkan.

Shodaime Hokage : Hashirama Senju

Nidaime Hokage : Tobirama Senju

Sandaime Hokage : Hiruzen Sarutobi

Yondaime Hokage : Namikaze Minato

Uzumaki Kushina

Uchiha Madara

"Whis teknik apa itu?" Tanya Beerus keheranan melihat teknik aneh yang digunakan Orochimaru.

"Nama teknik itu adalah Edo Tensei Beerus sama, menurut informasi di Bumi sendiri teknik itu merupakan suatu jurus terlarang yang diciptakan oleh Senju Tobirama. Jurus ini memungkinkan penggunanya untuk menghidupkan seseorang lalu mengendalikan kesadarannya sesuka hati. Si korban juga dapat menggunakan seluruh kekuatannya, bahkan tubuh sikorban akan menjadi abadi serta memiliki energi yang tidak akan pernah habis." Ucap Whis sambil mencari informasi dari tongkatnya tentang kekuatan-kekuatan di planet ini.

"Begitukah? Lawan yang abadi dan energi tanpa batas sepertinya menarik." Ucap Beerus.

"Loh kok kita dihidupin lagi sih?" Ucap Hashirama dengan wajah konyolnya.

"Orochimaru sialan sudah kubilang kan jangan sembarangan menggunakan jutsu ini." Geram Tobirama.

"Cih bukannya kau sudah menyegel jasadku Hashirama?" Ucap Madara.

"Kayaknya udah sih dulu. Huh Orochimaru apa kau sudah menemukan cara membuka segelku ya." Ucap Hashirama

"Yah itu cukup sulit tapi akhirnya bisa aku pecahkan Hashirama dono." Ucap Orochimaru.

"Ck semua ini salah Tobirama, harusnya tak usah menciptakan jutsu seperti ini." Hashirama menepuk keningnya.

"Ciih." Dengus Tobirama kesal.

"Huoh bukannya aku sudah mati tebbaneee?" Ucap Kushina.

"Orochimaru apa yang sebenarnya akan kau lakukan?" Tanya Hiruzen.

"Mengenai itu bukan keinginanku sensei. Semua ini adalah permintaan Sasuke-kun." Jawab Orochimaru.

"Heee Sasuke?" Kushina seperti teringat sesuatu.

"Oooo iya bukannya itu anak kedua Fugaku dan Mikoto?" Tanya Kushina pada mahkluk berambut kuning disebelahnya yang tak lain adalah Edo Tensei Namikaze Minato.

"Yaa Kushina Sasuke adal..."

Blaaaaaarrrrrrrr...

Ucapan Minato terpotong karena ia, istrinya dan para kage menghindari sebuah serangan dadakan yang baru datang tadi.

Seketika para edo tensei yang berhasil menghindar memalingkan wajah mereka melihat siapa pelaku yang melancarkan serangan tadi.

"Kapan mulainya aku sudah bosan Sasuke?" Ucap Beerus mulai tak sabar setelah tadi ia sedikit melancarkan serangannya.

Para edo tensei hanya bingung melihat makhluk yang menyerangnya tadi. Mahkluk apa itu? Alienkah / Kuchiyose? Beberapa pertanyaan muncul dipemikiran para edo tensei.

"Maaf karena aku meminta Orochimaru untuk membangkitkan kalian lagi! Saat ini dunia dalam bahaya, kalian lihat yang menyerang tadi? Beliau adalah seorang Dewa Penghancur bernama Beerus. Saat ini aku membutuhkan kekuatan kalian, meski aku yakin tidak ada peluang menang bagi kita. Namun beliau memberi penawaran asal bisa menghiburnya dalam pertarungan, ia akan membiarkan Bumi." Ucap Sasuke menjelaskan para Edo Tensei.

"Jangan bercanda bocah! Kau memanggil kami semua dengan kekuatan penuh hanya untuk bertarung melawannya agar ia bisa terhibur begitukan maksutmu?" Ucap Tobirama.

"Aku tidak main-main. bisa dibilang meski ada 10 Ootsuki Kaguya pun tidak akan mampu untuk melawannya." Jawab Sasuke.

"A-Apa?" Ucap para edo tensei Kage dan Madara bersamaan sementara Kushina hanya bingung tak mengerti.

"Kushina-san, aku meminta Orochimaru memanggilmu kesini bukan tanpa alasan."

"…" Kushina hanya mengerutkan dahinya.

"Kemampuan rantai segel Uzumaki nanti akan sangat membantu, kuharap anda bertarung dengan segenap kekuatan!" Ucap Sasuke berbalik mulai menghampiri Beerus, dan Kushina hanya mengangguk sejenak pertanda mengerti.

"Kuharap kau tidak terlambat Naruto-dobe." Kushina sedikit tersentak meski ucapan Sasuke cukup pelan, namnu samar-samar ia mendengar nama sosok orang yang sangat ia rindukan yaitu Naruto. Bagaimana kira-kira perawakan Naruto sekarang? Ia benar-benar penasaran. Namun daripada itu masalah sekarang yang harus ia utamakan dahulu.

Beerus sedikit menyeringai melihat Sasuke yang menghadap dirinya tanpa rasa takut, ia semakin tak sabar untuk memulai pertarungan.

Sementara Sasuke sendiri mulai berkonsentrasi untuk mengumpulkan chakra senjutsu, kini tampak perubahan kulit Sasuke yang menyerupai sisik ular dan juga sebuah pancaran energi alam yang meledak-ledak mengalir dalam tubuhnya.

"Ck hanya segini batasanku rupanya, tubuh ini tidak kuat menampung lebih banyak kekuatan senjutsu seperi si dobe itu. Kalau begini aku akan semakin tertinggal jauh olehnya." Batin Sasuke melihat kondisi tubuhnya yang tidak mampu menahan senjutsu seperti Naruto, hingga hampir semua kulit tubuhnya kini menyerupai sisik ular.

"Kuchiyose no Jutsu."

Bofff

Seekor ular raksasa muncul dan menunduk hormat pada Sasuke.

"Sasuke sama." Ucap Aoda si ular tersebut.

"Aoda mungkin saat ini melakukan gabungan teknik itu, aku mohon bantuanmu!"

"A-anda serius Sasuke sama! Bukankah teknik itu masih belum sempurna? Ini bisa sangat membahayakan nyawa anda." Ucap Aoda nampak kawatir.

"Tak ada pilihan lain lagi saat ini, satu-satunya cara hanya melakukan Fusion dengan tubuh ularmu dan tubuh miliku yang sudah dialiri senjutsu, maka dengan itulah aku bisa bertahan cukup lama saat menggabungkan chakra dan kekuatan saiyajin miliku." Terang Sasuke cukup panjang.

"Baiklah mari kita lakukan Sasuke-sama!"

Zyuuuuuuuuttttt...

Sasuke kini tengah menyerap tubuh Aoda persis saat Madara dulu tengah menyerap pohon shinju dulu. Perlahan Sasuke merasakan ketahanan tubuhnya semakin meningkat, kini ia telah siap berubah menjadi super saiyajin.

"Haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa." Satu teriakan panjang Sasuke awali untuk berubah ke mode super saiyajin, kini tanah tempat berpijak beberapa shinobi nampak bergetar akibat transformasi Sasuke menjadi seorang super saiyajin.

Rambut kuning keemasan yang naik melawan gravitasi juga campuran chakra senjutsu dan pancaran ki berwarna kuning transparan membuat seluruh shinobi terkejut bukan main melihat penampilan Sasuke saat ini, dan juga saat dalam mode super saiyajin kulit Sasuke yang tadi hampir seluruhnya menyerupai sisik ular kini menjadi normal seperti sedia kala dan hanya bagian daerah mata yang masih terdapat gambaran sisik ular.

"Cih saat ini hanya inilah batasanku, aku hanya bisa sampai level super saiyajin 2 saja." Batin Sasuke.

"Oooohhhhhh super saiyajin? Jangan-jangan kau?" Ucap Beerus cukup terkejut, ternyata di planet ini juga terdapat keturunan bangsa saiya.

"Jika anda belum tau saya adalah penerusnya Vegeta san, Beerus sama." Ucap Sasuke.

"Kheh begitu rupanya." Ucap Beerus.

"Rupanya orang ini ya?" Batin Whis

"Hoi Sasuke, apa yang sebenar…"

"Jika kalian ingin aku jelaskan sebaiknya nanti saja setelah kita berhasil melalui semua ini!" Ucapan Sasuke memotong perkataan rekan-rekannya yang hendak bertanya tadi.

"Tapi bocah, apa hanya dengan kekuatanmu saat ini kau yakin bisa melawanku?" Tanya Beerus.

"Entahlah, tak ada salahnya aku coba. Lagipula ini masih berlanjut." Jawab Sasuke.

"Nani? Kau masih menyembunyikan sesuatu."

Kini nampak sosok susanoo raksasa berwarna ungu menyelimuti tubuh SSJ 2 Sasuke, bahkan susanoo ini levelnya lebih tinggi dari susanoo level 3 milik Uchiha Madara. Sasuke telah berhasil membangkitkan susanoo level 4 saat pertarungan dengan Naruto dulu dilembah kematian.

Sosok susanoo yang terlihat sangat besar tadi kini malah menyusut semakin mengecil hingga sampai seukuran tubuh Sasuke sendiri, bukan mengecil karena melemahnya kekuatan atau hal lain melainkan Sasuke sengaja mengecilkannya untuk meningkatkan kepadatan armor susanoonya. Inilah susanoo terbaru milik Sasuke, susanoo level 5 dengan kepadatan, kekuatan, dan kerasnya yang melebihi susanoo level 4. Bayangkan Susanoo dengan tinggi kurang lebih 50 meter, dikompres sedemikian rupa hingga mengecil seukuran tubuh normal Sasuke. Dan bisa dipastikan mode ini sangat keras, juga kuat karena kepadatan material Susanoonya, juga tubuh rampingnya membuat pergerakannya lebih fleksibel dibandingkan saat menjadi tubuh taksasa.

"Tak kusangka bocah itu mampu memodifikasi Susanoonya hingga sekuat itu, melihat kepadatan susanoonya saat ini, meski terbilang kecil aku yakin akan sangat sulit untuk ditembus bahkan retak sekalipun." Ucap Madara kagum melihat potensi Uchiha Sasuke.

"Heh kurasa ia benar-benar jauh melampauimu Madara." Ucap Hashirama.

"Ikuzo minaaa kita buktikan pada dewa sekalipun bahwa kekuatan shinobi tidak bisa dianggap remeh!" Teriak Hashirama lantang lalu maju untuk menyerang.

"Yossshaaaa." Teriak semua shinobi.

"Olaaaa Beerus sama sepertinya saya harus menyingkir dulu ya?" Ucap Whis.

"Shuuuuuh shuuuh cepat minggir sana! Biar kutunjukan pada mereka seberapa mengerikannya Dewa Penghancur." Ucap Beerus sambil mengusir Whis.

...

...

Skip time...

Nampak kekacauan semakin meluas bahkan pohon-pohon kokok yang jauh dari daerah hutan kematian kini nampak porak poranda dan juga beberapa kawah besar tercipta akibat pertarungan dahsyat yang cukup singkat selama 30 menitan.

Nampak kelima kage dan beberapa shinobi kini terengah-rengah mereka sudah kehabisan banyak tenaga, sedangkan para edo tensei kini sudah 3 yang menghilang yaitu Madara, Tobirama, dan Hiruzen. Banyak yang kaget dengan kekuatan Beerus tadi yang bernama "Hakai" sebuah teknik tak kasat mata yang bisa melenyapkan edo tensei tanpa sisa. Semangat yang tadi mengebu-ebu dari para shinobi, kini sirna entah kemana setelah mereka melihat para petarung sekelas kage, dipecunangi oleh sang dewa.

"Hosh hosh... Ini buruk kekuatan dewa itu benar-benar diluar perkiraanku." Ucap edo tensei Hashirama yang nampak kelelahan, ia ingat tadi bagaimana patung budha seribu tangan yang merupakan jurus terkuatnya lalu dikombinasikan dengan Susanoo sempurna milik Madara bisa dengan mudah dilenyapkan sang Hakaishin.

"Sakura apa sudah selesai." Tanya Sasuke. Saat ini Sakura tengah mengalirkan chakra miliknya ke tubuh Sasuke guna memulihkan kondisi tubuh dan chakra milik Sasuke. Kondisi Sasuke sekarang cukup meprihatinkan, armor susanoo level 5 yang membungkusnya tadi sudah hancur, luka-luka dibagian tubuhnya serta beberapa tulang rusuknya patah saat Beerus memukulnya tadi.

"Sebentar lagi Sasuke kun!" Jawab Sakura.

"Maaf! Sepertinya aku sudah gagal melindungi semuanya." Ucap Sasuke sendu sambil melihat sekitarnya nampak teman-teman seangkatannya yang sudah pingsan, para kage, edo tensei, dan beberapa shinobi yang sudah tidak dapat untuk sekedar berdiri. Bahkan Lee dan Guy yang sudah membuka teknik gerbang delapan Shimon (Gerbang Kematian) ditambah 2 armor susanoo level 5 yang sempat Sasuke terapkan pada dua tubuh pemuda berambut bob itu tetap tidak bisa digunakan untuk melawan sang Hakashin.

"Tak apa Sasuke kun sudah berjuang sebisanya." Ucap Sakura tersenyum.

"Baiklah kupikir tadi akan seru tapi ternyata masih tidak ada salah satu dari kalian yang berhasil melukaiku sedikit pun." Ucap Beerus. "Kalau begitu waktunya untuk melenyapkan Bumi, ayo Whis siap-siap untuk pulang!" Lanjut Beerus sambil mengacungkan jari telunjuk kanannya kelangit, kemudian munculah bola energi cukup besar berwarna ungu berdiameter sekitar 10 meter. Beerus membawa bola itu terbang cukup tinggi dan bersiap-siap akan menjatuhkannya ke Bumi.

"Sayonara." Ucap Beerus bersiap menjatuhkan bolanya. Para shinobi hanya bisa menutup mata, mereka sudah pasrah sekarang sudah tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk menghentikan sang Hakaishin.

Para Shinobi hanya menunduk dan memejamkan mata pasrah.

"Berakhir sudah."

"MATEEEEEEEEEEEEEEEEEE." Teriak seorang pemuda gagah ditemani seorang gadis cantik yang tiba-tiba kini tengah berdiri dihadapan para shinobi. Semuanya tampak terkejut melihat siapa yang tengah berdiri dengan gagah dihadapan mereka.

"Siapa kau?" Tanya Beerus tidak jadi menjatuhkan bola energinya.

Pemuda itu maju beberapa langkah lalu berbicara.

"Hehe... Salam kenal aku Uzumaki Naruto, ada yang ingin saya minta pada anda Beerus sama."

To Be Continue